KDS Tegaskan Komitmen Dukung BKPRMI, dari Pembinaan hingga Pemberdayaan Pemuda dan Remaja Masjid

Kab.Bandung – YUTELNEWS.com// Bupati Bandung Dadang Supriatna berpesan agar tugas dan fungsi Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid (BKPRMI) di Kabupaten Bandung lebih dioptimalkan lagi hingga tingkat kecamatan dan desa, seiring terbentuknya jajaran pengurus yang baru periode 2026–2031.

Pesan itu disampaikan Bupati Kang Dadang Supriatna (KDS) saat Pelantikan Dewan Pengurus Daerah (DPD) BKPRMI Kabupaten Bandung, di Masjid Al Fathu Rumah Dinas Bupati, pada Minggu 3 Mei 2026.

Bupati KDS menyebut tugas BKPRMI sebenarnya sangat mulia, terlebih dilihat dari sistem struktur dan fungsinya, antara lain dalam membangun komunikasi umat, pembinaan lembaga masjid, hingga penguatan peran pemuda dalam dakwah dan kegiatan sosial kemasyarakatan.

KDS menyoroti pentingnya peran BKPRMI dalam meningkatkan kemampuan baca Al-Qur’an, yang berdasarkan survei UPI masih berada di angka sekitar 24 persen anak muslim yang bisa membaca Al-Qur’an. Untuk itulah keberadaan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) menurutnya sangat penting untuk membentuk Generasi Qur’ani.

“BKPRMI ini punya peran strategis, bukan hanya sebagai wadah komunikasi pemuda remaja masjid, tapi juga sebagai motor penggerak pembinaan generasi Qur’ani, penguatan lembaga masjid, serta pemberdayaan umat. Ini sejalan dengan visi Kabupaten Bandung yang agamis atau religius dan berkarakter,” ujar KDS.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bandung siap mendorong dan berkolabotasi dengan BKPRMI dalam berbagai program, mulai dari peningkatan literasi Al-Qur’an, pembinaan remaja masjid hingga penguatan kegiatan sosial dan ekonomi berbasis masjid.

“Kalau ini digerakkan sampai tingkat desa dan kecamatan, saya yakin dampaknya akan luar biasa. Apalagi di Kabupaten Bandung itu ada lebih dari 8.000 masjid. Artinya, tidak hanya memperkuat nilai keagamaan, tapi juga membangun karakter generasi muda serta mendukung program pembangunan daerah,” kata dia.

KDS pun berharap kepengurusan baru BKPRMI Kabupaten Bandung dapat langsung bergerak cepat, menyusun program kerja yang terukur dan implementatif, serta mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun masyarakat yang lebih religius dan sejahtera.

Sementara Ketua DPD BKPRMI Kabupaten Bandung Abdul Rouf menyatakan BKPRMI hadir untuk menjawab tantangan-tantangan di bidang kepemudaan dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Mohon doa dan bimbingan mudah-mudahan kami dan saya pribadi bisa melaksanakan amanah ini sesuai dengan AD/ART BKPRMI,” ucap Rouf.(*)

Yans.

Bupati KDS Tegaskan Kolaborasi Jadi Kunci, IKA PMII Didorong Hasilkan Rekomendasi Implementatif

KAB BANDUNG – YUTELNEWS.com// Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Kabupaten Bandung mendorong konsolidasi organisasi melalui penataan distribusi kader, penegasan sikap politik, dan pembenahan basis data.

Ketua IKA PMII Kabupaten Bandung, H Tarya Witarsa, mengatakan organisasi alumni perlu bergerak melampaui kegiatan seremonial. IKA PMII, menurut dia, harus menjadi ruang pengembangan sekaligus pengelolaan kader secara terarah.

“IKA PMII tidak boleh hanya menjadi ruang nostalgia. Kader perlu didistribusikan secara strategis agar memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar H Tarya dalam Dialog dan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) di Gedung Moh Toha, Kabupaten Bandung, pada Minggu (03/05/2026).

Peran alumni, kata dia, kini tersebar di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, akademisi, masyarakat sipil, hingga dunia usaha. Penempatan kader yang tepat menjadi salah satu penopang kontribusi terhadap pembangunan daerah.

Tarya juga menyoroti sikap politik organisasi. Ia menegaskan, IKA PMII harus tetap independen, kritis, dan konstruktif.

“Kita tidak boleh terjebak pada kepentingan jangka pendek. Sikap organisasi harus berpijak pada nilai keislaman, kebangsaan, dan keadilan sosial,” ujarnya.

Pembenahan basis data menjadi agenda lain yang dibenahi. Sekitar 300 alumni PMII di Kabupaten Bandung telah terdata dan jumlahnya terus bertambah.

Menurut Tarya, data kader menjadi dasar pengambilan kebijakan. Data yang tertata memudahkan penyusunan program agar lebih tepat sasaran.

IKA PMII Kabupaten Bandung juga menyiapkan peluncuran situs web resmi sebagai pusat informasi sekaligus pengelolaan data kader. Platform ini digunakan untuk mengintegrasikan data serta memperkuat komunikasi antaralumni.

Ia menambahkan, persoalan basis data selama ini menghambat pengelolaan organisasi. Karena itu, sistem yang terintegrasi menjadi kebutuhan.

