Santap MBG Pagi, Siang Hari Puluhan Pelajar Anambas Tumbang—Diduga Keracunan, Ini Faktanya

Anambas, Yutelnews.com – Puluhan pelajar di Kabupaten Kepulauan Anambas dilarikan ke fasilitas kesehatan setelah diduga mengalami keracunan makanan usai menyantap hidangan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (15/4).

Insiden ini melibatkan siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMK di wilayah Kecamatan Siantan Tengah. Gejala muncul serentak beberapa jam setelah makanan dikonsumsi.

Berdasarkan keterangan warga, para siswa menyantap makanan sekitar pukul 10.00 WIB. Namun, sekitar pukul 13.00 WIB, sejumlah pelajar mulai menunjukkan tanda-tanda gangguan kesehatan seperti mual, muntah, hingga pusing.

“Kejadiannya cepat. Setelah makan, tidak lama kemudian anak-anak mulai muntah dan mengeluh pusing,” ungkap Gina, salah seorang warga.

Kasus awal teridentifikasi di SMP Negeri 1 Air Nangak, Desa Teluk Sunting. Tak berselang lama, laporan serupa bermunculan dari sekolah lain, mengindikasikan kejadian bersifat meluas.

Para korban kemudian segera dievakuasi ke layanan kesehatan terdekat guna mendapatkan penanganan intensif. Sebagian dirujuk ke RSUD Palmatak, sementara lainnya ditangani di Puskesmas Siantan Tengah dan Puskesmas Palmatak.

Direktur RSUD Palmatak, Iswirawijaya, menyampaikan hingga saat ini pihaknya telah menangani sekitar 40 pelajar dengan keluhan serupa.

“Kami masih melakukan observasi dan belum dapat memastikan penyebab pasti. Sampel sedang diuji di laboratorium, dan jumlah pasien masih berpotensi bertambah,” jelasnya.

Penanganan medis dilakukan dengan pemberian cairan infus serta terapi obat untuk meredakan gejala. Pihak rumah sakit juga terus berkoordinasi dengan puskesmas setempat untuk mengoptimalkan pelayanan, mengingat keterbatasan ruang rawat.

Sementara itu, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Air Asuk, Jaya, menjelaskan menu MBG yang disajikan saat kejadian meliputi tumis sayur (sawi, wortel, buncis), telur dengan sambal kecap, tempe goreng, nasi putih, serta buah kelengkeng.

Menanggapi peristiwa ini, Polres Kepulauan Anambas bergerak cepat dengan menurunkan tim guna melakukan penyelidikan. Aparat bersama instansi terkait telah mengamankan sampel makanan, memeriksa dapur penyedia MBG, serta menghimpun keterangan dari pihak sekolah dan pengelola program.

Selain itu, pendataan korban terus dilakukan, termasuk penelusuran distribusi makanan ke sejumlah sekolah yang terdampak.

Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti insiden dugaan keracunan tersebut masih menunggu hasil uji laboratorium. Aparat mengimbau masyarakat tetap tenang sembari menunggu hasil penyelidikan resmi.

Sumber: batampos.co.id, diolah oleh redaksi Yutelnews.com | Editor: Darmansyah, Kabiro Natuna

Kadinsos,Hj. Ningning Hendasah Survey Langsung Pastikan Pematangan Lahan SR Rp6,2 M di Ciwidey Berjalan Sesuai Target

Kab.Bandung – YUTELNEWS.com// Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bandung, Ir. Hj. Ningning Hendasah, M.Si., memastikan proyek pematangan lahan Sekolah Rakyat (SR) di Kampung Baru Sampe, Desa Lebakmuncang, Kecamatan Ciwidey, berjalan sesuai target. Ia turun langsung ke lokasi untuk melakukan monitoring dan evaluasi (monev), Rabu (15/04/2026).

Langkah ini memperkuat pengawasan terhadap proyek senilai Rp6,2 miliar tersebut. Selain itu, pemerintah daerah ingin menjaga kesesuaian progres pekerjaan dengan rencana awal, baik dari sisi kualitas, waktu, maupun penggunaan anggaran.

Ningning menegaskan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan di lapangan. Ia juga mengingatkan pelaksana agar menjadikan timeline sebagai acuan utama.

“Kita monitoring langsung ke lapangan untuk melihat perkembangan pematangan lahan Sekolah Rakyat. Kita ingin semua berjalan sesuai rencana,” ujarnya.

Selanjutnya, ia menekankan bahwa Dinas Sosial tidak hanya fokus pada pembangunan fisik. Pihaknya mulai menyiapkan calon siswa yang akan menempati sekolah tersebut pada 2027.

“Dinas Sosial menyiapkan anak-anak yang akan belajar di sini. Karena itu, timeline pembangunan harus tepat agar semua tahapan berjalan sinkron,” katanya.

Di sisi lain, Ningning menjelaskan bahwa total lahan mencapai 7,6 hektare. Namun, tim pelaksana saat ini mengerjakan pematangan lahan seluas 5,5 hektare sebagai tahap awal.

Kemudian, ia memaparkan mekanisme rekrutmen siswa Sekolah Rakyat. Pemerintah memprioritaskan anak dari kelompok desil 1 dan 2, yaitu kategori miskin dan miskin ekstrem, termasuk anak putus sekolah.

Untuk memastikan ketepatan sasaran, Dinas Sosial menggandeng berbagai lembaga. Mereka bekerja sama dengan Sentra Bioso, Badan Pusat Statistik (BPS), serta Dinas Pendidikan. Selain itu, para pendamping sosial seperti PKH, TKSK, dan KPSM ikut terlibat dalam proses assessment.

“Kita memastikan siswa yang masuk benar-benar membutuhkan. Karena itu, kita lakukan assessment secara kolaboratif dan menyeluruh,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ningning menargetkan pematangan lahan rampung pada 24 Juni 2026. Oleh karena itu, seluruh pihak harus menjaga ritme kerja agar target tercapai.
Sementara itu, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas PUTR Kabupaten Bandung, Hanip Ahmad, menjelaskan kondisi terkini pekerjaan di lapangan. Ia menyebut progres fisik saat ini berada di kisaran 5 persen.

