Dugaan Provokator Sidang Lapangan di Pelalawan Berujung Laporan Polisi

YUTELNEWS.com | Pelalawan – Dugaan adanya provokator dalam sidang pemeriksaan setempat (PS) di Desa Sungai Buluh, Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan, Riau, berujung pada laporan resmi ke Polres Pelalawan. Peristiwa tersebut terjadi saat sidang lapangan berlangsung pada Jumat, 21 November 2025.

Sidang lapangan dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan, dengan dihadiri para pihak berperkara, Kepala Desa beserta perangkatnya, serta Bhabinkamtibmas. Agenda sidang bertujuan meninjau langsung objek sengketa guna memastikan kondisi dan batas wilayah yang dipersoalkan.

Ketua Umum Aliansi Jurnalis Penyelamat Lingkungan Hidup (AJPLH), Soni, S.H., M.H., M.Ling, menjelaskan bahwa perkara yang diperiksa bukan sengketa kepemilikan lahan, melainkan gugatan terkait dugaan penguasaan kawasan hutan tanpa izin.

Objek yang disengketakan diduga merupakan kawasan hutan yang saat ini dikuasai oleh Yimmi Fujanto. Persoalan utama dalam gugatan tersebut berkaitan dengan legal standing atas penguasaan kawasan hutan, bukan kepemilikan pribadi.

Awalnya, situasi sidang berlangsung kondusif. Namun, suasana berubah tegang setelah muncul dugaan tindakan provokatif dari seorang warga. Seorang ibu rumah tangga berinisial EW diduga melontarkan pernyataan yang memicu emosi massa di lokasi hingga nyaris terjadi kericuhan.

Berdasarkan keterangan saksi, pernyataan tersebut memancing reaksi warga yang hadir. Padahal, objek yang diperiksa dalam sidang lapangan disebut bukan milik warga setempat maupun milik pihak terlapor, melainkan kawasan yang status hukumnya masih dalam proses sengketa.

Melihat situasi yang mulai tidak kondusif, aparat kepolisian dari Polsek Bunut yang berjaga segera melakukan pengamanan. Langkah cepat tersebut berhasil meredam potensi bentrokan, sehingga sidang dapat dilanjutkan meski berlangsung singkat.

Atas kejadian itu, AJPLH melaporkan EW ke Polres Pelalawan pada 27 November 2025 atas dugaan tindakan provokatif yang dinilai mengganggu jalannya proses hukum.

Pihak kepolisian kemudian menindaklanjuti laporan tersebut dengan menerbitkan Surat Perintah Penyelidikan pada 10 Desember 2025. Melalui Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) tertanggal 31 Desember 2025, diketahui bahwa perkara masih berada pada tahap penyelidikan. Polisi masih mengumpulkan keterangan dan fakta untuk menentukan ada tidaknya unsur pidana.

Di sisi lain, AJPLH menegaskan bahwa perkara utama dalam sidang tersebut adalah dugaan penguasaan kawasan hutan tanpa izin oleh Yimmi Fujanto. Berdasarkan putusan pengadilan sebelumnya serta telaah teknis dari BPKH Pekanbaru, disebutkan tidak terdapat fakta yang menunjukkan objek tersebut keluar dari status kawasan hutan.

Soni menambahkan, pihaknya juga telah melaporkan Yimmi Fujanto secara pidana atas dugaan menduduki dan menguasai kawasan hutan produksi tanpa izin. Ia meminta penyidik Polres Pelalawan cermat dalam melihat perkara ini sebagai kasus lingkungan, bukan sekadar sengketa perdata.

Lebih lanjut, Soni mengutip ketentuan dalam KUHP baru, yakni Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 Pasal 246, yang mengatur tentang penghasutan atau provokasi.

“Setiap orang yang di muka umum, baik melalui lisan maupun tulisan, menghasut orang lain untuk melakukan tindak pidana atau tidak menuruti ketentuan undang-undang, dapat dipidana dengan ancaman penjara maksimal empat tahun atau denda maksimal Rp500 juta,” ujarnya, Sabtu (4/4/2026).

Menurutnya, ketentuan tersebut relevan dengan dugaan tindakan yang terjadi di lokasi sidang lapangan.

AJPLH pun mendesak kepolisian segera menetapkan tersangka guna memberikan kepastian hukum serta perlindungan terhadap lingkungan.

Sementara itu, hasil konfirmasi kepada pihak Polres Pelalawan melalui Aipda Rollys Patar menyebutkan bahwa penanganan laporan telah diarahkan ke Unit I Reskrim Polres Pelalawan. Ia mengaku tidak lagi menangani perkara tersebut karena telah bertugas di Polsek Ukui.

“Tanya di Unit I, saya sudah pindah ke Ukui,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).

Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi lanjutan kepada Polres Pelalawan terkait perkembangan penanganan laporan, baik mengenai dugaan provokator maupun dugaan penguasaan kawasan hutan tanpa izin.

(Red)

Purna Tugas Sekcam Cikalongwetan, Camat dan Sekcam Berbagi Kisah Pengabdian Penuh Makna

YUTELNEWS.com | Kabupaten Bandung Barat – Suasana hangat bercampur haru menyelimuti Aula Kecamatan Cikalongwetan, Selasa (31/3/2026), saat Halal Bihalal dirangkaikan dengan purna tugas Sekretaris Camat (Sekcam) Cikalongwetan, Dadang Romansyah. Momen ini tak sekadar agenda rutin, tetapi menjadi ruang refleksi atas perjalanan panjang pengabdian dan kebersamaan antara camat dan sekcam yang telah terjalin bertahun-tahun.

Camat Cikalongwetan, H. Dadang A. Sapardan, tampak tak kuasa menyembunyikan rasa hormatnya kepada sosok yang selama ini menjadi mitra kerja terdekatnya. Di hadapan para tamu undangan, ia menuturkan bahwa peran Sekcam bukan hanya administratif, tetapi juga menjadi penopang utama jalannya roda pemerintahan di kecamatan.

“Kurang lebih 30 tahun beliau mengabdi di sini. Bagi saya pribadi, beliau bukan hanya rekan kerja, tetapi bagian dari perjalanan panjang pelayanan di Cikalongwetan,” ujarnya.

Ia pun menegaskan, momen ini bukanlah perpisahan dalam arti sebenarnya.

“Ini bukan pelepasan, tapi purna tugas. Kalau pelepasan seolah tidak akan bertemu lagi. Sementara purna tugas adalah tanda bahwa pengabdian formal selesai, tapi silaturahmi harus tetap berjalan,” kata Camat dengan nada penuh makna.

