Jelang Akhir Tahun, Ketua Pentahelix Dayeuhkolot Tri Rahmanto, Himbau Waspada Cuaca Mendung

Kab. Bandung – YUTELNEWS com|| Mengingat momen akhir tahun yang bertepatan dengan puncak musim hujan, Ketua Pentahelix Kecamatan Dayeuhkolot, Tri Harmanto, menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Hal ini terutama karena kondisi cuaca sering mendung dan tak menentu, yang berisiko menimbulkan banjir atau longsor.

“Kita harus tetap waspada, terutama di wilayah yang rawan bencana. Cuaca mendung yang terus berlanjut bisa menyebabkan peningkatan curah hujan dan membebani saluran air,” ujar Tri Harmanto dalam kesempatan pelaksanaan giat paralel Pentahelix pada minggu 21/12/2025.

Selain himbauan, Pentahelix juga telah mengambil langkah konkrit dengan melaksanakan normalisasi drainase, peninggian jalan, dan pemasangan pintu air di beberapa titik di Desa Citeureup dan Kelurahan Pasawahan. Upaya ini bertujuan untuk memperkuat penanggulangan banjir yang selama ini menjadi masalah rutin di Dayeuhkolot.

Tri Harmanto juga menekankan pentingnya sinergi antar pihak, termasuk pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media, dalam menangani masalah cuaca dan bencana. Ia juga mengajak warga untuk rutin memantau informasi cuaca dari sumber resmi dan bekerja sama dengan aparatur setempat.

Informasi terkait, Bupati Bandung bapak H Dadang Supriatna juga sebelumnya telah mengimbau waspada cuaca ekstrem saat perayaan tahun baru 2026. Dayeuhkolot termasuk salah satu kecamatan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana hidrometeorologi akibat kondisi geografis yang berada di cekungan dan masalah drainase yang belum optimal.

Semoga upaya ini dapat membantu menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat selama akhir tahun dan memasuki tahun baru.”tukasnya

 

 

Yans

Hadir di Fordeswita 2025, Kang DS Dorong Sinergi Olahraga, Budaya, dan Pemberdayaan Desa

KAB. BANDUNG – YUTELNEWS com|| Bupati Bandung, Dr HM Dadang Supriatna menghadiri Penampilan Budaya Lokal yang dirangkaikan dengan Pagelaran Wayang dalam rangkaian Festival Olahraga Masyarakat di Desa Wisata (Fordeswita) KORMI Kabupaten Bandung Tahun 2025. Kegiatan tersebut digelar di Kampung Desa Wisata Lebak Muncang, Kecamatan Ciwidey, Sabtu (21/12/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati yang akrab disapa Kang DS itu menyampaikan apresiasi kepada KORMI Kabupaten Bandung atas konsistensinya dalam melestarikan olahraga masyarakat dan budaya lokal. Menurutnya, KORMI telah berkontribusi nyata dalam mendorong gaya hidup sehat melalui olahraga rekreasi dan permainan tradisional.

“Olahraga masyarakat dan budaya lokal ini bukan sekadar hiburan, tetapi bagian dari upaya membangun kesehatan, kebersamaan, sekaligus identitas daerah,” ujar Kang DS.

Kang DS juga menyoroti berbagai prestasi yang telah diraih KORMI Kabupaten Bandung, di antaranya menjadi penyumbang medali emas terbanyak bagi Jawa Barat pada ajang Pekan Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) VII Nusa Tenggara Barat tahun 2025, serta meraih Juara Umum FORPROV IV KORMI Jawa Barat Tahun 2022. Prestasi tersebut dinilai sebagai bukti komitmen KORMI dalam meningkatkan kesehatan dan kebugaran masyarakat.

“Prestasi ini menunjukkan bahwa olahraga masyarakat mampu berkontribusi besar, tidak hanya untuk prestasi daerah, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan warga,” tambahnya.

Lebih lanjut, Kang DS menegaskan bahwa konsep kesehatan harus dimaknai secara menyeluruh, tidak hanya aspek fisik, tetapi juga mencakup aspek lingkungan, sosial, pendidikan, dan ekonomi. Ia mendorong setiap desa untuk menyediakan ruang dan sarana bermain bagi masyarakat serta menjaga kebersihan lingkungan sebagai upaya pencegahan bencana, seperti banjir.

Selain itu, Kang DS juga menekankan pentingnya perhatian terhadap kualitas hunian masyarakat melalui Program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), peningkatan pelayanan fasilitas kesehatan, serta penguatan nilai keagamaan melalui Program Magrib Mengaji dan pembentukan Desa Bubar Al-Qur’an.

Dalam aspek sosial dan ekonomi, Kang DS mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama, khususnya warga yang membutuhkan. Pemerintah Kabupaten Bandung, kata dia, terus berupaya menghadirkan bantuan sosial yang tepat sasaran serta mendorong penguatan ekonomi keluarga melalui Program Masyarakat Berdaya, seperti gerakan tanam halaman, hingga pengembangan peternakan ayam petelur di setiap desa sebagai upaya mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat.

Kegiatan Fordeswita ini diharapkan menjadi sarana kolaborasi antara olahraga, budaya, dan pemberdayaan masyarakat desa dalam mendukung terwujudnya desa wisata yang sehat, mandiri, dan berkelanjutan di Kabupaten Bandung.

 

 

Yans.

Berbagai Wahana Ada di Glamping Likeside, Segera Datang Bersama Keluarga Isi Liburan Nataru

Bandung – YUTELNEWS com||  Menyambut libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, Glamping Lakeside Situ Patenggang, Rancabali, Ciwidey, tampil semakin siap sebagai destinasi wisata unggulan di Bandung Selatan. Dengan kesiapan kawasan yang telah mencapai 98 persen, destinasi ini menawarkan perpaduan lengkap antara wisata alam, wahana seru, kuliner khas Nusantara, hingga pengalaman menginap eksklusif di alam terbuka.

Staf Finisi Resto Glamping Lakeside, Peri Pedro, menyampaikan bahwa seluruh fasilitas utama telah dipastikan dalam kondisi optimal, mulai dari akses jalan, wahana wisata, hingga area restoran dan penginapan.

“Kami hampir 98 persen siap menyambut libur Nataru, baik dari sisi akses, wahana, maupun fasilitas pendukung. Kami ingin wisatawan merasa aman, nyaman, dan puas selama berkunjung ke Glamping Lakeside,” ujar Peri Pedro, Minggu (21/12/2025).

Untuk menikmati kawasan wisata ini, pengunjung dapat membeli tiket masuk Rp25.000, serta pilihan paket Rp50.000 dan paket VIP Rp100.000 dengan fasilitas yang lebih lengkap. Sejumlah wahana favorit seperti Golesat Sirkuit, Keranjang Sultan yang melintasi Danau Situ Patenggang, serta Flying Fox siap memberikan pengalaman wisata yang berkesan.

Selain itu, wisatawan juga dapat mengeksplorasi Bukit Kelinci, Kebun Stroberi, panorama hutan pinus, hingga pesona Kawah Rengganis yang terkenal dengan pemandian air panas alaminya. Untuk paket VIP Rp100.000 di Kawah Rengganis, pengunjung sudah mendapatkan akses ke pemandian air panas, Keranjang Sultan, serta jembatan ikonik sepanjang 370 meter.

