Sari Ater Hotel & Resort: Harmoni Alam, Relaksasi, dan Kenyamanan di Kaki Gunung Tangkuban Parahu

YUTELNEWS.com | Subang, Jawa Barat- Ditengah kesejukan udara pegunungan dan rimbunnya pepohonan pinus di kaki Gunung Tangkuban Parahu, terdapat sebuah tempat wisata yang memadukan keindahan alam, relaksasi, dan kenyamanan modern dalam satu kawasan: Sari Ater Hotel & Resort.

Terletak di Desa Ciater, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, destinasi ini sudah puluhan tahun menjadi magnet wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan mancanegara.

Nama “Sari Ater” kini identik dengan air panas alami dan suasana alam yang menenangkan. Namun di balik itu, tempat ini juga merupakan saksi sejarah perkembangan pariwisata Jawa Barat yang mampu mempertahankan pesonanya di tengah arus modernisasi.

Pesona Alam dari Gunung Tangkuban Parahu

Berada di ketinggian sekitar 1.500 meter di atas permukaan laut, Sari Ater menawarkan udara sejuk yang menyegarkan, dengan suhu berkisar antara 17 hingga 22 derajat Celsius. Pemandangan pegunungan hijau, kabut tipis yang turun di pagi hari, serta aliran sungai jernih yang berpadu dengan aroma belerang alami menciptakan suasana khas yang sulit ditemukan di tempat lain.

Air panas di kawasan ini berasal langsung dari Gunung Tangkuban Parahu, gunung berapi aktif yang terkenal dalam legenda rakyat Sunda. Air tersebut mengandung belerang dan mineral alami yang dipercaya memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh, seperti melancarkan peredaran darah, mengatasi nyeri otot, serta membantu penyembuhan penyakit kulit ringan. Tak heran, banyak wisatawan datang ke sini bukan hanya untuk rekreasi, tetapi juga untuk terapi relaksasi dan kebugaran.

Pemandian Air Panas: Relaksasi di Tengah Alam

Salah satu ikon utama kawasan ini adalah pemandian air panas alami. Kolam-kolam berisi air panas mengalir langsung dari sumber mata air di lereng gunung, dengan suhu yang terjaga agar tetap nyaman untuk berendam.

Pengunjung dapat memilih berbagai jenis kolam sesuai kebutuhan, mulai dari kolam umum, kolam keluarga, hingga kolam privat yang lebih eksklusif. Saat air hangat menyentuh kulit dan uap lembut membelai wajah, tubuh terasa rileks dan pikiran pun tenang.

Pada malam hari, pengalaman berendam di bawah cahaya lampu temaram dengan udara dingin pegunungan menciptakan sensasi tersendiri. Banyak wisatawan menyebut momen ini sebagai “pengalaman spa alami terbaik di Jawa Barat”.

Fasilitas Lengkap untuk Liburan Keluarga

Selain pemandian air panas, Sari Ater Hotel & Resort dikenal dengan fasilitas rekreasi yang sangat lengkap. Kawasan ini berdiri di atas lahan yang luas, menghadirkan berbagai pilihan akomodasi, wahana, serta ruang terbuka untuk bersantai.

Bagi wisatawan yang ingin menginap, tersedia hotel berbintang, cottage, dan vila dengan berbagai tipe dan harga. Setiap unit dirancang dengan nuansa alami, dikelilingi pepohonan dan taman yang asri, menghadirkan ketenangan bagi tamu yang ingin beristirahat jauh dari hiruk pikuk kota.

Untuk keluarga, tersedia area taman bermain anak, kolam renang air dingin, hingga arena outbound yang aman dan seru. Di sisi lain, bagi pencinta petualangan, Sari Ater juga menawarkan aktivitas ATV, berkuda, hingga Panahan.

Bagi komunitas atau perusahaan, kawasan ini menyediakan fasilitas gathering, camping ground, dan area outbound korporat yang sering digunakan untuk pelatihan kepemimpinan atau kegiatan team building.

Kuliner Khas Sunda di Sari Ater Resto

Tak lengkap rasanya jika berkunjung tanpa mencicipi kuliner khasnya. Di kawasan ini terdapat Sari Ater Resto, restoran dengan konsep semi terbuka yang menawarkan sajian kuliner Sunda otentik.

Dari nasi liwet, gurame bakar, pepes ikan, ayam goreng kampung, sayur asem, sambal terasi segar, hingga aneka lalapan, semuanya disajikan hangat dengan pemandangan alam terbuka dan udara pegunungan yang menggoda selera.

Selain makanan tradisional, restoran ini juga menyediakan menu modern dan internasional, cocok untuk wisatawan yang datang dari berbagai latar belakang. Tak jarang, pengunjung memilih duduk di teras sambil menyeruput teh panas, menikmati kabut yang perlahan turun di sore hari, momen sederhana yang begitu berkesan.

Sejarah dan Transformasi Wisata Sari Ater

Sari Ater Hotel & Resort bukanlah destinasi baru. Tempat ini sudah dikembangkan sejak tahun 1970-an, saat pemerintah daerah dan investor lokal melihat potensi besar dari sumber air panas alami Ciater.

Dari pemandian sederhana, kawasan ini berkembang menjadi resor wisata modern yang kini menjadi salah satu ikon pariwisata Jawa Barat. Meski telah bertransformasi dengan fasilitas modern, Sari Ater tetap mempertahankan nilai-nilai lokal dan kelestarian alamnya.

Penataan kawasan yang rapi, penghijauan berkelanjutan, serta pengelolaan limbah ramah lingkungan menjadi bukti bahwa wisata ini tak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga pada keberlanjutan ekosistem dan masyarakat sekitar.

Akses Mudah dan Strategis

Secara geografis, Sari Ater terletak di jalur wisata Bandung – Subang, dan dapat ditempuh sekitar 30 menit dari Lembang atau 2,5 jam dari Jakarta melalui Tol Cipali. Jalan menuju lokasi relatif mulus dengan pemandangan perkebunan teh yang indah di sepanjang perjalanan.

