Misteri Rumah Mewah Mantan Pejabat BGN di Bogor: Sewaan untuk Rapat, Tetangga Tak Kenal
Sebuah kediaman mewah di kawasan elite Sentul, Kabupaten Bogor, menjadi sorotan publik menyusul penggeledahan yang dilakukan oleh Kejaksaan Agung. Bangunan megah ini diketahui merupakan rumah yang disewa oleh Dadan Hindayana, mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), yang terseret dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program MBG. Keberadaan rumah ini di lingkungan perumahan eksklusif tersebut menimbulkan pertanyaan, terutama karena banyak tetangga mengaku tidak mengenal sosok Dadan Hindayana maupun aktivitasnya di sana selama menjabat.
Rumah yang berlokasi di Cluster Hiltop Residence, Jalan Alpen Rosa Nomor 19, Sentul, ini berada di area yang sangat strategis, tidak jauh dari Bundaran Love dan akses Tol Sentul Barat. Akses menuju kediaman ini dijaga ketat oleh petugas keamanan kompleks, menegaskan statusnya sebagai kawasan hunian premium. Dari luar, rumah dua lantai ini memancarkan kemewahan, namun suasananya yang sepi tanpa aktivitas penghuni justru menambah aura misteri. Area garasi yang terpantau hanya berisi perabotan sederhana seperti kursi, meja tamu, botol air mineral, dan asbak, semakin memperkuat kesan rumah tersebut tidak dihuni secara permanen.
Pengakuan Petugas Keamanan: Rumah Sewaan untuk Rapat
Keberadaan Dadan Hindayana di rumah mewah tersebut akhirnya terkuak melalui keterangan petugas keamanan kompleks, Ahmad Fauzi. Ia mengungkapkan bahwa bangunan tersebut bukanlah milik pribadi Dadan, melainkan sebuah rumah sewaan. “Pak Dadan di sini ngontrak bukan rumah pribadi, kemungkinan udah sebulan lebih dia di sini,” ujar Ahmad Fauzi.
Lebih lanjut, Ahmad Fauzi menjelaskan bahwa Dadan Hindayana tidak setiap hari mendatangi rumah tersebut. Penggunaan rumah sewaan ini ternyata lebih difokuskan untuk keperluan rapat. “Hanya untuk rapat-rapat aja sih, paling seminggu sekali dia rapat, kurang tau untuk rapat-rapatnya, kalau banyak tamu paling buat rapat doang, seminggu sekali ada,” tuturnya. Pengakuan ini memberikan gambaran bahwa rumah tersebut lebih berfungsi sebagai tempat pertemuan strategis daripada hunian pribadi mantan pejabat BGN tersebut.
Tetangga Tak Mengenal Sosok Dadan Hindayana
Terungkapnya kasus ini, termasuk penggeledahan di kediamannya, ternyata masih menyisakan misteri bagi para tetangga di lingkungan perumahan elite tersebut. Sebagian besar penghuni Cluster Hiltop Residence mengaku tidak mengetahui bahwa bangunan mewah yang disewa Dadan Hindayana tersebut ditempati oleh mantan Kepala BGN.
Salah seorang tetangga yang enggan disebutkan namanya, saat ditemui di lokasi, mengaku baru mengetahui identitas penghuni rumah tersebut setelah kasus ini ramai diberitakan. “Saya baru tahu (rumah Dadan Hindayana), padahal lagi rame itu ya,” ujarnya. Namun, setelah mengetahui hal tersebut, ia mulai mengingat beberapa aktivitas yang pernah dilihatnya. Ia membenarkan bahwa terkadang rumah tersebut ramai dengan deretan kendaraan di depannya, yang kini ia sadari sebagai tanda adanya aktivitas rapat yang disebutkan oleh petugas keamanan. “Oh pantes kadang suka rame banyak mobil di sini (di jalan), saya baru tahu justru,” katanya. Hal ini menunjukkan betapa minimnya interaksi atau pengenalan antara Dadan Hindayana dengan lingkungan sekitarnya.

Penggeledahan Kejaksaan Agung di Rumah Sewaan
Meskipun berstatus sebagai rumah sewaan, kediaman Dadan Hindayana di Sentul tidak luput dari proses hukum. Kejaksaan Agung melakukan penggeledahan di lokasi tersebut dalam rangka mengumpulkan barang bukti terkait dugaan korupsi tata kelola program MBG.
Ahmad Fauzi, petugas keamanan kompleks, membenarkan adanya penggeledahan tersebut. “Waktu diamankan di rumah yang di Bogor kalau gak salah. (Penggeledahan) kemarin malam Rabu kalau gak salah,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa terdapat beberapa kendaraan roda empat dari penyidik Kejaksaan Agung yang mendatangi rumah tersebut untuk melakukan penggeledahan. Namun, saat proses penggeledahan berlangsung, Ahmad Fauzi mengaku tidak mengetahui secara pasti keberadaan Dadan Hindayana. “Ada dua mobil dari kejaksaan, sempet ketemu di depan izin mau masuk ke dalem,” jelasnya. Penggeledahan ini menjadi bagian penting dari upaya penegakan hukum untuk mengungkap tuntas kasus yang melibatkan mantan pejabat BGN tersebut.