Bagi wisatawan yang ingin bermalam, Glamping Lakeside menyediakan beragam tipe glamping, mulai dari Lakeside Tent, Family Tent, Sayang Heulang Resort, Keong Tent, hingga Tanjung Pakis Tent. Seluruh penginapan dilengkapi kamar mandi dalam, shower air panas, sarapan pagi, serta akses ke berbagai fasilitas wisata seperti Pinisi Resto, aktivitas outdoor, dan spot foto Instagramable.

Di sisi kuliner, Pinisi Resto menghadirkan menu khas Nusantara yang menjadi daya tarik tersendiri, baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara, dengan latar panorama Danau Situ Patenggang yang menawan.

Sebagai penutup, Peri Pedro mengajak wisatawan untuk menjadikan Glamping Lakeside sebagai tujuan utama liburan akhir tahun.

“Kami mengundang wisatawan untuk menghabiskan libur Natal dan Tahun Baru bersama keluarga di Glamping Lakeside Situ Patenggang. Nikmati keindahan alam, wahana seru, kuliner Nusantara, serta pengalaman menginap yang berbeda dan berkesan. Kami siap menyambut Anda,” pungkasnya ( ****)

 

 

Yans.

H. Uus, Siap Berikan Yang Terbaik Bagi Pengunjung Walini di Libur Natal & Tahun Baru 2026

Bandung – YUTELNEWS com|| Momen libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) menjadi waktu terbaik untuk melepas penat bersama keluarga. Di kawasan Bandung Selatan, Pemandian Air Panas Walini Ciwidey kembali hadir sebagai destinasi wisata favorit yang menawarkan pengalaman liburan sehat, aman, dan penuh kenyamanan di tengah keindahan alam pegunungan.

Sebagai wisata air panas legendaris, Walini terus berbenah demi memberikan pelayanan terbaik bagi pengunjung. Kualitas air kolam dijaga tetap jernih dan steril sehingga aman digunakan oleh semua kalangan. Air panas alami Walini dikenal memiliki kandungan mineral tinggi yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

H. Uus selaku owner sekaligus pengelola Pemandian air Panas Walini dan Dusun Strawberry, menjelaskan bahwa air panas Walini mengandung sekitar 80 persen yodium yang berkhasiat membantu meredakan rematik, mengurangi pegal-pegal, serta melancarkan peredaran darah.

“Berendam di air panas Walini bukan hanya sekadar rekreasi, tetapi juga terapi alami yang menyehatkan. Ini yang membuat Walini selalu menjadi pilihan utama wisatawan,” ujarnya, Jumat (20/12/2025).

Tak hanya unggul dari sisi kesehatan, pengelola juga meningkatkan sistem keamanan dan kenyamanan selama libur Nataru. Petugas disiagakan di berbagai titik, sementara sejumlah wahana pendukung seperti ATV dan area bermain anak turut melengkapi pengalaman berwisata. Suasana yang aman dan ramah keluarga menjadikan Walini cocok dikunjungi bersama keluarga maupun rombongan.

Daya tarik Walini semakin lengkap dengan panorama alam Ciwidey yang sejuk dan asri. Lokasinya yang berada di tengah hamparan hijaunya perkebunan teh memberikan sensasi relaksasi yang menenangkan, jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Dengan tiket masuk hanya Rp40.000 per orang, pengunjung sudah dapat menikmati pengalaman wisata berkualitas dan menyehatkan.

Bagi wisatawan dari luar kota, berlibur ke Walini kini semakin praktis. Tak perlu repot mencari penginapan, karena di kawasan ini juga tersedia Villa Dusun Strawberi Walini dengan fasilitas lengkap dan nyaman, bahkan berstandar internasional.

Mengusung konsep akomodasi berpadu dengan agrowisata, Villa Dusun Strawberi menawarkan beragam tipe villa seperti Kalibret, Mencir, Santung, hingga Manora yang cocok untuk keluarga maupun rombongan. Setiap unit dilengkapi kamar tidur, kamar mandi, dapur atau mini kitchen, televisi, serta area parkir yang luas. Beberapa villa bahkan memiliki kolam air panas pribadi, memberikan pengalaman menginap yang lebih eksklusif.

Tak hanya menginap, pengunjung juga dapat menikmati berbagai aktivitas wisata seperti petik stroberi langsung dari kebun, spot foto instagramable, serta taman bermain anak yang ramah keluarga. Untuk urusan kuliner, tersedia restoran dengan aneka hidangan khas Bandung yang siap memanjakan lidah.

Dengan konsep wisata terpadu dalam satu kawasan, Pemandian Air Panas Walini dan Villa Dusun Strawberi Walini menjadi pilihan ideal untuk menghabiskan libur Nataru. Mulai dari wisata kesehatan, rekreasi keluarga, hingga pengalaman menginap di alam terbuka yang sejuk dan menenangkan, semuanya bisa dinikmati di Ciwidey Rancabali.

Pengelola mengajak masyarakat dan wisatawan untuk menjadikan Walini sebagai tujuan utama liburan akhir tahun, guna menikmati liburan yang tak hanya menyenangkan, tetapi juga menyehatkan dan berkesan.

H.Uus mengajak masyarakat dan wisatawan untuk mengisi libur Natal dan Tahun Baru dengan berkunjung ke Pemandian Air Panas Walini dan Villa Dusun Strawberi. Selain menikmati keindahan alam Ciwidey, pengunjung juga bisa merasakan manfaat kesehatan dari air panas alami serta kenyamanan fasilitas penginapan yang kami siapkan. Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik agar setiap pengunjung merasa aman, nyaman, dan membawa pulang pengalaman liburan yang berkesan,” ujar Haji Uus. ****

 

 

Yans.

Peringatan Hari Ibu, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Luncurkan Gerakan Perempuan Menanam

Jakarta – YUTELNEWS com|| Kegiatan bertajuk Merawat Pertiwi Perempuan Tangguh, Pertiwi Utuh ini merupakan kolaborasi DPP PDI Perjuangan Bidang Perempuan dan Anak dengan DPP PDI Perjuangan bidang Kebudayaan,
di Gedung Nyi Ageng Serang, Jakarta Selatan, Kamis (18/12/2025).

Ketua Umum Megawati Soekarnoputri menyerahkan bibit pohon kepada Kepala Daerah dan Ketua DPRD Perempuan Kader PDI Perjuangan, menjadi simbol dimulainya Gerakan Perempuan Menanam yang akan digelorakan oleh kader perempuan PDI Perjuangan di seluruh Indonesia.

Dalam Memperingati Hari Ibu Megawati Juga memberikan apresiasi kepada 3 wanita Veteran serta Tokoh Inspiratif, Dengan
​Suasana khidmat menyelimuti ruangan saat Megawati memberikan apresiasi khusus kepada tiga perempuan veteran Indonesia yakni :
Ibu Sriatun, Ibu Sofiatun dan Ibu Murtinah.

Penghargaan ini diberikan atas dedikasi luar biasa mereka dalam sejarah perjuangan bangsa, ​Tak hanya Veteran, Megawati juga memberikan apresiasi kepada dua tokoh inspiratif perempuan, yakni Mahariah, penjaga lingkungan dari Kepulauan Seribu, serta Maria Loretha, Pejuang Pangan asal Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kehadiran para tokoh ini mempertegas pesan bahwa perempuan adalah pilar utama dalam menjaga kedaulatan lingkungan
dan pangan Indonesia.

