Calon Bupati Pelalawan 2024/2029 Nasarudin, S.H., M.H, Simak BIOGRAFI nya

Pelalawan-RiauYUTELNEWS.COM — Nasarudin, S.H., M.H lahir di Sorek 12 Juli 1982. Putra dari pasangan pak Sumah dan ibu Zainun. Di usianya yang sangat muda 32 tahun, ia sudah dilantik menjadi ketua DPRD Kabupaten pelalawan.

Nasarudin adalah sosok politisi muda yang dikenal dekat dengan masyarakat baik tua maupun muda. Sejak 12 tahun lalu politisi Golkar ini memang fenomenal dan memiliki pengalaman kepemimpinan tingkat nasional yang patut menjadi kebanggaan masyarakat Pelalawan.

Betapa tidak, selain sebagai Wakil Bupati Pelalawan dan ketua KNPI provinsi Riau, ia adalah Ketua Umum Jaringan Nasional For Gibran yang memiliki kepengurusan di hampir semua provinsi di Indonesia. Ini bukan kali pertama kepemimpinannya di tingkat nasional, sebelumnya saat menjadi mahasiswa ia juga Ketua Mahasiswa Pelalawan se-Indonesia, Ketua Harian Asosiasi DPRD se-Indonesia dan saat ini juga masih sebagai Wakil Sekjen Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI). Sekali lagi inilah yang membuat ia menjadi sosok kebanggaan masyarakat Pelalawan.

Nasarudin bukan dilahirkan dari keluarga mampu, kiranya itu juga yang kemudian membentuk sifat yang pantang menyerah dan meyakini dengan kuat bahwa dengan menjadi politisi ia akan mampu mengangkat derajat Pelalawan. Suami prima Merdekawati ini menempuh pendidikan SDN 005 Rawangsari dan SMPN 1 Pangkalan Lesung kemudian memberanikan diri merantau ke Pekanbaru bersekolah di SMU 5. Tidak sampai di situ ia kemudian memberanikan diri merantau ke Yogyakarta untuk berjuang menjadi sarjana seperti kebanyakan orang-orang.

Dukungan finansial yang terbatas dari keluarga membuat dia hidup sederhana tinggal di Pondok Pesantren Muhammadiyah At-Taqwa dan sempat menjadi penjual koran demi meraih gelap sarjana. Latar belakang ekonomi keluarganya tidak menjadikan ia minder. Kiranya kapasitas kepemimpinannya sudah terlihat sejak ia di Sekolah Menengah Atas. Nasarudin adalah politisi intelektual yang lahir dari rahim HMI, sebuah organisasi mahasiswa Islam terbesar di Indonesia.

Ayah dua putri yang saat ini menempuh jenjang pendidikan Dokter Ilmu Hukum ini bertekad maju sebagai calon Bupati Pelalawan karena menurutnya Pelalawan butuh percepatan dan pemerataan pembangunan agar Pelalawan lebih baik kedepannya. Itulah alasannya mengapa ia lebih memilih menjadi calon bupati di Pelalawan ini. Gagasan-gagasan cemerlangnya ia tuangkan dalam visi Pelalawan Sejahtera setelah sebelumnya ialah yang menelurkan visi Pelalawan Maju setahun sebelum deklarasinya maju sebagai Wakil Bupati Pelalawan periode lalu.

Kiprahnya sebagai ketua umum salah satu organ pemenangan Prabowo Gibran menghantarkan ia memiliki kedekatan dengan sebagian besar menteri era Prabowo saat ini yang membuat Nasarudin optimis akan melakukan percepatan pembangunan dan mengangkat derajat masyarakat Kabupaten Pelalawan.

(Junius Zalukhu)
(Sumber: Tim Pemenangan Nazarudin, SH.MH)

Pemdes Batununggal Penyaluran BLT-DD Periode Bulan November 2024

CibadakYUTELNEWS.COM —Pemerintah Desa Batununggal, bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Batununggal kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) untuk periode bulan November 2024.jum’at (8/11/2024).

Kepala Desa Batununggal Mulyadi dalam sambutanya menyampaikan agar dana BLT yang di terima dapat di manfaatkan sebaik mungkin untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari hari.

BLT-DD adalah kegiatan pemberian bantuan langsung berupa dana tunai sebesar Rp300.000 /bulan yang bersumber dari dana desa bulan November 2024 kepada keluarga penerima manfaat dan untuk mendukung percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem.

BLT-DD ini diputuskan melalui musyawarah desa sesuai dengan kriteria yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan dan BLT-DD ini dialokasikan maksimal 25% (persen) dari total pagu dana.

(Reporter : Mirna)

Wakil Ketua DPRD Kota Payakumbuh Menyatakan Siap Bahas RAPBD Anggaran Pendapatan Tahun 2025

PayakumbuhYUTELNEWS.COM —Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Payakumbuh, Hurisna Jamhur, menyatakan kesiapan DPRD untuk membahas Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 yang baru saja disampaikan oleh Pemko Payakumbuh.

Rancangan APBD ini diharapkan dapat menjadi pedoman dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program-program pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Hurisna menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan DPRD dalam mewujudkan program-program yang telah direncanakan.

“DPRD siap untuk memberikan masukan terhadap Rancangan APBD ini agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kami berharap Rancangan ini dapat segera disahkan sehingga program-program pembangunan yang telah direncanakan dapat terlaksana dengan baik,” kata Wakil Ketua DPRD Hurisna Jamhur di Gedung DPRD Payakumbuh, Senin (21/10/2024).

Ia juga menyoroti pentingnya partisipasi masyarakat dalam proses penyusunan anggaran. “Kami mengajak masyarakat untuk aktif berpartisipasi memberikan masukan dan saran terkait Rancangan APBD ini. Pendapat dari masyarakat sangat berharga agar anggaran yang disusun benar-benar mencerminkan kebutuhan mereka,” tambah Hurisna.

