You Tell News

Pemkab Nias Barat Rayakan Natal Oikumene Tahun 2024

Yutelnews.com-Nias Barat, Dalam rangka perayaan lahirnya Tuhan Yesus Kristus, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nias Barat melaksanakan perayaan Natal Oikumene Tahun 2024 di Halaman Kantor Bupati Nias Barat, Senin (23/12/2024).

Perayaan Natal Oikumene ini dengan tema “Marilah Sekarang Kita ke Betlehem”, dihadiri Bupati Nias Barat Khenoki Waruwu, unsur Forkopimda, Pj. Sekretaris Daerah Eta Fajar Wiriatmo Daely, SP., MM., perwakilan tokoh masyarakat, pimpinan lembaga/organisasi keagamaan, para hamba Tuhan dan tamu undangan lainnya.

Melalui sambutannya, Bupati Khenoki Waruwu mengajak seluruh warga masyarakat Nias Barat dan seluruh ASN agar perayaan Natal sebagai rutinitas dan seremonial, tetapi perayaan Natal harus dihidupi dan membawa perubahan yang positif bagi kehidupan umat Kristiani.

“Natal bukan hanya sekedar perayaan, tetapi Natal adalah kehidupan. Natal bukan hanya diperingati, tetapi harus dihidupi. Makna dan esensi penting dari perayaan Natal adalah adanya pertobatan,” ungkap Bupati Khenoki Waruwu.

Lebih lanjut, Bupati Khenoki Waruwu berharap agar warga Nias Barat memaknai perayaan Natal sebagai simbol persatuan dan kesatuan untuk mempererat ikatan kekeluargaan dan kekerabatan antar sesama. Perayaan Natal juga harus menjadi sebuah kebanggaan dan memperkokoh identitas dan iman umat kristiani untuk memperkuat koneksi spiritual kepada Tuhan. Selain itu, Natal juga hendaknya membawa harapan dan optimisme untuk menghadapi masa depan yang lebih baik lagi.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Bupati Khenoki Waruwu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu kembali dan memberi dukungan kepada pemimpin baru di Kabupaten Nias Barat hasil Pilkada 27 November 2024 yang lalu.

“Membangun sebuah daerah dengan berbagai permasalahan dan tantangan yang sangat kompleks, tidak dapat dilakukan fan dikerjakan oleh satu orang saja, tetapi diperlukan kolaborasi, dukungan dan kerjasama berbagai pihak sehingga dapat mencapai hasil yang menggembirakan,” ungkapnya.

Pelaksanaan Natal Oikumene Pemkab Nias Barat berlangsung dengan hikmat dan penuh suka cita, meskipun cuaca hujan yang terus mengguyur, tetapi damai suka cita Natal dapat tercermin melalui Khotbah Hamba Tuhan yang disampaikan oleh Pdt. Asamahati Harefa, M.Pdk., dan pesan-pesan Natal dari mewakili tokoh masyarakat dan Bupati Nias Barat.

Pada kesempatan ini juga, pemerintah Kabupaten Nias Barat melalui Panitia Perayaan Natal Oikumene, berbagi kasih kepada 105 anak yatim piatu dan keluarga tidak mampu di wilayah Kabupaten Nias Barat yang diserahkan secara simbolis oleh Bupati Nias Barat Khenoki Waruwu kepada Camat atau perwakilan dari masing-masing Kecamatan.

Robert Gea

Warga Manyaran Geger, Diduga Ada Praktik Prostitusi di Hotel Jalan Abdul Rahman Saleh

Semarang ll Yutelnews.com – Warga Manyaran dihebohkan oleh aktivitas yang diduga kuat terkait praktik prostitusi di sebuah hotel yang terletak di ruko Jalan Abdul Rahman Saleh, Manyaran, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang.

Aktivitas tersebut dianggap meresahkan masyarakat dan memicu protes dari ratusan warga serta pemilik ruko di sekitar lokasi.

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa hotel tersebut menyediakan penginapan dengan durasi singkat dan tarif yang terjangkau.

Diduga, tarif untuk sekali kencan dengan Pekerja Seks Komersial (PSK) di tempat tersebut berkisar antara Rp250 ribu hingga Rp500 ribu.

Sistem transaksi dilaporkan dilakukan melalui aplikasi online seperti MeChat dan platform lainnya.

Protes warga dipicu oleh dugaan pelanggaran norma sosial dan hukum yang dilakukan oleh pihak hotel.

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) PEKAT, bersama dengan sejumlah media lokal, telah menyatakan komitmen untuk bekerja sama dengan Aparat Penegak Hukum (APH), termasuk Polsek Semarang Barat dan Polrestabes Semarang.

“Kami akan mendorong aparat untuk menindak tegas praktik ini, baik terhadap pelaku prostitusi maupun penyedia jasa penginapan yang memfasilitasi aktivitas tersebut,” ujar perwakilan LSM PEKAT.

Berbagai pasal dalam hukum pidana Indonesia mengatur sanksi terhadap pelaku dan pihak yang terlibat dalam praktik prostitusi, di antaranya:

– Pasal 298 KUHP: Melarang kegiatan cabul sebagai mata pencaharian, dengan ancaman pidana maksimal 1 tahun 4 bulan.

– Pasal 506 KUHP: Melarang pihak yang mengambil keuntungan dari perbuatan cabul, dengan ancaman pidana maksimal 1 tahun.

– Pasal 45 Ayat (1) UU 19 Tahun 2016: Mengatur pidana bagi pelaku prostitusi online dengan ancaman penjara maksimal 6 tahun dan/atau denda.

– Pasal 419 UU 1/2023: Melarang memfasilitasi hubungan cabul dengan anak, dengan ancaman penjara hingga 7 tahun.

– Pasal 30 junto Pasal 4 ayat (2) huruf d UU No. 44 Tahun 2008 tentang Pornografi: Mengatur sanksi bagi pihak yang memfasilitasi eksploitasi seksual.

Masyarakat Manyaran berharap agar praktik yang meresahkan ini segera dihentikan melalui penegakan hukum yang tegas.

Selain itu, warga mendesak pemerintah daerah untuk lebih aktif mengawasi izin usaha dan memastikan tempat-tempat penginapan tidak disalahgunakan untuk aktivitas melanggar hukum.

Kasus ini menjadi peringatan bagi semua pihak untuk menjaga norma sosial dan melindungi masyarakat dari dampak negatif yang dapat ditimbulkan oleh praktik semacam ini.

M. Efendi

*Rapat ke-2 Satuan Bela Wartawan (SATBEL PERS) Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI) DPC Sukabumi Raya*

YUTELNEWS.COM || SUKABUMI
Dalam rangka kegiatan rapat dan penambahan Anggota Satuan Bela Wartawan (SATBEL PERS) berjalan dengan lancar, SatBelpers ini adalah salah satu bidang unggulan yang ada di dalem tubuh organisasi kewartawan PWDPI, rapat ini di hadiri oleh banyak calon Anggota, Minggu, (22/12/2024).


Acara tersebut berlangsung di salah satu tempat yang berada di Jl. Raya Karang tengah, Kec. Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.


Acara rapat ini di buka oleh Agus salim selaku ketua. dan ada tambahan toupik pembahasan dari
Imas Rustiawati S.E selaku Sekretaris, Eneng Nurkomala Sari, selaku Bendahar 2 juga nampak hadir di acara ini.

