Tim NBC Sedanau Bina Pemula Voli Agar Terarah dan Beri Lingkungan Positif Bagi Generasi Muda

NATUNAYUTELNEWS.com
Pengurus Tim Voli Natuna Boy’s Club (NBC) terus menunjukkan kepedulian terhadap generasi muda Sedanau melalui kegiatan pelatihan dan pembinaan olahraga bola voli bagi pemula putra dan putri di Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna.
Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin sesuai jadwal yang telah diatur oleh kepengurusan tim NBC Sedanau.

Saat dikonfirmasi awak media YutelNews.com, Pelatih tim NBC Sedanau Palahuddin mengatakan, kegiatan pembinaan ini digelar dengan tujuan membentuk karakter dan arah positif bagi generasi muda sejak dini.
“Latihan ini kami adakan agar para pemula, baik putra maupun putri, dapat terarah dan terlatih dengan baik sejak usia muda. Selain itu, kegiatan ini juga membantu mereka menyeimbangkan dunia pendidikan dengan pengembangan bakat di bidang olahraga voli,” ujarnya.

Lebih lanjut, Palah menegaskan kegiatan ini juga penting dalam membentuk lingkungan pergaulan yang sehat dan menjauhkan anak-anak dari pengaruh negatif penggunaan gawai (Android) secara berlebihan.
“Sekarang ini banyak anak-anak yang terlalu sibuk bermain game di HP hingga lupa waktu. Dengan adanya latihan voli ini, kami ajak mereka memanfaatkan waktu dengan hal yang positif. Selain menyehatkan, kegiatan ini juga mempererat silaturahmi dan membangun semangat kebersamaan,” tambahnya.

Dalam pelaksanaannya, Palah turun langsung melatih para peserta bersama sejumlah senior NBC lainnya. Hingga saat ini, tercatat sekitar hampir 70 peserta pemula telah bergabung dan aktif mengikuti latihan.
“Peserta kami bagi menjadi beberapa kategori, yaitu kelas pemula putra, pemula putri, dan junior,” jelas Palah.

Adapun jadwal latihan dilakukan setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu untuk kelas pemula putra dan junior, sedangkan kelas pemula putri berlatih setiap Senin, Rabu, dan Jumat.
Seluruh kegiatan latihan dipusatkan di Lapangan NBC Jalan Jenderal Sudirman, Sedanau.

Pantauan langsung awak media YutelNews.com menunjukkan antusiasme tinggi dari para orang tua peserta. Banyak di antara mereka merasa bangga dan senang karena anak-anaknya kini memiliki kegiatan positif yang terarah.
“Sebelumnya anak saya sering habiskan waktu main game di HP. Sekarang lebih aktif berolahraga dan punya banyak teman baru,” ungkap salah satu orang tua peserta.

Selain menjauhkan anak dari pengaruh negatif, olahraga voli juga memberikan banyak manfaat bagi kesehatan fisik dan mental, serta membuka peluang prestasi bagi generasi muda ke depan.
“Kalau sejak dini mereka sudah terbiasa berolahraga dan disiplin dalam latihan, bukan tidak mungkin ke depan akan lahir atlet-atlet berbakat dari Sedanau,” ujar Palah optimis.

Palah berharap kegiatan pembinaan ini dapat terus berkembang dan mendapat dukungan dari berbagai pihak.
“Kami berharap ada perhatian dari pihak-pihak terkait untuk membantu kelancaran kegiatan ini, karena apa yang kami lakukan ini murni demi masa depan generasi muda Sedanau,” tutupnya.

Redaksi: Darmansyah — Kabiro Natuna YutelNews.com

Tanah laut tak bisa jadi hak milik, warga diharapkan pahami aturan hukum

NATUNAYUTELNEWS.com
Dalam rangka menjaga ketertiban administrasi dan kesadaran hukum di tengah masyarakat pesisir, khususnya di wilayah Kelurahan Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna, awak media YutelNews.com melakukan kontrol sosial terkait masih ditemukannya praktik jual beli lokasi atau “tanah laut” antar warga.

Padahal secara hukum, tanah atau dasar laut tidak dapat dimiliki pribadi dan tidak bisa diperjualbelikan, karena merupakan bagian dari wilayah perairan negara yang berada di bawah kewenangan pemerintah sesuai ketentuan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 33 ayat (3) yang menyatakan:

“Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.”

Hal ini juga ditegaskan dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2014 tentang Kelautan, serta Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, bahwa pemanfaatan ruang laut harus berdasarkan izin dan tidak dapat dijadikan hak milik perseorangan.

Namun di lapangan, masyarakat pesisir di daerah kepulauan seperti Natuna—terutama di Sedanau—secara turun-temurun telah membangun rumah di atas laut atau di tepi pantai. Hal ini merupakan bentuk kearifan lokal yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.
Kondisi geografis Natuna yang terdiri dari pulau-pulau kecil menjadikan pembangunan di atas laut sebagai salah satu solusi tempat tinggal dan usaha bagi warga.

Pemerintah daerah sendiri melalui kebijakan lokal masih memberi ruang toleransi bagi masyarakat untuk memanfaatkan area pesisir dan laut dangkal sebagai lokasi pembangunan rumah. Namun perlu digarisbawahi bahwa izin tersebut bersifat pemanfaatan ruang laut, bukan hak milik tanah.
Artinya, dalam setiap proses surat menyurat atau transaksi antarwarga, tidak diperkenankan mencantumkan istilah “tanah milik”, melainkan cukup disebut “lokasi pemanfaatan ruang laut” atau “bangunan di atas perairan”.

Praktik jual beli antarwarga sebenarnya tidak sah secara hukum agraria, karena yang berpindah bukan tanahnya, melainkan hanya bangunan dan hak pakai lokasi yang diakui secara sosial oleh masyarakat setempat.
Agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari, setiap transaksi sebaiknya disertai surat pernyataan yang diketahui pemerintah kelurahan atau desa, dan dicatat sebagai pemanfaatan lokasi, bukan kepemilikan tanah.

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 juga memberikan dasar hukum bahwa setiap pemanfaatan ruang laut tanpa izin dapat dikenai sanksi tegas, yakni:

Pidana penjara paling lama 10 tahun atau denda paling banyak Rp10 miliar,
bagi siapa pun yang memanfaatkan ruang laut tanpa izin lokasi atau izin pengelolaan.