Lebih lanjut, Hurisna mengingatkan bahwa penggunaan anggaran harus transparan dan akuntabel. “Kami akan mengawasi penggunaan anggaran ini dengan ketat untuk memastikan bahwa setiap rupiah digunakan untuk kepentingan masyarakat. Kami berharap pemerintah daerah dapat memberikan laporan berkala mengenai realisasi APBD agar DPRD dan masyarakat dapat memantau perkembangannya,” ungkapnya.

Dalam sidang paripurna yang berlangsung, Wali Kota Payakumbuh, yang diwakili Sekda Rida Ananda, menjelaskan bahwa prioritas pembangunan untuk tahun 2025 meliputi peningkatan sumber daya manusia, pengembangan infrastruktur, penguatan ekonomi daerah, serta tata kelola pemerintahan yang baik.

“Rancangan APBD ini merupakan langkah strategis untuk mendukung program-program yang akan memberikan dampak langsung kepada masyarakat. Dengan fokus pada pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur, kami berharap dapat menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera,” ungkap Rida.

Dalam Rancangan APBD tersebut, total pendapatan daerah diperkirakan mencapai Rp.628,74 milyar, yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp.147,64 milyar dan Pendapatan Transfer sebesar Rp.481,09 milyar.

Sementara itu, total belanja daerah dianggarkan sebesar Rp.694,19 milyar, dengan alokasi untuk belanja operasi mencapai Rp.637,34 milyar, belanja modal sebesar Rp.54,44 milyar dan belanja tidak terduga Rp.2,4 milyar.

Rincian belanja operasi meliputi belanja pegawai, belanja barang dan jasa, serta bantuan sosial, sementara belanja modal akan digunakan untuk pengadaan infrastruktur dan peralatan.

“Dengan APBD ini, kami berkomitmen untuk memaksimalkan setiap rupiah anggaran demi kesejahteraan masyarakat. Kami berharap dukungan dari DPRD untuk mengesahkan Rancangan APBD ini agar segera dapat direalisasikan,”ujar Rida.

Rancangan APBD Kota Payakumbuh Tahun Anggaran 2025 ini diharapkan dapat menjadi pedoman bagi pelaksanaan pembangunan yang berkelanjutan dan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kota Payakumbuh.

Rapat Paripurna itu juga dihadiri Wakil Ketua DPRD Erlindawati, Anggota DPRD lainnya, Pj. Wali Kota Payakumbuh yang diwakili Sekda Rida Ananda, Sekretaris DPRD Kota Payakumbuh, OPD se Kota Payakumbuh serta undangan lainnya.

(Mamad)

7 Fraksi DPRD Kota Payakumbuh Menyampaikan Pandangan Umum RAPBD Anggaran Pendapatan Tahun 2025

PayakumbuhYUTELNEWS.COM — Tujuh Fraksi di DPRD Kota Payakumbuh menyampaikan pandangan umum atas Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Payakumbuh tahun anggaran 2025 di ruang sidang DPRD Kota Payakumbuh, Senin (28/10/2024).

Rapat ini dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Kota Payakumbuh, Hurisna Jamhur, didampingi Erlindawati an dihadiri Anggota DPRD lainnya, Pj. Wali Kota Payakumbuh, Asisten, Kepala OPD serta tamu undangan lainnya.

Sejumlah fraksi menyampaikan pandangan umum, usulan, dan kritik terkait penyusunan anggaran yang mengacu pada prioritas pembangunan daerah tersebut.

Fraksi Golkar mendukung tema RAPBD 2025, “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan,” dan menekankan dukungan terhadap UMKM serta peningkatan infrastruktur kebudayaan. Golkar juga meminta perhatian pemerintah dalam mengatasi masalah sampah dan pengawasan jam operasional kafe.

Fraksi NasDem mengapresiasi kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 17,5% menjadi Rp147,6 miliar dan meminta penjelasan mengenai defisit anggaran yang mencapai Rp65,4 miliar. Selain itu, Fraksi NasDem juga menekankan pentingnya pengembangan SDM dan penanganan masalah sosial seperti narkoba.

Fraksi Kebangkitan Indonesia Raya memberikan apresiasi terhadap Pemko Payakumbuh atas penyusunan RAPBD yang mengacu pada aturan nasional dan menyoroti lima fokus utama, yakni peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) berakhlak mulia, penguatan ekonomi berbasis inovasi, tata kelola pemerintahan yang akuntabel, pembangunan infrastruktur ramah lingkungan, serta penguatan kehidupan sosial berbasis nilai adat dan agama.

Fraksi Kebangkitan Indonesia Raya juga mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp63 miliar untuk program penanggulangan kemiskinan ekstrem dan stunting, fasilitas kesehatan, serta dukungan bagi sektor pertanian dan UMKM.

Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengawali pandangan dengan tema “Maju Bersama Indonesia Raya” dan mencatat proyeksi pendapatan daerah sebesar Rp628,74 miliar, serta total belanja sebesar Rp694,19 miliar. PKS menyampaikan berbagai rekomendasi terkait pengembangan SDM, solusi pengelolaan sampah, dan penanganan kemiskinan.

Fraksi Partai Demokrat menekankan disiplin dalam pengelolaan anggaran dan alokasi dana untuk pengelolaan persampahan, sedangkan Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) menyoroti pentingnya sinergi antara kebijakan daerah dan pusat, serta peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan.

Sementara itu, Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengingatkan agar belanja hibah harus proporsional dan memperhatikan aspirasi masyarakat. Mereka juga menekankan pentingnya perencanaan yang matang dalam penanganan masalah persampahan dan peningkatan SDM.