Di tempat yang sama,
Rutis Setyawandi selaku KABID SATBEL PERS Sukabumi Raya, didalam sambutan nya memberikan motipasi dan mensuport semua calon anggota satbelpers agar selalu kompak solid dan betul betul punya rasa memiliki dan bisa menjaga nama baik organisasinya,”Ucap Rutis S


Acara ini di awali dengan do,a bersama,
Di lanjutkan dengan pembahasan utama oleh ketua Dpc PWDPI

Agus Salim Memaparkan ke awak media,
“Satuwan Bela Wartawan itu sangat di perlukan karena kinerjanya multi lefel, dan pastinya dengan adanya SatBelPers ini Garda terdepan untuk membela Peropesi Jurnalis/Wartawan yang kena intimidasi, selama ini yang saya simak dan perhatikan banyak sekali wartawan dengan keluhan ter intimidasi/di intimidasi, saya sangat berharap dengan ada nya SatBelpers PWDPI ini, kita selaku propesi Media bisa merasa terlindungi dan lebih di hargai dan di perhitungkan oleh semua lapisan elemen yang ada di daerah nya masing masing.

Anggota SatBelpers juga harus siap membantu apabila ada yang membutuhkan, sekalipun yang minta di bantunya luar dari pada anggota PWDPI kita harus siap membantu, Karena kita ini adalah satu propesi yaitu sama sama propesi Media/Wartawan,”Tandas Agus Salim

Selain wejangan dan arahan yang di utarakan oleh Agus Salim, beliau juga mengingatkan agar kita selalu menjaga tali silaturahmi, tetap solid kompak dan semangat dalam menjalin tali per saudaraan, untuk maju bersama dan satu komando,”pungkasnya


Reporter : Soerya Setiawan

Bupati Dadang Supriatna Lantik Pengurus FPRB Kabupaten Bandung Periode 2024-2028,Berharap Berikan Kontribusi Nyata Bagi Masyarakat

YUTELNEWS.com | Bandung – Bupati Bandung Dadang Supriatna melaksanakan pelantikan Ketua Terpilih dan Pengurus Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Bandung periode 2024-2028 di Gedung Moch Toha Komplek Pemkab Bandung, Soreang, Senin (23/12/2024).

Bupati Bandung didampingi Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Uka Suska Puji Utama didampingi unsur lainnya mengucapkan selamat kepada pengurus FPRB yang baru dilantik. Amanah yang diterima oleh FPRB ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Kabupaten Bandung yang lebih Bedas.

Pada sambutannya, Bupati Dadang Supriatna mengatakan bahwa kondisi geografis Kabupaten Bandung terdiri dari wilayah datar, perbukitan dan pegunungan. Dengan suhu udara berkisar antara 14 sampai 37 derajat celcius, serta kelembaban 75 persen pada musim hujan dan 60 persen pada musim kemarau.

“Hal tersebut membuat Kabupaten Bandung menjadi daerah dengan beragam potensi bencana, seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, gempa bumi dan lainnya,” tutur Dadang Supriatna usai melaksanakan pelantikan.

Oleh karena itu, lanjut Bupati, keberadaan FPRB sangat penting untuk mendukung upaya pemerintah daerah dalam penanggulangan bencana.

“Peran FPRB tidak hanya terbatas pada saat bencana terjadi, tetapi juga meliputi fase pra-bencana dan pasca-bencana,” kata orang nomor satu di Kabupaten Bandung ini.

Dikatakannya, dalam fase pra-bencana, FPRB memiliki peran penting dalam membangun kesadaran masyarakat akan potensi risiko bencana yang ada di sekitar mereka.

“FPRB untuk memberikan edukasi terkait mitigasi bencana, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam upaya pengurangan risiko bencana,” ujarnya.

Ia menyebutkan, saat bencana terjadi, FPRB menjadi mitra strategis pemerintah dalam melakukan koordinasi, mobilisasi sumber daya, dan memastikan bantuan cepat serta tepat sasaran.

“Sedangkan pada fase pasca-bencana, FPRB berperan dalam pemulihan kondisi masyarakat dan lingkungan, sehingga mereka dapat kembali bangkit dan menjalani kehidupan yang normal,” katanya.

Dikatakan Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna, keberhasilan pengurangan risiko bencana sangat bergantung pada sinergi berbagai pihak.

“Dalam hal ini, FPRB berada di garis depan sebagai penghubung antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai elemen lainnya,” ujarnya.

Kang DS berharap kepengurusan FPRB yang baru ini dapat memperkuat kolaborasi lintas sektor, baik dengan dunia usaha, akademisi, komunitas, maupun media.

“Dengan harapan tercipta ekosistem yang tangguh terhadap bencana,” harapnya.

Bupati Bedas ini turut menyampaikan beberapa pesan kepada kepengurusan FPRB yang baru dilantik.

“Perkuat sinergi dan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah Kabupaten Bandung, BPBD, Dinas Sosial dan pihak lainnya, guna menciptakan strategi mitigasi yang efektif,” tuturnya.

Ia berharap prioritaskan edukasi dan literasi kebencanaan kepada masyarakat, agar mereka memiliki kesiapsiagaan yang lebih baik dalam menghadapi potensi bencana.

“Hal itu khususnya untuk masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana,” ucapnya.

Tak hanya itu, Kang DS berharap FPRB untuk memanfaatkan teknologi dan daya untuk meningkatkan akurasi dalam pemetaan risiko bencana serta pengambilan keputusan yang cepat dan tepat.

“Apalagi saat ini, BPBD sudah memiliki beberapa aplikasi kebencanaan seperti Arjuna (aplikasi rambu petunjuk bencana) dan aplikasi Titatu sebagai alat untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas dalam penanganan bencana yang dapat diakses siapa saja,” tuturnya.

Bupati berharap kepada FPRB untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi relawan sebagai garda terdepan dalam upaya pengurangan risiko bencana.

Kang DS menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk mendukung penuh berbagai program dan inisiatif yang dilakukan oleh FPRB.

“Dukungan ini sejalan dengan visi Kabupaten Bandung, yakni terwujudnya masyarakat Kabupaten Bandung yang Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis dan Sejahtera (BEDAS),” katanya.

“Mari kita bersama-sama membangun Kabupaten yang lebih aman dan siap menghadapi tantangan bencana di masa depan,” imbuhnya.

Usai dilantik oleh Bupati Bandung, pengurus FPRB Kabupaten Bandung mengucapkan ikrar. Pertama, akan menjalankan tugas dan tangung jawab dengan penuh integritas, tanggung jawab dan profesionalisme.

Kedua, akan berperan aktif dalam upaya pengurangan risiko bencana melalui mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat dan pemulihan berbasis masyarakat.

Ketiga, akan bersinergi dengan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media dalam membangun Kabupaten Bandung yang tangguh terhadap bencana.

Keempat, akan menjaga kepercayaan yang diberikan kepada kami untuk melindungi masyarakat dan lingkungan dari ancaman bencana.

Yans

Bupati Dadang Supriatna Lantik Pengurus FPRB Kabupaten Bandung Periode 2024-2028,Berharap Berikan Kontribusi Nyata Bagi Masyarakat

Bandung ll Yutelnews com Bupati Bandung Dadang Supriatna melaksanakan pelantikan Ketua Terpilih dan Pengurus Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Bandung periode 2024-2028 di Gedung Moch Toha Komplek Pemkab Bandung, Soreang, Senin (23/12/2024).

Bupati Bandung didampingi Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Uka Suska Puji Utama didampingi unsur lainnya mengucapkan selamat kepada pengurus FPRB yang baru dilantik. Amanah yang diterima oleh FPRB ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Kabupaten Bandung yang lebih Bedas.

Pada sambutannya, Bupati Dadang Supriatna mengatakan bahwa kondisi geografis Kabupaten Bandung terdiri dari wilayah datar, perbukitan dan pegunungan. Dengan suhu udara berkisar antara 14 sampai 37 derajat celcius, serta kelembaban 75 persen pada musim hujan dan 60 persen pada musim kemarau.

