Bandung – YUTELNEWS.com// Suasana Gedung Wisata dan Budaya Pasir Peti terasa meriah, ramai, dan penuh warna saat Yamaha resmi menggebarkan Festival Trade in. pada Sabtu, 20 Juni 2026. Acara ini menjadi bukti nyata kolaborasi harmonis antara pihak Yamaha dan Pemerintah Desa Ciapus, menjadikan kawasan wisata gratis ini makin hidup dan dikenal luas.
Dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Ciapus sekaligus penggagas kawasan wisata ini, Usep Suhendar yang di wakili Sekdes Tardiana SE, kegiatan ini dimulai sejak pukul 08.00 WIB dan langsung diserbu ratusan warga serta pengunjung dari berbagai penjuru. “Festival Trade in, ini bukan sekadar pameran kendaraan. Kami ingin menampilkan: Yamaha hadir bukan hanya membawa motor bagus, tapi juga membawa manfaat nyata untuk warga, membangkitkan semangat ekonomi dan melestarikan budaya lokal,” tegasnya.
Rangkaian Acara Penuh Makna
Selain memajang deretan sepeda motor terbaru yang tangguh dan irit, festival ini menyuguhkan beragam aktivitas yang bisa dinikmati secara gratis:
– Test ride & servis ringan murah: Coba kendaraan secara aman, cek tekanan ban, oli, dan kelistrikan
– Penyuluhan keselamatan berkendara: Teknik aman, aturan lalu lintas, dan cara merawat kendaraan
– Bazar UMKM & Penanpilan seni budaya: Makanan khas Sunda, kerajinan tangan, dan produk warga
dan hiburan akustik
– Lomba & undian: Keterampilan mewarnai tingkat paud, berkendara, permainan keluarga, serta hadiah menarik dorpres untuk pengunjung
Perwakilan Yamaha Andi Mada Atmaja menyampaikan komitmennya: “Memilih Pasir Peti adalah pilihan tepat. Tempatnya asri, udara sejuk, dan terbuka gratis untuk semua. Kami ingin menjadi mitra yang hadir dekat, tidak hanya menjual produk tapi juga membangun kesejahteraan bersama warga,” ujarnya.
Warga menyambut antusias dan mengaku sangat terbantu. “Senang sekali datang ke sini: bisa lihat motor baru, dapat servis murah, belanja kebutuhan, sekaligus rekreasi di tempat indah tanpa bayar tiket,” ujar salah satu pengunjung.
Festival Trade in sukses menghadirkan suasana baru. Gedung Wisata Pasir Peti yang kini menjadi ikon desa semakin kokoh sebagai ruang terbuka yang mempersatukan industri, budaya, dan kesejahteraan masyarakat. Panitia berharap kegiatan serupa bisa digelar secara rutin setiap tahunnya.
Yans.





