Sementara itu, Dadang Romansyah yang telah mengabdikan sebagian besar hidupnya di lingkungan Kecamatan Cikalongwetan, menyampaikan rasa syukur sekaligus haru. Ia mengenang perjalanan panjang yang tidak lepas dari kebersamaan dengan para pimpinan, rekan kerja, hingga masyarakat.

“Banyak sekali kenangan yang kami lalui bersama. Saya merasa beruntung bisa menjadi bagian dari keluarga besar Kecamatan Cikalongwetan. Terima kasih atas kepercayaan dan kebersamaan selama ini,” ucapnya.

Ia juga mengaku, hubungan yang terbangun selama bertugas bukan sekadar hubungan kerja, melainkan sudah seperti keluarga.

“Saya berharap, meskipun sudah purna tugas, kita tetap bisa bersilaturahmi. Karena yang terbangun selama ini bukan hanya pekerjaan, tetapi rasa kebersamaan,” tambahnya.

Momen kebersamaan antara camat dan sekcam tersebut menjadi sorotan dalam acara yang turut dihadiri unsur Forkopimcam, kepala desa, serta berbagai elemen masyarakat. Kehangatan hubungan keduanya tergambar jelas dalam setiap ungkapan yang disampaikan.

Suasana semakin emosional saat ditayangkan video selayang pandang perjalanan pengabdian Dadang Romansyah. Beberapa hadirin tampak terdiam, bahkan menitikkan air mata, mengenang berbagai momen kebersamaan yang terekam dalam perjalanan waktu.

Sebagai bentuk penghargaan, jajaran kecamatan menyerahkan cendera mata kepada Dadang Romansyah. Acara kemudian ditutup dengan foto bersama dan ramah tamah yang memperlihatkan eratnya hubungan yang telah terbangun.

Lebih dari sekadar seremonial, purna tugas ini menjadi potret hubungan kerja yang hangat antara camat dan sekcam tentang dedikasi, loyalitas, dan kebersamaan yang akan terus dikenang, bahkan setelah masa tugas berakhir.

Cunarya

Di Bulan Ramadan, Pemdes Ciptagumati Salurkan Insentif dan Sampaikan Apresiasi untuk Para Penggerak Desa

YUTELNEWS.com | Kabupaten Bandung Barat – Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa di Desa Ciptagumati, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (18/3/2026). Pemerintah desa setempat menyalurkan insentif bagi para penggerak kelembagaan desa yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan dan kegiatan sosial di tengah masyarakat.

Kepala Desa Ciptagumati, Tedi Irawan, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa penyaluran insentif ini bukan sekadar bantuan, melainkan bentuk penghargaan atas dedikasi para relawan desa.

“Alhamdulillah, hari ini kami bisa menyalurkan insentif untuk para RT, RW, kader Posyandu, PKK, guru ngaji, guru PAUD, DKM, hingga KPM. Ini adalah bentuk terima kasih kami atas pengabdian mereka yang luar biasa untuk masyarakat,” ujar Tedi.

Menurutnya, keberhasilan program ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kecamatan Cikalongwetan hingga Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.

“Terima kasih atas dukungan dan kerja sama semua pihak. Semoga ini menjadi keberkahan bagi kita semua,” tambahnya.

Di tengah momen Ramadan, Pemerintah Desa Ciptagumati juga menggencarkan kegiatan tarawih keliling ke 13 masjid jami yang tersebar di wilayah desa. Program tersebut tidak hanya menjadi ajang ibadah, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antara pemerintah desa dan masyarakat.

“Kami ingin lebih dekat dengan warga, mendengar langsung aspirasi mereka, sekaligus menyampaikan program-program desa ke depan,” kata Tedi.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran kelembagaan desa, termasuk tokoh agama, BPD, serta para pengurus DKM dan MUI desa yang terus bersinergi menjaga kekompakan dan keharmonisan di Ciptagumati.

Menjelang Hari Raya Idul pitri 1447 H, Tedi Irawan juga menyampaikan pesan yang menyentuh kepada masyarakat. Ia memohon maaf atas segala kekurangan selama masa kepemimpinannya.

“Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam pelayanan dan kebijakan. Dari hati yang paling dalam, kami mohon maaf. Minal aidzin walfaidzin, mohon maaf lahir dan batin,” tutupnya.

Dien Yoyo.

Pemkab Bandung Barat Lepas Program Mudik Gratis 2026, Tiga Bus Berangkat ke Yogyakarta dan Solo

YUTELNEWS.com | Padalarang, Bandung Barat – Suasana haru bercampur bahagia menyelimuti pelataran eks Giant Kota Baru Parahyangan, Padalarang, saat ratusan warga bersiap memulai perjalanan mudik menuju kampung halaman. Pemerintah Kabupaten Bandung Barat secara resmi melepas keberangkatan Program Mudik Gratis 2026/1447 Hijriah dengan rute tujuan Yogyakarta hingga Solo.

Program bertajuk “Mudik Aman, Keluarga Bahagia” ini menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam menghadapi tradisi tahunan pulang kampung menjelang Hari Raya Idulfitri. Pada tahun ini, Pemkab Bandung Barat meningkatkan kapasitas angkutan guna mengakomodasi tingginya antusiasme warga.

Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, hadir langsung melepas rombongan pemudik. Ia menyampaikan rasa syukur atas peningkatan fasilitas dibandingkan tahun sebelumnya.

“Alhamdulillah, tahun ini ada penambahan armada. Tahun kemarin dua unit bus, untuk tahun ini kita menyediakan tiga unit dengan total 150 pemudik,” ujar Jeje di sela prosesi pelepasan.

Selain armada, para pemudik juga dibekali logistik konsumsi guna menunjang kenyamanan selama perjalanan panjang menuju Jawa Tengah.

Menurut Jeje, program ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bagian dari upaya strategis untuk mengurangi kepadatan lalu lintas serta menekan risiko kecelakaan di jalan raya. Dengan beralihnya masyarakat dari kendaraan pribadi ke transportasi umum yang disediakan pemerintah, diharapkan arus mudik menjadi lebih aman dan tertib.

“Tujuannya untuk mengurangi kemacetan sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat. Harapannya, kita bisa membantu meringankan beban ekonomi warga serta memastikan mereka menggunakan armada yang aman, nyaman, dan laik bagi keluarga,” tambahnya.

Kegiatan pelepasan turut dihadiri Sekretaris Daerah Bandung Barat Ade Zakir, Anggota DPRD Pither Tjuandis, Kepala Dinas Perhubungan Moch. Ridwan Evi, serta unsur pimpinan kecamatan dan kepolisian setempat. Kehadiran para pemangku kepentingan ini mencerminkan dukungan lintas sektor terhadap keselamatan transportasi publik.

Seluruh fasilitas keberangkatan dalam program ini ditanggung oleh pemerintah daerah melalui kerja sama dengan bank bjb. Meski demikian, Bupati mengingatkan bahwa koordinasi untuk perjalanan arus balik dilakukan secara mandiri oleh masing-masing peserta.