“Hal tersebut membuat Kabupaten Bandung menjadi daerah dengan beragam potensi bencana, seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, gempa bumi dan lainnya,” tutur Dadang Supriatna usai melaksanakan pelantikan.

Oleh karena itu, lanjut Bupati, keberadaan FPRB sangat penting untuk mendukung upaya pemerintah daerah dalam penanggulangan bencana.

“Peran FPRB tidak hanya terbatas pada saat bencana terjadi, tetapi juga meliputi fase pra-bencana dan pasca-bencana,” kata orang nomor satu di Kabupaten Bandung ini.

Dikatakannya, dalam fase pra-bencana, FPRB memiliki peran penting dalam membangun kesadaran masyarakat akan potensi risiko bencana yang ada di sekitar mereka.

“FPRB untuk memberikan edukasi terkait mitigasi bencana, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam upaya pengurangan risiko bencana,” ujarnya.

Ia menyebutkan, saat bencana terjadi, FPRB menjadi mitra strategis pemerintah dalam melakukan koordinasi, mobilisasi sumber daya, dan memastikan bantuan cepat serta tepat sasaran.

“Sedangkan pada fase pasca-bencana, FPRB berperan dalam pemulihan kondisi masyarakat dan lingkungan, sehingga mereka dapat kembali bangkit dan menjalani kehidupan yang normal,” katanya.

Dikatakan Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna, keberhasilan pengurangan risiko bencana sangat bergantung pada sinergi berbagai pihak.

“Dalam hal ini, FPRB berada di garis depan sebagai penghubung antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai elemen lainnya,” ujarnya.

Kang DS berharap kepengurusan FPRB yang baru ini dapat memperkuat kolaborasi lintas sektor, baik dengan dunia usaha, akademisi, komunitas, maupun media.

“Dengan harapan tercipta ekosistem yang tangguh terhadap bencana,” harapnya.

Bupati Bedas ini turut menyampaikan beberapa pesan kepada kepengurusan FPRB yang baru dilantik.

“Perkuat sinergi dan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah Kabupaten Bandung, BPBD, Dinas Sosial dan pihak lainnya, guna menciptakan strategi mitigasi yang efektif,” tuturnya.

Ia berharap prioritaskan edukasi dan literasi kebencanaan kepada masyarakat, agar mereka memiliki kesiapsiagaan yang lebih baik dalam menghadapi potensi bencana.

“Hal itu khususnya untuk masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana,” ucapnya.

Tak hanya itu, Kang DS berharap FPRB untuk memanfaatkan teknologi dan daya untuk meningkatkan akurasi dalam pemetaan risiko bencana serta pengambilan keputusan yang cepat dan tepat.

“Apalagi saat ini, BPBD sudah memiliki beberapa aplikasi kebencanaan seperti Arjuna (aplikasi rambu petunjuk bencana) dan aplikasi Titatu sebagai alat untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas dalam penanganan bencana yang dapat diakses siapa saja,” tuturnya.

Bupati berharap kepada FPRB untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi relawan sebagai garda terdepan dalam upaya pengurangan risiko bencana.

Kang DS menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk mendukung penuh berbagai program dan inisiatif yang dilakukan oleh FPRB.

“Dukungan ini sejalan dengan visi Kabupaten Bandung, yakni terwujudnya masyarakat Kabupaten Bandung yang Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis dan Sejahtera (BEDAS),” katanya.

“Mari kita bersama-sama membangun Kabupaten yang lebih aman dan siap menghadapi tantangan bencana di masa depan,” imbuhnya.

Usai dilantik oleh Bupati Bandung, pengurus FPRB Kabupaten Bandung mengucapkan ikrar. Pertama, akan menjalankan tugas dan tangung jawab dengan penuh integritas, tanggung jawab dan profesionalisme.

Kedua, akan berperan aktif dalam upaya pengurangan risiko bencana melalui mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat dan pemulihan berbasis masyarakat.

Ketiga, akan bersinergi dengan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media dalam membangun Kabupaten Bandung yang tangguh terhadap bencana.

Keempat, akan menjaga kepercayaan yang diberikan kepada kami untuk melindungi masyarakat dan lingkungan dari ancaman bencana.**


Yans.

Tim Kabaddi MAN 2 Banyuwangi Harumkan Nama Daerah di Kejurprov Jatim 2024

YUTELNEWS.com | BANYUWANGI – Tim Kabaddi MAN 2 Banyuwangi berhasil mencetak prestasi gemilang di ajang Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Jawa Timur Kabaddi 2024 yang digelar pada 20–22 Desember 2024 di GOR SMA Muhammadiyah 2 Surabaya.

Dalam kejuaraan tersebut, tim dari MAN 2 Banyuwangi berhasil membawa pulang tiga gelar juara di berbagai kategori.

Pada kategori Nasional Style Putra, tim MAN 2 Banyuwangi berhasil meraih posisi Juara 2. Sedangkan pada kategori Super Five Putra, mereka menempati posisi Juara 3. Tak hanya itu, prestasi gemilang juga diraih oleh tim putri yang berhasil menjadi Juara 1 pada kategori Nasional Style Putri.

Kepala MAN 2 Banyuwangi, Drs. H. Saeroji, M.Ag, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas prestasi luar biasa yang diraih oleh para siswa-siswinya.

“Ini merupakan hadiah akhir tahun dari siswa-siswi kita untuk madrasah yang kita cintai bersama. Prestasi ini membuktikan bahwa kerja keras, latihan yang disiplin, dan semangat juang yang tinggi selalu membuahkan hasil yang membanggakan,” ujarnya.

Lebih lanjut, H. Saeroji menyampaikan bahwa keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi MAN 2 Banyuwangi, tetapi juga bagi dunia pendidikan di Banyuwangi secara umum.

“Kemenangan ini adalah bukti bahwa madrasah mampu bersaing di kancah provinsi, tidak hanya di bidang akademik tetapi juga di bidang olahraga,” tambahnya.

Pelatih tim Kabaddi sekaligus para guru olahraga MAN 2 Banyuwangi juga turut memberikan komentar atas kemenangan timnya. “Anak-anak telah menunjukkan perjuangan luar biasa. Mereka berlatih keras sekian lama, dan hasilnya sangat memuaskan. Ke depan, kami akan terus mempersiapkan mereka untuk berprestasi di tingkat nasional,” ujar mereka.

Prestasi ini tentu menjadi motivasi bagi siswa-siswi MAN 2 Banyuwangi untuk terus mengukir prestasi di berbagai bidang. Dukungan penuh dari pihak sekolah, pelatih, dan orang tua menjadi salah satu kunci keberhasilan ini.

Kejurprov Jatim Kabaddi 2024 sendiri diikuti oleh puluhan tim dari berbagai daerah di Jawa Timur, menjadikan kompetisi ini sangat kompetitif. Dengan keberhasilan ini, MAN 2 Banyuwangi telah membuktikan diri sebagai salah satu sekolah unggulan yang mampu mencetak atlet-atlet berprestasi di tingkat provinsi.

(Tim Red)

Gerak Cepat Polresta Banyuwangi Bersama Stage Holder Terkait Atasi Pohon Tumbang Yang Tutup Jalan

YUTELNEWS.com | Banyuwangi – Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan pohon tumbang yang menutup jalan terjadi diberbagai wilayah Banyuwangi , Minggu (22/12/2024).

Kejadian Pohon tumbang yang menghalangi akses jalan utama wilayah Banyuwangi seperti jalan menuju Bandara, jalan menuju Kabupaten lain dan jalan dalam kota Banyuwangi.

