Dituding Serobot Lahan Warga, PT MMI Serahkan Penanganan Kasus ke Proses Hukum

Natuna | YUTELNES.com — Manajemen PT MMI akhirnya angkat bicara dan memberikan klarifikasi resmi atas tudingan dugaan penyerobotan lahan milik warga yang terjadi di Desa Kelarik Utara, Kabupaten Natuna. Pihak perusahaan menegaskan komitmennya untuk menghormati mekanisme hukum yang kini sedang berjalan.

Direktur PT MMI, Ady Indra Pawennari, menyampaikan bahwa laporan yang telah dibuat oleh salah seorang warga bernama Baharudin merupakan hak konstitusional setiap warga negara yang harus dihormati oleh semua pihak.

“Pak Baharudin sudah menyampaikan laporan secara resmi. Kami menghargai langkah tersebut dan menyerahkan sepenuhnya penanganan persoalan ini melalui jalur hukum yang berlaku,” ujar Ady dalam keterangannya, Rabu (17/12/2025).

Ady menegaskan, sebagai investor yang telah menanamkan modal dan menunjukkan keseriusan berusaha di Kabupaten Natuna, PT MMI tidak memiliki kepentingan untuk melakukan tindakan yang merugikan masyarakat, terlebih yang berpotensi menimbulkan konflik agraria.

Menurutnya, investasi yang dijalankan perusahaan justru diarahkan agar memberikan manfaat bersama, baik bagi masyarakat sekitar, pemerintah daerah, maupun negara.

“Setiap investasi harus membawa dampak positif, membuka peluang ekonomi, serta memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah dan nasional. Prinsip itulah yang kami pegang selama beroperasi di Natuna,” jelasnya.

Ady yang juga tercatat sebagai pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Pusat kemudian memaparkan kronologi awal masuknya PT MMI dalam kegiatan penambangan pasir kuarsa di wilayah Kelarik Utara sejak tahun 2023.

Ia menjelaskan bahwa lokasi yang direncanakan sebagai tempat pembangunan fasilitas pencucian pasir kuarsa berada cukup jauh dari akses jalan utama dan memerlukan waktu tempuh sekitar 3,5 jam berjalan kaki melewati kawasan semak belukar yang relatif padat.

“Saat awal peninjauan lokasi, kami tidak menemukan adanya tanaman atau tanda-tanda pengelolaan lahan yang menunjukkan kepemilikan aktif oleh masyarakat,” ungkapnya.

Berdasarkan kondisi tersebut, PT MMI kemudian melakukan koordinasi dengan Pemerintah Desa Kelarik Utara untuk menyampaikan rencana investasi sekaligus melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat yang memiliki lahan di sekitar area rencana kegiatan.

“Seluruh tahapan kami lakukan sesuai prosedur. Prinsip kami jelas, tidak ingin menggunakan lahan masyarakat tanpa mekanisme ganti rugi yang sah. Bahkan lahan Pak Baharudin yang masuk dalam wilayah penambangan telah kami lakukan ganti rugi,” katanya.

Terkait lahan yang kini menjadi objek laporan, Ady menjelaskan bahwa berdasarkan informasi awal dari Pemerintah Desa Kelarik Utara, lahan tersebut tidak tercatat memiliki pemilik yang sah.

Atas dasar itu, pemerintah desa memberikan izin kepada PT MMI untuk melanjutkan pembangunan fasilitas pencucian pasir kuarsa, dengan kesepakatan bahwa apabila di kemudian hari muncul klaim kepemilikan dari warga, maka penyelesaiannya akan dilakukan melalui mekanisme ganti rugi.

“Pak Baharudin kemudian datang dan mengaku sebagai pemilik lahan dengan menunjukkan fotokopi sertipikat hak milik tahun 2001. Namun setelah dilakukan pengecekan titik koordinat, lokasi dalam sertipikat tersebut tidak berada di area yang dipersoalkan,” terang Ady.

Untuk menghindari potensi permasalahan hukum di kemudian hari, pihak PT MMI menyarankan agar yang bersangkutan berkoordinasi dengan Kepala Desa Kelarik Utara serta Kantor Pertanahan Kabupaten Natuna guna memperjelas status dan letak lahan dimaksud.

“Kami bahkan membantu dengan meminjamkan dana sebesar Rp10 juta untuk pengurusan sertipikat agar proses ganti rugi bisa dilakukan secara resmi. Namun setelah sertipikat terbit, nilai ganti rugi yang diminta mencapai Rp50 ribu per meter persegi, di luar perhitungan dan kesepakatan awal,” ujarnya.

Menanggapi kemungkinan penyelesaian secara kekeluargaan, Ady menyatakan bahwa PT MMI tetap membuka ruang dialog dan musyawarah, namun juga menghormati pilihan hukum yang telah ditempuh oleh pelapor.

“Kami terbuka terhadap penyelesaian secara baik-baik. Namun karena persoalan ini sudah masuk ke proses hukum, tentu kami menghormati mekanisme yang sedang berjalan,” pungkasnya.

Red: Darmansyah

Warga Pulau Panjang Natuna Kembali Suarakan Kebutuhan Mendesak Pelabuhan

Yutelnews.com
Natuna – Kecamatan Pulau Panjang, Kabupaten Natuna, hingga kini masih menghadapi keterbatasan infrastruktur transportasi laut. Belum tersedianya pelabuhan yang layak membuat aktivitas masyarakat bergantung pada pompong kecil, yang berisiko tinggi terutama saat cuaca tidak bersahabat. Kondisi ini mendorong warga kembali menyuarakan tuntutan kepada pemerintah agar segera merealisasikan pembangunan pelabuhan.

Tokoh masyarakat Serasan, Ilham, menegaskan bahwa pelabuhan bukan sekadar fasilitas penunjang, melainkan kebutuhan mendesak yang menyangkut keselamatan jiwa. Selama ini, warga Pulau Panjang harus menggunakan pompong dengan ongkos sekitar Rp30.000 per orang untuk mencapai kapal penumpang maupun melakukan perjalanan antarwilayah.

Pada Rabu, 17 Desember 2025, kondisi laut terpantau relatif tenang dengan angin yang bersahabat, sehingga proses naik kapal dapat dilakukan dengan lebih aman. Namun, situasi tersebut tidak mencerminkan kondisi sehari-hari. Saat angin kencang dan gelombang tinggi, masyarakat kerap kesulitan bahkan hanya untuk mendekatkan pompong ke kapal. Risiko terpeleset, terjatuh ke laut, hingga kecelakaan serius selalu mengintai.

Dalam kondisi tertentu, orang sehat saja sudah kesulitan naik kapal. Apalagi jika ada warga yang sakit dan membutuhkan pertolongan segera, ini sangat memprihatinkan,” ujar salah seorang warga Pulau Panjang.

Kesulitan tersebut semakin terasa ketika kapal penumpang seperti KM Sabuk Nusantara 48, yang dijadwalkan sandar sekitar pukul 01.30 WIB, harus melayani naik-turun penumpang tanpa dukungan pelabuhan yang memadai. Minimnya fasilitas keselamatan membuat proses tersebut menjadi sangat berisiko, terutama pada malam hari.

Masyarakat Pulau Panjang berharap pemerintah daerah, provinsi, hingga pemerintah pusat tidak lagi menunda pembangunan pelabuhan. Keberadaan pelabuhan dinilai krusial untuk menjamin keselamatan transportasi laut, mempercepat akses layanan kesehatan, serta membuka peluang peningkatan ekonomi dan konektivitas wilayah kepulauan terluar.

