Andalkan Teknologi Sterilwave Ramah Lingkungan, RSBP Batam Sulap Limbah Medis Jadi Paving Block

Yutelnews.com | Rumah Sakit BP Batam (RSBP Batam) terus menunjukkan komitmennya dalam inovasi layanan kesehatan sekaligus pelestarian lingkungan. Terbaru, RSBP Batam mengoperasikan teknologi Sterilwave, sebuah sistem modern yang mampu menghancurkan dan mensterilkan limbah medis infeksius secara aman dan ramah lingkungan.

Teknologi ini bekerja dengan dua tahapan utama, yakni penghancuran (shredding) dan sterilisasi menggunakan gelombang mikro. Limbah medis seperti plastik bekas alat kesehatan, jarum suntik, hingga material infeksius lainnya diproses hingga menjadi material yang tidak lagi berbahaya.

Hasil pengolahan tersebut kemudian dimanfaatkan kembali, salah satunya sebagai bahan baku pembuatan paving block. Material limbah berbasis plastik yang telah disterilkan dicampur dengan bahan lain untuk menghasilkan paving block yang kuat dan layak digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti halaman, jalur pejalan kaki, hingga fasilitas umum.

Direktur Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam Kolonel Laut (K) dr. Tanto Budiharto mengatakan, inovasi ini tidak hanya mengedepankan aspek keselamatan dalam pengelolaan limbah medis, tetapi juga memberikan nilai tambah dari sisi keberlanjutan lingkungan.

“Kami berkomitmen menghadirkan pengelolaan limbah medis yang tidak hanya memenuhi standar kesehatan, tetapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan,” ujarnya.

Langkah ini sekaligus menjadi implementasi nyata konsep circular economy, di mana limbah tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan diolah menjadi produk yang bernilai guna. Selain mampu mengurangi volume limbah medis yang harus dimusnahkan secara konvensional, metode ini juga membantu menekan potensi pencemaran lingkungan.

Saat ini, RSBP Batam menjadi salah satu pelopor di Batam dan Kepulauan Riau dalam penerapan teknologi pengolahan limbah medis terpadu yang terintegrasi dengan pemanfaatan hasil olahannya.

Ke depan, pihak rumah sakit juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari fasilitas kesehatan, instansi pemerintah, hingga sektor swasta, untuk bersama-sama mengembangkan sistem pengelolaan limbah medis yang aman, efisien, dan berkelanjutan.

Dengan hadirnya teknologi Sterilwave, RSBP Batam menegaskan posisinya sebagai rumah sakit yang tidak hanya unggul dalam pelayanan kesehatan, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian lingkungan.(*)

RSBP Batam Raih ISO 9001:2015, Perkuat Layanan Unggulan Berbasis Teknologi

YUTELNEWS.com | Rumah Sakit BP Batam (RSBP) terus memperkuat transformasi layanan kesehatan dengan meraih sertifikasi ISO 9001:2015 untuk sistem manajemen mutu pada sejumlah layanan strategis.

Selain itu, RSBP juga meluncurkan berbagai layanan unggulan berbasis teknologi modern guna meningkatkan kualitas pelayanan dan mengurangi rujukan pasien ke luar daerah maupun luar negeri.

Direktur RSBP Batam, Kolonel Laut (K) dr. Tanto Budiharto, mengatakan sertifikasi ini menjadi fondasi penting dalam peningkatan mutu layanan.

“Penerapan ISO 9001:2015 memastikan setiap proses pelayanan berjalan terstandarisasi, terukur, dan berkelanjutan sesuai standar internasional,” ujarnya, Rabu (8/4).

Layanan yang telah tersertifikasi meliputi Laboratorium Patologi Klinik, Patologi Anatomi, Instalasi Radiologi, Medical Check-Up (MCU), serta Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Sebagai penguatan layanan, RSBP menghadirkan sejumlah fasilitas unggulan, di antaranya layanan neurointervensi untuk penanganan stroke dan kelainan pembuluh darah otak secara minimal invasif, serta layanan jantung bawaan.

Pengembangan ini menjadi bagian dari Cardio-Neuro-Cerebrovascular Centre yang tengah dibangun sebagai layanan unggulan rumah sakit.

RSBP juga melengkapi fasilitas dengan teknologi medis mutakhir seperti IVUS dan Rotablator untuk tindakan jantung kompleks, imunohistokimia untuk diagnosis kanker, endoscopy dan colonoscopy untuk deteksi dini penyakit saluran cerna, serta CBCT dental untuk pencitraan gigi.

Penguatan tersebut turut mendukung pembentukan Oncology Centre dan Trauma Centre sebagai bagian dari pusat layanan unggulan (centre of excellence).

Dari sisi ekonomi, pengembangan layanan ini diproyeksikan menambah pendapatan sekitar Rp14,76 miliar per tahun, sekaligus meningkatkan kompleksitas layanan (case mix INA-CBG’s) dan menekan angka rujukan pasien ke luar daerah.

Saat ini, RSBP Batam mencatat lebih dari 120 ribu kunjungan pasien per tahun, dengan tren peningkatan pada layanan spesialistik dan subspesialistik.

Tak hanya fokus pada layanan klinis, RSBP juga menerapkan teknologi Sterilwave dalam pengolahan limbah medis ramah lingkungan, serta layanan pemeriksaan endotoksin untuk menjamin kualitas air pada hemodialisa.

Secara strategis, pengembangan ini diharapkan memperkuat posisi RSBP sebagai rumah sakit rujukan regional serta mengurangi kebocoran pasien ke luar negeri, khususnya ke Singapura dan Malaysia.

“Kami berkomitmen menjadikan Batam sebagai pusat layanan kesehatan regional yang berdaya saing global,” tegas Tanto.

Sementara itu, perwakilan lembaga sertifikasi ISO, Bagus Triatmoyo, menyebut sertifikasi tersebut menjadi pengakuan internasional atas mutu layanan rumah sakit.

Hal senada disampaikan Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuti Sirait, yang menegaskan capaian ini merupakan komitmen peningkatan layanan secara berkelanjutan.