Bagi wisatawan yang datang rombongan, tersedia area parkir luas dan akses mudah bagi bus besar. Tidak sedikit wisatawan mancanegara, terutama dari Malaysia dan Singapura, yang menjadikan Sari Ater sebagai tujuan wisata utama setelah berkunjung ke Bandung.

Kenyamanan dan Pelayanan yang Berkesan

Selain keindahan alam dan fasilitas lengkap, salah satu alasan wisatawan terus kembali ke Sari Ater adalah keramahan pelayanannya. Staf hotel dan petugas wisata dikenal ramah serta sigap membantu pengunjung.

Kebersihan kawasan juga menjadi perhatian utama.

Kolam air panas rutin dibersihkan, jalur pejalan kaki dijaga rapi, dan petugas keamanan siaga selama 24 jam. Semua itu menciptakan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan dari segala usia.

Aktivitas Seru di Sekitar Kawasan

Selain menikmati pemandian dan fasilitas resort, pengunjung juga bisa menjelajahi kawasan sekitar Ciater.

Beberapa aktivitas favorit wisatawan antara lain:

Wisata kebun teh Ciater, tempat ideal untuk berfoto dengan latar hamparan hijau luas. Menikmati sunrise atau sunset di Bukit Ciater, yang menawarkan panorama menakjubkan dari ketinggian. Mengunjungi kawah Gunung Tangkuban Parahu, yang berjarak hanya sekitar 20 menit dari Sari Ater. Berbelanja oleh-oleh khas Subang, seperti nanas madu, keripik, dan souvenir kayu.

Dengan kombinasi wisata alam, edukasi, dan rekreasi, Sari Ater menjadi paket lengkap untuk semua kalangan, mulai dari pasangan muda, keluarga, hingga komunitas wisata.

Menyatu dengan Alam dan Budaya Lokal

Salah satu daya tarik yang membedakan Sari Ater dari destinasi lain adalah kemampuannya menyatu dengan alam dan budaya lokal. Banyak kegiatan budaya dan tradisi Sunda yang masih dilestarikan, seperti pertunjukan musik tradisional, angklung, serta seni tari daerah yang sering digelar di area resort saat akhir pekan atau hari libur nasional.

Selain itu, Sari Ater juga melibatkan masyarakat sekitar dalam berbagai kegiatan, seperti pengelolaan kebun bunga, penyediaan kuliner lokal, hingga program pemberdayaan ekonomi kreatif.

Dengan begitu, pariwisata di Sari Ater tidak hanya memberikan manfaat bagi pengunjung, tetapi juga memberi dampak positif bagi warga sekitar.

Kesimpulan: Harmoni Alam dan Kenyamanan Modern

Sari Ater Hotel & Resort bukan sekadar tempat untuk berendam di air panas. Lebih dari itu, tempat ini adalah simbol harmoni antara alam, budaya, dan modernitas. Di sini, wisatawan bisa menemukan keseimbangan antara kesenangan dan ketenangan, antara petualangan dan relaksasi.

Dengan segala keindahan dan fasilitasnya, Sari Ater layak disebut sebagai permata wisata alam Jawa Barat, destinasi yang tak pernah kehilangan pesonanya dari waktu ke waktu.

Jadi, jika Anda sedang merencanakan liburan yang menyegarkan tubuh dan menenangkan pikiran, Sari Ater Hotel & Resort di Ciater, Subang, adalah pilihan sempurna. Disinilah alam, kenyamanan, dan keramahan berpadu dalam satu pengalaman yang tak terlupakan.

Dien Yoyo

Kadieli Gea Bantah Berita Dari Media, Telah Keluar Surat Pemberhentian Penyelidikan Polisi.

Meafu – YUTELNEWS.com
Kadieli Gea membantah keras berita dari Media (asiatimes.id) yang menyatakan bahwa penyelidikan kasus terkait kompor gas Elpiji 3 kg belum dihentikan, Senin 21 Oktober 2025.

Menurut Kadieli Gea, surat pemberhentian penyelidikan telah dikeluarkan oleh Polres Nias melalui Kepala Kepolisian Sektor Lahewa selaku penyidik dengan Nomor : S. Tap/01/VII/2019/Reskrim, Tentang Penghentian Penyelidikan.

Proses hukum, kata dia, telah berjalan sesuai prosedur dan tidak ada upaya penghambatan atau intervensi. “Surat pemberhentian penyelidikan tersebut merupakan bukti bahwa proses hukum telah selesai dan tidak ada tindakan lebih lanjut yang perlu dilakukan,” tegas Kadieli Gea.

Ucap , Kadieli Gea berharap kepada masyarakat memahami situasi sebenarnya dan tidak terpengaruh berita (asiatimes.id,) terkait masalah Gas Elpiji 3 Kg di Desa Meafu yang tidak akurat.

Lanjut Beliau juga meminta agar masyarakat mempercayai proses hukum yang telah berjalan bahwa Penghentian perkara tersebut Tidak cukup Bukti dan tidak melakukan spekulasi yang tidak perlu.

(Kharisman Gea)

, , ,

Bandung Raya Net ,Genjot Wartawan Pra UKW diRancaekek,Rileks Hadapi Ujian, Nyatakan Untuk Layak

Bandung – YUTELNEWS com|| Redaksi dan Rekan rekan wartawan Bandungraya.net mengadakan Pra Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Warung Euceu, Jalan Raya Rancaekek–Majalaya, Desa Bojongloa, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. Kegiatan berlangsung pada hari Senin (20/10/2025)

Acara ini bertujuan memperkuat kesiapan wartawan sebelum mengikuti UKW di Indramayu. Bandung Raya Net menghadirkan dua narasumber dari PWI Jawa Barat, yaitu Drs. H. Suherlan dan H. Agus Dinar. Keduanya membagikan pengalaman sekaligus memberi motivasi.

Pemimpin Redaksi Bandung Raya Net, H. Awing, menilai kegiatan ini sangat penting. Ia ingin seluruh peserta memahami teknis dan etika sebelum menghadapi ujian kompetensi.