Wujud Solidaritas, Kader Perempuan PDI Perjuangan dalam Hari Ibu juga menggelar Doa Lintas Agama untuk Korban Bencana Sumatera.

Peringatan Hari Ibu DPP PDI Perjuangan juga meluncurkan dua buku berjudul “Rahasia Rasa Nusantara” dan “Pedoman Pelatihan Perempuan Penggerak Akar Rumput”

Peluncuran buku ini menjadi bagian dari upaya penguatan peran perempuan dalam pelestarian budaya dan pembangunan sosial berbasis komunitas.

Melalui peringatan Hari Ibu ini, PDI Perjuangan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran perempuan sebagai pilar utama pembangunan bangsa, baik di bidang sosial, ekonomi, budaya, maupun lingkungan.

Peluncuran Dua Buku ini Juga Menegaskan Komitmen PDI Perjuangan Bahwa Peran Perempuan Sebagai Pilar Utama Pembangunan Bangsa.

Red.

Panitia Pentahelix Gandeng Prima dan Masyarakat Gerak Cepat Pasang Pintu Air di Sukabirus Dayeuhkolot

KAB BANDUNG – Panitia Pentahelix Penanganan Banjir Dayeuhkolot berkolaborasi dengan tokoh masyarakat (Tomas) dan Perhimpunan Remaja Masjid (PRIMA) melaksanakan pemasangan pintu air di Kampung Sukabirus, Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot,Kabupaten Bandung, pada kamis (18/12/2025).

Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi solusi efektif dalam mengurangi dampak banjir, terutama saat musim hujan tiba.

Ketua Panitia Pentahelix Dayeuhkolot, Tri Rahmanto, menjelaskan bahwa pemasangan pintu air ini merupakan langkah strategis untuk meminimalkan risiko genangan air yang selama ini menjadi momok bagi warga Sukabirus dan sekitarnya.

“Dengan adanya pintu air ini, kami berharap aliran air dapat dikendalikan dengan lebih baik, sehingga genangan air dapat dihindari atau setidaknya diminimalkan,” ujar Tri Rahmanto saat ditemui di lokasi pemasangan.

Tri Rahmanto juga menekankan pentingnya kolaborasi Pentahelix dalam upaya penanggulangan banjir di Dayeuhkolot.
Hal ini sebagai upaya konkret dalam mengatasi permasalahan banjir yang kerap melanda wilayah Dayeuhkolot.

“Kolaborasi Pentahelix ini memungkinkan kita mempersingkat proses perencanaan dan pelaksanaan. Keterlibatan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, akademisi, sektor swasta, masyarakat sipil, hingga media, memungkinkan kita untuk bergerak lebih cepat dan efektif,” jelasnya.

Pintu air yang dipasang memiliki kapasitas aliran air yang lebih besar dibandingkan dengan sistem drainase sebelumnya. Hal ini memungkinkan pintu air untuk mengarahkan limpasan air hujan secara optimal ke saluran pembuangan yang telah disiapkan.

“Kami telah melakukan kajian teknis untuk memastikan bahwa pintu air ini sesuai dengan kebutuhan dan kondisi wilayah Sukabirus,” tambah Tri Rahmanto.

Partisipasi aktif dari masyarakat sekitar, termasuk tokoh masyarakat dan anggota PRIMA, menjadi kunci suksesnya kegiatan ini. Mereka tidak hanya membantu dalam proses pemasangan pintu air, tetapi juga memberikan masukan dan dukungan penuh terhadap upaya penanggulangan banjir di wilayah mereka.

“Masyarakat sekitar sangat menyambut positif kegiatan ini, karena wilayah tersebut sering mengalami genangan parah yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Dengan adanya pintu air ini, kami berharap kehidupan kami akan menjadi lebih baik,” ungkap Tri yang juga tokoh masyarakat Dayeuhkolot ini.

Selain pemasangan pintu air di Sukabirus, Panitia Pentahelix Penanganan Banjir Dayeuhkolot juga melakukan normalisasi drainase di sepanjang Jalan Mengger, Kelurahan Pasawahan.

Upaya normalisasi drainase ini bertujuan untuk memastikan saluran drainase berfungsi dengan baik dan tidak tersumbat oleh sampah atau sedimentasi tanah. Tak hanya itu, panitia juga melakukan pembersihan saluran pembuangan di kawasan Sukabirus untuk memperlancar aliran air.

“Kami menyadari bahwa penanggulangan banjir membutuhkan upaya yang komprehensif dan berkelanjutan. Oleh karena itu, kami tidak hanya fokus pada pemasangan pintu air dan normalisasi drainase, tetapi juga melakukan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan,” pungkas Tri Rahmanto.

Dengan berbagai upaya yang telah dilakukan, Panitia Pentahelix Penanganan Banjir Dayeuhkolot berharap dapat memberikan solusi nyata bagi permasalahan banjir yang selama ini menghantui warga Dayeuhkolot. Kolaborasi yang solid antara berbagai pihak menjadi kunci utama dalam mencapai tujuan tersebut.(**)

Yans.

Normalisasi Drainase di Jalan Menger Sangat Terganggu, Semberawut Banyak Kabel Fiber Optik, Ketua Pentahelik Dayeuhkolot Kritik Keras Pemasangan Yang Asal-asalan

Bandung – YUTELNEWS com|| Pemasangan kabel fiber optik tidak tertata pada tiang-tiang utilitas yang berdiri rapat di sisi jalan. Bahkan, ada beberapa tiang yang terpasang disaluran drainase dibeberapa titik sepanjang jalan Menger, Kelurahan Pasawahan Kecamatan Dayeuhkolot,Kabupaten Bandung.pada rabu 17/12/2025.

Dalam pelaksanaan normalisasi drainase yang dilakukan team Pentahelix Percepatan Penanganan Banjir Dayeuhkolot bersama Perhimpunan Remaja Medjid (PRIMA) Citeureup pada hari Rabu 17 Desember, sejumlah kabel ditemukan Pemasangan semberawut dalam kondisi tergeletak di bawah dan melintang di area saluran drainase yang mengakibatkan penyumbatan dan mengakibatkan menumpuk sampah dan tanah.

Dengan ditemukan beberapa kabel optik tergeletak di bawah saluran air, yang mana ini, jelas – jelas mengganggu fungsi drainase. Sudah bertahun-tahun untuk wilayah ini, jika terjadi hujan dipastikan banjir dan airnya masuk kebadan jalan raya dikarenakan saluran airnya tidak berjalan.

Buruknya penataan utilitas tersebut, mencerminkan lemahnya penataan utilitas publik dan dikhawatirkan berdampak pada keselamatan warga para pengguna jalan serta meningkatkan potensi genangan dan banjir yang lebih besar.

Berdasarkan regulasi, penataan jaringan telekomunikasi telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi serta Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi, yang menegaskan bahwa pembangunan jaringan wajib menjamin keselamatan, ketertiban umum, serta tidak mengganggu fasilitas publik.

Selain itu, Permen PUPR Nomor 20/PRT/M/2010 mengatur bahwa utilitas jalan tidak boleh menghambat fungsi jalan maupun saluran drainase.

Kejadian tersebut mendapat kritikan keras dari Ketua Pentahelix Kecamatan Dayeuhkolot, H. Tri Rahmanto yang juga seorang tokoh masyarakat. Menurutnya kondisi tersebut mencerminkan lemahnya pengawasan dan koordinasi antar pihak terkait.