“Pekerjaan ini berupa pematangan lahan dengan metode cut and fill. Tim memotong bagian bukit dan mengisi area lereng. Secara teknis sederhana, tetapi kondisi lapangan cukup menantang,” jelasnya.

Namun demikian, Hanip mengakui cuaca menjadi kendala utama. Hujan yang turun pada siang hari kerap menghambat aktivitas pekerjaan.

Meski begitu, tim pelaksana tidak tinggal diam. Mereka terus melakukan percepatan untuk mengejar ketertinggalan progres.

“Kami terus berkoordinasi dengan kontraktor dan pengawas. Kami juga menyesuaikan metode kerja agar lebih efektif,” ujarnya.

Selain itu, tim menambah jumlah alat berat dan personel di lapangan. Saat ini, mereka mengoperasikan enam unit alat berat, terdiri dari dua excavator dan empat bulldozer.

Langkah tersebut diharapkan mampu menekan deviasi minus sekaligus mempercepat progres pekerjaan. Di samping itu, evaluasi rutin terus dilakukan agar setiap kendala cepat teratasi.

Pemerintah daerah menargetkan proyek ini selesai tepat waktu. Lebih jauh, Sekolah Rakyat diharapkan mampu membuka akses pendidikan yang setara bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Bandung.

Yans.

Kadinsos Hj.Ningning Hendasah Survey Langsung,Pastikan Pematangan Lahan SR Rp6,2 M di Ciwidey Berjalan Sesuai Target

Kab.Bandung – InfoNesia.me// Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bandung, Ir. Hj. Ningning Hendasah, M.Si., memastikan proyek pematangan lahan Sekolah Rakyat (SR) di Kampung Baru Sampe, Desa Lebakmuncang, Kecamatan Ciwidey, berjalan sesuai target. Ia turun langsung ke lokasi untuk melakukan monitoring dan evaluasi (monev), pada Rabu (15/04/2026).

Langkah ini memperkuat pengawasan terhadap proyek senilai Rp6,2 miliar tersebut. Selain itu, pemerintah daerah ingin menjaga kesesuaian progres pekerjaan dengan rencana awal, baik dari sisi kualitas, waktu, maupun penggunaan anggaran.

Ningning menegaskan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan di lapangan. Ia juga mengingatkan pelaksana agar menjadikan timeline sebagai acuan utama.

“Kita monitoring langsung ke lapangan untuk melihat perkembangan pematangan lahan Sekolah Rakyat. Kita ingin semua berjalan sesuai rencana,” ujarnya.

Selanjutnya, ia menekankan bahwa Dinas Sosial tidak hanya fokus pada pembangunan fisik. Pihaknya mulai menyiapkan calon siswa yang akan menempati sekolah tersebut pada 2027.

“Dinas Sosial menyiapkan anak-anak yang akan belajar di sini. Karena itu, timeline pembangunan harus tepat agar semua tahapan berjalan sinkron,” katanya.

Di sisi lain, Ningning menjelaskan bahwa total lahan mencapai 7,6 hektare. Namun, tim pelaksana saat ini mengerjakan pematangan lahan seluas 5,5 hektare sebagai tahap awal.

Kemudian, ia memaparkan mekanisme rekrutmen siswa Sekolah Rakyat. Pemerintah memprioritaskan anak dari kelompok desil 1 dan 2, yaitu kategori miskin dan miskin ekstrem, termasuk anak putus sekolah.

Untuk memastikan ketepatan sasaran, Dinas Sosial menggandeng berbagai lembaga. Mereka bekerja sama dengan Sentra Bioso, Badan Pusat Statistik (BPS), serta Dinas Pendidikan. Selain itu, para pendamping sosial seperti PKH, TKSK, dan KPSM ikut terlibat dalam proses assessment.

“Kita memastikan siswa yang masuk benar-benar membutuhkan. Karena itu, kita lakukan assessment secara kolaboratif dan menyeluruh,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ningning menargetkan pematangan lahan rampung pada 24 Juni 2026. Oleh karena itu, seluruh pihak harus menjaga ritme kerja agar target tercapai.
Sementara itu, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas PUTR Kabupaten Bandung, Hanip Ahmad, menjelaskan kondisi terkini pekerjaan di lapangan. Ia menyebut progres fisik saat ini berada di kisaran 5 persen.

“Pekerjaan ini berupa pematangan lahan dengan metode cut and fill. Tim memotong bagian bukit dan mengisi area lereng. Secara teknis sederhana, tetapi kondisi lapangan cukup menantang,” jelasnya.

Namun demikian, Hanip mengakui cuaca menjadi kendala utama. Hujan yang turun pada siang hari kerap menghambat aktivitas pekerjaan.

Meski begitu, tim pelaksana tidak tinggal diam. Mereka terus melakukan percepatan untuk mengejar ketertinggalan progres.

“Kami terus berkoordinasi dengan kontraktor dan pengawas. Kami juga menyesuaikan metode kerja agar lebih efektif,” ujarnya.

Selain itu, tim menambah jumlah alat berat dan personel di lapangan. Saat ini, mereka mengoperasikan enam unit alat berat, terdiri dari dua excavator dan empat bulldozer.

Langkah tersebut diharapkan mampu menekan deviasi minus sekaligus mempercepat progres pekerjaan. Di samping itu, evaluasi rutin terus dilakukan agar setiap kendala cepat teratasi.

Pemerintah daerah menargetkan proyek ini selesai tepat waktu. Lebih jauh, Sekolah Rakyat diharapkan mampu membuka akses pendidikan yang setara bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Bandung.

Yans.

