SPMB 2026 Kabupaten Bandung Dimulai, Jalur Domisili Jadi Prioritas Utama Penerimaan Murid Baru

Bandung – YUTELNEWS.com// Pemerintah Kabupaten Bandung kembali menegaskan komitmennya dalam mewujudkan pemerataan layanan pendidikan melalui pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 dengan mengusung visi “Semua Harus Sekolah”.

Bupati Bandung Dr. H.M. Dadang Supriatna, S.Ip., M.Si. melalui Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Asep Kusumah, S.Sos., M.Si.. mengatakan pemerintah daerah terus berupaya memastikan akses layanan pendidikan seluas-luasnya bagi seluruh anak usia sekolah.

Upaya tersebut sejalan dengan visi SPMB 2026/2027 yang mengedepankan prinsip objektif, transparan, akuntabel, inklusif, dan tidak diskriminatif, baik melalui jalur pendidikan formal maupun nonformal.

“Pemerintah Kabupaten Bandung terus berkomitmen untuk memastikan akses layanan pendidikan yang seluas-luasnya sejalan dengan visi SPMB Tahun 2026/2027, yaitu ‘Semua Harus Sekolah’.

Mari bersama-sama memastikan tidak ada anak yang tidak bersekolah dan tidak ada anak yang putus sekolah,” ujar Asep kepada awak media Rabu (03/06/2026).

Dalam pelaksanaannya, jalur domisili menjadi prioritas utama, khususnya pada jenjang Sekolah Dasar (SD), guna memastikan setiap anak memperoleh akses pendidikan yang dekat dengan lingkungan tempat tinggalnya.

Kebijakan ini diharapkan mampu mempermudah mobilitas peserta didik sekaligus mengurangi kesenjangan akses pendidikan antarwilayah di Kabupaten Bandung.

Pada jenjang SD, kuota jalur domisili ditetapkan paling sedikit 70 persen dari total daya tampung sekolah. Sementara itu, jalur afirmasi memperoleh alokasi minimal 15 persen dan jalur mutasi paling sedikit 5 persen. Khusus jenjang SD, tidak tersedia jalur prestasi dalam proses penerimaan murid baru.

Adapun pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), pembagian kuota dilakukan lebih beragam. Jalur domisili mendapat alokasi minimal 40 persen, jalur afirmasi 20 persen, jalur mutasi 5 persen, serta jalur prestasi maksimal 25 persen dari total daya tampung sekolah.

Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung juga telah menetapkan jadwal pelaksanaan SPMB untuk seluruh jenjang pendidikan.

Pendaftaran untuk TK dan SD dibuka mulai 8 hingga 30 Juni 2026. Hasil seleksi akan diumumkan pada 1 Juli 2026, sedangkan registrasi ulang bagi peserta yang dinyatakan lolos dilaksanakan pada 8 hingga 12 Juli 2026. Tahun ajaran baru dijadwalkan dimulai pada 13 Juli 2026.

Sementara itu, pelaksanaan SPMB jenjang SMP dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama diperuntukkan bagi pendaftar jalur domisili dan afirmasi yang berlangsung pada 8 hingga 13 Juni 2026.

Hasil seleksi diumumkan pada 18 Juni 2026 dan dilanjutkan dengan daftar ulang pada 19 hingga 20 Juni 2026.

Tahap kedua diperuntukkan bagi pendaftar jalur prestasi dan mutasi. Pendaftaran dibuka pada 29 Juni hingga 4 Juli 2026.

Khusus jalur prestasi, peserta diwajibkan mengikuti tes kompetensi pada 6 dan 7 Juli 2026 sebelum hasil akhir diumumkan pada 9 Juli 2026.

Selain memperhatikan jadwal pelaksanaan, masyarakat juga diimbau memastikan seluruh persyaratan administrasi telah dipenuhi sebelum melakukan pendaftaran. Calon peserta didik SD harus berusia antara 6 hingga 12 tahun per 1 Juli 2026.

Sementara calon siswa SMP wajib memiliki dokumen kependudukan yang sah, berusia maksimal 15 tahun, serta belum menikah.

Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung mengingatkan para orang tua agar tidak menunda persiapan dokumen yang dibutuhkan.

Pemahaman terhadap mekanisme dan persyaratan pada setiap jalur penerimaan dinilai penting guna menghindari kendala selama proses pendaftaran berlangsung.

Melalui pelaksanaan yang terstruktur dan sistem seleksi yang mengacu pada regulasi yang berlaku, Pemerintah Kabupaten Bandung berharap SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 dapat berjalan lancar serta memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh anak untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas.**

Yans

FPIPS Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), gelar visiting practitioner dengan menghadirkan Michel GM Maas

Bandung – YUTELNEWS.com// Program Studi Pendidikan Sejarah FPIPS Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), gelar visiting practitioner dengan menghadirkan Michel GM Maas, seorang penulis dan jurnalis dari Belanda, pada Selasa 2 Juni 2026 bertempat di Gedung Nu’man Soemantri UPI.

Michel GM Maas dihadapan para dosen, perwakilan Bandung Heritage, dan perwakilan MGMP Sejarah tampil membawakan buku karyanya yang berjudul,

“De Gelogen Kolonie: Naar Indonesië om Indië te vergeten” (Koloni yang Dusta: Pergi ke Indonesia untuk Melupakan Hindia).

Buku yang diterbitkan oleh penerbit Atlas Contact ini membahas tentang bagaimana bayangan masa lalu kolonialisme Belanda yang masih terus membayangi dan membentuk cara pandang masyarakat Belanda terhadap Indonesia.

Michel Maas seorang mantan jurnalis dan koresponden koran de Volkskrant yang pernah tinggal selama 18 tahun di Indonesia berhasil menyuguhkan karya yang berbeda, perpaduan antara memoar pribadi (termasuk pengalaman sang ayah yang terlibat dalam Perang Kemerdekaan) dengan reportase kritis mengenai realitas Indonesia modern. Maas menyoroti sikap masyarakat Belanda yang sering kali masih terjebak dalam romantisme kolonial dan keengganan mengakui kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Menurut Maas, masyarakat Belanda sering meromantisasi istilah “Indië” (Hindia Belanda) sebagai tanah eksotis yang damai, indah, dan penuh kenangan manis. Namun, Maas menegaskan bahwa romantisasi tersebut menutupi fakta kekerasan, eksploitasi, pembakaran desa, dan luka mendalam akibat penjajahan. Melalui bukunya itu, Maas mengajak warga Belanda untuk menghapus imajinasi tentang “fantasieland” (negeri khayalan).