Ke depan, RSBP Batam menargetkan penguatan layanan di bidang kardiovaskular, onkologi, dan trauma, sekaligus mendorong peran dalam pendidikan serta penelitian kesehatan. (*)

Revitalisasi Underpass Pelita, BP Batam Perkuat Kualitas Infrastruktur Publik

YUTELNEWS.com | BP Batam melalui Direktorat Pembangunan Infrastruktur melaksanakan proyek Revitalisasi Underpass Pelita sebagai bagian dari komitmen peningkatan kualitas infrastruktur dan penataan wajah kota.

Underpass Pelita merupakan jalur strategis yang menghubungkan kawasan pemerintahan dan komersial Batam Center dengan pusat bisnis dan pariwisata di kawasan Nagoya.

Selain berperan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat, underpass ini juga menjadi infrastruktur ikonik sebagai satu-satunya underpass di Kota Batam.

Seiring waktu, kondisi underpass mengalami penurunan dari sisi fungsi maupun estetika.

Coretan vandalisme, pencahayaan yang belum optimal, serta sistem drainase yang kurang berfungsi maksimal berpotensi mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

Menjawab kondisi tersebut, BP Batam melakukan revitalisasi menyeluruh dengan lingkup pekerjaan meliputi penataan lanskap melalui penanaman tanaman hias, pembersihan saluran drainase, pengecatan ulang dinding, marka jalan dan kanstin, pemasangan light box berisi visi pembangunan Kota Batam, serta perbaikan sistem penerangan.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad mengatakan, proyek ini dilaksanakan pada April hingga Mei 2026 dengan durasi pekerjaan selama dua bulan.

Underpass ini nantinya direncanakan memiliki dimensi panjang ±90 meter, lebar ±18 meter, dan tinggi ±5 meter, dengan sumber pendanaan berasal dari anggaran pemeliharaan Direktorat Pembangunan Infrastruktur BP Batam dan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Pemerintah Kota Batam.

Amsakar menyampaikan bahwa revitalisasi ini tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Revitalisasi Underpass Pelita merupakan langkah strategis untuk memastikan keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran mobilitas masyarakat. Kami ingin menghadirkan infrastruktur yang tidak hanya berfungsi optimal, tetapi juga memiliki nilai estetika sebagai representasi kemajuan Kota Batam,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa peningkatan kualitas pencahayaan dan sistem drainase menjadi prioritas guna meminimalkan risiko kecelakaan serta mencegah terjadinya genangan air yang dapat merusak badan jalan.

“Dengan perbaikan yang dilakukan secara menyeluruh, kami optimistis Underpass Pelita akan kembali menjadi jalur yang aman, nyaman, dan membanggakan bagi masyarakat Batam,” tambahnya.

Saat ini, progres pekerjaan telah berjalan, meliputi proses penanaman tanaman hias, pembersihan saluran drainase, serta tahap pengukuran lapangan untuk pengecatan, pemasangan light box, dan perbaikan penerangan.

Melalui revitalisasi ini, Amsakar berharap dapat meningkatkan kualitas infrastruktur sekaligus memperkuat identitas kota.

“Tidak hanya underpass, secara bertahap, BP Batam juga akan melakukan revitalisasi di kawasan lainnya.” Pungkasnya.

Berkenaan dengan hal tersebut, masyarakat diimbau untuk turut menjaga fasilitas umum serta menghindari tindakan vandalisme demi keberlanjutan manfaat bersama. (*)

BP Batam Kumpulkan Pengusaha, Perizinan dan Tekanan Global Dibedah Terbuka

YUTELNEWS.com  Badan Pengusahaan (BP) Batam langsung menjemput bola. Pelaku usaha dan tokoh masyarakat dikumpulkan dalam forum “Mendengar Lebih Dekat, Bergerak Bersama Menuju 2026” di Balairungsari Lantai 3 BP Batam, Kamis (2/4) sore.

‎Dalam forum itu, BP Batam membaca langsung denyut persoalan di lapangan, mulai dari investasi, perizinan, hingga tekanan global yang kian terasa.

‎Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan pertemuan ini menjadi ruang terbuka untuk menyerap suara pelaku industri sekaligus memetakan arah ekonomi Batam ke depan.

‎Sejumlah isu strategis mengemuka. Mulai dari iklim investasi, penyederhanaan perizinan, penguatan sumber daya manusia (SDM), hingga dinamika sosial dan politik yang ikut memengaruhi stabilitas daerah.

Amsakar mengungkapkan, pembahasan juga menyentuh kemungkinan kenaikan BBM, penguatan Batam sebagai kawasan logistik, hingga persoalan mendasar seperti kualitas SDM dan tingkat pengangguran terbuka.

‎”Semua kita perbincangkan. Pelaku usaha mengapresiasi yang sudah kita lakukan, tapi juga menyampaikan hal-hal yang menjadi atensi,” kata dia.

‎Ia menegaskan, persoalan utama yang mengemuka adalah perizinan, kualitas SDM, serta kondisi global yang belum stabil akibat konflik di berbagai kawasan, termasuk Timur Tengah.

‎”Termasuk juga soal BBM dan gas,” ujarnya.

‎Menurutnya, forum ini menjadi upaya menyatukan perspektif antara pemerintah dan pelaku usaha agar kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran.

‎“Kami ingin ada konstruksi pemikiran bersama. Masukan dari pelaku usaha penting agar kebijakan menjawab kebutuhan di lapangan,” ujarnya.

‎Amsakar optimistis, dengan dukungan Forkopimda, dunia usaha, dan masyarakat, Batam memiliki modal kuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih agresif menuju 2026.

‎Ia juga memastikan forum serupa akan digelar secara berkala sebagai ruang membaca persoalan riil di lapangan.

‎“Dari sini kita tahu hambatan yang terjadi. Itu jadi dasar merumuskan kebijakan ke depan,” katanya.

Sementara itu, Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuy Sirait, mengungkapkan forum ini juga mengerucut pada kendala teknis, terutama soal perizinan.