Melalui kontrol sosial ini, awak YutelNews.com mengingatkan masyarakat pesisir, khususnya di Kelurahan Sedanau dan wilayah kepulauan Natuna, agar memahami batas hukum dan menjaga tertib administrasi, sekaligus tetap menghargai kearifan lokal yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat laut.
Harapannya, pembangunan di wilayah pesisir tetap berjalan selaras dengan aturan negara, demi kemakmuran bersama.

Sebagai bentuk kontrol sosial melalui publikasi pemberitaan, YutelNews.com kembali mengingatkan seluruh masyarakat Natuna agar tidak berbesar hati menganggap tanah yang dibeli antarwarga sebagai hak milik pribadi, karena secara hukum status tersebut tetap merupakan wilayah laut milik negara.
Masyarakat diharapkan tetap berhati-hati dalam setiap proses jual beli dan administrasi, serta mematuhi aturan yang berlaku demi menjaga ketertiban dan kesejahteraan bersama di daerah kepulauan Natuna.

Redaksi: Darmansyah
Kabiro Natuna | YUTELNEWS.com

MARGA-SU Desak Kejati Sumut Usut Korupsi Dana Hibah Bawaslu Dairi!

Medan//yutelnews.com
Puluhan massa yang tergabung dalam masyarakat garuda sumatera utara (marga-su) kembali menggelar aksi di depan kantor kejaksaan tinggi sumatera utara (kejatisu), kamis (6/11/2025),aksi ini dipimpin langsung oleh ridos berutu, aktivis muda asal dairi yang dikenal vokal dalam isu pemberantasan korupsi di daerah.

Dalam aksi tersebut, marga-su mendesak kejati sumut untuk segera mengusut tuntas dugaan korupsi dana hibah pilkada serentak tahun anggaran 2024 yang terjadi di tubuh bawaslu kabupaten dairi.

Menurut ridos, aksi ini merupakan bentuk kepedulian terhadap tanah kelahirannya dan dorongan moral agar lembaga hukum bertindak tegas terhadap siapa pun yang menyelewengkan uang negara.

“Kami tidak ingin uang rakyat Dairi dihambur-hamburkan, dana hibah pilkada harus digunakan untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk dikorupsi,” tegas ridos berutu dalam orasinya.

Dia menambahkan, berdasarkan hasil pantauan dan informasi lapangan, ada dugaan kuat bahwa dana hibah bawaslu dairi tersebut dimark-up dan dikorupsi secara bersama-sama oleh oknum tertentu.

“Kami menduga ada mafia dana hibah di tubuh bawaslu dairi,kami akan terus kawal kasus ini sampai tuntas,” ujar ridos.

Ridos juga meminta kepala kejati sumut, dr. hari siregar, untuk menurunkan tim khusus (timsus) ke Kabupaten Dairi guna melakukan penyelidikan langsung.

“Kejatisu harus segera periksa ketua bawaslu, sekretaris, dan oknum-oknum lain yang kami duga terlibat, jangan biarkan uang negara dirampok oleh mafia,” tambahnya.

Marga-su menegaskan akan terus melakukan aksi lanjutan dan membangun komunikasi dengan aparat penegak hukum agar kasus dugaan korupsi dana hibah pilkada dairi tidak mandek.

“Kami akan kawal laporan ini sampai benar-benar ada tindakan nyata dari kejati sumut,” tutup Rrdos.

Aksi damai tersebut mendapat perhatian publik, mengingat kasus dugaan korupsi di tubuh bawaslu dairi dinilai telah mencoreng kredibilitas lembaga pengawas pemilu yang seharusnya menjaga kejujuran dan integritas demokrasi di tingkat daerah.

(Redaksi rizal hsb)

Warga Sedanau Minta Rambu Laut Segera Dipasang, Kadishub Natuna Akui Terkendala Anggaran

NATUNAYUTELNEWS.com
Kebutuhan akan pemasangan rambu laut di jalur transportasi Sedanau–Binjai kini dinilai semakin mendesak. Jalur tersebut kerap dilalui masyarakat dan memiliki potensi kerawanan tinggi bagi pengguna transportasi laut, terutama saat malam hari dan kondisi cuaca tidak menentu.

Seorang warga Sedanau, Bahari, menyampaikan keprihatinannya atas belum adanya rambu laut di jalur tersebut. Kepada awak media YutelNews.com melalui sambungan telepon pada Selasa (4/11/2025) pukul 11.30 WIB, ia meminta agar persoalan ini segera mendapat perhatian serius dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Natuna.

“Kalau pihak Dishub benar-benar serius, dari dulu seharusnya sudah bisa dipasang. Ini bukan kebutuhan mewah, hanya rambu sederhana untuk keselamatan kami di laut,” ungkap Bahari dengan nada kecewa.

Ia menilai, pemasangan rambu laut seharusnya menjadi bagian dari tanggung jawab dan tugas pokok Dishub tanpa menunggu keluhan masyarakat.

“Hal seperti ini sudah menjadi tugas Dishub. Tak perlu menunggu aspirasi warga baru mau bergerak. Menurut saya, pihak terkait harus lebih aktif memantau wilayah sesuai kewenangan agar keselamatan pelayaran tetap terjamin,” tambahnya.

Lebih lanjut, Bahari menegaskan bahwa rambu laut sederhana pun sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan keselamatan dasar di jalur tersebut.

“Tidak perlu rambu yang mahal atau canggih. Cukup rambu sederhana saja yang bisa memantulkan cahaya saat malam hari bila disorot lampu atau senter oleh nelayan dan pengguna pompong. Asalkan terlihat jelas, itu sudah sangat membantu agar kapal tidak tersesat atau menabrak karang di jalur itu,” ujarnya penuh harap.

Menurutnya, keselamatan pelayaran masyarakat harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah, apalagi jalur Sedanau–Binjai merupakan salah satu rute laut yang cukup rutin dilalui setiap harinya oleh masyarakat setempat.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Natuna, Alazy, saat dikonfirmasi awak media YutelNews.com melalui sambungan telepon, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima aspirasi warga terkait kebutuhan pemasangan rambu laut di jalur Sedanau–Binjai.