Maas juga mengkritik ketidakpastian Historis. Dimana Belanda secara hukum masih sulit mengakui sepenuhnya 17 Agustus 1945 sebagai tanggal kemerdekaan resmi Indonesia. Karenanya, Maas menyoroti bahwa tidak ada “sejarah kolonial yang setara dan disepakati bersama” (shared history) antara penjajah dan yang dijajah. Dari seorang warga Belanda yang datang dengan bias pemikiran Barat, Maas berhasil “membunuh sisi kolonialis” dalam dirinya. Ia menghargai Indonesia Modern. Ia menggeser fokus dari masa lalu kolonial ke realitas Indonesia saat ini—sebuah negara yang penuh dinamika, kontras, keindahan, sekaligus perjuangan politik yang rumit.

Prof. Dr. Nana Supriatna, M.Ed, guru besar senior pada Program Studi Pendidikan Sejarah dan Pendidikan IPS UPI yang hadir dalam diskusi itu, mengapresiasi presentasi Michel Maas. Menurut Prof. Nana, pandangan Maas dalam buku yang dipresentasikannya itu tidak berbeda antara penulisan Sejarah Indonesia pasca kemerdekaan dengan prakemedekaan alias zaman kolonial. Keduanya meromantisasi tertib sosial kultural politik mengenai penjajahan.

Pemerintah kolonial berusaha menampilkan kebijakannya berguna untuk rakyat terjajah di satu sisi dan di sisi lainnya menegasikan kehidupan masyarakat terjajah yang harus diberadabkan.

Perlawanan rakyat terjajah dianggap sebagai tindakan barbar. Maka lahirnya kebijakan politik etis adalah salah satu cara mengagungkan keberhasilan kolonial. Parahnya, “keberhasilan politik etis yg melahirkan homines novi atau kaum terpelajar pribumi” dikapitalisasi oleh Pemerintah pascakemerdekaan dalam penulisan sejarah Indonesia yg diklaim sebagai indonesiasentris, tetapi kenyataannya masih Belanda sentris ungkap Prof. Nana.

Michel Maas mendekonstruksi itu. Dengan meminjam perspektif Jacques Derrida, dia mencoba membongkar perspektif kolonial dengan melihat kaum penjajah bukan sebagai the other dalam pandangan ktitis postmodernism dan postcolonial. Mereka adalah the center dan punya peran penting dalam perjalanan sejarah bangsanya, ungkap pakar Pendidikan IPS ini.

Menurut Prof. Nana Supriatna yang juga pakar dan penulis aktif yang banyak mengkaji metode pengajaran inovatif, sejarah lokal, dan pedagogi kreatif ini, karya Michel Maas menjadi sangat penting tidak hanya sebagai kritik dan menelanjangi pemerintah kolonial, melainkan juga sebagai bahan refleksi bangsa Indonesia dalam melihat sejarah bangsanya.

Harus kita akui, cara pandang bangsa kita pasca kolonial yang kerap ikut-ikutan meromantisasi keagungan kolonial sekaligus kemajuan dan peradaban Barat malah melahirkan mental inlander. Cirinya adalah bangsa yang tidak pede dengan warisan sejarah dan budayanya sendiri.

Jika Michael Maas sebagai orang Belanda sendiri menegasikan politik dan kultur penjajahan, mengapa kita sebagai bangsa merdeka malah belum bisa keluar dari mental jajahan yang kerap membanggakan simbol kolonial dalam kehidupan kontemporer kita, pungkas Prof. Nana***

Yans.

Peringati Hari Pancasila ,KDS Dorong Generasi Muda Cerdas Digital, Berakhlak, dan Cinta Tanah Air

KAB. BANDUNG – YUTELNEWD.com// Bupati Bandung, Dr H.M Dadang Supriatna (KDS) menegaskan pentingnya menjaga dan mendidik generasi muda agar memiliki karakter, moral, dan jati diri yang kuat di tengah derasnya arus perkembangan teknologi informasi dan digitalisasi.

Penegasan tersebut disampaikan KDS saat menjadi inspektur Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 dan Hari Lahir Pancasila Tingkat Kabupaten Bandung Tahun 2026 di Lapangan Upakarti Soreang, pada Senin (01/06/2026).

Menurut KDS, perkembangan teknologi yang semakin pesat telah membawa banyak kemudahan dalam kehidupan masyarakat. Namun di sisi lain, kemajuan tersebut juga menghadirkan tantangan baru berupa penyebaran informasi yang tidak terkendali, potensi perpecahan, intoleransi, hingga lunturnya nilai-nilai kebangsaan dan budaya di kalangan generasi muda.

“Tantangan bangsa hari ini bukan lagi tentang penjajahan fisik, tetapi bagaimana kita menjaga persatuan, memperkuat karakter generasi muda, dan memastikan nilai-nilai kebangsaan tetap hidup di tengah perubahan zaman,” ujar KDS.

Karena itu, kata KDS, tema Hari Kebangkitan Nasional tahun ini, “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, harus dimaknai sebagai ajakan untuk mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara moral, berakhlak mulia, dan memiliki rasa cinta tanah air.

Sebagai bentuk komitmen tersebut, Pemerintah Kabupaten Bandung terus mengarahkan pembangunan sumber daya manusia melalui berbagai program pendidikan, kesehatan, pemberdayaan pemuda, serta penguatan pendidikan karakter.

“Kami ingin pembangunan tidak hanya menghasilkan generasi yang pintar, tetapi juga generasi yang memiliki integritas, berakhlakul karimah, berbudaya, dan kuat secara moral sehingga mampu menyaring berbagai pengaruh negatif yang datang melalui perkembangan teknologi informasi,” katanya.

Salah satu langkah konkret yang dilakukan Pemkab Bandung adalah memperkuat pendidikan karakter melalui kebijakan muatan lokal yang menjadi ciri khas daerah. Muatan lokal tersebut meliputi pendidikan Pancasila dan UUD 1945, pendidikan bahasa dan budaya Sunda, serta pendidikan mengaji dan menghafal Al-Qur’an.

