Kejar Target Perekaman Penduduk 100 Persen, Mendagri Minta Ditjen Dukcapil Lebih Agresif

Jakarta – YUTELNEW com || Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta jajaran Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) agar lebih agresif dalam mempercepat perekaman data kependudukan. Pasalnya, tingkat perekaman saat ini baru mencapai 97 persen dari total penduduk Indonesia, sehingga perlu ditingkatkan.

“Harapan kita yang bisa terdata ya idealnya impian kita 100 persen warga negara Indonesia dan siapa pun yang tinggal di Indonesia dia terdata dalam server kita, itu target kita,” ujarnya pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kependudukan dan Pencatatan Sipil dengan Lembaga Pengguna 2025 di Pullman Jakarta Central Park, Selasa (9/12/2025).

Mendagri meminta jajaran Dukcapil menyusun program yang dapat mendorong percepatan pendataan dengan lebih agresif. Ia menegaskan agar seluruh Dinas Dukcapil kabupaten/kota menerapkan pendekatan jemput bola, terutama bagi kelompok masyarakat yang sulit dijangkau. “Saya ingin agar lebih agresif untuk mengidentifikasi warga negara atau non-warga negara yang tinggal di Indonesia untuk mendaftar,” ujarnya.

Menurutnya, kelompok masyarakat adat di pedalaman, masyarakat prasejahtera, hingga tunawisma yang tidak memiliki domisili harus menjadi sasaran prioritas. Ia mengingatkan bahwa undang-undang menjamin pelindungan bagi seluruh masyarakat, termasuk mereka yang tergolong prasejahtera.

Mendagri juga menyoroti persoalan Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri yang kesulitan memperpanjang dokumen kependudukan karena harus pulang ke Indonesia. Ia mengapresiasi kerja sama Dukcapil dengan perwakilan Republik Indonesia di berbagai negara untuk mempermudah layanan bagi diaspora.

“Sedih kadang-kadang kalau misalnya mereka untuk memperpanjang KTP-nya, mereka harus pulang ke Indonesia. Berapa biayanya?” ujar Mendagri.

Selain itu, Mendagri menekankan pentingnya penguatan infrastruktur teknologi informasi Dukcapil, meliputi server, storage, bandwidth, hingga keamanan siber. “Tolong perkuat betul selain tata kelola adalah infrastruktur IT-nya,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa data kependudukan merupakan aset strategis negara yang perlu dilindungi. Data tersebut telah dimanfaatkan oleh berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta, dan menjadi basis penyusunan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sehingga penyaluran bantuan sosial dapat lebih tepat sasaran.

Di sisi lain, Mendagri juga memerintahkan jajaran Dukcapil untuk bergerak cepat memberikan layanan administrasi kependudukan (adminduk) bagi korban banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ia memastikan masyarakat terdampak sangat membutuhkan layanan tersebut. Mendagri juga telah menginstruksikan Ditjen Dukcapil untuk segera menurunkan tim ke daerah bencana guna memberikan pelayanan langsung.

Turut hadir dalam Rakornas tersebut Direktur Jenderal (Dirjen) Dukcapil Kemendagri Teguh Setyabudi, perwakilan Bank Dunia Jonathan Marskell, Kepala Dinas Dukcapil se-Jabodetabek, serta pejabat terkait lainnya.

Puspen Kemendagri

Yans

Wamendagri Ribka Haluk Terima Penghargaan Tokoh Percepatan Pembangunan Papua

Jakarta – YUTELNEWS com|| Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) sekaligus Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus (Otsus) Papua Ribka Haluk menerima penghargaan Papua Special Autonomy Development Accelerator pada ajang Big 40 Awards yang digelar di Hotel Raffles Jakarta, Senin (8/12/2025). Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kiprah dan kontribusi Ribka dalam mendorong percepatan pembangunan di wilayah Papua.

Dalam sambutannya, Wamendagri Ribka menyampaikan ucapan terima kasih atas penghargaan yang diberikan. Ia menegaskan bahwa apresiasi tersebut menjadi dorongan bagi dirinya untuk terus memperkuat transformasi pembangunan di Papua.

“Saya Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Bisnis Indonesia yang telah memberikan reward kepada kami pada malam hari ini,” ujar Ribka.

Ribka juga menekankan peran strategis media dalam pembangunan nasional. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah dan media dapat semakin menguat demi terwujudnya Indonesia Emas. “Tentunya Bisnis Indonesia akan menjadi pilar pembangunan Indonesia menuju Indonesia Emas, dan kami titipkan kepada Bisnis Indonesia terus maju, berprestasi bagi Indonesia,” jelasnya.

Adapun penghargaan tersebut diberikan kepada Ribka karena dinilai konsisten memperkuat implementasi Otsus secara inklusif dan konstruktif. Selain itu, Ribka juga berperan penting dalam penguatan pemberdayaan masyarakat, tata kelola pemerintahan daerah, hingga percepatan layanan publik di Tanah Papua. Ribka juga dikenal sebagai salah satu figur perempuan Papua yang berpengaruh dalam agenda pembangunan kawasan timur Indonesia.

“Sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri dan Anggota Komite [Eksekutif] Percepatan Pembangunan Otsus Papua, beliau fokus pada pemberdayaan masyarakat, tata kelola pemerintah daerah, dan percepatan pelayanan publik. Dan beliau menjadi salah satu figur perempuan Papua yang paling berpengaruh dalam agenda pembangunan kawasan timur Indonesia,” ujar pihak penyelenggara.