Dalam menanggapi berbagai masukan tersebut, Hurisna Jamhur menyatakan, “Kami mengapresiasi semua fraksi yang telah memberikan pandangan dan usulan konstruktif. Harapan kami, semua masukan ini dapat dipertimbangkan secara serius oleh Pemko dalam penyusunan RAPBD 2025. Kami ingin agar anggaran yang disusun benar-benar berdampak positif bagi masyarakat, mengatasi masalah yang ada, dan mendorong pembangunan yang berkelanjutan,” katanya.

Dengan banyaknya usulan dan kritik yang disampaikan, rapat ini diharapkan dapat menghasilkan pembahasan yang konstruktif untuk RAPBD 2025.

“Selanjutnya DPRD Kota Payakumbuh akan mendengarkan jawaban Wali Kota Payakumbuh atas pandangan umum fraksi ini pada 30 Oktober mendatang,” pungkasnya.

(Mamad)

Rapat Paripurna DPRD Kota Payakumbuh Mendengarkan Jawaban Pj Walikota Mengenai RAPBD Anggaran 2025

PayakumbuhYUTELNEWS.COM — Dalam rapat paripurna yang digelar pada Rabu (30/10/2024), Wakil Ketua DPRD Kota Payakumbuh Hurisna Jamhur, yang memimpin sidang mendengarkan jawaban Pj. Wali Kota Payakumbuh atas pandangan umum fraksi-fraksi mengenai Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2025.

DPRD Kota Payakumbuh menyambut positif komitmen pemerintah daerah dalam menyusun anggaran yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hurisna Jamhur menyatakan, “Kami mendengarkan dengan seksama jawaban Wali Kota terkait berbagai masukan yang disampaikan fraksi-fraksi. DPRD akan terus berkolaborasi dengan eksekutif untuk memastikan setiap program dapat terimplementasi dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur yang diusulkan, seperti jalan dan pengairan, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

Hurisna menambahkan, “Kami sangat menghargai langkah efisiensi anggaran yang direncanakan. Ini menunjukkan bahwa pemerintah berkomitmen untuk mengelola keuangan daerah secara bijak dan bertanggung jawab. Kami akan terus mengawasi pelaksanaannya agar tujuan ini tercapai,” ujarnya.

Sementara itu, Pj. Wali Kota Suprayitno dalam tanggapannya menyampaikan, “RAPBD 2025 disusun dengan fokus pada program prioritas daerah, seperti penanggulangan kemiskinan dan penurunan angka stunting,” katanya.

Ia menegaskan bahwa proses verifikasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) akan terus dilakukan untuk memastikan bantuan sosial tepat sasaran.

Suprayitno juga menggarisbawahi bahwa hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) akan menjadi acuan utama dalam prioritas pembangunan infrastruktur.

“Usulan masyarakat difokuskan pada pembangunan jalan lingkungan, pengairan pertanian, revitalisasi pasar, dan penyelesaian masalah sampah,” jelasnya.

Terkait Pilkada serentak 2024, Suprayitno berharap partisipasi masyarakat dapat meningkat, dan menekankan bahwa pemerintah kota telah mempersiapkan langkah-langkah strategis untuk mendukung proses tersebut.

Dalam bidang pendidikan, Suprayitno menekankan pentingnya penerapan kurikulum berbasis budaya lokal “Budaya Alam Minangkabau” di sekolah-sekolah. Selain itu, Ia juga berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas Instalasi Gawat Darurat (IGD) di RSUD dr. Adnaan WD.

Dengan semangat kolaborasi antara DPRD dan pemerintah, Hurisna Jamhur menyatakan harapannya, “Kami berharap semua program yang telah disampaikan dapat direalisasikan dengan baik. Komitmen Wali Kota dalam mengatasi kemiskinan dan stunting sangat kami apresiasi. Dengan kerja sama yang solid, kami yakin dapat membawa perubahan positif bagi masyarakat,” tambahnya lagi.

Dengan sikap proaktif dan sinergi yang kuat, DPRD Kota Payakumbuh berkomitmen untuk mendukung pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program strategis dalam RAPBD 2025.

( Mamad)

Pemdes Batununggal Penyaluran BLT-DD Periode Bulan November 2024

CibadakYUTELNEWS.COM —Pemerintah Desa Batununggal bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Dukuh tengah kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) untuk periode bulan November 2024, jum’at (8/11/2024).

Kepala Desa Batununggal Mulyadi dalam sambutanya menyampaikan, agar dana BLT yang di terima dapat di manfaatkan sebaik mungkin untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari hari.

BLT-DD adalah kegiatan pemberian bantuan langsung berupa dana tunai sebesar Rp 300.000 / bulan yang bersumber dari dana desa bulan November 2024 kepada keluarga penerima manfaat dan untuk mendukung percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem.

BLT-DD ini diputuskan melalui musyawarah desa sesuai dengan kriteria yang ditetapkan dalam peratuan perundang-undangan dan BLT-DD ini dialokasikan maksimal 25% (persen) dari total pagu dana.

(Reporter :Mirna)

Peringati HUT Korps Brimob Ke-79 Brimob Kompi 2 Batalyon B Pelopor Gelar Donor Darah

Aceh TimurYUTELNEWS.com —Satbrimob Polda Aceh, Kamis (07/11/2024) Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Korps Brimob Polri yang Ke-79 tahun 2024, Kompi 2 Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Aceh mengadakan kegiatan sosial berupa donor darah bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Langsa. Kegiatan ini berlangsung di Aula Mako Kompi Batalyon B Pelopor, Desa Aramiyah Kecamatan Birem Bayeun Kabupaten Aceh Timur.

Kegiatan donor darah ini diikuti oleh berbagai pihak, termasuk Personel Kompi 2 Batalyon B Pelopor, Bhayangkari Ranting Kompi 2 Batalyon B Pelopor, Personel Polsek Jajaran Polres Langsa, Personel Koramil Jajaran Kodim 0104/Aceh Timur, Satpol PP dan WH Kota Langsa.