Personel dari Polresta Banyuwangi, bersama dengan TNI, BPBD Banyuwangi, Dinas terkait lain dan warga bahu-membahu mengevakuasi pohon dengan menggunakan gergaji mesin dan alat manual.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H mengatakan bahwa Akibat curah hujan yang tinggi ini menyebabkan pohon tumbang diberbagai wilayah. Kegiatan evakuasi telah dilakukan untuk mengatasi masalah ini.

“Sehingga Arus lalu lintas kembali normal dan situasi di lokasi sudah kondusif,” ujarnya.

Penyebab tumbangnya pohon diduga akibat kondisi tanah dan diperparah oleh cuaca hujan yang ekstrem.”tambahnya

Kapolresta Banyuwangi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana serupa selama musim hujan.

Salah satu Anggota kepolisian disela sela kegiatan mengatakan “Kami dari Kepolisian bersama dinas terkait lainnya dan dibantu warga langsung turun ke lokasi kejadian langsung evakuasi pohon tumbang sehingga arus lalu lintas kembali normal.

Alhamdulillah, dengan kebersamaan dapat mengatasi permasalahan akibat hujan ekstrem, yang menyebabkan pohon tumbang ke tengah jalan dapat teratasi. ” tambahnya

Warga yang ada disekitar lokasi mengapresiasi gerak cepat yang dilakukan oleh Kepolisian bersama dinas terkait lainnya dalam atasi pohon tumbang yang menutup jalur lalu lintas.

Upaya ini menjadi wujud sinergi antara aparat kepolisian, dinas terkait dan masyarakat dalam menghadapi dampak bencana.

Tidak hanya menjaga Harkamtibmas, Polresta Banyuwangi juga menunjukkan kepedulian sosial yang tinggi, khususnya dalam membantu masyarakat mengatasi musibah akibat bencana.

(Tim Red)

Pembangunan dan Pengembangan Rempang Upaya Pemerintah Tingkatkan Kesejahteraan Sosial

YUTELNEWS.com | Pemerintah terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat seluruh Indonesia melalui pembangunan nasional yang inklusif. Pemerintah ingin tingkat kesejahteraan yang tinggi dan adil dapat dirasakan masyarakat dari adanya program pembangunan nasional.

Beragam skema pembangunan ditempuh oleh pemerintah melalui berbagai unit kerja di Kementerian/Lembaga, Pemprov, Pemda/Pemko, dan unit usaha Pemerintah seperti BLU, BUMN, BUMD, bahkan melibatkan sektor swasta.

“Dalam rangka mensukseskan upaya tersebut, pemerintah dapat menenempuh berbagai langkah baik kebijakan maupun administratif seperti mengalokasikan anggaran, memberikan insentif (fiskal dan nonfiskal), melakukan kerja sama dengan badan usaha (swasta dan luar negeri) dan strategi lainnya,” kata Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait di Batam Center, Jumat, (20/12).

“Upaya pemerintah dinilai sukses bila dapat meningkatkan kesejahteraan (better off) semua rakyat terkait, atau sebagian rakyat tanpa membuat sebagian yang lain lebih buruk (worse off),” kata Tuty lagi.

Ariastuty kemudian menyampaikan bahwa salah satu pekerjaan besar yang dilakukan pemerintah kepada masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan sosial yang sedang berjalan saat ini adalah pembangunan dan pengembangan Program Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco City di wilayah kerja KPBPB Batam.

Keseriusan PSN Rempang Eco City tertuang dalam Permenko Bidang Perekonomian RI Nomor 7 Tahun 2023 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Nomor 7 Tahun 2021 tentang Perubahan Daftar Proyek Strategis Nasional.

“Hadirnya PSN tersebut, wilayah Rempang yang telah ditugaskan kepada BP Batam sejak tahun 1992 namun hingga tahun 2023 masih belum berkembang seperti yang diharapkan, dapat segera digunakan untuk kegiatan investasi yang tinggi, baik kuantitas maupun kualitas, serta memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat di Rempang khususnya dan wilayah Batam serta Provinsi Kepri umumnya,” jelas Tuty.

Lebih lanjut, dijelaskan, mengingat situasi Rempang saat ini, dan mengacu pada perjanjian tahun 2004 antara BP Batam, Pemko Batam dan PT MEG, tengah dilakukan berbagai langkah konkret untuk menerima investasi yang direncanakan.

“Langkah-langkah tersebut antara lain perubahan status tanah sehingga menjadi HPL BP Batam, relokasi warga terdampak dengan kondisi menuju kondisi yang lebih baik dan lebih maju, pemenuhan berbagai regulasi dan infrastruktur yang diperlukan,” sebut Tuty.

Disebutkan, diperkirakan industri di sana akan menciptakan sekitar 30 ribu lapangan pekerjaan dan mendatangkan investasi sebesar 175 triliun. Masyarakat Kepulauan Riau, terutama dari Pulau Rempang, akan menjadi prioritas. Ini menjadi fokus pemerintah untuk memberikan harapan kepada generasi mendatang.

Tuty mengaku optimistis Rempang akan menjadi mesin ekonomi baru Indonesia dan muaranya bakal meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah ke depannya. Pemerintah sangat mengharapkan PSN ini sukses dan rakyat bisa maju.

“Yakinlah bahwa investasi ini semata untuk kesejahteraan rakyat. Terwujudnya pemerataan pembangunan, menciptakan banyaknya lapangan pekerjaan dan pendapatan masyarakat juga akan meningkat,” ucap Tuty.

Namun, Tuty tak menampik masih ada pihak-pihak yang ingin melihat PSN ini gagal sehingga martabat Bangsa Indonesia jatuh dan rakyat di wilayah Rempang tidak maju.

“Oleh karenanya, BP Batam sebagai bagian dari Pemerintah berkomitmen untuk mensukseskan PSN Rempang Eco City melalui sinergi yang solid dan seirama dengan berbagai komponen pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha, agar masyarakat di wilayah Batam, Rempang, dan Galang segera menikmati kesejahteraan yang tinggi, kemajuan, dan hidup bermartabat,” pungkas Tuty mengakhiri.

BP Batam Berikan Hak-hak Warga Terdampak Rempang Eco City

Pada September 2024, BP Batam telah menyelesaikan pembangunan rumah permanen di Tanjung Banun. Rumah tipe 45 dan luas tanah 500 m² untuk warga terdampak. Penyiapan lahan dan rumah baru, satu diantara sejumlah upaya BP Batam untuk memenuhi hak-hak warga tedampak dan wujud keberpihakan pemerintah kepada masyarakat.

Selain rumah baru, BP Batam juga memfasilitasi kepada warga yang bersedia relokasi ke hunian sementara di Batam dan memberikan santunan biaya hidup. Selama di hunian sementara, warga memperoleh biaya hidup Rp 1,2 juta per orang ditambah biaya sewa rumah/ruko sebesar Rp 1,2 juta per bulan.

Hingga 2 Desember 2024, sudah 42 KK yang pindah ke Tanjung Banun, sementara ratusan KK lainnya yang bersedia direlokasi, menunggu di hunian sementara hingga rumah baru selesai dikerjakan secara bertahap dan dalam waktu dekat warga terdampak pengembangan Rempang Eco City segera menerima sertifikat hak milik (SHM) untuk rumah baru yang berlokasi di Kawasan Tanjung Banun.

Warga Rempang, M. Yatin Atan saat ditemui disela pemindahan ke rumah baru di Tanjung Banun, mengaku bersyukur memperoleh rumah baru.