Banjaran Berduka, Satu Remaja Tewas Terseret Banjir Air Bah di Banjaran

Kab.Bandung – YUTELNEWS.com// Banjaran berduka hujan deras yang
mengguyur wilayah Bandung selatan Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, pada Rabu (15/04/2026) sekitar pukul 15.30 WIB menyebabkan Sungai Cibanjaran meluap. Air bah melanda aliran sungai yang melintasi Kampung Girang Deukeut RW 09, Desa Banjaran Kulon,memakibatkan memakan korban jiwa.

Peristiwa naas itu bermula ketika tembok penahan di sekitar sungai ambruk terseret arus yang sangat deras. Akibatnya, seorang remaja perempuan yang sedang melintas di lokasi tersebut terperosok dan terseret arus sungai.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban yang meninggal dunia diketahui bernama Ginisa Lintang Sari (18), siswi kelas XII SMAN 1 Banjaran dan merupakan warga setempat RT 01 RW 09.

“Saat itu korban lagi melintas, tiba -tiba temboknya ambruk. Korban terjengkit dan terbawa arus,” ujar Rian, salah satu saksi mata yang juga berupaya menolong.

Dalam insiden tersebut, total terdapat enam orang yang terseret arus sungai. Beruntung, lima orang di antaranya berhasil diselamatkan oleh warga yang langsung mencebur ke sungai meski sempat hanyut. Namun, nyawa Ginisa tidak dapat tertolong.

“Ada enam orang yang terbawa arus. Satu orang meninggal dunia dan lima lainnya berhasil selamat,” jelas Kepala Desa Ciapus, Usep Suhendar.

Jenazah korban akhirnya ditemukan di aliran sungai yang melintasi Kampung Cipaku, Desa Tarajusari. Warga kemudian melakukan evakuasi dan memulangkan jenazah ke rumah duka di Kampung Girang Deukeut.

Berikut adalah daftar enam orang yang terseret arus :

1. Indra – Selamat
2. Ja A – Selamat
3. Wildan – Selamat
4. Ersih (Ayah korban) – Selamat
5. Pak Agus -Selamat
6. Ginisa Lintang Sari – Meninggal dunia

Aparat dari Pemerintah Desa Banjaran, Desa Ciapus, serta Tim Satgas BPBD Kecamatan Banjaran telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan penanganan korban.

Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar aliran sungai, terutama saat cuaca buruk dan hujan deras yang berpotensi menyebabkan banjir bandang atau luapan air.

Yans.

Kang DS Pantau Langsung Banjir Rancaekek, Pastikan Warga Terdampak Terlayani dengan Baik

Kab.Bandung – YUTELNEWS.com// Bupati Bandung Dr H.M Dadang Supriatna turun langsung ke lokasi banjir di Desa Sukamanah, Kecamatan Rancaekek, untuk memantau kondisi warga terdampak sekaligus memastikan kesiapan dapur umum dan tim tanggap darurat yang siaga di lapangan.

Bupati Bandung Dadang Supriatna meninjau langsung dapur umum sekaligus memantau kondisi banjir di halaman Desa Sukamanah, Jalan Yasaadi Kecamatan Rancaekek, Rabu (15/4/2026).

Di lokasi, bupati yang akrab disapa Kang Dadang Supriatna (KDS) ini memastikan pelayanan bagi warga berjalan optimal. Selain itu, tim kesehatan tetap siaga untuk melayani masyarakat terdampak.

Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam respons cepat menangani dampak cuaca ekstrem yang masih berlangsung, sekaligus memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi.

KDS menegaskan kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi berlanjut hingga akhir April. Ia merujuk pada prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menunjukkan intensitas hujan masih tinggi.

“Saya sudah mengingatkan ASN saat apel pagi bulan April bahwa kondisi ekstrem belum berakhir. BMKG juga memprediksi situasi ini berlangsung hingga akhir April,” ujar KDS

Karena itu, ia meminta masyarakat Kabupaten Bandung meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi. Dalam sepekan terakhir, banjir menggenangi 13 kecamatan. Selain itu, angin puting beliung juga melanda sejumlah wilayah.

Lebih lanjut, KDS mengungkapkan hasil survei lapangan menunjukkan kerusakan cukup signifikan. “Kami mencatat sekitar 65 rumah mengalami kerusakan akibat puting beliung, sehingga perlu segera diperbaiki,” sebutnya.

Selanjutnya, Pemkab Bandung menggelar rapat bersama tujuh kecamatan untuk membentuk tim pentahelix. Tim ini mengintegrasikan peran pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media agar penanganan bencana berjalan lebih efektif.

Di sisi lain, Dadang menyampaikan bahwa Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan meninjau sejumlah titik rawan. Lokasi seperti Panyadap dan Bojong menjadi prioritas karena sering mengalami jebolnya tanggul sungai.

“Kami terus berkoordinasi dengan BNPB dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar penanganan berjalan maksimal dan tepat sasaran,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sukamanah Dede Rahim mengapresiasi dukungan berbagai pihak. Ia menilai bantuan relawan dan pemerintah sangat membantu warga dalam menghadapi situasi darurat.

“Kami berterima kasih kepada Bapak Bupati Bandung yang sudah meninjau lokasi banjir di wilayah kami, juga kepada para relawan, pemerintah kabupaten, dan provinsi yang sudah memberikan bantuan. Kami juga terus menyiapkan dapur umum untuk warga,” ujar Dede.(*)

Yans.

Kang DS Sambut Program BSPS dan KUR Perumahan, 1.200 Rutilahu Kabupaten Bandung Segera Dibedah Tahun Ini

Kqb.Bandung – YUTELNEWS.com// Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meluncurkan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah se-Jawa Barat, yang digelar di SMAN 1 Katapang Kabupaten Bandung, Senin 13 April 2026.

Program BSPS ini ditujukan bagi calon penerima bantuan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) serta untuk memperbaiki rumah tidak layak huni (Rutilahu) menjadi layak huni.

