Tim KSO Agrinas–PT NSM Diserang OTK, Premanisme Menggila di Lahan Negara

Yutelnews.com//

Rokan hulu- Kekerasan kembali mencoreng pengelolaan aset negara, tim kerja kso agrinas bersama pt nusantara sawit majuma (pt nsm) kembali menjadi korban penyerangan brutal oleh orang tak dikenal (otk) di area lahan kerja sama pengelolaan kebun.
Insiden ini terjadi saat para pekerja menjalankan aktivitas rutin, yakni panen dan patroli pengamanan, sebuah prosedur standar untuk menjaga kelancaran operasional dan keamanan aset negara di wilayah kso.

Dalam patroli tersebut, tim mendapati sejumlah orang mencurigakan berada di dalam kawasan kerja, Sesuai prosedur operasional, pekerja mencoba melakukan pendekatan secara persuasif untuk menanyakan maksud dan tujuan keberadaan mereka,
namun pendekatan humanis itu berujung petaka. Tanpa peringatan, para pekerja diserang secara brutal,batu beterbangan, situasi berubah ricuh, dan kekerasan tak terhindarkan.

Akibat serangan tersebut, salah satu pekerja pt nsm mengalami luka bacok serius di bagian kepala. Darah pekerja kembali tumpah di lahan yang seharusnya dijaga negara.
Peristiwa ini bukan kejadian tunggal.

Penyerangan serupa telah terjadi berulang kali, menunjukkan adanya pola kekerasan sistematis yang terus dibiarkan tanpa penindakan tegas.
Lebih mencengangkan, keberadaan kelompok otk tersebut sebelumnya telah dikonfirmasi oleh pihak pengacara terkait aktivitas mereka di lokasi kso, fakta ini memperkuat dugaan bahwa aksi kekerasan dilakukan secara sadar, terencana, dan terorganisir.
pihak pt nsm menilai insiden ini telah melampaui batas konflik biasa dan masuk kategori tindak pidana serius yang secara langsung mengancam keselamatan pekerja dan menghambat pengelolaan aset negara.

“Kami tidak bisa lagi menganggap ini sebagai insiden kecil. Ini kejahatan nyata di area kerja resmi,” tegas harisal aulia, koordinator lapangan pt nusantara sawit majuma.

Atas kejadian tersebut, pt nsm secara tegas mendesak aparat penegak hukum untuk segera menangkap pelaku, mengungkap aktor intelektual di balik aksi kekerasan, serta menjamin keamanan seluruh pekerja di lokasi kso.

Jika kekerasan semacam ini terus dibiarkan, maka pesan yang sampai ke publik sangat berbahaya: premanisme lebih berkuasa daripada hukum.
Kasus ini kini menjadi ujian nyata bagi negara. Apakah aparat hadir melindungi pekerja dan aset negara, atau justru membiarkan teror berulang menjadi hal biasa?
hentikan kekerasan.
Tegakkan hukum. Lindungi pekerja. Negara tidak boleh kalah.

(Redaksi Rizal hsb)

Posting Terkait

JANGAN LEWATKAN