“Alhamdulillah saya merasa bersyukur sekali kepada Allah SWT telah menempati rumah baru, semoga pembangunan ini kedepan semakin mensejahterahkan untuk anak dan cucu saya,” ujar pria paru baya itu.

Hal senada, Warga Rempang lainnya, Rohaya yang baru tempati rumah baru menyampaikan rasa bahagianya. Ia mengucapkan rasa terima kasih kepada BP Batam yang telah merealisasikan hunian baru untuk keluarganya.

“Saya senang sekali sudah pindah ke rumah baru, terima kasih kepada BP Batam telah menepati janji kepada kami warga yang bergeser, semoga Rempang Eco City maju seterusnya,” ujar Rohaya.

Harapan serupa juga disampaikan, Suriana dan Rapidah. Selama berada di hunian sementara, BP Batam selalu memberikan pelayanan maksimal kepadanya dan keluarga. Hingga proses pergeseran ke hunian baru.

“Alhamdulillah senang sekali karena janji-janji pemerintah sudah dilaksanakan, seperti rumah yang sudah kami terima saat ini. Semoga kedepan kami tetap diperhatikan seperti lapangan pekerjaan untuk anak-anak kami,” harap Suriana.

Baik Suriana, Rohaya, Rapidah dan M. Yatin Atan, menginginkan pembangunan Rempang Eco city terus berlanjut. Mereka hanya berharap lingkungan yang lebih memadai dan taraf perekonomian keluarga dan warga sekitar semakin baik dan terjamin. (Red)

Satreskrim Polres Nias Selatan Tangkap Satu Pelaku Judi Online

Yutelnews.com – Nias Selatan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Nias Selatan berhasil menangkap 1 (satu) orang yang diduga terlibat dalam kasus judi online di wilayah hukum Polres Nias Selatan.

Penangkapan terhadap inisial PD (45), dilakukan di Jalan Baloho Indah, Desa Hiliana’a, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan, pada Senin (16/22/2024) sekitar pukul 22.30 WIB malam, yang merupakan warga desa tersebut.

Dari informasi yang disampaikan oleh Kapolres Nias Selatan, AKBP Boney Wahyu Wicaksono, S.I.K, melalui Kasat Reskrim Iptu Sugiabdi, SH, pada Minggu (22/12/2024), penangkapan ini dilakukan berdasarkan laporan dari masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas perjudian online di daerah itu.

“Berawal dari hasil laporan masyarakat adanya aktivitas perjudian online, kami berhasil mengamankan satu orang pelaku judi secara online dengan menggunakan hp Android merk Vivo Y27,” ungkap Iptu Sugiabdi.

Selain mengamankan pelaku, petugas juga turut menyita uang tunai 100 ribu, rekening dana dan Handphone merk Vivo Y27 yang dipakai oleh pelaku untuk bermain judi tersebut.

“Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini pelaku (inisial PD) sudah dibawa ke Mapolres Nias Selatan guna dilakukan pemerikasaan lebih lanjut,” jelas Sugiabdi.

Atas perbuatannya, PD dijerat pasal 303 ayat (1) ke (1) Subs Pasal 303 ayat (1) ke (2) dari KUH. Pidana atau Pasal 27 ayat (2) Jo Pasal 45 ayat (3) dari UU No 1 Tahun 2024 Tentang Perubahan Kedua atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman hukuman paling lama 10 tahun penjara dan denda paling banyak Rp10 miliar.

Iptu Sugiabdi mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terlibat dalam segala bentuk perjudian, baik secara online maupun offline.

“Perjudian adalah perbuatan yang dilarang oleh agama dan hukum. Mari kita bersama-sama memerangi segala bentuk perjudian,” tutupnya.

Robert Gea

Konflik Nelayan Natuna Sedanau Ulah Kapal Cumi KM Lucas Cendana Jaya Berakhir Dilepaskan

NATUNA, YUTELNEWS.COM —Minggu 22 Desember 2024 kapal cumi KM Lucas Cendana Jaya yang mana beberapa minggu ini di tahan dan di amankan Aparat setempat, bersama nelayan Natuna Sedanau atas pelanggaran batas zona tangkap di perairan Natuna berakhir di lepaskan sesuai permohonan yang sudah di sepakati Nelayan Natuna Sedanau permohonan tersebut. “Mereka meminta perubahan zona tangkap dari 12 mil menjadi 30 mil”.

Namun sangsi Administratif aturan dari Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) sudah di proses berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku atas pelanggaran KM Lucas Cendana Jaya tersebut.

Permohonan Nelayan Natuna Sedanau atas tuntutan untuk merubah zona tangkap dari 12 mil ke 30 mil sudah di tanggapi pihak PSDKP provinsi Kepri untuk di teruskan permohonan tersebut ke pusat di tujukan kepada Kementrian Kelautan dan perikanan (KKP). Permohonan tersebut sudah di tanda tangani oleh beberapa perwakilan nelayan Natuna Sedanau.

Media memperoleh keterangan salah satu dari perwakilan Nelayan, Wan Mustarhadi, “Beliau mengatakan, anggota DPRD propinsi Kepri Marzuki sebagai perwakilan rakyat mewakili partai Gerindra,” beliau siap berjuang untuk membantu permintaan nelayan Natuna Sedanau untuk meneruskan permohonan tersebut ke pusat. Perwakilan nelayan yang memberi keterangan kepada awak media dengan alasan ini untuk melepas kapal tersebut.

Awak media mencermati atas permohonan permintaan nelayan Natuna Sedanau menurut perspektif, bisa-bisa saja di kabulkan namun dengan langkah yang sangat memerlukan waktu untuk revisi perubahan zona tangkap. Harapan kita bersama semoga permohonan kita di kabulkan.

Bentuk transparansi awak media memberi sedikit keterangan di bawah ini untuk di ketahui bersama prosedur revisi untuk perubahan zona tangkap.

Perubahan zona tangkap dari 12 mil menjadi 30 mil memerlukan proses yang panjang dan kompleks melibatkan berbagai pihak dan pertimbangan, Berikut beberapa langkah yang harus dilakukan;

Persyaratan Hukum;
1. Perubahan Undang-Undang No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.
2. Perubahan Peraturan Pemerintah No. 54 Tahun 2002 tentang Perikanan.
3. Perubahan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan.

Proses Perubahan;
1. Inisiasi: Menteri Kelautan dan Perikanan atau DPR mengusulkan perubahan.
2. Pembahasan: DPR dan Pemerintah membahas proposal perubahan.
3. Penetapan: Presiden menandatangani perubahan menjadi undang-undang.
4. Implementasi: Perubahan diterapkan dan diawasi.

Pertimbangan;
1. Kajian ilmiah tentang dampak perubahan zona tangkap.
2. Konsultasi dengan nelayan industri perikanan, dan masyarakat.
3. Pertimbangan ekonomi, sosial, dan lingkungan.
4. Kesesuaian dengan peraturan internasional.

Badan Terkait;
1. Kementerian Kelautan dan Perikanan.
2. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
3. Presiden.
4. Badan Pengelola Perikanan (BPP).
5. Organisasi perikanan internasional (misalnya, FAO).

Waktu yang Diperlukan Proses perubahan zona tangkap memerlukan waktu beberapa bulan hingga beberapa tahun tergantung pada;

1. Kompleksitas perubahan.
2. Intensitas pembahasan.
3. Kesepakatan antara pihak-pihak.

Contoh perubahan zona tangkap di Indonesia;

1. Perubahan zona tangkap di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia.
2. Pembentukan Kawasan Konservasi Perikanan.

Sumber:

1. Undang-Undang No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.
2. Peraturan Pemerintah No. 54 Tahun 2002 tentang Perikanan.
3. Kementerian Kelautan dan Perikanan.
4. Badan Pengelola Perikanan(BPP).

