Harta Tak Berutang: Kepala BGN Dadan Hindayana Dicopot Prabowo

Misteri Pencopotan Kepala BGN: Sorotan Harta Kekayaan dan Jejak Karier Dadan Hindayana

Keputusan mengejutkan datang dari Istana Kepresidenan, di mana Presiden Prabowo Subianto secara resmi mencopot Dadan Hindayana dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Langkah ini sontak memicu rasa ingin tahu publik, tak terkecuali mengenai latar belakang dan aset kekayaan Dadan Hindayana yang kini menjadi sorotan.

Profil Singkat Dadan Hindayana: Akademisi Menjelma Birokrat

Dadan Hindayana, yang lahir di Garut pada tahun 1967, bukanlah sosok asing di dunia akademis dan birokrasi. Dengan fondasi pendidikan yang kokoh, ia meraih predikat lulusan terbaik dari Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tahun 1990. Ambisinya tak berhenti di situ, ia melanjutkan studi doktoralnya di Jerman dan memperoleh gelar doktor (Dr. rer. Hort) di bidang Entomologi Terapan dari Universitas Gottfried Wilhelm Leibniz Hannover pada tahun 2000.

Sebelum memimpin Badan Gizi Nasional, Dadan telah mengukir jejak karier yang panjang di dunia pendidikan tinggi. Ia dikenal sebagai dosen di Departemen Proteksi Tanaman IPB dan pernah memegang berbagai posisi strategis, termasuk Direktur Pengembangan Institusi dan Usaha IPB periode 2003–2008, serta Ketua STPK Banau Halmahera Barat dari tahun 2014 hingga 2022. Kontribusinya dalam pengabdian masyarakat juga tidak luput dari pengakuan, terbukti dengan penerimaan penghargaan Satyalancana Karya Satya XXX Tahun pada tahun 2023.

Kekayaan Dadan Hindayana: Angka dan Aset yang Terkuak

Menariknya, di tengah isu pencopotan, Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Dadan Hindayana yang dilaporkan pada 14 Maret 2025 untuk periode awal menjabat, mengungkap total kekayaan sebesar Rp 9,02 miliar. Angka ini memberikan gambaran mengenai aset yang dimiliki oleh mantan Kepala BGN tersebut.

Rincian kekayaan Dadan Hindayana adalah sebagai berikut:

  • Tanah dan Bangunan: Merupakan aset terbesar dengan nilai mencapai Rp 5,9 miliar. Aset ini tersebar di dua lokasi strategis, yaitu di Kota dan Kabupaten Bogor.
  • Alat Transportasi: Dadan tercatat memiliki koleksi kendaraan senilai Rp 1,4 miliar. Koleksi ini meliputi tiga unit mobil, yaitu Mazda CX-5, Honda HR-V, dan Mazda CX-3.
  • Harta Bergerak Lainnya: Selain aset properti dan kendaraan, ia juga melaporkan harta bergerak lainnya senilai Rp 322,4 juta.
  • Kas dan Setara Kas: Dana tunai dan setara kas yang dimiliki Dadan tercatat sebesar Rp 1,4 miliar.
  • Utang: Menariknya, dalam laporan LHKPN tersebut, Dadan Hindayana tercatat tidak memiliki kewajiban utang.

Pengalaman Menjadi Kepala BGN: Antara Program dan Sorotan Media

Meskipun memiliki rekam jejak akademis dan birokrasi yang cemerlang, Dadan Hindayana sempat mengungkapkan rasa “penyesalan” atas satu hal selama setahun menjabat sebagai Kepala BGN. Bukan karena beban pekerjaan, melainkan karena intensitas sorotan media yang belum pernah ia alami sebelumnya.

“Akhirnya sudah satu tahun selalu dikejar-kejar wartawan. Makanya saya ditanya, menyesal enggak jadi kepala badan? Menyesal jadi terkenal,” ujar Dadan sambil tersenyum pada 19 Agustus 2025. Pernyataan ini menggambarkan tantangan baru yang ia hadapi di luar zona nyamannya sebagai akademisi.

Selama masa kepemimpinannya, Dadan juga sempat menjadi sorotan publik terkait pengelolaan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia pernah menyampaikan rencana pengembalian anggaran sebesar Rp 70 triliun kepada negara, dengan alasan proyeksi penyerapan yang tidak sepenuhnya tercapai dalam tahun berjalan. Di sisi lain, ia menginformasikan bahwa Rp 99 triliun lainnya telah berhasil diserap untuk pelaksanaan program tersebut.

Pergantian Kepemimpinan di BGN

Pencopotan Dadan Hindayana dari posisi Kepala BGN menimbulkan pertanyaan mengenai alasan di baliknya, terutama mengingat masa jabatannya yang belum genap dua tahun. Ia dilantik oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo pada 19 Agustus 2024 melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 94P Tahun 2024.

Posisi Kepala BGN kini diisi oleh Nanik S Deyang, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi. Pergantian mendadak ini tentu akan terus menjadi topik perbincangan hangat di kalangan publik dan pemerhati kebijakan.

Posting Terkait

JANGAN LEWATKAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *