Pekanbaru – yutelnews.com ||
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-51 Gegana Korps Brimob Polri dengan tema “Gegana Presisi untuk Masyarakat”, Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Riau melaksanakan kegiatan Do’a Bersama pada Rabu, bertempat di Masjid Annur Brimob Mako Sat Brimob Polda Riau. Kegiatan dimulai pukul 15.30 WIB dan berlangsung dengan khidmat.
Sabtu (29/11/2025)
Acara turut dihadiri oleh Pasimin Detasemen Gegana AKP Kasiran, S.H., Pasi Log Detasemen Gegana AKP Abdul Azis, S.H., Pasi Yanma Detasemen Gegana AKP DjiDji Hurodji, Kasubden 1 Wanteror Detasemen Gegana AKP Aguswanto, S.Psi., Kasubden 2 Jibom Detasemen Gegana AKP Aguswanto, S.Psi., Pasi Ops Detasemen Gegana Ipda Amir Hosen, Panit 1 Subden 1 Wanteror Detasemen Gegana Ipda Romi Junaidi, S.A.P., dan personel Detasemen Gegana, serta Pengurus Bhayangkari Ranting Gegana Cabang Sat Brimobda Riau.
Kegiatan diawali dengan Sholat Ashar berjamaah, dilanjutkan pembukaan oleh pembawa acara, dan puncaknya Do’a Bersama yang dipimpin oleh Kasubden 1 Wanteror Detasemen Gegana AKP Aguswanto, S.Psi. Do’a dipanjatkan sebagai ungkapan syukur serta harapan agar seluruh personel diberikan keselamatan dan perlindungan dalam menjalankan tugas.
Ditempat terpisah Danden Gegana Sat Brimob Polda Riau turut menyampaikan pesan dan arahannya. Beliau menegaskan bahwa momentum HUT ke-51 ini harus menjadi pengingat bagi setiap personel untuk menjaga profesionalisme, memperkuat disiplin, serta memantapkan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai tantangan tugas berintensitas tinggi.
“Do’a bersama ini bukan hanya sebagai wujud rasa syukur, tetapi juga pengingat bahwa setiap langkah tugas kita harus dilandasi keikhlasan, keteguhan hati, dan semangat pengabdian. Gegana harus terus hadir memberikan pelayanan terbaik dan menjawab kebutuhan masyarakat sesuai semangat presisi,” ujar AKBP Franky
Kegiatan Do’a Bersama ini meneguhkan solidaritas dan spiritualitas personel Detasemen Gegana, sekaligus memperkuat komitmen untuk terus memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara.|| AS




















Penangkapan MV. JJ 330 berawal dari laporan IMMS mengenai kapal mencurigakan yang tidak mengaktifkan AIS dan bergerak di luar jalur pelayaran. Mengutip pemberitaan Ranaipos.com, informasi serupa juga disampaikan Danposal Pulau Laut yang mendeteksi kapal Malaysia di sekitar koordinat 04°37’509″ U – 180°00’882″ T. Berdasarkan laporan tersebut, Komandan KRI Bung Tomo-357 segera melakukan pengejaran dan pemeriksaan hingga berhasil mengamankan kapal beserta seluruh ABK yang diketahui bertolak dari Johor menuju Sabah.
Dalam kesempatan tersebut, KS Guspurla Koarmada I, Kolonel Laut (P) Teguh Wibowo, M.Tr.Hanla., menegaskan bahwa penindakan ini merupakan bagian dari Operasi LNU untuk menjaga keamanan wilayah Natuna, khususnya terhadap ancaman kapal “dark ship” yang kerap mengaburkan identitas untuk aktivitas ilegal lintas negara. Ia juga menekankan pentingnya kepatuhan pada jalur pelayaran di ALKI dan perlunya menjaga laut Indonesia dari aktivitas yang berpotensi mengganggu kedaulatan.
Sementara itu, Komandan Lanal Ranai memastikan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti proses hukum terhadap dugaan pelanggaran yang dilakukan MV. JJ 330 serta menegaskan komitmen Lanal Ranai dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah perairan Natuna.












Ia menjelaskan, laporan kecelakaan langsung dibuat beberapa saat setelah kejadian, sehingga berkas pengajuan ke Jasa Raharja bisa diproses tanpa hambatan. Menurutnya, percepatan pelayanan ini merupakan wujud tanggung jawab Polri dalam memastikan korban atau ahli waris menerima haknya secara lengkap dan tepat waktu.