Puspen Kemendagri

Yans

Penyuluhan Hukum Mahasiswa Universitas Mpu Tantular Bikin Warga Terpukau, Dinilai Setara Praktisi Berpengalaman

YUTELNEWS.com | Jakarta – Kegiatan Penyuluhan Hukum yang dilaksanakan oleh mahasiswa Universitas Mpu Tantular Kelompok 1 dalam program KKN berhasil mencuri perhatian warga. Suherdi (40), salah satu warga yang hadir, bahkan mengaku sempat mengira para pemateri adalah praktisi hukum senior.

Dengan penyampaian materi yang matang dan meyakinkan, para mahasiswa seperti Randy Octora, Sang Putu Mahardika, Maydawaty Ginting, Sugi Prihatin, Pitriah, Kaban Simon Tarigan, dan Yolanda Ginting tampil begitu profesional. Kehadiran Lusiana Nababan, Amanda Fitria, Prasetyo, Felia Magdalena, hingga Junifer Alfredo Siahaan ikut memperkuat kesan bahwa kelompok ini sangat siap dan memahami materi secara mendalam.

Tidak hanya itu, kontribusi Budi Setiawan, Najwa Aulia Ramadhani, Rihi Dara, Windah Kusumawati, Korneles Kilikily, Rudiyanto Dahlan, Daniel Marihot Silaban, Michael Johanes Pardamean, serta Frans Herry D. Marpaung menambah kualitas penyuluhan melalui penjelasan-penjelasan yang sistematis dan mudah dipahami.

Beberapa anggota lain seperti Jaozi A. Md. Kep, Muhamad Luthfi, Heru Sumanto, Dicky Bartha A, Dini Wulandari, Almira Dinda Kartika, Siti Munawaroh, dan Risma Gandhi turut berperan aktif dalam sesi tanya jawab, membantu warga memahami berbagai isu hukum yang sering mereka hadapi di kehidupan sehari-hari.

Energi positif juga datang dari Okki Oktavianus, Ida Ayu Asti Manuaba, Fauzi, Tricia Elisabeth Napitupulu, Muhammad Nasir, Fredy Penmaley, hingga Lina Yulianti, yang memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan komunikatif dari awal hingga akhir.

Keseriusan seluruh anggota Kelompok 1 ini tidak lepas dari pesan moral yang selalu ditekankan oleh Dekan Fakultas Hukum, Dr. Suyud, yang mengingatkan mahasiswa untuk menjadikan setiap tugas sebagai manfaat bagi masyarakat. Kaprodi Fakultas Hukum, Dr. Appe, juga menegaskan pentingnya mengejar nilai kebermanfaatan, bukan sekadar nilai akademik, sehingga para mahasiswa bekerja dengan ketulusan dan dedikasi.

Penyuluhan hukum yang mereka lakukan memberikan pemahaman baru bagi warga sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang nyata. Antusiasme warga membuktikan bahwa ilmu yang disampaikan benar-benar berdampak dan relevan.

Kelompok 1 berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai kewajiban KKN semata, melainkan menjadi awal dari rangkaian kontribusi berkelanjutan bagi masyarakat.

Mirna (Kabiro Sukabumi)

Sekjen Kemendagri Soroti Kenaikan Harga Komoditas Pangan di Daerah dengan Lahan Subur.

Jakarta – YUTELNEWS com|| Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir menyoroti kenaikan harga sejumlah komoditas pangan seperti bawang merah dan cabai rawit di beberapa daerah. Pasalnya, tak sedikit dari daerah tersebut merupakan wilayah yang memiliki lahan subur.

Hal itu disampaikan Tomsi pada Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dirangkaikan dengan Inventarisasi Jembatan Pejalan Kaki ke Satuan Pendidikan dan Sarana Publik Lainnya, serta Evaluasi Dukungan Pemerintah Daerah terhadap Program 3 Juta Rumah. Rapat berlangsung secara hybrid dari Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, pada Senin (8/12/2025).

“Kami minta untuk teman-teman daerah atau yang mewakili agar segera mengambil langkah, berkomunikasi dengan daerah-daerah yang bawangnya surplus atau tidak naik sehingga dapat menurunkan harga,” jelas Tomsi.

Berdasarkan data yang dikantonginya, sebanyak 276 daerah mengalami kenaikan harga bawang pada minggu pertama Desember 2025. Kemudian, 261 daerah mengalami kenaikan harga cabai rawit pada periode yang sama. Sementara itu, cabai merah mengalami kenaikan harga di 257 daerah.

Tomsi memaklumi apabila kenaikan tersebut terjadi di daerah-daerah terdampak bencana. Namun, dari daftar daerah yang mengalami kenaikan harga, banyak di antaranya bukanlah daerah terdampak dan justru memiliki lahan yang subur. Karena itu, dirinya mempertanyakan keinginan pemerintah daerah (Pemda) setempat dalam mengendalikan harga yang terbilang tinggi.

“Ini daerah-daerah subur semua, ini naiknya 200 persen, 100 persen,” ungkapnya.

Ia berharap Pemda sadar dan segera berupaya mengatasi kenaikan harga komoditas pangan. Berdasarkan data Kemendagri per 8 Desember 2025, terdapat 335 daerah yang merencanakan gerakan menanam. Ia mengimbau daerah-daerah tersebut agar memperhatikan jenis komoditas yang ditanam sesuai kebutuhan.

Dalam kesempatan itu, Tomsi juga mengimbau daerah agar mendukung berbagai program pemerintah. Termasuk pendataan jembatan pejalan kaki yang rusak dan menghubungkan ke satuan pendidikan maupun pelayanan publik. Dukungan juga perlu diberikan terhadap Program 3 Juta Rumah yang merupakan bagian dari prioritas nasional.

Turut hadir langsung dalam kesempatan itu sejumlah pembicara, di antaranya Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Pudji Ismartini, Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andriko Noto Susanto, serta Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi II Kantor Staf Presiden (KSP) Telisa Aulia Falianty. Sejumlah pembicara lainnya dari kementerian dan lembaga turut bergabung secara virtual. Forum ini juga diikuti oleh jajaran Pemda termasuk unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Puspen Kemendagri

Yans.