Ke depan, Pemkab Bandung Barat berkomitmen untuk terus meningkatkan kuota program mudik gratis sesuai kebutuhan masyarakat.

“Jika melihat kebutuhan warga yang masih tinggi, insyaallah akan kita perbanyak lagi armadanya,” pungkas Jeje.

Seiring lambaian tangan para pejabat dan keluarga yang mengantar, tiga unit bus yang membawa harapan dan rindu itu perlahan meninggalkan titik keberangkatan, mengawali perjalanan menuju kampung halaman untuk merayakan hari kemenangan bersama keluarga.

Dien Yoyo

Audiensi Tak Digubris, LAKI KBB Demo DPRD dan Soroti Dugaan Intervensi Proyek

YUTELNEWS.co | Kabupaten Bandung Barat – Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Kabupaten Bandung Barat menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD KBB, Rabu (11/3/2026). Aksi tersebut dipicu oleh tidak adanya tanggapan dari pimpinan DPRD terhadap surat audiensi dan somasi yang sebelumnya dilayangkan organisasi tersebut.

Ketua LAKI KBB, Gunawan Rasyid yang akrab disapa Guras, mengatakan surat audiensi yang diajukan pihaknya sudah lebih dari satu bulan tidak mendapat respons. Padahal surat tersebut dimaksudkan untuk melakukan tabayun dan meminta klarifikasi terkait dugaan penyalahgunaan wewenang oleh oknum anggota DPRD KBB.

“Kami sudah melakukan berbagai langkah persuasif, mulai dari komunikasi hingga somasi untuk meminta klarifikasi terkait dugaan adanya oknum anggota DPRD yang menjadi broker proyek pada tahun 2025 dan 2026 dengan nilai yang signifikan,” ujar Guras kepada wartawan di sela aksi.

Menurutnya, LAKI KBB juga memperoleh informasi mengenai dugaan praktik pemerasan dan intimidasi yang dilakukan oknum anggota DPRD saat menjalankan fungsi pengawasan maupun dalam proses pembahasan anggaran. Dugaan tersebut, kata dia, termasuk terjadi dalam pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun 2025 yang berlangsung beberapa hari lalu di Hotel Novena.

Guras menyebut aksi demonstrasi tersebut merupakan puncak kekecewaan pengurus dan anggota LAKI KBB setelah muncul pula isu yang menyebut dirinya telah dilaporkan ke aparat penegak hukum, serta adanya pernyataan yang diduga merendahkan keberadaan organisasi tersebut.

Namun saat aksi berlangsung, tidak satu pun pimpinan DPRD KBB menemui massa untuk memberikan klarifikasi. Perwakilan massa hanya diterima oleh Ketua Komisi III Piter Tyuandis dan Ketua Komisi IV Nur Julaeha.

“Karena tidak ada klarifikasi dari pimpinan DPRD, maka kami menganggap klaim proyek oleh oknum anggota DPRD di beberapa dinas yang kami temukan dalam data tidak pernah ada,” kata Guras.

Meski demikian, LAKI KBB mengaku telah memiliki sejumlah data terkait dugaan keterlibatan oknum pengusaha yang disebut berkolaborasi dengan oknum anggota DPRD dalam mengintervensi proyek di beberapa organisasi perangkat daerah (OPD).

LAKI KBB juga mengingatkan para kepala OPD agar berhati-hati dalam melaksanakan kegiatan pengadaan barang dan jasa. Menurut Guras, apabila kegiatan tetap dijalankan berdasarkan klaim pihak tertentu tanpa dilaporkan kepada Bupati atau Wakil Bupati, maka hal tersebut berpotensi mengarah pada dugaan pemufakatan jahat yang dapat dikategorikan sebagai tindak pidana korupsi.

Ke depan, LAKI KBB menyatakan akan memfokuskan pengawasan terhadap proses Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) tahun anggaran 2026 di setiap dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat serta berkoordinasi dengan aparat penegak hukum apabila ditemukan indikasi pelanggaran.

Dien Yoyo

Bahaya Narkoba dan Cyber Bullying, Dua Pejabat Kejari Gowa Jadi Narasumber di SMPIT Al-Fityan School

YUTELNEWS.com | Gowa – Kejaksaan Negeri Gowa menggelar penyuluhan hukum melalui program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) dengan tema “Bahaya Narkoba dan Cyber Bullying” di SMPIT Al-Fityan School Gowa, Kamis (05/03/2026). Kegiatan yang dilaksanakan di masjid SMPIT Al-Fityan School Gowa ini diikuti sekitar 70 siswa dan siswi yang tampak antusias mengikuti penyuluhan hukum tersebut.

Melalui Humas Kejaksaan Negeri Gowa, Andi Ardiaman, S.H., M.H., kepada wartawan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Kejaksaan dalam memberikan edukasi dan pemahaman hukum kepada pelajar sejak dini, sekaligus membangun silaturahmi di bulan suci Ramadan.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Kasi Intelijen Kejari Gowa Andi Ardiaman, S.H., M.H., Jaksa Fungsional Juandarita, S.H., Kepala Sekolah SMPIT Al-Fityan School Gowa Hamriah, S.Si., S.Pd., Gr., serta para guru.

Adapun yang menjadi narasumber adalah dua pejabat Kejaksaan Negeri Gowa, yakni Kepala Seksi Intelijen Andi Ardiaman, S.H., M.H. dan Jaksa Fungsional Bidang Intelijen Juandarita, S.H., yang menyampaikan materi terkait bahaya narkoba dan perundungan (bullying), termasuk cyber bullying di era digital.

Kepala Sekolah SMPIT Al-Fityan School Gowa, Hamriah, S.Si., S.Pd., Gr., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kejaksaan Negeri Gowa atas terselenggaranya program Jaksa Masuk Sekolah di sekolah tersebut.

“Kehadiran Bapak dari Kejaksaan Negeri Gowa merupakan kehormatan sekaligus anugerah ilmu bagi anak-anak kami. Program Jaksa Masuk Sekolah ini baru pertama kali dilaksanakan di SMPIT Al-Fityan School Gowa dan menjadi kesempatan berharga bagi para siswa,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pihak sekolah tidak hanya fokus pada kecerdasan akademik dan spiritual, tetapi juga sangat menekankan pembentukan karakter, kedisiplinan, serta kesadaran hukum bagi para siswa.

“Kami percaya bahwa generasi yang unggul adalah generasi yang cerdas sekaligus sadar hukum. Melalui program ini, siswa diharapkan memahami pentingnya hukum sesuai dengan tagline Kejaksaan, ‘Kenali Hukum, Jauhi Hukuman’,” katanya.