Pada kunjungan kerja Menteri PKP itu juga sekaligus diluncurkan Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan dan Sosialiasi Rumah Subsidi, serta Gerakan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Melawan Rentenir bersama Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal.

Pada kesempatan tersebut Bupati Bandung Dadang Supriatna kepada Menteri PKP Maruarar Sirait mengakui masih adanya rentenir yang berkeliaran di lingkungan warga untuk menawarkan kredit atau pinjaman kepada masyarakat.

“Masih ada rentenir atau bank emok di Kabupaten Bandung. Kalau pinjam uang bunganya bisa mencapai 20 sampai 30 persen setiap bulannya atau setahun 200 persenan,” ungkap KDS menjawab pertanyaan menteri. 

Selain itu, bupati Kang Dadang Supriatna (KDS) juga menyampaikan aspirasi masyarakat kepada Menteri PKP, bahwa salah satu kendala untuk penyerapan kredit usaha rakyat di Bank Bjb maupun BPR Kerta Raharja Kabupaten Bandung yaitu adanya pemberlakukan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai salah satu syarat pencairan kredit.

“Izin menyampaikan keluhan masyarakat Pak Menteri dalam mengakses KUR itu mereka selalu terkendala dengan BI Checking atau SLIK,” ujar KDS.

Akibatnya, pada tahun 2025, akses masyarkat tehadap KUR perbankan di Kabupaten Bandung tercatat hanya mencapai Rp30 miliar.

Menanggapi hal ini Menteri Maruarar Sirait yang akrab disapa Bang Ara ini ini menjawab untuk pengajuan KUR di bawah Rp1 juta, OJK sudah tidak lagi memberlakukan SLIK.

Lebih dari itu, dalam Program KUR Perumahan dari Presiden Prabowo, dengan bunga yang ditetapkan 0,5 persen per bulan atau hanya 6 persen pertahun. “Bahkan akses KUR Perumahan di bawah Rp100 juta itu bisa tanpa agunan atau jaminan,” imbuh Ara. 

Program kredit perumahan tersebut saah satunya merupakan hasil kolaborasi antara PT PNM dan PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) yang menghadirkan program pembiayaan mikro perumahan (HOME) untuk memberikan akses hunian terjangkau bagi nasabah PNM Mekaar dan karyawan.

Dengan Program KUR ini, kata Ara, diharapkan bisa menekan keberadaan rentenir di Kabupaten Bandung. “Program KUR Perumahan ini guna melawan rentenir dan meningkatkan kesejahteraan. Kita bikin program pinjaman yang lebih mudah, lebih murah, lebih cepat cairnya bagi rakyat kita, sehingga keberadaan rentenir bisa ditekan,” tandasnya.

Sementara itu Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menyebut kuota Kabupaten Bandung dalam program bedah rutilahu atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebanyak 1.200 unit rutilahu untuk tahun 2026.

“Kami akan segera ground breaking untuk bedah 1.200 unit rutilahu ini di Kabupaten Bandung,” ujar Cucun. 

Secara nasional sepanjang tahun 2025, kata dia, telah diperbaiki 180.000 unit rutilahu di 220 kabupaten/kota se-Indonesia. Namun untuk tahun ini naik tiga kali lipat menjadi 430.000 unit rutilahu, sehingga dapat lebih menjangkau 514 kabupaten/kota di Indonesia.

“Kami DPR RI merasa bangga dan mengapresiasi atas kinerja Kementerian PKP dan siap mengawal program-program unggulannya Pak Menteri PKP,” ucap Cucun.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) mengimbau kepada calon pengantin untuk mulai mengubah alokasi anggaran untuk pesta pernikahan diganti dengan membeli rumah.

“Saya mengajak kepada semua Gen-Z, ketika mau menikah, daripada uangnya untuk pesta pernikahan lebih baik diganti untuk uang muka beli rumah walaupun nyicil,” serunya.

Untuk itu pihaknya berterima kasih kepada Menteri PKP yang sudah menawarkan program subsidi perumahan berupa KUR dengan bunga sangat rendah dan Program BSPS untuk perbaikan ribuan rutilahu di Jawa Barat.

“Selain itu juga minggu depan Pemprov Jabar sendiri akan meluncurkan aplikasi Imah Aing bagi rakyat Jawa Barat untuk rehab rutilahu,” kata KDM.

Kedua, ada program subsidi perumahan berupa KUR perumahan , dan yang ketiga, rencana pembangunan perumahan apartement.

“Jadi, setiap kawasan industri di Jawa Barat itu wajib menyediakan apartement untuk karyawan ke depannya,” tandas KDM.(*)

Yans.

Persetujuan Pencabutan Perda dan Rekomendasi LKPJ di DPRD Kota Payakumbuh

KOTA PAYAKUMBUH, YUTELNEWS.COM – DPRD Kota Payakumbuh menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang pencabutan Perda Nomor 2 Tahun 2018 mengenai Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) 2018–2038 dalam rapat paripurna yang digelar di ruang sidang DPRD setempat, Senin (13/04/2026).

Tujuh Fraksi menyetujui Ranperda tentang Pencabutan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2018 tentang RDTR Kota Payakumbuh 2018–2038 dapat disahkan dan disetujui menjadi Perda Kota Payakumbuh,” kata Wakil Ketua DPRD, Hurisna Jamhur.

Ia menjelaskan, dari empat ranperda yang telah disampaikan pendapat akhir fraksi hanya ranperda terkait tata ruang yang dapat langsung diputuskan dalam rapat paripurna tersebut.

Hal ini mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengharuskan ranperda tertentu melalui tahapan evaluasi oleh gubernur.

Hurisna mengatakan, ranperda yang berkaitan dengan tata ruang termasuk dalam kategori yang harus dievaluasi setelah pengambilan keputusan di tingkat DPRD,” kata Hurisna.