Warga menegaskan bahwa aspirasi ini bukan sekadar keluhan, melainkan seruan kemanusiaan agar negara hadir secara nyata di wilayah perbatasan dan kepulauan. (Reporter:Bani)

Banyak Meter Dicabut, Warga Duga SPAM Sedanau Gagal, PDAM Beri Klarifikasi

Natuna – YUTELNEWS.com
Beredarnya pesan singkat melalui aplikasi WhatsApp yang beredar luas di sejumlah grup publik telah memunculkan dugaan adanya kegagalan dalam pelaksanaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Sedanau. Dugaan tersebut mencuat seiring informasi mengenai pencabutan sejumlah meter air pelanggan oleh petugas, sehingga menimbulkan polemik serta beragam penafsiran di tengah masyarakat.

Informasi tersebut diketahui telah tersebar secara masif dan dibagikan ke sejumlah grup WhatsApp publik, di antaranya Berita Natuna Group dan CCTV-nya Masyarakat Natuna, yang masing-masing beranggotakan kurang lebih 1.000 orang. Awak media YUTELNEWS.com mengetahui peredaran pesan tersebut karena turut tergabung dalam grup-grup WhatsApp dimaksud.

Dalam pesan yang beredar,  menyampaikan pernyataan bernada dugaan sekaligus pesimisme terhadap keberlangsungan program SPAM Sedanau. Adapun isi pesan tersebut berbunyi:

“Nampaknya akan gagal air bersih SPAM Sedanau, karena sudah banyak yang diputuskan meterannya dan diambil oleh petugas. Kurang tahu apa permasalahannya. Kalau sudah banyak yang diputuskan dari rumah-rumah warga, berarti gagal lah. Padahal beberapa waktu lalu baru saja diresmikan oleh Bupati.”

Selain narasi teks, pesan WhatsApp yang beredar tersebut juga dilengkapi dengan sebuah foto yang ditampilkan sebagai bagian dari pesan. Foto tersebut beredar bersamaan dengan pesan di sejumlah grup WhatsApp publik dan menjadi salah satu materi informasi yang diterima oleh masyarakat.

Pesan tersebut kemudian menyebar luas dan memantik beragam asumsi serta spekulasi di tengah masyarakat, yang menilai bahwa proyek SPAM Sedanau tidak berjalan sebagaimana yang direncanakan maupun diharapkan.

Awak media YUTELNEWS.com mengetahui pesan tersebut mulai beredar pada Senin, 15 Desember 2025, sekitar pukul 18.20 WIB. Tidak berselang lama, awak media menerima sambungan telepon dari Ketua IWOI Kabupaten Natuna, Bahrullazi. Dalam komunikasi tersebut dilakukan sambungan telepon tiga arah antara awak media, Bahrullazi, dan Direktur Utama Perumda Tirta Nusa Kabupaten Natuna, Zaharuddin, S.Pd.

Dalam sambungan telepon tiga arah tersebut, Zaharuddin menegaskan bahwa narasi yang berkembang melalui pesan WhatsApp tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi faktual di lapangan. Ia menyampaikan bahwa pencabutan meter pelanggan di Kelurahan Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat, bukan disebabkan oleh kegagalan operasional SPAM, melainkan dilakukan atas dasar permintaan serta pernyataan langsung dari pelanggan yang bersangkutan.

Dalam kesempatan yang sama, Zaharuddin juga mengungkapkan bahwa dirinya sempat mencoba menghubungi langsung nomor yang diduga sebagai pengirim pesan WhatsApp yang beredar di grup publik tersebut. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil sebagaimana yang diharapkan.

“Ketika saya mencoba menelpon nomor tersebut, ternyata yang mengangkat telepon adalah orang lain, bukan yang bersangkutan,” ungkap Zaharuddin dalam sambungan telepon tiga arah itu.

Menurutnya, kondisi tersebut menimbulkan keraguan terhadap kejelasan sumber pesan yang beredar, sehingga informasi yang disampaikan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat apabila tidak segera diluruskan melalui klarifikasi resmi dan berimbang.

Guna memperkuat klarifikasi dan memastikan akurasi pemberitaan, sekitar pukul 20.15 WIB awak YUTELNEWS.com kembali mengonfirmasi Zaharuddin melalui sambungan telepon untuk memperoleh penjelasan yang lebih rinci dan komprehensif. Dalam kesempatan tersebut, awak media juga meminta bukti administrasi berupa surat pernyataan pelanggan terkait pencabutan meter air. Menindaklanjuti permintaan itu, Zaharuddin meminta salah satu karyawannya, untuk segera mengirimkan dokumen yang dimaksud kepada awak media.

Berdasarkan surat pernyataan yang diterbitkan oleh Perumda Tirta Nusa Kabupaten Natuna, disebutkan bahwa pencabutan meter dilakukan karena pelanggan menyatakan secara sadar dan sukarela tidak bersedia menjadi pelanggan SPAM Sedanau. Salah satu surat pernyataan tersebut ditandatangani oleh warga Sedanau bernama Hafizah, yang secara tertulis menyatakan penolakan untuk menjadi pelanggan Perumda Tirta Nusa Kabupaten Natuna.

Zaharuddin juga menjelaskan bahwa pada 12 November 2025 pihaknya telah melakukan pendataan sementara guna mengidentifikasi warga Sedanau yang bersedia menjadi pelanggan tetap maupun warga yang menyatakan penolakan. Bagi warga yang tidak bersedia, diwajibkan mengisi formulir pernyataan sebagai dasar administrasi. Selanjutnya, fasilitas meter air yang dicabut dari rumah warga yang menolak dialihkan kepada warga lain yang membutuhkan dan dipasang tanpa dipungut biaya.

Lebih lanjut, Zaharuddin menambahkan bahwa berdasarkan laporan petugas Perumda Tirta Nusa yang bertugas di Sedanau Andek” beliau menyampaikan masih terdapat sejumlah warga yang bersikap ragu-ragu atau belum mengambil keputusan secara final terkait pemanfaatan layanan air SPAM. Terhadap kelompok warga tersebut, pihak Perumda Tirta Nusa belum melakukan pencabutan meter dan memberikan ruang waktu agar warga dapat menentukan pilihan secara mandiri tanpa adanya paksaan.

Selain itu, Zaharuddin mengungkapkan bahwa sebagian warga menyampaikan alasan penolakan karena telah memiliki sumur sendiri atau telah lama menggunakan jasa air bor milik warga setempat. Alasan tersebut, menurutnya, disampaikan secara langsung oleh warga saat dirinya berada di lokasi pencabutan meter pelanggan.

Di lapangan, awak YUTELNEWS.com juga menghimpun beragam keterangan dari masyarakat terkait kebijakan biaya beban bulanan yang diterapkan. Sejumlah warga menyampaikan keberatan karena biaya beban tetap diwajibkan meskipun air belum mengalir secara maksimal atau belum dimanfaatkan secara optimal. Warga menilai ketentuan tersebut menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi minat masyarakat untuk berlangganan layanan SPAM Sedanau.

Masyarakat pun berharap kepada pihak terkait, khususnya Perumda Tirta Nusa dan pemerintah daerah, agar kebijakan biaya beban bulanan tersebut dapat ditinjau kembali atau dievaluasi, sehingga layanan SPAM Sedanau dapat lebih diterima dan dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat.