Setelah pembenahan data, IKA PMII Kabupaten Bandung berencana membentuk Pengurus Anak Cabang (PAC) di 31 kecamatan.

“Dengan data kader yang terintegrasi, roda organisasi dapat berjalan lebih optimal melalui pembentukan PAC di tingkat kecamatan, seiring bertambahnya jumlah alumni PMII di Kabupaten Bandung,” ujar Tarya yang juga Ketua Fraksi PKB DPRD Kabupaten Bandung itu.

Tarya menambahkan, konsolidasi ini menjadi bagian dari upaya pembenahan tata kelola organisasi agar lebih adaptif terhadap perubahan zaman.

“Dengan sinergi antar kader dan alumni, IKA PMII Kabupaten Bandung dapat memperluas kontribusi dalam pembangunan daerah, baik di bidang sosial, politik, maupun keagamaan,” ujar Tarya.

Sementara itu, Bupati Bandung Dadang Supriatna berharap seminar dan rapat kerja ini mampu melahirkan keputusan maupun inovasi, salah satunya dalam penanganan persoalan persampahan yang hingga kini masih menjadi tantangan di berbagai wilayah.

“Pemkab Bandung siap bekerjasama, berkolaborasi dengan PMII dalam melakukan langkah-langkah terobosan untuk perbaikan di Kabupaten Bandung,” ujar Kang DS.

Ia menegaskan, kolaborasi antara pemerintah daerah dengan organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan seperti IKA PMII menjadi kunci dalam mempercepat penyelesaian berbagai persoalan daerah, termasuk lingkungan dan penguatan ekonomi masyarakat.

Lebih lanjut, Kang DS berharap forum tersebut tidak hanya berhenti pada tataran diskusi, tetapi mampu menghasilkan rekomendasi yang aplikatif dan dapat diimplementasikan, baik dalam konteks kebijakan publik maupun pengembangan ekonomi kerakyatan.

Menurutnya, kontribusi pemikiran dari para alumni PMII yang memiliki latar belakang beragam sangat dibutuhkan untuk memperkaya perspektif pembangunan di Kabupaten Bandung.

Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi, ia optimistis berbagai tantangan daerah dapat dihadapi secara lebih efektif dan berkelanjutan.(*)

Yans.

Patroli Malam Satlantas Polresta Barelang Tindak Tegas 35 Kendaraan Berknalpot Brong

YUTELNEWS.com /Polresta Barelang – Polresta Barelang melalui Satuan Lalu Lintas melaksanakan kegiatan antisipasi balap liar serta penindakan terhadap penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis (non SNI) di wilayah hukum Polresta Barelang. Kegiatan diawali dengan apel kesiapan dan dilanjutkan patroli hunting guna menciptakan situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas). Sabtu, (02/05/2026).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kasatlantas Polresta Barelang, Kompol Afiditya Arief Wibowo, S.I.K., M.H., dengan pelaksanaan patroli dipimpin oleh PS. Kasubnit II Regident Satlantas Polresta Barelang, Ipda Andhika Samudra, S.H., M.H. Kegiatan berlangsung mulai pukul 23.00 WIB hingga 00.30 WIB di wilayah hukum Polresta Barelang.

Dalam pelaksanaannya, personel Satlantas melakukan patroli hunting dengan metode penindakan elektronik melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Mobile. Selain penindakan, petugas juga memberikan edukasi kepada pengendara roda dua terkait pentingnya penggunaan knalpot sesuai standar serta kelengkapan surat-surat kendaraan bermotor.

Adapun hasil dari kegiatan tersebut, Satlantas Polresta Barelang berhasil menindak sebanyak 35 (tiga puluh lima) unit kendaraan roda dua yang menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis. Penindakan ini merupakan bagian dari upaya preventif dan represif guna menekan angka pelanggaran serta potensi kecelakaan lalu lintas.

Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan Kamseltibcarlantas di wilayah hukum Polresta Barelang, memberikan efek jera kepada pelanggar, serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas sesuai aturan yang berlaku. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bentuk respons cepat Polresta Barelang terhadap keluhan masyarakat terkait maraknya penggunaan knalpot brong dan aksi balap liar.

Kasatlantas Polresta Barelang, Kompol Afiditya Arief Wibowo, S.I.K., M.H., dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan guna menjaga ketertiban lalu lintas serta kenyamanan masyarakat. “Kami berkomitmen untuk menindak tegas pelanggaran yang berpotensi mengganggu ketertiban umum, khususnya balap liar dan penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis, demi keselamatan bersama,” ujarnya.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, lancar, dan terkendali, serta mendapat respons positif dari masyarakat yang menginginkan lingkungan lalu lintas yang tertib dan nyaman.

Humas Polresta Barelang

Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Batam Hadiri May Day 2026, Apresiasi Aksi Pekerja dan Gerakan Batam Bersih

Kegiatan yang dipadati para pekerja tersebut mengusung tema “May Day 2026 Mengangkat Harkat & Martabat Kaum Pekerja, Batam Bersih Pekerja Peduli Lingkungan, Bersinergi untuk Kota yang Sehat dan Nyaman.”

Acara ini turut dihadiri Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Kota Batam.