Oleh karena itu, ranperda pencabutan perda RDTR tersebut selanjutnya akan disampaikan kepada Gubernur Sumatera Barat untuk proses evaluasi.

Sementara itu, tiga ranperda lainnya akan terlebih dahulu melalui tahapan fasilitasi oleh gubernur sebelum dijadwalkan kembali untuk pengambilan keputusan di DPRD.

Setelah keluar hasil fasilitasi gubernur barulah kita jadwalkan kembali untuk pengambilan keputusan terhadap ketiga ranperda tersebut,” ujarnya.

Dalam rapat yang sama, DPRD Kota Payakumbuh juga menyampaikan rekomendasi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Payakumbuh Tahun 2025.

Hurisna menegaskan, pembahasan LKPJ telah melalui serangkaian tahapan sesuai mekanisme yang berlaku,” tegasnya.

Ia merinci, proses pembahasan dimulai dari pembentukan panitia khusus (pansus), dilanjutkan dengan rapat kerja bersama organisasi perangkat daerah.

Pansus kemudian menyusun laporan dan rekomendasi pada 10 April 2026, yang dilanjutkan dengan rapat paripurna internal pada hari yang sama.

Hari ini kita sampai pada tahapan akhir yaitu penyampaian rekomendasi DPRD terhadap LKPJ Wali Kota Payakumbuh Tahun 2025,” tutupnya.

Sementara itu Walikota Payakumbuh Zulmaeta mengatakan, pemerintah daerah akan segera menindaklanjuti seluruh catatan tersebut melalui perangkat daerah terkait,” kata Zulmaeta.

Terima kasih kami sampaikan atas seluruh masukan dan saran yang telah dituangkan dalam rekomendasi terhadap LKPJ Tahun 2025.

Insyaa Allah akan kami tindaklanjuti dan menjadi bahan perbaikan pada penyelenggaraan pemerintahan ke depan,” pungkasnya.

(*)

(MD)

PT Kina Balu Perkasa Abaikan Surat Somasi, Pengacara Lintas Nila Hermawati S.H Layangkan Somasi Ke 2

Pelalawanyutelnews.com ||
PT Kina Balu Perkasa, perusahaan perkebunan sawit di kiab jaya kembali menunjukkan sikap tidak kooperatif dengan mengabaikan surat somasi yang dikirimkan oleh pengacara lintas Njla Hermawati S.H . Surat somasi tersebut terkait meminta pertanggungjawaban pihak perusahaan PT Kina Balu Perkasa akibat hama kumbang tanduk ( Oryctes rhinoceros ) yang menyerang pohon kelapa sawit milik warga , yang mana diduga disebabkan oleh aktivitas perusahaan, ketika pihak perusahaan melakukan replanting ( peremajaan ) kelapa sawit dengan cara di rajang ( chipping ) Jum’at 10/04/2026.

“PT Kina Balu Perkasa seolah-olah tidak peduli dengan hak-hak masyarakat dan mengabaikan somasi dari pengacara lintas Nila Hermawati S.H , dimana surat somasi dari pengacara lintas Nila Hermawati S.H di telah diterima oleh pihak perusahaan PT Kina Balu Perkasa melalui Firman Sihotang selaku Mandor PT Kina Balu Perkasa Selasa 07 April 2026 pukul 19.08 wib.

Kami mendesak agar pihak perusahaan untuk segera merespons surat somasi yang telah diterima oleh pihak perusahaan PT Kina Balu Perkasa,” ujar Nila Hermawati S.H, pengacara lintas.

Nila Hermawati S.H juga mendesak pemerintah untuk mengambil aksi tegas terhadap PT Kina Balu Perkasa jika perusahaan tersebut terbukti merugikan masyarakat.

Nila Hermawati S.H mengatakan kepada awak media akan layangkan Somasi ke 2 dalam waktu dekat ini, karena masyarakat sangat berharap pimpinan perusahaan PT Kina Balu Perkasa ( Yoko ) agar dapat hadir di tengah tengah masyarakat di saat mediasi nantinya di kantor saya ” tambahnya.

Ketika tim awak media mengkonfirmasi pimpinan perusahaan PT Kina Balu Perkasa Yoko melalui via WhatsApp Terkait mediasi bersama masyarakat namun tidak respon hingga berita ini terbit.|| TIM

Camat Dayeuhkolot Drs Asep Suryadi M.K.P, Kolaborasi Bersama Pentahelix dan Prima Angkat Sampah Penyebab Banjir di Sukabirus

Bandung – YUTELNEWS.com// Pemerintah Kecamatan Dayeuhkolot kembali melakukan aksi nyata penanganan banjir dengan melaksanakan pembersihan sampahndi saluran Sungai Cigede di kawasan Jembatan Sukabirus desa citeurep, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung. Kegiatan ini melibatkan unsur Forkopimcam, relawan, serta kolaborasi aktif dari komunitas Pentahelix bersama Prima. pada Jumat (10/04/2026).

Aksi ini dilakukan sebagai respons cepat terhadap kondisi aksi rutin saat debit air meningkat, di mana sampah terbawa arus dari aliran kota Bandung, kemudian tersangkut di badan jembatan sukabirus hingga menumpuk sampah dan menghambat aliran air. Akibatnya, air meluap dan menggenangi permukiman warga di wilayah hilir, khususnya kampung lamajang desa citeurep.

Dalam kegiatan tersebut, petugas dan relawan terlihat kompak dan langsung mengangkat tumpukan sampah yang menggunung di bawah Jembatan Sukabirus, yang selama ini menjadi salah satu titik krusial penyebab meluapnya air ke permukiman warga.

Camat Dayeuhkolot, Drs Asep Supriadi M.K.P, menyqmpaikan bahwa kegiatan ini bukan kali pertama yang dilakukan, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan dalam mengantisipasi banjir di wilayah kecamatan dayeuhkolot.