Penataan kabel optik dan tiang utilitas harus dilakukan secara menyeluruh dan terkoordinasi. Jangan hanya dirapikan sementara, tetapi pastikan tidak mengganggu saluran drainase. Jika dibiarkan, persoalan ini akan terus berulang dan merugikan masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, sebagai kawasan industri, Jalan Mengger seharusnya menjadi penataan infrastruktur yang tertib, aman, dan ramah lingkungan, ujar Tri.

Warga masyarakat berharap Pemerintah Daerah bersama perusahaan pemilik utilitas telekomunikasi segera melakukan penataan terpadu, termasuk relokasi tiang dan kabel yang menghambat saluran drainase.” tukasnya.

Yans

Bedas Pisan! Pentahelix Dayeuhkolot Bersama PRIMA , Terus Lakukan Normalisasi Drainase Jalan Mengger,Tangani Banjir, Di Hari Yang Ke-2.

Bandung – YUTELNEWS com|| Pentahelix Dayeuhkolot Terus berupaya dalam penanganan banjir diwilayah Dayeuhkolot, Pentahelix percepatan penanganan banjir, bersama puluhan anggota perhimpunan remaja masjid (PRIMA) Dayeuhkolot, terus melakukan normalisasi drainase di sepanjang jalan Menger wilayah industri di hari yang ke-2 nya, berada di wilayah Kelurahan Pasawahan Kecamatan Dayeuhkolot,Kabupaten Bandung. pada rabu (17/12/2025).

Dalam saluran Drainase yang berada di lingkungan industri jalan memger ini, Karena sudah bertaun-taun tertutup tanah dan pasir, bahkan saat ini nyaris rata dengan badan jalan dan juga banyak kabel telkom semberawut tertimbun tanah, yang mengakibatkan saluran air tersumbat dan ketika hujan datang mengakibatkan banjir menutupi area jalan.

Semangat Bedas puluhan anggota Prima secara kebersamaan bergotong royong untuk membersihkan mengangkat tanah dan pasir, bahkan kabel telkom yang menutupi Drainase sepanjang jalan Menger yang mencapai ratusan meter dan kedalaman 50 cm.

Dalam pembersihan saluran drainase ini, para relawan Prima berhasil menemukan kabel telkom yang tertanam tanah di saluran dranase yang sembarawut dan mengumpulkan ratusan karung pasir dan tanah bercampur sampah, yang mana nantinya akan di angkat Dum truk untuk dibuang.

Ketua Pentahelik Dayeuhkolot, H.Tri Rahmanto pun mengatakan bahwa kegiatan yang berlangsung merupakan bagian dari program yang telah kita rencanakan sebelumnya, program normalisasi jalan menger ini di hari yang ke-2, Kegiatan ini bagian dari langkah-langkah kita dalam upaya terus penanganan banjir di wilayah kecamatan Dayeuhkolot.

“Hari yang ke-2 ini, pengerukan dranase jalan menger ini kita bersama elemen masyarakat dari organisasi Perhimpunan Remaja Masjid (PRIMA) yang ada diwilayah Desa Citeureup , berkelanjutan melakukan pembersihan saluran drainase yang ada di wilayah jalan menger Palasari,” ungkap Tri.

Wilayah ini sudah lama dikeluhkan masyarakat dan juga masyarakat para pengguna jalan, karena setiap hujan datang pasti terjadi banjir menutupi badan jalan dan kemacetan kendaraan diakibatkan saluran drainasenya tidak berfungsi .

Kita pentahelix Dayeuhkolot terus melakukan normalisasi ini, semoga saluranya bisa berjalan normal dan nantinya jika ada hujan, airnya bisa tersalurkan melalui pembuangan menuju ke sungai,” tambah Tri.

Dalam kesempatannya, Tri Rahmanto yang juga merupakan tokoh masyarakat, berharap agar pasca pembersihan drainase di jalan Menger yang merupakan wilayah industri, agar kedepannya para pemilik perusahaan bisa berkoordinasi bila ada hal menyangkut masalah lingkungan yang dikhawatirkan bisa mengakibatkan terjadinya banjir.

Komunikasi berkelanjutan antara pemilik perusahaan dengan kami sebagai team percepatan penanganan banjir, itu sangat kami harapkan, karena tujuan untuk wilayah Dayeuhkolot terbebas dari banjir itu merupakan harapan kita bersama dan harus bersama-sama dalam penanganannya,” tukasnya.

 

Yans.

Jalankan Arahan Mendagri, Apkasi Bergerak Bantu Daerah Bencana.

Banda Aceh – YUTELNEWS.com|| Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) bergerak cepat membantu daerah terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian yang mengimbau seluruh daerah di Indonesia untuk membantu wilayah terdampak bencana. Ketua Umum Apkasi Bursah Zarnubi menilai, surat edaran tersebut bukan sekadar instruksi administratif, melainkan panggilan moral untuk memperkuat empati dan persaudaraan nasional di tengah musibah besar.

Selain menindaklanjuti arahan Mendagri, gerakan kemanusiaan ini juga merupakan wujud komitmen Apkasi dalam memberikan bantuan kepada daerah bencana. “Ini memang komitmen Apkasi seluruh Indonesia berpartisipasi, kreatif, komitmen [membantu daerah bencana],” ujar Bursah.

Dalam misi kemanusiaan tersebut, Apkasi menyalurkan berbagai kebutuhan dasar, seperti bahan pangan, pakaian, serta logistik penting lainnya, sekaligus mengajak seluruh pemerintah kabupaten di Indonesia untuk berpartisipasi aktif.

Meski bantuan yang disalurkan tidak begitu banyak, pihaknya meyakini bantuan tersebut dapat sedikit meringankan beban para korban. “Mudah-mudahan kedatangan kami ini bisa membuat kegembiraan dari kawan-kawan yang terkena bencana,” ujar Bursah.

Puspen Kemendagri.

 

Yans.

Bupati Bandung Kang DS Hadiri Khitanan Massal Di Arjasari, Diwakili Kadinsos Langsung,Kegiatan Terlaksana Kolaborasi GBPP2.

Kab.Bandung – Wujud kepedulian terhadap kesehatan sekaligus masa depan generasi muda kembali diwujudkan melalui kegiatan khitanan massal yang digelar oleh Grup Banjaran Putra Putri (GBPP 2) di Kampung Babakan Tarogong, Desa Baros, Kecamatan Arjasari,Kabupaten Bandung, pada Rabu (17/12/2025).

Kegiatan sosial yang sarat nilai kemanusiaan ini dihadiri oleh Bupati Bandung Dr HM.Dadang Supriatna yang diwakili langsung Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bandung, hj Ningning Hendasyah, Kehadiran Pemerintah Daerah dalam kegiatan tersebut menjadi simbol nyata sinergi antara Pemerintah dan masyarakat dalam memperluas jangkauan pelayanan dasar, khususnya di bidang kesehatan sosial.

Dalam sambutannya,hj Ningning Hendasyah menyampaikan rasa syukur serta apresiasi mendalam kepada seluruh panitia dan pihak yang telah berkontribusi dengan penuh keikhlasan. Menurutnya, khitanan massal bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wujud kepedulian sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Alhamdulillah, kami hadir mewakili Bapak Bupati Bandung. Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kami sampaikan kepada Ketua Pelaksana dan seluruh panitia. Kegiatan ini sangat membantu pemerintah daerah, khususnya Dinas Sosial, dalam memberikan pelayanan yang nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa khitanan massal memiliki makna yang lebih luas, tidak hanya berdampak pada aspek kesehatan anak, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan karakter dan nilai keagamaan generasi penerus.