Dalam kesempatan tersebut, Kamaluddin menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan May Day yang tidak hanya menjadi ajang penyampaian aspirasi, tetapi juga dirangkai dengan gerakan Batam Bersih dan kepedulian terhadap lingkungan yang dipelopori para pekerja.

“Ini menunjukkan sinergi untuk bersama mewujudkan Batam yang maju, bersih, indah, dan nyaman untuk kita semua. Betapa pekerja sangat menyadari Batam adalah rumah kita, yang harus kita jaga bersama dan kita ciptakan menjadi lebih indah, bersih, aman, dan nyaman,” ungkap Kamaluddin.

Beliau juga menyampaikan ucapan selamat Hari Buruh serta terima kasih atas aksi unjuk rasa yang berlangsung damai dan kreatif yang digelar oleh Konsulat Cabang Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (KC FSPMI) Kota Batam-Kepri.

Dalam aksi tersebut, KC FSPMI Kota Batam menyampaikan beberapa tuntutan kepada pemerintah, seperti segera mengesahkan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang baru sesuai perintah Mahkamah Konstitusi, dan menghapus sistem outsourcing serta menolak upah murah (HOSTUM)

Peringatan May Day tahun ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan pekerja, sekaligus menunjukkan kepedulian buruh terhadap lingkungan dan pembangunan Kota Batam yang lebih baik.(*)

Polemik Soal UWT di Perum Puskopkar Batu Aji, BP Batam; Tahap Kordinasi

Persoalan perpanjangan Uang Wajib Tahunan (UWT) terhadap sekitar 214 unit rumah di Perumahan Puskopkar, Batu Aji, dipicu belum diselesaikannya kewajiban pembayaran UWT tahap awal oleh pihak pengembang, Puskopkar.

Kondisi tersebut membuat Badan Pengusahaan (BP) Batam belum dapat memproses pembayaran UWT tahap kedua atau perpanjangan atas rumah-rumah yang berada di luar batas Penetapan Lokasi (PL) Induk.

Direktur Pengelolaan Lahan BP Batam, Harlas Buana, mengatakan, berdasarkan data penerimaan negara, rumah-rumah tersebut belum melakukan pembayaran UWT alokasi awal selama 30 tahun sesuai ketentuan yang berlaku.

“Dari data penerimaan negara, dan karena berada di luar PL Induk, rumah-rumah tersebut belum membayar UWT alokasi 30 tahun pertama,” kata Harlas di Batam Centre, Jumat (1/5).

Lebih lanjut, disebutkan, berdasarkan Perwako tentang Rencana Detail Tata Ruang, kawasan itu memiliki peruntukan sebagai zona komersial, bukan perumahan.

Namun demikian, Harlas menegaskan, BP Batam tetap mengedepankan pendekatan solutif atas persoalan tersebut dan sesuai ketentuan.

“Kami memahami keresahan masyarakat, dan kami upayakan skema terbaik,” ujar Harlas.

Ia menegaskan bahwa proses ini dalam tahap koordinasi lintas pihak, sehingga memerlukan waktu untuk memastikan seluruh aspek hukum, tata ruang, dan kepentingan masyarakat. Selanjutnya, BP Batam akan mengundang para pihak terkait dan warga agar persoalan dapat teratasi secara tepat dan terukur. /Sumber Rempangpos.com

Persiapan Normalisasi Cipalasari, Elemen Pentahelix Dayeuhkolot Tebas Ranting Pohon Pengganggu

Kab.Bandung –YUTELNEWS.com// Upaya persiapan untuk kegiatan normalisasi Sungai Cipalasari terus dilakukan oleh unsur Pentahelix Dayeuhkolot. Pada Minggu (03/05/2026), sekitar pukul 10.30 WIB, terlihat aksi nyata berupa pemangkasan pohon dan ranting yang dianggap mengganggu diatas aliran air serta akses di sekitar bantaran sungai.

Kegiatan ini merupakan langkah yang sangat penting sebelum dilakukannya pengerukan atau perbaikan saluran air secara menyeluruh. Pohon-pohon yang tumbuh lebat dan ranting yang menjalar ke arah atas aliran sungai berpotensi menjadi pengganggu acara pengerukan tiba.

-Sinergi Pentahelix Bergerak Cepat

Melalui konsep kerjasama Pentahelix yang melibatkan Kolaborasi bersama Dinas BPBD Kabupaten Bandung, Prima dan masyarakat, upaya pembersihan ini berjalan lancar dan tertib. Para personel terlihat bekerja sama memotong dahan dan ranting yang rimbun agar area sungai menjadi lebih bersih dan lebar.

KetuanPentahelix dayeuhkolot Tri Rahmanto pun menyatakan, bahwa Kami melakukan pemangkasan ini sebagai persiapan utama sebelum normalisasi sungai cipqlqsari dilakukan. Tujuannya agar nantinya pekerjaan normalisasi bisa berjalan maksimal dan menjadi lebih lancar, sehingga risiko banjir di wilayah Dayeuhkolot dapat diminimalisir,” ujar ketua Tri Rahmanto di lapangan.