Hamriah juga menekankan pentingnya pemahaman mengenai bahaya perundungan, baik bullying verbal, fisik, sosial maupun cyber bullying, serta penyalahgunaan narkoba dan etika dalam bermedia sosial.

“Dengan memahami hukum, para siswa akan lebih bijak dalam bertindak dan terlindungi dari hal-hal yang dapat merugikan masa depan mereka,” tambahnya.

Sementara itu, Kasi Intelijen Kejari Gowa, Andi Ardiaman, S.H., M.H., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah yang telah memberikan ruang bagi Kejaksaan untuk melaksanakan penyuluhan hukum kepada para pelajar.

Menurutnya, program Jaksa Masuk Sekolah merupakan langkah preventif untuk mencegah berbagai potensi pelanggaran hukum di kalangan pelajar, termasuk penyalahgunaan narkotika dan perundungan yang saat ini menjadi ancaman serius bagi generasi muda.

“Jaksa tidak hanya bertugas sebagai penuntut umum, tetapi juga memiliki peran dalam memberikan edukasi hukum kepada masyarakat, termasuk kepada para pelajar melalui program Jaksa Masuk Sekolah,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa edukasi hukum sejak dini sangat penting agar para pelajar memahami konsekuensi hukum dari setiap tindakan serta mampu menjauhi perilaku menyimpang.

Di era digital saat ini, lanjutnya, tantangan yang dihadapi generasi muda semakin kompleks, mulai dari penyalahgunaan media sosial, perundungan, hingga bahaya narkotika.

“Melalui kegiatan ini kami berharap para siswa dapat memahami risiko dan konsekuensi hukum dari setiap tindakan, serta mampu membangun karakter yang jujur, disiplin, dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga mengajak para guru dan orang tua untuk bersama-sama membimbing dan mengawasi anak-anak agar terhindar dari pengaruh negatif serta mampu meraih cita-cita dengan cara yang baik dan benar.

Kegiatan penyuluhan hukum ini diharapkan dapat menekan angka kenakalan remaja, kasus kekerasan terhadap anak, serta tindak pidana yang melibatkan anak di bawah umur di Kabupaten Gowa.

Melalui program Jaksa Masuk Sekolah, Kejaksaan Negeri Gowa berkomitmen untuk terus memberikan penerangan dan penyuluhan hukum kepada para pelajar agar mereka dapat mengenali hukum sejak dini dan menjauhi hukuman.

Kegiatan berlangsung aman, lancar, dan mendapat respon positif dari para peserta.

“Semoga kegiatan ini dapat memberikan dampak positif dalam membentuk karakter dan kesadaran hukum yang kuat di kalangan pelajar, serta menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lainnya,” pungkasnya.

(Abu Algifari)

Pemkab Bandung dan Dekranasda Gelar Bazaar Ramadan dan OPM Bersubsidi di Tiga Kecamatan

YUTLNEWS.com | Bupati Bandung, Dadang Supriatna secara resmi membuka kegiatan Bazaar Ramadan 1447 Hijriah dan Operasi Pasar Murah (OPM) Bersubsidi Tahun 2026, Kamis (5/3/2026), di Lapangan Upakarti, Soreang. Pembukaan OPM ditandai dengan penyerahan simbolis paket sembako oleh Bupati kepada perwakilan camat dari tiga kecamatan, yakni Kecamatan Cangkuang, Kecamatan Cikancung, dan Kecamatan Rancaekek yang secara serentak melaksanakan OPM di wilayahnya masing-masing.

Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Kang DS ini menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut yang bertepatan dengan 15 Ramadan 1447 H.

“Kegiatan Bazaar Ramadan 1447 Hijriah dan Operasi Pasar Murah bersubsidi tahun 2026 ini tentu sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Alhamdulillah, nilai inflasi Kabupaten Bandung saat ini berada di angka 3,01 persen, di bawah rata-rata nasional dan provinsi. Ini menunjukkan kerja nyata seluruh perangkat daerah dalam menjaga stabilitas harga,” ujarnya.

Kang DS menegaskan, kegiatan OPM menjadi salah satu instrumen penting dalam mengendalikan inflasi, khususnya menjelang Idulfitri saat harga kebutuhan pokok cenderung meningkat.

“Saya titip kepada Disperdagin dan seluruh kepala OPD agar memperbanyak kegiatan operasi pasar murah, terutama menjelang Idulfitri. Kita juga harus mendukung daerah-daerah pertanian agar tidak terlalu terdampak gejolak harga, termasuk dampak situasi global,” katanya.

Ia menambahkan, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bandung juga dipengaruhi oleh meningkatnya daya beli masyarakat. Karena itu, pertumbuhan ekonomi harus terus dijaga agar berdampak pada kesejahteraan yang merata.

Menurutnya, kolaborasi lintas perangkat daerah sangat penting, termasuk dengan Dinas Koperasi dan UKM dalam mendorong pelaku UMKM naik kelas, mulai dari sertifikasi halal, pendaftaran hak kekayaan intelektual (HAKI), hingga penguatan koperasi.

Kegiatan ini juga turut didukung Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bandung dalam mendorong promosi dan pemasaran produk UMKM. Ke depan, Kang DS berharap Dekranasda dapat menyelenggarakan festival dan event berkala untuk menarik kunjungan dan memperluas pasar produk lokal.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bandung, Dicky Anugerah melaporkan bahwa kegiatan Bazaar Ramadan merupakan agenda rutin yang bekerja sama dengan Dekranasda Kabupaten Bandung.

Ia menjelaskan bazaar ini diadakan untuk meningkatkan penggunaan dan pembelian produk dan/atau jasa IKM/UKM serta belanja di pasar rakyat di Kabupaten Bandung.

“Kegiatan Bazaar Ramadan ini bertujuan untuk mempromosikan dan meningkatkan peluang pasar serta transaksi penjualan produk IKM dan UKM Kabupaten Bandung, sekaligus menjaga stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan pokok menjelang Idulfitri 1447 Hijriah,” ujarnya.

Bazaar Ramadan dilaksanakan selama empat hari, mulai 4 hingga 8 Maret 2026 dengan diikuti sebanyak 144 pelaku IKM dan UKM. Selain transaksi produk, kegiatan ini juga menghadirkan berbagai layanan publik, seperti pelayanan kesehatan gratis, layanan Nomor Induk Berusaha (NIB) dari PTSP, layanan administrasi pemerintahan, serta pelayanan lainnya dari sejumlah perangkat daerah.