‎”Perizinan sekarang mulai lancar, tapi masih ada yang harus dikoordinasikan dengan pemerintah pusat,” ujarnya.

‎Ia menyebut masih ada sekitar sepuluh perizinan yang belum rampung dan sedang dalam proses penyelesaian.

‎Terkait RKKPL dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), sebagian besar telah diselesaikan dalam waktu sekitar 29 hari. Namun, untuk izin yang berdampak lingkungan, proses tetap dilakukan hati-hati dan membutuhkan koordinasi lanjutan.

‎”Makanya masih butuh waktu untuk koordinasi,” kata Ariastuy.

‎Tokoh masyarakat Kepri, Asman Abnur, menilai capaian Batam saat ini tidak lepas dari sinergi BP Batam dan Pemerintah Kota Batam.

‎“Kolaborasi kepemimpinan berhasil menjaga ritme pertumbuhan ekonomi Batam di tengah tekanan global,” ujarnya.

‎Ia juga menyoroti regulasi pusat seperti PP Nomor 25, 28, 4, dan 47 Tahun 2025 yang dinilai mampu memangkas birokrasi dan menyederhanakan perizinan.

‎“Dampaknya jelas, proses perizinan lebih sederhana dan mengurangi keraguan investor,” tambahnya.

‎Forum ini turut dihadiri sejumlah pelaku usaha dan tokoh industri seperti Kris Wiluan, Abidin Hasibuan, Harry Feri Manik, Peter Vincent, dan Saptana Tri Prasetiawan.

‎Mereka sepakat mendukung langkah BP Batam dalam menghadapi tekanan global, sekaligus optimistis penyatuan kepemimpinan BP Batam dan Pemko mampu mempercepat penyelesaian persoalan perizinan serta menjaga iklim investasi tetap kondusif.(*)

BP Batam Temukan Banyak Sambungan Air Ilegal, Distribusi Terancam Terganggu

YUTELNEWS.com | Badan Pengusahaan (BP) Batam mengungkap temuan maraknya sambungan air ilegal di sejumlah wilayah. Praktik ini dinilai berpotensi memicu kebocoran air dan mengganggu distribusi air bersih ke masyarakat.

‎Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, membenarkan adanya temuan tersebut. Ia menyebut, sambungan ilegal ditemukan di beberapa kecamatan, di antaranya Nongsa dan Sagulung. Namun, jumlah pasti titik sambungan ilegal masih dalam proses pendataan.

‎“Untuk detail jumlahnya saya belum bawa data,” kata Amsakar kepada Batam Pos, Kamis (2/3) sore.

‎Amsakar menegaskan, pihaknya akan segera mengambil langkah penertiban. Sebelum itu, BP Batam akan menyampaikan pemberitahuan kepada masyarakat agar proses penindakan tidak mengganggu suplai air bersih.

‎“Kalau jalur-jalur ilegal itu tidak diawasi, kebocoran air kita makin besar,” tegasnya.

‎Ia juga mengungkapkan, tim di lapangan sebenarnya telah mengantongi data awal terkait jumlah sambungan ilegal. Namun, pendataan masih terus dimatangkan sebelum dilakukan langkah lanjutan, termasuk penertiban dan penyesuaian status sambungan menjadi resmi melalui pemasangan meteran.

Sementara itu, Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuy Sirait, mengatakan pihaknya masih melakukan penghitungan karena jumlah sambungan ilegal yang ditemukan cukup banyak dan tersebar di berbagai wilayah.

‎“Ilegal connection itu berpengaruh terhadap debit air kepada masyarakat,” ujarnya.

‎Ia menjelaskan, keberadaan sambungan ilegal kerap menjadi penyebab terganggunya aliran air di permukiman. Dalam beberapa kasus, suplai air terlihat normal di hulu, namun melemah atau terputus di hilir akibat adanya penyadapan di tengah jalur distribusi.

‎“Misalnya di rumah airnya lancar, tapi tiba-tiba mati. Setelah dicek di hulu tidak ada masalah, ternyata di tengah ada ilegal connection yang mengalihkan air ke tempat lain,” jelas Ariastuy.

‎Terkait lokasi sambungan ilegal tersebut, pihaknya belum memastikan apakah berada di kawasan permukiman resmi atau tidak. BP Batam masih akan melakukan verifikasi lebih lanjut di lapangan. “Kita belum pastikan apakah itu perumahan liar atau bukan. Nanti kita cek dulu,” katanya.

‎Ariastuy menambahkan, indikasi sambungan ilegal hampir ditemukan di berbagai kecamatan di Batam. Karena itu, pengawasan dan penertiban akan dilakukan secara bertahap.

‎BP Batam juga membuka ruang bagi masyarakat yang telah terlanjur menggunakan sambungan ilegal untuk beralih ke jalur resmi.

‎Masyarakat diminta segera melapor dan mengurus pemasangan legal, dengan sanksi denda yang disebut lebih ringan sebagai bentuk pendekatan persuasif.

‎“Kalau yang ingin membuat koneksi secara resmi, kami akan berikan denda yang lebih ringan karena sudah ada kesadaran,” ujarnya.

‎Namun, terkait besaran denda, pihaknya belum dapat memastikan karena masih dalam pembahasan. “Denda saja, nilainya saya juga belum tahu,” katanya.

‎Di sisi lain, Ariastuy juga mengungkapkan kondisi tingkat kehilangan air atau non-revenue water (NRW) di Batam. Saat ini, angka NRW berada di kisaran 19 persen, turun dari sebelumnya yang sempat mencapai 24 persen.

‎“Di awal itu sekitar 13 persen, kemudian naik sampai 24 persen. Dalam satu tahun terakhir berhasil kita turunkan menjadi 19 persen. Mudah-mudahan ke depan semakin baik,” pungkasnya.(*)

Kepala BP Batam Optimis Akselerasi Kemajuan Batam Mampu Beri Stimulus Ekonomi Daerah

YUTELNEWS.com | Sejak memimpin Kota Batam Februari 2025 lalu, Amsakar – Li Claudia Chandra kembali sukses menorehkan pencapaian positif terhadap gairah ekonomi daerah.