-Wujud Komitmen Kenyamanan Warga

Warga sekitar menyambut baik langkah cepat yang dilakukan ini. Mereka berharap setelah pemotongan ranting dan rencana pembersihan dan normalisasi sampai selesai, kondisi lingkungan menjadi lebih baik dan tidak lagi terancam genangan air saat hujan deras.

Hingga saat ini, kegiatan persiapan terus berlanjut dengan fokus pemotongan ranting dan membersihkan seluruh vegetasi yang menghalangi. Diharapkan dengan sungai yang bersih dan normalisasi yang baik, kualitas hidup masyarakat di sekitar Cipalasari dapat meningkat signifikan.

Yans.

Panen Raya Bawang Merah BUMDes Cijalingan Sukses Besar! Hanya 60 Hari, Kini Jadi Harapan Baru Kebangkitan Ekonomi Warga

YUTELNEWS.com | Sukabumi ,Keseriusan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Cijalingan dalam membangun sektor pertanian akhirnya membuahkan hasil yang membanggakan. Program budidaya bawang merah yang dikembangkan secara mandiri bersama masyarakat sukses menggelar panen raya dengan hasil melimpah hanya dalam waktu sekitar 60 hari masa tanam. Minggu ( 3/4/2026 )

Keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata bahwa desa mampu berkembang dan mandiri melalui pengelolaan potensi lokal yang tepat sasaran. Di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang masih penuh tantangan, hadirnya program pertanian produktif ini menjadi angin segar sekaligus harapan baru bagi warga.

Hamparan lahan pertanian bawang merah yang sebelumnya digarap bersama masyarakat kini berubah menjadi sumber ekonomi yang menjanjikan.

Saat panen raya berlangsung, suasana penuh semangat terlihat jelas dari para petani dan warga yang turun langsung ke lahan untuk memanen hasil kerja keras mereka selama dua bulan terakhir.

Bawang merah hasil panen terlihat tumbuh subur dengan kualitas yang baik.
Hasil tersebut dinilai cukup memuaskan dan berpotensi memberikan keuntungan ekonomi bagi masyarakat maupun pengelola BUMDes.

Tidak sedikit warga yang mengaku bangga karena program yang dijalankan desa mampu menghasilkan sesuatu yang nyata dan bermanfaat.

Pengelola BUMDes Cijalingan menyampaikan bahwa program budidaya bawang merah ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan ketahanan pangan desa sekaligus menciptakan sumber penghasilan baru bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, hasil panen kali ini sangat menggembirakan.
Ini membuktikan bahwa pertanian masih menjadi sektor yang sangat potensial jika dikelola dengan serius dan melibatkan masyarakat secara langsung. Kami berharap program ini bisa terus berkembang dan menjadi kekuatan ekonomi baru bagi desa,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan panen raya tersebut tidak didapat secara instan.Mulai dari proses pengolahan lahan, pemilihan bibit, perawatan tanaman hingga masa panen dilakukan dengan penuh keseriusan dan kerja sama seluruh pihak.

Semangat gotong royong masyarakat menjadi salah satu faktor penting yang membuat program tersebut berhasil.

Selain menghasilkan komoditas pertanian, program ini juga dinilai mampu membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar. Banyak warga terlibat langsung dalam proses penanaman dan perawatan bawang merah sehingga memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi desa.

Program pertanian yang dijalankan BUMDes Cijalingan pun mendapat apresiasi dari masyarakat. Warga menilai langkah tersebut menjadi bukti bahwa desa bisa maju apabila memiliki program yang jelas dan berpihak kepada kebutuhan masyarakat.

“Ini bukan hanya soal panen bawang merah, tetapi tentang bagaimana desa bisa bangkit dan masyarakat punya harapan ekonomi yang nyata,” ungkap salah seorang warga.

Keberhasilan panen raya bawang merah tersebut kini mulai menjadi perhatian karena dianggap mampu menjadi contoh pengembangan ekonomi desa berbasis pertanian produktif. Banyak pihak berharap program seperti ini dapat terus dikembangkan agar desa-desa lain juga mampu memanfaatkan potensi lokal yang dimiliki.
BUMDes Cijalingan sendiri dikabarkan tidak akan berhenti sampai di sini.

Setelah sukses dengan budidaya bawang merah, pengelola berencana memperluas pengembangan sektor pertanian lainnya untuk memperkuat ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa desa tidak hanya mampu menjadi penonton dalam pembangunan ekonomi, tetapi juga bisa tampil sebagai pelaku utama yang menciptakan perubahan nyata bagi masyarakatnya.

Panen raya bawang merah ini akhirnya menjadi simbol keberhasilan kerja keras, kebersamaan, dan semangat membangun desa. Dari lahan pertanian sederhana, kini tumbuh harapan besar untuk masa depan ekonomi masyarakat yang lebih baik, mandiri, dan sejahtera.

Reporter : Mirna
( Kabiro Sukabumi )

Lima Tahun Terbengkalai, Keude Geudong Menjadi “Kota Hantu”: Rakyat Kecil Menanggung Derita

YUTELNEWS.com— Harapan yang pernah tumbuh di jantung Keude Geudong kini perlahan memudar, berganti dengan pemandangan bangunan kosong yang berdiri tanpa kepastian. Proyek pembangunan ruko yang digagas oleh perusahaan milik daerah itu justru menyisakan luka mendalam bagi masyarakat. Hampir lima tahun berlalu, namun tak ada tanda-tanda penyelesaian—yang tersisa hanyalah kesunyian dan kerugian.