“Semoga anak-anak yang dikhitan tumbuh menjadi pribadi yang saleh, berbakti kepada orang tua, serta kelak menjadi generasi yang berakhlakul karimah dan mampu membawa kebanggaan bagi keluarga, masyarakat, dan daerah,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Khitanan Massal GBPP 2, Gugum Ganjar Kartanegara, menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bandung atas dukungan dan perhatian yang terus mengalir terhadap kegiatan sosial kemasyarakatan.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Bandung, khususnya kepada Kang DS, yang senantiasa hadir dan memberi dukungan terhadap berbagai kegiatan sosial di tengah masyarakat,” ujar Gugum.

Ia berharap kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah daerah dapat terus diperkuat sebagai fondasi dalam membangun kesejahteraan bersama.

“Semoga Kabupaten Bandung ke depan semakin maju, semakin sejahtera, dan tentu saja semakin BEDAS lagi. Well!” pungkasnya dengan penuh optimisme.

Masih pada kesempatan yang sama Toti, S.H., M.H., selaku Pelindung GBPP 2. Ia mengungkapkan rasa syukur atas soliditas dan kekompakan seluruh keluarga besar GBPP 2, serta dukungan nyata dari Bupati Bandung dan berbagai pihak lainnya.

“Alhamdulillah, berkat kekompakan GBPP dan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Bandung serta para pihak yang peduli, kegiatan khitanan massal ini dapat terlaksana dan berjalan dengan lancar meskipun dalam berbagai keterbatasan,” ungkapnya.

Ia berharap GBPP 2 ke depan dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat.

“Mudah-mudahan GBPP ke depannya semakin maju dan mampu ikut berperan aktif dalam memajukan Kabupaten Bandung,” tutupnya ( *** )

 

Yans.

Ketua Pentahelix Tri Rahmanto Bersama PRIMA,Tampa Nunggu Waktu Gercep Lakukan Normalisasi Drainase Jalan Mengger,Tangani Banjir.

Bandung – YUTELNEWS com|| Salah satu upaya dalam penanganan banjir diwilayah Dayeuhkolot, ketua Pentahelix percepatan penanganan banjir, H. Tri Rahmanto turun lqngsung ke lapangan bersama puluhan anggota perhimpunan remaja masjid (PRIMA) Citeureup, melakukan normalisasi drainase di sepanjang jalan Menger wilayah industri yang berada di Kelurahan Pasawahan Kecamatan Dayeuhkolot,Kabupaten Bandung. Selasa (16/12/2025).

Saluran Drainase yang berada di lingkungan industri ini sudah bertaun-taun tertutup tanah dan pasir, bahkan saat ini nyaris rata dengan badan jalan yang mengakibatkan saluran air tersumbat dan ketika hujan datang mengakibatkan banjir menutupi area jalan.

Puluhan anggota Prima secara bergotong royong untuk membersihkan mengangkat tanah dan pasir yang menutupi Drainase sepanjang Menger yang mencapai 300 meter dan kedalaman 50 cm.

Dalam pembersihan saluran drainase ini, para relawan Prima berhasil mengumpulkan ratusan karung pasir dan tanah bercampur sampah, yang mana nantinya akan di angkat Dum truk untuk dibuang.

Ketua Pentahelik percepatan penanganan banjir Dayeuhkolot, H.Tri Rahmanto mengatakan bahwa kegiatan yang berlangsung merupakan bagian dari program yang telah kita rencanakan sebelumnya. Kegiatan ini bagian dari langkah-langkah kita dalam penanganan banjir di Dayeuhkolot.

“Hari ini kita bersama elemen masyarakat dari organisasi pemuda keagamaan yang ada diwilayah Desa Citeureup yaitu Prima, melakukan pembersihan saluran drainase yang ada di wilayah jalan menger Palasari,” ungkap Tri.

Wilayah ini sudah lama dikeluhkan masyarakat dan juga pengguna jalan, karena setiap hujan datang pasti terjadi banjir menutupi badan jalan dan kemacetan kendaraan diakibatkan saluran drainasenya tidak berfungsi .

” Untuk itu, dengan dilakukannya normalisasi ini, semoga saluranya bisa berjalan normal dan nantinya jika ada hujan, airnya bisa tersalurkan melalui pembuangan menuju ke sungai, tambah Tri.

Dalam kesempatannya, Tri Rahmanto yang juga merupakan tokoh masyarakat, berharap agar pasca pembersihan drainase di jalan Menger yang merupakan wilayah industri, agar kedepannya para pemilik perusahaan bisa berkoordinasi bila ada hal menyangkut masalah lingkungan yang dikhawatirkan bisa mengakibatkan terjadinya banjir.

” Komunikasi berjenjang antara pemilik perusahaan dengan kami sebagai team percepatan penanganan banjir itu sangat kami harapkan, karena tujuan untuk wilayah Dayeuhkolot terbebas dari banjir itu merupakan harapan kita bersama dan harus bersama-sama dalam penanganannya,” pungkas Tri.

Yans.

Menggalang Filantropi Media Massa…

Oleh: Mohammad Nasir.

Wartawan, Peserta diskusi Forum Wartawan Kebangsaan (FWK), Direktur Dana Kemanusiaan Kompas (2009- 2017), dan mantan Ketua PWI Peduli Pusat.

DISKUSI mingguan Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) di Jakarta, Rabu (10/12) lalu, masih memperbincangkan nasib para korban bencana di Sumatera.

Duka, kesedihan, dan kepedihan korban bencana banjir dan longsor Sumatera, masih menggelayut dalam pikiran para wartawan senior yang sedang berdiskusi hari itu.

Seperti dikutip DetikNews, Jumat (12/12/2025) bencana Sumatera merusak 1.200 fasilitas umum, 219 fasilitas kesehatan, 581 fasilitas pendidikan, 434 rumah ibadah, 290 gedung kantor, serta 498 jembatan.

Korban meninggal menjadi 990 orang, 222 lainnya masih dinyatakan hilang. Menurut catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hari Jumat (12/12/2025), korban luka bertambah menjadi 5.400 orang. Ada 52 kabupaten/kota terdampak bencana banjir bandang di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

“Kita ikut berduka cita yang mendalam atas meninggalnya banyak korban bencana di Sumatera,” kata Koordinator Nasional FWK Raja Parlindungan Pane mengawali diskusi.

Banyak pertanyaan yang mengemuka dalam diskusi. Langkah apa yang sekiranya bisa dilakukan untuk menolong para korban?

Bagaimana pertolongan bisa sampai, dan bagaimana bisa membangun kembali hunian para korban, fasilitas umum, jalan, dan jembatan yang rusak diterjang banjir bandang?

Bahkan sampai pada titik kesimpulan, FWK yang didorong oleh pendirinya, Hendry Ch. Bangun (Mantan Wartawan Senior Harian Kompas dan Wakil Ketua Dewan Pers) akhirnya sepakat mendesak pemerintah mendirikan badan rehabilitasi bencana untuk Sumatera, dengan tujuan segera dilaksanakan rehabilitasi semua yang hancur akibat bencana.

Mengapa wartawan begitu peduli bencana? Sejak dulu wartawan itu “DNA”nya, memang peduli terhadap kepentingan umum. Itu syarat utama menjadi wartawan.