Selain mampu menjaga daya saing kawasan di tengah ketidakpastian ekonomi global, kolaborasi keduanya dalam menghasilkan beragam kebijakan akselerasi pembangunan yang mampu memberi stimulus terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Batam sepanjang tahun 2025.

Peningkatan signifikan ini tercatat mencapai Rp 2,36 triliun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 1,78 triliun atau naik sekitar 32 persen.

Kenaikan tersebut sekaligus mendorong peningkatan total pendapatan daerah pada 2025 yang tercatat sebesar Rp 4,29 triliun dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp 3,7 triliun atau naik sebesar Rp 331,24 miliar.

Angka-angka ini menunjukkan keberhasilan Amsakar – Li Claudia dalam mengelola penerimaan yang bersumber dari sumber ekonomi daerah itu sendiri. Baik dari retribusi daerah, pajak daerah, pengelolaan aset yang terpisah, serta penerimaan sah lainnya.

Sebagaimana diketahui, Pendapat Asli Daerah (PAD) merupakan salah satu komponen penting dalam struktur keuangan daerah yang mencerminkan kemampuan daerah untuk membiayai berbagai kebutuhan pembangunan secara mandiri.

“Pencapaian-pencapaian positif ini tidak terlepas dari sinergi yang baik oleh seluruh komponen daerah dalam mempercepat daya saing Batam sebagai kota madani yang inovatif,” ujar Kepala BP Batam sekaligus Walikota Batam, Amsakar Achmad.

Tidak hanya itu, kolaborasi kepemimpinan Amsakar – Li Claudia mampu mempengaruhi kenaikan pertumbuhan ekonomi Batam tahun 2025 sebesar 6,76 persen (y-on-y) dari tahun sebelumnya yang hanya 6,69 persen. Tren ini sukses menjaga ritme peningkatan ekonomi dan posisi Batam sebagai lokomotif perekonomian Provinsi Kepulauan Riau selama lima tahun terakhir.

Bahkan, kepercayaan pelaku usaha terhadap kolaborasi kepemimpinan Amsakar – Li Claudia ikut memberikan rangsangan bagi struktur ekonomi Batam.

“Saya dan Bu Li Claudia optimis Batam akan terus tumbuh menjadi kota madani yang inovatif. Dinamika ekonomi global dan tuntutan masyarakat yang semakin tinggi membutuhkan inovasi dari seluruh pihak. Oleh sebab itu, masukan dan kritik konstruktif menjadi hal penting bagi kami untuk terus mempercepat akselerasi pembangunan,” pesan Amsakar. (*)

Kepala BP Batam Optimis Akselerasi Kemajuan Batam Mampu Beri Stimulus Ekonomi Daerah

YUTELNEWS.com | Sejak memimpin Kota Batam Februari 2025 lalu, Amsakar – Li Claudia Chandra kembali sukses menorehkan pencapaian positif terhadap gairah ekonomi daerah.

Selain mampu menjaga daya saing kawasan di tengah ketidakpastian ekonomi global, kolaborasi keduanya dalam menghasilkan beragam kebijakan akselerasi pembangunan yang mampu memberi stimulus terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Batam sepanjang tahun 2025.

Peningkatan signifikan ini tercatat mencapai Rp 2,36 triliun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 1,78 triliun atau naik sekitar 32 persen.

Kenaikan tersebut sekaligus mendorong peningkatan total pendapatan daerah pada 2025 yang tercatat sebesar Rp 4,29 triliun dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp 3,7 triliun atau naik sebesar Rp 331,24 miliar.

Angka-angka ini menunjukkan keberhasilan Amsakar – Li Claudia dalam mengelola penerimaan yang bersumber dari sumber ekonomi daerah itu sendiri. Baik dari retribusi daerah, pajak daerah, pengelolaan aset yang terpisah, serta penerimaan sah lainnya.

Sebagaimana diketahui, Pendapat Asli Daerah (PAD) merupakan salah satu komponen penting dalam struktur keuangan daerah yang mencerminkan kemampuan daerah untuk membiayai berbagai kebutuhan pembangunan secara mandiri.

“Pencapaian-pencapaian positif ini tidak terlepas dari sinergi yang baik oleh seluruh komponen daerah dalam mempercepat daya saing Batam sebagai kota madani yang inovatif,” ujar Kepala BP Batam sekaligus Walikota Batam, Amsakar Achmad.

Tidak hanya itu, kolaborasi kepemimpinan Amsakar – Li Claudia mampu mempengaruhi kenaikan pertumbuhan ekonomi Batam tahun 2025 sebesar 6,76 persen (y-on-y) dari tahun sebelumnya yang hanya 6,69 persen. Tren ini sukses menjaga ritme peningkatan ekonomi dan posisi Batam sebagai lokomotif perekonomian Provinsi Kepulauan Riau selama lima tahun terakhir.

Bahkan, kepercayaan pelaku usaha terhadap kolaborasi kepemimpinan Amsakar – Li Claudia ikut memberikan rangsangan bagi struktur ekonomi Batam.

“Saya dan Bu Li Claudia optimis Batam akan terus tumbuh menjadi kota madani yang inovatif. Dinamika ekonomi global dan tuntutan masyarakat yang semakin tinggi membutuhkan inovasi dari seluruh pihak. Oleh sebab itu, masukan dan kritik konstruktif menjadi hal penting bagi kami untuk terus mempercepat akselerasi pembangunan,” pesan Amsakar. (*)

 

Tinjau Pelabuhan Internasional Batam Center dan Harbour Bay, BP Batam Komitmen Benahi Kualitas Layanan Penumpang

YUTELNEWS.com | Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, meninjau langsung layanan penumpang di Pelabuhan Internasional Batam Centre dan Harbour Bay, Selasa (31/3).