Menurut KDS, kebijakan tersebut menjadi pondasi penting dalam membangun generasi muda yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual, kecintaan terhadap budaya daerah, semangat kebangsaan, dan kekuatan spiritual.

“Kami ingin anak-anak Kabupaten Bandung tumbuh menjadi generasi yang cinta tanah air, memahami nilai-nilai Pancasila, menghormati budaya dan kearifan lokal, serta memiliki akhlak yang baik sebagai bekal menghadapi tantangan global,” ujarnya.

Ia menambahkan, perkembangan teknologi digital harus dimanfaatkan sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas diri, bukan menjadi sumber perpecahan maupun degradasi moral. Oleh karena itu, peran keluarga, sekolah, tokoh agama, dan masyarakat sangat penting dalam mendampingi generasi muda agar mampu menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.

KDS pun mengajak seluruh orang tua, guru, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama menjaga tunas bangsa agar tumbuh menjadi generasi yang kuat secara moral, cerdas secara intelektual, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri.

“Mari kita jadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari dan menjadikan semangat Kebangkitan Nasional sebagai energi untuk terus bergerak maju mewujudkan Kabupaten Bandung yang lebih Bedas, maju, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas,” pungkasnya.

Yans.

Songsong Indonesia Emas 2045, Wamendagri Bima Arya,Ajak Generasi Muda Tingkatkan Kualitas Diri

Bogor – YUTELNEWS.com// Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengajak generasi muda untuk terus meningkatkan kualitas dan kapasitas diri dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Ajakan tersebut disampaikannya seiring optimisme berbagai lembaga internasional yang menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan potensi kekuatan ekonomi terbesar di dunia pada masa mendatang.

Dalam konteks tersebut, keberadaan sumber daya manusia (SDM) yang unggul menjadi faktor penting untuk mendorong pembangunan dan pertumbuhan ekonomi nasional.

“Saat ini kita tengah mendapatkan bonus demografi [yaitu] ketika [usia] yang produktif lebih banyak daripada lansia dan anak-anak. Tapi, bonus demografi ini enggak selamanya,” jelas Bima saat menyampaikan keynote speech pada acara Kongres IV Blok Pelajar Politik Merdeka di Gedung Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Badan Narkotika Nasional (BNN), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (30/5/2026).

Dalam forum itu, Bima mengingatkan para pelajar agar tidak terjebak dalam kebingungan menentukan masa depan. Menurutnya, generasi muda harus mampu menyelesaikan persoalan dalam dirinya sendiri serta memiliki arah dan tujuan hidup yang jelas agar dapat memaksimalkan potensi yang dimiliki.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kualitas generasi muda tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Karena itu, generasi muda perlu tumbuh menjadi pribadi yang aktif, peka terhadap berbagai persoalan sosial, serta mampu menghadirkan solusi melalui kerja sama dan kolaborasi lintas sektor.

“Ingat kata-kata saya. Masa depan akan dimiliki orang-orang yang terampil untuk menggunakan jejaring dan berkolaborasi,” ungkapnya.

Selain membangun semangat kolaboratif, Bima juga mendorong para pelajar untuk terus memperkuat kompetensi dan memperluas wawasan global tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia. Menurutnya, generasi muda harus mampu beradaptasi dengan perkembangan dunia sekaligus tetap menjaga semangat kebangsaan.

Pada kesempatan itu, Bima turut mengingatkan pentingnya memanfaatkan setiap momentum untuk mengembangkan diri. Ia menilai keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan yang dimiliki seseorang, tetapi juga oleh kemauan untuk terus belajar, bergerak, dan mengambil peluang yang ada.

“Semua tokoh-tokoh besar adalah orang-orang yang hebat memanfaatkan momentum. Semua politisi, ilmuwan, pengusaha, itu mereka paham momentum,” tandasnya.

Puspen Kemendagri

Yans.

KDS Usulkan Strategi Penataan Pendidikan dan Solusi Kekurangan Guru ke Kemendikdasmen

JAKARTA – YUTELNEWS.com// Bupati Bandung, Dr H.M Dadang Supriatna menghadiri agenda konsultasi dan koordinasi peningkatan layanan pendidikan di Kantor Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI, Jakarta, Rabu (20/5/2026). Pertemuan tersebut membahas strategi penataan ruang kelas baru (RKB) sekaligus solusi atas kekurangan tenaga pengajar di Kabupaten Bandung.

Dalam pertemuan itu, KDS menyampaikan sejumlah usulan strategis guna meningkatkan kualitas layanan pendidikan sekaligus memastikan kebutuhan tenaga pengajar tetap terpenuhi di tengah tingginya angka pensiun guru beberapa tahun ke depan.

Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Bandung, hingga saat ini Kabupaten Bandung masih mengalami kekurangan ribuan tenaga pendidik. Kondisi tersebut diperkirakan akan semakin berat karena lebih dari 3.000 guru ASN memasuki masa pensiun dalam periode 2026–2030.

“Kita harus mulai menyiapkan strategi dari sekarang. Jangan sampai ke depan terjadi ketimpangan layanan pendidikan akibat kekurangan guru,” ujar KDS.

Sebagai langkah antisipasi, KDS mengusulkan optimalisasi rombongan belajar melalui pembatasan kapasitas maksimal pada jenjang SD dan SMP agar daya tampung sekolah lebih sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan. Menurutnya, langkah tersebut dapat membantu menekan defisit guru sekaligus mengantisipasi perubahan tren demografi menuju tahun 2030.

“Penataan rombongan belajar ini penting agar kebutuhan guru dan daya tampung sekolah lebih proporsional serta mampu menjawab tantangan pendidikan di masa depan,” ujar KDS.

Selain itu, Pemkab Bandung juga mendorong penataan kebutuhan tenaga pendidik jangka panjang, penguatan rekrutmen guru ASN dan PPPK, serta pemerataan distribusi guru di seluruh wilayah Kabupaten Bandung. Tak lupa, KDS menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Bandung juga mendorong penguatan literasi dasar melalui rencana penerapan kurikulum calistung sebagai muatan lokal wajib di sekolah.

Menanggapi hal tersebut, pihak Kemendikdasmen menyatakan komitmennya untuk segera menindaklanjuti berbagai usulan strategis yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Bandung. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan mutu layanan pendidikan sekaligus memastikan pemerataan hak pendidikan bagi masyarakat Kabupaten Bandung**

Yans.