“Kami ingin rekan-rekan punya bekal yang cukup. Semoga kegiatan ini bermanfaat dan pelaksanaannya berjalan lancar,” kata Awing.

Peserta mendengarkan penjelasan pemateri dengan antusias. Mereka aktif bertanya dan berdiskusi selama kegiatan berlangsung.

Melalui pelaksanaan Pembekalan Pra Uji Kompetensi Wartawan (UKW) ini kita berharap para pekerja media di Kabupaten Bandung dapat terus meningkatkan kompetensinya,” ujar H.Awing

Persoalan kompetensi wartawan, tambah H.Awing merupakan hal mendasar bagi wartawan dalam menjalankan tugasnya. Mengingat tingginya kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang akurat dan layak dipercaya di tengah era sosial media dan keterbukaan informasi

Anggota Dewan Kehormatan PWI Jabar sekaligus penguji UKW PWI Pusat, Drs. H. Suherlan, mengingatkan peserta agar tidak takut mengikuti ujian. Ia menegaskan bahwa UKW hanya menguji kemampuan yang sudah mereka jalani setiap hari.

“UKW bukan hal menakutkan. Jalani dengan senang hati karena yang diuji adalah pekerjaan wartawan sehari-hari,” ujar Suherlan.

Ia juga meminta peserta memperdalam kembali dasar-dasar profesi sebelum pelaksanaan UKW.

“Pelajari Kode Etik Jurnalistik, Undang-Undang Nomor 40, dan pedoman media siber. Jika memahami itu, peserta akan lebih siap,” tambahnya.

Sementara itu, H. Agus Dinar, dari bidang Advokasi PWI Jawa Barat, menegaskan pentingnya pemahaman hukum dan etika dalam pekerjaan wartawan. Ia menyebut pengetahuan tersebut menjadi pelindung saat bertugas di lapangan.

“Pra UKW membantu teman-teman memperkuat pemahaman terhadap aturan main. Wartawan yang memahami kode etik dan undang-undang pasti lebih aman,” jelas Agus Dinar.

Ia juga mengingatkan agar peserta tetap tenang menghadapi ujian. Menurutnya, materi UKW sesuai dengan pekerjaan wartawan sehari-hari.

“Kata ‘uji’ sering membuat grogi. Padahal UKW hanya menilai kemampuan yang biasa wartawan lakukan. Jadi hadapi dengan tenang dan percaya diri,” ujarnya.

Kegiatan berjalan lancar hingga selesai. Para peserta merasa lebih siap menghadapi UKW setelah mendapatkan bimbingan dari para pemateri.

Bandung Raya Net berkomitmen meningkatkan profesionalisme wartawan di Bandung Raya. Melalui kegiatan ini, perusahaan berharap setiap wartawan dapat bekerja lebih terarah, beretika, dan berintegritas.***

 

Yans.

Jalan Ruas Kabupaten Cikadongdong–Ciharashas di Desa Puteran Nyaris Putus, Pemerintah Desa Imbau Warga Waspada

YUTELNEWS.com | Kab. Bandung Barat- Jalan ruas kabupaten penghubung Cikadongdong–Ciharashas yang berada di Desa Puteran, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB), nyaris putus akibat longsor yang terjadi beberapa hari terakhir. Kerusakan parah terjadi tepat di bagian tembok penahan jembatan yang amblas dan terbawa arus air, sehingga mengancam putusnya akses utama warga antarwilayah. Senin, (20/10/2025).

Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Desa Puteran di bawah pimpinan Kepala Desa Yandi Hadiana, S.IP., segera mengambil langkah antisipasi. Pemerintah desa menghimbau kepada warga terutama yang berada di wilayah RW 04, 05, 09, 10, serta RW 01 dan 02 untuk tidak melintasi jalur utama menggunakan kendaraan besar atau bermuatan berat, karena dikhawatirkan dapat memperparah kerusakan jalan dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Sebagai alternatif, jalur lalu lintas sementara dialihkan melalui rute RW 04 menuju RW 02 dan RW 01, hingga kondisi jalan kembali aman untuk dilewati.

“Kami dari pihak Pemerintah Desa hanya bisa memantau dan menjaga arus lalu lintas warga semampu kami. Untuk tindakan teknis seperti perbaikan jembatan atau penguatan struktur, kami tidak berani mengambil langkah seadanya karena itu di luar kewenangan desa,” ujar Kepala Desa Puteran, Yandi Hadiana.

Ia menambahkan, pemerintah desa khawatir jika melakukan perbaikan darurat tanpa izin resmi, seperti menggunakan bambu atau penahan sementara, justru dapat menimbulkan pelanggaran teknis dan membahayakan pengguna jalan di kemudian hari.

Pemerintah Desa Puteran berharap, pemerintah kabupaten melalui dinas terkait dapat segera meninjau dan melakukan perbaikan darurat, mengingat jalan tersebut merupakan akses vital bagi warga dan jalur penghubung antardesa di wilayah selatan Cikalongwetan.

Dien Yoyo

Warga Tenjojaya Tuntut Ganti Rugi atas Dugaan Perusakan Tanaman oleh PT. Bogorindo

YUTELNEWS.com | Sukabumi- Sejumlah warga Desa Tenjojaya, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, mendatangi Aula Desa Tenjojaya untuk menuntut ganti rugi atas dugaan perusakan tanaman milik warga yang diduga dilakukan oleh pihak PT. Bogorindo, Senin (20/10/2025).

Dalam pertemuan tersebut, warga meminta pemerintah desa memfasilitasi mediasi dengan pihak perusahaan agar permasalahan dapat diselesaikan secara adil.

Salah satu perwakilan masyarakat, Dody Supriatna, menyampaikan bahwa para petani merasa dirugikan akibat rusaknya tanaman di lahan pertanian mereka. Warga berharap agar pihak perusahaan dapat memberikan tanggung jawab dan ganti rugi yang sesuai.