Doa dan harapan kita semua, semoga permohonan Nelayan Natuna Sedanau terwujud sesuai harapan kita bersama untuk melestarikan alam laut Natuna.

(Darmansyah)

Anniversary 7th Badega : Dorong Program Bupati Untuk Kemajuan Kabupaten Bandung,Lebih Bedas!!.

Pangandaran-Jabar ll Yutelnews.com
Sejumlah kepala desa yang tergabung dalam Badega merayakan Anniversary 7th di kawasan Kampung Turis Pangandaran Jawa Barat, Sabtu (21/12/2024) malam. Mereka menjalin dan mempererat silaturahmi untuk kemajuan Kabupaten Bandung.

Bupati Bandung Dadang Supriatna diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Cakra Amiyana hadir pada giat Anniversary 7th tersebut.

Cakra Amiyana turut menyampaikan apresiasi dari Bupati Bandung terhadap Badega yang merayakan Anniversary 7th, yang sudah terjalin sejak tahun 2018 sebagai bentuk kebersamaan atau kekompakan untuk membangun Kabupaten Bandung yang lebih Bedas. “Selamat Anniversary 7th Badega,” katanya.

Ia berharap bahwa Badega yang merupakan komunitas pemotor ulin sambil udunan napak tilas sejak 2018 hingga saat ini ada manfaatnya bagi kepala desa itu sendiri maupun masyarakat luas Kabupaten Bandung.

Apalagi saat ini, Cakra menuturkan bahwa Bupati Bandung sedang menyusun kembali program 100 hari kerja kedepan, setelah Dadang Supriatna kembali terpilih pada Pilkada 2024.

“Sesuai dengan visi Kabupaten Bandung Lebih BEDAS (Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis dan Sejahtera), beliau (Bupati Bandung Dadang Supriatna) sedang menyiapkan program 100 hari kerja. Maka sebelum program itu dilaksanakan, Pak Bupati saat ini sedang menyiapkannya untuk merealisasikan janji beliau saat kampanye. Kita akan segera menyusun RPJMD-nya (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah), sehingga perlu ada penguatan yang akan dilakukan,” tuturnya.

Tentunya, Cakra mengatakan, program 100 hari Bupati Bandung itu banyak hal yang akan dilakukan. Di antaranya membuka peluang lapangan kerja atau lowongan kerja bagi masyarakat Kabupaten Bandung yang masih menganggur.

“Membuka lowongan kerja itu sebagai aspek penguatan ekonomi masyarakat di wilayah. Apalagi desa menjadi pondasi ekonomi, selain untuk membangkitkan daya saing yang harus dibangun di desa,” tutur Cakra.

Menurutnya, Bupati Bandung juga terus memfasilitasi masyarakat untuk mengikuti pelatihan-pelatihan kewirausahaan sekaligus pelatihan kerja.

“Dengan harapan dapat menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat, dibantu kolaborasi pentahelix,” ujarnya.

Cakra mengatakan bahwa program 100 hari kerja Bupati Bandung, sudah mulai disusun di akhir tahun ini. Terkait program 100 hari kerja itu, Bupati menyiapkan sarana kesehatan.

“Di antaranya, Pak Bupati konsen pada Rumah Sakit Umum Daerah Pacira, nantinya untuk siap dioperasikan. Menuju kesiapan itu, beliau sedang menyiapkannya dengan anggaran yang signifikan. Selain itu, melaksanakan gerakan tutup lubang jalan,” katanya.

Cakra pun berharap Badega tak hanya ulin sambil udunan, tapi dapat meningkatkan sinergitas atau hubungan antar kepala desa dalam pengembangan potensi wilayah yang ada di desa masing-masing.

Di desa itu ada pendamping desa untuk meningkatkan pembangunan ekonomi masyarakat desa. Misalnya, di desa ada potensi kopi, bagaimana untuk membrandingnya dan diintegrasikan dengan potensi desa lainnya.

“Misalnya, desa satu punya potensi wisata dan cafe, kemudian diintegrasikan dengan desa lainnya dengan memiliki potensi yang berbeda di daerah atau desa tersebut. Jadi ini perlu ada soliditas dalam upaya mengangkat potensi ekonomi masyarakat,” katanya

Cakra berharap kedepannya masyarakat tak hanya menonton, tapi menjadi kekuatan ekonomi masyarakat lokal.

“Desa bisa kerjasama dengan desa lainnya dalam membangun ekonomi masyarakat,” katanya.

Cakra juga turut mendorong para kepala desa untuk menggali potensi yang ada di desa masing-masing. Selain itu, pengelolaan tata laksana keuangan yang baik.

“Laporan keuangan harus jelas. Administrasi harus jelas,” harapnya.

“Semoga Badega semakin sukses. Tak hanya ulinnya, udunannya, tapi bisa mewujudkan karya nyata,” katanya.

Sementara itu, Ketua Badega Kabupaten Bandung yang juga Kepala Desa Arjasari Rosiman mengucapkan terima kasih atas kehadiran Sekda Kabupaten Bandung mewakili Bupati Bandung di acara Anniversary 7th tahun 2024.

“Ini untuk menjaga soliditas dan silaturahmi. Intinya untuk menjaga silaturahmi dan mendorong program Bupati. Yang harus dibantu oleh para kepada desa, terkait dengan program Kabupaten Bandung yang lebih Bedas. Silaturahmi bisa menghasilkan hal positif untuk Kabupaten Bandung,” katanya.

Silaturahmi di antara kepala desa yang tergabung dalam Badega itu untuk kemajuan Kabupaten Bandung. Mereka adalah sama-sama penghobi berkendara motor.**


Yans.

Hari Armada RI 2024, Lanal Banyuwangi Tingkatkan Kepedulian Lewat Donor Darah

YUTELNEWS.com | JEMBER – Dalam rangka memperingati Hari Armada Republik Indonesia (RI) Tahun 2024, Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banyuwangi menyelenggarakan kegiatan sosial donor darah di Pos TNI AL (Posal) Puger, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Minggu (22/12/2024).

Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial Lanal Banyuwangi sekaligus bagian dari rangkaian perayaan HUT Armada RI. Donor darah ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan darah di wilayah Kabupaten Jember dan sekitarnya.

Acara berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dengan kehadiran unsur Forkopimca, pemangku kepentingan sektor kemaritiman di Kecamatan Puger, komunitas nelayan, relawan, serta masyarakat setempat.

Komandan Lanal Banyuwangi, Letkol Laut (P) Hafidz, M.Tr.Opsla, melalui Danposal Puger, Lettu Laut (P) Dedi Nugraha, A.Md, menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat dalam mendukung kegiatan ini.

“Donor darah ini bukan sekadar aksi sosial, tetapi juga mencerminkan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama. Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Lettu Dedi Nugraha.

Selain meningkatkan ketersediaan stok darah di PMI Jember, kegiatan ini menjadi wujud nyata hubungan erat antara TNI AL dan masyarakat, khususnya di wilayah kemaritiman. Dengan semangat “Jalesveva Jayamahe”, TNI AL berkomitmen untuk terus hadir memberikan kontribusi nyata bagi bangsa, baik melalui tugas pengamanan wilayah perairan maupun aksi sosial.

Melalui kegiatan ini, PMI Jember memastikan seluruh proses donor darah berjalan lancar sesuai protokol kesehatan. Diharapkan, stok darah yang terkumpul mampu membantu masyarakat, terutama dalam situasi darurat seperti bencana alam atau kebutuhan medis lainnya.

