Insiden Peluru Nyasar Gemparkan Kampus UNP: Dua Terluka, Asal Tembakan Masih Misteri
Sebuah insiden yang mengkhawatirkan terjadi di lingkungan Universitas Negeri Padang (UNP), Selasa sore, ketika dua orang dilaporkan terluka akibat dugaan peluru nyasar. Peristiwa yang terjadi di dekat area Rektorat UNP ini sontak menimbulkan kepanikan dan berbagai spekulasi mengenai sumber tembakan. Pihak berwenang, termasuk Kodam I/Bukit Barisan, tengah melakukan investigasi mendalam untuk mengungkap kebenaran di balik kejadian tragis ini.
Dua korban yang menjadi sasaran peluru nyasar ini adalah seorang mahasiswi aktif UNP dan seorang warga sipil. Salah satu korban, Nova Wirantika (25), yang merupakan mahasiswi Program Studi Pendidikan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UNP, mengalami luka cukup serius di bagian paha kirinya. Ia terpaksa menjalani operasi untuk mengeluarkan proyektil peluru yang bersarang di tubuhnya. Korban kedua, Guruh Guino, seorang warga umum yang merupakan teman dari salah seorang mahasiswa UNP, juga mengalami luka dan telah mendapatkan perawatan medis.
Kronologi Kejadian dan Penanganan Korban
Insiden ini terjadi sekitar pukul 17.00 WIB di alun-alun depan Rektorat UNP, Jalan Prof Dr Hamka, Kelurahan Air Tawar Barat, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang. Pada saat kejadian, kedua korban dilaporkan sedang duduk bersama sejumlah rekan mereka. Tiba-tiba, terdengar suara tembakan yang disusul dengan rasa sakit yang dialami oleh kedua korban.
Menanggapi situasi darurat ini, Rektor UNP, Krismadinata, yang kebetulan berada di sekitar lokasi, segera mengambil tindakan cepat. Beliau langsung berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk Pangdam I/Bukit Barisan, Komandan Batalyon 133/Yudha Sakti, Kepala Badan Intelijen Daerah (Kabinda), serta Polsek Padang Utara. Koordinasi ini bertujuan untuk memastikan penanganan insiden berjalan lancar dan sumber peluru dapat segera diidentifikasi.
Secara paralel, tim medis dari UNP bergerak sigap untuk mengevakuasi kedua korban. Dengan menggunakan ambulans kampus, korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Hermina Padang. Nova Wirantika menjalani operasi intensif di rumah sakit tersebut, sementara Guruh Guino mendapatkan penanganan medis awal sebelum akhirnya dipindahkan ke Rumah Sakit Tentara Rekso Sudiryo Ganting Padang untuk proses pemulihan lebih lanjut. Pihak Kodam I/Bukit Barisan menegaskan bahwa seluruh biaya pengobatan kedua korban akan ditanggung sepenuhnya.
Dugaan Sumber Peluru dan Proses Investigasi
Spekulasi mengenai asal muasal peluru nyasar ini mengarah pada sebuah kegiatan latihan menembak yang sedang berlangsung di lapangan tembak kawasan Lapai. Menurut informasi yang beredar, lokasi latihan tembak TNI ini berjarak sekitar 800 meter dari Kampus Induk UNP Air Tawar. Latihan tersebut dilaporkan melibatkan personel Batalyon DTP Singgalang dan menggunakan senjata laras panjang, berlangsung sejak pagi hingga sore hari.
Kapendam I/Bukit Barisan, Letkol Kav Taufiq, membenarkan adanya insiden peluru nyasar tersebut. Namun, ia menekankan bahwa pihaknya masih melakukan investigasi mendalam untuk memastikan apakah peluru yang mengenai kedua korban benar-benar berasal dari latihan TNI tersebut atau ada faktor lain yang terlibat.
“Memang benar ada kejadian atau insiden yang menyebabkan dua saudara kita terkena peluru nyasar. Namun, belum bisa dipastikan apakah peluru tersebut berasal dari anggota Kodam yang sedang melaksanakan latihan atau bukan,” ujar Letkol Kav Taufiq.
Pihak Kodam I/Bukit Barisan berkomitmen untuk transparan dalam penanganan kasus ini. Hasil investigasi akan disampaikan kepada publik setelah seluruh proses pemeriksaan selesai dilakukan. “Nanti kalau investigasi sudah selesai, kami akan menyampaikan informasi lengkap terkait kejadian ini,” tegasnya.
Dampak dan Harapan
Insiden peluru nyasar di lingkungan kampus ini tentu menimbulkan kekhawatiran di kalangan sivitas akademika UNP dan masyarakat luas. Jarak yang relatif dekat antara lokasi latihan tembak dan kampus menjadi sorotan utama. Kejadian ini juga kembali mengingatkan pentingnya koordinasi dan pengawasan yang ketat dalam setiap kegiatan yang berpotensi menimbulkan risiko bagi masyarakat sipil.
Pihak UNP dan Kodam I/Bukit Barisan diharapkan dapat segera menyelesaikan investigasi dan memberikan penjelasan yang memuaskan kepada publik. Selain itu, langkah-langkah preventif yang lebih komprehensif perlu dirancang untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang. Keamanan dan ketenangan lingkungan kampus harus menjadi prioritas utama, sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan tanpa rasa khawatir.
Meskipun asal peluru masih dalam penyelidikan, fokus utama saat ini adalah pada pemulihan kedua korban. Dukungan penuh dari berbagai pihak, baik dari institusi pendidikan, militer, maupun pemerintah daerah, diharapkan dapat mempercepat proses penyembuhan mereka. Insiden ini menjadi pengingat bagi semua pihak untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan memastikan bahwa setiap kegiatan dilakukan dengan standar keselamatan yang tertinggi.