Bangunan-bangunan itu kini tampak kusam, tak terurus, dan menimbulkan kesan menyeramkan. Di siang hari terlihat mati, di malam hari menjadi gelap dan sunyi. Warga setempat bahkan mulai menyebut kawasan itu sebagai “kota hantu”—simbol kegagalan sebuah proyek yang dulunya dijanjikan membawa kemajuan ekonomi.

Yang paling terpukul adalah para pedagang kecil. Mereka yang dulu menggantungkan hidup dari ramainya aktivitas pasar kini kehilangan sumber penghasilan. Sejak proyek dimulai dan kawasan dirombak, perlahan roda ekonomi masyarakat terhenti.

“Kami bukan hanya kehilangan tempat berdagang, tapi juga kehilangan harapan,” ungkap seorang warga dengan mata berkaca-kaca.

Kondisi ini memicu keprihatinan dari berbagai pihak, termasuk advokat muda Riki Iswandi Bersama rekannya Chaidir Anhar Ia mereka, menilai bahwa persoalan ini tidak bisa dianggap sepele, karena menyangkut hajat hidup masyarakat luas.

“Ini bukan sekadar proyek mangkrak. Ada dampak besar terhadap ekonomi rakyat kecil. Kita patut mempertanyakan bagaimana prosesnya, mulai dari perizinan hingga pengelolaan anggaran,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya akan membawa persoalan ini ke jalur hukum jika ditemukan adanya dugaan pelanggaran.

“Kita ingin kejelasan dan tanggung jawab. Tidak boleh ada pembiaran terhadap kondisi seperti ini. Jika ada unsur yang melanggar hukum, maka harus diproses sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Masyarakat kini hanya bisa menunggu—menunggu keadilan, menunggu perhatian, dan menunggu perubahan. Di tengah bangunan yang membisu, tersimpan suara-suara kecil yang selama ini terabaikan.

Keude Geudong hari ini bukan lagi tentang geliat ekonomi, melainkan tentang kehilangan. Kehilangan mata pencaharian, kehilangan kepercayaan, dan kehilangan janji yang tak pernah ditepati./ Tim

Pemerintah Liat Sebelah Mata, Teriakan Warga Tak Digubris! Rumah Pa Usman di Ujung Runtuh, Pengajuan Sejak 2024 Diduga Dibiarkan

Kab.Bandung – YUTELNEWS.com// Potret pilu kembali terjadi di Kampung Cipatat RT 04 RW 10, Desa Lagadar, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung. Di tengah gencarnya program bantuan dan janji kesejahteraan, seorang warga bernama Pa Usman justru harus bertahan hidup dalam ancaman nyata: rumahnya yang nyaris ambruk kapan saja.

Kondisi bangunan yang ditempati Pa Usman sangat memprihatinkan. Dinding retak di berbagai sisi, tiang penyangga mulai lapuk, dan atap rumah tampak tak lagi mampu menahan beban. Setiap hembusan angin dan guyuran hujan menjadi momok menakutkan yang mengancam keselamatan dirinya dan keluarga.pada Minggu (03/05/2026)

Lebih ironis lagi, upaya untuk mendapatkan bantuan perbaikan rumah bukan hal baru. Pengajuan telah dilakukan sejak tahun 2024. Namun hingga kini, tidak ada kejelasan, tidak ada realisasi, bahkan terkesan tidak ada kepedulian dari pihak yang seharusnya bertanggung jawab.

Warga sekitar pun angkat bicara. Mereka menyayangkan sikap aparat setempat yang dinilai lamban, bahkan terkesan tutup mata terhadap kondisi darurat yang jelas terlihat di depan mata. Padahal, persoalan rumah tidak layak huni bukan sekadar administrasi , ini menyangkut keselamatan jiwa manusia.

“Sudah sering diajukan, sudah disampaikan, tapi hasilnya nihil. Jangan sampai harus menunggu rumah itu benar-benar roboh dan menelan korban dulu baru ada tindakan,” ujar salah satu warga dengan nada kecewa.

Situasi ini memunculkan pertanyaan besar tentang keberpihakan terhadap masyarakat kecil. Di saat bantuan sosial dan program perumahan digembar-gemborkan, mengapa masih ada warga yang luput dari perhatian? Di mana letak tanggung jawab moral dan fungsi pelayanan aparat kepada rakyat?

Kini, masyarakat berharap ada langkah nyata dan cepat dari pemerintah desa hingga instansi terkait di tingkat yang lebih tinggi. Jangan biarkan Pa Usman terus hidup dalam bayang-bayang bencana di rumahnya sendiri.

Karena sejatinya, negara hadir untuk melindungi setiap warganya—bukan membiarkan mereka berjuang sendiri di tengah ancaman yang nyata. Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka bukan hanya rumah yang runtuh, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap kepedulian aparat yang ikut hancur.**

Yans.

Ketua DPRD Hj. Renie Rahayu Fauzi SH : Hardiknas 2026 Momentum Perkuat Kolaborasi Pendidikan di Kabupaten Bandung

Bandung – YUTELNEWS.com// Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Hj. Renie Rahayu Fauzi, S.H., menyampaikan ucapan Selamat Hari Pendidikan Nasional yang diperingati setiap 2 Mei 2026.