Li Claudia ini sekaligus memastikan layanan keimigrasian terhadap penumpang berjalan optimal. Mulai dari alur kedatangan hingga pemeriksaan dokumen perjalanan di keimigrasian.

Amsakar menjelaskan bahwa seluruh proses terkait kelengkapan dokumen perjalanan penumpang memiliki peran vital guna mendukung kelancaran arus lalu lintas orang di pelabuhan. Apalagi saat arus kunjungan meningkat (peak season), terutama pada periode libur sekolah, libur akhir tahun, atau libur keagamaan.

“Kami hadir di sini ingin memastikan dari dekat bagaimana tata kelola pelayanan keimigrasian di kedua pelabuhan ini,” ujar Amsakar.

Ia juga berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan pihak keimigrasian agar tidak ada lagi aktivitas atau kegiatan yang berpotensi mencoreng tata kelola pelayanan penumpang di dua pelabuhan tersebut.

Amsakar ingin, seluruh kendala di lapangan yang dapat menimbulkan potensi tersebut dapat segera teratasi dengan baik. Sehingga, kepercayaan turis mancanegara dan investor kian meningkat terhadap potensi Batam sebagai destinasi wisata unggulan di Indonesia.

“Saya ingin tidak ada lagi praktik-praktik yang dapat mencoreng wajah Batam sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia,” pesan Amsakar.

Senada dengan Amsakar, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, mengatakan bahwa peninjauan ini sekaligus menjadi bahan evaluasi dalam memaksimalkan perbaikan kualitas layanan di pelabuhan internasional.

Li Claudia tidak menginginkan, praktik-praktik melawan hukum yang dilakukan oleh pihak tidak bertanggung jawab dapat mengganggu stabilitas dan kepercayaan dunia internasional terhadap Batam.

“Kami bersungguh-sungguh untuk terus membenahi kualitas layanan di pelabuhan internasional yang ada. Kami juga telah mengingatkan seluruh petugas agar peristiwa yang dapat merugikan nama baik Batam sebagai kota wisata unggulan tidak kembali terulang di kemudian hari,” ujar Li Claudia. (*)

 

UPT Dalduk PK Dayeuhkolot Hadiri Bersinergi dengan KUA dan BKKBN, Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

Kab.Bandung – YUTELNEWS.com// Unit Pelaksana Teknis Daerah Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (UPT Dalduk PK) Kecamatan Dayeuhkolot turut hadir dalam kegiatan sinergitas bersama Kantor Urusan Agama (KUA) dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Kegiatan ini dari senin 04 sampai kamis 07/05/2026, difokuskan pada upaya pencegahan stunting yang menjadi prioritas nasional, pada Senin (04/05/2026).

Pertemuan ini menjadi wadah penting untuk menyatukan visi dan strategi antar instansi terkait dalam menangani masalah stunting. Dalam kesempatannya, Kepala UPT Dalduk PK Dayeuhkolot, Hj. Wahidatun Nikmah, menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor sangat diperlukan agar intervensi dapat dilakukan secara terpadu, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

“Pencegahan stunting tidak bisa dilakukan sendirian. Melalui sinergi dengan KUA dan BKKBN, kami berharap dapat menjangkau masyarakat lebih luas, mulai dari tahap pra-nikah, kehamilan, hingga masa tumbuh kembang anak,” ujarnya.

Lebih lanjut, kepala dalduk hj Wahidatun , kegiatan ini juga membahas berbagai langkah strategis, seperti edukasi kesehatan dan gizi bagi keluarga, pendampingan terhadap keluarga berisiko stunting, serta optimalisasi peran kader di tingkat desa dan kelurahan . Selain itu, dibahas pula pemanfaatan program -program nasional seperti Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) dan Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) yang dapat diterapkan di wilayah Kecamatan Dayeuhkolot .

Pihak KUA juga menegaskan komitmennya untuk mengintegrasikan informasi tentang kesehatan reproduksi dan gizi dalam pelayanan pra-nikah, sebagai upaya mencegah stunting sejak dini. Sementara itu, perwakilan BKKBN menyampaikan data dan arah kebijakan yang menjadi acuan dalam pelaksanaan program di daerah.

Dengan adanya pertemuan ini, diharapkan terbangun koordinasi yang lebih erat antar instansi, sehingga upaya menurunkan angka stunting di Kecamatan Dayeuhkolot dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya generasi mendatang.

Yans.

Pastikan Standar Terjaga, Kakanwil Ditjenpas Kepri Monitoring Langsung Dapur Sehat Dan Klinik Rutan Batam

YUTELNEWS.com /Rumah Tahanan Negara Kelas IIA Batam menerima kunjungan kerja Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kepulauan Riau, Aris Munandar, dalam rangka monitoring dan evaluasi layanan pemasyarakatan, khususnya pada fasilitas dapur sehat dan klinik rutan.

Dalam kunjungan tersebut, Kakanwil meninjau secara langsung fasilitas pelayanan, khususnya dapur dan klinik. Beliau juga melihat bagaimana proses pengolahan makanan di dapur sehat, mulai dari kebersihan area, kualitas bahan pangan, hingga standar penyajian makanan bagi warga binaan. Saat ini, dapur sehat Rutan Batam juga sedang dalam tahap renovasi sebagai tindak lanjut dari arahan Direktur Perawatan, Kesehatan, dan Rehabilitasi Direktorat Jendral Pemasyarakatan, dalam rangka mewujudkan standar dapur sehat yang lebih optimal. Dapur sehat menjadi perhatian utama karena berperan penting dalam menjaga kesehatan serta mendukung pembinaan yang optimal. Selain itu, beliau juga meninjau fasilitas klinik rutan guna memastikan pelayanan kesehatan berjalan dengan baik. Pemeriksaan meliputi ketersediaan tenaga medis, kelengkapan obat-obatan, serta prosedur pelayanan kesehatan bagi warga binaan.