Bupati Bandung Resmi Buka SPMB 2026, KDS : Tidak Boleh Ada Pungli dan Titipan

KAB BANDUNG – YUTELNEWS.com// Bupati Bandung Dr H.M Dadang Supriatna secara resmi membuka Kick Off Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk jenjang TK, SD dan SMP Tahun 2026 di Gedung Moh Toha, Kompleks Pemkab Bandung, pada Selasa (19/05/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung itu dihadiri jajaran Forkopimda diantaranya Kejari Bandung, Polresta Bandung, Dewan Pendidikan, Komisi D DPRD Kabupaten Bandung, para camat, para kepala sekolah dan pengawas.

Bupati yang akrab disapa Kang Dadang Supriatna (KDS) itu mengatakan, kegiatan kick off ini bukan sekadar seremonial, melainkan wujud nyata dari komitmen pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat untuk menghadirkan sistem penerimaan murid baru yang lebih baik di Kabupaten Bandung.

“Sebagai kepala daerah, saya menekankan proses penerimaan murid baru ini harus berjalan objektif, transparan, akuntabel dan berkeadilan dan tanpa diskriminasi,” ujar Bupati Dadang Supriatna saat membuka kick off SPMB.

Oleh karena itu, orang nomor satu di Kabupaten Bandung itu mewanti-wanti agar Disdik maupun para kepala sekolah benar-benar melaksanakan proses penerimaan murid baru ini secara jujur, transparan dan akuntabel.

“Saya minta SPMB harus bebas pungli dan titip-titipan di seluruh sekolah di Kabupaten Bandung. Jangan ada yang macam-macam, lakukan sesuai aturan karena ini amanat Pak Presiden,” ujar KDS.

Ia menegaskan Pemkab Bandung berkomitmen untuk sekuat tenaga dapat meningkatkan kualitas pendidikan guna mempersiapkan generasi muda unggul di Kabupaten Bandung demi menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Kita perbaiki sistem bersama. Saya fokus terhadap perbaikan sistem pendidikan termasuk dalam penerimaan murid baru ini. Kalau terjadi pungli, maka urusannya sama Kejari dan Polresta Bandung. Silakan laporkan,” tambahnya.

Dalam upaya mendukung keberhasilan pelaksanaan SPMB ini, Bupati KDS mengajak seluruh stakeholder pendidikan di Kabupaten Bandung untuk terus bersinergi, mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan merata serta membangun kepercayaan masyarakat.

Ia juga memberikan instruksi khusus bagi para camat di 31 kecamatan di Kabupaten Bandung. Kang DS meminta para camat untuk menyisir setiap desa agar seluruh anak dapat mengenyam pendidikan di sekolah-sekolah termasuk anak-anak disabilitas.

“Para camat tolong kawal dan sisir masyarakatnya masing-masing di tiap desa, semua anak harus sekolah. Termasuk anak-anak disabilitas, mereka juga berhak bersekolah di sekolah negeri maupun swasta. Jangan ada yang ditolak. Tolong para camat dan kepala sekolah perhatikan ini,” ujarnya menambahkan.

Dalam SPMB tahun ajaran 2026 ini, kata KDS, Disdik Kabupaten Bandung telah melakukan evaluasi dan merancang empat jalur pendaftaran SPMB menjadi dua gelombang yaitu gelombang pertama jalur domisili dan afirmasi, serta gelombang kedua melalui jalur prestasi dan mutasi.

Jalur penerimaan zonasi saat ini berubah istilah menjadi domisili. Jika zonasi didasarkan pada jarak rumah calon murid dengan sekolah, sistem domisili ini didasarkan pada kecamatan tempat domisili calon murid.

Pada kesempatan tersebut, KDS juga menyatakan pihaknya akan mengusulkan kepada Mendikdasmen agar memasukkan ‘calistung’ ke dalam kurikulum resmi Sekolah Dasar.
Saya masih menemukan ada anak kelas 5 SD yang belum bisa baca tulis hitung. Ini sangat memprihatinkan. Saya akan usulkan ke Mendikdasmen. Kalau tidak disetujui, saya akan masukkan calistung ini ke dalam muatan lokal SD di Kabupaten Bandung,” tutur Bupati KDS. (**)

Yans.

Pemberian Biaya Operasional Cabor di Porprov Jabar Berdasar Prestasi, KDS: Supaya Lebih Fair

Bandung – YUTELNEWS.com// Di tengah kondisi efisiensi anggaran, KONI Kabupaten Bandung hanya akan memberangkatkan dan mendanai atlet dari cabang olahraga (cabor) yang berpotensi meraih medali emas di ajang Porprov XV Jawa Barat. pada November 2026.

Hal itu dikatakan Bupati Bandung Dr HM Dadang Supriatna saat koordinasi bersama cabor terkait Persiapan Penyelenggaraan Porprov Jabar di Kantor Dispora Kabupaten Bandung. pada Selasa 12/05/2026.

Pada kesempatan itu Bupati Kang Dadang Supriatna (KDS) berkoordinasi dengan 65 cabor pasca Babak Kualifikasi (BK) Porprov di mana atelet Kabupaten Bandung meraih 69 medali emas dan 112 perak.

Menurutnya, dari 69 medali emas yang diraih di BK Porprov, ini sudah merupakan angin segar dari target 100 medali emas di Porprov nanti.

“Mengingat kondisi keuangan saat ini di mana Pemkab Bandung ada pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) hampir Rp1 triliun, setelah saya berkordinasi maka saya lebih mengedepankan dari 65 cabor untuk diberangkatkan dan minimal setiap cabor mencapai target satu medali emas di Porprov nanti,” kata KDS.

Jika target setiap cabor mampu meraih medali emas, imbuh KDS, maka kita akan evaluasi lagi untuk memberikan atau bahkan menambah bantuan operasional bagi cabor setiap tahunnya.

“Jangan sampai seluruh cabor menerima biaya operasional dari KONI, tapi tidak ada target-targetan. Sebaliknya bagi cabor-cabor yang berprestasi mungkin kita evaluasi untuk bisa memberikan reward atau kadeudeuh dan ada penambahan biaya operasional setiap tahunnya. Ini kan lebih fair,” jelas KDS.

