Pelatihan Penjamah Makanan: Langkah Strategis Dinas Kesehatan Sukabumi Jamin Keamanan Pangan Masyarakat

YUTELNEWS.com | SUKABUMI, Demi memastikan setiap suapan makanan yang dikonsumsi warga Sukabumi benar-benar aman, bersih, dan bergizi, Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi kembali mengambil langkah tegas dan nyata. Melalui kegiatan Pelatihan Penjamah Makanan yang berlangsung sukses di Kantor UPTD Puskesmas Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, pada Senin (8/6/2026), pemerintah daerah menegaskan komitmen kuatnya menjaga keamanan pangan bagi seluruh lapisan masyarakat. Kegiatan strategis ini semakin istimewa dan berwibawa dengan kehadiran langsung H. Boyke Frans, Pimpinan SPPG, yang memberikan dukungan penuh sekaligus arahan penting sebagai wujud sinergi lintas pihak dalam menjaga kesehatan warga.

Mengusung tema “Peningkatan Kapasitas Penjamah Makanan demi Pemenuhan Standar Gizi dan Keamanan Pangan”, acara ini dihadiri jajaran pejabat struktural Dinas Kesehatan, tenaga kesehatan profesional, H. Boyke Frans (Pimpinan SPPG), serta puluhan peserta yang merupakan garda terdepan penyedia pangan: pengelola rumah makan, pelaku usaha kuliner, penyedia jasa katering, petugas kantin sekolah, hingga pengelola makanan di fasilitas umum. Semua berkumpul dengan satu tujuan jelas: memperkuat pemahaman dan keterampilan agar standar keamanan makanan diterapkan secara disiplin hingga ke tingkat pelayanan langsung.

Dalam sambutan pembukaan yang tegas dan mendalam, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi menekankan peran krusial para penjamah makanan sebagai kunci utama keamanan pangan. “Dari dapur hingga ke meja makan, keamanan dan kualitas makanan sepenuhnya bergantung pada pengetahuan, kebiasaan, dan ketelitian orang yang mengolah dan menyajikannya. Baik itu di warung sederhana maupun tempat makan besar, standar kebersihan harus sama tingginya. Pelatihan ini bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan investasi jangka panjang untuk melindungi masyarakat dari risiko keracunan makanan dan penyakit bawaan pangan. Tidak ada kompromi dalam urusan kesehatan warga,” ujarnya lugas di hadapan seluruh peserta dan undangan.

Sementara itu, kehadiran H. Boyke Frans menjadi sorotan utama dan bukti nyata bahwa upaya ini didukung secara luas oleh pemangku kepentingan. Dalam sambutannya, Pimpinan SPPG ini menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif Dinas Kesehatan dan menegaskan komitmen organisasinya untuk bersinergi penuh. “Keamanan pangan adalah tanggung jawab kita bersama—pemerintah, organisasi, dan pelaku usaha. Makanan yang aman dan bergizi adalah fondasi utama masyarakat yang sehat, cerdas, dan produktif. SPPG sangat mendukung langkah strategis ini, karena peningkatan kualitas pengolahan makanan langsung berdampak pada peningkatan kesejahteraan warga Sukabumi. Kami berharap ilmu dan standar yang dibagikan hari ini tidak hanya dipahami, tetapi menjadi kebiasaan yang diterapkan konsisten di setiap tempat usaha, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap penyedia jasa makanan semakin meningkat,” tegas H. Boyke Frans, disambut antusiasme peserta.

Materi yang disampaikan dalam pelatihan ini disusun secara lengkap, terstruktur, dan sangat aplikatif, mencakup seluruh aspek penting: mulai dari prinsip dasar kebersihan dan sanitasi lingkungan pengolahan, cara cermat memilih dan memeriksa kualitas bahan baku agar bebas dari bahaya, teknik pengolahan dan penyimpanan yang tepat agar gizi tetap terjaga dan makanan tidak cepat rusak, hingga pemahaman mendalam tentang standar gizi yang wajib dipenuhi. Tak hanya itu, para peserta juga dibekali pengetahuan hukum terkait peraturan perundang-undangan di bidang keamanan pangan serta batasan dan tanggung jawab hukum yang diemban setiap penjamah makanan.

Kepala UPTD Puskesmas Cikahuripan mengapresiasi tingginya perhatian yang diberikan, khususnya kehadiran H. Boyke Frans yang memberikan dorongan semangat luar biasa bagi seluruh tim pelaksana. “Dukungan dan arahan dari Bapak H. Boyke Frans memperjelas arah langkah kami. Kegiatan ini adalah wujud nyata peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dasar di wilayah Cisolok dan sekitarnya. Target kami sangat jelas: setelah mengikuti pelatihan ini, para peserta mampu menerapkan semua standar yang dipelajari secara konsisten. Dampak nyata yang kami harapkan adalah penurunan angka kasus gangguan kesehatan akibat makanan tidak aman, serta peningkatan kualitas gizi masyarakat secara menyeluruh,” jelasnya.

Antusiasme peserta terlihat nyata selama kegiatan berlangsung. Salah satu peserta yang merupakan pengelola warung makan mengaku mendapatkan banyak pencerahan baru yang sangat berguna dan siap diterapkan. “Banyak hal baru dan rinci yang saya pelajari hari ini, mulai dari cara mencuci bahan makanan yang benar secara higienis, teknik menyimpan makanan agar awet dan aman dikonsumsi, hingga pemahaman besarnya tanggung jawab kami sebagai penyedia makanan. Apalagi setelah mendengar langsung arahan dari Bapak H. Boyke Frans, kami semakin sadar betapa pentingnya tugas kami menjaga kepercayaan pelanggan. Ilmu ini pasti akan langsung saya terapkan esok hari, agar pelanggan merasa aman, nyaman, dan tenang saat makan di tempat saya,” ungkapnya dengan penuh semangat.

Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, dengan dukungan mitra strategis seperti SPPG di bawah pimpinan H. Boyke Frans, telah merencanakan menjadikan pelatihan penjamah makanan ini sebagai program rutin berkelanjutan. Kegiatan serupa akan digelar secara bertahap dan merata ke seluruh kecamatan di wilayah Kabupaten Sukabumi. Langkah ini sejalan penuh dengan visi besar pemerintah daerah mewujudkan masyarakat Sukabumi yang lebih sehat, cerdas, dan sejahtera—dimulai dari pemenuhan kebutuhan paling dasar: makanan yang aman, bersih, dan bergizi terjamin.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung secara interaktif, hidup, dan penuh diskusi, memastikan setiap peserta memahami materi secara mendalam, menjawab segala kebingungan, dan pulang dengan bekal lengkap serta siap bertindak demi kebaikan dan kesehatan bersama.

Reporter : Mirna
( Kabiro Sukabumi )

Posting Terkait

JANGAN LEWATKAN