Hari Armada RI yang diperingati setiap 5 Desember menjadi momentum penting untuk mempererat kebersamaan dan pengabdian TNI AL kepada bangsa. Dengan tema “TNI AL Bersama Rakyat, Membangun Bangsa,” Lanal Banyuwangi terus menunjukkan bahwa TNI AL hadir tidak hanya sebagai penjaga perairan, tetapi juga pelindung dan pelayan masyarakat.

(Tim Red)

Konflik Nelayan Natuna Sedanau ulah kapal Cumi KM Lucas Cendana Jaya berakhir, sudah di lepaskan.

YUTELNEWS.COMNATUNA
Minggu 22 Desember 2024 kapal cumi KM Lucas Cendana Jaya,yang mana beberapa Minggu ini di tahan dan di amankan Aparat setempat, bersama nelayan Natuna Sedanau atas pelanggaran batas zona tangkap di perairan Natuna,berakhir sudah di lepaskan sesuai permohonan yang sudah di sepakati Nelayan Natuna Sedanau, permohonan tersebut,” mereka meminta perubahan zona tangkap dari 12 mil menjadi 30 mil.

Namun sangsi Administratif, aturan dari Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) sudah di proses berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku, atas pelanggaran KM Lucas Cendana Jaya tersebut.

Permohonan Nelayan Natuna Sedanau atas tuntutan untuk merubah zona tangkap dari 12 mil ke 30 mil sudah di tanggapi pihak PSDKP provinsi Kepri untuk di teruskan permohonan tersebut kepusat,di tujukan kepada Kementrian Kelautan dan perikanan (KKP). Permohonan tersebut sudah di tanda tangani oleh beberapa perwakilan nelayan Natuna Sedanau.

Media memperoleh keterangan salah satu dari perwakilan Nelayan, Wan Mustarhadi,”beliau mengatakan anggota DPRD propinsi Kepri, Marzuki sebagai perwakilan rakyat mewakili partai Gerindra,” beliau siap berjuang untuk membantu permintaan nelayan Natuna Sedanau untuk meneruskan permohonan tersebut kepusat.Perwakilan nelayan yang memberi keterangan kepada awak media dengan alasan ini untuk melepas kapal tersebut.

Awak media mencermati atas permohonan permintaan nelayan Natuna Sedanau, menurut perspektif, bisa-bisa saja di kabulkan,namun dengan langkah yang sangat memerlukan waktu untuk revisi perubahan zona tangkap. Harapan kita bersama semoga permohonan kita di kabulkan.

Bentuk transparansi,awak media memberi
Sedikit keterangan di bawah ini untuk di ketahui bersama prosedur revisi untuk perubahan Zona tangkap: ……..

Perubahan zona tangkap dari 12 mil menjadi 30 mil memerlukan proses yang panjang dan kompleks, melibatkan berbagai pihak dan pertimbangan. Berikut beberapa langkah yang harus dilakukan:

Persyaratan Hukum
1. Perubahan Undang-Undang No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.
2. Perubahan Peraturan Pemerintah No. 54 Tahun 2002 tentang Perikanan.
3. Perubahan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan.

Proses Perubahan
1. Inisiasi: Menteri Kelautan dan Perikanan atau DPR mengusulkan perubahan.
2. Pembahasan: DPR dan Pemerintah membahas proposal perubahan.
3. Penetapan: Presiden menandatangani perubahan menjadi undang-undang.
4. Implementasi: Perubahan diterapkan dan diawasi.

Pertimbangan
1. Kajian ilmiah tentang dampak perubahan zona tangkap.
2. Konsultasi dengan nelayan, industri perikanan, dan masyarakat.
3. Pertimbangan ekonomi, sosial, dan lingkungan.
4. Kesesuaian dengan peraturan internasional.

Badan Terkait
1. Kementerian Kelautan dan Perikanan.
2. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
3. Presiden.
4. Badan Pengelola Perikanan (BPP).
5. Organisasi perikanan internasional (misalnya, FAO).

Waktu yang Diperlukan
Proses perubahan zona tangkap memerlukan waktu beberapa bulan hingga beberapa tahun, tergantung pada:

1. Kompleksitas perubahan.
2. Intensitas pembahasan.
3. Kesepakatan antara pihak-pihak.

Contoh perubahan zona tangkap di Indonesia:

1. Perubahan zona tangkap di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia.
2. Pembentukan Kawasan Konservasi Perikanan.

Sumber:

1. Undang-Undang No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.
2. Peraturan Pemerintah No. 54 Tahun 2002 tentang Perikanan.
3. Kementerian Kelautan dan Perikanan.
4. Badan Pengelola
Perikanan(BPP).

Doa dan harapan kita semua semoga permohonan Nelayan Natuna Sedanau terwujud sesuai harapan kita bersama, untuk melestarikan alam laut Natuna.


(Darmansyah)

Keunggulan MAN 2 Banyuwangi: Inovasi, Digitalisasi, dan Prestasi Nasional

YUTELNEWS.com | BANYUWANGI – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Banyuwangi terus menorehkan prestasi gemilang sebagai lembaga pendidikan berbasis Islami yang inovatif. Terletak di Jalan KH. Wahid Hasyim No. 6 Dusun Maron, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, madrasah ini menjadi pusat unggulan dalam pengembangan pendidikan berbasis literasi, riset, digitalisasi, dan nilai-nilai akhlak mulia.

Pada tahun 2024, MAN 2 Banyuwangi berhasil mencatatkan pencapaian luar biasa dengan meloloskan 207 siswanya ke berbagai perguruan tinggi negeri (PTN) ternama di Indonesia. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata kerja keras dan sinergi antara siswa, guru, dan orang tua dalam mendukung pendidikan berkualitas.

Kepala MAN 2 Banyuwangi, Drs. H. Saeroji, M.Ag, menyampaikan apresiasi atas dedikasi seluruh pihak yang terlibat dalam pencapaian ini.
“Kami bangga menjadi bagian dari perjalanan siswa-siswi menuju masa depan gemilang. Kesuksesan ini tidak terlepas dari pendidikan berbasis literasi, riset, dan digitalisasi yang kami kembangkan. Dengan karakter Islami yang kuat, siswa MAN 2 Banyuwangi siap bersaing secara nasional maupun internasional,” ungkapnya, Sabtu (21/12/2024.

MAN 2 Banyuwangi dikenal dengan berbagai inovasi unggulan, antara lain:

1. Madrasah Literasi.
Sebagai pemenang “Juara 1 Sekolah Aktif Literasi Nasional,” MAN 2 Banyuwangi telah mempublikasikan banyak karya siswa melalui kerja sama dengan Gerakan Sekolah Menulis Buku.

2. Madrasah Riset.
Dengan dukungan dari BRIN, ITB, dan Rumah KIR, MAN 2 Banyuwangi menghasilkan penelitian yang bersaing di ajang nasional seperti MYRES.

3. Madrasah Digital dan Multimedia.
Ekosistem pembelajaran digital dan TV Madrasah memungkinkan siswa berpartisipasi aktif dalam produksi konten edukasi dan jurnalistik.

4. Madrasah SKS dan Berasrama.
Program SKS 2 tahun dan asrama Ma’had Al-Qosimy memberikan fleksibilitas dan pembinaan karakter Islami yang kuat kepada siswa.

Selain keberhasilan akademik, siswa MAN 2 Banyuwangi juga mencetak prestasi non-akademik. Salah satunya adalah salah seorang siswa yang dinobatkan sebagai Inisiator Muda Moderasi Beragama (IMMB) oleh Kementerian Agama RI.
“Kami tidak hanya membentuk generasi unggul secara intelektual, tetapi juga pribadi berakhlak mulia yang mampu membawa nilai-nilai moderasi dalam kehidupan bermasyarakat,” tambah Saeroji.