Pihaknya juga tengah memformulasikan bentuk kadeudeuh dari Pemkab Bandung bagi atlet berprestasi di Porprov Jabar 2026, apakah dalam berupa uang tunai atau dikonversikan ke dalam paket umroh maupun beasiswa atlet.

Kendati kondisi keuangan yang terbatas, tukasnya, namun Pemkab Bandung melalui KONI akan terus mendorong agar Kabupaten Bandung bisa mejadi juara umum di Porprov 2026.

“Walaupun dalam keikutsertaan kontingen Kabupaten Bandung di Porprov ini terlaksana dengan menggunakan paket hemat dengan kebutuhan total sekitar Rp16 miliar. Nah, kondisi seperti ini kan harus kita pikirkan,” ujar KDS.

Ia berpesan kepada para atlet untuk tetap bersemangat dan menjaga kesehatan menjelang Porprov 2026.(*)

Yans.

Ketua DPRD Hj. Renie Rahayu Fauzi SH : Hardiknas 2026 Momentum Perkuat Kolaborasi Pendidikan di Kabupaten Bandung

Bandung – YUTELNEWS.com// Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Hj. Renie Rahayu Fauzi, S.H., menyampaikan ucapan Selamat Hari Pendidikan Nasional yang diperingati setiap 2 Mei 2026.

Dalam momentum peringatan tahun ini, ia menyoroti pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam memajukan sektor pendidikan, sejalan dengan tema “Menguatkan Partisipasi Semesta, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”.

Menurutnya, pendidikan merupakan fondasi utama dalam membentuk generasi yang tangguh, berdaya saing, serta memiliki integritas tinggi.

“Melalui kebersamaan dan kepedulian semua pihak, mari kita dorong pemerataan akses serta peningkatan kualitas pendidikan,” ujarnya.

Ia juga berharap peringatan Hari Pendidikan Nasional dapat menjadi pengingat bagi semua pihak untuk terus berkomitmen dalam menciptakan sistem pendidikan yang inklusif dan berkualitas.

Lebih lanjut, Hj. Renie Rahayu Fauzi menegaskan bahwa kemajuan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, melainkan membutuhkan peran aktif seluruh elemen, mulai dari tenaga pendidik, orang tua, dunia usaha, hingga masyarakat luas.

“Pendidikan adalah investasi jangka panjang bagi masa depan daerah dan bangsa. Oleh karena itu, diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat untuk memastikan setiap anak mendapatkan hak pendidikan yang layak tanpa terkecuali.

Kita harus bersama-sama menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mampu mendorong lahirnya generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, akhlak, serta keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa tantangan pendidikan ke depan semakin kompleks, terutama di era digitalisasi yang menuntut adaptasi cepat dari seluruh pemangku kepentingan.

“Kita tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri. Diperlukan inovasi, kolaborasi, dan komitmen yang berkelanjutan agar kualitas pendidikan di Kabupaten Bandung terus meningkat dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Momentum Hari Pendidikan Nasional ini harus kita jadikan sebagai titik refleksi sekaligus penguatan tekad untuk menghadirkan pendidikan yang merata, inklusif, dan berkualitas bagi seluruh masyarakat,” tambahnya.

Dengan demikian, lanjutnya, cita-cita mewujudkan masa depan Kabupaten Bandung yang lebih maju dan berdaya saing dapat tercapai.**

Yans.

KDS Perluas Kerja Sama Pendidikan, ASN Kabupaten Bandung Didorong Lanjut Studi

KAB. GRESIK – YUTELNEWS.com// Pemerintah Kabupaten Bandung dan Universitas Sunan Gresik (USG) resmi menjalin kerja sama strategis melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya aparatur sipil negara (ASN), guna menjawab tantangan digitalisasi dan menyongsong Indonesia Emas 2045. Penandatanganan dilaksanakan pada Minggu (26/04/2026) di Kampus USG, Kabupaten Gresik.

Bupati Bandung, Dr H.M Dadang Supriatna yang akrab disapa KDS, hadir langsung bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung, jajaran Bagian Kerja Sama, Protokol Pimpinan, serta BKPSDM dalam agenda tersebut.

Dalam sambutannya, KDS mengapresiasi langkah Universitas Sunan Gresik yang terus berinovasi, termasuk rencana penambahan program studi dari 37 menjadi 38 program studi di enam fakultas. Menurutnya, hal ini merupakan terobosan penting dalam menyiapkan SDM unggul.

“Kami sangat mengapresiasi terobosan yang dilakukan Universitas Sunan Gresik. Penambahan program studi ini menunjukkan komitmen dalam menyiapkan SDM yang siap menghadapi tantangan masa depan,” ujar KDS.

KDS menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM yang profesional dan adaptif terhadap digitalisasi menjadi prioritas. Pemerintah Kabupaten Bandung, kata dia, siap mendukung melalui kebijakan anggaran secara bertahap guna mengimplementasikan kerja sama tersebut.

“Sesuai arahan Presiden, peningkatan SDM yang memahami digitalisasi menjadi hal yang sangat penting. Kalau kita tidak mempersiapkan dari sekarang, kita akan tertinggal,” tegasnya.

Selain itu, KDS juga menekankan pentingnya penerapan sistem reward and punishment bagi ASN. Ia mendorong ASN yang belum menempuh pendidikan tinggi untuk melanjutkan ke jenjang S-1, serta mendorong ASN yang telah lulus S-1 dan berprestasi untuk melanjutkan ke jenjang S-2. Kebijakan ini akan diperkuat melalui Peraturan Bupati sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas SDM.

“Kami akan memberikan keleluasaan bagi ASN untuk meningkatkan kompetensinya. Yang belum kuliah kami dorong untuk S-1, dan yang sudah S-1 serta berprestasi kami dorong untuk bisa melanjutkan ke S-2,” ungkapnya.

Lebih lanjut, KDS juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas melalui Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), guna memperkuat kolaborasi antar daerah dengan Universitas Sunan Gresik.

“Kebetulan saya Ketua Harian APKASI. Silakan bekerja sama dengan kami, insyaallah saya siap memfasilitasi melalui APKASI agar kerja sama ini bisa menjangkau lebih banyak daerah,” tambah KDS.

