AMBON-MALUKU, YUTELNEWS.COM —”Berita yang dimuat di salah satu media online terkait anggota Satgas PKH Masariku 733/Pattimura Ambon di kawasan Gunung Botak dinilai merupakan pemberitaan sepihak yang belum terverifikasi kebenarannya pada, Senin (31/08/2026).
Narasi tersebut diduga dibangun oleh oknum kelompok tertentu yang sengaja membangun opini dan menuduh tanpa bukti yang sah, seakan-akan “Maling teriak Maling” untuk membalikkan fakta di hadapan publik.
Konteks pergesekan yang terjadi perlu diketahui secara utuh. Di areal longsoran, Jalan Putus, Tanah Merah telah berulang kali terjadi ketegangan.
Diduga oknum dari kelompok tersebut kerap melakukan pemaksaan untuk masuk ke lokasi pengamanan, bahkan terlibat konflik di areal tersebut.
Lebih jauh lagi, kelompok yang sama, diduga pernah melakukan penganiayaan terhadap salah satu anggota Satgas yang sedang bertugas menjaga keamanan di wilayah tersebut.
Ketika anggota Satgas mengambil tindakan pengamanan sesuai prosedur dan aturan yang berlaku, pihak-pihak tersebut justru mencari celah, mengatas namakan masyarakat untuk menyalahkan aparat.
Mereka berteriak seakan TNI yang bertugas telah melakukan kesalahan terhadap warga, padahal sebenarnya merekalah yang berupaya melanggar aturan, memaksakan kehendak, dan mengganggu ketertiban di kawasan yang seharusnya dijaga bersama.
Pola menyerang institusi ini bukan kali pertama terjadi di Gunung Botak. Selalu muncul narasi, rekaman, atau isu yang menargetkan aparat yang bertugas tanpa melalui mekanisme klarifikasi yang benar.
Hal ini dinilai sebagai upaya sistematis untuk mendis kreditkan TNI di wilayah rawan, yang dapat mengganggu stabilitas keamanan serta tugas negara di lapangan.
Satgas PKH Masariku 733 menegaskan tetap berkomitmen menjalankan tugas secara profesional,” tegasnya.
Media diminta melakukan verifikasi ganda dan mengonfirmasi langsung ke Komando Satgas sebelum mempublikasikan berita berdampak publik.
Pihak institusi juga akan berkoordinasi dengan pihak berwenang guna menelusuri siapa yang sengaja memutar balikkan fakta dan menyebarkan informasi yang merusak citra institusi.
Masyarakat di himbau cerdas dalam memilah informasi, tidak mudah terprovokasi oleh narasi sepihak, dan tetap mendukung upaya pengamanan di kawasan Gunung Botak, longsoran.
Dan Jalan Putus yang kini di cap sebagai areal zona merah. “TNI adalah kita. Jaga nama baik institusi, jaga Gunung Botak tetap aman,” demikian pesan Satgas.
(TIM,A1. TERPERCAYA.)







