Wamendagri Wiyagus Dorong Tata Kelola Stadion yang Profesional untuk Perkuat Industri Olahraga dan UMKM

Bandung – YUTELNEWS.com|| Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus mendorong penguatan tata kelola stadion sebagai bagian dari strategi memajukan industri olahraga dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Ia menegaskan bahwa pengelolaan kawasan stadion perlu dilakukan secara profesional dan berkelanjutan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah (Pemda), klub olahraga, dan kementerian terkait.

Hal tersebut disampaikan Wiyagus saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) bertema Optimalisasi Pengelolaan Stadion dan Kawasan Stadion dalam Mendukung Kegiatan Olahraga dan UMKM yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Jawa Barat, pafa Senin (08/12/2025). FGD itu mempertemukan pemerintah pusat, Pemda, pengelola klub, serta pemangku kepentingan lainnya untuk merumuskan skema tata kelola stadion yang lebih efektif.

Wiyagus berharap skema pengelolaan tersebut tidak hanya menopang aktivitas olahraga, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia menyoroti banyaknya fasilitas stadion yang tidak terawat karena tingginya biaya pemeliharaan.

“Banyak juga ya sarana olahraga yang idle gitu, tidak terurus, tidak terawat ya, karena memang biaya perawatannya sangat sangat mahal,” jelasnya.

Lebih jauh, Wiyagus menekankan bahwa pengelolaan stadion perlu diarahkan untuk mendorong kewirausahaan, memperkuat ekonomi kreatif, dan meningkatkan daya saing industri olahraga nasional. Ia menilai stadion dan kawasan pendukungnya dapat dimaksimalkan untuk berbagai kegiatan lain, mulai dari cabang olahraga berbeda, seni, hingga aktivitas ekonomi kreatif, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

“Tentunya ini strategis ya, kolaborasi yang tadi disampaikan oleh dari Pemkot ya, kemudian juga dari Persib ya, dalam membangun tata kelola industri olahraga yang profesional, produktif dan berdaya saing,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) serta Kementerian UMKM akan menyusun kajian sebagai benchmark nasional sebelum melakukan roadshow ke Pemda pemilik stadion. Tahap ini ditargetkan rampung sehingga skema pengelolaan baru dapat mulai diterapkan secara bertahap pada 2026.

“Kita zoom dua puluh pemda yang memiliki 20 stadion dengan mempresentasikan apa yang kita dengar sekarang, kemudian form skema yang akan kita jalankan juga kita sampaikan gitu ya agar bisa segera diwujudkan,” ucap Wiyagus.

Terakhir, Wiyagus berharap kerja sama lintas pihak dapat menghidupkan kembali fungsi stadion dan kawasan olahraga. Ia menargetkan agar stadion tidak lagi menjadi infrastruktur terbengkalai, tetapi berkembang menjadi pusat kegiatan olahraga, budaya, dan ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Makanya yang 20 stadion ini diharapkan bisa dikelola dengan baik ya dengan skema yang minimal sama dengan yang dilakukan oleh Pemkot [Bandung] ya,” tandasnya.

Puspen Kemendagri

Yans.

Sekjen Kemendagri Soroti Kenaikan Harga Komoditas Pangan di Daerah dengan Lahan Subur.

Jakarta – YUTELNEWS.com|| Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir menyoroti kenaikan harga sejumlah komoditas pangan seperti bawang merah dan cabai rawit di beberapa daerah. Pasalnya, tak sedikit dari daerah tersebut merupakan wilayah yang memiliki lahan subur.

Hal itu disampaikan Tomsi pada Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dirangkaikan dengan Inventarisasi Jembatan Pejalan Kaki ke Satuan Pendidikan dan Sarana Publik Lainnya, serta Evaluasi Dukungan Pemerintah Daerah terhadap Program 3 Juta Rumah. Rapat berlangsung secara hybrid dari Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, pada Senin (8/12/2025).

“Kami minta untuk teman-teman daerah atau yang mewakili agar segera mengambil langkah, berkomunikasi dengan daerah-daerah yang bawangnya surplus atau tidak naik sehingga dapat menurunkan harga,” jelas Tomsi.

Berdasarkan data yang dikantonginya, sebanyak 276 daerah mengalami kenaikan harga bawang pada minggu pertama Desember 2025. Kemudian, 261 daerah mengalami kenaikan harga cabai rawit pada periode yang sama. Sementara itu, cabai merah mengalami kenaikan harga di 257 daerah.

Tomsi memaklumi apabila kenaikan tersebut terjadi di daerah-daerah terdampak bencana. Namun, dari daftar daerah yang mengalami kenaikan harga, banyak di antaranya bukanlah daerah terdampak dan justru memiliki lahan yang subur. Karena itu, dirinya mempertanyakan keinginan pemerintah daerah (Pemda) setempat dalam mengendalikan harga yang terbilang tinggi.

“Ini daerah-daerah subur semua, ini naiknya 200 persen, 100 persen,” ungkapnya.

Ia berharap Pemda sadar dan segera berupaya mengatasi kenaikan harga komoditas pangan. Berdasarkan data Kemendagri per 8 Desember 2025, terdapat 335 daerah yang merencanakan gerakan menanam. Ia mengimbau daerah-daerah tersebut agar memperhatikan jenis komoditas yang ditanam sesuai kebutuhan.

Dalam kesempatan itu, Tomsi juga mengimbau daerah agar mendukung berbagai program pemerintah. Termasuk pendataan jembatan pejalan kaki yang rusak dan menghubungkan ke satuan pendidikan maupun pelayanan publik. Dukungan juga perlu diberikan terhadap Program 3 Juta Rumah yang merupakan bagian dari prioritas nasional.