Sementara itu, Rektor Universitas Sunan Gresik, Abdul Muhith menyampaikan bahwa program studi di kampusnya telah disesuaikan dengan kebutuhan zaman, khususnya dalam pemanfaatan teknologi digital dan Artificial Intelligence (AI) dalam sistem pembelajaran.

“Kami telah menyesuaikan program studi dengan kebutuhan zaman, termasuk integrasi teknologi dan Artificial Intelligence dalam sistem pembelajaran. Hal ini menjadi bagian dari komitmen kami dalam mencetak lulusan yang adaptif dan kompetitif,” ujar Abdul Muhith.

Ia menjelaskan bahwa USG telah menerapkan sistem pembelajaran terintegrasi berbasis teknologi, termasuk model perkuliahan hybrid yang memungkinkan pelaksanaan kuliah secara daring maupun luring sesuai kebutuhan.

“Perkuliahan kami sudah fleksibel, bisa hybrid, bahkan full online atau offline sesuai kesepakatan. Ini membuka peluang besar, termasuk bagi ASN yang ingin melanjutkan pendidikan,” tambahnya.

Selain itu, USG juga menjalin kerja sama dengan sejumlah institusi pendidikan, termasuk dalam pengembangan program studi kedokteran. Fasilitas penunjang seperti rumah sakit pendidikan, unit usaha, koperasi, perbankan, hotel, hingga produksi air minum turut menjadi bagian dari ekosistem pendidikan di kampus tersebut.

Abdul menambahkan, peluang bagi ASN Kabupaten Bandung untuk melanjutkan pendidikan di USG sangat terbuka, termasuk melalui skema beasiswa, dengan sistem pembelajaran yang fleksibel dan adaptif.

Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat kualitas SDM, khususnya bagi ASN, sekaligus mendukung percepatan pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Yans.

Kadinsos,Hj. Ningning Hendasah Survey Langsung Pastikan Pematangan Lahan SR Rp6,2 M di Ciwidey Berjalan Sesuai Target

Kab.Bandung – YUTELNEWS.com// Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bandung, Ir. Hj. Ningning Hendasah, M.Si., memastikan proyek pematangan lahan Sekolah Rakyat (SR) di Kampung Baru Sampe, Desa Lebakmuncang, Kecamatan Ciwidey, berjalan sesuai target. Ia turun langsung ke lokasi untuk melakukan monitoring dan evaluasi (monev), Rabu (15/04/2026).

Langkah ini memperkuat pengawasan terhadap proyek senilai Rp6,2 miliar tersebut. Selain itu, pemerintah daerah ingin menjaga kesesuaian progres pekerjaan dengan rencana awal, baik dari sisi kualitas, waktu, maupun penggunaan anggaran.

Ningning menegaskan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan di lapangan. Ia juga mengingatkan pelaksana agar menjadikan timeline sebagai acuan utama.

“Kita monitoring langsung ke lapangan untuk melihat perkembangan pematangan lahan Sekolah Rakyat. Kita ingin semua berjalan sesuai rencana,” ujarnya.

Selanjutnya, ia menekankan bahwa Dinas Sosial tidak hanya fokus pada pembangunan fisik. Pihaknya mulai menyiapkan calon siswa yang akan menempati sekolah tersebut pada 2027.

“Dinas Sosial menyiapkan anak-anak yang akan belajar di sini. Karena itu, timeline pembangunan harus tepat agar semua tahapan berjalan sinkron,” katanya.

Di sisi lain, Ningning menjelaskan bahwa total lahan mencapai 7,6 hektare. Namun, tim pelaksana saat ini mengerjakan pematangan lahan seluas 5,5 hektare sebagai tahap awal.

Kemudian, ia memaparkan mekanisme rekrutmen siswa Sekolah Rakyat. Pemerintah memprioritaskan anak dari kelompok desil 1 dan 2, yaitu kategori miskin dan miskin ekstrem, termasuk anak putus sekolah.

Untuk memastikan ketepatan sasaran, Dinas Sosial menggandeng berbagai lembaga. Mereka bekerja sama dengan Sentra Bioso, Badan Pusat Statistik (BPS), serta Dinas Pendidikan. Selain itu, para pendamping sosial seperti PKH, TKSK, dan KPSM ikut terlibat dalam proses assessment.

“Kita memastikan siswa yang masuk benar-benar membutuhkan. Karena itu, kita lakukan assessment secara kolaboratif dan menyeluruh,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ningning menargetkan pematangan lahan rampung pada 24 Juni 2026. Oleh karena itu, seluruh pihak harus menjaga ritme kerja agar target tercapai.
Sementara itu, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas PUTR Kabupaten Bandung, Hanip Ahmad, menjelaskan kondisi terkini pekerjaan di lapangan. Ia menyebut progres fisik saat ini berada di kisaran 5 persen.

“Pekerjaan ini berupa pematangan lahan dengan metode cut and fill. Tim memotong bagian bukit dan mengisi area lereng. Secara teknis sederhana, tetapi kondisi lapangan cukup menantang,” jelasnya.

Namun demikian, Hanip mengakui cuaca menjadi kendala utama. Hujan yang turun pada siang hari kerap menghambat aktivitas pekerjaan.

Meski begitu, tim pelaksana tidak tinggal diam. Mereka terus melakukan percepatan untuk mengejar ketertinggalan progres.

“Kami terus berkoordinasi dengan kontraktor dan pengawas. Kami juga menyesuaikan metode kerja agar lebih efektif,” ujarnya.

Selain itu, tim menambah jumlah alat berat dan personel di lapangan. Saat ini, mereka mengoperasikan enam unit alat berat, terdiri dari dua excavator dan empat bulldozer.

Langkah tersebut diharapkan mampu menekan deviasi minus sekaligus mempercepat progres pekerjaan. Di samping itu, evaluasi rutin terus dilakukan agar setiap kendala cepat teratasi.

Pemerintah daerah menargetkan proyek ini selesai tepat waktu. Lebih jauh, Sekolah Rakyat diharapkan mampu membuka akses pendidikan yang setara bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Bandung.

Yans.