“Kami memahami dan prihatin atas kondisi tersebut. Namun, pengadaan dan pemasangan rambu laut membutuhkan dukungan anggaran yang memadai. Meski begitu, Dishub Natuna akan terus memperjuangkan agar hal ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah,” jelas Kadishub Natuna, Alazy, pada Selasa (4/11/2025) pukul 16.29 WIB.

Ia menambahkan bahwa program pemasangan rambu laut sebenarnya sudah lama direncanakan, namun masih menunggu alokasi dana dan proses pengusulan sesuai mekanisme yang berlaku.

“Kami akan terus berkoordinasi dan mendorong agar kebutuhan ini bisa terealisasi. Semoga pada tahun mendatang dapat masuk dalam prioritas anggaran daerah, demi keselamatan dan kelancaran transportasi laut bagi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau, H. Mustamin Bakri, S.Sos., M.Si., yang merupakan perwakilan dari Daerah Pemilihan (Dapil) Natuna–Anambas, juga memberikan tanggapan atas keluhan masyarakat tersebut.
Saat dikonfirmasi awak media YutelNews.com melalui sambungan telepon, ia menyatakan komitmennya untuk turut memperjuangkan kebutuhan masyarakat Sedanau agar segera mendapatkan perhatian.

“Insya Allah, kami akan memperjuangkan agar kebutuhan rambu laut di jalur Sedanau–Binjai menjadi program prioritas. Kami berharap usulan ini segera dimasukkan dalam rencana anggaran tahun mendatang,” ujar H. Mustamin Bakri.

Sebagai informasi, jalur laut Sedanau–Binjai memiliki waktu tempuh sekitar dua jam menggunakan pompong, dan sekitar satu jam bila menggunakan speedboat. Aktivitas pelayaran di jalur ini telah menjadi rutinitas masyarakat sekitar yang menggantungkan akses transportasi laut sebagai sarana utama mobilitas.

Redaksi YutelNews.com mengimbau agar keselamatan pelayaran menjadi perhatian utama pemerintah daerah, mengingat jalur laut merupakan satu-satunya akses vital bagi aktivitas warga di wilayah kepulauan.

Keterangan foto:
Ilustrasi rambu laut di perairan. Masyarakat Sedanau berharap pemasangan rambu laut di jalur Sedanau–Binjai segera direalisasikan demi keselamatan pelayaran.
(Foto: Ilustrasi/YutelNews.com)

Redaksi: Darmansyah
Kabiro Natuna | YutelNews.com

Kantor SAR Natuna tingkatkan kesiapsiagaan melalui simulasi Collapse Structure Search and Rescue (CSSR)

NATUNAYUTELNEWS.com
Dalam rangka meningkatkan keterampilan dan profesionalitas personel dalam menghadapi berbagai situasi kedaruratan, Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna melaksanakan kegiatan simulasi Collapse Structure Search and Rescue (CSSR) di lingkungan Kantor SAR Natuna, Selasa (4/11/2025).

Kegiatan ini menjadi bagian dari program berkelanjutan dalam memperkuat kemampuan teknis tim SAR di lapangan, terutama dalam penanganan bencana yang melibatkan reruntuhan bangunan. CSSR sendiri merupakan salah satu metode penting dalam dunia urban search and rescue (USAR), yang berfokus pada pencarian dan penyelamatan korban di antara struktur bangunan yang runtuh akibat gempa bumi, ledakan, atau kecelakaan konstruksi.

Dalam pelaksanaannya, simulasi CSSR mencakup berbagai tahapan operasional seperti penilaian situasi awal (assessment), penentuan titik aman, pencarian korban menggunakan teknik manual maupun peralatan deteksi, stabilisasi struktur bangunan, hingga proses evakuasi dan penanganan pasca penyelamatan. Semua tahapan tersebut dilakukan dengan prosedur yang ketat agar keselamatan tim tetap terjaga.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna, Abdul Rahman, menjelaskan bahwa latihan ini merupakan salah satu bentuk pembinaan rutin yang sangat penting untuk menjaga kesiapan personel dalam menghadapi kondisi darurat sebenarnya.

“Kegiatan simulasi seperti ini sangat dibutuhkan untuk memelihara kemampuan teknis dan kesiapan mental seluruh anggota SAR. Melalui pelatihan CSSR, kami memastikan setiap personel mampu bergerak cepat, terukur, dan efisien ketika terjadi bencana yang menimbulkan keruntuhan bangunan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Abdul Rahman menambahkan bahwa melalui latihan ini, para personel diharapkan memahami konsep golden time atau periode emas selama 72 jam pertama pascabencana, di mana peluang untuk menyelamatkan korban masih sangat besar.

“Kami ingin setiap personel memahami pentingnya kecepatan, koordinasi, dan ketepatan dalam setiap langkah penyelamatan. Karena setiap detik sangat berharga bagi nyawa manusia,” tambahnya.

Kegiatan simulasi CSSR ini juga menjadi wujud nyata dari komitmen Kantor SAR Natuna dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan memastikan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana di wilayah Kabupaten Natuna dan sekitarnya. Melalui peningkatan kompetensi teknis ini, diharapkan tim SAR Natuna mampu memberikan respon yang cepat, tepat, dan profesional dalam setiap operasi penyelamatan.

Dengan adanya pelatihan berkelanjutan seperti CSSR ini, Kantor SAR Natuna terus berupaya memperkuat koordinasi, memperdalam kemampuan teknis, dan membangun budaya tanggap darurat di lingkungan kerja. Hal ini menjadi langkah nyata dalam mendukung misi utama Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), yaitu meningkatkan keselamatan dan melindungi setiap jiwa manusia dalam kondisi bencana maupun kecelakaan.

(Redaksi: Darmansyah – Kabiro Natuna YutelNews.com)

Yayasan Ratu Prabu Asahan Diduga Pungli Rp 1 Juta per Calon Pekerja

Asahan//YUTELNEWS.com
Publik digegerkan dugaan pungutan liar di yayasan ratu prabu, desa banjar, kecamatan air joman, kabupaten asahan,setiap calon pekerja disebut diminta membayar rp 1 juta per orang oleh pengelola yayasan, ustad hh, dengan alasan untuk membeli “alat cuci piring” atau ompreng.

Seorang calon pekerja, saf, mengaku heran dan kecewa.“Saya kaget diminta rp 1 juta hanya untuk alat cuci piring, seharusnya biaya operasional yayasan dari dana resmi, bukan dari pekerja,” katanya.

