SEDANAU – NATUNA, YUTELNEWS.COM — Setelah lima hari tertahan akibat gangguan teknis pada sistem kemudi, KM Sabuk Nusantara 36 akhirnya menyelesaikan proses perbaikan dan dijadwalkan kembali melanjutkan pelayaran pada Jumat, 30 Oktober 2026.

Kapal tersebut bersandar di Pelabuhan Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna, sejak 24 Oktober 2026, setelah mengalami kerusakan pada enam baut daun kemudi sebelah kanan. Kendala teknis tersebut berdampak pada jadwal keberangkatan dan kelancaran operasional pelayaran kapal perintis tersebut.
Proses perbaikan dilakukan di Ranai, sebelum komponen kemudi dipasang kembali pada Kamis (29/10/2026). Pemasangan melibatkan penyelam lokal Sedanau, Sayid Suhaimi, bersama tim, dan rampung sekitar pukul 13.30 WIB.

Selesainya pekerjaan tersebut menjadi tahapan penting sebelum kapal kembali menjalankan layanan transportasi laut antarpulau. Sistem kemudi merupakan salah satu komponen vital dalam manuver kapal, sehingga kondisi teknisnya menjadi perhatian penting dalam mendukung keselamatan dan kelancaran pelayaran.
Kapten Konfirmasi Jadwal Keberangkatan

Berdasarkan konfirmasi awak media kepada Kapten KM Sabuk Nusantara 36, Galih Prakasawisnu, S.M., melalui pesan WhatsApp pada Kamis (29/10/2026) pukul 18.50 WIB, kapal dijadwalkan bertolak dari Pelabuhan Sedanau pada Jumat (30/10/2026) pukul 07.00 WIB.
Mengacu pada dokumen jadwal KM Sabuk Nusantara 36 Voyage 27 Tahun 2026 yang dibagikan kepada awak media, kapal diperkirakan tiba di Midai pada pukul 14.00 WIB dan dijadwalkan melanjutkan pelayaran pada pukul 18.00 WIB menuju Tarempa.
Selanjutnya, kapal dijadwalkan tiba di Tarempa pada Sabtu (31/10/2026) pukul 07.00 WIB, sebelum kembali bertolak pada pukul 09.00 WIB menuju Letung.
Jadwal tersebut menjadi informasi penting bagi masyarakat, khususnya pengguna jasa angkutan laut yang mengandalkan kapal perintis sebagai sarana konektivitas antarpulau di wilayah Natuna dan sekitarnya.
Peran Strategis Transportasi Laut
Kehadiran KM Sabuk Nusantara 36 memiliki arti penting bagi mobilitas masyarakat kepulauan, distribusi logistik, serta konektivitas wilayah pesisir dan pulau-pulau terluar. Gangguan operasional kapal tidak hanya berdampak pada jadwal perjalanan penumpang, tetapi juga berpotensi memengaruhi rantai distribusi barang dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Dengan selesainya perbaikan, operasional kapal diharapkan kembali berjalan sesuai jadwal, dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan pelayaran dan kesiapan teknis kapal.
Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi dari pihak kapal sebelum melakukan perjalanan. Pasalnya, jadwal dan rute pelayaran dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi operasional dan pemberitahuan resmi pihak terkait.
Darmansyah
Kepala Biro Natuna
YUTELNEWS.COM





