Selain faktor biaya, awak YUTELNEWS.com juga menemukan adanya warga yang memang tidak berminat menggunakan air SPAM karena telah lama mengandalkan jasa air bor setempat. Menurut warga, air bor yang digunakan selama ini dinilai telah mencukupi kebutuhan sehari-hari, bahkan dapat langsung digunakan sebagai air konsumsi.

Namun demikian, di sisi lain terdapat pula warga yang memilih tetap berlangganan air SPAM meskipun juga menggunakan jasa air bor. Warga menilai air SPAM sangat membantu untuk kebutuhan rumah tangga seperti mencuci dan keperluan nonkonsumsi lainnya, mengingat penggunaan air bor dinilai lebih boros. Selain itu, tarif air SPAM dianggap relatif lebih terjangkau per meter kubik, sehingga keberadaan SPAM dinilai dapat berfungsi sebagai pelengkap terhadap sumber air yang telah ada sebelumnya.

Sebagai penutup, Zaharuddin menjelaskan bahwa hingga saat ini air SPAM Sedanau belum dapat dioperasikan secara penuh karena masih terdapat sejumlah kendala teknis di area instalasi SPAM. Ia menyebutkan bahwa pihak Perumda Tirta Nusa sebelumnya telah menyampaikan kondisi tersebut kepada pihak Kecamatan Bunguran Barat guna menjalin koordinasi, kerja sama, serta pertukaran masukan, sehingga masyarakat Sedanau dapat memahami situasi yang tengah dihadapi.

Menurut Zaharuddin, kendala tersebut berkaitan dengan sistem instalasi serta aspek teknis pengaliran air. Apabila pengoperasian dipaksakan, kondisi tersebut berpotensi menyebabkan penurunan tekanan air dan berdampak pada gangguan bahkan kerusakan sarana serta sistem pendukung lainnya, yang risikonya dinilai lebih besar di kemudian hari.

“Untuk itu, sementara waktu kami terus berupaya menyelesaikan kendala teknis tersebut agar ke depan pengoperasian air dapat berjalan lebih optimal dan maksimal. Saat ini, itulah satu-satunya kendala yang masih kami hadapi,” pungkas Zaharuddin.

Redaksi:
Darmansyah
Kabiro Natuna
YUTELNEWS.com

12 Pokdakan di Kabupaten Limapuluh Kota Terima Bantuan Benih Ikan Mas dan Pakan melalui Pokok Pikiran Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat

Limapuluh Kota, YutelNews.com — CV Rahma Sentosa menyalurkan bantuan perikanan berupa 135.000 ekor bibit ikan dan 22,38 ton pakan ikan kepada 12 Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) di Kabupaten Limapuluh Kota. Penyaluran bantuan tersebut dilaksanakan pada Sabtu (13/8) dan Senin (15/8).

Serah terima bantuan benih dan pakan ikan dilakukan secara simbolis di Gedung Pertemuan Dinas Perikanan Kabupaten Limapuluh Kota. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Komisi II DPRD Provinsi Sumatera Barat, H. Ilson Cong, S.E., Dt. Mangguang, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat Marwan, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Limapuluh Kota Mohd. Siswanto, serta perwakilan Pokdakan penerima bantuan.

Bantuan bibit dan pakan ikan ini merupakan realisasi dari pokok pikiran (Pokir) Wakil Komisi II DPRD Provinsi Sumatera Barat, H. Ilson Cong, yang dianggarkan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat.

Adapun 12 Pokdakan penerima bantuan tersebut meliputi Pokdakan Noungun, Batang Jaya, Usaha Bersama, Piladang Saiyo, Minasago, Kincia Tuo, Gariang Batang, Rawang Balai, GPD Saiyo, Simato, Rezeki, dan Lubuk Mato Kucing.

Dalam sambutannya, H. Ilson Cong berharap bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan oleh kelompok pembudidaya ikan.

“Bantuan ini berasal dari pokok pikiran yang kami rangkum melalui kegiatan reses bersama masyarakat. Semua kebutuhan merupakan usulan dari kelompok yang memang membutuhkan. Mari kita jaga dan kembangkan kelompok masing-masing agar pertumbuhan ekonomi masyarakat semakin meningkat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kerja sama serta pengelolaan yang baik di tingkat kelompok agar bantuan tersebut benar-benar memberikan manfaat ekonomi bagi anggota Pokdakan.

Sementara itu, PPK Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat, Marwan, menyampaikan bahwa pada tahun 2025 sebanyak 60 kelompok akan menerima bantuan serupa berupa benih dan pakan ikan.

“Dengan adanya pembekalan dan bantuan ini, kami yakin Pokdakan mampu mengembangkan usaha di bidang perikanan. Bantuan ini bersumber dari pokok pikiran Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Sumatera Barat dari Fraksi NasDem,” jelasnya.

Menurut Marwan, keberhasilan program budidaya ikan sangat bergantung pada manajemen kelompok. Oleh karena itu, ia berharap para Pokdakan tidak menyia-nyiakan bantuan yang telah diberikan.

“Kunci keberhasilan budidaya ikan adalah manajemen kelompok yang baik. Kami berharap Pokdakan di Kabupaten Limapuluh Kota dapat berkembang pesat dan memberikan nilai ekonomi yang tinggi ke depannya,” tutupnya. (Ghiet)

APH Diminta Tindak Dugaan Jual Beli Buah Sawit Ilegal di Dusun Sri Pinang Kampung Rakyat

Yutelnews.com|| Labuhanbatu Selatan- aparat penegak hukum (APH) terkhususnya Polsek Kampung Rakyat diminta untuk segera menindak dugaan praktik ilegal jual beli buah kelapa sawit yang beroperasi di Dusun Sri Pinang, persis di pinggir Jalan Lintas Sumatera kecamatan kampung rakyat. Senin (15/12/2025)

Lokasi yang diduga sebagai gudang ilegal ini dilaporkan berada tidak jauh dari Kantor Polsek Kampung Rakyat, Kecamatan Kampung Rakyat, Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

praktik jual beli sawit ilegal ini dijalankan secara tertutup di dalam sebuah gudang yang dirancang untuk mengelabui pantauan publik, Gudang tersebut dilengkapi dengan pintu berupa tenda dan dipagari dengan seng di sekelilingnya, membuat aktivitas di dalamnya tidak terlihat dari luar

Modus yang digunakan adalah dengan memasukkan mobil truk pengangkut buah sawit langsung ke dalam gudang. Di dalam gudang tertutup itulah, proses “memangkas” atau membongkar dan menimbang buah sawit dari truk dilakukan secara tersembunyi.

Aktivitas ini menimbulkan kecurigaan bahwa buah sawit yang diperjualbelikan kemungkinan berasal dari sumber yang tidak resmi atau merupakan hasil dari penadahan, yang dapat dikategorikan sebagai tindakan pidana.

“Kami lihat truk-truk membawa buah sawit masuk, kemudian pintunya langsung ditutup. Kami menduga kuat ini adalah buah sawit yang tidak jelas asal-usulnya, bisa jadi sawit hasil curian atau sawit dari perkebunan dan toke-toke sawit itu lah bang,” ucap salah satu warga yang berada dilokasi tersebut.

Mengingat lokasi praktik ilegal ini yang sangat dekat dengan fasilitas kepolisian setempat, masyarakat berharap Polsek Kampung Rakyat dan jajaran Polres Labuhanbatu Selatan segera mengambil tindakan tegas.