Praktik ini memunculkan pertanyaan besar terkait transparansi dan etika pengelolaan yayasan. aktivis sosial dan warga sekitar menilai tindakan tersebut merupakan penyalahgunaan wewenang dan berpotensi melanggar hukum.“yayasan seharusnya menjadi tempat menolong, bukan memeras calon pekerja,” ujar salah seorang warga yang enggan disebut namanya.

Hingga berita ini diterbitkan, inisial ustad hh belum memberikan klarifikasi resmi, yutelnews.com akan terus mengawal kasus ini dan meminta penjelasan dari pihak berwenang terkait dugaan pungutan ilegal di yayasan tersebut.

Dpp gerakan masyarakat anti korupsi (gemak) menyatakan akan memantau kasus ini dan menyiapkan laporan resmi ke aparat penegak hukum untuk memastikan ada tindakan terhadap dugaan pungli ini.

(Rizal hsb)

Air SPAM Sedanau Tak Mengalir, Dirut PDAM Natuna Jelaskan Kendala Operasional dan Pengiriman Obat

NATUNAYUTELNEWS.com
Krisis air bersih kembali dirasakan masyarakat Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna. Air dari Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Sedanau dilaporkan tidak mengalir sejak beberapa hari terakhir.

Direktur Utama (Dirut) PDAM Kabupaten Natuna, Daeng, saat dikonfirmasi awak media YutelNews.com melalui sambungan telepon pada Senin (3 November 2025), menjelaskan bahwa kendala utama saat ini adalah menunggu pasokan obat pengolahan air dari pihak penyedia resmi.

“Kendala utama saat ini adalah habisnya obat pengolahan air dan masih menunggu pengiriman dari pihak penyedia resmi,” ujar Dirut PDAM Natuna.

Menurut Daeng, obat pengolahan air sebenarnya sudah dipesan sejak beberapa waktu lalu, namun proses pengadaannya mengalami keterlambatan dari pihak penyedia.
Ia menambahkan, salah satu penyebab keterlambatan tersebut adalah karena obat pengolahan air tersebut diproduksi di luar daerah, sehingga memerlukan waktu dalam proses pengiriman dan distribusi.

“Sebenarnya obat sudah kita pesan jauh hari sebelumnya. Namun karena obat tersebut diproduksi di luar daerah, proses pengiriman dari penyedia membutuhkan waktu, sehingga distribusinya sedikit tertunda,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa pihak PDAM terus berupaya semaksimal mungkin agar pelayanan air bersih di Sedanau dapat segera kembali normal.

“Kami berusaha menekan biaya serendah mungkin tanpa mengorbankan kualitas pelayanan,” tambahnya.

Dari hasil pantauan YutelNews.com di lapangan, warga Sedanau menyampaikan sejumlah keluhan dan harapan terkait pelayanan air bersih, di antaranya:

1. Biaya pemakaian air yang dinilai masih cukup tinggi, baik per bulan maupun per kubik, sehingga diharapkan dapat ditinjau kembali agar lebih terjangkau bagi masyarakat.

2. Keterbatasan fasilitas SPAM yang masih bergantung pada listrik PLN, sehingga ketika terjadi pemadaman listrik, air otomatis ikut terhenti. Diharapkan adanya mesin pembangkit sendiri untuk mendukung kelancaran operasional SPAM Sedanau.

3. Permasalahan jaringan pipa, yang masih menghambat distribusi air ke rumah pelanggan.

Menanggapi hal itu, Dirut PDAM Natuna memastikan bahwa seluruh permasalahan tersebut sudah menjadi perhatian pihaknya. Petugas akan melakukan perbaikan secara bertahap agar aliran air dapat merata ke seluruh pelanggan.

Lebih lanjut, Daeng mengungkapkan rencananya untuk turun langsung ke Sedanau pada Desember 2025 guna melakukan dialog dan musyawarah bersama masyarakat.

“Kami akan turun ke Sedanau bersama tim untuk berdialog langsung dengan masyarakat. Beberapa hal teknis akan kami jelaskan, termasuk langkah-langkah perbaikan agar SPAM Sedanau bisa berjalan lebih baik ke depannya,” tuturnya.

Sebagai bentuk kontrol sosial, YutelNews.com mewakili masyarakat Sedanau turut menyampaikan harapan besar kepada anggota DPRD Kabupaten Natuna Dapil III agar memberikan perhatian serius terhadap persoalan air bersih ini.

Dukungan dan solusi konkret sangat dibutuhkan, terutama dalam hal anggaran, fasilitas penunjang, serta percepatan pengadaan obat pengolahan air, agar pelayanan SPAM Sedanau semakin lancar dan berkelanjutan.

Dengan adanya komitmen bersama antara pemerintah daerah, DPRD, dan PDAM Natuna, diharapkan masyarakat Sedanau tidak lagi mengalami kesulitan air bersih dan pelayanan publik dapat berjalan lebih baik serta berkeadilan bagi seluruh warga.

Redaksi: Darmansyah — Kabiro Natuna YutelNews.com

Seorang Nelayan Ditemukan Tewas di Perairan Kelanga, Diduga Tenggelam

Korban sempat hilang saat menyelam mencari gurita, ditemukan dalam keadaan meninggal dunia

NATUNAYUTELNEWS.com
Awak media YutelNews.com menerima informasi melalui grup WhatsApp pada Minggu malam (2/11/2025) sekitar pukul 20.25 WIB, terkait kabar penemuan sesosok mayat di sekitar laut Pelabuhan Kelanga, Kecamatan Bunguran Timur Laut, daerah Ranai, Kabupaten Natuna.

Guna memastikan kebenaran informasi agar tidak menimbulkan simpang siur di tengah masyarakat, awak media YutelNews.com kemudian melakukan konfirmasi kepada pihak kepolisian, dalam hal ini Polsek Bunguran Timur, untuk memperoleh keterangan resmi.

Dari hasil konfirmasi tersebut, pihak Polsek Bunguran Timur membenarkan adanya peristiwa penemuan mayat seorang nelayan bernama Toni (36), warga Kelurahan Bandarsyah, Kecamatan Bunguran Timur. Data dan kronologis kejadian juga telah dikirimkan oleh pihak Polsek kepada awak media melalui pesan aplikasi WhatsApp sebagai bahan publikasi resmi.