Komandan Kompi 2 Batalyon B Pelopor AKP Muhammad Rizaldi mengatakan bahwa kegiatan bakti sosial ini adalah bentuk kepedulian Korps Brimob Polri dalam membantu kebutuhan darah bagi masyarakat khususnya Kota Langsa.

“Donor darah ini menjadi wujud nyata kepedulian kemanusiaan dari Korps Brimob Polri, sekaligus mendukung upaya PMI memenuhi ketersediaan darah di Kota Langsa,” ujarnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan acara tersebut dan berharap kegiatan ini bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Semoga sumbangsih ini menjadi amal ibadah yang bernilai bagi para pendonor,” ucap AKP Rizaldi.

Ditempat terpisah, Dansat Brimob Polda Aceh Kombes Pol. Selamat Topan, S.I.K., M.Si., juga menyampaikan harapan serupa agar kegiatan ini bisa terus memberikan manfaat bagi yang membutuhkan serta menegaskan kekompakan dan sinergi TNI-Polri hingga ke tingkatan masyarakat.

“Kegiatan ini adalah bukti sinergitas nyata antara Polri dan TNI, solid dan kompak hingga ke lapisan bawah,” Tutupnya.

(Said Yan Rizal)

H. Asep Japar Calon Bupati Sukabumi 2024 Blusukan Ke Pasar Sukaraja Didampingi H. Bram, Ketua Relawan Dapil 4

SukabumiYUTELNEWS.COM — H.Asep Japar Calon Bupati Sukabumi 2024 kali ini melakukan kunjungan dalam rangka kampanye dengan bertemu langsung warga masyarakat yang nantinya diharapkan memberikan doa dan dukungannya serta memilih dirinya di TPS, pada Rabu (27/10/2024).

Terpantau awak media dilokasi Paslon No urut 2, Babeh Asjap sapaan akrabnya, mengunjungi Pasar Sukaraja Dengan didampingi H. Bram Ketua Relawan Barisan Relawan Asjap – Andreas Menang menyapa para pedagang dan para pengunjung pasar.

Tentunya kedatangan ke Pasar Sukaraja untuk berinteraksi langsung dengan pelaku Usaha dan mendengarkan aspirasinya. Sehingga nantinya jika dirinya terpilih dan dilantik Bupati Sukabumi 2024 untuk menindaklanjuti dengan Visi dan Misi Mubarokah juga program kerja nyata yang sudah disiapkan.

Selain itu, Asjap juga berjalan menyapa warga disekitar pasar dan para penjual pinggir jalan Sukaraja, Kamis (7/11/2024).

Selanjutnya dia beserta rombongan wilayah kecamatan Kebonpedes, Jambenenggang yang mana sedang dilaksanakan pengobatan gratis bagi masyarakat. Kegiatan pemeriksaan dan pengobatan gratis sangat semarak diikuti ratusan peserta mulai Lansia, Ibu Hamil dan Screening Stunting anak. Tak hanya sampai disitu H. Asep Japar Calon No 2 bersilaturahmi kepada Para Tokoh masyarakat di kecamatan Kebonpedes dan Cireunghas

(Reporter : Mirna)

Di Area Halaman Kantor Pemadam Kebakaran Kota Gunungsitoli Larang Parkir

YUTELNEWS.com – Salah satu kantor Pemadam Kebakaran di wilayah kota gunungsitoli yang melarang parkirkan kereta jurnalis/wartawan saat datang ke tempat tersebut.

Bermula pada saat itu yang hendak seorang jurnalis/ wartawan datang ketempat tersebut, lalu memarkirkan keretanya tiba-tiba datang seorang oknum petugas pemadam kebakaran yang tidak dikenal namanya, dan menyampaikan kepada jurnalis/ wartawan tersebut untuk tidak memarkirkan kereta di area wilayah kantornya, dan pada saat itu juga jurnalis/ wartawan langsung pergi dari tempat tersebut.

Saat seorang jurnalis/ wartawan langsung diusir di tempat yang ada parkir kereta sebelumnya pada waktu sedang di parkir, dan pada saat itupun salah seorang masyarakat yang hendak berbelanja di tempat tersebut, dikarenakan tempat tersebut juga berdekatan dengan pedagang kaki lima untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari.

Setelah itu masyarakat memberi tahukan kepada jurnalis/ wartawan yang telah di usir tadinya untuk parkir di area tersebut, namun masyarakat bertanya “kenapa ya tidak bisa diparkiran kereta disana walaupun hanya sementara”?. Dan setelah dikonfirmasi kepada kepala dinas pemadam kebakaran sementara masih belum ada tanggapan dari hal tersebut,”ujarnya mengakhiri.

Hingga berita ini ditayangkan, awak media masih berupaya lakukan konfirmasi kepada pihak terkait. (Tim Red)

Calon Bupati Sukabumi Asep Japar Bantu Perbaiki Rumah Guru Ngaji yang Rusak 15 Tahun

SukabumiYutelnews.com — Calon Bupati Sukabumi nomor urut 2, Asep Japar menunjukkan komitmennya terhadap masyarakat dengan turut serta dalam renovasi rumah Agus Acil (50), seorang buruh tani sekaligus guru ngaji di Kampung Pasir Pogor Cilimus Desa Tarisi Kecamatan Warungkiara. Rumah panggung milik Agus yang telah rusak dan bocor selama 15 tahun ini akhirnya mendapatkan perhatian dan diperbaiki berkat bantuan dari Asep Japar.

Agus, yang tinggal bersama istri dan dua anaknya sudah lama menginginkan perbaikan rumahnya yang lapuk. Meskipun warga setempat sebelumnya pernah berencana untuk membantu renovasi, kendala yang ada membuat niat tersebut tidak terwujud. Akhirnya, Agus meminta bantuan dari seorang tokoh kampung bernama Pak Rohmat yang kemudian menghubungkannya dengan Asep Japar.

