NATUNA – YUTELNEWS.com || Antusiasme warga Kecamatan Serasan dan Serasan Timur terlihat tinggi saat kegiatan penyediaan bahan pangan murah digelar di Kelurahan Serasan, Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, Sabtu (7/3/2026). Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari tersebut langsung dipadati masyarakat yang ingin mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau di bulan suci Ramadhan.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB itu menghadirkan berbagai kebutuhan pokok bagi masyarakat. Warga tampak berbondong-bondong datang untuk membeli sejumlah bahan pangan yang dijual dengan harga lebih rendah dibandingkan harga yang beredar di pasaran.
Kehadiran program pangan murah tersebut menjadi angin segar bagi masyarakat, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan rumah tangga selama bulan Ramadhan. Sejumlah warga terlihat antre dengan tertib untuk memperoleh bahan pokok yang disediakan.
Kapolres Natuna AKBP Novyan Aries Efendie, S.H., S.I.K., M.M., M.Tr.Opsla melalui Kapolsek Serasan Iptu Agusnul Yaqin, S.Psi., M.H menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian aparat kepolisian bersama pihak terkait dalam membantu masyarakat mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi salah satu upaya untuk menjaga stabilitas harga pangan sekaligus meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari selama bulan suci Ramadhan.
“Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat memperoleh bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau serta membantu menjaga stabilitas harga pangan di wilayah Serasan,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut disediakan berbagai bahan kebutuhan pokok seperti beras SPHP kemasan 5 kilogram, minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, serta telur. Seluruh bahan pangan tersebut dijual dengan harga di bawah harga pasar.
Adapun harga yang ditawarkan antara lain beras SPHP Rp58.000 per 5 kilogram, minyak goreng Rp17.000 per liter, gula pasir Rp15.000 per kilogram, tepung terigu Rp9.000 per kilogram, serta telur Rp56.000 per papan.
Tingginya minat masyarakat membuat seluruh stok bahan pangan yang disediakan dalam kegiatan tersebut habis terjual sebelum kegiatan berakhir. Bahkan dalam waktu kurang dari dua jam sejak dimulai, hampir seluruh bahan pokok yang tersedia sudah ludes dibeli warga.
Selama kegiatan berlangsung, situasi tetap berjalan aman, tertib dan kondusif. Personel yang bertugas juga memastikan jalannya kegiatan berjalan lancar serta masyarakat dapat memperoleh pelayanan dengan baik.
Kegiatan penyediaan pangan murah ini diharapkan dapat terus dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian dan kehadiran aparat di tengah masyarakat, sekaligus membantu menjaga stabilitas ekonomi serta kesejahteraan warga, khususnya di wilayah Kecamatan Serasan dan sekitarnya.
Red: Darmansyah
Kabiro Natuna Yutelnews com

























Workshop menghadirkan Wakapolda Kepri Brigjen Pol. Dr. Anom Wibowo, S.I.K., M.Si., jajaran Pejabat Utama Polda Kepri, unsur DPRD Provinsi Kepri, Pemerintah Provinsi, serta elemen masyarakat sipil. Forum ini menjadi momentum konsolidasi, evaluasi kinerja, dan sinkronisasi kebijakan dalam memperkuat implementasi regulasi pemberantasan TPPO.
Dalam paparannya, unsur Pemerintah Provinsi menegaskan bahwa TPPO merupakan kejahatan transnasional dan pelanggaran HAM serius yang memerlukan respons komprehensif, kolaboratif, dan berkelanjutan. Penguatan regulasi daerah dan optimalisasi Gugus Tugas menjadi instrumen kunci dalam mempersempit ruang gerak pelaku.
Data Simfoni PPA Tahun 2025 mencatat 185 perempuan menjadi korban kekerasan. Fakta ini menjadi alarm kolektif bahwa perlindungan perempuan dan anak harus diperkuat melalui pendekatan preventif, represif, dan rehabilitatif secara simultan. Unit PPA Polda Kepri terus menjadi leading sector dalam penanganan kasus.
Melalui penguatan Gugus Tugas TPPO 2026, diharapkan terbangun orkestrasi kerja yang solid, responsif, dan adaptif guna mewujudkan Kepulauan Riau yang aman, humanis, dan zero tolerance terhadap perdagangan orang.
Audiensi yang berlangsung di ruang kerja Kapolda Kepri itu turut dihadiri jajaran Pejabat Utama Polda Kepri serta pejabat struktural Kanwil DJP Kepri. Pembahasan difokuskan pada konsolidasi kelembagaan, penguatan koordinasi teknis, serta optimalisasi penerimaan negara melalui langkah penegakan hukum yang profesional dan akuntabel.
Kapolda Kepri menyampaikan bahwa Kepulauan Riau sebagai kawasan strategis ekonomi dan wilayah perbatasan membutuhkan stabilitas kamtibmas yang terjaga secara berkelanjutan. Soliditas antarinstansi, menurutnya, menjadi fondasi dalam menjaga kepercayaan investor serta mendukung akselerasi pembangunan daerah.
Pertemuan berlangsung konstruktif dan menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi strategis, menjaga stabilitas keamanan daerah, serta mendorong optimalisasi penerimaan negara di Provinsi Kepulauan Riau.



