Saatnya PBMA Go Internasional? Gus Hersit Dorong Penguatan Jejaring Global di Usia 110 Tahun Mathla’ul Anwar

BANTENYUTELNEWS.COM Memasuki usia ke-110 tahun, Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA) didorong untuk memperluas kiprah hingga tingkat internasional melalui penguatan jejaring global di berbagai bidang strategis. Gagasan tersebut disampaikan Gus Hersit, Dosen Fakultas Hukum Universitas Mathla’ul Anwar Banten sekaligus Bidang Hukum dan Advokasi PBMA, dalam sebuah opini bertajuk “Saatnya PBMA Naik Level, Jemput Masa Depan dengan Jaringan Global”.

Dalam opininya, Gus Hersit menilai tantangan umat Islam saat ini telah berkembang ke tingkat global. Menurutnya, pendidikan, ekonomi, dakwah, hingga advokasi hukum kini menuntut organisasi Islam memiliki jejaring internasional agar mampu beradaptasi dan berkontribusi lebih luas.

Ia menegaskan bahwa langkah membangun kerja sama dengan negara dan lembaga Islam dunia bukan untuk bergantung pada pihak lain, melainkan sebagai ikhtiar memperkuat peradaban Islam melalui kolaborasi yang saling menguntungkan.

Sebagai langkah konkret, Gus Hersit mengusulkan pembentukan Divisi Hubungan Internasional PBMA yang fokus mengembangkan kemitraan luar negeri. Ia juga mendorong percepatan kerja sama dengan berbagai negara sahabat seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Arab Saudi, Qatar, Turki, dan Mesir melalui program beasiswa, pertukaran akademisi dan dai, pengembangan wakaf produktif, pembangunan lembaga pendidikan bertaraf internasional, serta penguatan advokasi hukum.

Selain itu, diaspora Mathla’ul Anwar yang sedang menempuh pendidikan maupun berkarier di luar negeri dinilai dapat menjadi jembatan untuk membuka peluang kerja sama yang lebih luas bagi organisasi.

Menurut Gus Hersit, semangat memperkuat posisi Mathla’ul Anwar di tingkat internasional sejalan dengan momentum usia organisasi yang telah mencapai 110 tahun serta berbagai agenda penguatan organisasi yang telah digaungkan dalam Rapat Kerja Perdana PBMA di Purwakarta dan pelantikan pengurus di Bandung.

Melalui opininya, ia berharap Mathla’ul Anwar tidak hanya terus menjadi salah satu organisasi Islam yang berkontribusi bagi bangsa Indonesia, tetapi juga mampu tampil sebagai bagian dari jejaring Islam dunia.

“Ini bukan tentang mencari bantuan, melainkan membangun kolaborasi untuk memperkuat peradaban Islam melalui pendidikan, ekonomi, dakwah, dan hukum,” tulis Gus Hersit dalam opininya.

Reporter: Darmansyah

Posting Terkait

JANGAN LEWATKAN

NEWS FEED