“Dulu, warga Pasir Pogor dan Cilimus sudah berniat bantu tapi nggak jadi terlaksana,” ungkap Agus. “Alhamdulillah, setelah dibantu Pak Rohmat menghubungi Pak Asep akhirnya rumah kami bisa diperbaiki”.

Rumah Agus yang semula hanya berdinding bilik dan berlantai semen telah lama tidak layak huni. Bangunan tua ini mulai mengalami kerusakan sejak 15 tahun lalu dan kondisinya semakin parah seiring bertambahnya usia bangunan yang kini mencapai 30 tahun.

Sebagai buruh tani dengan penghasilan yang terbatas, Agus kesulitan untuk membiayai perbaikan rumah sementara ia tetap berkomitmen mengajar ngaji kepada anak-anak di kampungnya sebagai bagian dari pengabdian.

Asep Japar menegaskan, bahwa kepedulian terhadap masyarakat bukan hanya sekadar janji kampanye tetapi harus diwujudkan dalam aksi nyata, “Saya merasa lebih baik terjun langsung dan memberi manfaat daripada sekadar bicara dan berjanji tanpa bukti nyata,” kata Asep. Melihat warga tersenyum karena terbantu bagi saya itu kepuasan yang sesungguhnya”.

Asep juga menambahkan, bahwa ia bersama pasangannya Andreas telah menyiapkan berbagai program nyata dalam visi dan misinya. Setiap janji yang diucapkan menurutnya harus menjadi kenyataan yang dapat langsung dirasakan oleh masyarakat.

Dengan perbaikan rumah yang telah dilakukan kini Agus tidak hanya memiliki tempat tinggal yang lebih layak, tetapi juga semangat baru untuk terus mengabdi sebagai guru ngaji dan membantu kehidupan warga di sekitarnya. Keberhasilan ini menjadi contoh konkret bagaimana kepemimpinan yang peduli dapat menciptakan perubahan positif dalam masyarakat.

 

(Reporter : Mirna)

Dewasa dan Anak Sekolah Ikut Menikmati Makan Siang Gratis di Dapur Umum DPC GRIB JAYA Kota Medan

YUTELNEWS.com | Medan, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) JAYA Kota Medan masih terus mengadakan makan siang gratis di Kantor Sekretariat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) JAYA Kota Medan, di Jalan Sei Serayu Nomor : 29, Kelurahan Babura, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Senin (04/11/2024).

Kegiatan ini benar-benar dirasakan berbagai lapisan masyarakat Kota Medan, untuk menyantap makan siang gratis tersebut.

Tampak bukan hanya masyarakat yang datang untuk menyantap makan siang gratis tersebut. Terlihat anak-anak Sekolah dari Tingkat SD, SMP, SMA sampai Mahasiswa pun tampak datang mengantri untuk merasakan program makan siang gratis.

“Saya baru pulang Sekolah langsung kesini Om, makan dulu disini baru pulang ke rumah. Makanannya enak sampe kenyang Saya,” ujar salah seorang bocah SD sambil menyantap sepiring nasi beserta lauknya, Senin (04/11/2024).

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) JAYA Kota Medan, Rudy Ginting mengatakan akan terus melaksanakan program makan siang gratis ini.

“Kita usahakan akan terus melaksanakan makan siang gratis ini, karena ini salah satu program sosial Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) JAYA Kota Medan,” ucap Rudi Ginting, Senin (04/11/24) di Kantor Sekretariat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) JAYA Kota Medan seraya berharap makan siang gratis ini dapat bermanfaat bagi masyarakat di Kota Medan, terutama bagi anak-anak Sekolah.(Rizal hsb)

Kajati Sulsel Bersama Kepala Kanwil ATR/BPN Sulsel Bahas Percepatan Investasi Di Indonesia

SulselYutelnews.com — Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Agus Salim melakukan silaturahmi dengan Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Sulawesi Selatan, Tri Wibisono di Kantor Wilayah ATR/BPN Sulsel di Jalan Cendrawasih Kota Makassar, Selasa (06/10/2024).

Kajati Sulsel, Agus Salim bersama Kepala Kanwil ATR/BPN Sulsel Tri Wibisono membahas dukungan kedua lembaga untuk percepatan investasi di Indonesia khususnya di Sulawesi Selatan.

Kajati Sulsel Agus Salim mengatakan, “Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dan Kejaksaan bisa mendukung dalam pengamanan lahan yang akan digunakan untuk investasi”.

Hal ini, menurut Agus sangat penting untuk mencegah munculnya konflik atau perkara agraria di kemudian hari, baik yang bersifat perdata, pidana, maupun permasalahan sengketa lainnya.

“Calon investor butuh kepastian hukum, termasuk pengadaan lahan yang akan digunakan. Harus clean and clear atau tanpa masalah,” kata Agus Salim.

Agus Salim mengatakan,” kebijakan investasi di Sulawesi Selatan memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Untuk itu, koordinasi yang baik antar Kejaksaan dan Kementerian ATR/BPN adalah kunci utama untuk mencapai penyelesaian yang adil, transparan, dan efektif.

“Melalui kerjasama, kita berharap dapat meningkatkan efektivitas penanganan masalah agraria untuk mendukung investasi. Dengan memastikan keadilan bagi semua pihak yang terlibat serta mencegah terjadinya praktik-praktik yang tidak diinginkan yang dapat merugikan masyarakat dan negara,” ungkap Agus Salim.

“Dalam siaran Pers Kejati Sulsel melalu Kasi Penerangan Hukum Kejati Sulsel Soetarmi, S.H., M.H,. Kepala Kanwil ATR/BPN Provinsi Sulsel, Tri Wibisono mengungkapkan kerjasama pihaknya dengan Kejati Sulsel di bidang Agraria selama ini telah berjalan baik.