Kami hanya ingin keadilan. Tanaman kami rusak, dan itu berdampak langsung terhadap mata pencaharian kami. Kami berharap ada tanggung jawab dari pihak perusahaan,” ujar Dody.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Tenjojaya, Jamaludin Aziz, mengatakan bahwa pemerintah desa akan berupaya menjadi penengah agar masalah ini dapat diselesaikan secara musyawarah.

Kami siap memfasilitasi mediasi antara warga dengan pihak perusahaan. Harapannya, kedua belah pihak dapat menemukan jalan keluar terbaik tanpa menimbulkan konflik lebih jauh,” ungkap Jamaludin.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh perwakilan masyarakat dan para petani yang terdampak, dengan harapan pemerintah desa dapat membantu menengahi permasalahan tersebut hingga ada kejelasan mengenai tuntutan ganti rugi.

 

Mirna ( Kabiro Sukabumi )

Pemdes Ciptagumati Fasilitasi Satlinmas, Serahkan Insentif dan Siapkan Pengamanan Milangkala ke-43

YUTELNEWS.com | Kab. Bandung Barat– Pemerintah Desa Ciptagumati, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB), di bawah kepemimpinan Kepala Desa Tedi Irawan, S.IP., memberikan perhatian khusus kepada Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) dengan memfasilitasi kegiatan kerja bakti dan penyerahan insentif bagi anggota Linmas, Senin, (20/10/2025). Kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi Pemdes terhadap dedikasi Linmas yang selama ini berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban wilayah desa.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Desa Tedi Irawan, S.IP. menyampaikan rasa syukur karena insentif selama tiga bulan telah diterima oleh seluruh anggota Linmas Desa Ciptagumati. Ia berharap hal ini dapat menambah semangat dan motivasi para anggota Satlinmas dalam melaksanakan tugasnya.

“Alhamdulillah, insentif tiga bulan sudah diterima oleh rekan-rekan Linmas. Kami ucapkan terima kasih atas pengabdian dan semangatnya dalam menjaga keamanan di wilayah Desa Ciptagumati. Semoga apa yang dilakukan menjadi amal dan keberkahan bagi kita semua,” ujar Tedi Irawan.

Selain penyerahan insentif, acara ini juga menjadi momentum untuk membahas persiapan Milangkala Desa Ciptagumati ke-43. Dalam arahannya, Kepala Desa bersama Babinsa mengajak seluruh anggota Satlinmas untuk terlibat aktif dalam pengamanan kegiatan milangkala serta berbagai agenda masyarakat di wilayah desa.

“Kami meminta bantuan kepada seluruh anggota Satlinmas untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama perayaan Milangkala nanti. Tetap semangat menjalankan piket di kantor desa dan terus bersinergi dengan Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) dalam menjaga ketentraman wilayah,” tambah Kades Tedi Irawan.

Satlinmas Desa Ciptagumati selama ini juga berperan penting dalam mendukung pelaksanaan PHBN, PHBI, serta pengamanan kegiatan masyarakat seperti hajatan dan acara keagamaan.

Selain itu, mereka turut membantu menyukseskan program Pos Bantuan Hukum (Posbankum) Desa Ciptagumati, yang bertujuan memberikan layanan dan solusi bagi warga dalam menghadapi berbagai permasalahan hukum di tingkat desa.

Dengan semangat pengabdian dan kebersamaan, Kepala Desa Tedi Irawan berharap Satlinmas terus menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan dan menjadi contoh teladan dalam pelayanan kepada masyarakat.

Dien Yoyo

Aksi Teror di Aceh: FRN Desak Kapolri Turun Tangan, Tangkap Semua yang Terlibat!

Jakarta – Yutelnews.com ||
Ketua Umum Fast Respon Counter Polri Nusantara (FRN), Agus Flores, meluapkan kemarahan dan kecaman keras atas tindakan teror dan pengrusakan mobil yang dialami **Syahbudin Padang, Wakil Ketua DPW FRN Provinsi Aceh sekaligus jurnalis aktif, pada Jumat dini hari (17/10) di Desa Sikalondang, Dusun Lae Mbetar, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam.

Dalam pernyataan tegas yang dirilis Sabtu (18/10), Agus Flores menyebut peristiwa ini bukan hanya bentuk kriminal biasa, tapi tindakan pengecut, brutal, dan penghinaan terhadap demokrasi serta profesi jurnalistik** yang dilindungi konstitusi.

> “Ini tindakan pengecut luar biasa! Saya, Agus Flores, Ketua Umum FRN, mengecam keras dan mengutuk perbuatan biadab ini. Perlu saya tegaskan: tidak ada yang kebal hukum di negeri ini! Siapapun pelakunya, harus ditangkap dan diadili. Negara tidak boleh tunduk pada premanisme,” ujar Agus dengan nada tinggi.

Peringatan Keras: Jangan Sentuh Jurnalis Kami Agus Flores menilai, aksi pelemparan batu ke mobil milik Syahbudin Padang bukan tindakan acak, tetapi sebuah serangan sistematis untuk membungkam jurnalis yang dikenal vokal dan berani membuka fakta-fakta yang tidak nyaman bagi pihak tertentu.

> “Syahbudin bukan orang sembarangan. Dia jurnalis dan kader kami yang berdiri di garis depan menyuarakan kebenaran. Kalau kalian menyentuh dia, berarti kalian sedang menginjak harga diri organisasi kami. Jangan pernah uji kesabaran kami,” tegas Agus dalam nada geram.

Menurutnya, apa yang dialami Syahbudin adalah ancaman serius terhadap kebebasan pers dan merupakan simbol lemahnya keberpihakan hukum terhadap jurnalis di lapangan. Oleh karena itu, ia meminta agar aparat penegak hukum bertindak cepat dan tidak bermain-main dalam kasus ini.

> “Saya tidak ingin hanya dengar janji penyelidikan. Saya ingin lihat pelaku diborgol, diseret ke meja hukum, dan dijebloskan ke penjara. Kalau negara ini masih punya nyali melawan ketidakadilan, tunjukkan sekarang!” serunya.