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, peristiwa tersebut terjadi pada Minggu, 2 November 2025, sekitar pukul 14.30 WIB hingga 16.30 WIB di kawasan laut sekitar satu mil dari Pelabuhan Kelanga, Kecamatan Bunguran Timur Laut, daerah Ranai, Kabupaten Natuna. Korban pertama kali ditemukan oleh sesama nelayan setelah dilaporkan hilang saat menyelam mencari gurita di perairan tersebut.

Menurut keterangan saksi Rudian Syahputra (26), pada pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB ia berangkat melaut bersama korban menggunakan satu unit pompong berkapasitas 1 GT dari Pelabuhan Kelanga. Setelah tiba di lokasi sekitar satu mil dari Pelabuhan Kelanga, keduanya menyelam secara terpisah untuk mencari gurita.

Hingga sekitar pukul 09.30 WIB, cuaca di perairan tersebut mulai memburuk dan angin bertiup kencang. Korban tidak kunjung kembali ke pompong, sehingga saksi memutuskan beristirahat sambil menunggu. Setelah menunggu cukup lama, saksi menghubungi rekan-rekannya untuk meminta bantuan pencarian.

Sekitar pukul 13.30 WIB, nelayan lain bernama Ahmad Junaidi (36) menemukan pelampung pancing gurita milik korban, dan tak lama kemudian menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia dalam posisi telungkup di permukaan laut.

Hasil pemeriksaan medis yang dilakukan oleh dr. Harold Jefferson Matthew Charlex menyebutkan, terdapat bekas benturan di bagian wajah (jidat) korban serta ditemukan buih di mulut, yang mengindikasikan korban meninggal dunia akibat tenggelam. Namun, penyebab pasti belum dapat dipastikan tanpa dilakukan autopsi lebih lanjut.

Pihak keluarga korban menolak dilakukan autopsi karena telah menerima hasil visum luar yang disampaikan oleh dokter pemeriksa.

Dari keterangan kepolisian, tim gabungan yang mendatangi lokasi terdiri dari Kapolsek Bunguran Timur AKP Nellay Boy, KBO Sat Reskrim Polres Natuna Ipda Jemmy Hatmoko, S.H, Panit Opsnal 1 Reskrim Polsek Bunguran Timur Ipda Hawari Bate’e, S.H., M.H, serta personel dari Polsek Bunguran Timur, Sat Reskrim Polres Natuna, Sat Intelkam, dan Sat Polair Polres Natuna.

Sebagai upaya konfirmasi lanjutan, awak media YutelNews.com kembali menghubungi Kapolsek Bunguran Timur AKP Nellay Boy pada Minggu malam (2/11/2025) sekitar pukul 21.35 WIB melalui pesan WhatsApp untuk meminta keterangan resmi terkait kejadian tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, konfirmasi yang disampaikan awak media masih menunggu tanggapan lanjutan dari pihak kepolisian setempat.

Redaksi: Darmansyah – Kabiro Natuna YutelNews.com

Satpomau Lanud Raden Sadjad Natuna Ikuti Upacara HUT ke-79 POMAU Secara Daring

NATUNA-YUTELNEWS.com
Satuan Polisi Militer TNI Angkatan Udara (Satpomau) Lanud Raden Sadjad mengikuti upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-79 Polisi Militer Angkatan Udara (POMAU) yang dipusatkan di Lapangan Yustisi, Mako Puspomau, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (1/11/2025).

Danpuspomau Marsekal Muda TNI Daan Sulfi, S.Sos., M.Si., M.Han., bertindak sebagai Inspektur Upacara dan membacakan amanat Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau).

Dalam sambutannya, Kasau mengajak seluruh personel Pomau menjadikan peringatan hari ulang tahun ini sebagai momentum memperkuat kapasitas kelembagaan dan profesionalisme dalam penegakan hukum militer udara.

“Tugas adalah amanah dan kehormatan. Pomau harus berdiri tegak di atas prinsip kebenaran dan keadilan. Di situlah kehormatan dan harga diri prajurit Wira Waskita dijaga,” tegas Kasau.

Kasau juga menekankan pentingnya sikap adaptif terhadap kemajuan teknologi, profesional, berintegritas, serta memperkuat kerja sama lintas satuan dalam menjaga kehormatan TNI Angkatan Udara yang AMPUH-Adaptif, Modern, Profesional, Unggul, dan Humanis.

Usai upacara, Komandan Puspomau beserta pejabat utama melaksanakan tatap muka secara daring dengan seluruh prajurit Pomau. Ia menyampaikan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, dan semangat pengabdian personel Pomau di seluruh satuan jajaran.

Upacara tersebut diikuti secara daring oleh seluruh jajaran Pomau di Indonesia. Di Lanud Raden Sadjad Natuna, pelaksanaan upacara dipimpin oleh Dansatpomau Lanud RSA, Mayor Pom Chandra Putra Haryanto Hadiarta, S.T. Han., di Graha Serasan berlangsung hikmat.

Tahun ini, HUT ke-79 POMAU mengusung tema “Dengan Dilandasi Semangat Wira Waskita, Pomau Siap Berbakti dalam Keadilan, Mengabdi dengan Kehormatan, Menjaga TNI AU yang AMPUH untuk Indonesia Emas.”

Reporter: Bani

Klarifikasi: Informasi Anggota Polsek Bunguran Timur Alami Luka Akibat Penikaman di Ranai Ternyata Hoaks

NATUNAYUTELNEWS.com
Awak media YutelNews.com sebelumnya memuat informasi mengenai dugaan penikaman terhadap seorang anggota Polsek Bunguran Timur di wilayah Ranai berdasarkan unggahan di Group MPC (Majelis Pimpinan Cabang) Pemuda Pancasila Kabupaten Natuna. Pemberitaan itu diterbitkan dengan tujuan meluruskan kabar yang beredar agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran di tengah masyarakat.

Informasi awal tersebut berasal dari akun pribadi atas nama Esal Hawati, yang dalam unggahannya menyebutkan bahwa telah terjadi peristiwa penikaman terhadap seorang anggota Polsek Bunguran Timur, Briptu Ravi Kurniawan, pada Sabtu (1/11/2025) sekitar pukul 18.30 WIB, di Warung Makan Armel, Jalan Datok Kaya Wan Muhammad Benteng, Kelurahan Ranai, Kecamatan Bunguran Timur.