Dalam kesempatan tersebut, Kakanwil juga menyapa langsung warga binaan serta para pengunjung rutan untuk memastikan secara langsung bagaimana pelayanan yang mereka terima. Interaksi ini menjadi bagian penting dalam menggali masukan sekaligus memastikan pelayanan berjalan dengan baik dan sesuai harapan. Kepala Rutan Kelas IIA Batam, Fajar Teguh Wibowo, menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas layanan, baik di bidang kesehatan maupun pemenuhan kebutuhan dasar warga binaan. Ia juga menegaskan komitmen untuk menindaklanjuti setiap arahan dan masukan dari Kakanwil demi peningkatan standar pelayanan.

Kakanwil Ditjenpas Kepri, Aris Munandar, dalam arahannya menekankan pentingnya menjaga kebersihan, konsistensi kualitas makanan, serta optimalisasi layanan kesehatan sebagai bagian dari pembinaan yang humanis dan berkeadilan.

 

MTQ ke-47 Sukabumi Menggema, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sampaikan Ucapan Selamat dan Dorong Penguatan Nilai Religius Masyarakat

YUTELNEWS.com | SUKABUMI ,Semarak Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-47 tingkat Kabupaten Sukabumi kian menggema dan menjadi sorotan berbagai kalangan. Kegiatan keagamaan ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga dinilai sebagai momentum strategis dalam memperkuat nilai-nilai religius di tengah masyarakat. Senin ( 4/5/2026 )

Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Sukabumi, Teddy Setiadi, menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas terselenggaranya MTQ ke-47. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini harus dimaknai lebih luas, bukan sekadar kompetisi membaca Al-Qur’an, melainkan sebagai gerakan moral dalam membangun generasi Qur’ani yang unggul.

“Selamat dan sukses atas pelaksanaan MTQ ke-47 Kabupaten Sukabumi. Ini bukan hanya ajang lomba, tetapi momentum besar untuk meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an serta memperkuat nilai-nilai religius dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Teddy Setiadi.

Menurutnya, di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis, tantangan terhadap nilai-nilai moral dan spiritual juga semakin kompleks. Oleh karena itu, MTQ diharapkan mampu menjadi sarana pembinaan yang efektif dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan berakhlak mulia.

Ia menekankan bahwa Al-Qur’an harus dijadikan sebagai pedoman hidup dalam setiap aspek kehidupan. Dengan menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai landasan, masyarakat diyakini akan mampu menghadapi berbagai tantangan zaman dengan lebih bijak dan berintegritas.

“Melalui MTQ ini, kita berharap lahir qari dan qariah terbaik yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat,” tambahnya.
Lebih lanjut, Teddy Setiadi

juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah daerah, tokoh agama, dan generasi muda, untuk terus mendukung dan menghidupkan kegiatan keagamaan seperti MTQ. Ia menilai, keberhasilan kegiatan ini tidak hanya diukur dari pelaksanaannya, tetapi juga dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat.

“MTQ jangan hanya berhenti pada seremoni tahunan. Harus ada keberlanjutan dalam membumikan nilai-nilai Al-Qur’an agar benar-benar menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Sukabumi,” tegasnya.

Antusiasme masyarakat dalam menyambut MTQ ke-47 pun terlihat begitu tinggi. Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus sarana syiar Islam yang mampu memperkuat kebersamaan dan persatuan di tengah masyarakat.

Dengan semangat MTQ ke-47, Kabupaten Sukabumi diharapkan tidak hanya melahirkan para juara dalam ajang tilawah, tetapi juga mencetak generasi Qur’ani yang menjadi pilar masa depan daerah—generasi yang berakhlak, berilmu, dan berdaya saing tinggi.

Reporter : Mirna
( Kabiro Sukabumi )

Pengurus DPD PDIP Sumbar Yenny S Tanjung, Dina serta Bersama Yanuar Gazali Ketua DPC Kukuhkan Pengurus 5 PAC Kota Payakumbuh

KOTA PAYAKUMBUH, YUTELNEWS.COM —Yanuar Gazali Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Payakumbuh mengadakan pengukuhan 5 pengurus anak cabang (PAC) Kecamatan Kota Payakumbuh acara ini diadakan di Rumah Gadang Limbukan pada, Kamis (30/04/2026).

Acara ini bertujuan untuk mempersiapkan partai untuk menyongsong pemilihan umum 2029.

Ketua DPC, Yanuar Gazali, menyatakan bahwa pengurus PAC berperan penting sebagai garda terdepan partai yang menjangkau masyarakat,” ujar Yanuar Gazali.

Mereka diharapkan menjaga kepercayaan rakyat dan aktif dalam permasalahan yang dihadapi masyarakat.

Pengukuhan 5 pengurus PAC di Kota Payakumbuh diharapkan tidak hanya hadir saat pemilu tetapi juga dalam situasi masyarakat yang membutuhkan seperti membantu petani dan generasi muda.

Yanuar Gazali menekankan pentingnya konkretisasi slogan melalui kerja nyata dan pengabdian,” ujar Yanuar Gazali panggilan akrabnya (UDO).

Ketua DPC PDIP Yanuar Gazali menekankan tiga semangat utama bagi PAC, Gotong royong, Disiplin organisasi, dan Keterlibatan langsung di tengah masyarakat,” ucapnya.

Kekompakan dan loyalitas juga dianggap kunci untuk memperkuat partai,” kata Yanuar Gazali Ketua DPC PDIP Kota Payakumbuh.

Pesan dari DPD PDI Perjuangan Sumatera Barat, Yenny S Tanjung perwakilan DPD, menegaskan peran strategis PAC dan pentingnya soliditas kader yang bisa terjun langsung bertatap muka dengan masyarakat,” ujar Yenny S Tanjung.

Selanjutnya Perwakilan DPD PDIP Sumbar Yenny S Tanjung mengajak semua anggota menjaga kekompakan dan bergerak bersama dalam setiap situasi,” ungkapnya.

Dengan demikian Pengukuhan ini tidak hanya bersifat seremonial melainkan sebagai titik awal untuk memperkuat organisasi hingga ke akar rumput, sehingga PDI Perjuangan semakin dicintai masyarakat.