Desakan Kepada Kapolri: Jangan Tutup Mata! Agus Flores mendesak secara langsung kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar segera memerintahkan **Kapolda Aceh melakukan langkah tegas, cepat, dan menyeluruh untuk menangkap pelaku serta mengungkap siapa dalang di balik aksi pengecut ini.

> “Saya mendesak Kapolri, jangan tunda lagi! Ini sudah jelas-jelas teror. Perintahkan Kapolda Aceh selidiki tuntas. Tangkap pelaku! Jangan biarkan ada ruang aman bagi para penakut yang bersembunyi di balik kekerasan,” cetusnya.

Lebih jauh, Agus juga menegaskan bahwa tindakan seperti ini tidak bisa diselesaikan dengan permintaan maaf atau pendekatan damai. Hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu.

Kami ingin pelaku dan otak di baliknya dibongkar. Jangan berhenti di pelaku lapangan. Siapa aktor intelektualnya? Siapa yang menyuruh? Siapa yang merasa terganggu dengan kebenaran yang disuarakan Syahbudin? Usut semua tegasnya dengan lantang.

Instruksi Keras kepada Seluruh Jajaran FRN: Kawal Kasus Ini Sampai Tuntas
Dalam respons cepat, Agus Flores juga langsung menginstruksikan seluruh jajaran pengurus dan anggota FRN Fast Respon Counter Polri Nusantara baik di pusat maupun daerah untuk mengawal dan mengawasi proses hukum kasus ini tanpa kompromi.

> “Saya instruksikan seluruh pengurus dan anggota FRN di seluruh Indonesia: jangan diam! Kita lawan teror terhadap jurnalis dengan kekuatan solidaritas dan langkah hukum. Ini serangan terhadap kita semua, terhadap kebebasan, dan terhadap integritas profesi,” kata Agus penuh semangat.

Pesan Keras untuk Negara dan Publik: Diam Adalah Pengkhianatan di akhir pernyataannya, Agus Flores menyerukan peringatan moral dan politik kepada semua pihak negara, aparat, hingga masyarakat luas bahwa pembiaran terhadap kekerasan terhadap jurnalis adalah bentuk pengkhianatan terhadap demokrasi.

> “Hari ini Syahbudin yang diteror. Besok bisa jurnalis lain. Kalau kita diam, berarti kita membiarkan hukum diinjak, demokrasi diludahi. Saya tegaskan: kami tidak akan mundur selangkah pun. FRN berdiri di garis depan melawan segala bentuk pembungkaman” tutup Agus dengan suara penuh tekanan.|| AS

Kepala Rutan Batam Hadiri Upacara 17 Hari Bulan Tingkat Kota Batam di Polresta Barelang

YUTELNEWS.com | Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Batam Fajar Teguh Wibowo menghadiri Upacara Bendera Hari Kesadaran Nasional (17-an) tingkat Kota Batam yang diselenggarakan di Polresta Barelang, Jumat (17/10).Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tanggal 17 ini diikuti oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Batam.

Upacara berlangsung dengan khidmat dan tertib, menumbuhkan semangat nasionalisme serta kesadaran akan pentingnya pengabdian sebagai aparatur negara.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Rutan Batam, Fajar Teguh Wibowo, menyampaikan bahwa keikutsertaan Rutan Batam dalam upacara ini merupakan bentuk sinergi dan komitmen dalam memperkuat kerja sama antar instansi, terutama dalam menjaga stabilitas keamanan serta pelayanan publik di Kota Batam.

“Upacara ini menjadi momentum untuk memperkuat rasa kebangsaan dan mempererat koordinasi lintas sektor, demi pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujar Karutan.

Melalui kegiatan seperti ini, Rutan Batam terus menunjukkan dukungan terhadap setiap kegiatan pemerintah daerah .sejalan dengan semangat pengabdian dan profesionalisme ASN. /

Hajat Dawuan Desa Nyenang: Tradisi Petani Jaga Syukur dan Silaturahmi

YUTELNEWS.com | Kab. Bandung Barat– Suasana penuh kebersamaan tampak di Bendungan atau Dawuan Leuwi Kadu, Kampung Cikadu, RT 01 RW 04, Desa Nyenang, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada Sabtu (18/10/2025). Warga dan para petani berkumpul dalam kegiatan “Hajat Dawuan”, tradisi turun-temurun sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen sekaligus sarana mempererat silaturahmi.

Acara adat ini digelar secara meriah oleh Pemerintah Desa Nyenang dengan dukungan berbagai pihak. Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Camat Cipeundeuy, Kapolsek dan Kanit Intel Cipeundeuy, unsur BP3K, BPD, Gapoktan, serta Gabungan Petani (GP).

Kepala Desa Nyenang, Wawan Saputra, S.IP., mengatakan bahwa Hajat Dawuan menjadi simbol kuatnya hubungan masyarakat dengan alam serta wujud rasa syukur kepada Sang Pencipta atas limpahan hasil pertanian.

“Tradisi ini bukan hanya ritual panen, tapi juga momentum untuk memperkuat rasa kebersamaan dan gotong royong antar warga. Kita ingin generasi muda tahu bahwa nilai-nilai budaya seperti ini penting untuk dijaga,” ucap Wawan.

Ia juga menekankan pentingnya pelestarian budaya lokal agar tidak luntur ditelan perkembangan zaman. Menurutnya, kegiatan semacam ini bisa menjadi media edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga harmoni antara manusia, alam, dan tradisi.

Selain doa bersama dan tasyakuran, warga juga menggelar kegiatan kebersamaan yang melibatkan para petani dan masyarakat sekitar. Suasana penuh kekeluargaan dan semangat gotong royong tampak dari awal hingga akhir acara.

Tradisi Hajat Dawuan di Desa Nyenang menjadi bukti nyata bahwa budaya dan kearifan lokal masih terjaga kuat di tengah kehidupan modern. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Desa Nyenang menunjukkan komitmen menjaga warisan leluhur sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis kebersamaan masyarakat.

(Dien Yoyo)

Antisipasi Banjir Susulan,PRIMA, Berkalanjutan Peduli di Masyarakat Dalam Pemasangan Bronjong .