Turut hadir langsung dalam kesempatan itu sejumlah pembicara, di antaranya Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Pudji Ismartini, Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andriko Noto Susanto, serta Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi II Kantor Staf Presiden (KSP) Telisa Aulia Falianty. Sejumlah pembicara lainnya dari kementerian dan lembaga turut bergabung secara virtual. Forum ini juga diikuti oleh jajaran Pemda termasuk unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Puspen Kemendagri

Yans.

Dalam Kondisi Hujan dan Lumpur, Bupati Bandung Kang DS, Terjun Langsung Cari Tiga Korban Longsor Arjasari

KAB.BANDUNG –YUTELNEWS com|| Hingga hari kedua pencarian tiga korban longsor di Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Minggu (7/11/2025), upaya tim gabungan belum membuahkan hasil. Keterbatasan alat membuat proses pencarian berjalan lambat, sehingga Basarnas membutuhkan bantuan alat berat jenis backhoe untuk mempercepat evakuasi.

Mendapat laporan tersebut, Bupati Bandung, Dr HM Dadang Supriatna tanpa berpikir panjang langsung menerjunkan dua unit alat berat, berukuran besar dan kecil, yang seluruh biaya operasionalnya ditanggung secara pribadi. Dalam kegiatan tersebut, ia didampingi Anggota Komisi IX DPR RI Asep Romy Romaya yang turut memimpin jalannya pengerukan sekaligus mengarahkan operator alat berat di lokasi.

Namun, pada petang hari, proses pencarian terpaksa dihentikan sementara karena hujan deras yang mengguyur kawasan longsoran, demi keselamatan seluruh petugas.

“Saya terjunkan alat berat karena tidak mungkin pencarian dilakukan secara manual di area yang sangat luas, dengan kondisi lumpur pekat dan batuan besar. Saya ingin jenazah para korban segera ditemukan agar keluarga merasa tenang. Biarlah saya yang menanggung biaya operasional alat berat tersebut,” ujar Dadang Supriatna yang akrab disapa Kang DS.

Ia menegaskan, apabila kondisi cuaca memungkinkan, dirinya akan terus terlibat langsung di lapangan dan membantu mengarahkan pengoperasian alat berat.

“Saya berharap dengan bantuan alat berat ini, proses pencarian bisa selesai tidak lebih dari tujuh hari,” tambahnya.

Di lokasi, Kang DS tampak tanpa ragu mengitari area longsor dan bahkan turut berada di kabin alat berat saat proses pengerukan berlangsung. Diketahui, sejak muda ia memiliki pengalaman dalam pengelolaan dan pengoperasian alat berat.

Aksi Kang DS yang terjun langsung menjadi instruktur bagi operator di lapangan menuai apresiasi dari berbagai elemen masyarakat, relawan, hingga tim Basarnas yang bertugas.

Pada kesempatan tersebut, Kang DS juga mendesak pemerintah pusat agar memperketat aturan hukum dan memberikan sanksi tegas terhadap perusakan hutan dan penebangan liar yang menyebabkan meningkatnya risiko banjir, longsor, dan pergerakan tanah.

Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI Asep Romy Romaya mengajak masyarakat untuk menghentikan perusakan hutan karena dampaknya sangat besar terhadap keselamatan lingkungan.

“Longsor di Arjasari harus menjadi pelajaran penting bagi kita semua. Jagalah hutan, maka hutan akan menjaga kita,” tegas Asep Romy.

 

Yans.

Bupati Bandung Kang DS, Tinjau Lokasi dan Kerahkan Seluruh OPD untuk Percepatan Pencarian Korban Longsor

Bandung – YUTELNEWS com|| Bupati Bandung Dr HM Dadang Supriatna meninjau langsung lokasi bencana longsor di Kampung Condong, Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, yang terjadi pada hari kemarin Jumat (5/12/2025) sore.

Longsor tersebut mengakibatkan tiga warga tertimbun material dan dua rumah rusak berat.

Bupati Dadang didampingi Kepala BPBD, Sekretaris Daerah, Kapolsek Arjasari, Kepala Desa, Camat Arjasari, Basarnas, serta unsur TNI, POLRI dan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

“Kami mendapat laporan sekitar pukul 17.00 WIB setelah terjadinya longsor. Tim BPBD langsung merespons dari Posko Baleendah. Namun proses evakuasi tidak dapat dilakukan pada Jumat sore karena minimnya penerangan dan kondisi tanah yang masih sangat labil,” ujar Bupati.

Bupati Dadang membenarkan terdapat tiga korban hilang yang sudah teridentifikasi:
Aisyah (60 tahun), Citra (20 tahun), Alfa (10 tahun)

Dua korban diperkirakan tertimbun di area rumah, sementara satu korban anak-anak diduga berada di sekitar bantaran sungai.

“Ada dua titik pencarian. Kondisi tanah masih labil sehingga penanganan harus dilakukan secara hati-hati,” jelasnya. pada sabtu (06/12/2025).

Bupati Dadang menginstruksikan agar seluruh warga di zona rawan segera mengungsi ke rumah kerabat atau tempat yang lebih aman. Bila tidak memungkinkan, pemerintah desa diminta menyiapkan tenda darurat dan BPBD diminta mempersiapkan logistik.

Kapolsek Arjasari juga telah menetapkan garis polisi dan membatasi akses masyarakat ke lokasi pencarian.

“Hanya petugas yang berkepentingan yang boleh masuk ke area pencarian. Ini demi keselamatan bersama,” tegas Bupati.

Basarnas bersama tim gabungan menurunkan sekitar 100 personel dari berbagai instansi serta relawan.