Adapun paket OPM yang disubsidi pemerintah terdiri atas beras premium 5 kilogram, gula pasir premium 2 kilogram, minyak goreng premium 2 liter, dan tepung terigu 1 kilogram. Harga normal paket sebesar Rp164.000, dengan subsidi Pemerintah Kabupaten Bandung sebesar Rp81.000, sehingga masyarakat cukup membayar Rp83.000 per paket.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bandung berharap stabilitas harga tetap terjaga, daya beli masyarakat meningkat, serta visi terwujudnya Kabupaten Bandung yang lebih Bedas, maju, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045 dapat terus diwujudkan.

Yans.

Ketua TP. PKK Kabupqten Bandung hj Emma Dety , Ajak Masyarakat Untuk Kunjungi Pasar Murah Ramadhan di Upakarti

YUTELNEWS.com | Pemerintah Kabupaten Bandung kembali menggelar Bazar Ramadhan 1447 Hijriah yang berlangsung di Lapangan Plaza Upakarti, Kompleks Pemkab Bandung, Soreang, Kamis 5 – 8 Maret 2026.”Kegiatan tahunan ini menghadirkan 130 pelaku UMKM lokal asal Kabupaten Bandung”.

Dilokasi Bazar Murah Ramadhan, Ketua TP PKK sekaligus Ketua Dekranasda Kabupaten Bandung, Hj. Emma Dety Permanawati, mengatakan bazar tersebut khususnya bisa dikunjungi masyarakat Soreang, Kutawaringin, Pasirjambu, Katapang, Cangkuang dan sekitarnya.

Dirinya menyerukan untuk datang ke Bazar Ramadhan khususnya Bazar Tani dimana Bazar Tani ini menyuguhkan kebutuhan sehari hari yaitu Sayuran dengan harga yang cukup terjangkau cukup Rp.5000,- (Lima ribu rupiah) saja satu bungkus dan cukup untuk satu kali masak, Ujar Hj. Emma Dadang Supriatna, Pada Kamis 5 Maret 2026.

” Untuk itu Saya mengajak kepada seluruh masyarakat untuk segera datang,dan catat tanggal nya dari tanggal 5 sampai tanggal 8 Maret 2026 di Plaza Upakarti Ayo Datang,” Tegas Emma.

Lanjut Hj Emma Dety, Bazar Ramdhan ini salah satu bagian dari upaya penguatan ekonomi masyarakat, khususnya selama momentum Ramadhan.

“Pelaksanaan Bazar Ramadhan ini untuk penguatan ekonomi di Kabupaten Bandung, khususnya bagi para pelaku UMKM lokal,” Kata Emma Dety

Menurutnya, bazar yang digagas Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Bandung bekerja sama dengan Dekranasda ini rutin digelar setiap tahun. Kegiatan tersebut diharapkan mampu menghadirkan kebutuhan masyarakat Kabupaten Bandung dengan harga terjangkau.

“Kami berharap barang-barang yang dipasarkan di Bazar Ramadhan harganya lebih murah dan bisa dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat,”Pungkasnya.

Yans.

Safari Ramadhan Kang DS Dorong Hunian Layak dan Ekonomi Produktif

YUTELNEWS.com | Bupati Bandung –  Dadang Supriatna menghadiri agenda Safari Ramadhan bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Kampung Cangri RT 02/22 Desa Manggungharja, Kecamatan Ciparay, Rabu (4/3/2026).

Kegiatan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Para pimpinan duduk bersama masyarakat untuk mempererat silaturahmi di bulan suci Ramadhan sekaligus memperkuat sinergi menjaga keamanan dan mendorong kesejahteraan masyarakat.

Bupati yang akrab disapa Kang DS tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas daerah.

“Safari Ramadhan ini bukan sekadar seremonial, tetapi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat. Dengan kebersamaan, kita bisa menjaga kondusivitas wilayah sekaligus mendorong kesejahteraan,” ujar Kang DS.

Dalam kesempatan tersebut ia menyampaikan capaian program Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang telah memperbaiki sebanyak 25 unit rumah di Kabupaten Bandung dari total 160 unit se-Jawa Barat. Polresta Bandung menjadi pelaksana dengan capaian renovasi terbanyak melalui kolaborasi dan gotong royong bersama masyarakat.

“Program Rutilahu adalah bukti nyata negara hadir. Ketika rumah menjadi layak, kualitas hidup meningkat. Ini bukan hanya soal bangunan, tetapi tentang martabat dan masa depan keluarga,” tambahnya.

Selain sektor perumahan, perhatian juga diberikan pada penguatan ekonomi produktif komunitas ojek online (ojol) melalui program Ojek Kamtibmas. Hingga kini telah terbangun 32 unit Warung Ojol dan 26 unit Bengkel Ojol untuk mendukung kesejahteraan para pengemudi.

“Kami ingin masyarakat kecil, termasuk pengemudi ojol, mendapatkan dukungan nyata agar mandiri secara ekonomi dan tetap berperan menjaga keamanan lingkungan,” ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menekankan bahwa tantangan keamanan dan ketertiban saat ini tidak hanya menjadi tugas aparat, tetapi tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.

Menurutnya, aparat TNI dan Polri di Jawa Barat didorong untuk memiliki kemampuan yang adaptif dan dekat dengan masyarakat, tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam pemberdayaan sosial dan ekonomi.

“Problem utama kita hari ini adalah menurunnya kesadaran publik. Semua ingin aman, tetapi tidak semua mau ronda. Semua ingin lingkungan bersih, tetapi masih membuang sampah sembarangan. Semua ingin tertib, tetapi enggan menaati aturan,” ujar KDM.

Ia juga menyoroti pentingnya peran keluarga dalam mencegah berbagai persoalan sosial seperti tawuran dan geng motor, yang menurutnya berkaitan erat dengan kondisi sosial dan pengawasan orang tua.

“Tingkat kesadaran orang tua menjadi faktor penting. Kita perlu membangun lingkungan hunian yang layak, tata ruang yang baik, serta ruang hidup yang sehat agar anak-anak tumbuh dalam suasana yang aman dan beradab,” tegasnya.

KDM menambahkan bahwa perubahan tata ruang dan standarisasi rumah layak huni menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang tertib dan aman.

Melalui semangat “Silih Asah, Silih Asuh”, Safari Ramadhan ini menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, daerah, dan aparat keamanan dalam menjaga stabilitas serta mendorong pembangunan berkelanjutan di Jawa Barat.

Yans.

Bupati Pelalawan H. Zukri Misran Dukung Reforestasi 2.574 Hektare di TNTN

YUTELNEWS.com | Pelalawan – Bupati Pelalawan H. Zukri, SM.MM menghadiri sekaligus menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Peresmian Reforestasi Tahap I di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), yang dipusatkan di lahan eks sawit Desa Segati, Kecamatan Langgam, Selasa (3/3/2026). Program ini menargetkan pemulihan kawasan hutan seluas 2.574 hektare sepanjang tahun 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono, Dirjen KSDAE Satyawan Pudyatmoko, Plt. Gubernur Riau, unsur Forkopimda Provinsi Riau, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Kapolda Riau, Kajati Riau, Danrem 031/WB, serta sekitar 300 undangan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Zukri menilai reforestasi TNTN menjadi langkah penting untuk mengembalikan fungsi ekologis kawasan konservasi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan di Kabupaten Pelalawan.