Bandung – YUTLNEWS com || Antisipasi banjir susulan, (PRIMA) Perhimpunan Remaja Masjid Lamajang Peuntas , tunjukan komitmennya berkelanjutan dalam memberikan bantuan berkelanjutan penanganan bencana kedaruratan dilingkungan lamajang pentas desa citeurep,Kecamatan dayeuhkolot,Kabupaten Bandung. untuk meminimalisir terjadinya banjir. pada Sabtu, (18/10/2025).

Dalam Kegiatan tersebut Prima terus menerus hadir dalam pemasangan bronjong untuk menahan tepian sungai Cigeude merupakan sebuah kepedulian sosial dari kelompok PRIMA (Perhimpunan Remaja Mesjid), dimana kelompok ini merupakan Organisasi kepedulian terhadap masyarakat, kepemudaan di bidang keagamaan, sosial dan juga dalam hal seni budaya.

Anggota PRIMA secara kompak dan suka rela melakukan pemasangan Bronjong ini untuk memberikan rasa nyaman kepada masyarakat lamajang Peuntas di rt 03 rw 17, pasalnya bantaran sungai cigeude ini beberapa waktu lalu sempat jebol dan viral mengakibatkan banjir bandang

Walaupun sudah mendapatkan penanganan dari Pemerintahan Kabupaten Bandung, pemasangan Geobok untuk menahan tanggul di bantaran sungai yang jebol, pada saat ini belum maksimal karena volume ketinggiannya kurang, sehingga masyarakat masih was-was karena air masih masuk ke wilayah pemukiman padat penduduk.

Saat ini Puluhan anggota Prima tengah berupaya melakukan pemasangan bronjong di tiga titik di lingkungan Kp.Lamajang Peuntas rt 03 Rw17. Sekitar 100 meteran dan diperlukan 60 Bronjong saat ini yang dibutuhkan, secara bertahap pemasangan Bronjong ini sedang dikerjakan untuk lebih meningkatkan kekuatan tanggul di bantaran sungai.

Kegiatan yang berlangsung mendapatkan apresiasi dari semua unsur lapisan masyarakat, begitupun dengan ketua Rw 17 dan para ketua Rt 03 yang sangat bangga atas kehadiran organisasi Prima selalu peduli melakukan bantuan di wilayah Desa citeurep yang rawan banjir ini.

Sebagai ketua Rw Tatang Hermawan mewakili masyarakat sangat mengucapkan banyak berterima kasih , karena apa yang dilakukan oleh anggota Prima sangat luar biasa dan berarti bagi masyarakat lamajang pentas .

Kami mewakili warga masyarakat rw 17 lamajang pentas mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari (PRIMA) Himpunan Remaja Masjid khususnya untuk tokoh dayeuhkolot Bapak Tri Rahmanto sebagai pembina PRIMA yang selalu memberikan support dan bantuannya,” ucapnya ketua Rw Tatang.

Lebih lanjut, kami berharap bahwa lingkungan wilayah Rw17, kedepannya bisa meringankan terbebas dari bencana banjir, dimana pada saat ini kita juga sangat mendukung rencana pemerintah akan melaksanakan pembangunan di wilayah desa citeurep bantaran sungai Cigeude lamajang pentas ini.

Kami bersama masyarakat akan mengikuti dan sangat mendukung rencana tersebut, yang mana pada waktu lalu telah di adakan sosialisasi rencana tersebut. Kita semua saat ini menunggu dan mudah-mudahan bisa cepat terealisasi,” tukasnya.

 

Yans.

Turnamen Voli Antar RW se-Desa Ciptagumati Resmi Dibuka, Perebutkan Piala Kepala Desa Tahun 2025

YUTELNEWS.com | Kab. Bandung Barat- Dalam rangka memeriahkan Milangkala ke-43 Desa Ciptagumati, Pemerintah Desa Ciptagumati, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB), secara resmi membuka Turnamen Voli Putra dan Putri antar RW memperebutkan Piala Kepala Desa Ciptagumati Tahun 2025, Jumat (17/10/2025).

Kegiatan pembukaan berlangsung meriah di lapangan voli RW 2, dengan dihadiri oleh Kepala Desa (Kades) Ciptagumati, Tedi Irawan, S.IP, bersama Bhabinkamtibmas Desa Ciptagumati, Ketua MUI Desa, Ketua RT/RW, Ketua Karang Taruna Desa, serta panitia Milangkala ke-43.

Dalam sambutannya, Kades Tedi Irawan menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan turnamen ini, khususnya kepada RW 2 dan Karang Taruna RW 2 selaku tuan rumah kegiatan tahun ini.

“Turnamen voli ini menjadi ajang silaturahmi dan semangat kebersamaan antarwarga. Tahun ini memang di RW 8 Dusun 4 belum memiliki lapangan voli, dan insyaallah akan kita fasilitasi ke depan,” ujar Tedi Irawan dalam sambutannya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan waktu pembukaan karena adanya penyesuaian jadwal, serta menyebut bahwa Forkopimcam tidak dapat hadir langsung dan telah menugaskan Bhabinkamtibmas, Bripka M. Ersyad S.Pd., untuk mewakili.

Turnamen voli antar RW ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang sudah keempat kalinya diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Ciptagumati. Selain voli, pemerintah desa juga akan menggelar turnamen bulu tangkis dan sepak bola antar dusun setelah acara puncak Milangkala pada 25–26 Oktober 2025 di Lapangan Desa Ciptagumati.

“Saya harap seluruh peserta bisa menjaga sportivitas demi nama baik Desa Ciptagumati. Semua tim pasti ingin jadi juara, tapi kita akan mencari yang terbaik dari yang terbaik,” tambah Tedi.

Tak lupa, Kepala Desa juga menyampaikan apresiasi kepada para sponsor pendukung, terutama NJ Elektronik, yang turut berkontribusi menyukseskan kegiatan olahraga tahunan ini.