Bupati menjelaskan bahwa penggunaan alat berat belum memungkinkan karena kondisi tanah yang rentan longsor susulan.

“Alat berat sebenarnya sudah siaga, namun masuknya berisiko memicu longsoran tambahan. Untuk sementara pencarian dilakukan secara manual,” ujarnya.

Tim gabungan telah menyiapkan sekitar 100 cangkul, 4–6 unit mesin Alkon, dan peralatan pendukung lainnya.

Perwakilan Basarnas, Nova, mengatakan bahwa pemantauan dari udara menunjukkan kondisi tebing dan struktur tanah yang sangat berbahaya.

“Situasinya cukup ekstrem. Kami perlu memperhatikan risiko-risiko sebelum tim masuk ke lapangan. Kami berupaya maksimal dengan sumber daya yang ada, tetapi keselamatan petugas tetap prioritas,” kata Nova.

Pemerintah Kabupaten Bandung telah mengeluarkan surat penetapan status Tanggap Darurat Bencana terhitung 5–14 Desember 2025, mengingat saat ini 15 kecamatan di Kabupaten Bandung terdampak bencana akibat cuaca ekstrem.

Bupati juga mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memperparah kerusakan lingkungan.

“Kepada pihak yang masih melakukan perusakan hutan, saya tegaskan: hentikan! Ini memperbesar risiko bencana,” tegasnya.***

Yans.

Harapan Baru bagi Kesehatan Keluarga: SPPG Jejak Petani Mandiri Resmi Dibuka

YUTELNEWS.com | Kab. Bandung Barat– Upaya peningkatan layanan gizi masyarakat di Kecamatan Cikalongwetan semakin diperkuat dengan diresmikannya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Yayasan Jejak Petani Mandiri, yang berlokasi di samping Kantor Desa Wangunjaya, Kampung Babakan Mekar, Kabupaten Bandung Barat pada Jumat, (5/12/2025). Layanan dapur gizi ini akan mulai beroperasi pada Senin, 8 Desember 2025.

Peresmian berlangsung khidmat dan dihadiri unsur pemerintahan, kesehatan, pendidikan serta tokoh masyarakat. Ketua Yayasan Jejak Petani Mandiri, James Rasyid, S.H, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pendirian SPPG merupakan komitmen yayasan dalam membantu peningkatan kualitas gizi masyarakat, terutama kelompok rentan.

“SPPG ini bukan sekadar dapur penyedia menu sehat, tetapi juga ruang edukasi dan pemberdayaan gizi bagi warga,” tegas James Rasyid.

Kepala SPPG, M. Nurhidayat, S.Pd, menjelaskan bahwa dapur ini akan memberikan layanan makanan bergizi, konsultasi gizi, serta pendampingan keluarga dalam penerapan pola makan sehat.

Sementara Korcam SPPG, Abdilah Ardi Natanegara, SKM, menekankan bahwa keberadaan dapur gizi ini menjadi langkah strategis dalam upaya menekan angka stunting di Kecamatan Cikalongwetan.

Kepala Puskesmas Cikalongwetan, Dr. Yulius, turut mengapresiasi hadirnya SPPG sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor yang dibutuhkan masyarakat dalam meningkatkan kesehatan dan status gizi.

Acara peresmian dihadiri pula oleh perwakilan Polsek Cikalongwetan Iptu Agus Suhaeli, perwakilan Kecamatan Dadang Romansyah, Anggota DPRD Jawa Barat, Ketua Forum Media Cikalongwetan (FMC) Agus Suherman, Kepala Desa Wangunjaya Syamsudin, para kepala sekolah dari pendidikan PAUD hingga SMA, kader Posyandu, serta tamu undangan lainnya.

Prosesi pengguntingan pita oleh Ketua Yayasan, yang didampingi para tamu kehormatan, menjadi penanda resmi beroperasinya dapur layanan gizi tersebut. Setelah peresmian, para tamu meninjau fasilitas dapur dan mengikuti sesi ramah tamah.

Dengan hadirnya SPPG Dapur Yayasan Jejak Petani Mandiri ini, diharapkan akses masyarakat terhadap layanan gizi yang berkualitas semakin mudah dan mampu memberikan dampak positif bagi peningkatan derajat kesehatan warga Desa Wangunjaya serta wilayah Cikalongwetan secara lebih luas.

Dien Yoyo

Update Penanganan Bencana, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto,Ungkapkan Operasi Kemanusiaan Harus Cepat, Tepat, dan Aman

Jakarta – YUTELNEWS com|| Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memaparkan perkembangan penanganan dan langkah-langkah taktis yang tengah dilakukan oleh TNI untuk mempercepat penanggulangan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, dalam konferensi pers di Posko Terpadu TNI Penanggulangan Bencana Alam wilayah Aceh, Sumut, dan Sumbar, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada Rabu (03/12/2025).

Panglima TNI menyampaikan bahwa distribusi bantuan dilakukan melalui beragam jalur dengan metode yang disesuaikan kondisi lapangan, mulai dari pengangkutan darat, laut, hingga udara. “TNI sudah melaksanakan pengiriman lewat udara yaitu menggunakan sistem helibox, jadi barang itu dijatuhkan dari pesawat dalam bentuk box-box yang pakai baling-baling sehingga pada saat ke tanah tidak hancur,” ujar Panglima TNI.

Lebih lanjut Panglima TNI menjelaskan bahwa metode Container Delivery System (CDS) juga dioperasikan menggunakan pesawat CN dan Hercules sebagai salah satu langkah strategis untuk memastikan bantuan dapat menjangkau wilayah-wilayah yang benar-benar terisolasi. Melalui metode ini, paket logistik dijatuhkan dari udara dengan perhitungan akurat, sehingga distribusi dapat dilakukan meski akses darat tidak memungkinkan.