Naluri mereka berkelana membela kepentingan publik, termasuk nasib rakyat dan bangsa. Wartawan membela kebenaran, manusia dan kemanusiaan.

Model kepedulian yang diberikan orang media biasanya pemberitaan dengan penuh empati. Mengutip pendapat Pendiri Harian Kompas Jakob Oetama (27 September 1931 – 9 September 2020) dalam sebuah rapat redaksi, pemberitaan media adalah bagian dari Company Social Responsibility (CSR) perusahaan media.

Namun demikian Harian Kompas dengan arahan Jakob Oetama juga mendirikan Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas (DKK), sebagai filantropi media massa. Di DKK pak Jakob sebagai Ketua Dewan Pengawas.

Bahkan beberapa kali Pak Jakob ikut turun langsung ke lapangan memantau persiapan proyek pembangunan hasil bantuan pembaca dan masyarakat pasca bencana tsunami di Aceh pada Desember 2004.

Secara diam-diam pak Jakob juga memantau jumlah dana bantuan yang masuk dari pembaca dan masyarakat.

Ketika DKK membuka penerimaan bantuan dana, beberapa kali Pak Jakob Oetama meminta laporan kami mengenai dana bantuan yang masuk dan perbandingannya dengan media lain yang juga sama-sama membuka penerimaan bantuan untuk bencana.

Ketika kami jelaskan, dana bantuan yang masuk melalui Harian Kompas lebih besar dari yang lain, pak Jakob lega. Kami tahu bagi Pak Jakob bukan soal jumlah uangnya, tetapi tingkat kepercayaan (trust).

Jumlah dana yang masuk itu sebagai indikator kepercayaan publik, termasuk pembaca. “Kita masih dipercaya,” katanya singkat.

Pak Jakob berkali-kali dalam rapat internal Kompas, mengajak semua jajaran redaksi dan bisnis melipat-gandakan kepercayaan publik.

Filantropi Media Massa

Biasanya, di luar pemberitaan, wartawan patungan untuk memberi bantuan korban bencana. Mula-mula bantuan dari kantung wartawan masing-masing, kemudian membuka “dompet” untuk pembaca yang ingin menyalurkan bantuan.

Pihak yang disebut sebagai pembaca media ini sangat luas, mulai pribadi-pribadi hingga perusahaan, industri, dan bank-bank, dan bahkan pemerintah.

Banyak perusahaan atau redaksi media massa kemudian mendirikan filantropi media massa. Lembaga ini sebagai perpanjangan media dalam menyapa langsung kepada pembaca dan masyarakat melalui kegiatan penyaluran bantuan sosial dan kemanusiaan tanpa membeda-bedakan latar belakang seperti suku dan agama.

Kalau saja semua filantropi media massa bergabung dan saling menyampaikan informasi, kekuatan gerakan sosial kemanusian dari sektor media akan signifikan.

Kode Etik Filantropi Media Massa yang dikeluarkan oleh Dewan Pers melalui Peraturan Dewan Pers Nomor 2/Peraturan-DP/III/2013 sudah cukup untuk menjadi pedoman media massa yang mengoperasikan filantropi.

Salah satu poin penting dalam kode etik filantropi tersebut, bahwa rekening bank untuk menampung penggalangan dana ini juga harus terbuka untuk pemeriksaan keuangan oleh lembaga yang berkompeten.

Semua perusahaan media boleh mendirikan filantropi media massa. Akan tetapi ketika media berniat membangun lembaga filantropi dan menghimpun dana untuk bantuan kemanusiaan, diperlukan tekat yang kuat. Karena konsekuensinya berat, bekerja keras di lokasi bencana, bertanggung jawab dalam penyaluran, transparansi dan pemberitaan.

Pemberitaan menjadi penting karena berita merupakan bentuk pertanggungjawaban terhadap publik. Dalam pemberitaan harus dilaporkan apa yang disumbangkan, berapa nilainya, dan dari mana asalnya.

Kalau sudah siap dengan niat dan tekat kuat, kumpulkan sejumlah orang yang peduli terhadap kemanusiaan. Orang-orang yang sudah terkumpul akan ditempatkan di posisi-posisi yang diperlukan untuk menjalankan roda organisasi sosial kemanusiaan itu.

Posisi yang harus diisi adalah Dewan Pengawas, Dewan Pengurus (Ketua, Sekretaris, dan Bendahara), Bidang Informasi dan Komunikasi, Bidang Pengkajian, Bidang Rehabilitasi, Sub Bidang Proyek Bangunan, Bidang Penerimaan dan Distribusi Bantuan Tanggap Darurat, dan Dokumentasi.

Setelah itu membentuk lembaga filantropi media massa, dibuat lah badan hukumnya, dibuat akte notarisnya. Namanya terserah kesepakatan pengurus atau pendiri.

Sebutkan tujuan pendirian, dan bantuan apa saja yang akan diberikan setelah penggalangan dana? Siapa yang akan menjadi sasaran penerima manfaat bantuan? Korban bencana?

Apakah juga akan membiayai pendidikan anak sekolah dari keluarga yang tidak mampu secara ekonomi? Membantu kemiskinan? Atau kah akan menyalurkan bantuan pengobatan orang sakit yang sangat membutuhkan?

Tetapkan saja, sesuai kesanggupan lembaga, misalnya lembaga ini memberi bantuan kepada korban bencana baik di tingkat bantuan tanggap darurat maupun rehabilitasi.

Perlu diketahui ada istilah-istilah yang menuntut pelaksanaan nyata. Seperti istilah filantropi, istilah ini berarti penggalangan dana dari luar instansi lembaga untuk disalurkan sebagai bantuan sosial, kebencanaan, dan kegiatan kemanusiaan.

Lembaga filantropi diwajibkan menyebutkan dari mana dana yang sedang disalurkan. Penyebutan dilakukan di depan publik ketika acara penyerahan.

Atau ditulis pada layar (backdrop), misalnya “Dana Kemanusiaan Kompas Bekerja Sama dengan Bank Mandiri menyalurkan bantuan kepada masyarakat korban bencana Sumatera”.

Atau disebutkan lebih spesifik kalau ada permintaan dari pihak penyumbangnya. Misalnya, “Penyaluran Bantuan CSR BRI bekerja sama dengan Dana Kemanusiaan Kompas”.

Atau kalau sumbangan berupa bangunan rumah atau gedung fasilitas umum, ketika penandatangan prasasti pihak penyumbang, mungkin dengan jumlah terbesar (sesuai kesepakatan) diberi penghormatan untuk menandatangai bersama pihak pengelola filantropi.

Jadi dengan cara bersama-sama saat penyaluran bantuan akan lebih transparan kepada publik. Ini bukan persoalan pencitraan, tetapi memberi contoh yang baik, siapa tahu ada yang mengikutinya.

Dan, dalam pemberitaan di media, para penyumbang harus disebutkan, kecuali ada permintaan tidak diberitakan dari penyumbang.

Penyaluran bantuan pangan atau bangunan seperti itu sudah banyak dilakukan oleh filantropi media massa selama ini. Seperti Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih (YPP) SCTV- Indosiar, Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas,
dan Dompet Dhuafa Harian Republika, juga sudah mempraktikkan transparansi laporan semacam itu.

Yang juga perlu diperhatikan adalah penggalangan dana, penyaluran dana bantuan dilaksanakan secara utuh, aman, dan tepat sasaran.