Kegiatan ini diharapkan dapat mempererat tali persaudaraan antarwarga, sekaligus menumbuhkan semangat olahraga di kalangan pemuda Desa Ciptagumati.

Dien Yoyo

Perkembangan Kasus Penganiayaan Oleh Rentenir di Cikalongwetan, Polisi Lakukan Ekshumasi Jenazah Korban

YUTELNEWS.com | Cikalongwetan, Bandung Barat- Kasus penganiayaan yang dilakukan oleh sekelompok yang diduga rentenir di Desa Wangunjaya, Kecamatan Cikalongwetan, pada 14 Oktober 2025 lalu, terus bergulir. Terbaru, Tim Forensik RS Sartika Asih bersama Satreskrim Polres Cimahi melakukan ekshumasi terhadap jenazah Yayat (55), korban yang meninggal dunia akibat kejadian tersebut. Jum’at, (17/10/2025).

Ekshumasi dilakukan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Patrol, Kampung Ciloa, Desa Wangunjaya. Proses ini disaksikan oleh keluarga korban, perangkat desa, aparat kecamatan, serta pengamanan dari Polsek Cikalongwetan.

Kasatreskrim Polres Cimahi, AKP Teguh Kumara, menjelaskan bahwa ekshumasi ini dilakukan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut guna menentukan penyebab pasti kematian korban. “Korban meninggal pada Selasa (14/10/2025) dan diduga ada unsur penganiayaan secara bersama-sama,” ujarnya.

Yayat (55) diketahui menjadi korban saat berupaya melerai pertikaian antara penagih utang dan kerabatnya. Tragisnya, korban justru terkena imbas saat sepeda motornya ditendang oleh pelaku hingga terjatuh. “Korban sempat berdiri lagi, lalu mengeluh nyeri di dada sebelah kiri, dan tak lama kemudian meninggal dunia,” lanjut AKP Teguh.

Kejadian bermula saat pelaku berinisial A menagih utang kepada keluarga H (35) pada Senin (13/10/2025). Penagihan berlanjut hingga keesokan harinya, yang berujung pada perkelahian dan menyebabkan Yayat menjadi korban.

AKP Teguh menambahkan bahwa ekshumasi dapat dilakukan setelah keluarga memberikan izin autopsi. Saat ini, polisi telah menetapkan lima orang sebagai tersangka, terdiri dari empat orang dewasa dan satu anak yang berkonflik dengan hukum. Mereka dijerat Pasal 170 KUHP ayat (2) dan (3) tentang pengeroyokan yang menyebabkan kematian. Selain itu, lima saksi telah diperiksa untuk menguatkan proses penyidikan.

Camat Cikalongwetan, H. Dadang A. Sapardan, menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kepolisian untuk menenangkan warga serta memberikan edukasi agar tidak terpancing emosi. “Kami sudah turun langsung memberikan edukasi agar masyarakat tidak mudah terpancing dan tetap menjaga situasi aman. Ini jadi pelajaran berharga bagi semua pihak,” kata Dadang.

Pihak kepolisian terus melakukan pendalaman kasus ini untuk memastikan keadilan bagi korban dan keluarga yang ditinggalkan. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada pihak berwajib.

Cunarya

Desa Rende Laksanakan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gerai Pergudangan dan Koperasi Merah Putih

YUTELNEWS.com| Kab. Bandung Barat- Pemerintah Desa Rende, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB), resmi memulai pembangunan 80.000 gerai pergudangan dan pelengkapan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Kegiatan tersebut diawali dengan acara peletakan batu pertama yang berlangsung di Kampung Ciganda RT 01 RW 03, pada Jumat (17/10/2025).

Acara ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Desa Rende sebagai langkah awal dalam memperkuat sektor ekonomi desa dan memperluas peluang usaha berbasis koperasi.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Kepala Desa Rende Pitriyana, beserta jajaran Forkopimcam Cikalongwetan, di antaranya Danramil Cikalongwetan Kapten Inf. Yudi Komara, Sekretaris Kecamatan Cikalongwetan Dadang Romansyah, serta perwakilan dari Babinsa, Bhabinkamtibmas, perangkat desa, LKD, BPD, Linmas, RT/RW, dan tokoh masyarakat.

Dalam keterangannya, Kepala Desa Rende Pitriyana menuturkan bahwa pembangunan gerai pergudangan dan koperasi Merah Putih merupakan upaya strategis pemerintah desa dalam memperkuat fondasi ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pembangunan ini diharapkan menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat Rende. Selain menjadi tempat penyimpanan dan distribusi produk, koperasi ini akan berfungsi sebagai wadah pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah di tingkat desa,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa seluruh proses pembangunan dilakukan secara terbuka dengan melibatkan masyarakat, sesuai dengan semangat transparansi dan partisipasi publik sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

“Gotong royong menjadi kunci utama dalam pembangunan desa. Kami ingin masyarakat ikut merasa memiliki, karena manfaatnya nanti akan langsung kembali kepada warga,” tambah Pitriyana.

Sekretaris Kecamatan Cikalongwetan, Dadang Romansyah, dalam kesempatan tersebut turut mengapresiasi langkah Desa Rende yang berani memulai proyek pembangunan besar di tengah upaya pemerintah daerah mendorong kemandirian ekonomi desa.

Menurutnya, inisiatif seperti ini sejalan dengan program pemerintah dalam memperkuat sektor koperasi dan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian rakyat.

Selain memperkuat kegiatan ekonomi, pembangunan ini juga akan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar. Keberadaan koperasi Merah Putih diharapkan menjadi penggerak ekonomi yang produktif, efisien, dan berkelanjutan.

Acara peletakan batu pertama berjalan khidmat, ditandai dengan prosesi simbolis oleh Kepala Desa bersama Forkopimcam. Warga tampak antusias mengikuti kegiatan hingga selesai, sebagai wujud dukungan terhadap pembangunan yang diyakini membawa perubahan positif bagi Desa Rende.

Dengan selesainya tahap awal ini, Pemerintah Desa Rende berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan secara bertahap, hingga fasilitas koperasi dan pergudangan tersebut siap digunakan untuk mendukung aktivitas ekonomi desa.