“Hari ini kita kembali melaksanakan pembersihan sampah aliran Sungai Cigede di Jembatan Sukabirus. Setiap debit air naik, sampah selalu terbawa dan tersangkut di jembatan hingga menggunung. Bahkan, tumpukan sampah yang kita angkat hari ini terbukti menjadi penyumbat utama aliran air, sehingga saat hujan deras air langsung meluap dan dampak banjir ke permukiman warga,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, respons cepat menjadi kunci utama dalam mencegah dampak yang lebih besar.
“Setiap volume air meningkat, kita harus bergerak cepat agar sampah tidak sempat tertahan. Kami juga berkolaborasi dengan unsur Forkopimcam dan mengapresiasi peran aktif Pentahelix bersama Prima yang selalu hadir dalam penanganan banjir. Terima kasih atas kerja sama semua pihak sehingga kegiatan ini dapat berjalan lancar,” tambahnya.

Lebih lanjut, Camat Drs Asep juga menyampaikan dan menghimbau dengan tegas kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, khususnya ke aliran sungai.

“Kami mengajak seluruh masyarakat yang peduli lingkungan untuk tidak membuang sampah ke sungai. Karena faktanya, kami di wilayah hilir seperti Dayeuhkolot selalu menerima kiriman sampah dari hulu. Dampaknya, saat hujan deras dan air besar, banjir tidak terhindarkan,” tegasnya.

Ia juga mendorong masyarakat untuk mulai mengelola sampah secara mandiri dan produktif di lingkungan masing-masing.

“Sampah seharusnya bisa dikelola bersama melalui musyawarah warga. Bisa dimanfaatkan menjadi kompos, pupuk, biogas, bahkan energi alternatif sesuai kondisi lingkungan. Ini bisa menjadi sumber ekonomi, bukan justru menjadi sumber masalah seperti yang kami alami saat ini,” jelasnya.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kesadaran kolektif masyarakat semakin meningkat, sehingga permasalahan banjir akibat sampah dapat ditekan secara signifikan melalui kolaborasi semua pihak,” pungkasnya.

 

Yans.

Mahasiswa Kabupaten Semarang Menggelar Konsolidasi, Desak Penertiban Wisata Tak Berizin dan Tambang Ilegal

KABUPATEN SEMARANG –  YUTELNEWS.COM || Gelombang desakan terhadap pemerintah daerah menguat. Ratusan mahasiswa dari berbagai organisasi di Kabupaten Semarang berkumpul dalam satu barisan, menuntut ketegasan terhadap maraknya aktivitas wisata tanpa izin serta praktik tambang ilegal yang dinilai kian meresahkan.

Aksi konsolidasi itu dipusatkan di kampus Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman GUPPI, Rabu (8/4). Sejak siang, halaman kampus dipadati mahasiswa yang datang membawa tuntutan serupa: penegakan aturan dan perlindungan lingkungan.

Kegiatan ini dimotori oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNDARIS dan diikuti perwakilan organisasi mahasiswa lintas kampus serta komunitas kepemudaan di wilayah Kabupaten Semarang. Kehadiran para pimpinan organisasi memperlihatkan adanya konsolidasi yang terstruktur dalam merespons isu yang mereka anggap mendesak.

Dalam orasi yang disampaikan secara bergantian, mahasiswa menyoroti dua persoalan utama, yakni menjamurnya destinasi wisata yang beroperasi tanpa izin resmi serta aktivitas tambang galian C ilegal di sejumlah titik.

Presiden BEM UNDARIS dalam pernyataannya menegaskan, keberadaan usaha wisata tak berizin tidak hanya melanggar tata ruang, tetapi juga berpotensi merugikan keuangan daerah. “Ada indikasi kebocoran pendapatan daerah karena aktivitas usaha yang tidak tercatat secara resmi,” ujarnya di hadapan massa.

Selain itu, mahasiswa juga menuntut penindakan tegas terhadap praktik pertambangan ilegal yang dinilai telah merusak lingkungan, terutama di kawasan lereng perbukitan. Aktivitas tersebut disebut berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem dan mengancam sumber air bersih masyarakat sekitar.

Tuntutan tersebut ditujukan langsung kepada Bupati Semarang, Ngesti Nugraha. Mahasiswa mendesak pemerintah daerah untuk membuka data perizinan secara transparan kepada publik guna mencegah adanya praktik penyimpangan dalam proses perizinan usaha.

Pemilihan kampus sebagai lokasi aksi bukan tanpa alasan. Bagi mahasiswa, ruang akademik harus menjadi pusat lahirnya kritik berbasis data. Sejumlah perwakilan organisasi mengklaim telah melakukan kajian lapangan terkait dampak aktivitas tambang terhadap lingkungan dan kehidupan warga.

“Kami tidak sekadar menyuarakan aspirasi, tetapi membawa hasil kajian. Jika tidak ada langkah konkret dari pemerintah daerah, aksi ini akan kami lanjutkan ke tingkat yang lebih luas,” ujar salah satu koordinator aksi dalam mimbar bebas.

Hingga sore hari, massa masih bertahan di lokasi dengan menggelar diskusi terbuka. Mereka menyatakan komitmen untuk terus mengawal isu tersebut hingga pemerintah daerah mengambil langkah nyata, termasuk penertiban dan penutupan aktivitas usaha yang tidak memiliki izin resmi.

Aksi ini menjadi penanda meningkatnya perhatian kalangan mahasiswa terhadap isu tata kelola lingkungan dan transparansi pemerintahan di daerah. Desakan yang menguat dari kalangan akademisi diharapkan dapat menjadi alarm bagi pemerintah untuk segera mengambil tindakan yang terukur dan berpihak pada kepentingan publik.

M. Efendi

Bedas Pisan! Acep Koswara Menangkan Pemilihan Kepala Desa PAW Desa Cangkuang Kulon.