Diperbolehkan, penggunaan dana bantuan untuk biaya operasional penyaluran, honor pelaksana, dan akomodasi selama pelaksana bertugas.

Penggunaan sebagian dana bantuan untuk operasional penyaluran bantuan sesuai Pasal 7 tentang Dana Operasional Kode Etik Filantropi Media Massa yang dikeluarkan Dewan Pers.

Kesiagaan dan Kecermatan

Untuk kesiagaan, setiap terjadi bencana, lembaga filantropi harus tahu dan segera menugaskan anggotanya untuk memantau lewat berbagai saluran informasi. Mencari tahu setiap perkembangan dan kebutuhan apa yang diperlukan para korban, apakah makanan, obat-obatan, atau pakaian, termasuk selimut.

Bekerja sama dengan instansi setempat, seperti kantor Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, dan bahkan kepala desa/lurah setempat, dan pos pengungsian, adalah suatu keharusan.

Jangan sampai kegiatan pemberian bantuan menjadi masalah. Dihentikan aparat setempat karena tidak ada koordinasi.

Kalau bantuannya besar, mungkin saja berkoordinasi dengan bupati atau wali kota setempat. Ini penting, untuk diketahui, dan untuk pengaturan pemerataan bantuan.

Memanfaatkan jaringan kerja di wilayah bencana penting untuk melancarkan penyaluran bantuan, serta mencari tahu perkembangan terakhir, dan apa yang dibutuhkan oleh korban.

Bidang pengkajian dan assessment lembaga filantropi dituntut bekerja teliti ketika melakukan survei pada tahap persiapan penyaluran bantuan. Baik tahap penyaluran bantuan tanggap darurat maupun tahap rehabilitasi.

Data, termasuk surat-surat pendukungnya harus diketahui semuanya oleh bidang pengkajian. Bahkan harus juga sepengetahuan pihak berwenang setempat kalau kita akan menyalurkan bantuan.

Soal ketelitian merupakan hal penting. Ketika tim survei persiapan memberi bantuan rehabilitasi rumah, tim bidang pengkajian harus cari tahu secara detil, rumah yang akan dibangun kembali itu di atas tanah siapa, statusnya bagaimana?

Sebab kalau sudah terlanjur membangun, lalu ada masalah, bangunan yang didirikan di atas tanah milik orang lain atau tanah negara itu bisa dibongkar. Sementara rumah itu dibangun dengan dana bantuan. Maka bantuan untuk kemanusiaan itu menjadi sia-sia.

Jangan sampai salah bantuan tidak berguna, karena yang disalurkan adalah titipan orang lain. Lembaga filantropi harus amanah, dapat dipercaya.

Ayo kita galang kekuatan filantropi media massa untuk membantu korban bencana. (**)

Yans.

Irvan Ahmad: Penghargaan WBTb Jadi Motivasi Lestarikan Warisan Budaya Kabupaten Bandung,Kebanggaan Daerah dan Penggerak Ekonomi Kreatif.

KAB BANDUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung diwakili Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Bandung Irvan Ahmad, menerima Penghargaan Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) dalam malam puncak Pekan Kebudayaan Daerah Jawa Barat tahun 2025 di Kota Cirebon, Sabtu (13/12/2024) malam.

Tahun ini Pekan Kebudayaan Daerah mengangkat tema Mapag Pajajaran Anyar : Caruban Nagari Pangripta Budaya yang bertujuan untuk menggali, melestarikan, dan memperkenalkan nilai-nilai budaya dari tiga wilayah budaya Jawa Barat yaitu Sunda Priangan, Melayu Betawi, serta Kacirebonan.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung, Irvan Ahmad mengatakan Pemkab Bandung menerima penghargaan atas ditetapkannya empat objek wisata warisan budaya tak benda di Kabupaten Bandung yaitu Borondong Ketan Ibun, Mapag Ménak, Rujak Ciherang, serta Opak Linggar Rancaekek.

“Alhamdulillah penghargaan dan capaian ini merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah daerah, pelaku budaya, serta masyarakat yang konsisten menjaga dan melestarikan warisan leluhur. Kami sangat bersyukur dengan ditetapkannya empat warisan budaya tak benda asal Kabupaten Bandung,” ujar Irvan kepada awak media, Minggu (14/12/2025).

Irvan menegaskan penetapan warisan budaya tak benda ini menjadi tanggung jawab bersama agar warisan budaya tak benda Kabupaten Bandung terus dijaga, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi muda.

“Ini adalah kesempatan untuk mengenali langsung warisan budaya di Kabupaten Bandung khususnya untuk generasi muda karena merekalah yang akan meneruskan budaya kita ini,” katanya.

Ia menambahkan, penetapan WBTB diharapkan tidak hanya menjadi simbol kebanggaan daerah, tetapi juga mampu mendorong penguatan identitas budaya serta pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya di Kabupaten Bandung.

Penetapan WBTB tersebut menjadi bentuk pengakuan terhadap nilai sejarah, tradisi, serta kearifan lokal yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat Kabupaten Bandung.

“Dengan diraihnya penghargaan ini, Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung untuk terus melestarikan dan mempromosikan kekayaan budaya lokal sebagai bagian penting dari jati diri dan identitas Kabupaten Bandung,” ujar Irvan. (**)

 

Yans.

Aksi Donasi Kemanusiaan MAN 2 Natuna untuk Korban Banjir Sumatra Berlanjut atas Permintaan Warga

NATUNAYUTELNEWS.com
Sedanau, 9 Desember 2025 — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Natuna kembali menunjukkan kepedulian sosial melalui penggalangan dana untuk membantu korban banjir di Sumatra. Kegiatan ini melibatkan guru, tenaga pendidik, OSIM, serta seluruh siswa MAN 2 Natuna.

Berawal dari Inisiatif Siswa Kelas 10

Aksi ini berawal dari ide siswa kelas 10 yang kemudian disampaikan kepada Kepala Madrasah. Menurut KAMAD Qomariya, S.Pd.I, gagasan tersebut langsung disambut baik.

“Ketika siswa menyampaikan gagasan ini, saya segera merespons dan menyarankan agar kegiatan diambil alih OSIM agar jangkauannya lebih luas, tidak hanya di lingkungan MAN 2 tetapi juga masyarakat Sedanau,” ujar beliau melalui sambungan telepon kepada YUTELNEWS.com.

Menindaklanjuti arahan tersebut, OSIM MAN 2 Natuna yang dipimpin Ketua OSIM Nanda Wulandari bergerak cepat menyusun koordinasi lapangan bersama guru dan tenaga pendidik.

Aksi Dipusatkan di Jalan Poros Sedanau

Penggalangan dana dipusatkan di Kelurahan Sedanau, tepatnya sepanjang Jalan Poros Jenderal Sudirman. Tim OSIM turun ke titik-titik strategis, seperti simpang empat dan area ramai lintas kendaraan.
Selain itu, beberapa siswa juga melakukan penggalangan dana dari rumah ke rumah warga.

Diperpanjang Berkat Antusiasme Masyarakat

Awalnya kegiatan ini direncanakan hanya berlangsung pada Selasa, 9 Desember 2025. Namun, melihat antusiasme masyarakat yang besar dan usulan untuk melanjutkan aksi, pihak madrasah memutuskan memperpanjang kegiatan hingga Rabu, 10 Desember 2025.