Mulai dari pemberian dukungan data/informasi pencegahan, penegakan hukum, pengawalan, dan bantuan pengamanan pembangunan. Strategis, asset tracing/pelacakan aset penanganan masalah hukum perdata dan tata usaha negara.

“Termasuk pencegahan dan pemberantasan mafia tanah yang kadang menjadi penghalang masuknya investasi ke Sulsel,” pungkasnya.

(Abu Algifari)

Audiensi PEKAT lB di DPRD Jepara Diwarnai Aksi Walk Out

JeparaYUTELNEWS.com —Ketua DPD PEKAT IB Jepara Priyo Hardono akrab di sapa Kang Priyo bersama pengurus, Moh. Abrori dan Budi Setyono, bidang hukum, Tri Hutomo bidang kajian, dan anggotanya, serta menghadirkan 5 (lima) orang pencari kerja, Senin (4/11/2024) di Ruang Serba Guna Gedung DPRD Jepara mengadakan audiensi atau rapat dengar pendapat dengan Komisi C dan Komisi D DPRD Jepara.

Pukul 12.00 WIB – selesai bertemu dengan Komisi C untuk membahas tentang rekrutmen tenaga kerja atau karyawan di perusahaan yang berada di Kecamatan Pecangaan, Kalinyamatan, dan Mayong.

Berikutnya ada 2 agenda audiensi dengan Komisi D dan dengan 2 agenda yaitu pertama terkait pengembangan PT. Hwa Seung Indonesia (HWI Jepara) yang tidak diimbangi infrastruktur yang memadai, selanjutnya terkait proses lelang barang dan jasa di Kabupaten Jepara.

Saat audiensi di Komisi C dihadiri oleh Ketua Komisi C, Nur Hidayat didampingi oleh Wakil Komisi C, Imam Subhi, dan Sekretaris, Hj. Lusiana Afrianti, dan Al Ma’ruf. Sedangkan audiensi di Komisi D dipimpin oleh Ketua Komisi D DPRD JEPARA Andi Rokhmat atau akrab disapa Andi Andong dari Fraksi PDIP dan Muhammad Harisman Fauzan Rosid dari Fraksi Gerindra, keduanya sama-sama terpilih dari Dapil II (Kecamatan Mlonggo, Pakis Aji, dan Bangsri).

Acara audiensi ini dihadiri OPD terkait Pemkab Jepara. Dalam agenda di Komisi C, Nur Hidayat dalam sambutannya sangat mengapresiasi peran DPD PEKAT IB sebagai NGO yang selalu kritis dan peduli terhadap persoalan yang ada di Jepara.

Kang Priyo saat diberikan kesempatan pemaparan, Ia langsung membombardir pertanyaan ke HRD dan perwakilan manajemen perusahaan seperti PT. PT. Hwa Seung Indonesia (HWI Jepara), PT. Parkland World Indonesia, PT. Jiale Indonesia Textile, PT. Formosa Bag Indonesia, PT. Kanindo Makmur Jaya, SAMI-JF, dan PT. Sung Shin Advance Indonesia.

Sementara perwakilan PT. Kanindo Makmur Jaya II tidak hadir dan bagi Kang Priyo merupakan catatan hitam.
“Dan saya minta membuka pintu selebar-lebarnya bagi pendirian serikat pekerja di perusahaan yang ada di Jepara,” ungkapnya.

Kepada perwakilan PT. Kanindo Makmur Jaya, Kang Priyo mempertanyakan kenapa pembentukan serikat pekerja dipersulit. Lalu, Kang Priyo juga kecewa terhadap respon perusahaan yang setiap ada surat tidak pernah disambut dan diterima baik. “Selalu security atau satpam yang menerima, namun kemudian surat kami tidak ada tindaklanjutnya dan balasannya,” tegasnya.

“Respon manajemen perusahaan sangat buruk setiap kami mengantar surat penting,” ucapnya.

Perwakilan dari PT. Jiale Indonesia Textile menjawab kalau manajemen akan segera mengevaluasi tentang persoalan itu, Kang Priyo juga menyampaikan keluhan dan temuan dari para pencari kerja khususnya tenaga kerja pria bahwa mereka diminta setoran uang masuk oleh oknum, entah siapa?, yang meminta sejumlah uang agar bisa diterima bekerja di pabrik.

“Selain dampak positif dengan adanya pabrik, namun dampak negatifnya juga mohon diantisipasi oleh Pemkab Jepara,” harap Kang Priyo. Budi Setyono bidang hukum DPD PEKAT-IB Jepara menambahkan kalau proses rekrutmen pekerja pabrik PMA di Jepara seperti sindikat narkoba.

“Ada yang mau melamar kerja diminta uang padahal itu masih masa magang, polanya seperti jaringan narkoba yaitu jaringan-jaringan putus, saya mencoba investigasi dan jaringan itu luar biasa dan fakta. Dan setelah magang kalau mau menjadi karyawan tetap harus punya backingan dan ditanya berani bayar berapa?” tambahnya Budi.

Tri Hutomo bidang kajian menyampaikan kajian persoalan yang terjadi di pabrik PMA yang ada di Jepara.
Ia menerangkan beberapa hal seperti masih adanya praktek diskriminasi terharap pekerja berkebutuhan khusus atau difabel.

Berdasarkan regulasi bahwa perusahaan swasta di Indonesia wajib mempekerjakan minimal 1% penyandang disabilitas dari jumlah pekerja atau pegawai. Aturan ini tercantum dalam Pasal 28 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 1998.

“Jadi pekerja berkebutuhan khusus diperlukan perlakuan khusus kalau diperlakukan seperti orang normal.
“Seperti tiap 6 bulan dipindah, berarti manajemen perusahaan tidak faham atau tidak menyediakan seorang ahli yang memfasilitasi pekerja difabel.