APH diminta segera melakukan penggerebekan dan pemeriksaan terhadap legalitas gudang serta asal usul buah sawit yang diperjualbelikan.
Jika terbukti melanggar hukum, pelaku yang terlibat, baik pemilik gudang, pembeli, maupun pemasok, harus ditindak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Praktik jual beli sawit ilegal seperti ini berpotensi menjadi tempat penampungan hasil kejahatan pencurian sawit milik petani.
Aparat diminta untuk tidak membiarkan praktik ini terus berjalan tanpa pengawasan.

Anshori Pohan

Kasat Lantas Polres Natuna Hambel ke Masyarakat Natuna

Yutelnews.com||
Natuna, 12 Desember 2025 — Kasat Lantas Polres Natuna, Iptu Erwan Toni, terus menunjukkan komitmennya dalam membangun kedekatan dengan masyarakat melalui pendekatan humanis. Tidak hanya fokus pada tugas penegakan hukum dan pengaturan lalu lintas, ia juga aktif terjun langsung ke tengah masyarakat.

Salah satu bentuk nyata kedekatan tersebut diwujudkan melalui program Jumat Berkah, yang diisi dengan kegiatan sosial serta silaturahmi bersama para ulama, tokoh agama, dan sesepuh Melayu di Kabupaten Natuna. Program ini bertujuan mempererat hubungan emosional antara kepolisian dan masyarakat.

Pada Jumat (12/12/2025), Iptu Erwan Toni menyempatkan diri bersilaturahmi dengan Haji Di, tokoh agama sekaligus sesepuh Melayu yang dihormati masyarakat, di Masjid Ibnu Salim, Darat Ranai. Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan.

Dalam kesempatan itu, Kasat Lantas Polres Natuna menegaskan pentingnya saling menghormati, terutama kepada para tokoh agama dan orang tua yang telah berjasa dalam menjaga nilai-nilai keislaman serta kearifan lokal di Natuna. Ia juga menyampaikan bahwa peran ulama sangat strategis dalam mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

Iptu Erwan Toni berharap, melalui silaturahmi seperti ini, sinergi antara Polri dan masyarakat dapat semakin kuat. Dengan terjalinnya komunikasi yang baik, pesan-pesan keselamatan berlalu lintas dan ketertiban umum dapat lebih mudah diterima oleh masyarakat.

Sementara itu, Haji,Di menyambut baik kehadiran Kasat Lantas Polres Natuna dan mengapresiasi langkah Polri yang terus menjalin kedekatan dengan masyarakat secara santun dan penuh penghormatan. Ia berharap kegiatan positif seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.

Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa Polri hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat yang mengedepankan nilai kemanusiaan, kebersamaan, dan kepedulian sosial. Reporter :BANI

Bakamla RI Berangkatkan 70 Ton Bantuan Kemanusiaan ke Sumatra

YUTELNEWS.com
Batam, 11 Desember 2025 (Bakamla RI/Indonesia Coast Guard) – Bakamla RI secara resmi melepas keberangkatan KN. Pulau Nipah-321 yang membawa 70 ton bantuan kemanusiaan untuk disalurkan ke wilayah terdampak bencana di Sumatra melalui BPBA di Lhokseumawe. Pelepasan berlangsung di Dermaga 99 Batu Ampar, Batam, Kamis (11/12/2025).

Deputi Operasi dan Latihan Bakamla RI Laksda Bakamla Eko Wahjono melepas keberangkatan KN. Pulau Nipah-321 yang dikomandani Letkol Bakamla Andi Christy Mahendra. Kapal ini merupakan unsur kedua yang diberangkatkan setelah sebelumnya KN. Tanjung Datu-301 mengirimkan bantuan tahap pertama melalui KRI dr. Rajiman (992) untuk diteruskan menuju Sibolga.

Dalam sambutannya, Laksda Bakamla Eko Wahjono menyampaikan rasa prihatin atas musibah banjir yang melanda Aceh, Medan, dan Padang. Atas perintah Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Dr. Irvansyah, seluruh jajaran segera digerakkan untuk memberikan dukungan cepat.

“Tahap pertama telah dilakukan melalui KN. Tanjung Datu-301 yang menyalurkan kebutuhan pokok sebagai dukungan awal bagi saudara-saudara kita,” ujarnya.

Selain unsur operasi, keluarga besar Bakamla RI juga menggelar kegiatan ‘Ngamen Kepala Bakamla RI’, Bazar Peduli Sumatra, serta membuka donasi dari personel Bakamla RI di seluruh Indonesia. Gerakan spontan tersebut berhasil mengumpulkan donasi Rp 200 juta, yang telah diserahkan kepada Dana Kemanusiaan Media Nasional untuk diteruskan kepada masyarakat terdampak bencana.

Keberangkatan KN. Pulau Nipah-321 menjadi puncak rangkaian dukungan Bakamla RI. Kapal membawa berbagai kebutuhan mendesak seperti kebutuhan pangan, sanitasi dan kesehatan, pakaian, perlengkapan tidur, perlengkapan bayi dan wanita, serta perlengkapan darurat. Seluruh bantuan merupakan hasil kolaborasi masyarakat Batam, instansi terkait, serta keluarga besar Bakamla RI.

“Kami berharap bantuan ini dapat segera diterima dan membantu meringankan beban masyarakat di wilayah terdampak. Bagi Bakamla RI, menjaga laut juga berarti menjaga rakyat Indonesia,” ujarnya.

Laksda Eko Wahjono juga menyampaikan bahwa bantuan dari masyarakat Kepulauan Riau terus mengalir. Bakamla RI akan menggerakkan KN. Pulau Dana-323 untuk menampung dan mendistribusikan bantuan berikutnya. Masyarakat Kepri yang ingin memberikan bantuan dipersilakan datang ke Zona Bakamla Barat untuk didata dan ditampung.

Bakamla RI menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berdonasi dan mendukung kegiatan ini. Solidaritas yang terbangun menjadi bukti bahwa kepedulian dan kebersamaan tetap menjadi kekuatan besar bangsa.

Turut hadir pejabat utama Bakamla RI:
• Kepala Zona Bakamla Barat Laksma Bakamla Bambang Trijanto
• Direktur Operasi Laut Laksma Bakamla Lukman Kharish, S.T., M.Han

Autentifikasi: Pranata Humas Ahli Muda Mayor Bakamla Yuhanes Antara, S.Pd
Foto-foto: Humas Bakamla RI

Red: Darmansyah – Kabiro Natuna Yutelnews.com

Malam Ketika Adzan Menyelamatkan Kami: Kisah Nyata Banjir Aceh Tamiang

YUTELNEWS.com
Ditulis oleh :
Sahal Muhammad AR
Penyuluh Agama Islam – Aceh Tamiang

Penulis secara resmi memperbolehkan dan meminta agar kisah nyata ini diteruskan serta dimuat oleh berbagai media, termasuk YUTELNEWS.com.

Bertahan dalam Gelap, Berharap pada Tuhan

Kisah Nyata Banjir Aceh Tamiang, 26 November 2025

Aceh Tamiang Dilanda Banjir Besar

Banjir besar melanda Aceh Tamiang sejak Rabu dini hari, 26 November 2025. Angin kencang menumbangkan pepohonan, listrik padam, dan hujan deras sejak Selasa membuat wilayah Seruway, Sekerak, dan Bukit Rata mulai terendam.

Sekitar pukul 21.00, air tiba-tiba memasuki Kampung Dalam—wilayah yang selama ini tidak pernah terendam banjir. Arus deras dari pegunungan berubah menjadi banjir bandang dan hanya dalam hitungan menit menerobos masuk ke rumah-rumah warga.