Selanjutnya dengan semangat gotong royong dan soliditas, PDI Perjuangan Kota Payakumbuh optimis dapat mendekatkan diri dengan masyarakat dan mempersiapkan diri untuk pemilihan umum mendatang.

Yanuar Gazali panggilan akrabnya UDO mengatakan, ” Pengukuhan 5 pengurus PAC Kecamatan diingatkan untuk menjaga kesatuan dan bergerak bersama demi kepentingan rakyat,” ujar Yanuar Gazali Ketua DPC PDIP Kota Payakumbuh.

(MD)

Pimpin Upacara Tiga Peringatan, KDS Soroti Sinergi Pembangunan Daerah

BANDUNG – YUTELNEWS.com// Bupati Bandung, Dadang Supriatna yang akrab disapa KDS memimpin upacara pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional, Hari Otonomi Daerah ke-30, dan Hari Buruh Internasional Tahun 2026 tingkat Kabupaten Bandung di Lapangan Upakarti, pada Senin (04/05/2026).

Dalam amanatnya, KDS menegaskan bahwa ketiga momentum tersebut saling berkaitan dan menjadi fondasi penting dalam mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berkeadilan.

“Jika kita cermati, pendidikan, otonomi daerah, dan kesejahteraan pekerja merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Ketiganya adalah pilar utama dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan,” ujar KDS.

Pada peringatan Hari Pendidikan Nasional, KDS menekankan pentingnya pendidikan sebagai fondasi utama dalam membangun masa depan bangsa.

“Peringatan Hari Pendidikan Nasional bukan sekadar seremonial, tetapi momentum untuk memperkuat komitmen kita dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan membangun daya saing sumber daya manusia,” tegasnya.

Ia menyampaikan, Pemkab Bandung terus menunjukkan komitmennya melalui berbagai capaian, di antaranya meningkatnya rata-rata lama sekolah menjadi 9,4 tahun, serta harapan lama sekolah yang naik dari 12,74 tahun pada 2024 menjadi 12,99 tahun pada 2025.

Selain itu, dari target pembangunan 27 unit sekolah baru, sebanyak 24 unit telah terealisasi dan sisanya akan dituntaskan pada tahun ini. KDS juga menegaskan pentingnya penguatan karakter melalui muatan lokal.

“Kami tidak hanya membangun fisik sekolah, tetapi juga membangun karakter generasi melalui pendidikan Pancasila, budaya Sunda, serta pendidikan keagamaan,” ungkapnya.

Di bidang pendidikan tinggi, KDS menyebut program Beasiswa Ti Bupati (BESTI) telah menjangkau 562 mahasiswa sejak 2022 hingga 2025 dan kembali dibuka untuk 200 mahasiswa pada tahun ini. Selain itu, program Beasiswa Indonesia Emas Daerah (BIE-D) juga terus dilanjutkan untuk mencetak generasi unggul.

Memasuki momentum Hari Otonomi Daerah, KDS menegaskan pentingnya penguatan tata kelola pemerintahan yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Otonomi daerah bukan sekadar pelimpahan kewenangan, tetapi instrumen strategis untuk mempercepat pemerataan pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik,” jelas KDS.

Ia juga mengungkapkan capaian membanggakan Pemkab Bandung yang berhasil meraih peringkat ketiga nasional dalam Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) Tahun 2025. Padahal, sebelumnya Kabupaten Bandung menempati posisi 172 nasional.

“Ini adalah hasil kerja keras kita bersama. Namun, capaian ini tidak boleh membuat kita berpuas diri, melainkan harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Sementara itu, dalam peringatan Hari Buruh Internasional, KDS mengajak seluruh pihak untuk membangun hubungan industrial yang harmonis, berkeadilan, dan saling menguatkan.

“Hubungan pekerja dan pengusaha bukanlah hubungan yang saling berhadapan, tetapi kemitraan yang harus dibangun dalam semangat kebersamaan,” ujarnya.

Ia menyebut tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Bandung saat ini berada di angka 6,68 persen, sehingga diperlukan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan pekerja dalam meningkatkan kompetensi dan memperluas kesempatan kerja.

“Kita harus bersama-sama meningkatkan kualitas tenaga kerja melalui pelatihan dan pengembangan keterampilan agar mampu bersaing di dunia kerja,” tambahnya.

Menutup amanatnya, KDS optimistis Kabupaten Bandung akan terus berkembang dengan dukungan seluruh elemen masyarakat.

“Dengan semangat kolaborasi dan kebersamaan, saya yakin Kabupaten Bandung akan semakin maju, Bedas, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas,” pungkasnya. ***

Yans.

KDS Tegaskan Komitmen Dukung BKPRMI, dari Pembinaan hingga Pemberdayaan Pemuda dan Remaja Masjid

Kab.Bandung – YUTELNEWS.com// Bupati Bandung Dadang Supriatna berpesan agar tugas dan fungsi Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid (BKPRMI) di Kabupaten Bandung lebih dioptimalkan lagi hingga tingkat kecamatan dan desa, seiring terbentuknya jajaran pengurus yang baru periode 2026–2031.

Pesan itu disampaikan Bupati Kang Dadang Supriatna (KDS) saat Pelantikan Dewan Pengurus Daerah (DPD) BKPRMI Kabupaten Bandung, di Masjid Al Fathu Rumah Dinas Bupati, pada Minggu 3 Mei 2026.

Bupati KDS menyebut tugas BKPRMI sebenarnya sangat mulia, terlebih dilihat dari sistem struktur dan fungsinya, antara lain dalam membangun komunikasi umat, pembinaan lembaga masjid, hingga penguatan peran pemuda dalam dakwah dan kegiatan sosial kemasyarakatan.

KDS menyoroti pentingnya peran BKPRMI dalam meningkatkan kemampuan baca Al-Qur’an, yang berdasarkan survei UPI masih berada di angka sekitar 24 persen anak muslim yang bisa membaca Al-Qur’an. Untuk itulah keberadaan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) menurutnya sangat penting untuk membentuk Generasi Qur’ani.