“Kalau difabel diperlakukan seperti orang normal dan mereka keluar, disediakan form yang sudah dipersiapkan oleh manajemen,” tandas Tri Hutomo.

“Kita menyoroti sistem kontrak dan PHK harus jelas, banyak laporan tentang pemutusan kontrak kerja dan PHK secara sepihak padahal sudah diatur di UU Ketenagakerjaan,” cetusnya.

“Pekerja ataupun buruh yang sedang menempuh pendidikan, mohon diberikan ruang waktu atau jam sekolah agar mereka bisa melanjutkan pendidikannya dan komunikasikan kalau memang harus ada kompensasi atau pergantian jam kerja, Dan tugas Disnaker Jepara untuk melakukan monitoring atas persoalan yang menimpa pekerja pabrik,” imbuhnya.

Kemudian Ia juga menyoroti tentang TKA atau Tenaga Kerja Asing yang harus dievaluasi tentang Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) yang dikeluarkan kementerian atau pejabat yang ditunjuk.

“Supervisor harus dibekali (training) untuk memanusiakan orang dan bagaimana memperlakukan pekerja, bertutur kata, memerintah, menerima pengaduan, dan manajemen harus memikirkan itu,” imbuhnya.

Ia juga menyampaikan tentang persoalan lulusan BLK agar bisa dibantu oleh Disnaker Jepara untuk memperoleh informasi pekerjaannya sesuai dengan jurusannya.

Samiaji Kepala Disnaker Kabupaten Jepara didampingi oleh Abdul Muid menerangkan kalau lulusan BLK diharapkan bisa bekerja secara mandiri.

“Lulusan BLK kita siapkan untuk bisa berwirausaha sesuai dengan ketrampilan yang diperoleh dan dipelajari, namun mungkin ada yang ingin bekerja di pabrik di Jepara,” ucap Samiaji.

“Kita akan menindaklanjuti masukan dari PEKAT IB Jepara tentang persoalan ketenagakerjaan yang terjadi di pabrik yang ada di Kabupaten Jepara. Dan, tentang proses rekrutmen, tentunya perusahaan mempunyai aturan dan klasifikasi,” tuturnya.

Sedangkan Imam Subhi meminta agar ada database untuk mediasi dan saluran aduan (call center) ketika ada persoalan antara perusahaan dan pekerja.

Sekretaris Komisi C, Hj. Lusiana Afrianti secara singkat berucap terkait lowongan kerja sering diminta informasi oleh warga masyarakat. Ia berpesan agar ada aplikasi terkait lowongan kerja di Jepara.
Tim PEKAT IB akan turunkan tim untuk mengawal, agar para pencari kerja diterima terutama 5 orang tersebut.

Audiensi PEKAT IB Bersama Komisi D, Usai audiensi dengan Komisi C lalu dilanjutkan audiensi dengan Komisi D tentang pengembangan perluasan pabrik PT. Hwa Seung Indonesia atau HWI tidak diimbangi oleh penyiapan infrastruktur yang ada.

Andi Andong pimpinan rapat audiensi (Ketua Komisi D) menyampaikan bahwa agenda audiensi dibarengkan, mengingat waktu dan OPD terkait sudah hadir.
Dalam audiensi pertama, Kepala Dishub Kabupaten Jepara Ony Sulistijawan menjelaskan kalau sudah menindaklanjuti hasil audiensi dengan PEKAT IB beberapa waktu lalu.

Namun karena perwakilan PT. HWI tidak hadir dalam audiensi tidak dilanjutkan, walaupun sudah dihadiri oleh DPUPR, Dishub, dan DLH Jepara, Selanjutnya, pimpinan rapat audiensi melanjutkan tahap audiensi berikutnya.

Kang Priyo kemudian mempertanyakan ketidakhadiran beberapa kepala dinas hanya diwakilkan. Ia pun langsung mempertanyakan tentang pengadaan barang dan jasa oleh Pemkab Jepara, khususnya pekerjaan infrastruktur masih dikuasi oleh rekanan pemborong atau kontraktor proyek dari luar Jepara.

“Sementara pemborong di Jepara hanya sedikit yang memperoleh pekerjaan, entah yang bersumber dari APBN, APBD Provinsi Jateng maupun APBD Kabupaten Jepara,” ungkap Kang Priyo.

Seusai menyampaikan paparannya, tiba-tiba tim PEKAT IB walk out atau keluar ruangan karena merasa kecewa atas ketidakhadiran kepala dinas. “Kenapa kepala dinas tidak hadir, padahal persoalan dan materi ini penting untuk didengarkan,” tegas Kang Priyo.

Kang Priyo meminta kepada Ketua Komisi D dalam waktu dekat menjadwalkan ulang audiensi dengan dipimpin oleh pimpinan DPRD yaitu Agus Sutisna, Junarso, Afrizal Wahyu Hidayat, dan Pratikno, dan Kadis OPD Pemkab Jepara.

“PEKAT IB Jepara kecewa, karena ketidakhadiran manajemen PT. HWI dan beberapa Kadis dari OPD terkait,” tuturnya. “Mohon diselesaikan dalam waktu dekat karena menyangkut kepetingan warga masyarakat,” tutur Kang Priyo.

Usai Tim PEKAT IB keluar ruangan, Andi Andong bertanya kepada Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setda Jepara Endro Wahyu terkait dengan banyaknya rekanan luar daerah yang mendapatkan lelang, “Leading sectornya kan PBJ Setda,” tanyanya.

Endro Wahyu menjawab kalau Ia menjabat Kabag PBJ tanggal 23 Oktober lalu, jadi belum ada satu bulan. “Terkait pengadaan barang dan jasa, tim kami di PBJ, yang dikedepankan regulasi yang ada,” terangnya.