Di akhir penjelasannya, Panglima TNI menegaskan bahwa setiap operasi kemanusiaan yang dilaksanakan TNI selalu mengedepankan keselamatan personel dan keamanan alutsista. Penekanan ini menjadi perhatian khusus setelah tiga prajurit terbaik TNI gugur saat menjalankan tugas kemanusiaan di Padang, masing-masing dua personel POM dan satu personel Babinsa. Ketiganya gugur dalam upaya tulus membantu masyarakat yang sedang dilanda musibah.

“Saya tekankan dalam penanganan perbantuan agar tetap menjaga keamanan personel dan alutsista yang digunakan,” tegasnya. Pengorbanan para prajurit tersebut menjadi pengingat bahwa tugas kemanusiaan adalah amanah mulia yang harus dilaksanakan dengan perhitungan matang dan standar keselamatan tertinggi.

Peran TNI dalam misi kemanusiaan di tiga provinsi tersebut semakin diperkuat melalui koordinasi terpadu dengan seluruh unsur pemerintah. Upaya ini menjadi wujud komitmen TNI dalam memastikan bantuan tiba tepat waktu dan masyarakat yang terdampak mendapatkan dukungan***

Sumber: Puspen TNI.

Yans.

Kapolres Labuhan Batu dan Satgas Inti Prabowo Berikan Bantuan untuk Korban Banjir di Sei Mencirim

DELI SERDANG, YUTELNEWS.COM —Banjir yang terjadi di Sei Mencirim, Desa Lalang, telah menyebabkan kerugian serius bagi warga. Kapolres Labuhan Batu dan Satgas Inti Prabowo segera memberikan bantuan.

Kapolres Labuhan Batu bekerja sama dengan Satgas Inti Prabowo, yang diketuai oleh Bunda Kumala, dalam menangani keadaan darurat ini.

Satgas mendirikan dapur umum dan menyalurkan paket sembako kepada warga yang terdampak banjir.

Bantuan ini bertujuan tidak hanya untuk aspek material, tetapi juga untuk membangun rasa aman dan kepercayaan masyarakat.

Kehadiran dapur umum memberikan efek psikologis positif, membantu memenuhi kebutuhan dasar warga.

Kegiatan ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, aparat, dan organisasi sosial dalam mengatasi bencana.

Bantuan yang diberikan memperkuat solidaritas sosial dan menunjukkan bahwa kolaborasi yang efektif dapat mengurangi dampak bencana.

(Redaksi Rizal Hsb)

Epy Kusnandar Telah meninggal dunia ,Aktor Senior Pemeran ‘ Kang Mus’, Serial Preman Pensiun

Jakarta – YUTELNEWS com || Aktor senior Epy Kusnandar, yang populer lewat perannya sebagai Kang Mus dalam sinetron ” Preman Pensiun”, meninggal dunia pada Rabu (3/12/2025). Kabar duka itu disampaikan langsung oleh sang istri, Karina Ranau, melalui akun media sosialnya pada sore hari.

Dalam unggahan tersebut, Karina memastikan bahwa Epy menghembuskan napas terakhir pada pukul 14.24 WIB. Ia menuliskan pesan duka singkat yang menyiratkan kehilangan mendalam. “Telah berpulang ke Rahmatullah Epy Kusnandar bin Erning Sutarsa,” demikian penggalan informasi yang ia bagikan.

Rumah Duka dan Jadwal Pemakaman
Karina turut menyampaikan lokasi rumah duka yang berada di Harmony Residence 88, Jalan Pasir Jagakarsa, Jakarta Selatan. Sejumlah kerabat, sahabat sesama artis, serta para penggemar sudah mulai berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir.

Prosesi pemakaman dijadwalkan berlangsung pada Kamis (4/12/2025) pukul 08.00 WIB di TPU Jeruk Purut. Salah satu kerabat keluarga menyebut bahwa almarhum akan dimakamkan secara sederhana. “Kami mengikuti amanah keluarga untuk memakamkan beliau besok pagi,” ungkap seorang kerabat yang meminta namanya disingkat, HRS.

Perjalanan Karier: Dari Teater hingga Ikon Televisi, Lahir sebagai seniman dengan latar belakang teater, Epy Kusnandar telah puluhan tahun berkarya di dunia seni peran Indonesia. Namanya melambung tinggi berkat karakter Kang Mus, sosok yang kemudian melekat kuat di hati penonton.

Epy dikenal sebagai aktor yang mampu memainkan karakter unik, penuh ekspresi, dan dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari. Ia juga beberapa kali membintangi film layar lebar serta terlibat dalam sejumlah proyek musik.

Seorang rekan sesama pemain Preman Pensiun yang disingkat RN, mengenang Epy sebagai sosok yang hangat. “ Bang Epy itu orangnya penyayang dan selalu serius saat bekerja. Kami sangat kehilangan,” ujarnya.

Kehidupan Pribadi dan Sorotan Beberapa Tahun Terakhir
Epy Kusnandar menikah dengan Karina Ranau pada 2008. Dari pernikahan tersebut, keduanya dianugerahi tiga orang anak. Kehidupan keluarga mereka dikenal harmonis, meski beberapa kali menjadi sorotan publik.

Pada Mei 2024, Epy sempat menghebohkan pemberitaan nasional setelah ditangkap aparat kepolisian terkait kasus penyalahgunaan narkotika golongan I (ganja). Ia kemudian ditetapkan sebagai tersangka. Meski begitu, banyak sahabat menyebut bahwa Epy berupaya memperbaiki diri setelah kejadian tersebut.

Kini, kepergian Epy Kusnandar menyisakan duka mendalam bagi dunia seni Indonesia. Sosok Kang Mus yang ikonik menjadi warisan yang akan selalu diingat oleh publik.