Kadinsos Hj.Ningning Hendasah Survey Langsung,Pastikan Pematangan Lahan SR Rp6,2 M di Ciwidey Berjalan Sesuai Target

Kab.Bandung – InfoNesia.me// Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bandung, Ir. Hj. Ningning Hendasah, M.Si., memastikan proyek pematangan lahan Sekolah Rakyat (SR) di Kampung Baru Sampe, Desa Lebakmuncang, Kecamatan Ciwidey, berjalan sesuai target. Ia turun langsung ke lokasi untuk melakukan monitoring dan evaluasi (monev), pada Rabu (15/04/2026).

Langkah ini memperkuat pengawasan terhadap proyek senilai Rp6,2 miliar tersebut. Selain itu, pemerintah daerah ingin menjaga kesesuaian progres pekerjaan dengan rencana awal, baik dari sisi kualitas, waktu, maupun penggunaan anggaran.

Ningning menegaskan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan di lapangan. Ia juga mengingatkan pelaksana agar menjadikan timeline sebagai acuan utama.

“Kita monitoring langsung ke lapangan untuk melihat perkembangan pematangan lahan Sekolah Rakyat. Kita ingin semua berjalan sesuai rencana,” ujarnya.

Selanjutnya, ia menekankan bahwa Dinas Sosial tidak hanya fokus pada pembangunan fisik. Pihaknya mulai menyiapkan calon siswa yang akan menempati sekolah tersebut pada 2027.

“Dinas Sosial menyiapkan anak-anak yang akan belajar di sini. Karena itu, timeline pembangunan harus tepat agar semua tahapan berjalan sinkron,” katanya.

Di sisi lain, Ningning menjelaskan bahwa total lahan mencapai 7,6 hektare. Namun, tim pelaksana saat ini mengerjakan pematangan lahan seluas 5,5 hektare sebagai tahap awal.

Kemudian, ia memaparkan mekanisme rekrutmen siswa Sekolah Rakyat. Pemerintah memprioritaskan anak dari kelompok desil 1 dan 2, yaitu kategori miskin dan miskin ekstrem, termasuk anak putus sekolah.

Untuk memastikan ketepatan sasaran, Dinas Sosial menggandeng berbagai lembaga. Mereka bekerja sama dengan Sentra Bioso, Badan Pusat Statistik (BPS), serta Dinas Pendidikan. Selain itu, para pendamping sosial seperti PKH, TKSK, dan KPSM ikut terlibat dalam proses assessment.

“Kita memastikan siswa yang masuk benar-benar membutuhkan. Karena itu, kita lakukan assessment secara kolaboratif dan menyeluruh,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ningning menargetkan pematangan lahan rampung pada 24 Juni 2026. Oleh karena itu, seluruh pihak harus menjaga ritme kerja agar target tercapai.
Sementara itu, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas PUTR Kabupaten Bandung, Hanip Ahmad, menjelaskan kondisi terkini pekerjaan di lapangan. Ia menyebut progres fisik saat ini berada di kisaran 5 persen.

“Pekerjaan ini berupa pematangan lahan dengan metode cut and fill. Tim memotong bagian bukit dan mengisi area lereng. Secara teknis sederhana, tetapi kondisi lapangan cukup menantang,” jelasnya.

Namun demikian, Hanip mengakui cuaca menjadi kendala utama. Hujan yang turun pada siang hari kerap menghambat aktivitas pekerjaan.

Meski begitu, tim pelaksana tidak tinggal diam. Mereka terus melakukan percepatan untuk mengejar ketertinggalan progres.

“Kami terus berkoordinasi dengan kontraktor dan pengawas. Kami juga menyesuaikan metode kerja agar lebih efektif,” ujarnya.

Selain itu, tim menambah jumlah alat berat dan personel di lapangan. Saat ini, mereka mengoperasikan enam unit alat berat, terdiri dari dua excavator dan empat bulldozer.

Langkah tersebut diharapkan mampu menekan deviasi minus sekaligus mempercepat progres pekerjaan. Di samping itu, evaluasi rutin terus dilakukan agar setiap kendala cepat teratasi.

Pemerintah daerah menargetkan proyek ini selesai tepat waktu. Lebih jauh, Sekolah Rakyat diharapkan mampu membuka akses pendidikan yang setara bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Bandung.

Yans.

Bangkitkan Literasi Anak Negeri, Perpustakaan Jadi Kunci Masa Depan Generasi

NATUNA
YUTELNEWS.COM || Meningkatkan wawasan dan kualitas generasi muda tidak terlepas dari budaya literasi yang kuat. Di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang begitu cepat, kebiasaan membaca menjadi fondasi penting dalam membentuk pola pikir kritis dan cerdas bagi anak negeri.

Di mana pun seseorang berdomisili, jika tersedia fasilitas perpustakaan, hal tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal. Perpustakaan bukan sekadar tempat menyimpan buku, melainkan ruang belajar yang membuka jendela dunia dan memperluas wawasan.

Semangat literasi ini juga terinspirasi dari pengalaman nyata yang diceritakan oleh salah satu rekan awak Yutelnews berinisial DI. Sejak duduk di bangku sekolah dasar, ia telah membiasakan diri membaca berbagai jenis buku tanpa memilih-milih. Konsistensi tersebut terbukti membentuk wawasan yang luas serta pola pikir yang matang hingga saat ini. Pengetahuan yang dimilikinya pun tidak diragukan lagi, menjadi contoh nyata bahwa kebiasaan membaca sejak dini mampu mengubah masa depan seseorang.

Sayangnya, minat baca di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda, masih perlu terus didorong. Padahal, dengan rajin membaca, seseorang tidak hanya memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu memahami berbagai persoalan secara lebih bijak dan objektif.

Melalui pemberitaan ini, awak Yutelnews berharap dapat memberikan motivasi kepada seluruh anak negeri, khususnya yang berada di wilayah 3T, untuk terus semangat meningkatkan literasi. Adapun 3T merupakan singkatan dari Terdepan, Terluar, dan Tertinggal, yaitu daerah yang memiliki keterbatasan akses, baik dari segi infrastruktur, pendidikan, maupun informasi.

Momentum ini menjadi ajakan bersama agar masyarakat mulai bangkit dan menumbuhkan kembali kebiasaan membaca. Peran orang tua, guru, serta lingkungan sekitar sangat dibutuhkan untuk membangun budaya literasi sejak dini.

Dengan memanfaatkan perpustakaan yang ada di lingkungan tempat tinggal, diharapkan lahir generasi yang cerdas, berwawasan luas, serta mampu bersaing di masa depan. Karena pada akhirnya, kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh tingkat literasi masyarakatnya.

