NAMLEA, BURU, Yutelnews.com. Menjelang momentum serah terima jabatan yang tinggal menghitung hari pada Kamis, (10/9/2026,) Markas Polres Buru tampak bersolek megah. Deretan bangunan baru berdiri kokoh, diresmikan langsung oleh Kapolres Buru AKBP Sulastri Sukidjang, S.H., S.I.K., M.M., sebagai warisan fisik dari masa kepemimpinannya. Gedung SPPG, Satnarkoba, Balai Kerohanian, hingga Kantor Kesehatan kini berdiri indah, menjadi bukti perhatian dan kerja keras selama memimpin institusi kepolisian di tanah Bupolo. Namun di balik keindahan semen dan beton yang baru saja diresmikan itu, masih tersisa sebuah ruang hati yang belum sepenuhnya disinari cahaya keadilan. nasib seorang siswi berinisial EV di Desa Namlea Ilath, Kecamatan Batabual, Kabupaten Buru. Senin. 7/9/2026.
Keluarga korban bersama Tim A1 kini menatap ke arah markas kepolisian bukan membawa karangan bunga perpisahan, melainkan membawa harapan terakhir yang teramat mendalam, berbaur dengan rasa kecewa yang menusuk dada. Sosok AKBP Sulastri yang selama ini dipandang masyarakat bukan sekadar sebagai pemegang tongkat komando tertinggi di Polres Buru, melainkan sebagai sosok “Ibu” sejati yang dinilai paling paham dan paling lembut memahami arti perlindungan seorang anak, kini ditunggu langkah terakhirnya dalam menuntaskan kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret oknum guru berinisial SW alias Sadarin Waelusu atau yang akrab disapa Ingo.
Apresiasi tinggi dan ucapan terima kasih mendalam tulus disampaikan keluarga atas perhatian yang telah diberikan pihak kepolisian terhadap kasus yang menimpa EV. Namun keadilan tidak boleh berhenti hanya pada batas empati yang hangat dan lembaran kertas administratif yang tertulis rapi. Kasus ini kini bagai berjalan di tempat, terperangkap dalam siasat formalitas hukum yang seakan membiarkan waktu berlalu tanpa makna. Hampir tiga bulan berlalu, pelaku diduga mengabaikan panggilan pertama, lalu menyiasati panggilan kedua dengan dalih sakit yang diragukan keabsahannya. Namun di lapangan, mata masyarakat melihat realitas yang berbeda. sang oknum guru terlihat sehat walafiat, bebas berkeliaran menghirup udara luar tanpa beban, seolah hukum di bumi Bupolo ini bisa dikompromikan dengan alasan apa pun yang diajukan.
Keluarga korban bersama Tim A1 meminta dengan sangat hormat dan tulus di sisa masa tugas Ibu Kapolres, agar tidak meninggalkan kursi kepemimpinannya dengan menyisakan noda ketidak pastian hukum yang membebani hati seorang anak yang sudah terluka. Mereka mendesak agar Polres Buru segera menerbitkan Surat Penangkapan Langsung, bukan lagi sekadar surat atau panggilan basa-basi yang terus-menerus dilecehkan oleh pelaku. “Jika empat atau lima bangunan baru bisa Ibu resmikan dengan begitu indah dan penuh perhatian sebelum serah terima jabatan, maka runtuhkan pula tembok impunitas yang selama ini seakan melindungi pelaku pelecehan seksual ini. Jadikan penuntasan kasus ini sebagai monumen keadilan terindah yang Ibu tinggalkan untuk kami dan untuk korban berisial EV, tegas perwakilan keluarga dengan suara bergetar namun tegas.
Masyarakat Kabupaten Buru kini menanti di sisa hari yang semakin sempit ini. Mereka menunggu tindakan tegas dari seorang patriot bangsa, sebuah keputusan berani dari seorang pemimpin yang telah dipercaya, dan ketulusan pelukan perlindungan dari seorang “Ibu” terbaik di negeri ini. Keadilan untuk EV harus dituntaskan secepatnya, agar serah terima jabatan nanti benar-benar berjalan dengan tenang, aman, damai, dan terkendali tanpa meninggalkan kesan hukum yang tajam ke bawah namun tumpul ke atas, tanpa membiarkan kekuatan dan kekuasaan menenggelamkan suara hati seorang anak yang meminta perlindungan.
Semoga di hari-hari terakhir pengabdiannya di tanah Buru ini, sentuhan tangan Ibu Kapolres yang lembut namun tegas itu juga mampu merengkuh hati kecil EV yang masih menunggu keadilan, selain meresmikan bangunan-bangunan yang megah. Biarlah keadilan menjadi jejak.
(Laode Rama)
Di Balik Megahnya Bangunan Baru Polres Buru, Ada Jerit Keadilan Korban Pelecehan Seksual di Namlea Ilath Yang Menanti Sentuhan Terakhir “Sang Ibu.



