Penggemar Sampaikan Duka Mendalam Di berbagai platform media sosial, ribuan ucapan duka mengalir dari para penggemar. Banyak yang merasa kehilangan aktor yang dianggap mampu menghadirkan karakter realistis dan dekat dengan kehidupan masyarakat kecil.

Salah satu penggemar menuliskan pesan menyentuh, “Terima kasih telah menghibur kami bertahun-tahun. Kang Mus, akan selalu hidup lewat karya-karyanya.”

Kepergian Epy Kusnandar bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi dunia hiburan Tanah Air yang selama ini mendapat warna tersendiri dari kehadirannya.

 

Yans.

Bandung Surga Wisata Yang Menjadi Kota Termacet di Indonesia

Bandung – YUTELNEWS com|| Bandung merupakan ibukota Jawa Barat sekaligus kota ketiga terbesar se-Indonesia. Bandung Juga merupakan salah satu kota wisata yang sangat populer di Indonesia.

Banyaknya variasi
tempat wisata di Bandung, banyak wisatawan lokal maupun internasional yang datang ke Bandung. Contohnya, Lembang dan Ciwidey.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, jumlah wisatawan yang berkunjung ke
Bandung bertambah menjadi mencapai 6,5 juta orang per Agustus 2025, meningkat drastis jika
dibandingkan dengan semester I tahun 2025 yang berjumlah 3,53 juta orang. Selain itu, Bandung dinilai mempunyai vibes-nya sendiri karena banyaknya bangunan zaman penjajahan
Belanda di Bandung. Orang-orang juga menyebutkan bahwa Bandung merupakan kota yang romantis dan banyak kenangannya.

-​Transisi Pembahasan Masalah
Meningkatnya wisatawan yang datang ke Bandung secara bersamaan menjadi boomerang
karena Bandung menjadi kota termacet se-Indonesia per tahun 2025. Menurut perusahaan
perangkat navigasi TomTom, untuk mencapai 10 kilometer berkendara di Bandung, membutuhkan waktu 32 menit 37 detik mengalahkan Jakarta, Surabaya, dan Medan. Tidak hanya wisatawan yang terkena dampaknya, penduduk lokal Bandung juga terkena dampak dari kemacetannya. Selain volume kendaraan yang banyak, Kota Bandung sendiri juga masih kurang dalam memanfaatkan transportasi umum yang disediakan pemerintah karena sedikitnya pilihan transportasi umum di Kota Bandung.

-​Pembahasan Masalah
Ada beberapa hal penting yang menyebabkan Bandung menjadi kota termacet di Indonesia.

1.​Kurang maksimalnya penggunaan transportasi umum yang sudah disediakan pemerintah Kota Bandung memang sudah banyak tersedia layanan transportasi umum, seperti Trans Metro Bandung (TMB), Metro Jabar Trans (MJT), hingga Angkutan Kota (Angkot). Namun,
penggunaannya masih dinilai minim oleh masyarakat Kota Bandung. Kurang dari 20 persen
masyarakat Kota Bandung yang menggunakan transportasi umum. Kesadaran menggunakan
transportasi umum juga masih rendah dibandingkan di Jakarta dan Surabaya. Kita ambil contoh kecil, halte bus di Jakarta dan Surabaya sudah banyak yang dibangun dengan layak, sedangkan di Bandung halte bus banyak yang tidak digunakan dan dibiarkan begitu saja.

2.​Infrastruktur Kota Bandung
Jalan-jalan yang berada di Bandung memiliki ukuran yang kecil dan sempit. Selain jalannya yang sempit, untuk mencapai ke suatu lokasi, pengendara harus sedikit berputar-putar. Akses
menuju Bandung juga hanya tersedia sedikit opsi, kendaraan darat saja, mobil, motor, dan kereta, sehingga pertambahan volume kendaraan menjadi bertambah dengan datangnya wisatawan yang hendak berlibur di Bandung. Ditambah lagi kurangnya lahan parkir yang disediakan oleh pemerintah menyebabkan banyaknya orang memarkirkan kendaraannya di
pinggir jalan yang menyebabkan kemacetan semakin parah.

Parkir Liar seperti yang sudah disebutkan, jalanan Kota Bandung bisa dibilang sempit dan berliku-liku.
Jalanan yang sudah sempit tersebut dipenuhi parkir liat yang sering ditemui di sejumlah titik di Kota Bandung. Banyak tempat yang belum menyediakan lahan parkir. Sehingga, kendaraan tersebut harus diparkirkan di pinggir jalan yang sempit tersebut. Kondisi tersebut sering ditemui
di pusat Kota Bandung.

3. Hal di atas menjadi faktor terbesar penyebab yang membuat Bandung menjadi kota termacet di Indonesia. Di luar dari faktor tersebut, ada faktor-faktor lainnya yang berdampak
m emperburuk kemacetan yang ada.

* Solusi yang sudah dilakukan pemerintah Pemerintah Kota Bandung tidak tinggal diam untuk permasalahan di kotanya. Sudah ada beberapa hal yang dilakukan. Salah satunya memperbanyak transportasi umum di Bandung. Transportasi umum tersebut seperti angkutan kota (angkot), Trans Metro Bandung, dan Metro
Jabar Trans.

Pemerintah juga membuka kembali bandara husein sastranegara yang berada di pusat kota. Alasan bandara tersebut kembali dibuka adalah untuk menurunkan volume mobil yang akan berkunjung ke Bandung dan memperbanyak variasi akses menuju Bandung. Akan tetapi, usaha tersebut masih dibilang kecil dalam skala keberhasilannya. Masyarakat Kota
Bandung masih belum melek terhadap permasalahan yang ada. Banyaknya fasilitas transportasi yang diberikan oleh pemerintah, masyarakat Bandung lebih memilih menggunakan
kendara pribadi untuk bergiatan, ke sekolah, kantor, dan untuk berlibur di akhir pekan.

