Membangun Fondasi ASN Unggul: Bina Mental dan Disiplin untuk CPNS Sorong
Pemerintah Kabupaten Sorong secara resmi membuka kegiatan penting bagi para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi tahun 2021 dan 2024. Acara yang berfokus pada pembinaan mental dan disiplin ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai fundamental yang krusial bagi setiap aparatur sipil negara (ASN) sejak dini. Wakil Bupati Sorong, Sutejo, yang turut hadir dan membuka kegiatan ini, menekankan bahwa bekal utama dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara bukanlah sekadar pengetahuan teknis, melainkan karakter yang kuat, integritas yang tak tergoyahkan, dan disiplin kerja yang tinggi.
Kegiatan ini diselenggarakan di Lapangan Apel Kantor Bupati Sorong, yang berlokasi di Jalan Klamono Km. 24, Aimas II, Papua Barat Daya. Pelaksanaan yang dimulai pada Rabu, Juni 2026, ini menandai langkah awal para CPNS dalam memahami esensi sejati dari profesi yang mereka emban.
Lebih dari Sekadar Penghasilan: Pengabdian dan Ibadah
Wakil Bupati Sutejo dengan tegas menyampaikan pandangannya bahwa menjadi seorang ASN jauh melampaui sekadar upaya mencari penghasilan atau jaminan finansial. Sebaliknya, profesi ini merupakan sebuah bentuk pengabdian yang mendalam kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Bahkan, ia menyandingkan pekerjaan ini dengan nilai-nilai ibadah, yang berarti harus dijalankan dengan sungguh-sungguh, penuh dedikasi, dan keikhlasan.
Pernyataan ini diperkuat dengan penegasan Sutejo mengenai kehalalan rezeki yang diterima. “Kalau jarang masuk kantor tetapi tetap menerima gaji, maka gaji itu tidak halal dinikmati. Dalam bekerja, kewajiban harus diutamakan sebelum menuntut hak,” tegasnya. Hal ini menggarisbawahi pentingnya kesadaran akan tanggung jawab dan kewajiban yang melekat pada setiap ASN. Para CPNS diingatkan untuk tidak terjebak pada pola pikir yang hanya berfokus pada tuntutan hak seperti gaji dan fasilitas, melainkan mendahulukan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab dengan dedikasi penuh.
Menghindari “Pengangguran Terselubung” dan Meningkatkan Produktivitas
Dalam arahannya, Sutejo juga menyoroti fenomena yang kerap terjadi di lingkungan kerja, yaitu “pengangguran terselubung”. Kondisi ini terjadi ketika seseorang memegang jabatan, namun tidak mampu atau tidak menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal. Fenomena ini dapat menurunkan produktivitas organisasi secara keseluruhan dan berdampak pada kualitas pelayanan publik.
Untuk itu, Sutejo berpesan kepada para CPNS untuk senantiasa proaktif dan inovatif dalam bekerja. “Jangan sampai hadir di kantor tetapi tidak bekerja. Jika tugas utama sedang kosong, carilah pekerjaan lain yang bermanfaat bagi organisasi. Banyak hal yang bisa dikerjakan di luar tupoksi utama,” tuturnya. Pesan ini menekankan pentingnya inisiatif dan kemampuan untuk mengidentifikasi serta mengisi kekosongan pekerjaan yang ada, demi kemajuan bersama.
Menjadikan Pekerjaan Sebagai Ibadah yang Produktif
Mengaitkan kembali dengan konsep pekerjaan sebagai ibadah, Sutejo mengingatkan bahwa pemahaman ini seharusnya mendorong setiap ASN untuk bekerja dengan lebih giat dan efektif. “Jika meyakini pekerjaan sebagai ibadah, kita harus menjalankannya dengan sungguh-sungguh. Jangan sampai waktu kerja terbuang untuk hal tidak produktif yang bisa menurunkan kualitas pelayanan,” tambahnya.
Hal ini berarti bahwa setiap jam kerja harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan, memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, serta berkontribusi pada pencapaian tujuan organisasi. Menghindari aktivitas yang tidak produktif, seperti menghabiskan waktu di media sosial atau melakukan percakapan yang tidak relevan dengan pekerjaan, menjadi kunci utama untuk menjaga efektivitas dan efisiensi kerja.
Kesempatan Mengabdi: Tanggung Jawab dan Semangat Tinggi
Wakil Bupati Sutejo menutup arahannya dengan memberikan apresiasi dan motivasi kepada seluruh peserta. Ia mengingatkan bahwa para CPNS adalah individu-individu yang beruntung karena mendapatkan kesempatan untuk mengabdi kepada negara dan masyarakat. Kesempatan ini datang dengan tanggung jawab yang besar, sehingga menuntut adanya semangat, disiplin, dan tanggung jawab yang tinggi dari setiap pribadi.
Rangkaian kegiatan bina mental dan disiplin ini dirancang untuk membentuk ASN yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, berintegritas, dan senantiasa mengutamakan pelayanan publik. Dengan fondasi yang kokoh ini, diharapkan para CPNS dapat tumbuh menjadi aparatur sipil negara yang profesional, handal, dan dapat diandalkan oleh masyarakat Kabupaten Sorong. Sutejo mengajak seluruh peserta untuk mengikuti setiap sesi latihan fisik dan pembinaan karakter dengan serius, demi mewujudkan visi tersebut.




















