Ledakan Bom PD II Biak: 5 Potongan Tubuh Ditemukan di Pantai

Tragedi Ledakan Bom Perang Dunia II di Biak: Korban Bertambah, Pencarian dan Sterilisasi Terus Berlangsung

Insiden ledakan bom peninggalan Perang Dunia II yang mengguncang Kompleks Perikanan, Jalan Walter Monginsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, memasuki hari ketiga dengan upaya pencarian korban dan sterilisasi lokasi yang intensif. Tim gabungan yang terdiri dari Polres Biak Numfor, TNI, Basarnas, dan Gegana Polda Papua bekerja tanpa lelah untuk memastikan keselamatan publik dan mengamankan area berbahaya.

Hingga Selasa (2/6/2026), jumlah korban jiwa akibat ledakan tersebut dilaporkan bertambah menjadi enam orang. Korban terbaru adalah seorang ibu rumah tangga bernama Mina Puadi (51), warga Kompleks Perikanan itu sendiri, yang meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RSUD Biak. Kepergian almarhumah meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat setempat. Jenazah almarhumah kemudian diberangkatkan menuju Kabupaten Kepulauan Yapen untuk dimakamkan, didampingi oleh pihak keluarga serta pejabat daerah yang turut melepas kepergiannya.

Perkembangan Pencarian Korban

Fokus utama tim gabungan saat ini masih diarahkan pada pencarian tiga korban yang hingga kini belum ditemukan. Area pencarian difokuskan pada “ring dua,” yang mencakup wilayah pantai dan perairan di sekitar lokasi ledakan. Tim Basarnas telah melaporkan temuan signifikan berupa lima potongan serpihan tubuh baru di area ini, yang selanjutnya akan menjalani proses identifikasi lebih lanjut. Upaya pencarian terus dilakukan dengan harapan dapat menemukan seluruh korban yang hilang.

Sterilisasi Area Berbahaya

Sementara itu, “ring satu,” area tepat di titik ledakan, masih dinyatakan belum aman dan ditutup untuk umum. Tim Jibom Gegana Polda Papua terus melakukan sterilisasi mendalam karena diduga masih terdapat bahan peledak lain yang berpotensi menimbulkan ledakan susulan. Kehati-hatian ekstra diterapkan untuk mencegah insiden serupa terulang.

Temuan Bahan Peledak Baru

Dalam upaya sterilisasi yang dilakukan pada hari ketiga, tim Jibom Polda Papua berhasil menemukan dan memusnahkan sejumlah bahan peledak peninggalan perang. Barang bukti yang berhasil diamankan dan dimusnahkan meliputi:

  • Satu granat nanas
  • Satu granat manggis

Sebelumnya, aparat keamanan juga telah mengamankan dua proyektil yang amunisinya telah diambil dengan metode digerinda. Total bahan peledak yang berhasil diamankan oleh Jibom Gegana Polda Papua hingga saat ini mencakup dua proyektil, dua granat nanas, dan satu granat manggis, yang semuanya telah melalui proses disposal atau pemusnahan.

Korban Luka-luka

Selain korban jiwa, data yang berhasil dihimpun mencatat sebanyak 18 orang mengalami luka-luka akibat ledakan tersebut. Dari jumlah tersebut, satu korban masih menjalani perawatan inap di RSUD Biak, sementara 16 lainnya telah menjalani rawat jalan dan terus dalam pemantauan medis.

Imbauan Keselamatan Publik

Menyikapi situasi yang masih berisiko, Kapolres Biak Numfor kembali menegaskan imbauan kepada seluruh masyarakat untuk tidak mendekati area “ring satu.” Kondisi lokasi yang belum sepenuhnya steril dan masih menyimpan potensi bahaya menjadi alasan utama larangan tersebut.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk segera melaporkan kepada pihak berwajib apabila menemukan benda mencurigakan yang diduga merupakan bom atau bahan peledak lainnya. Kesadaran dan kerja sama masyarakat sangat krusial dalam mencegah jatuhnya korban lebih lanjut dan memastikan kelancaran proses penanganan oleh tim gabungan.

“Kami mengimbau kepada masyarakat apabila mengetahui, melihat ataupun menyimpan barang-barang yang diduga bisa membahayakan seperti bom dan bahan peledak lainnya agar segera memberitahukan kepada pihak aparat keamanan karena bisa membahayakan masyarakat maupun aparat gabungan yang sedang bekerja,” ujar Kapolres dalam keterangan persnya.

Upaya pemulihan dan penanganan pasca-ledakan ini menunjukkan komitmen kuat dari berbagai pihak untuk menjaga keamanan dan keselamatan warga Biak Numfor.

Posting Terkait

JANGAN LEWATKAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

NEWS FEED