Di 2025, pemerintah Provinsi Jawa Barat mengeluarkan peraturan untuk masyarakat Jawa Barat untuk mengurangi volume kendaraan di Jawa Barat, terutama di Kota Bandung. Pelajar di Jawa Barat dilarang membawa kendaraan bermotor ke sekolah masing-masing. Pertaturan tersebut diatur dalam Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 45/PK.03.03/KESRA tentang 9
Langkah Pembangunan Pendidikan Jawa Barat Menuju Terwujudnya Gapura Panca Waluya, yang ditetapkan pada 6 Mei 2025. Pelajar di Jawa Barat diminta menggunakan transportasi umum yang sudah disediakan untuk berangkat ke sekolah. (***)

Yans.

Bencana Sumatera: FWK Soroti Dugaan Kejahatan Manusia di Balik Banjir dan Longsor ,Tekan Pemerintah Bertindak

JAKARTA — YUTELNEWS com || Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) mendesak pemerintah mengusut tuntas dugaan kejahatan lingkungan yang diduga menjadi pemicu utama Bencana Sumatera berupa banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dalam enam hari terakhir.

Koordinator Nasional Forum Wartawan Kebangsaan Raja Parlindungan Pane menilai kerusakan hutan, penebangan liar, dan deforestasi tidak boleh ditutupi oleh faktor alam seperti hujan ekstrem dan siklon tropis Senyar.

“Sumber kedua ini harus diusut tuntas. Banyak korban meninggal. Pelakunya orang, bahkan bisa korporasi,” ujar Raja usai Rakernas FWK di Bogor, Minggu (30/11).

Raja mengingatkan pemerintah bertanggung jawab melindungi rakyat. Ia menilai aparat di daerah harus mengetahui aktivitas ilegal yang merusak lingkungan. “Jangan tutup mata saat truk kayu gelondongan lewat. Periksa legal atau ilegal,” katanya.

Bencana di tiga provinsi kini memasuki hari keenam. Basarnas mengevakuasi 35.813 warga, sementara 188 orang meninggal dan 167 masih hilang. Jembatan ambruk, jalan nasional putus, dan beberapa ruas Tol Binjai–Langsa terendam banjir. Banyak kawasan masih terisolasi karena jaringan listrik dan seluler terputus.

BNPB, BPBA, BPBD, TNI–Polri, dan tim SAR telah dikerahkan. Namun FWK menilai “tim cepat tanggap darurat harus diperbanyak.”

Di Aceh, BPBA mencatat 119.988 warga terdampak dan 20.759 mengungsi di 16 kabupaten/kota.
Di Sumatera Barat, BPBD melaporkan 9 korban meninggal di Padang, Agam, dan Pasaman Barat. Sementara di Sumatera Utara, 43 orang meninggal dan 88 hilang di 12 kabupaten/kota.

Raja menegaskan penyebab bencana dari manusia harus diselidiki serius. “Kalau pemerintah tidak tindak pelaku perusakan alam, di mana tanggung jawab negara?” ujarnya.***

 

Yans.

Bupati Bandung Kang DS, Dorong Siapkan Bonus Atlet, Optimistis Raih 100 Emas di Forprov 2026

BANDUNG – YUTELNEWS com|| Bupati Bandung, Dr HM Dadang Supriatna menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bandung dalam mendukung sepenuhnya kesiapan atlet cabang olahraga berkuda menuju Festival Olahraga Masyarakat Provinsi (Forprov) Jawa Barat 2026. Hal tersebut disampaikan saat menerima audiensi Pengurus Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Kabupaten Bandung di Rumah Dinas Bupati,pada Sabtu (29/11/2025).

Pertemuan tersebut membahas kesiapan atlet, pelatih, serta berbagai kebutuhan teknis yang diperlukan dalam menghadapi ajang Forprov mendatang. Bupati, yang akrab disapa Kang DS ini juga menekankan bahwa Pemkab Bandung siap all out mendorong capaian prestasi dan optimistis dapat meraih target 100 medali emas pada Forprov 2026.

“Pemerintah Kabupaten Bandung siap mendukung Pordasi. Pada pelaksanaannya nanti kami akan hadir secara langsung untuk memberikan semangat kepada para atlet,” ujar Kang DS.

Sebagai wujud perhatian pada prestasi olahraga daerah, pemerintah juga telah menyiapkan skema pemberian bonus untuk atlet peraih medali, baik emas maupun perak. Insentif tersebut diharapkan menjadi dorongan bagi atlet untuk terus menjaga motivasi dan konsistensi latihan.

Kang DS turut mendorong atlet serta pelatih untuk meningkatkan kualitas persiapan, termasuk melalui latihan intensif dan pemenuhan kebutuhan teknis lainnya. Pemerintah daerah juga akan melakukan kunjungan ke sentra latihan guna memastikan kesiapan fisik, kesehatan, dan kebutuhan pendukung para atlet.

Selain itu, Kang DS mengungkapkan bahwa Kabupaten Bandung sebelumnya menjadi salah satu daerah penyumbang medali terbanyak bagi Jawa Barat pada penyelenggaraan PON. Ia berharap capaian tersebut dapat kembali terulang pada Forprov 2026.

Kang DS juga meminta perangkat daerah terkait, seperti Dinas Pemuda dan Olahraga untuk menindaklanjuti kebutuhan yang diperlukan Pordasi. Pemerintah akan terus mencari solusi terbaik dan meningkatkan sinergi dalam upaya memajukan olahraga berkuda serta prestasi daerah secara keseluruhan.

 

Yans.

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.