Harga Kelapa di Subi Tidak Stabil, Masyarakat Minta Pemerintah Natuna Turun Tangan

YUTELNEWS.COM
Natuna, 24 Maret 2026 Masyarakat Desa Subi, Kecamatan Subi, Kabupaten Natuna, mengeluhkan ketidakstabilan harga kelapa yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Harga kelapa di wilayah tersebut terus mengalami fluktuasi yang signifikan, mulai dari Rp5.000 per butir, turun menjadi Rp4.500, Rp4.000, Rp3.500, hingga mencapai Rp2.500.

Saat ini, harga kelapa di tingkat lokal bahkan terbagi menjadi beberapa kategori, yakni kelapa kualitas A dihargai sekitar Rp3.000, sedangkan kualitas B hanya sekitar Rp2.000 per butir. Kondisi ini membuat para petani merasa dirugikan dan tidak memiliki kepastian dalam menentukan nilai jual hasil panen mereka.

Selain harga yang tidak stabil, petani juga menghadapi tantangan lain seperti hasil panen yang tidak menentu. Kadang kelapa berbuah sedikit, dan tidak jarang banyak buah yang rusak akibat dimakan hama seperti tupai dan tikus.

Masyarakat menilai kondisi ini semakin diperparah oleh peran pembeli dari luar daerah, seperti dari Tanjung Pinang dan Kalimantan Barat, yang dianggap memainkan harga. Hal ini menyebabkan kebingungan di tingkat pengepul lokal mengenai harga beli yang wajar.

Oleh karena itu, masyarakat Desa Subi berharap Pemerintah Kabupaten Natuna dapat segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga kelapa. Salah satu solusi yang diharapkan adalah adanya peran pemerintah sebagai penampung hasil panen kelapa, sehingga harga dapat lebih terkontrol dan memberikan kepastian bagi petani.

Dengan adanya perhatian dan tindakan dari pemerintah, masyarakat berharap kesejahteraan petani kelapa di Subi dapat meningkat dan ketidakpastian harga tidak lagi menjadi masalah yang berlarut-larut. 

(BANI)

Posting Terkait

JANGAN LEWATKAN