“Kami bersyukur masyarakat Sedanau sangat mendukung. Karena itu, kegiatan kami lanjutkan agar lebih banyak bantuan dapat disalurkan kepada korban banjir di Sumatra,” jelas KAMAD Qomariya.

Donasi Akan Disalurkan Melalui Rekening Tanggap Bencana Kanwil Kemenag Kepri

Dalam keterangannya, pihak madrasah juga memastikan bahwa seluruh dana yang terkumpul akan disalurkan melalui Rekening Tanggap Bencana Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau.
Hal ini sejalan dengan instruksi Kanwil Kemenag Kepri yang juga sedang melakukan penggalangan dana dari ASN di lingkungan Kemenag.

Sebagai satuan pendidikan di bawah naungan Kemenag Kepri, MAN 2 Natuna menyalurkan bantuan melalui jalur resmi yang sama, sehingga distribusi donasi akan terkoordinasi, transparan, dan tepat sasaran.

“Kami ingin memastikan bahwa hasil penggalangan dana siswa dan warga disalurkan melalui mekanisme resmi Kemenag Kepri. Dengan demikian, bantuan ini dapat diteruskan bersama donasi ASN untuk membantu saudara-saudara kita di wilayah terdampak,” ujar pihak madrasah.

Dukungan Luas dan Dampak Pendidikan Sosial

Pantauan YUTELNEWS.com menunjukkan tingginya antusiasme warga Sedanau. Banyak warga memberikan dukungan langsung, menilai aksi ini sebagai contoh nyata semangat gotong royong.

Pihak sekolah juga menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya bentuk kepedulian, tetapi juga sarana pendidikan karakter bagi para siswa dalam membangun empati, tanggung jawab sosial, dan kepekaan terhadap isu kemanusiaan.

Pesan dan Harapan KAMAD

“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi. Kepada para siswa, teruslah berbuat baik karena dunia ini sudah dipenuhi orang hebat, tetapi masih sangat membutuhkan orang-orang yang peduli. Semoga kegiatan ini menumbuhkan kepekaan sosial di hati kalian, dan semoga langkah kecil kita hari ini menjadi manfaat besar bagi para korban banjir,” ujar KAMAD Qomariya.

MAN 2 Natuna berharap donasi yang terkumpul dan disalurkan melalui Kanwil Kemenag Kepri dapat menjadi harapan serta penguat bagi masyarakat Sumatra yang terdampak musibah banjir.

Red: Darmansyah
Kabiro Natuna YUTELNEWS.com

IKBB Natuna untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar: Ukhuwah Kebangsaan di Tengah Musibah Banjir

NATUNA-YUTELNEWS.com
Ranai, 8 Desember 2025 — Gerakan kemanusiaan kembali menggema dari Natuna. Ikatan Keluarga Besar Bunguran Barat (IKBB) Natuna resmi menyalurkan bantuan untuk masyarakat Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang tengah menghadapi bencana banjir. Aksi peduli ini menjadi bukti bahwa nilai kebangsaan, solidaritas, dan rasa kemanusiaan tetap hidup dan mengalir di tengah masyarakat daerah perbatasan.

Penggalangan bantuan yang dimulai pada Rabu, 3 Desember 2025, hingga Minggu, 7 Desember 2025, berhasil menghimpun:

Enam karung pakaian layak pakai

Donasi uang tunai sebesar Rp 6.500.000,-

Seluruh bantuan merupakan bentuk partisipasi dan gotong royong keluarga besar IKBB Natuna. Gerakan ini tidak hanya merefleksikan semangat persaudaraan sesama perantau, tetapi juga mempertegas bahwa masyarakat Natuna menjunjung tinggi nilai kemanusiaan lintas daerah.

Dalam perspektif Islami yang sederhana, gerakan ini menjadi pengejawantahan dari anjuran untuk saling membantu dalam kebaikan dan ketakwaan. Namun, bingkai nasional tetap menjadi ruh utama aksi kemanusiaan ini.

Bantuan pakaian telah diserahkan ke Posko Sekretariat Prawiro Indonesia Garuda Merah Putih di Jalan Pramuka untuk diteruskan ke wilayah terdampak, sedangkan donasi uang disalurkan melalui BAZNAS agar penyalurannya lebih terarah dan tepat sasaran.

Tujuan Gerakan

Gerakan peduli ini digelar dengan misi:

Meringankan beban masyarakat terdampak banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar.

Memperkuat jaringan persaudaraan kebangsaan, khususnya antara warga Natuna dan saudara di wilayah Sumatra.

Menumbuhkan spirit gotong royong dan kepedulian sosial, yang selama ini menjadi identitas kuat masyarakat Indonesia.

Spirit kemanusiaan yang dihidupkan IKBB sejalan dengan prinsip nasional bahwa setiap warga negara memiliki kewajiban moral untuk hadir ketika daerah lain sedang membutuhkan.

Pernyataan Ketua IKBB & Anggota DPRD Natuna

Ketua IKBB, Dardani, S.IP, yang juga menjabat sebagai Anggota DPRD Kabupaten Natuna dari Fraksi Gerindra, Komisi I, memberikan apresiasi tinggi atas semangat masyarakat yang terlibat dalam gerakan kemanusiaan ini.

Dalam keterangannya, Dardani menegaskan bahwa nilai sebuah bantuan tidak pernah terletak pada jumlahnya, melainkan pada ketulusan dan kesadaran kolektif dalam merawat persatuan bangsa.

“Bukan besar kecilnya bantuan yang menjadi tolok ukur. Yang paling bermakna adalah keikhlasan, kebersamaan, dan kesediaan untuk saling menguatkan. Uluran tangan yang lahir dari hati yang tulus—sekecil apa pun—akan membawa keberkahan, baik bagi yang memberi maupun yang menerima,” tegasnya.

Sebagai wakil rakyat, ia juga menekankan bahwa masyarakat Natuna selalu memiliki kepekaan nasional yang tinggi.

“Kita ini bagian dari Indonesia yang besar. Ketika Aceh, Sumut, dan Sumbar dilanda musibah, maka itu adalah duka bangsa. Karena itu, apa yang dilakukan IKBB adalah bentuk partisipasi aktif menjaga ruh kebangsaan, memperkuat rasa kebersamaan, dan menghadirkan Natuna dalam ruang solidaritas nasional,” ujar Dardani.

Ia berharap gerakan serupa terus digelorakan, agar masyarakat Natuna tidak hanya kuat dalam persaudaraan lokal, tetapi juga hadir sebagai elemen bangsa yang peduli terhadap sesama di seluruh wilayah Indonesia.

Harapan

Melalui penyaluran bantuan ini, IKBB berharap:

Bantuan dapat menjadi dukungan moral dan material bagi masyarakat yang tengah berjuang pascabencana.

Gerakan kepedulian sosial dapat terus hidup dan berkembang sebagai tradisi mulia di tengah masyarakat Natuna.

Solidaritas IKBB semakin kokoh dan mampu menjadi inspirasi bagi komunitas lainnya.

Dengan semangat kebangsaan dan nilai keikhlasan yang sederhana namun bermakna, IKBB Natuna menegaskan bahwa kepedulian tidak mengenal batas wilayah — ia melintas dari Natuna menuju Aceh, Sumut, hingga Sumbar, menyatukan hati dalam satu napas kemanusiaan.

Red: Darmansyah Kabiro Natuna
Yutelnews.com

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.