Dalam momentum peringatan tahun ini, ia menyoroti pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam memajukan sektor pendidikan, sejalan dengan tema “Menguatkan Partisipasi Semesta, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”.

Menurutnya, pendidikan merupakan fondasi utama dalam membentuk generasi yang tangguh, berdaya saing, serta memiliki integritas tinggi.

“Melalui kebersamaan dan kepedulian semua pihak, mari kita dorong pemerataan akses serta peningkatan kualitas pendidikan,” ujarnya.

Ia juga berharap peringatan Hari Pendidikan Nasional dapat menjadi pengingat bagi semua pihak untuk terus berkomitmen dalam menciptakan sistem pendidikan yang inklusif dan berkualitas.

Lebih lanjut, Hj. Renie Rahayu Fauzi menegaskan bahwa kemajuan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, melainkan membutuhkan peran aktif seluruh elemen, mulai dari tenaga pendidik, orang tua, dunia usaha, hingga masyarakat luas.

“Pendidikan adalah investasi jangka panjang bagi masa depan daerah dan bangsa. Oleh karena itu, diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat untuk memastikan setiap anak mendapatkan hak pendidikan yang layak tanpa terkecuali.

Kita harus bersama-sama menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mampu mendorong lahirnya generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, akhlak, serta keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa tantangan pendidikan ke depan semakin kompleks, terutama di era digitalisasi yang menuntut adaptasi cepat dari seluruh pemangku kepentingan.

“Kita tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri. Diperlukan inovasi, kolaborasi, dan komitmen yang berkelanjutan agar kualitas pendidikan di Kabupaten Bandung terus meningkat dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Momentum Hari Pendidikan Nasional ini harus kita jadikan sebagai titik refleksi sekaligus penguatan tekad untuk menghadirkan pendidikan yang merata, inklusif, dan berkualitas bagi seluruh masyarakat,” tambahnya.

Dengan demikian, lanjutnya, cita-cita mewujudkan masa depan Kabupaten Bandung yang lebih maju dan berdaya saing dapat tercapai.**

Yans.

Polsek Majalaya Polresta Bandung Gelar Apel Gabungan, Perkuat Sinergi Kamtibmas Bersama Elemen Masyarakat

Bandung — YUTELNEWS.com// Untuk memperkuat sinergi dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), jajaran Polsek Majalaya, Polresta Bandung menggelar apel gabungan di halaman Mapolsek Majalaya. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu malam, (02/05/2026).

Apel ini turut dihadiri oleh unsur masyarakat dan mitra kepolisian, di antaranya Pokdar Kamtibmas, Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI), serta komunitas Majalaya Awas.

Kapolsek Majalaya Kompol Suyatno, S.Pd.I., M.M., yang diwakili Kanit Intel AKP Ate Jumara, S.H.I. dalam arahannya menegaskan pentingnya kolaborasi antara aparat kepolisian dengan elemen masyarakat dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif.

“Sinergitas antara kepolisian dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas kamtibmas. Kami mengajak seluruh elemen untuk terus aktif berperan serta dalam menjaga lingkungan masing-masing,” ujar AKP Ate Jumara.

Ia juga menekankan pentingnya deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan, serta mengimbau seluruh peserta apel untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam menghadapi dinamika sosial di masyarakat.

Kegiatan apel berlangsung dengan tertib dan penuh semangat kebersamaan. Diharapkan, melalui kegiatan ini, koordinasi dan komunikasi antar unsur keamanan dan masyarakat semakin solid demi terciptanya situasi yang aman, nyaman, dan kondusif di wilayah Majalaya.**

Yans.

Bukit Panenjoan Tenjojaya Meledak di Media Sosial, Jadi Buruan Wisatawan dan Konten Kreator Pemburu Citylight Sukabumi

YUTELNEWS.com | CIBADAK ,Kabupaten Sukabumi kembali memiliki destinasi wisata yang tengah viral dan ramai diperbincangkan di media sosial. Bukit Panenjoan yang berada di Desa Tenjojaya, Kecamatan Cibadak, kini menjadi magnet baru bagi wisatawan hingga para konten kreator yang berburu panorama citylight Sukabumi dari atas ketinggian, Sabtu (02/05/2026).

Keindahan panorama alam yang disuguhkan Bukit Panenjoan sukses mencuri perhatian publik. Dari atas bukit, pengunjung dapat menikmati hamparan permukiman warga, jalur utama Sukabumi Utara, hingga lalu lalang kendaraan yang terlihat begitu indah saat malam mulai tiba.

Gemerlap lampu kendaraan dan cahaya rumah warga menciptakan panorama citylight memukau yang kini menjadi daya tarik utama lokasi wisata tersebut. Tak heran jika Bukit Panenjoan mulai dipadati pengunjung, terutama kalangan anak muda dan para konten kreator yang sengaja datang untuk membuat konten foto maupun video estetik.