Dalam unggahan itu disebutkan pula bahwa korban mengalami luka ringan akibat serangan seorang pria bernama Wisnu, yang disebut bekerja sebagai tukang sampah di wilayah Ranai.

Namun, setelah dilakukan penelusuran dan konfirmasi lanjutan oleh awak media YutelNews.com, informasi yang beredar tersebut ternyata tidak benar atau hoaks.
Berdasarkan rilis resmi Polsek Bunguran Timur dan pemberitaan terkini dari media Gurindam.id, dipastikan bahwa tidak ada kejadian penikaman terhadap anggota Polsek Bunguran Timur.
Pelaku WS yang sempat membawa parang dan membuat keributan di Jalan Datok Kaya Wan Muhammad Benteng memang berhasil diamankan oleh aparat, namun tidak melakukan penikaman terhadap siapa pun.

“Tidak ada korban penikaman yang dilakukan. Foto yang sempat beredar menunjukkan seseorang berdarah itu hoaks,”
tegas Kapolsek Bunguran Timur, AKP Nellay Boy, Minggu (2/11/2025).

Dengan demikian, YutelNews.com menyatakan bahwa informasi yang bersumber dari unggahan akun Esal Hawati di grup MPC Pemuda Pancasila Natuna tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen terhadap Kode Etik Jurnalistik, redaksi YutelNews.com melakukan klarifikasi dan pembaruan pemberitaan agar publik memperoleh informasi yang benar, akurat, dan berimbang.

Redaksi juga memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah membantu proses pelurusan informasi, termasuk kepada MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Natuna, yang turut berperan dalam menjaga ketertiban informasi di ruang publik.

YutelNews.com menegaskan kembali bahwa berita terkait penikaman anggota Polsek Bunguran Timur di Ranai adalah hoaks, dan masyarakat diimbau untuk tidak menyebarluaskan informasi tanpa verifikasi yang jelas, demi mencegah kepanikan serta menjaga kondusivitas di lingkungan masyarakat.

Redaksi: Darmansyah — Kabiro Natuna, YutelNews.com

Anggota Polsek Bunguran Timur Alami Luka Ringan Akibat Penikaman di Ranai

NATUNAYUTELNEWS.COM
Awak media YutelNews.com memuat informasi ini berdasarkan kutipan dari Group MPC (Majelis Pimpinan Cabang) Pemuda Pancasila Kabupaten Natuna, guna meluruskan pemberitaan agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi di tengah masyarakat.

Informasi awal mengenai kejadian ini pertama kali dibagikan oleh Esal Hawati melalui akun pribadinya di Group MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Natuna. Dalam unggahan tersebut, Esal melaporkan bahwa telah terjadi peristiwa penikaman terhadap seorang anggota Polsek Bunguran Timur di wilayah Ranai pada Sabtu (1/11/2025) sekitar pukul 18.30 WIB, bertempat di Warung Makan Armel, Jalan DKW. Mohd. Benteng, Kelurahan Ranai, Kecamatan Bunguran Timur.

Korban diketahui bernama Briptu Ravi Kurniawan, anggota Polsek Bunguran Timur. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka ringan dan saat ini tengah menjalani perawatan di RSUD Kabupaten Natuna.

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, Bripda Febrianson, yang juga rekan korban, menyebutkan bahwa saat itu mereka sedang makan di warung tersebut. Tiba-tiba, seorang pria datang dan langsung melakukan penyerangan menggunakan sebilah pisau. Korban sempat melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri, namun pelaku kembali mengejar dan melakukan penikaman kedua.

Saksi yang berada di tempat kejadian berusaha membantu dengan melempar kursi ke arah pelaku hingga akhirnya pelaku melarikan diri dari lokasi.

Sumber internal kepolisian menyebutkan bahwa setelah kejadian, petugas segera membawa korban ke RSUD Natuna, melakukan pengejaran terhadap pelaku, serta melaporkan peristiwa ini kepada pimpinan.

Dari hasil penelusuran, pelaku diduga bernama Wisnu, yang diketahui bekerja sebagai tukang sampah di wilayah Ranai. Pelaku diduga menyimpan dendam pribadi terhadap korban karena sebelumnya pernah diamankan dalam beberapa peristiwa keributan di kawasan Pantai Piwang, Ranai.

Akibat peristiwa tersebut, korban mengalami luka ringan pada telapak tangan kiri, lutut, dan punggung kaki kanan, namun kondisinya kini telah stabil.

Hingga berita ini diterbitkan, Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Natuna terus melakukan penyelidikan intensif dan pengejaran terhadap pelaku. Berkat gerak cepat aparat kepolisian, pelaku berhasil ditangkap tidak lama setelah kejadian dan saat ini telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut, guna mengungkap motif serta kronologi lengkap peristiwa tersebut.

YutelNews.com, sebagai media yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik, berkomitmen untuk menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan terpercaya, demi menghindari berita simpang siur serta menjaga ketenangan masyarakat.

Sebagai tambahan, YutelNews.com memberikan apresiasi kepada MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Natuna, khususnya kepada Esal Hawati, yang telah cepat menyampaikan informasi awal melalui grup organisasi, sehingga membantu publik mendapatkan kabar yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Redaksi: Darmansyah — Kabiro Natuna YutelNews.com

YutelNews Kutip TintaJurnalisNews: Langkah Presiden Prabowo Jadi Motivasi Generasi Muda untuk Tingkatkan SDM Pendidikan Indonesia

Foto ilustrasi: AI / YutelNews.com – menggambarkan suasana pertemuan diplomatik Presiden Prabowo Subianto dengan PM Selandia Baru Christopher Luxon pada KTT APEC 2025 di Gyeongju, Republik Korea.

YUTELNEWS.com Mengutip pemberitaan dari TintaJurnalisNews, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melaksanakan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri (PM) Selandia Baru, Christopher Luxon, di sela-sela rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC 2025 yang digelar di Gyeongju, Republik Korea, Jumat (31/10/2025).

Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin membahas berbagai langkah strategis untuk memperkuat kemitraan komprehensif antara Indonesia dan Selandia Baru, terutama dalam bidang ekonomi, perdagangan, pendidikan, serta pengembangan sumber daya manusia (SDM).

Presiden Prabowo menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan dan SDM merupakan fokus utama pemerintah dalam mempersiapkan masa depan bangsa yang unggul dan berdaya saing.