Terkait ketidakhadiran Kepala OPD Pemkab Jepara dalam audiensi atau dengar pendapat dengan PEKAT IB, Komisi D memfasilitasi sesuai arahan Ketua DPRD Jepara, Agus Sutisna dengan mengundang semua Kepala OPD yang menjadi mitra kerja Komisi D yaitu: Kepala DPUPR, Disdikpora, Disparbud, DKPP, DKK, DP3AP2KB, Disperkim, dan Kabag PBJ Setda Jepara.

“Namun kehadiran mereka bisa didisposisikan ke Kabag maupun Kasi seandainya Kepala Dinasnya berhalangan hadir karena sesuatu hal. Dan secara teknis perwakilan Kepala Dinas tentunya bisa menjawab materi audiensi.

Selanjutnya notulen hasil audiensi antara PEKAT IB dan DPRD Jepara (legislatif) juga akan dikirimkan oleh Setwan ke Pemkab Jepara atau OPD terkait (eksekutif) agar ditindaklanjuti,” pungkas Andi Andong.

(Singgih Purwanto)

Perjuangan dan Realisasi Pelabuhan Roro Sedanau di Natuna: Upaya Panjang yang Berbuah Hasil

NatunaYUTELNEWS.com — Pelabuhan Roro Sedanau, yang kini menjadi salah satu fasilitas transportasi vital di Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna, menyimpan kisah perjuangan panjang sebelum akhirnya dapat berdiri. Usulan pembangunan pelabuhan ini pertama kali muncul pada tahun 2013, digagas oleh Pak Tawarih yang saat itu menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau. Pak Tawarih mengajukan usulan ini dengan tujuan agar Sedanau dapat menjadi tempat sandar bagi kapal PELNI, khususnya kapal Bukit Raya, yang melayani rute hingga ke wilayah terpencil seperti Natuna.

Namun, meskipun rencana ini disambut baik, keterbatasan anggaran provinsi membuat proyek tersebut tertunda hingga tahun 2018. Melihat kendala ini, Dinas Perhubungan Provinsi Kepri pun bergerak mengajukan proposal kepada Kementerian Perhubungan di tingkat pusat agar proyek ini mendapat dukungan anggaran.

Akhirnya, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat di Kementerian Perhubungan mengambil alih proyek tersebut pada tahun 2018, dan anggaran dari pemerintah pusat pun disiapkan untuk melanjutkan pembangunan Pelabuhan Roro Sedanau hingga selesai.

Saat ini, pelabuhan tersebut telah berdiri kokoh dan siap menjalankan perannya sebagai titik penting dalam jaringan transportasi Natuna. Selain menjadi tempat sandar kapal PELNI, Pelabuhan Roro Sedanau juga melayani kapal-kapal roro lainnya yang mengangkut barang dan kendaraan dari berbagai daerah, memperlancar arus barang dan orang ke wilayah Natuna.

Dengan adanya pelabuhan ini, akses ke Natuna diharapkan menjadi lebih mudah, sekaligus memperkuat konektivitas dan mempercepat laju pertumbuhan ekonomi daerah.

Sementara itu, rencana uji sandar di pelabuhan ini diharapkan dapat segera terlaksana dengan lancar. Uji sandar ini menjadi langkah penting sebelum pelabuhan sepenuhnya dioperasikan dan menjadi transportasi andalan bagi masyarakat Sedanau dan sekitarnya.

Tokoh masyarakat, termasuk Pak Tawarih dan pemerintah daerah, menyambut antusias kehadiran pelabuhan ini. Mereka melihatnya sebagai bukti nyata hasil kerja keras dan kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat demi kemajuan wilayah perbatasan Indonesia.

Semoga dengan uji sandar yang sukses, Pelabuhan Roro Sedanau dapat segera beroperasi penuh, menjadi ikon baru bagi Sedanau, sekaligus memenuhi kebutuhan transportasi dan mobilitas masyarakat setempat.

(Darmansyah)

Bawaslu Kabupaten Natuna Diragukan Netralitasnya, APK Paslon 01 Masih Terpasang dengan Foto Presiden

NatunaYUTELNEWS.com — Netralitas Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Natuna dipertanyakan oleh sejumlah pihak, setelah spanduk dan alat peraga kampanye (APK) milik pasangan calon nomor urut 01 untuk Pilkada Natuna, yang menggunakan foto presiden, masih terlihat di beberapa lokasi strategis. Situasi ini menimbulkan keraguan di tengah masyarakat tentang kemampuan Bawaslu untuk menegakkan aturan secara adil dan tanpa keberpihakan.

Sejumlah warga Natuna menyoroti ketidaktegasan ini sebagai potensi ketidakadilan dalam persaingan Pilkada. “Kami berharap semua aturan kampanye dipatuhi tanpa pandang bulu. Jika ada pelanggaran, semestinya ada tindakan tegas,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Aturan kampanye telah dijelaskan dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, yang melarang penggunaan foto presiden dan wakil presiden dalam alat peraga kampanye. Larangan ini dibuat untuk menjaga netralitas simbol negara dan mencegah kesan adanya dukungan khusus pemerintah pusat kepada calon tertentu. Penggunaan simbol negara pada kampanye dianggap dapat menimbulkan persepsi keberpihakan dan penyalahgunaan jabatan, yang melanggar prinsip keadilan dalam pemilu.

Hingga saat ini, Bawaslu Kabupaten Natuna belum memberikan tanggapan terkait keberadaan APK Paslon 01 dengan foto presiden yang masih terpasang di berbagai titik di Natuna. Kondisi ini membuat publik semakin mempertanyakan keseriusan Bawaslu dalam menegakkan aturan dan menjaga suasana kampanye yang adil dan demokratis.

(Darmansyah)

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.