“Kami berharap pembangunan ini menjadi tonggak kemajuan Rende menuju desa yang mandiri, produktif, dan sejahtera,” tutup Kepala Desa Pitriyana.

Dien Yoyo

Kepsek SDN 22 Apresiasi Brimobda Riau Program MBG ‘ Sangat Menbantu Anak -anak Sekolah

Pekanbaru — YUTELNEWS.com 
Dalam semangat pengabdian dan kepedulian sosial, Satuan Brimob Polda Riau menggelar serangkaian kegiatan penuh makna di Kota Pekanbaru, Jumat (17/10/2025).

Kegiatan ini meliputi pembagian Makanan Bergizi Gratis (MBG), aksi penanaman pohon, serta sosialisasi program Green Policing kepada siswa-siswi SDN 22 Jalan Sawai dan SDN 152 Jalan Ababil.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Dansat Brimob Polda Riau, Kombes Pol I Ketut Gede Adi Wibawa, S.I.K, bersama Ketua Bhayangkari Cabang Sat Brimobda Riau, Ny. Eka Adiwibawa.

Turut hadir pula Wadansat Brimobda Riau AKBP M. Aries Purwanto, S.I.K., M.M, didampingi Wakil Ketua Bhayangkari Cabang Sat Brimobda Riau Ny. Indah Aries Purwanto,serta jajaran Pejabat Utama dan anggota Bhayangkari lainnya.

Kunjungan dimulai dengan sesi tatap muka dan ramah tamah bersama puluhan siswa SDN 22 Pekanbaru.

Suasana hangat terasa saat Dansat Brimob dan istri menyapa dan berdialog langsung dengan anak-anak penerima manfaat MBG, dilanjutkan dengan makan bersama yang penuh kebersamaan.

Dalam keterangannya pers nya, Kombes Pol I Ketut Gede menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Sat Brimobda Riau untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya bagi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

“Hari ini kami bersama Bhayangkari hadir langsung untuk melihat dan berinteraksi dengan anak-anak penerima manfaat program Makanan Bergizi Gratis. Antusiasme mereka luar biasa, dan kami harap ini bisa menjadi motivasi bagi mereka untuk terus semangat belajar dan menjaga kesehatan,” ujar Dansat Brimob.

Tak hanya itu, program ini juga dirangkaikan dengan edukasi lingkungan sejak dini melalui sosialisasi Green Policing, sejalan dengan arahan Kapolda Riau.

Dalam kesempatan tersebut, anak-anak diajak untuk peduli lingkungan dengan menanam pohon di sekitar sekolah mereka.

Sementara itu, Ketua Bhayangkari Cabang Sat Brimobda Riau, Ny. Eka Adiwibawa, menyampaikan pentingnya mendengarkan langsung suara anak-anak dan pihak sekolah dalam mengevaluasi program yang sudah berjalan selama tiga minggu.

“Kami tadi berbincang langsung dengan anak-anak mengenai menu makanan, apakah mereka menyukainya, apakah ada yang perlu diperbaiki. Semua masukan menjadi evaluasi kami agar program ini makin baik ke depannya,” jelas Ny. Eka.

Sementara itu, Kepala Sekolah SDN 22 Pekanbaru, Rasmawati, mengapresiasi penuh kegiatan ini dan menyebutkan bahwa program MBG dari Sat Brimobda Riau sangat membantu anak-anak di sekolahnya.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan kepedulian Brimob Polda Riau. Program ini benar-benar bermanfaat dan berdampak langsung pada anak-anak kami,” ujarnya.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam membangun generasi sehat, cerdas, dan peduli lingkungan.

Sat Brimob Polda Riau tidak hanya hadir sebagai pelindung masyarakat, tetapi juga sebagai mitra yang aktif dalam membentuk masa depan bangsa yang lebih baik.|| AS

Diminta BP Batam, DLH, APH Usut Aktivitas Penimbunan Reklamasi dan Cut and Fill di Tj Uma Lubuk Baja

Yutelnews.com / Penimbunan dan Cut and Fill di Reklamasi Kp. Nelayan di Tj Uma, Lubuk Baja, Kota Batam diduga ilegal, tidak mengantongi izin resmi, dokumen Pengelolaan Lingkungan yang wajib dimiliki pelaku usaha untuk izin lingkungan seperti AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) untuk kegiatan berdampak besar, UKL-UPL (Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan) untuk kegiatan berdampak sedang, SPPL (Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan) untuk kegiatan berdampak kecil.

Hal ini diketahui saat tim media melakukan investigasi di lokasi.

Terlihat papan proyek namun perizinan lainnya belum memenuhi syarat dan juga ukuran batas PL tersebut masih tanda tanya.

“Silahkan konfirmasi aja langsung ke BP Batam Bang,” jawab salah satu security/pengurus di lokasi.

Diketahui Pengembang Reklamasi tersebut PT. Limas Raya Griya (PT LRG) dan PT. Global Pratama Group disebut selaku terduga pemilik tanah timbunan (galian c) illegal.

Kegiatan penimbunan laut ilegal tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga bisa mengancam keberlanjutan ekosistem laut, kelestarian lingkungan pesisir, akses nelayan, Perubahan garis pantai akibat penimbunan ilegal dapat menyebabkan abrasi, hilangnya habitat biota laut, serta kerusakan ekosistem mangrove yang berfungsi sebagai pelindung alami dari gelombang laut.

Untuk diketahui bahwa penimbunan laut tanpa izin adalah pelanggaran dan bisa dipidana.

Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 jo. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, serta Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Pasal 73 ayat (1) UU 27/2007 menyebutkan bahwa pelaku dapat dikenakan pidana penjara paling singkat 2 tahun dan paling lama 10 tahun, serta denda paling sedikit Rp2 miliar dan paling banyak Rp10 miliar.

Hingga berita ini diterbitkan, tim media masih melakukan konfirmasi kepada BP Batam, DLH, APH dan juga pihak terkait. /Tim

Bersambung…

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.