“Kita ingin mengirim lebih banyak mahasiswa untuk belajar kedokteran dan kedokteran gigi. Kita sangat membutuhkan dokter dan dokter gigi. Saya juga berharap guru dari Selandia Baru dapat membantu memperkuat pendidikan Bahasa Inggris bagi para pekerja Indonesia,” ujar Presiden Prabowo, sebagaimana dikutip dari TintaJurnalisNews.

Menanggapi hal tersebut, awak media YUTELNEWS.com mengutip kembali pemberitaan ini sebagai bentuk apresiasi dan dukungan penuh terhadap langkah Presiden Prabowo dalam mendorong peningkatan SDM dan mutu pendidikan nasional.

Langkah yang dilakukan Presiden Prabowo dinilai spesifik dan strategis bagi kemajuan bangsa dan negara Indonesia, terutama dalam membangun generasi penerus yang cerdas, terampil, dan berakhlak baik.

“Sebagai bagian dari masyarakat dan insan pers, kami dari YUTELNEWS.com menilai langkah Presiden Prabowo ini sangat positif dan visioner. Kebijakan beliau menjadi inspirasi bagi seluruh generasi penerus bangsa untuk terus belajar, berinovasi, dan berkontribusi bagi kemajuan Indonesia,” tulis redaksi YutelNews.

Melalui publikasi ini, YutelNews.com berharap semangat dan kebijakan Presiden Prabowo dapat menjadi motivasi bagi generasi muda di seluruh tanah air untuk terus meningkatkan wawasan, keterampilan, serta kepedulian terhadap dunia pendidikan Indonesia.

“Sebagai rakyat Indonesia yang menjunjung tinggi nilai demokrasi, kami berupaya memberikan dukungan moral dan informasi melalui publikasi yang membangun serta edukatif,” tutup redaksi YUTELNEWS.com.

Redaksi: Darmansyah
Kabiro Natuna – YUTELNEWS.com

Akibat Turunnya Hujan Deras, Puluhan Rumah Dan Jalan Di Desa Karang Jaya Terendam 31/10/2025 .. Namlea

YUTELNEWS.Com
Hujan deras yang mengguyur Desa Karang Jaya pada Jumat sore (31 Oktober 2025) mengakibatkan puluhan rumah warga dan jalan setempat terendam air. Banjir terjadi di RT 06/RW 03, khususnya di Lorong Tiga, Kecamatan Namlea, Kabupaten Buru, sekitar pukul 18.00 WIT.

Sejumlah rekaman amatir yang beredar menunjukkan genangan air setinggi orang dewasa merendam puluhan rumah warga. Jalan utama desa juga tampak terendam sehingga aktivitas warga di kawasan tersebut terganggu.

terdengar seorang perempuan berteriak keras yang terdengar seperti, “Banjir gayis, Karang Jaya banjir gayis, kolam renang gratis!” Ucapan itu terdengar berulang sambil kamera merekam kondisi banjir di lorong-lorong permukiman.

Hingga berita ini diturunkan belum ada laporan resmi dari Pemerintah Desa Karang Jaya maupun instansi terkait di Pemkab Buru mengenai jumlah kerugian atau langkah penanganan yang telah diambil.

Kabiro buru (M.Masuku)

Lantik Wakajati Asisten Kajari hingga Koordinator, Kajati Sulsel Didik Farkhan Tuntut Integritas dan Profesionalisme

Yutelnews.com, Sulsel – Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kajati Sulsel), Dr. Didik Farkhan Alisyahdi, memimpin acara pengambilan sumpah, pelantikan, dan serah terima jabatan pejabat Eselon II dan III di lingkungan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Jumat (31/10/2025).

Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Sulsel yang baru dilantik, para Asisten, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) se-Sulawesi Selatan, Koordinator, rohaniawan, saksi dari Pemerintah Provinsi Sulsel, serta pengurus Ikatan Adhyaksa Dharmakarini.

Dalam sambutannya, Kajati Sulsel menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremonial, melainkan momen strategis yang menandai komitmen bersama untuk memperkuat integritas, meningkatkan profesionalisme, dan mempercepat reformasi kelembagaan Kejaksaan di wilayah Sulawesi Selatan.

“Selamat kepada para pejabat yang baru dilantik, bahwa tugas yang diemban adalah tugas besar di tengah tuntutan publik yang semakin tinggi terhadap penegakan hukum yang adil, transparan, dan berintegritas,” kata Didik Farkhan.

Dr. Didik Farkhan Alisyahdi memberikan arahan spesifik kepada para pejabat utama:

Kepada Wakajati Sulsel: Diharapkan dapat menjadi mitra strategis dalam mengawal arah kebijakan, memperkuat koordinasi lintas bidang, dan menjaga stabilitas internal organisasi.

Kepada Para Asisten (Asintel, Aspidsus, Aspidum, dan Asisten Pemulihan Aset) serta Koordinator: Dititipkan tanggung jawab besar untuk menjaga kualitas penanganan perkara, memperkuat intelijen penegakan hukum, serta bersinergi dan memastikan setiap langkah berpijak pada hukum dan etika.

Kepada Para Kajari se-Sulawesi Selatan: Ditekankan bahwa mereka adalah wajah Kejaksaan di mata masyarakat. Beliau menginstruksikan agar mereka menjadi pemimpin yang hadir, mendengar, dan bertindak, serta membangun Kejaksaan Negeri yang responsif, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan publik yang bermartabat.

Penekanan pada Nilai dan Budaya Kerja

Lebih lanjut, Kajati Sulsel menyampaikan bahwa transformasi Kejaksaan tidak hanya tentang digitalisasi dan efisiensi, tetapi juga tentang nilai. Nilai-nilai tersebut meliputi integritas, keberanian moral, dan keberpihakan pada keadilan substantif.

“Saya mengajak seluruh jajaran untuk membangun budaya kerja yang kolaboratif, adaptif, dan berorientasi pada hasil. Silahkan buat inovasi di satuan masing-masing terutama untuk memudahkan pelayanan publik,” ajak Didik Farkhan.

Kajati Sulsel menutup sambutan dengan mengajak seluruh jajaran untuk menjadikan pelantikan ini sebagai titik tolak pembaruan, menyatukan langkah, menguatkan tekad, dan mewujudkan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan sebagai institusi penegak hukum yang modern, terpercaya, dan berwibawa.