Bupati menyatakan pemerintah daerah siap bersinergi dengan pemerintah pusat dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung proses pemulihan hutan secara bertahap dan terukur.

Plt. Gubernur Riau SF. Hariyanto dalam sambutannya menegaskan bahwa relokasi kawasan TNTN dilakukan sesuai ketentuan perundang-undangan melalui mekanisme Satgas dengan prinsip kehati-hatian. Pemerintah Provinsi Riau juga mengapresiasi partisipasi masyarakat yang mendukung pengembalian fungsi kawasan hutan.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono menegaskan bahwa percepatan pemulihan TNTN merupakan bagian dari komitmen nasional menjaga keanekaragaman hayati Sumatera. Sinergi lintas sektor dinilai menjadi kunci keberhasilan program tersebut.

Sementara itu, Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni menjelaskan bahwa pemulihan TNTN merupakan tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia melalui Satgas Penertiban Kawasan Hutan.

Upaya yang ditempuh mencakup penegakan hukum dengan pendekatan restorative justice, relokasi masyarakat secara persuasif dan bertahap melalui verifikasi ketat, serta penertiban administrasi pertanahan guna memastikan status lahan clear and clean.

Secara keseluruhan, target pemulihan ekosistem hingga 2028 direncanakan mencapai 66.704 hektare. Untuk tahun 2026, pemulihan difokuskan pada 2.574 hektare melalui dukungan pendanaan dari APBN, program rehabilitasi DAS, serta FOLU Net Sink.

Pada kegiatan tersebut juga dilakukan penanaman simbolis 2.000 bibit pohon jenis kulim, pulai, trembesi, dan mahoni di lahan seluas 400 hektare yang telah diserahkan kembali kepada negara.

Usai acara, rombongan melanjutkan agenda ke Polda Riau untuk mengikuti konferensi pers terkait pengungkapan kasus pemburu gajah di kawasan TNTN sebagai bentuk komitmen bersama dalam penegakan hukum lingkungan.

AS

Pelabuhan Tikus di Teluk Nipah Batam Disorot

YUTELNEWS.com | Kegiatan bongkar muat sayur-mayur dan buah-buahan di Pelabuhan Tikus Teluk Nipah, Jumat (27/2/2026), diduga berlangsung tanpa kelengkapan perizinan menyeluruh. Praktik tersebut disebut memanfaatkan status kawasan Free Trade Zone (FTZ), dengan klaim bahwa izin dari Karantina saja sudah cukup untuk menjalankan aktivitas usaha.

Seorang pria berinisial R yang mengaku sebagai pelaku usaha di lokasi itu menyatakan mereka tidak memerlukan dokumen lain selain izin Karantina. “Cukup dari Karantina saja,” ujarnya saat ditemui di sekitar lokasi kegiatan.

Pelabuhan Tikus Teluk Nipah di Batam, Kepulauan Riau, diketahui bersebelahan dengan Pelabuhan Domestik Punggur yang berada di Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa, Kota Batam. Posisi yang berdampingan ini memunculkan pertanyaan mengenai mekanisme pengawasan arus barang, khususnya komoditas pangan antarpulau yang pada prinsipnya tunduk pada ketentuan kepelabuhanan dan tata niaga.

Seorang saksi mata menyebut praktik tersebut bukan hal baru di kalangan pelaku usaha transportasi antarpulau. “Sudah biasa Bang,” ujar warga yang berada di lokasi, mengindikasikan aktivitas tersebut berlangsung secara terbuka dan berulang.

Dugaan kelonggaran pengawasan di kawasan yang berdekatan dengan pelabuhan domestik ini menambah daftar pertanyaan mengenai kepatuhan administrasi, transparansi perizinan, serta pengawasan distribusi komoditas pangan di wilayah FTZ Batam. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari otoritas terkait mengenai legalitas operasional di Pelabuhan Tikus Teluk Nipah. (Tim-Zul)

Aliansi Serikat Pekerja TKBM Pelabuhan Akan Polisikan Ketum APBMI Juswandi Cs Penyebaran Hoak dan Diskriminasi

YUTELNEWS.com | Jakarta– Ketua Aliansi Serikat Pekerja dan Serikat Buruh TKBM Pelabuhan Seluruh Indonesia, HM.Jusuf Rizal, SH akan melaporkan Ketum APBMI (Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia), Juswandi cs kepihak kepolisian terkait penyebaran hoax dan diskriminasi.

Demikian dikemukakan pria berdarah Madura-Batak, Relawan Prabowo Subianto kepada media di Jakarta, yang menyiapkan aksi demo ke Kantor Pusat APBMI terkait sikap organisasi yang melecehkan pekerja dan buruh TKBM Pelabuhan anggota Koperasi TKBM.

“Awalnya kami berusaha mencari solusi atas tindakan diskriminatif APBMI. Mengabaikan penyebaran informasi bohong Juswandi cs, tapi mereka makin melecehkan. Karena itu aliansi bergerak,” tegas Jusuf Rizal, Ketum Federasi Serikat Pekerja Transport Seluruh Indonesia (FSPTSI) itu.

Pertikaian antara Jusuf Rizal dengan Juswandi cs sudah berlangsung lama, saat APBMI memutar balikkan fakta yang menyebut Koperasi TKBM Pelabuhan mau memonopoli Pelabuhan. Koperasi TKBM itu sudah ada sejak lama dan 1985 dilindungi dengan SKB Tiga Kementerian (Tenagakerja, Perhubungan dan Koperasi)

Justru sebaliknya APBMI yang baru dibentuk mau memonopoli dan melarang Pekerja dan Buruh TKBM Pelabuhan bekerja di Floating Crane. Melakukan diskriminasi. Padahal pekerja memiliki Sertifikasi kompetensi sesuai ketentuan pemerintah.

Atas diskriminasi itu, Jusuf Rizal, Ketum Ormas Madas Nusantara dan Presiden LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) memimpin demo mengkritisi kebijakan Kementerian Perhubungan yang terpengaruh provokasi APBM yang mau melarang pekerja dan buruh tidak bisa bekerja di Floting Crane. Jusuf Rizal menduga mereka mau menggunakan tenaga kerja asing, seolah-olah tenagakerja bangsa Indonesia, tidak kompeten.