Red:Darmansyah, Kabiro Natuna Yutelnews.com

Kawal Program Prioritas Nasional, Wamendagri Wiyagus Harap IPDN Konsisten Hasilkan Kader Pemerintahan Kompeten

Jatinangor,Jabar – YUTELNEWS.com// Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus berharap Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) konsisten menghasilkan kader aparatur pemerintahan yang kompeten. Hal ini penting untuk mengawal program prioritas nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Penegasan itu disampaikan Wiyagus saat membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian pada Sidang Senat Terbuka Dies Natalis ke-70 IPDN di Balairung Rudini, IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Selasa (31/3/2026).

Ia menegaskan, lulusan IPDN dipersiapkan untuk menjadi motor penggerak birokrasi yang akan ditempatkan di seluruh pelosok daerah. “Guna memastikan kehadiran negara dan keberhasilan pembangunan dapat dirasakan langsung oleh seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali,” ujarnya.

Wiyagus menekankan perlunya sumber daya manusia (SDM) aparatur yang kompeten di bidang teknologi informasi dan komunikasi. Terlebih, tantangan pelayanan publik saat ini mengarah pada digitalisasi. Karena itu, para praja IPDN harus mampu meningkatkan kompetensi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Hanya dengan cara demikian, alumni IPDN akan memiliki kekuatan daya saing yang dapat diandalkan dalam memasuki era kompetisi global yang ketat dan penuh tantangan,” ujarnya.

Ia berpesan agar momentum dies natalis menjadi ajang refleksi untuk mematangkan langkah strategis IPDN sebagai lembaga pendidikan tinggi kepamongprajaan yang inovatif dan berdaya saing. Ia berharap IPDN terus berbenah dalam berbagai bidang, terutama terkait penataan dan penyempurnaan kurikulum pengajaran, pelatihan, dan pengasuhan yang terintegrasi.

Di sisi lain, Wiyagus menyinggung kiprah penting IPDN dalam sejumlah isu kemanusiaan di Indonesia. Teranyar, IPDN turut mendukung percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatera dengan mengirimkan praja ke lokasi terdampak. Langkah tersebut mencerminkan peran penting IPDN dalam upaya pemulihan tata kelola pemerintahan di wilayah bencana.

“Hal ini membuktikan bahwa IPDN adalah lembaga yang responsif dan tangguh dalam menghadapi krisis nasional,” tegasnya.

Sebagai informasi, sidang tersebut turut diisi dengan penyampaian orasi ilmiah dari Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Joko Pramono. Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor IPDN Halilul Khairi, para guru besar dan anggota senat IPDN, serta civitas academica IPDN.

Puspen Kemendagri

 

 

Yans

Masalah Pencairan Dana Program Indonesia Pintar (PIP) di Batam

KEPULAUAN BATAM, YUTELNEWS.COM —Pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) tahun 2026 mengalami masalah di Batam, terutama bagi beberapa siswa yang belum menerima bantuan pada, Senin (30/03/2026)

Program PIP dicairkan bagi sebagian siswa, tetapi ada penerima yang belum mendapatkan dana untuk kedua kalinya.

Pencairan pertama lancar namun, untuk kedua ada penerima yang telah memenuhi syarat sejak Januari 2026 tetapi belum melihat dana masuk.

Orang tua penerima mengeluhkan kurangnya informasi dari pihak sekolah tentang keterlambatan ini dan hanya disarankan untuk menunggu.

Data siswa seharusnya sudah lengkap memunculkan pertanyaan tentang penyebab keterlambatan apakah dari pengelompokan data oleh pemerintah atau komunikasi dari sekolah.

Harapan orang tua kepada pemerintah dapat meningkatkan sistem informasi pencairan dana dalam memberikan penjelasan secara transparan tentang jadwal dan persyaratan pencairan.

Dengan adanya sistem yang lebih baik dan transparan penerima dana tidak perlu terus memeriksa rekening, dapat dipahami kapan bantuan PIP akan dicairkan.

(Saeni)

Dari Usulan Jadi Kenyataan, Perjuangan Kang DS Hadirkan SMAN 1 Kutawaringin Resmi Berdiri

Bandung – YUTELNEWS.com// Bupati Bandung Dr HM Dadang Supriatna mengungkapkan saat ini telah berdiri lagi satu Unit Sekolah Baru (USB) yaitu SMA Negeri 1 Kutawaringin, yang berlokasi di Desa Jatisari, Kecamatan Kutawaringin, untuk mempermudah akses pendidikan SLTA bagi warga sekitar.

“Alhamdulillah, saat ini sudah berdiri satu SLTA baru di Kecamatan Kutawaringin untuk membantu percepatan pertumbuhan dan perkembangan pendidikan di Kabupaten Bandung,” ucap Bupati Bandung saat kegiatan Jumat Keliling di Masjid Ponpes Al Burdah Kutawaringin, pada Jumat (27/03/2026).

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Asep Kusumah menambahkan, pembangunan SMAN 1 Kutawaringin yang berdiri di atas lahan Pemkab Bandung ini rampung pada Desember 2025 dengan anggaran yang bersumber dari Dinas Pendidikan Jawa Barat sebesar lebih dari Rp5,4 miliar.

Gedung SMAN 1 Kutawaringin sendiri dilengkapi 8 ruang kelas, laboratorium, ruang guru, ruang TU, perpustakaan, dan 9 toilet.

“Tahun 2025 sudah dibangun SMAN 1 Kutawaringin dan SMKN 1 Arjasari yang baru diresmikan oleh Kadisdik Jabar Pak Purwanto pada 9 Januari 2026. Kedua gedung SLTA Negeri ini terwujud atas usulan Bapak Bupati Bandung ke Pemprov Jabar. Tahun 2026 ini kita ajukan dua unit lagi pembangunan SLTA dari total delapan SLTA baru yang kita ajukan,” ujar Asep.

Meski kedua sekolah ini berlokasi di wilayah Kabupaten Bandung, kata Asep, namun pengelolaannya berada di bawah Disdik Jabar. Tujuan dibangunnya SLTA ini untuk mengurangi jarak tempuh sekolah bagi warga sekitar dan mencegah putus sekolah.(*)

 

Yans.

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.