BANDUNG -YUTELNEWS.com// Kerusuhan dan kericuhan antar suporter seperti yang terjadi pada laga Persija vs Persita dan kericuhan yang terjadi di Ciamis, memicu keprihatinan dan sorotan luas dari berbagai pihak.
Hal ini menjadi bukti masih lemahnya sistem pengamanan di beberapa stadion di Indonesia.
Menanggapi hal tersebut, Ketua KONI Kabupaten Bandung, H Yana Suryana, menilai kerusuhan-kerusuhan antar suporter sejatinya sudah tidak boleh terjadi pada pertandingan sepakbola, apalagi di kasta tertinggi sepakbola Indonesia yakni BRI Super League.
Menurutnya, sepakbola seharusnya menjadi hiburan dan tontonan menyenangkan bagi pecinta sepakbola dan para suporter, termasuk menjadi hiburan yang nyaman bagi keluarga dan anak-anak.
Yana yang juga dikenal para bobotoh dengan julukan Ustadz Persib, memberikan masukan kepada panitia penyelenggara (panpel) pertandingan sepakbola di stadion-stadion di Indonesia agar dapat mencontoh standar operational prosedur (SOP) sistem pengamanan di Stadion Si Jalak Harupat Kabupaten Bandung.
“Kericuhan seperti yang terjadi di laga Persija vs Persita sebenarnya dapat diminimalisir jika penyelenggara pertandingan mengacu pada SOP yang diterapkan di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung,” ujar Yana kepada awak media, Minggu (18/10/2026).
Ia menyebut, sistem pengamanan Stadion Si Jalak Harupat sangat luar biasa dan salah satu yang terbaik di Indonesia. Salah satu kunci utamanya, kata dia, terletak pada soliditas Forkopimda yang dimotori Bupati Bandung KDS.
yang bahu membahu menyukseskan setiap even di stadion ini.
Selain itu, Yana menjelaskan, keberhasilan Stadion Si Jalak Harupat dalam menjaga keamanan dan ketertiban tak lepas dari konsistensi penerapan SOP yang sangat ketat namun tetap humanis.
“Sejak Kapolresta Bandung Pak Kusworo, kemudian Pak Aldi dan sekarang Pak Tri menerapkan SOP-nya luar biasa. Sehingga dalam even apapun baik Piala Dunia, Liga atau pun even nasional maupun internasional itu aman dan nyaman,” ungkapnya.
Buktinya, Jalak Harupat telah sukses menjadi tuan rumah berbagai ajang bergengsi, mulai dari Piala Dunia U-17, pertandingan Liga, hingga ajang internasional seperti FIFA Asean Cup 2026 yang baru saja berlangsung.
“Di Jalak Harupat itu nyaman buat bobotoh, nyaman buat suporter tamu, dan nyaman juga buat tim yang bertanding. Kenapa? Karena penerapan SOP-nya luar biasa,” tambah Yana.
Salah satu keunggulan SOP di Jalak Harupat adalah pemeriksaan berlapis yang dilakukan oleh unsur kepolisian dan TNI di pintu masuk. Bukan hanya barang bawaan yang diperiksa, tetapi kondisi fisik suporter juga menjadi perhatian.
“Salah satu biang kericuhan, maaf banyak dipicu oleh adanya suporter yang berada di bawah pengaruh alkohol. Yang terindikasi mabuk atau sekadar tercium bau alkohol dari napasnya, langsung diminta pulang dan tidak diizinkan masuk ke stadion,” ujar Ustadz Persib.
Langkah ini terbilang efektif karena dapat meminimalisir potensi gesekan dan kericuhan sehingga setiap laga yang digelar si Jalak Harupat selalu berjalan kondusif, aman, dan nyaman bahkan untuk penonton keluarga sekalipun.
“Saya kira Stadion Si Jalak Harupat layak dijadikan model dan contoh bagi stadion-stadion lain di Indonesia dalam menerapkan pola keamanan dan kenyamanan penonton,” pungkas Yana. (**)
Yans.


