Kami terpaksa mengungsi ke lantai dua. Listrik padam total, sinyal hilang, dan air terus naik hingga mencapai 1,5 meter pada Kamis pagi.

Arus Mengamuk, Rumah-Rumah Roboh

Arus semakin ganas. Beberapa rumah ambruk, termasuk sebuah gerai Alfamart yang runtuh dan seluruh isinya hanyut terbawa banjir. Makanan yang tersangkut di pagar dan atap rumah menjadi penyelamat bagi warga yang kelaparan.

Sejumlah narapidana dari Lapas setempat yang dilepas karena kondisi darurat mencari tempat berlindung. Meski sebagian warga takut menerima, beberapa toko justru membuka pintu. Para narapidana ini kemudian membantu warga dengan berenang mengumpulkan makanan apa pun yang tersangkut di tengah arus.

Menjelang waktu Asar, air mencapai tiga meter. Upaya menghubungi SAR dan BPBD hanya mendapat jawaban singkat:
“Evakuasi mandiri. Bertahan di lantai dua.”

Tidak ada perahu. Tidak ada helikopter. Tidak ada sirene penyelamat. Dalam situasi mencekam itu, seorang anak kecil dan seorang dewasa hanyut terbawa arus.

Adzan di Tengah Gelap

Malam semakin mencekam. Air hampir mencapai lantai dua. Dalam kegelapan, saya mengumandangkan adzan sekuat tenaga. Kami memohon agar Allah menurunkan pertolongan-Nya.

Ketika Subuh tiba, air berhenti naik. Kami menangis penuh syukur.

Bertahan Tanpa Bantuan

Stok makanan habis. Air minum tidak ada. Bayi-bayi menangis kehausan. Sebagian warga terpaksa merebus air banjir untuk bertahan hidup, sementara yang lain berusaha menampung air hujan agar bisa diminum.

Para narapidana terus membantu, menjemput makanan apa saja yang tersangkut di tengah arus deras demi menyelamatkan warga.

Air mulai surut perlahan sejak Jumat hingga Ahad, 30 November 2025. Saat tanah akhirnya terlihat, warga turun mencari apa pun yang masih tersisa.

Pada 3 Desember 2025, saya menuju Langsa. Ketika sinyal ponsel kembali, ratusan pesan dari keluarga dan sahabat memenuhi layar, semuanya cemas mencari kabar.

Pelajaran dari Musibah Ini

Musibah ini mengingatkan kita bahwa harta, rumah, dan kemewahan bisa hilang dalam sekejap. Yang tersisa hanyalah iman, keluarga, dan nyawa yang Allah selamatkan.

Kami warga Aceh Tamiang memohon kepada pemerintah dan pihak berwenang:

Turunlah melihat rakyatmu. Jangan biarkan bantuan terhambat birokrasi. Satu detik keterlambatan dapat merenggut satu nyawa.

Doa untuk Aceh Tamiang

Meski luka masih terasa, kami tetap mengucapkan:
Alhamdulillah.
Allah masih memberi kesempatan untuk hidup dan memperbaiki diri.

(Red: Darmansyah, Kabiro Natuna YUTELNEWS.com)

Diduga Menikam Ibunya, Anak Kandung Berstatus Pelajar SD Sebabkan Sang Ibu Tewas

YUTELNEWS.com||MEDAN — Seorang ibu rumah tangga berinisial FS (42) meninggal dunia diduga akibat ditikam oleh anak kandungnya, AL (12), yang masih berstatus pelajar sekolah dasar. Peristiwa tragis ini terjadi di rumah mereka di kawasan Medan Sunggal, Jalan Dwikora Bangun Rejo, Rabu (10/12/2025) dini hari.

Menurut informasi yang dihimpun di lokasi, FS mengalami sejumlah luka tusukan senjata tajam. Seorang warga menyebut korban ditikam berkali-kali pada bagian tangan dan punggung. “Kira-kira sekitar dua puluh luka tusukan,” ujar salah seorang warga.

Peristiwa bermula ketika FS tidur bersama dua anaknya, AJ dan AL, di lantai satu rumah. Suami korban saat itu berada di kamar lantai dua. Sekira pukul 04.30 WIB, AJ berteriak memanggil ayahnya. Saat turun ke lantai satu, sang ayah melihat AL memegang pisau, sementara FS sudah dalam kondisi lemas.

Hingga Rabu siang, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi. Warga serta kerabat mulai berdatangan ke rumah duka.

Kepala lingkungan setempat, Tono, mengatakan dugaan sementara motif penyerangan dipicu rasa tersinggung. Sebelum kejadian, FS sempat memarahi AJ. Hal itu diduga membuat AL sakit hati hingga melakukan penikaman. “Itu yang disampaikan suami korban kepada saya. Untuk alasan dimarahinya, saya tidak tahu,” ujar Tono.

Terkait jumlah luka tusukan, Tono mengaku tidak mengetahui pasti. Ia hanya melihat luka pada tangan korban. “Kalau soal jumlah tusukan, saya tidak tahu. Yang saya lihat hanya luka di tangan. Darah memang berceceran di beberapa titik,” terangnya.

Tono menambahkan, hubungan FS dan anak-anaknya selama ini terlihat baik. AL yang merupakan anak bungsu bahkan dikenal dekat dengan ibunya. “Setiap hari ibunya yang mengantar AL ke sekolah. Selama ini tidak ada masalah,” ujarnya.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif pasti dan kronologi lengkap insiden tersebut.

Sebelumnya, berita mengenai peristiwa ini telah lebih dulu diterbitkan oleh media Bin-ri.id pada 10 Desember 2025. YUTELNEWS.com, setelah melakukan komunikasi melalui telepon dan memperoleh izin pada 11 Desember 2025 pukul 15.20 WIB, kembali menerbitkan berita ini.

Motivasi dan Harapan:
Peristiwa ini diharapkan menjadi pelajaran bagi seluruh anak-anak di Indonesia agar tidak bertindak ceroboh atau mengikuti emosi sesaat. Hormatilah ibu yang telah melahirkan, membesarkan, dan merawat kita dalam suka maupun duka. Sebagai anak, sudah selayaknya kita memperlakukan orang tua sebagaimana kita ingin diperlakukan, dengan kasih sayang dan penghargaan.

( Darmansyah
Kabiro Natuna
YUTELNEWS.com )

Aksi Donasi Kemanusiaan MAN 2 Natuna untuk Korban Banjir Sumatra Berlanjut atas Permintaan Warga

NATUNAYUTELNEWS.com
Sedanau, 9 Desember 2025 — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Natuna kembali menunjukkan kepedulian sosial melalui penggalangan dana untuk membantu korban banjir di Sumatra. Kegiatan ini melibatkan guru, tenaga pendidik, OSIM, serta seluruh siswa MAN 2 Natuna.

Berawal dari Inisiatif Siswa Kelas 10

Aksi ini berawal dari ide siswa kelas 10 yang kemudian disampaikan kepada Kepala Madrasah. Menurut KAMAD Qomariya, S.Pd.I, gagasan tersebut langsung disambut baik.

“Ketika siswa menyampaikan gagasan ini, saya segera merespons dan menyarankan agar kegiatan diambil alih OSIM agar jangkauannya lebih luas, tidak hanya di lingkungan MAN 2 tetapi juga masyarakat Sedanau,” ujar beliau melalui sambungan telepon kepada YUTELNEWS.com.

Menindaklanjuti arahan tersebut, OSIM MAN 2 Natuna yang dipimpin Ketua OSIM Nanda Wulandari bergerak cepat menyusun koordinasi lapangan bersama guru dan tenaga pendidik.

Aksi Dipusatkan di Jalan Poros Sedanau

Penggalangan dana dipusatkan di Kelurahan Sedanau, tepatnya sepanjang Jalan Poros Jenderal Sudirman. Tim OSIM turun ke titik-titik strategis, seperti simpang empat dan area ramai lintas kendaraan.
Selain itu, beberapa siswa juga melakukan penggalangan dana dari rumah ke rumah warga.

Diperpanjang Berkat Antusiasme Masyarakat

Awalnya kegiatan ini direncanakan hanya berlangsung pada Selasa, 9 Desember 2025. Namun, melihat antusiasme masyarakat yang besar dan usulan untuk melanjutkan aksi, pihak madrasah memutuskan memperpanjang kegiatan hingga Rabu, 10 Desember 2025.

“Kami bersyukur masyarakat Sedanau sangat mendukung. Karena itu, kegiatan kami lanjutkan agar lebih banyak bantuan dapat disalurkan kepada korban banjir di Sumatra,” jelas KAMAD Qomariya.

Donasi Akan Disalurkan Melalui Rekening Tanggap Bencana Kanwil Kemenag Kepri

Dalam keterangannya, pihak madrasah juga memastikan bahwa seluruh dana yang terkumpul akan disalurkan melalui Rekening Tanggap Bencana Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau.
Hal ini sejalan dengan instruksi Kanwil Kemenag Kepri yang juga sedang melakukan penggalangan dana dari ASN di lingkungan Kemenag.

Sebagai satuan pendidikan di bawah naungan Kemenag Kepri, MAN 2 Natuna menyalurkan bantuan melalui jalur resmi yang sama, sehingga distribusi donasi akan terkoordinasi, transparan, dan tepat sasaran.

“Kami ingin memastikan bahwa hasil penggalangan dana siswa dan warga disalurkan melalui mekanisme resmi Kemenag Kepri. Dengan demikian, bantuan ini dapat diteruskan bersama donasi ASN untuk membantu saudara-saudara kita di wilayah terdampak,” ujar pihak madrasah.

Dukungan Luas dan Dampak Pendidikan Sosial

Pantauan YUTELNEWS.com menunjukkan tingginya antusiasme warga Sedanau. Banyak warga memberikan dukungan langsung, menilai aksi ini sebagai contoh nyata semangat gotong royong.

Pihak sekolah juga menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya bentuk kepedulian, tetapi juga sarana pendidikan karakter bagi para siswa dalam membangun empati, tanggung jawab sosial, dan kepekaan terhadap isu kemanusiaan.

Pesan dan Harapan KAMAD

“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi. Kepada para siswa, teruslah berbuat baik karena dunia ini sudah dipenuhi orang hebat, tetapi masih sangat membutuhkan orang-orang yang peduli. Semoga kegiatan ini menumbuhkan kepekaan sosial di hati kalian, dan semoga langkah kecil kita hari ini menjadi manfaat besar bagi para korban banjir,” ujar KAMAD Qomariya.

MAN 2 Natuna berharap donasi yang terkumpul dan disalurkan melalui Kanwil Kemenag Kepri dapat menjadi harapan serta penguat bagi masyarakat Sumatra yang terdampak musibah banjir.

Red: Darmansyah
Kabiro Natuna YUTELNEWS.com

IKBB Natuna untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar: Ukhuwah Kebangsaan di Tengah Musibah Banjir

NATUNA-YUTELNEWS.com
Ranai, 8 Desember 2025 — Gerakan kemanusiaan kembali menggema dari Natuna. Ikatan Keluarga Besar Bunguran Barat (IKBB) Natuna resmi menyalurkan bantuan untuk masyarakat Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang tengah menghadapi bencana banjir. Aksi peduli ini menjadi bukti bahwa nilai kebangsaan, solidaritas, dan rasa kemanusiaan tetap hidup dan mengalir di tengah masyarakat daerah perbatasan.

Penggalangan bantuan yang dimulai pada Rabu, 3 Desember 2025, hingga Minggu, 7 Desember 2025, berhasil menghimpun:

Enam karung pakaian layak pakai

Donasi uang tunai sebesar Rp 6.500.000,-

Seluruh bantuan merupakan bentuk partisipasi dan gotong royong keluarga besar IKBB Natuna. Gerakan ini tidak hanya merefleksikan semangat persaudaraan sesama perantau, tetapi juga mempertegas bahwa masyarakat Natuna menjunjung tinggi nilai kemanusiaan lintas daerah.

Dalam perspektif Islami yang sederhana, gerakan ini menjadi pengejawantahan dari anjuran untuk saling membantu dalam kebaikan dan ketakwaan. Namun, bingkai nasional tetap menjadi ruh utama aksi kemanusiaan ini.

Bantuan pakaian telah diserahkan ke Posko Sekretariat Prawiro Indonesia Garuda Merah Putih di Jalan Pramuka untuk diteruskan ke wilayah terdampak, sedangkan donasi uang disalurkan melalui BAZNAS agar penyalurannya lebih terarah dan tepat sasaran.

Tujuan Gerakan

Gerakan peduli ini digelar dengan misi:

Meringankan beban masyarakat terdampak banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar.

Memperkuat jaringan persaudaraan kebangsaan, khususnya antara warga Natuna dan saudara di wilayah Sumatra.

Menumbuhkan spirit gotong royong dan kepedulian sosial, yang selama ini menjadi identitas kuat masyarakat Indonesia.

Spirit kemanusiaan yang dihidupkan IKBB sejalan dengan prinsip nasional bahwa setiap warga negara memiliki kewajiban moral untuk hadir ketika daerah lain sedang membutuhkan.

Pernyataan Ketua IKBB & Anggota DPRD Natuna

Ketua IKBB, Dardani, S.IP, yang juga menjabat sebagai Anggota DPRD Kabupaten Natuna dari Fraksi Gerindra, Komisi I, memberikan apresiasi tinggi atas semangat masyarakat yang terlibat dalam gerakan kemanusiaan ini.

Dalam keterangannya, Dardani menegaskan bahwa nilai sebuah bantuan tidak pernah terletak pada jumlahnya, melainkan pada ketulusan dan kesadaran kolektif dalam merawat persatuan bangsa.

“Bukan besar kecilnya bantuan yang menjadi tolok ukur. Yang paling bermakna adalah keikhlasan, kebersamaan, dan kesediaan untuk saling menguatkan. Uluran tangan yang lahir dari hati yang tulus—sekecil apa pun—akan membawa keberkahan, baik bagi yang memberi maupun yang menerima,” tegasnya.

Sebagai wakil rakyat, ia juga menekankan bahwa masyarakat Natuna selalu memiliki kepekaan nasional yang tinggi.

“Kita ini bagian dari Indonesia yang besar. Ketika Aceh, Sumut, dan Sumbar dilanda musibah, maka itu adalah duka bangsa. Karena itu, apa yang dilakukan IKBB adalah bentuk partisipasi aktif menjaga ruh kebangsaan, memperkuat rasa kebersamaan, dan menghadirkan Natuna dalam ruang solidaritas nasional,” ujar Dardani.

Ia berharap gerakan serupa terus digelorakan, agar masyarakat Natuna tidak hanya kuat dalam persaudaraan lokal, tetapi juga hadir sebagai elemen bangsa yang peduli terhadap sesama di seluruh wilayah Indonesia.