Kab.Bandung – YUTELNEWS.com// Kemenangan gemilang diraih oleh Acep Koswara dalam pemilihan kepala desa Antar Waktu (PAW) Desa Cangkuang Kulon, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung. Hasil penghitungan suara menunjukkan kemenangan yang sangat telak dan meyakinkan.pada rabu 08/04/2026.

Dengan perolehan suara yang jauh di atas kandidat lain, Acep Koswara resmi terpilih menjadi kepala desa PAW desa cangkuangkulon yang baru. Kemenangan ini mencerminkan kepercayaan yang sangat besar dari masyarakat dan seluruh elemen yang terlibat dalam proses pemilihan tersebut.

“Bedas pisan!” ujar warga menyambut kemenangan ini, menandakan bahwa sosok Acep Koswara dinilai tepat dan sangat layak untuk mengemban amanah tersebut.

Diharapkan dengan terpilihnya Acep Koswara, pengawasan di Desa Cangkuang Kulon dapat berjalan lebih maksimal, transparan, dan memberikan manfaat yang besar bagi kemajuan desa dan masyarakat Desa cangkulon Kulon.

 

Yans.

Sorotan Anggaran Perumda Tirtanadi Sumut, Disebut Hanya Kesalahan Administrasi

MedanYutelnews.com ||
media menyorotin adanya dugaan permasalahan dalam pengelolaan anggaran di tubuh Perumda tirtanadi sumatera utara, khususnya pada pos anggaran operasional dewan pengawas (dewas) yang nilainya mencapai miliaran rupiah.

Dalam pemberitaan tersebut, disebutkan bahwa anggaran operasional pengawasan yang cukup besar menuai pertanyaan publik karena dinilai tidak sebanding dengan hasil pengawasan di lapangan, beberapa pihak bahkan sempat menduga adanya ketidaksesuaian dalam penggunaan anggaran tersebut,namun demikian, berdasarkan penjelasan dan klarifikasi yang berkembang, permasalahan tersebut ditegaskan bukan merupakan tindak pidana korupsi, melainkan lebih kepada kesalahan administrasi dalam pengelolaan dan pelaporan anggaran.

Telah di tindak lanjuti sesuai rekomendasi bpk,pihak perumda tirtanadi sumut juga menyampaikan bahwa seluruh temuan yang berkaitan dengan pengelolaan anggaran telah ditindaklanjuti sesuai hasil monitoring dan rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (bpk) wilayah 1 sumatera utara.

Langkah yang telah dilakukan antara lain: perbaikan sistem administrasi dan pelaporan keuangan penyempurnaan dokumen pertanggungjawaban
koordinasi langsung dengan pihak bpk dalam proses monitoring dengan tindak lanjut tersebut, pihak perusahaan memastikan bahwa setiap kekurangan administratif telah diperbaiki sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Meski telah diklarifikasi sebagai persoalan administrasi, isu ini tetap menjadi perhatian masyarakat,Hal ini tidak terlepas dari masih adanya keluhan terkait pelayanan air bersih di sejumlah wilayah di sumatera utara,sejumlah pengamat menilai bahwa transparansi dan akuntabilitas harus terus ditingkatkan agar tidak menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.

sorotan terhadap anggaran di perumda tirtanadi menunjukkan pentingnya tata kelola yang transparan dalam badan usaha milik daerah,meski telah ditegaskan sebagai kesalahan administrasi dan bukan tindak pidana, langkah perbaikan yang dilakukan tetap harus diawasi agar tidak terulang di masa mendatang.

(Redaksi Rizal hsb)

Ketua DPRD Wirman Putra Pimpin Rapat Paripurna Penyampaian Nota Penjelasan Walikota LKPj Tahun Anggaran 2025 di Payakumbuh

PAYAKUMBUH, YUTELNEWS.COM —Ketua DPRD Kota Payakumbuh, Wirman Putra, memimpin rapat paripurna penyampaian Nota Penjelasan Wali Kota terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Tahun Anggaran 2025, yang disampaikan oleh Sekretaris Daerah Rida Ananda, Selasa (31/03/2026).

Kami mengapresiasi penyampaian nota pengantar LKPj Wali Kota Payakumbuh Tahun 2025. Ini merupakan bagian penting dalam mekanisme akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan daerah,” kata Wirman Putra.

Ia menegaskan, DPRD akan menindaklanjuti penyampaian LKPj tersebut melalui pembahasan bersama sesuai tata tertib yang berlaku guna menghasilkan rekomendasi yang konstruktif bagi perbaikan kinerja pemerintah daerah.

Menurut Wirman, penyampaian LKPj merupakan amanat peraturan perundang-undangan yang harus dimaknai sebagai evaluasi terhadap capaian program dan kegiatan selama satu tahun anggaran.

LKPj ini bukan sekadar laporan, tetapi menjadi bahan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan kebijakan program dan penggunaan anggaran oleh pemerintah daerah,” ujarnya.

Ia juga menyoroti sejumlah capaian yang disampaikan dalam rapat tersebut di antaranya realisasi pendapatan daerah yang melampaui target, yakni sebesar Rp782,43 miliar atau 102,57 persen dari target yang ditetapkan.

Meski demikian, DPRD tetap akan mencermati secara detail aspek belanja daerah yang terealisasi sebesar Rp765,45 miliar atau 89,95 persen dari target termasuk efektivitas program yang dijalankan dalam berbagai urusan pemerintahan.

“Kami akan melihat sejauh mana realisasi anggaran tersebut berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat terutama pada sektor pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur,” kata Wirman.

Selain itu, DPRD juga akan mengevaluasi pelaksanaan urusan wajib dan urusan pilihan yang telah dijalankan Pemerintah Kota Payakumbuh termasuk fungsi penunjang pemerintahan.

Wirman menekankan, pembahasan LKPj akan dilakukan secara komprehensif melalui alat kelengkapan DPRD sebelum menghasilkan rekomendasi resmi,” ucapnya.

Kami berharap pembahasan ini dapat melahirkan rekomendasi yang tajam, terukur dan dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik ke depan,” ujarnya.

