YUTELNEWS.com / Pada Kamis dini hari (15/1), TNI AL kembali menunjukkan komitmennya menjaga kedaulatan perairan Nusantara. Kali ini, Tim Patroli Rigid Bouyancy Boat (RBB) Pangkalan TNI AL (Lanal) Nias berhasil menggagalkan upaya pelanggaran hukum di laut dengan menangkap dua unit kapal tanpa nama yang mengangkut ratusan ekor babi tanpa dilengkapi dokumen resmi kekarantinaan di perairan Nias Utara,
Dari hasil pemeriksaan awal, kapal pertama dinakhodai oleh oknum berinisial NT dengan 6 orang anak buah kapal (ABK) dan memuat 108 ekor babi. Sementara kapal kedua dinakhodai oleh oknum berinisial PT dengan jumlah ABK yang sama serta membawa 119 ekor babi. Kedua kapal diketahui tidak memiliki Surat Persetujuan Berlayar (SPB) maupun dokumen kapal, dokumen awak kapal, dan dokumen muatan yang sah.
Komandan Lanal Nias Kolonel Laut (P) Lexy Efraim Dumais menegaskan bahwa tindakan tegas ini merupakan bentuk komitmen TNI AL dalam menjaga keamanan laut sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam mencegah penyebaran penyakit hewan melalui lalu lintas ternak ilegal antarwilayah. Seluruh barang bukti beserta kedua kapal telah diamankan dan dikawal menuju Lanal Nias untuk proses hukum lebih lanjut.
Atas perbuatannya, para pelaku diduga melanggar Undang-Undang RI Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan, khususnya Pasal 88 huruf a dan c jo Pasal 35 ayat (1) huruf a dan c, dengan ancaman pidana penjara paling lama dua tahun dan denda maksimal Rp2 miliar. Selain itu, pelaku juga disangkakan melanggar Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, Pasal 323 ayat (1) jo Pasal 219 ayat (1), terkait pelayaran tanpa SPB yang dikeluarkan oleh syahbandar, dengan ancaman pidana penjara hingga lima tahun dan denda maksimal Rp600 juta.
TNI AL menegaskan akan terus meningkatkan patroli dan pengawasan di wilayah perairan yurisdiksi nasional guna menegakkan hukum di laut, melindungi kepentingan nasional, serta menjamin keamanan dan keselamatan pelayaran, sesuai dengan perintah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali.
HASIL UPDATE KONFIRMASI
Hal ini tim media Yutelnews.com telah melakukan konfirmasi kepada pihak TNI AL dan membenarkan telah dilakukan penangkapan.
“Masih dalam pengembangan, akan kita infokan update selanjutnya ya, penangkapan nya di perairan Nias Utara, tepatnya di Helera. ABK nya sudah ditahan di LANAL, teluk Dalam, Nias Selatan. Kapalnya sudah ditahan di perairan Teluk Tahan . Kita masih Interogasi ABK Kapal,” jawabnya.
“Untuk muatannya sudah kordinasi dengan Karantina, dokumen kapan dan muatan tidak dilengkapi. Pemiliknya masih dalam tahap pengembangan,” tambahnya./ Red
Sumber : Pen Lanal Nias





















Dalam sambutannya, Komandan Lanal Ranai menyampaikan bahwa tabur bunga menjadi bentuk penghormatan atas pengorbanan para pahlawan laut, khususnya Komodor Yos Sudarso, demi keutuhan NKRI.

Usai apel, Kapolres Natuna AKBP Novyan Aries Effendie, S.H., S.I.K., M.M., M.Tr.Opsla bersama jajaran, di antaranya Kasat Lantas, Kasat Polairud, serta personel Polres Natuna, mengunjungi sejumlah stan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang telah disiapkan oleh panitia.
“Melalui peringatan Hari Desa Nasional ini, kami berharap sinergi antara pemerintah, TNI-Polri, dan masyarakat desa terus terjaga. Desa memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pembangunan, sehingga keamanan, ketertiban, serta dukungan terhadap kegiatan ekonomi masyarakat, khususnya UMKM, harus terus kita dorong bersama,” ujar Kapolres.
Aster Kasau menjelaskan, TNI AU telah merespons cepat program pemerintah tersebut sejak 6 Januari 2025 dengan mendukung penyediaan sarana Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG.

Seleksi dilaksanakan di Lapangan Dirgantara Lanud RSA, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Senin (12/1/2026), sebagai tahapan penting untuk mengukur kesiapan fisik calon prajurit TNI Angkatan Udara.
Pelaksanaan tes dipimpin Staf Binjaskemil Dispers Lanud RSA, dengan dukungan RSAU dr. Yuniati Wisma Karyani, Satpomau, serta unsur Intelijen guna memastikan kelancaran, keamanan, dan pengawasan seleksi.
Samapta C berupa renang sejauh 50 meter sebagai pengukuran kemampuan renang dasar dan ketahanan fisik calon prajurit TNI Angkatan Udara.
Seluruh tahapan seleksi dilaksanakan sesuai standar TNI AU guna menjaring calon Bintara yang sehat, tangguh, dan siap menjalani pendidikan serta pengabdian kepada bangsa dan negara.


Olahraga bersama diawali dengan apel pagi, dan dilanjutkan pemanasan yang dipandu Seksi Pembinaan Jasmani dan Kemiliteran (Sie Binjaskemil) Dispers Lanud RSA.
Selanjutnya, personel melaksanakan olahraga umum meliputi latihan teknis lapangan indoor, bola voli, futsal, bulu tangkis, dan bola basket sesuai minat masing-masing.
Olahraga rutin ini bertujuan menjaga kebugaran fisik dan daya tahan tubuh personel, terutama menghadapi perubahan cuaca di wilayah Natuna.


Al-Qur’an tersebut disalurkan ke sejumlah masjid dan surau, di antaranya Masjid Mina Lanud RSA, Masjid Baitul Amal Hidayah Skadron Udara 52, Masjid Al-Amin Satrad 201, dan Mushola Al-Ikhlas Yon Arhanud 14 Pasgat.
Penyaluran Al-Qur’an ini didampingi Kabintalid Lanud RSA Letda Sus Jafar Yahya, S.Pd., Pasiter, serta Babinsa AU, guna memastikan kegiatan berjalan tertib dan tepat sasaran.
Kegiatan tersebut sejalan dengan semangat TNI AU AMPUH (Adaptif, Modern, Profesional, Unggul, dan Humanis) dalam memperkuat pembinaan mental serta meningkatkan kepedulian sosial di wilayah perbatasan NKRI.