“Saya memang memimpin demo turun ke Pelabuhan Tanah Bumbu di Kalsel dan ke Menterian Perhubungan. Pemerintah kemudian sepakat Perkerja TKBM bisa kerja di Floting Crane. Tapi diganggu terus oleh APBMI dalam implementasinya,” tegas Jusuf Rizal Ketum PWMOI (Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesia) itu.

Karena diganggu terus, Aliansi Serikat Pekerja dan Serikat Buruh TKBM Pelabuhan Seluruh Indonesia, berang. Sebab ditingkat lokal Pengurus APBMI jalin kerjasama harmonis dengan Koperasi TKBM. Namun Juswandi Cs di Pusar cari gara-gara.

“Kami tetap ikuti sesuai aturan pemerintah. Masak pekerja bersertifikat kompetensi tidak boleh kerja di Floiting Crane. Itu namanya APBMI melecehkan pemerintah. Mau monopoli dan menggusur pekerja dan buruh TKBM yang sudah tahunan cari makan di Pelabuhan,” tegas Jusuf Rizal

Perlawanan pun dilakukan Jusuf Rizal bersama Koperasi TKBM dan Aliansi Serikat Pekerja TKBM. Jusuf Rizal akan melaporkan Juswandi Cs, baik karena menyebar Hoax melalui statement di media, surat-surat ke Kementerian Perhubungan, Koperasi maupun Asosiasi Pengusaha, Provokasi, Diskriminasi, maupun Pelecehan yang tidak menghargai Serifikat Kompetensi yang diterbitkan Pemerintah.

Jusuf Rizal juga melakukan investigasi dan menemukan data, menduga jika APBMI tidak transparan. Sampai saat ini APBMI tidak pernah transparan tarif jasanya ke mitra kerja dan pemeritah terkait. Karena itu patut diduga pembayaran pajaknya bermasalah.

“Tim Hukum dari LBH LSM LIRA juga menyiapkan data-data pelanggaran hukumnya untuk segera memproses hukum. Nanti pekerja dan buruh TKBM ramai-ramai ikut dalam pelaporan ke Mabes Polri,” papar aktivis pekerja dan buruh yang dikenak Vokal itu.

Berdasarkan catatan Redaksi Aliansi Serikat Pekerja dan Serikat Buruh TKBM Pelabuhan Seluruh Indinesia beranggotakan Federasi Serikat Pekerja Transport Seluruh Indonesia (FSPTSI), Koperasi TKBM Pelabuhan, SBSI 92, Federasi Serikat Pekerja Maritim Indonesia (FSPMI) dan Federasi Serikat Pekerja Transport Indonesia (FSPTI) /Tim

Musrenbang RKPD 2027 Cikalongwetan: Warga dan Pemerintah Duduk Bersama Rancang Masa Depan

YUTELNEWS.com | Kabupaten Bandung Barat – Suasana hangat dan penuh semangat kebersamaan terasa di Pendopo Kecamatan Cikalongwetan, Rabu (25/2/2026), saat Kecamatan Cikalongwetan menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun Anggaran 2027 tingkat kecamatan. Forum tahunan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan ruang bertemunya gagasan, harapan, dan kebutuhan masyarakat yang dirangkai dalam satu tujuan: pembangunan yang lebih baik dan merata untuk tahun mendatang.

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), di antaranya Camat Cikalongwetan H. Dadang A. Sapardan, M.Pd., KP., Danramil Cikalongwetan Kapt. Inf. Yudi Comara, serta perwakilan Kapolsek Cikalongwetan. Hadir pula para kepala desa se-Kecamatan Cikalongwetan beserta perangkat desa, Ketua dan anggota BPD, TP PKK tingkat kecamatan dan desa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, hingga unsur lembaga kemasyarakatan lainnya.

Ruang Partisipasi dan Penyelarasan Program

Musrenbang tingkat kecamatan menjadi wadah untuk menyepakati usulan prioritas pembangunan dari desa, menyelaraskannya dengan arah kebijakan pembangunan daerah, sekaligus menentukan skala prioritas yang akan dibawa ke tingkat kabupaten dalam penyusunan RKPD Tahun 2027.

Dalam keterangannya, Camat Cikalongwetan menegaskan pentingnya sinergi dan kebersamaan dalam setiap proses pembangunan.

“Musrenbang ini adalah ruang strategis agar setiap usulan dari desa benar-benar terakomodasi dan selaras dengan kebijakan pembangunan kabupaten. Kita ingin pembangunan yang partisipatif, transparan, dan benar-benar menyentuh kebutuhan riil masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap perencanaan harus berbasis data dan mempertimbangkan skala prioritas, mengingat keterbatasan anggaran yang harus dikelola secara efektif dan tepat sasaran.

Lima Bidang Prioritas Pembangunan

Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan arah kebijakan pembangunan Kabupaten Bandung Barat, dilanjutkan rekapitulasi usulan dari seluruh desa di Kecamatan Cikalongwetan. Peserta kemudian mengikuti diskusi per bidang sebelum menyepakati dan menetapkan berita acara hasil Musrenbang.

Dalam pembahasan, usulan dikelompokkan ke dalam lima bidang utama:

1. Infrastruktur

Menjadi salah satu perhatian utama, dengan usulan peningkatan dan pemeliharaan jalan lingkungan dan jalan desa, pembangunan drainase dan irigasi, pemasangan serta pemeliharaan PJU, hingga penyediaan sarana air bersih dan sanitasi.

2. Ekonomi

Difokuskan pada penguatan UMKM dan ekonomi kreatif, pemberdayaan BUMDes, pengembangan sektor pertanian dan peternakan, peningkatan ketahanan pangan, serta pelatihan keterampilan masyarakat guna mendorong kemandirian ekonomi warga.

3. Sosial dan Budaya

Meliputi peningkatan sarana pendidikan dan keagamaan, penguatan kegiatan kepemudaan dan olahraga, pembinaan lembaga kemasyarakatan, serta pelestarian seni dan budaya lokal sebagai identitas daerah.

4. Pemerintahan

Mengusulkan peningkatan kapasitas aparatur desa, digitalisasi pelayanan publik, serta penguatan ketertiban umum dan perlindungan masyarakat.

5. Kesehatan

Memprioritaskan peningkatan sarana dan prasarana Posyandu serta Puskesmas, program pencegahan dan penanganan stunting, serta sosialisasi kesehatan masyarakat dan lingkungan.

Komitmen Bersama untuk Masa Depan

Kehadiran unsur Forkopimcam dalam Musrenbang ini menjadi simbol komitmen bersama dalam mengawal proses perencanaan pembangunan di tingkat kecamatan. Sinergi antara unsur pemerintahan, TNI, Polri, dan pemerintah desa diharapkan semakin memperkuat koordinasi serta efektivitas pelaksanaan program di lapangan.