Ramainya unggahan di TikTok, Instagram, Facebook, hingga platform digital lainnya membuat nama Bukit Panenjoan Tenjojaya semakin viral dan dikenal luas masyarakat. Banyak konten kreator memanfaatkan panorama alam dari atas bukit sebagai latar video cinematic, fotografi, hingga konten wisata yang menarik perhatian warganet.

Selain panorama alam yang indah, suasana sejuk khas perbukitan juga menjadi alasan banyak wisatawan betah berlama-lama di lokasi tersebut. Pengunjung dapat menikmati momen matahari terbenam, udara malam yang dingin, hingga suasana tenang jauh dari hiruk pikuk perkotaan.

Tak hanya menjadi tempat wisata favorit, Bukit Panenjoan kini juga dikenal sebagai salah satu kemping ground hits di Sukabumi.

Area terbuka yang luas membuat banyak wisatawan memilih bermalam sambil mendirikan tenda dan menikmati panorama citylight dari atas bukit.

Menjelang malam, suasana di kawasan tersebut semakin ramai dipenuhi pengunjung dan komunitas camping. Banyak wisatawan berkumpul sambil menikmati kopi hangat, bersantai bersama sahabat, hingga membuat konten media sosial dengan latar gemerlap lampu Sukabumi.

“Tempatnya keren banget buat camping dan bikin konten. View malamnya luar biasa, citylight-nya bagus dan suasananya adem,” ujar salah seorang konten kreator yang datang ke lokasi.

Perlahan namun pasti, Bukit Panenjoan Tenjojaya kini menjelma menjadi destinasi wisata alternatif yang tengah naik daun di Kabupaten Sukabumi.

Keberadaan wisata tersebut diharapkan mampu mendongkrak sektor pariwisata lokal sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Dengan panorama alam memukau, suasana sejuk, serta pesona citylight yang viral di media sosial, Bukit Panenjoan Tenjojaya diprediksi akan terus menjadi salah satu destinasi wisata dan kemping ground favorit di Sukabumi.

Reporter : Mirna
( Kabiro Sukabumi )

PT Bina Usaha Aceh Utara Disorot, Adv. Riki Iswandi : Diminta Pertanggungjawaban Pemda

YUTELNEWS.com /Bayangkan sebuah pusat ekonomi rakyat yang dulu hidup, ramai, dan penuh harapan—kini berubah menjadi deretan bangunan kosong yang dingin dan menyisakan luka.

Di Kecamatan Samudera, tepatnya di Keude Geudong, pembangunan ruko oleh perusahaan milik daerah, PT Bina Usaha Aceh Utara, justru menjadi simbol kegagalan yang menyakitkan. Proyek yang digadang-gadang mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat itu kini terbengkalai selama kurang lebih lima tahun. Bangunan yang seharusnya menjadi pusat aktivitas perdagangan, kini berdiri kaku—kusam, tak terawat, dan menyerupai “rumah hantu” di tengah keramaian yang telah lama hilang.

Lebih memilukan lagi, keberadaan proyek tersebut justru mematikan denyut ekonomi masyarakat kecil. Para pedagang yang sebelumnya menggantungkan hidup di kawasan Keude Geudong terpaksa kehilangan tempat dan pelanggan. Sebagian dari mereka gulung tikar, sebagian lainnya bertahan dengan kondisi serba kekurangan, dan tak sedikit yang akhirnya menyerah pada keadaan.

Advokat muda, Riki Iswandi, mengungkapkan kegeramannya terhadap kondisi ini. Ia menilai pengelolaan proyek tersebut sebagai bentuk ketidakseriusan dan ketidakpedulian terhadap nasib rakyat kecil.

“Ini bukan sekadar bangunan mangkrak. Ini adalah simbol penderitaan masyarakat yang hak ekonominya dirampas secara perlahan. Bagaimana mungkin proyek pemerintah yang seharusnya mensejahterakan rakyat justru menjadi penyebab matinya usaha mereka?” ujarnya dengan nada kecewa.

Menurutnya, pemerintah daerah dan pihak terkait harus segera bertanggung jawab. Ketidakjelasan arah pembangunan, lemahnya pengawasan, serta dugaan perencanaan yang tidak matang menjadi faktor utama terbengkalainya proyek tersebut.

Hari demi hari berlalu, namun tak ada tanda-tanda kehidupan kembali di bangunan itu. Cat yang mulai mengelupas, halaman yang ditumbuhi semak, serta suasana sunyi menjadi saksi bisu dari harapan masyarakat yang perlahan memudar.

Kini, masyarakat hanya bisa bertanya—untuk apa sebenarnya ruko itu dibangun? Siapa yang diuntungkan? Dan sampai kapan mereka harus menunggu keadilan?

Di tengah diamnya bangunan-bangunan itu, tersimpan jeritan yang tak terdengar—jeritan para pedagang kecil yang kehilangan segalanya./ Tim

Ketua Rw 04 Palasari Suherman Gelar Retret “Bangkit Bersama” : Palasari 04 Dirancang Khusus Perkuat Sinergitas Antar Elemen

Kab.Bandung – YUTELNEWS.com// Ketua Rw 04 Palasari Suherman menggelar kegiatan retret bertajuk “Bangkit Bersama” Palasari 04, Kelurahan Pasawahan, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, yang berlangsung di Wisata Carita Alam Pangalengan .pada Sabtu (02/05/2026), mulai pukul 16.00 WIB. “Kegiatan ini dirancang secara khusus sebagai wadah strategis untuk mempererat sinergitas, menyatukan visi, dan memperkuat kolaborasi di lingkungan pemerintahan Rw serta masyarakat.