Dengan visi “Terwujudnya madrasah terampil, berprestasi, ber digitalisasi, ber literasi, berwawasan global serta berakhlak mulia berlandaskan iman dan takwa”, MAN 2 Banyuwangi terus melangkah menjadi madrasah percontohan di tingkat nasional.

 

(Tim Red)

Srikandi Polresta Banda Aceh Gelar Upacara Memperingati Hari Ibu Ke-94

YUTELNEWS.com | BANDA ACEH – Hari Ibu yang jatuh setiap tanggal 22 Desember memiliki makna mendalam bagi bangsa Indonesia, yaitu Peringatan Hari Ibu 2024. Peringatan sejarah Ke 94 tahun ini guna mengingat penting perjuangan pergerakan perempuan di masa pra kemerdekaan dan menjadi tonggak sejarah tersendiri adalah ketika diselenggarakaannya Kongres Perempuan Indonesia Pertama pada 22 Desember 1928, di Yogyakarta.

Para srikandi Polresta Banda Aceh melaksanakan upacara sederhana di halaman Polresta, Minggu (22/12/2024) pagi, berjalan dengan sukses. Upacara ini bertemakan “Perempuan Menyapa, Perempuan Berdaya menuju Indonesia Emas 2045”.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Kapolresta Banda Aceh, Kombes Fahmi Irwan Ramli dan Komandan Upacara, Kasubbag Dalpers, Iptu Nur Ilhami.

Dalam amanat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia yang dibacakan oleh Kapolresta Banda Aceh, mengatakan, pada hari ini tanggal 22 Desember 2024, kita melaksanakan Peringatan Hari Ibu (PHI) Ke-94, seraya mengenang betapa agung dan mulianya peran perempuan dalam membangun fondasi bangsa ini, dan mengingat betapa para perempuan Indonesia telah turut berjuang, mewujudkan kemerdekaan dalam semangat pergerakan yang setara dan berkeadilan.

“Bangsa ini dibangun dari fondasi perjuangan para perempuan yang tak pernah lekang semangatnya untuk mencapai sebuah kehidupan yang lebih baik bagi generasi penerus. Tak terbilang lagi pahlawan perempuan yang namanya tetap harum hingga kini dan menjadi inspirasi bagi kita semua. RA Kartini, Cut Nyak Dhien, Cut Meutia, Nyi Ageng Serang, Martha Christina Tiahahu, Rasuna Said , Laksmana Malahayati dan masih banyak lagi,” ujar Kapolresta.

Salah satu titik penting perjuangan pergerakan perempuan di masa pra kemerdekaan dan menjadi tonggak sejarah tersendiri adalah ketika diselenggarakaannya Kongres Perempuan Indonesia Pertama pada 22 Desember 1928, di Yogyakarta.

“Momentum bersejarah ini kemudian ditetapkan sebagai Hari Nasional pada tahun 1959 oleh Presiden Soekarno, yang dinamakan Hari Ibu. Inilah yang membedakan Hari Ibu di Indonesia dengan peringatan “Mother’s Day” di beberapa negara di dunia,” sebutnya.

Disisi lain, Kapolresta mengatakan, perjuangan gerakan perempuan ini membawa keyakinan baru bagi perempuan-perempuan Indonesia, bahwa pemenuhan hak dan kesetaraan akan mengantarkan mereka untuk dapat berjalan bersama-sama, serta menjemput kesempatan yang sama. Bahwa ruang untuk berkontribusi adalah milik semua. Keyakinan ini tentunya sangat esensial bagi kemajuan Indonesia, karena perempuan mengisi hampir setengah dari populasi Indonesia. Maka kemajuan perempuan dan partisipai perempuan dalam pembangunan akan menentukan pula kemajuan Indonesia.

Para perempuan yang ikut terlibat aktif dalam perjuangan dan pergerakan, adalah inspirasi bagi kita semua. Para perempuan ini telah mampu berperan mengubah tatanan kehidupan menjadi lebih baik. Ikut mencipta, membentuk sejarah, dan peradaban manusia ke arah yang lebih bertata nilai, berkeadilan, humanis dalam tatanan politik, ekonomi, sosial, budaya bahkan teologi, tambahnya.

Perjalanan panjang selama 96 tahun sejak Kongres Perempuan Indonesia Pertama, telah mengantarkan berbagai buah baik bagi perempuan. Kesempatan mengenyam bangku sekolah, peluang bekerja, perempuan berpolitik, merupakan kabar baik.

Melalui Peringatan Hari Ibu inilah, lanjut Kapolresta, kita kembali diingatkan akan pentingnya peran perempuan dalam mencapai tujuan-tujuan bangsa, Di era kekinian, Peringatan Hari Ibu diharapkan dapat mewariskan nilai-nilai luhur dan semangat perjuangan yang terkandung dalam sejarah perjuangan kaum perempuan kepada seluruh masyarakat Indonesia, terutama generasi penerus bangsa, agar mempertebal tekad dan semangat untuk bersama-sama melanjutkan dan mengisi pembanguan dengan dilandasi semangat persatuan dan kesatuan.

Dalam Peringatan Hari Ibu ini, mari kita terus saling mengajak, mengingatkan dan menyemangati rasa kebangsaan kita. Karena proklamasi 79 tahun lalu adalah perjuangan berat leluhur kita usai ratusan tahun hidup dalam kolonialisme. Karenanya, pikiran dan sikap kita juga harus teguh dan konsisten meneruskan konsensus kebangsaan kita yaitu Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945, sambungnya.

Kesetaraan bagi seluruh rakyat Indonesia, termasuk perempuan dan laki-laki, memang sudah dijamin sejak awal dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945. Hal ini juga sesuai dengan target yang harus dicapai dalam tujuan pembanguan nasional, baik jangka menengah dan jangka panjang, maupun Tujuan Pembangunan Berkelanjutan sampai dengan tahun 2030.

Maka, dengan mempertimbangkan komitmen bangsa, kondisi, dan isu-isu prioritas hingga saat ini, PHI Ke-96 Tahun 2024 mengangkat tema “Perempuan Menyapa, Perempuan Berdaya Menuju Indonesia Emas 2045,” sebutnya.

Kapolresta Banda Aceh mengapresiasi kinerja Polisi Wanita (Polwan) dijajarannya, dimana di Polresta Banda Aceh sendiri memiliki lima Srikandi yang memimpin satuan kerja diantaranya, Kapolsek Syiah Kuala, Kapolsek Jaya Baru dan Kapolsek Baitussalam.

Selain itu, lanjut Kapolresta, Wakasat Intelkam dan Kasikum juga dipegang jabatan oleh para Srikandi yang memiliki kompeten baik. Peranan jabatan kelimanya tidaklah mudah dalam menjaga Pemeliharaan Keamanan Ketertiban Masyarakat (Harkamtibmas) di wilayah hukum Polresta Banda Aceh, hal tersebut dikarenakan Wilayah Hukum Polresta Banda Aceh berada di ibu kota Provinsi Aceh yang memiliki dinamika sangat kompleks.

Persentase tugas operasional yang diemban saat ini sangatlah sedikit mengingat kecenderungan jabatan tersebut biasa diduduki atau dipercayakan kepada polisi laki-laki. Akan tetapi semangat untuk menjadikan perempuan berkembang membuat jabatan-jabatan operasional tersebut dapat ditaklukkan dengan keberhasilan tugas menyaingi polisi laki-laki yang menduduki jabatan yang sama, Hal tersebut menunjukan perempuan mampu jika diberi kesempatan,” pungkasnya.

(Kaperwil Aceh – Said Yan Rizal) 

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.