Pelabuhan Krueng Geukueh Kembali Jembatani Ekspor Komoditas Unggulan Aceh ke Pasar Global
Pelabuhan Krueng Geukueh di Aceh Utara kembali mengukuhkan posisinya sebagai gerbang utama bagi komoditas unggulan Provinsi Aceh untuk merambah pasar internasional. Baru-baru ini, pelabuhan strategis ini sukses menjadi titik keberangkatan bagi pengiriman 9.178,339 metrik ton Crude Palm Oil (CPO) menuju India. Komoditas bernilai tinggi ini diangkut menggunakan kapal tanker bernama Philippa Gladys, dengan tujuan akhir Pelabuhan Kakinada di negara Bollywood tersebut.
Pengapalan bersejarah ini dilaksanakan melalui Dermaga Multipurpose Pelabuhan Krueng Geukueh. PT Agro Murni bertindak sebagai pengirim barang dalam transaksi ekspor kali ini. Proses pemuatan CPO secara keseluruhan dimulai pada tanggal 30 Mei 2026. Sebelum CPO dimuat ke dalam perut kapal, seluruh tahapan pemeriksaan keselamatan yang ketat, inspeksi mendalam terhadap tangki kapal, verifikasi seluruh dokumen yang diperlukan, serta pemenuhan berbagai persyaratan operasional kepelabuhanan telah dinyatakan memenuhi standar yang berlaku.
Kapal tanker Philippa Gladys sendiri telah tiba di perairan Lhokseumawe pada tanggal 27 Mei 2026. Setibanya di wilayah tersebut, kapal ini menjalani serangkaian prosedur pelayanan kapal yang komprehensif sebelum akhirnya diizinkan untuk merapat ke dermaga dan memulai kegiatan pemuatan. Seluruh rangkaian aktivitas ekspor ini dilaporkan berlangsung dengan aman, lancar, dan sesuai dengan standar operasional prosedur yang telah ditetapkan.
Keberhasilan pengapalan ini menandai ekspor CPO kedua yang berhasil dilaksanakan melalui Pelabuhan Krueng Geukueh sepanjang tahun 2026. Hal ini semakin memperkuat peran vital pelabuhan ini dalam mendukung aktivitas perdagangan luar negeri bagi Aceh.
Kebanggaan dan Apresiasi dari Pelaku Industri
Keberhasilan ekspor CPO ke India ini disambut dengan penuh kebanggaan oleh seluruh pihak yang terlibat. Tarmizi, Site Manager PT Aceh Makmur Bersama (AMB), dalam sebuah pernyataan mengungkapkan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kolaborasi yang solid dari seluruh elemen yang berperan dalam rantai logistik. Ia juga menekankan bahwa prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Aceh.
“CPO yang diekspor melalui Pelabuhan Krueng Geukueh ini merupakan hasil kerja keras para petani sawit Aceh yang selama ini terus berupaya keras untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi,” ujar Tarmizi.
Lebih lanjut, Tarmizi memberikan apresiasi yang tinggi kepada berbagai pihak yang turut berkontribusi. “Kami juga mengapresiasi kontribusi para peneliti, akademisi, dan seluruh pelaku industri sawit yang terus mendorong peningkatan mutu komoditas perkebunan Aceh sehingga mampu bersaing di pasar global,” tambahnya.
Tarmizi menegaskan bahwa ekspor ini bukan sekadar transaksi pengiriman komoditas. Lebih dari itu, ini adalah tentang membawa nama baik Aceh ke kancah internasional. “Ini menjadi kebanggaan bagi kita semua bahwa hasil bumi Aceh dapat dinikmati oleh masyarakat dunia,” tuturnya.
Menurut analisis Tarmizi, keberhasilan ekspor ini secara gamblang menunjukkan bahwa komoditas perkebunan Aceh memiliki kualitas yang sangat baik dan mampu memenuhi permintaan pasar internasional yang semakin tinggi. Selain itu, pencapaian ini membuka peluang yang lebih luas lagi untuk peningkatan kesejahteraan para petani serta pelaku usaha di sektor perkebunan Aceh.
Komitmen Pelindo dalam Mendukung Perdagangan Internasional
Aulia Rahman, Branch Manager Pelindo SPMT Branch Lhokseumawe, turut menyatakan pandangannya mengenai keberhasilan ekspor ini. Ia menekankan bahwa pencapaian tersebut menjadi bukti nyata kesiapan dan keandalan layanan kepelabuhanan yang dimiliki dalam mendukung berbagai aktivitas perdagangan internasional.
Pelindo SPMT Branch Lhokseumawe, menurut Aulia Rahman, memiliki komitmen kuat untuk senantiasa memberikan pelayanan kapal dan barang yang aman, cepat, serta efisien. Layanan prima ini diberikan demi mendukung kelancaran seluruh aktivitas ekspor dan impor yang melalui pelabuhan tersebut. “Kami percaya bahwa Pelabuhan Krueng Geukueh memiliki potensi besar sebagai pintu gerbang perdagangan Aceh ke pasar global,” tegasnya.
Penegasan Komitmen Keselamatan dan Keamanan Pelayaran
Kepala Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KSOP) Kelas IV Lhokseumawe, melalui DanPos KPLP, Zulmahdi, menegaskan kembali komitmen institusinya dalam menjamin keselamatan, keamanan, dan kelancaran lalu lintas pelayaran di wilayah kerja Pelabuhan Krueng Geukueh.
KSOP bersama dengan KPLP akan terus melaksanakan fungsi pengawasan secara berkelanjutan. Fokus utama mereka adalah memastikan keselamatan dan keamanan pelayaran, serta memberikan pelayanan terbaik bagi kapal-kapal domestik maupun internasional yang beroperasi di Pelabuhan Umum Krueng Geukueh.
“Kami memastikan setiap aktivitas kepelabuhanan berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku sehingga tercipta pelayaran yang aman, tertib, dan lancar bagi seluruh pengguna jasa pelabuhan,” ujar Zulmahdi.
Pelayanan kapal dan barang yang berjalan lancar ini merupakan cerminan dari sinergi yang kuat antara berbagai pihak. Sinergi ini terjalin antara operator pelabuhan, berbagai instansi pemerintah terkait, para pengguna jasa, serta seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam ekosistem kepelabuhanan.
Keberhasilan ekspor CPO ini secara signifikan mempertegas posisi Pelabuhan Krueng Geukueh. Pelabuhan ini kini semakin diakui sebagai salah satu simpul logistik yang sangat strategis di Aceh. Perannya sangat vital dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperkuat rantai pasok nasional, serta membuka akses yang lebih luas bagi produk-produk unggulan Aceh untuk dapat menembus pasar dunia.
Sebagai catatan, sebelum pengapalan terbaru ini, Pelabuhan Krueng Geukueh juga telah berhasil melayani ekspor CPO pada bulan Februari 2026 sebanyak 11.490 metrik ton. Dengan tambahan volume ekspor terbaru sebesar 9.178,339 metrik ton, total volume ekspor CPO yang telah dilayani melalui Pelabuhan Krueng Geukueh sepanjang tahun 2026 kini mencapai angka kumulatif sebesar 20.668,339 metrik ton. Angka ini menunjukkan tren positif dan potensi besar yang dimiliki oleh Pelabuhan Krueng Geukueh dalam mendukung perekonomian Aceh.