Retret ini dihadiri oleh seluruh jajaran perangkat Rw, tokoh masyarakat, serta perwakilan dari elemen lainnya. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan komitmen bersama untuk membangun Palasarin 04 yang lebih maju, aman, dan sejahtera.

-Fokus Penguatan Sinergitas dan Pembangunan

Dalam sambutannya, Ketua Rw 04 palasari Suherman menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan sebuah forum evaluasi dan perencanaan yang mendalam. Tema “Bangkit Bersama” diangkat sebagai semangat untuk bangkit dari berbagai tantangan dan melangkah maju bersama-sama.

“Retret Palasari 04 ini kami rancang khusus untuk memperkuat sinergitas. Kita sadar bahwa pembangunan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, butuh kerjasama yang kuat antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat,” ungkap salah satu panitia.

Selama kegiatan berlangsung, berbagai materi penting disampaikan, mulai dari pembahasan mengenai tata kelola pemerintahan yang baik, strategi peningkatan pelayanan publik, hingga upaya pemecahan masalah sosial yang ada di lingkungan masyarakat. Diskusi berjalan sangat interaktif, di mana setiap peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi, ide, dan solusi kreatif demi kemajuan wilayah.

-Mewujudkan Palasari 04 yang Lebih Baik

Suasana kegiatan terasa sangat hangat, kekeluargaan, namun tetap kondusif dan fokus. Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara, mulai dari sesi materi hingga diskusi kelompok.

Diharapkan melalui retret “Bangkit Bersama” Palasari 04 ini, dapat terlahir kesepahaman yang mendalam serta komitmen yang kuat dari semua nya. Sinergi yang terbangun diharapkan dapat diterjemahkan menjadi langkah -langkah nyata dalam pembangunan, sehingga Palasari 04 dapat terus berkembang dan memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh warganya.

Kegiatan ditutup dengan harapan agar seluruh hasil diskusi dan kesepakatan yang telah dibuat dapat segera diimplementasikan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sejahtera.

Yans.

Pemkab Sukabumi Berikan Beasiswa di Momentum Hardiknas 2026, Bupati Asep Japar: Wujudkan SDM Unggul dan Berdaya Saing

YUTELNEWS.com | SUKABUMI ,Pemerintah Kabupaten Sukabumi menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi unggul dan berdaya saing melalui pemberian beasiswa kepada para siswa berprestasi pada momentum Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Sabtu (2/5/2026).

Penyerahan beasiswa dilakukan langsung oleh Bupati Sukabumi H. Asep Japar usai Upacara Peringatan Hardiknas yang digelar di Lapang Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Kecamatan Cikembar.

Berdasarkan data yang dihimpun, penerima beasiswa terdiri dari siswa tingkat SD dan SMP yang memiliki prestasi di bidang keagamaan, khususnya para penghafal Al-Qur’an (hafiz dan hafizah).

Dalam sambutannya, Bupati Sukabumi H. Asep Japar menegaskan bahwa program beasiswa merupakan bagian nyata dari visi dan misi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), baik melalui pendidikan umum maupun pendidikan keagamaan.

“Peningkatan SDM menjadi salah satu prioritas kami. Karena itu pemerintah daerah terus menghadirkan program beasiswa di berbagai jenjang pendidikan,” ujar Bupati.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus menggulirkan berbagai program bantuan pendidikan untuk membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat agar dapat memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas.

“Pemda memberikan banyak beasiswa, baik untuk hafiz Al-Qur’an maupun program pendidikan lainnya. Bahkan sampai beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” ungkapnya.

Bupati juga menekankan bahwa peningkatan mutu pendidikan harus dibarengi dengan kemudahan akses pendidikan bagi seluruh anak-anak Kabupaten Sukabumi.

“Kami ingin membuka kesempatan seluas-luasnya bagi putra-putri Kabupaten Sukabumi untuk mendapatkan ilmu dan pendidikan terbaik demi masa depan yang lebih baik,” tegasnya.

Sementara itu, salah seorang penerima beasiswa hafiz Al-Qur’an, Azizah Noor Fitriani, mengaku bangga dan bersyukur atas penghargaan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Sukabumi.

Siswi kelas IX SMPN 1 Cikembar tersebut mengatakan, beasiswa yang diterimanya merupakan hasil dari proses seleksi yang cukup panjang dan penuh perjuangan.

“Alhamdulillah sangat senang bisa mendapatkan beasiswa ini. Prosesnya cukup panjang dan penuh perjuangan,” ujarnya.

Azizah mengungkapkan, dirinya telah menekuni hafalan Al-Qur’an sejak lama melalui pengajian rutin di lingkungan rumahnya. Berkat ketekunan tersebut, kini dirinya telah menghafal sekitar lima juz Al-Qur’an.

“Sudah cukup lama belajar menghafal Al-Qur’an di pengajian rumah. Insya Allah sekarang hafal lima juz,” pungkasnya.

Reporter : Mirna
( Kabiro Sukabumi )

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.