Hasil Musrenbang Kecamatan Cikalongwetan selanjutnya akan dibawa ke Musrenbang tingkat Kabupaten Bandung Barat sebagai bagian dari penyusunan RKPD Tahun Anggaran 2027.

Melalui forum ini, masyarakat dan pemerintah menunjukkan bahwa pembangunan bukan hanya tentang proyek dan angka, melainkan tentang menghadirkan perubahan nyata yang dirasakan bersama, pembangunan yang terarah, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas.

Sumber : Ramli R

Cunarya

Karang Taruna Bina Muda Desa Pasirlangu Bersama Pengurus KBB Salurkan Donasi untuk Korban Longsor di Cisarua

YUTELNEWS.com | Kabupaten Bandung Barat – Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh Karang Taruna Bina Muda Desa Pasirlangu bersama jajaran pengurus Karang Taruna Kabupaten Bandung Barat (KBB) dengan menyalurkan bantuan bagi warga terdampak bencana longsor di wilayah Kecamatan Cisarua, tepatnya di Desa Pasirlangu, Sabtu (21/2/2026).

Kegiatan sosial tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Karang Taruna Kabupaten Bandung Barat, Jujun Rohadi, didampingi para pengurus kabupaten serta relawan dari berbagai tingkatan kepengurusan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Pengurus Karang Taruna Kecamatan Cikalongwetan, Tata DN, serta Karang Taruna Desa Mekarjaya Cunarya bersama sejumlah relawan lainnya. Kolaborasi lintas kepengurusan ini menjadi bukti solidnya sinergi antar pemuda dalam merespons situasi darurat.

Dalam keterangannya, Jujun Rohadi menyampaikan bahwa aksi kemanusiaan ini merupakan bentuk tanggung jawab moral sekaligus wujud solidaritas pemuda terhadap masyarakat yang tengah tertimpa musibah.

“Kami hadir sebagai bentuk rasa peduli dan solidaritas terhadap saudara-saudara kita yang terdampak longsor di Pasirlangu Cisarua. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban mereka,” ujarnya.

Bantuan yang disalurkan meliputi kebutuhan pokok, perlengkapan harian, serta donasi yang dihimpun dari para pengurus dan relawan Karang Taruna.

Proses distribusi dilakukan secara langsung kepada warga terdampak dengan tetap berkoordinasi bersama aparat setempat guna memastikan penyaluran berjalan tertib dan tepat sasaran.

Sementara itu, Tata DN menegaskan bahwa gerakan sosial ini merupakan hasil kolaborasi dari tingkat kabupaten hingga desa.

“Kami bergerak bersama, mulai dari Karang Taruna Kabupaten, Kecamatan, hingga Karang Taruna Desa Mekaaya yang di wakili oleh kang Cunarya. Ini bukti bahwa semangat gotong royong dan kepedulian masih sangat kuat di kalangan pemuda,” ungkapnya.

Warga terdampak menyambut baik bantuan tersebut dan mengapresiasi perhatian yang diberikan. Mereka berharap dukungan serupa terus berlanjut hingga proses pemulihan pascabencana dapat berjalan optimal.

Melalui aksi ini, Karang Taruna Kabupaten Bandung Barat menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam situasi darurat dan bencana.

Kegiatan kemanusiaan tersebut menjadi cerminan bahwa kepedulian dan kebersamaan merupakan kekuatan utama dalam menghadapi setiap musibah.

Cunarya

Dari Budaya Lisan ke Literasi Digital, Ikhtiar Membangun Budaya Baca di Bandung Barat

YUTELNEWS.com | Kabupaten Bandung Barat – Di tengah semarak Hajatan Duren-keun yang menghadirkan aroma durian dan riuh perbincangan warga, satu topik penting mengemuka di Bale Pare Kota Baru Parahyangan, Jumat (13/02/2026): bagaimana menumbuhkan budaya literasi di tengah masyarakat yang sejak lama hidup dalam tradisi lisan.

Bagi Camat Cikalongwetan, Dadang A. Sapardan, tantangan tersebut bukan perkara sederhana. Budaya lisan telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat selama ratusan bahkan ribuan tahun. Ia tumbuh, diwariskan, dan mengikat relasi sosial antargenerasi.

“Budaya lisan sudah mengakar kuat. Itu yang menjadi tantangan dalam mendorong budaya literasi,” ungkapnya saat menjadi pembicara dalam gelar wicara bertema Solusi Literasi Pedesaan.

Namun, menurutnya, tantangan bukan untuk dihindari. Justru di situlah letak kerja bersama harus dimulai. Ia menegaskan, pemajuan literasi tidak bisa hanya menjadi tugas sekolah atau pemerintah semata. Semua pihak perlu bergerak dalam satu irama.

Kegiatan yang digelar oleh Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca Kabupaten Bandung Barat bersama para mitra ini menjadi ruang temu berbagai elemen masyarakat, dari pegiat taman bacaan hingga perangkat daerah, untuk merumuskan langkah bersama.

Dadang menyebut tiga prinsip yang harus menjadi pijakan: berkesinambungan, terintegrasi, dan melibatkan banyak pihak. Gerakan literasi, katanya, tidak cukup hanya berupa kegiatan sesaat. Ia harus hadir terus-menerus dan menyatu dalam kehidupan masyarakat.

Perhatian juga perlu diarahkan pada literasi keluarga dan literasi masyarakat. Jika sekolah dinilai sudah relatif lebih maju dalam membangun budaya baca, maka rumah dan lingkungan sosial menjadi ruang penting berikutnya.

“Pemajuan literasi keluarga dan literasi masyarakat harus terus dilakukan,” tuturnya.

Di era digital, makna literasi pun kian luas. Membaca tidak lagi sebatas membuka lembar demi lembar buku cetak. Informasi kini hadir dalam genggaman, melalui berbagai platform digital. Namun, derasnya arus informasi juga menghadirkan risiko.

Karena itu, masyarakat tidak hanya perlu gemar membaca, tetapi juga cakap menilai. Kemampuan menyaring informasi yang bernilai positif menjadi bagian tak terpisahkan dari literasi masa kini.

“Masyarakat harus dibekali kemampuan menilai agar bisa menyortir tulisan yang tidak bermanfaat,” pungkasnya.

Hajatan Duren-keun yang berlangsung 11–17 Februari 2026 itu sendiri tak hanya menjadi ajang menikmati durian. Pameran buku, bedah buku, musikalisasi puisi, klinik bisnis, hingga pertunjukan musik turut meramaikan kegiatan, menjadikannya ruang perayaan budaya sekaligus ruang refleksi tentang masa depan literasi di Kabupaten Bandung Barat.

Dien Yoyo

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.