Ia menambahkan sinergi antara DPRD dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel,” ujarnya.

“Pada akhirnya, tujuan kita sama yakni memastikan setiap kebijakan dan anggaran benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Payakumbuh,” pungkasnya.

(Hms DPRD Payakumbuh)

(MD)

5 Bulan Pascabanjir Cisolok: Warga Masih di Tenda, Pemerintah Didesak Beri Kepastian.

YUTELNEWS.COMSUKABUMI. Lima bulan setelah banjir bandang menerjang Kampung Tugu, Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, kondisi para korban belum sepenuhnya pulih.

Sejumlah warga dilaporkan masih bertahan di tenda darurat, menunggu realisasi bantuan yang sempat dijanjikan.

Situasi ini memicu kekecewaan di tengah masyarakat. Harapan untuk segera mendapatkan hunian layak dan kehidupan normal belum juga terwujud.

ER (43), warga Kampung Citugu RT 01 RW 01, menyampaikan bahwa hingga kini belum ada kejelasan terkait bantuan perbaikan rumah.

“Kami sudah menunggu cukup lama. Sebagian warga masih tinggal di tenda. Kami berharap ada kepastian dari pemerintah soal perbaikan rumah yang dulu dijanjikan,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

Selain persoalan hunian, warga juga menyoroti data penerima bantuan yang dinilai belum transparan.

Pendataan bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sukabumi disebut masih menyisakan tanda tanya di kalangan masyarakat.

“Ada yang didata, tapi kami belum tahu realisasinya seperti apa. Kami berharap bantuan benar-benar tepat sasaran,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, pihak pemerintah daerah diharapkan segera memberikan penjelasan terbuka kepada publik.

Transparansi dan percepatan penanganan dinilai menjadi kunci untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat.

Di sisi lain, dalam beberapa kesempatan sebelumnya, pemerintah daerah menyatakan bahwa proses penanganan pascabencana membutuhkan waktu, terutama terkait verifikasi data, penganggaran, serta mekanisme distribusi bantuan agar tepat sasaran.

Namun demikian, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa sebagian warga masih berada dalam situasi rentan. Oleh karena itu, langkah konkret dan terukur sangat dinantikan.

Pengamat kebijakan publik menilai, komunikasi yang terbuka dan realisasi yang tepat waktu menjadi faktor penting dalam penanganan pascabencana.

“Pemerintah perlu memastikan bahwa setiap janji yang disampaikan memiliki kejelasan waktu dan mekanisme. Jika tidak, maka akan memicu ketidakpercayaan di masyarakat,” ujarnya.

Kini, warga berharap pemerintah Kabupaten Sukabumi segera mengambil langkah nyata, tidak hanya dalam bentuk pernyataan, tetapi juga aksi yang dirasakan langsung oleh masyarakat terdampak.
Kondisi di Cisolok menjadi pengingat bahwa penanganan bencana tidak berhenti saat air surut.

Justru, fase pemulihan adalah ujian sesungguhnya bagi kehadiran negara di tengah rakyatnya.

Wowo / YB.

Calon Paw Cangkuang Kulon No. Urut 2 Acep Koswara : Siap Wujudkan Tata Kelola Baik dan Penguatan Ekonomi Untuk Kesejahtraan Masyarakat.

Bandung –YUTELNEWS.com// Calon Pamong Wilayah (Paw) Desa Cangkuang Kulon nomor urut 2, Acep Koswara menyatakan kesiapannya untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang lebih baik serta memperkuat ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal jika terpilih nanti. Hal ini disampaikannya dalam rangkaian kegiatan rapat penutupan hasil kampanye yang digelar di kantor bumdes desa setempat. pada 04/04/2026,malam.

Acep Koswara, yang hadir bersama para calon Paw lainnya, menegaskan bahwa visi dan misinya berfokus pada peningkatan kualitas tata kelola dan pengembangan ekonomi desa. “Kami menyadari bahwa kemajuan sebuah desa dimulai dari tata kelola yang transparan, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan warga. Selain itu, kami juga akan berfokus pada penguatan ekonomi masyarakat dengan memaksimalkan potensi yang ada di wilayah desa Cangkuang Kulon,” ujar Acep.

Lebih lanjut, Acep Koswara pun menjelaskan bahwa penguatan ekonomi masyarakat akan dilakukan dengan cara mengidentifikasi dan mengembangkan potensi unggulan desa, baik di sektor pertanian, perkebunan, kerajinan tangan, maupun sektor lainnya yang memiliki nilai ekonomis. “Kami akan berupaya memberikan dukungan, baik berupa pelatihan, pendampingan, maupun akses pasar bagi produk-produk unggulan warga. Tujuannya adalah agar ekonomi masyarakat dapat tumbuh dan kesejahteraan warga semakin meningkat,” tambahnya.

Acep Koswara juga menyampaikan apresiasinya terhadap seluruh rangkaian kampanye yang telah berlangsung. Menurutnya, momen ini bukan hanya ajang sosialisasi program, tetapi juga sarana untuk mendengar langsung aspirasi dan harapan masyarakat. “Terima kasih atas sambutan dan dukungan yang diberikan oleh warga desa Cangkuang Kulon. Hasil kampanye ini akan menjadi landasan bagi kami untuk terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dan mewujudkan program-program yang bermanfaat bagi kemajuan desa,” pungkasnya.

Rapat penutupan hasil kampanye ini sendiri berjalan lancar dengan dihadiri oleh H Zaenudin selaku Ketua Panitia desa Cangkuang kulon Paw, seluruh calon Paw, Panwas dari kecamatan dayeuhkolot, ketua Bpd, perwakilan pemerintah desa, tokoh masyarakat serta perwakilan masyarakat. Acara ditutup dengan doa bersama dan harapan agar seluruh proses selanjutnya dapat berjalan transparan dan sesuai harapan warga.

 

Yans.

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.