“BKPRMI ini punya peran strategis, bukan hanya sebagai wadah komunikasi pemuda remaja masjid, tapi juga sebagai motor penggerak pembinaan generasi Qur’ani, penguatan lembaga masjid, serta pemberdayaan umat. Ini sejalan dengan visi Kabupaten Bandung yang agamis atau religius dan berkarakter,” ujar KDS.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bandung siap mendorong dan berkolabotasi dengan BKPRMI dalam berbagai program, mulai dari peningkatan literasi Al-Qur’an, pembinaan remaja masjid hingga penguatan kegiatan sosial dan ekonomi berbasis masjid.

“Kalau ini digerakkan sampai tingkat desa dan kecamatan, saya yakin dampaknya akan luar biasa. Apalagi di Kabupaten Bandung itu ada lebih dari 8.000 masjid. Artinya, tidak hanya memperkuat nilai keagamaan, tapi juga membangun karakter generasi muda serta mendukung program pembangunan daerah,” kata dia.

KDS pun berharap kepengurusan baru BKPRMI Kabupaten Bandung dapat langsung bergerak cepat, menyusun program kerja yang terukur dan implementatif, serta mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun masyarakat yang lebih religius dan sejahtera.

Sementara Ketua DPD BKPRMI Kabupaten Bandung Abdul Rouf menyatakan BKPRMI hadir untuk menjawab tantangan-tantangan di bidang kepemudaan dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Mohon doa dan bimbingan mudah-mudahan kami dan saya pribadi bisa melaksanakan amanah ini sesuai dengan AD/ART BKPRMI,” ucap Rouf.(*)

Yans.

Bupati KDS Tegaskan Kolaborasi Jadi Kunci, IKA PMII Didorong Hasilkan Rekomendasi Implementatif

KAB BANDUNG – YUTELNEWS.com// Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Kabupaten Bandung mendorong konsolidasi organisasi melalui penataan distribusi kader, penegasan sikap politik, dan pembenahan basis data.

Ketua IKA PMII Kabupaten Bandung, H Tarya Witarsa, mengatakan organisasi alumni perlu bergerak melampaui kegiatan seremonial. IKA PMII, menurut dia, harus menjadi ruang pengembangan sekaligus pengelolaan kader secara terarah.

“IKA PMII tidak boleh hanya menjadi ruang nostalgia. Kader perlu didistribusikan secara strategis agar memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar H Tarya dalam Dialog dan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) di Gedung Moh Toha, Kabupaten Bandung, pada Minggu (03/05/2026).

Peran alumni, kata dia, kini tersebar di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, akademisi, masyarakat sipil, hingga dunia usaha. Penempatan kader yang tepat menjadi salah satu penopang kontribusi terhadap pembangunan daerah.

Tarya juga menyoroti sikap politik organisasi. Ia menegaskan, IKA PMII harus tetap independen, kritis, dan konstruktif.

“Kita tidak boleh terjebak pada kepentingan jangka pendek. Sikap organisasi harus berpijak pada nilai keislaman, kebangsaan, dan keadilan sosial,” ujarnya.

Pembenahan basis data menjadi agenda lain yang dibenahi. Sekitar 300 alumni PMII di Kabupaten Bandung telah terdata dan jumlahnya terus bertambah.

Menurut Tarya, data kader menjadi dasar pengambilan kebijakan. Data yang tertata memudahkan penyusunan program agar lebih tepat sasaran.

IKA PMII Kabupaten Bandung juga menyiapkan peluncuran situs web resmi sebagai pusat informasi sekaligus pengelolaan data kader. Platform ini digunakan untuk mengintegrasikan data serta memperkuat komunikasi antaralumni.

Ia menambahkan, persoalan basis data selama ini menghambat pengelolaan organisasi. Karena itu, sistem yang terintegrasi menjadi kebutuhan.

Setelah pembenahan data, IKA PMII Kabupaten Bandung berencana membentuk Pengurus Anak Cabang (PAC) di 31 kecamatan.

“Dengan data kader yang terintegrasi, roda organisasi dapat berjalan lebih optimal melalui pembentukan PAC di tingkat kecamatan, seiring bertambahnya jumlah alumni PMII di Kabupaten Bandung,” ujar Tarya yang juga Ketua Fraksi PKB DPRD Kabupaten Bandung itu.

Tarya menambahkan, konsolidasi ini menjadi bagian dari upaya pembenahan tata kelola organisasi agar lebih adaptif terhadap perubahan zaman.

“Dengan sinergi antar kader dan alumni, IKA PMII Kabupaten Bandung dapat memperluas kontribusi dalam pembangunan daerah, baik di bidang sosial, politik, maupun keagamaan,” ujar Tarya.

Sementara itu, Bupati Bandung Dadang Supriatna berharap seminar dan rapat kerja ini mampu melahirkan keputusan maupun inovasi, salah satunya dalam penanganan persoalan persampahan yang hingga kini masih menjadi tantangan di berbagai wilayah.

“Pemkab Bandung siap bekerjasama, berkolaborasi dengan PMII dalam melakukan langkah-langkah terobosan untuk perbaikan di Kabupaten Bandung,” ujar Kang DS.

Ia menegaskan, kolaborasi antara pemerintah daerah dengan organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan seperti IKA PMII menjadi kunci dalam mempercepat penyelesaian berbagai persoalan daerah, termasuk lingkungan dan penguatan ekonomi masyarakat.

Lebih lanjut, Kang DS berharap forum tersebut tidak hanya berhenti pada tataran diskusi, tetapi mampu menghasilkan rekomendasi yang aplikatif dan dapat diimplementasikan, baik dalam konteks kebijakan publik maupun pengembangan ekonomi kerakyatan.

Menurutnya, kontribusi pemikiran dari para alumni PMII yang memiliki latar belakang beragam sangat dibutuhkan untuk memperkaya perspektif pembangunan di Kabupaten Bandung.

Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi, ia optimistis berbagai tantangan daerah dapat dihadapi secara lebih efektif dan berkelanjutan.(*)

Yans.

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.