YUTELNEWS.com | Kab. Bandung Barat – Memasuki usia ke-9, RSUD Cikalongwetan didorong untuk tidak sekadar bertambah usia, tetapi juga terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Pesan tersebut disampaikan Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail saat menghadiri peringatan HUT ke-9 RSUD Cikalongwetan. Ia menilai momentum ulang tahun harus menjadi ruang evaluasi sekaligus pijakan untuk melakukan pembenahan secara berkelanjutan. Senin, (10/8/2026).
Menurut Jeje, masyarakat membutuhkan rumah sakit yang tidak hanya memiliki fasilitas dan teknologi memadai, tetapi juga mampu menghadirkan pelayanan yang cepat, mudah diakses, profesional, dan manusiawi.
“Sembilan tahun harus menjadi momentum untuk berbenah,” tegas Jeje.
Salah satu hal yang menjadi perhatian Bupati adalah kedisiplinan dokter spesialis dalam menjalankan jadwal pelayanan.
Jeje meminta persoalan jadwal dokter tidak sampai berdampak pada masyarakat yang membutuhkan pelayanan, terlebih bagi pasien yang datang dari wilayah yang jauh.
“Jangan sampai masyarakat datang dari jauh-jauh, tetapi kesulitan menemui dokter karena persoalan jadwal pelayanan. Saya minta jadwal pelayanan dokter spesialis diperhatikan,” ujarnya.
Direktur RSUD Jadi Penggerak Pembenahan
Dalam momentum tersebut, posisi Direktur RSUD Cikalongwetan dr. H. Wishnu Pramulo Ady, M.H.Kes. menjadi penting dalam menerjemahkan arahan pemerintah daerah ke dalam langkah konkret di lingkungan rumah sakit.
Di bawah jajaran manajemen, pembenahan pelayanan tidak hanya menyangkut aspek medis, tetapi juga bagaimana membangun budaya kerja yang disiplin, solid, profesional, dan berorientasi kepada kebutuhan pasien.
Jeje menegaskan, rumah sakit tidak mungkin memberikan pelayanan maksimal jika setiap unsur bekerja sendiri-sendiri.
Dokter, perawat, bidan, tenaga kesehatan, tenaga administrasi, manajemen, hingga unsur pendukung lainnya harus berada dalam satu gerak dan tujuan yang sama.
“Tidak ada pelayanan yang dapat berjalan tanpa kerja sama. Semua harus bergerak dalam satu tujuan, yaitu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” katanya.
Jeje juga meminta agar pelayanan di RSUD Cikalongwetan mengedepankan empati dan kemanusiaan. Menurutnya, pasien bukan sekadar penerima layanan, melainkan masyarakat yang datang dengan harapan mendapatkan pertolongan.
Karena itu, keramahan, ketulusan, dan rasa nyaman menjadi bagian yang tidak boleh dipisahkan dari profesionalisme tenaga kesehatan.
Pemkab Siapkan Dukungan
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, kata Jeje, akan terus memberikan dukungan terhadap pengembangan fasilitas pelayanan kesehatan.
Sejumlah aspek menjadi perhatian, mulai dari digitalisasi pelayanan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, penguatan sarana dan prasarana, hingga tata kelola rumah sakit yang transparan dan akuntabel.
Jeje juga mengungkapkan telah menerima sejumlah masukan terkait kebutuhan dan pengembangan RSUD Cikalongwetan. Masukan tersebut akan ditindaklanjuti secara bertahap sesuai kemampuan dan kewenangan pemerintah daerah.
Ia sekaligus memberikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan dan pegawai RSUD Cikalongwetan yang selama sembilan tahun telah menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat.
“Memberikan pelayanan kesehatan bukan pekerjaan yang mudah. Dibutuhkan kesabaran, ketulusan, profesionalisme, dan semangat untuk terus belajar serta memberikan yang terbaik,” tutur Jeje.
Bukan Sekadar Rumah Sakit yang Besar
Memasuki tahun kesembilan, Jeje berharap RSUD Cikalongwetan tidak berhenti mengejar kemajuan dari sisi fasilitas dan teknologi.
Lebih dari itu, rumah sakit harus membangun reputasi melalui kualitas pelayanan.
Ia ingin RSUD Cikalongwetan dikenal sebagai rumah sakit yang ramah dalam pelayanan, cepat merespons kebutuhan masyarakat, profesional dalam bekerja, dan tulus dalam memberikan pengabdian.
Harapan tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi Direktur RSUD Cikalongwetan dr. H. Wishnu Pramulo Ady, M.H.Kes. bersama seluruh jajaran untuk menjaga ritme pembenahan dan memastikan peningkatan pelayanan benar-benar dirasakan masyarakat.
“Bukan hanya semakin besar, tetapi semakin baik. Bukan hanya semakin lengkap fasilitasnya, tetapi semakin humanis pelayanannya. Dan bukan hanya semakin maju rumah sakitnya, tetapi semakin besar manfaatnya bagi masyarakat,” ujar Jeje.
Peringatan HUT ke-9 RSUD Cikalongwetan pun menjadi momentum untuk memperkuat kembali komitmen seluruh insan rumah sakit.
Sebab, ukuran keberhasilan sebuah rumah sakit pada akhirnya bukan hanya dilihat dari gedung, fasilitas, maupun teknologi yang dimiliki, tetapi dari seberapa besar masyarakat merasa dilayani, dibantu, dan dihargai ketika datang mencari pertolongan.
Dengan semangat tersebut, RSUD Cikalongwetan diharapkan mampu memasuki tahun-tahun berikutnya dengan pelayanan yang semakin kuat, profesional, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat Kabupaten Bandung Barat.
Dien Yoyo























