YUTELNEWS.com | SUKABUMI ,Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh Yayasan Sunan Gunung Jati dengan menggelar kegiatan santunan bagi 90 anak yatim dan 350 kaum dhuafa yang berasal dari majelis ta’lim se-desa dan wilayah sekitarnya. Kegiatan sosial ini menjadi wujud nyata semangat berbagi serta kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Ratusan penerima santunan hadir mengikuti kegiatan dengan penuh harap. Minggu ( 15/3/2026 )
Suasana haru dan kebahagiaan pun terasa ketika santunan diserahkan kepada anak-anak yatim dan kaum dhuafa. Senyum bahagia terlihat di wajah para penerima yang merasa diperhatikan dan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak.
Kegiatan santunan tersebut diselenggarakan oleh Yayasan Sunan Gunung Jati bersama para pengurus majelis ta’lim serta didukung oleh para donatur yang memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat membantu meringankan beban kebutuhan masyarakat yang kurang mampu, khususnya anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian dan dukungan.
Pengurus Yayasan Sunan Gunung Jati menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program sosial yayasan yang secara konsisten dilakukan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
“Kegiatan santunan ini adalah wujud kepedulian kami kepada anak-anak yatim dan kaum dhuafa. Kami berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat serta membawa kebahagiaan bagi para penerima,” ujar perwakilan pengurus yayasan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, terutama para donatur yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Menurutnya, kepedulian terhadap anak yatim dan kaum dhuafa merupakan salah satu bentuk amal kebaikan yang memiliki nilai besar dalam kehidupan bermasyarakat. Karena itu, Yayasan Sunan Gunung Jati terus berupaya menghadirkan kegiatan sosial yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Selain memberikan bantuan, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antara yayasan, pengurus majelis ta’lim, tokoh masyarakat, serta warga sekitar. Kebersamaan yang tercipta dalam kegiatan ini menjadi bukti bahwa nilai gotong royong dan kepedulian sosial masih sangat kuat di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan santunan kepada 90 anak yatim dan 350 dhuafa, Yayasan Sunan Gunung Jati berharap dapat memberikan semangat dan harapan baru bagi para penerima. Kegiatan ini juga diharapkan mampu menginspirasi masyarakat untuk terus menumbuhkan rasa empati serta saling membantu dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Dengan semangat berbagi dan kebersamaan, Yayasan Sunan Gunung Jati mengajak seluruh masyarakat untuk terus mengulurkan tangan membantu mereka yang membutuhkan, sehingga kebahagiaan dan harapan dapat dirasakan bersama oleh seluruh lapisan masyarakat.
Reporter : Mirna
( Kabiro Sukabumi )







































Sekolah yang berpartisipasi antara lain:
1.
Pendampingan Peserta
“Kami berharap ilmu yang diperoleh menjadi cahaya dalam kehidupan mereka. Semoga anak-anak semakin mencintai shalat, dekat dengan Al-Qur’an, berbakti kepada orang tua, serta istiqamah dalam kebaikan,” ungkap salah seorang guru pendamping.
“Kami sangat senang mengikuti pesantren kilat ini, karena banyak ilmu keagamaan yang sebelumnya belum kami pahami, kini menjadi lebih jelas dan kami mengerti. Materi tentang shalat, Al-Qur’an, adab, serta peningkatan ketakwaan sangat bermanfaat bagi kami,” ujar Ikbal.
Berkat sinergi tersebut, kegiatan berlangsung lancar dan penuh keberkahan. Pesantren kilat ini diharapkan menjadi wasilah lahirnya generasi muda Sedanau yang unggul, beriman, berakhlak mulia, serta istiqamah dalam ibadah, sebagai bekal membangun masa depan yang diridhai Allah SWT.
Koordinator PLTD Sedanau
Sebagai langkah pengamanan, pihak PLTD Sedanau melakukan pembongkaran generator karena terdapat permasalahan pada stator yang selanjutnya akan dilakukan penggulungan ulang (rewinding). Untuk penanganan tersebut, stator generator direncanakan akan dikirim ke Letung menggunakan kapal perintis Sabuk Nusantara pada Minggu, 1 Februari 2026, untuk ditangani oleh teknisi.
Sambil menunggu proses perbaikan, untuk sementara waktu PLTD Sedanau melakukan penonaktifan pada beberapa titik trafo. Penyaluran listrik kepada pelanggan dilakukan dengan sistem bergilir sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Koordinator PLTD Sedanau, 
Kegiatan pemantauan tersebut dilakukan guna memastikan kesiapan sarana dan prasarana transportasi laut, sistem pelayanan penumpang, aspek keselamatan pelayaran, serta kelancaran mobilitas masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik.
Rangkaian peninjauan difokuskan pada tiga pelabuhan strategis yang menjadi simpul utama pergerakan penumpang, yakni Pelabuhan Batu Ampar (Pelni Bintang 99), HarbourBay Ferry Terminal, serta Pelabuhan Roro Punggur.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga terus memperkuat koordinasi lintas sektor guna mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang. Pihak KSOP dan ASDP bahkan telah menyiapkan langkah antisipatif berupa kemungkinan penambahan armada kapal apabila terjadi peningkatan signifikan arus penumpang.
Kapolda turut mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur oleh tawaran tiket dari pihak yang tidak bertanggung jawab. Ia menekankan bahwa keselamatan penumpang merupakan prioritas utama sehingga jumlah penumpang dalam setiap pelayaran harus sesuai dengan standar keselamatan yang telah ditetapkan.
“Bagi masyarakat yang akan mudik dan khawatir meninggalkan kendaraan atau barang berharga di rumah, dapat menitipkannya di kantor polisi terdekat. Layanan penitipan ini disediakan secara gratis tanpa dipungut biaya,” ujarnya.