Harapan

Melalui penyaluran bantuan ini, IKBB berharap:

Bantuan dapat menjadi dukungan moral dan material bagi masyarakat yang tengah berjuang pascabencana.

Gerakan kepedulian sosial dapat terus hidup dan berkembang sebagai tradisi mulia di tengah masyarakat Natuna.

Solidaritas IKBB semakin kokoh dan mampu menjadi inspirasi bagi komunitas lainnya.

Dengan semangat kebangsaan dan nilai keikhlasan yang sederhana namun bermakna, IKBB Natuna menegaskan bahwa kepedulian tidak mengenal batas wilayah — ia melintas dari Natuna menuju Aceh, Sumut, hingga Sumbar, menyatukan hati dalam satu napas kemanusiaan.

Red: Darmansyah Kabiro Natuna
Yutelnews.com

Penyaluran BLTS Kesra 2025 di Kantor Pos Sedanau Dikontrol Secara Sosial oleh Kecamatan dan Kelurahan

NATUNA-YUTELNEWS.com
Sedanau, Bunguran Barat – Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Subsidi Kesejahteraan Rakyat (BLTS Kesra) Tahun 2025 resmi dilaksanakan melalui Kantor Pos Giro Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna. Penyaluran bantuan ini dimulai sejak 26 November 2025 dan dijadwalkan berakhir pada 11 Desember 2025.

Kegiatan penyaluran turut dihadiri oleh pihak Kecamatan Bunguran Barat dan Kelurahan Sedanau sebagai bentuk kontrol sosial, guna memastikan bantuan benar-benar tersalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima.

Kehadiran jajaran kecamatan dan kelurahan tersebut bukan dalam kapasitas pengawasan teknis, melainkan sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial pemerintah wilayah, agar proses penyaluran berjalan tertib, aman, transparan, dan tepat sasaran, serta menghindari potensi kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Pernyataan Camat Bunguran Barat dan PPKS Kelurahan Sedanau

Camat Bunguran Barat, Bahtiar, S.Pd.SD, menyampaikan bahwa kehadiran pihak kecamatan dalam penyaluran BLTS Kesra merupakan bentuk tanggung jawab moral dan sosial pemerintah wilayah.

“Kehadiran kami di sini bukan untuk melakukan pengawasan teknis, melainkan sebagai bentuk kontrol sosial dan dukungan moril agar proses penyaluran berjalan tertib, aman, dan tepat sasaran. Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat penerima,” ujar Bahtiar.

Sementara itu, pihak PPKS Kelurahan Sedanau juga menyampaikan bahwa pemerintah kelurahan terus melakukan pendampingan dan koordinasi dengan RT, RW, serta pemerintah desa agar pendataan penerima bantuan semakin akurat.

“Kami terus berupaya memastikan data penerima bantuan benar-benar sesuai dengan kondisi masyarakat di lapangan. Harapan kami, ke depan pendataan semakin baik dan bantuan benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan,” ungkap perwakilan PPKS Kelurahan Sedanau.

Dasar Penyaluran BLTS Kesra 2025

Pelaksanaan penyaluran ini merujuk pada Surat Tugas dan Instruksi Bayar PT Pos Indonesia (Persero) Nomor: 636/SDM/Umum/1125 tertanggal 20 November 2025 dari Kantor Tanjungpinang. Dalam surat tersebut, PT Pos Indonesia (Persero) mendapat kepercayaan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia untuk menyalurkan BLTS Kesra Tahun 2025.

Adapun besaran bantuan yang diterima masyarakat adalah sebesar Rp300.000 per bulan per KPM, yang diberikan sekaligus sebesar Rp900.000 per periode bantuan, sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam surat tugas tersebut juga ditetapkan sejumlah petugas PT Pos Indonesia yang mendapat penugasan langsung untuk melakukan penyaluran di berbagai wilayah, termasuk wilayah kerja Pos Sedanau, dengan masa tugas terhitung mulai 21 November 2025 hingga selesai.

Yutelnews.com Konfirmasi Langsung ke Pimpinan Pos Sedanau

Awak Yutelnews.com melakukan konfirmasi langsung kepada Pimpinan Pos Sedanau, Dian Saputra, S.IP, terkait teknis dan jumlah penerima bantuan, pada Senin, 8 Desember 2025, pukul 14.20 WIB.

Dalam keterangannya, Dian Saputra, S.IP mengungkapkan bahwa jumlah penerima BLTS dari Kementerian Sosial RI melalui Pos Giro Sedanau sebanyak 668 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berdasarkan data NIK dan KTP.

“Wilayah kerja Pos Sedanau mencakup 1 kelurahan dan 14 desa yang tersebar di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Bunguran Barat, Kecamatan Pulau Tiga Barat, dan Kecamatan Pulau Tiga,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa batas akhir penyaluran BLTS adalah tanggal 11 Desember 2025. Setelah tanggal tersebut, penyaluran dinyatakan selesai sesuai ketentuan yang telah ditetapkan oleh pusat.

Kendala Penyaluran di Lapangan

Lebih lanjut, Dian Saputra, S.IP menyampaikan sejumlah kendala dalam proses penyaluran. Salah satunya adalah penerima yang secara data NIK dan KTP berdomisili di wilayah Sedanau, namun pada kenyataannya berada di luar Provinsi Kepulauan Riau, seperti di Kalimantan.

Untuk penerima yang berada di luar wilayah Provinsi Kepri, bantuan tidak dapat diambil di luar daerah. Namun bagi penerima yang masih berada di wilayah Kepri, bantuan masih dapat diambil di kantor pos setempat dengan syarat melampirkan surat keterangan dari RT, RW, atau pemerintah desa sesuai alamat KTP.

Selain itu, bagi penerima yang sudah meninggal dunia namun masih terdaftar dalam data NIK, maka bantuan tersebut tidak dapat dicairkan, karena tidak lagi memenuhi persyaratan administrasi sebagai penerima manfaat.

Bantuan Bersifat Sementara dan Tidak Permanen

Dalam kesempatan tersebut, Dian Saputra, S.IP juga menegaskan bahwa bantuan BLTS Kesra bersifat sementara dan tidak permanen.

“Bantuan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah untuk membantu meringankan beban masyarakat dalam kondisi tertentu, namun tidak bersifat tetap atau berkelanjutan setiap waktu. Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan bantuan ini sebaik-baiknya sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Harapan Warga terhadap Bantuan Sosial

Di lapangan, awak Yutelnews.com juga menemukan berbagai harapan dari sejumlah warga terkait bantuan sosial dari Kementerian Sosial RI. Warga berharap, apabila ke depan masih ada program bantuan lanjutan, proses pendataan dan verifikasi dilakukan dengan lebih cermat, teliti, dan adil.

Menurut warga, masih banyak masyarakat kurang mampu yang belum tersentuh bantuan dan sangat berharap dapat turut merasakan program bantuan seperti BLTS ini. Sementara itu, bagi masyarakat yang telah menerima bantuan, mereka menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Republik Indonesia atas perhatian dan kepedulian yang diberikan kepada masyarakat kecil.

Penyaluran Berjalan Tertib dan Kondusif

Secara keseluruhan, proses penyaluran BLTS Kesra di Kantor Pos Giro Sedanau berlangsung dengan tertib, aman, dan kondusif. Pemerintah kecamatan dan kelurahan berharap agar bantuan ini benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan kebutuhan dasar dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat penerima manfaat.