Daftar Nama Pejabat Baru Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan

1. Prihatin, S.H.

Jabatan Lama: Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur

Jabatan Baru: Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan

2. Ferizal, S.H., M.Hum.

Jabatan Lama: Kepala Bagian Penyusunan Program, Laporan dan Penilaian pada Sekretariat Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Agung

Jabatan Baru: Asisten Intelijen pada Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan

3. Teguh Suhendro, S.H., M.Hum.

Jabatan Lama: Kepala Kejaksaan Negeri Manokwari

Jabatan Baru: Asisten Tindak Pidana Umum pada Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan

4. Rachmat Supriady, S.H., M.H.

Jabatan Lama: Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang

Jabatan Baru: Asisten Tindak Pidana Khusus pada Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan

5. Akhmad Muhdhor, S.H., M.H.

Jabatan Lama: Kepala Bagian Penyusunan Program, Laporan dan Penilaian pada Sekretariat Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan Kejaksaan Agung

Jabatan Baru: Asisten Pemulihan Aset pada Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan

6. Ronald Ferdinand Worotikan, S.H., M.H.

Jabatan Lama: Jaksa Ahli Madya pada Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan Kejaksaan Agung (Jaksa ditugaskan pada Komisi Pemberantasan Korupsi)

Jabatan Baru: Koordinator pada Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan

7. Andi Panca Sakti, S.H., M.H.

Jabatan Lama: Asisten Bidang Tindak Pidana Khusus pada Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah

Jabatan Baru: Kepala Kejaksaan Negeri Makassar

8. Mulyadi, S.H., M.H.

Jabatan Lama: Kepala Bidang Penerapan dan Pengembangan Teknologi Informasi pada Pusat Data Statistik Kriminal dan Teknologi Informasi Kejaksaan Agung

Jabatan Baru: Kepala Kejaksaan Negeri Bone

9. Sinyo Redy Benny Ratag, S.H., M.H.

Jabatan Lama: Asisten Bidang Pembinaan pada Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat

Jabatan Baru: Kepala Kejaksaan Negeri Palopo

10. Hadi Sukma Siregar, S.H, C.N.

Jabatan Lama: Koordinator pada Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah

Jabatan Baru: Kepala Kejaksaan Negeri Bantaeng11. Sinrang, S.H., M.H.

Jabatan Lama: Kepala Kejaksaan Negeri Padang Lawas

Jabatan Baru: Kepala Kejaksaan Negeri Pinrang

13. Harianto Pane, S.H., M.H.

Jabatan Lama: Kepala Kejaksaan Negeri Halmahera Tengah

Jabatan Baru: Kepala Kejaksaan Negeri Wajo

14. Sulta Donna Sitohang, S.H., M.H.

Jabatan Lama: Kepala Kejaksaan Negeri Merauke

Jabatan Baru: Kepala Kejaksaan Negeri Soppeng

15. A. Fajar Anugrah Setiawan, S.H., M.H.

Jabatan Lama: Kepala Bagian Tata Usaha pada Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat

Jabatan Baru: Kepala Kejaksaan Negeri Enrekang

16. Jhon Ilef Malamassam, S.H., M.H.

Jabatan Lama: Kepala Kejaksaan Negeri Fak-Fak

Jabatan Baru: Kepala Kejaksaan Negeri Pangkajene Kepulauan

17. Dr. Muh. Asri Irwan, S.H., M.H.

Jabatan Lama: Koordinator pada Kejaksaan Tinggi Jambi

Jabatan Baru: Kepala Kejaksaan Negeri Kepulauan Selayar

18. Adhy Kusumo Wibowo, S.H., M.H.

Jabatan Lama: Koordinator pada Kejaksaan Tinggi Maluku

Jabatan Baru: Kepala Kejaksaan Negeri Sidenreng Rappang

19. Muhandas Ulimen, S.H., M.H.

Jabatan Lama: Koordinator pada Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur

Jabatan Baru: Kepala Kejaksaan Negeri Luwu20. Berthy Oktavianes Zakarias Huliselan, S.H., M.H.

Jabatan Lama: Koordinator pada Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur

Jabatan Baru: Kepala Kejaksaan Negeri Luwu Timur.  (Abu Algifari)

Tertibkan Barang Ilegal, Lapas Namlea Sidak Blok Napi…

YUTELNEWS.Com
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea menegaskan komitmennya untuk menertibkan peredarang barang-barang illegal didalam blok narapidana sekaligus mengimplementasikan 13 program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam membasmi narkoba, handphone, pungli, dan pelaku penipuan didalam Lapas dengan kembali mengadakan sidak, Kamis (30/10).

“Upaya Lapas Namlea tidak hanya sekedar sebatas komitmen saja, tetapi diwujudkan secara nyata melalui kegiatan sidak yang hari ini kami lakukan lagi,” ujar Kepala Lapas Namlea, Muhammad M. Marasabessy saat mengawasi jalannya penggeledahan yang digelar di tiga blok hunian itu.
Intens Bimbingan Kristen–Hindu, Tingkatkan Spiritualitas Warga Binaan Lapas Namlea..
Apabila dibiarkan, kata dia, barang ataupun benda yang berpotensi disalahgunakan warga binaan seperti benda tajam, alat komunikasi, dan lainnya dapat berdampak negatif terhadap kondisi didalam lapas sehingga berujung terjadinya gangguan keamanan.

Dalam bulan Oktober, ia menambahkan Lapas Namlea sudah melaksanakan razia, sidak, dan tes urin dengan total sebanyak 4 kali setiap minggunya. “Frekuensi razia akan terus kami tingkatkan di minggu-minggu yang akan datang karena juga merupakan instruksi langsung dari Dirjenpas. Kerja sama dengan aparat kepolisian dan TNI juga terus kami jalin,” tambah Marasabessy.

Kepala Subseksi Keamanan dan Ketertiban, Heriyanto, mengungkapkan dalam sidak ini, petugas pengamanan mengamankan benda-benda yang terdiri dari silet, gunting, sendok, kaca spion, dan kaleng. “Kami sita dan segera amankan barang-barangnya dan setelah akan kami evaluasi lagi kinerja kami dalam pelaksanaan pengamanan agar benda-benda seperti tidak lagi beredar didalam blok,” tegas..

Kabiro Buru (M.Masuku)

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.