Redaksi:
Darmansyah
Kabiro Natuna – Yutelnews.com

DPP ORASI Adukan Pelaksana Proyek Perluasan Gedung Kejari OKI ke Kejati Sumsel

Yutelnews.com.Sumsel.Senin,1 Desember 2025. Pembangunan proyek perluasan gedung kejaksaan negeri Kayu Agung kabupaten OKI menuai kritik dari aktivis sumatra selatan, seperti disampaikan dalam release Orasi , bahwasanya perluasan gedung kejaksaan negeri kabupaten OKI bersumber dari dana APBN tahun 2025, dengan nominal Rp.14 Milyar lebih. Dengan pelaksana proyek CV Olen Putra yang merupakan perusahaan kontruksi dari Bengkulu, artinya pelaksana proyek berasal dari  luar sumatera selatan.

Masih berdasarkan Release yang di keluarkan oleh DPP Orasi menyebutkan bahwa banyak kejanggalan dalam proses pembangunan proyek tersebut yang sangat patut diduga melanggar undang – undang dan syarat muatan korupsi, hal tersebut seperti diantaranya :
Pekerja proyek yang tidak menggunakan alat pelindung diri (APD)
Kolom praktis yang seharusnya dicor beton hanya diisi batu bata, ini bukan kesalahan kecil, ini pengirangan volume,pelanggaran spesifikasi dan penghinaan terhadap standar kontruksi.
Penggunaan semen bertuliskan ” BULOG 50 Kg, tanpa merek yang jelas, tanpa standar SNI.

dari hal tersebut DPP Orasi membuat laporan aduan resmi kepada Kejaksaan tinggi Sumatera Selatan.
Seperti disampaikan oleh kordinator aksi, Fendi SB. “Kami mempertanyakan fungsi pengawasan ,pemantauan terhadap pengerjaan proyek tersebut, lebih miris lagi proyek tersebut berada di lingkungan kejaksaan negeri kabupaten OKI”.

Sementara itu ketua umum Orasi, Adi ZA meminta Kejaksaan tinggi Sumatera Selatan segera memanggil dan memeriksa direktur cv olan putra beserta pihak pihak terkait dalam proyek pembangunan perluasan gedung kejaksaan negeri kabupaten OKI. Selain itu juga meminta dilakukanya audit fisik dan audit keuangan terhadap pekerjaan proyek yang didanai dari anggaran APBN tahun 2025 sebesar Rp.14 milyar tersebut.

Terakhir Adi ZA mengatakan bahwa dibalik setiap pembangunan, ada amanah negara, dibalik setiap rupiah anggaran, ada keringat rakyat  dan dibalik setiap penyimpangan ada potensi kerugian uang negara yang harus diusut tanpa pandang bulu.

Aksi yang dimulai pukul 09.30 itu di terima oleh saudari Vanny selaku seksi penkum Kejaksaan tinggi Sumatera Selatan. Dalam sambutanya mengucapkan apresiasi kepada peserta aksi dan akan menyampaikan laporan aduan itu langsung kepada kepala kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan karena laporan aduan itu berada dilingkungan kejaksaan negeri kabupaten OKI.

Setelah penyerahan berkas laporan aduan masa membubarkan diri dengan tertib tepat pukul 10.30 wib.
(Fen)

Respons Cepat Brimob Polda Riau : Dua Korban Banjir Ditemukan di Agam

Pekanbaru – yutelnews.com ||
Personel Satuan Brimob Polda Riau yang tergabung dalam BKO Aman Nusa II kembali menunjukkan respons cepat dalam penanganan bencana banjir yang melanda wilayah Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Pada pukul 14.10 WIB, petugas menemukan dua korban banjir, seorang ibu dan anak, di kawasan Kampung Kunyik, Kecamatan Palembayan.
Senin (01/12/2025)

Korban masing-masing diketahui bernama Fany Rama Putri (31) dan putranya Faris Al-Fatih (6). Keduanya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah terseret arus banjir yang melanda area pemukiman.

Setelah ditemukan, personel Brimob segera melakukan proses evakuasi dan membawa kedua jenazah ke Mushola Baitul Ikhlas TPA/MDA Jorong Subarang untuk penanganan lebih lanjut oleh pihak terkait.

Dansat Brimob Polda Riau, Kombes Pol I Ketut Gede Adi Wibawa, S.I.K, menyampaikan bahwa seluruh personel Brimob yang diterjunkan terus bekerja maksimal di lapangan guna membantu masyarakat yang terdampak bencana.

“Kami turut berduka cita atas korban yang ditemukan hari ini. Personel di lapangan tetap melakukan penyisiran di titik-titik rawan dan memastikan setiap laporan masyarakat ditindaklanjuti dengan cepat. Brimob hadir untuk memberikan bantuan kemanusiaan dan memastikan keselamatan warga,” ujarnya.

Hingga saat ini, tim Brimob Polda Riau bersama unsur SAR lainnya masih melanjutkan operasi pencarian dengan menyisir area terdampak banjir. Kondisi medan yang licin serta adanya material lumpur tidak mengurangi semangat personel untuk mengefektifkan upaya penyelamatan dan penanganan bencana.|| AS

Malaysia.Minggu

07.12.2025 yutelnews.com||Alhamdulillah pihak PERMEBAM telah melalukan meeting persama Perwakilan Duta Besar Indonesia di Malaysia (KBRI), yang di hadiri oleh Datuk Mansyur, Bang Azhar dan Billy M.A dari pihak Permebam dan Wakil Duta Besar (DUBES) Pak Danang Waskito dan Pak Taufik dari pihak KBRI.

Informasi yang kami dapatkan dari pihak KBRI bahwa hari ini Bapak Presiden Indonesia Prabowo Subianto baru saja sampai di Aceh dan telah disambut oleh Gubernur Aceh Bapak Muzzakir Manaf.

Hasil pertemuan kami tadi, Pak Danang menyebutkan bahwa untuk pengiriman barang dari Port Klang Malaysia ke Krueng Geukeuh, Aceh, Indonesia melalui kapal laut swasta yang dijangka akan terkumpul sebanyak 500 TON dan akan disponsori oleh pihak tertentu masih belum bisa diproses dalam waktu terdekat, dikarenakan ada beberapa faktor internal antara 2 negara, dan juga akan status bencana saat ini belum menjadi Status Bencana Nasional, dikarenakan belum ada izin dari luar negara untuk mengirimkan bantuan logistik langsung ke Indonesia, namun kendati demikian kita bisa menunggu dan masih ada harapan supaya izin ini pengiriman logistik ini diberikan kemudahan dan titik terang oleh Pak Presiden Prabowo ketika bertemu dengan Pak Gubernur Aceh daripada Kesatuan Masyarakat Aceh di Malaysia ke Nanggroe Aceh.

Datuk Mansyur sendiri telah Mengirim surat ke Pihak Presiden agar memberikan kemudahan Niat Masyarakat Aceh, Pedagang, Konglomerat dan NGO di Malaysia untuk membantu rakyat di Nanggroe Aceh yang terdampak bencana banjir.

Mari kita sama sama Menunggu dan Berdoa agar Bapak Presiden Prabowo mau mengubah menjadi status bencana Nasional, sehingga bantuan dari luar negeri lebih mudah untuk kirimkan ke Aceh, Indonesia

Cukup sekian informasi yang bisa kami bagikan, atas doa, pengertian dan pemahaman masyarakat seluruhnya kami ucapkan ribuan terima kasih.

Pengurusi Permebam (Presiden Komuniti Aceh Malaysia)
*DATUK MANSYUR USMAN*
Wasalam.

husaini rambo

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.