MTQ ke-47 Sukabumi Menggema, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sampaikan Ucapan Selamat dan Dorong Penguatan Nilai Religius Masyarakat

YUTELNEWS.com | SUKABUMI ,Semarak Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-47 tingkat Kabupaten Sukabumi kian menggema dan menjadi sorotan berbagai kalangan. Kegiatan keagamaan ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga dinilai sebagai momentum strategis dalam memperkuat nilai-nilai religius di tengah masyarakat. Senin ( 4/5/2026 )

Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Sukabumi, Teddy Setiadi, menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas terselenggaranya MTQ ke-47. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini harus dimaknai lebih luas, bukan sekadar kompetisi membaca Al-Qur’an, melainkan sebagai gerakan moral dalam membangun generasi Qur’ani yang unggul.

“Selamat dan sukses atas pelaksanaan MTQ ke-47 Kabupaten Sukabumi. Ini bukan hanya ajang lomba, tetapi momentum besar untuk meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an serta memperkuat nilai-nilai religius dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Teddy Setiadi.

Menurutnya, di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis, tantangan terhadap nilai-nilai moral dan spiritual juga semakin kompleks. Oleh karena itu, MTQ diharapkan mampu menjadi sarana pembinaan yang efektif dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan berakhlak mulia.

Ia menekankan bahwa Al-Qur’an harus dijadikan sebagai pedoman hidup dalam setiap aspek kehidupan. Dengan menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai landasan, masyarakat diyakini akan mampu menghadapi berbagai tantangan zaman dengan lebih bijak dan berintegritas.

“Melalui MTQ ini, kita berharap lahir qari dan qariah terbaik yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat,” tambahnya.
Lebih lanjut, Teddy Setiadi

juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah daerah, tokoh agama, dan generasi muda, untuk terus mendukung dan menghidupkan kegiatan keagamaan seperti MTQ. Ia menilai, keberhasilan kegiatan ini tidak hanya diukur dari pelaksanaannya, tetapi juga dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat.

“MTQ jangan hanya berhenti pada seremoni tahunan. Harus ada keberlanjutan dalam membumikan nilai-nilai Al-Qur’an agar benar-benar menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Sukabumi,” tegasnya.

Antusiasme masyarakat dalam menyambut MTQ ke-47 pun terlihat begitu tinggi. Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus sarana syiar Islam yang mampu memperkuat kebersamaan dan persatuan di tengah masyarakat.

Dengan semangat MTQ ke-47, Kabupaten Sukabumi diharapkan tidak hanya melahirkan para juara dalam ajang tilawah, tetapi juga mencetak generasi Qur’ani yang menjadi pilar masa depan daerah—generasi yang berakhlak, berilmu, dan berdaya saing tinggi.

Reporter : Mirna
( Kabiro Sukabumi )

Panen Raya Bawang Merah BUMDes Cijalingan Sukses Besar! Hanya 60 Hari, Kini Jadi Harapan Baru Kebangkitan Ekonomi Warga

YUTELNEWS.com | Sukabumi ,Keseriusan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Cijalingan dalam membangun sektor pertanian akhirnya membuahkan hasil yang membanggakan. Program budidaya bawang merah yang dikembangkan secara mandiri bersama masyarakat sukses menggelar panen raya dengan hasil melimpah hanya dalam waktu sekitar 60 hari masa tanam. Minggu ( 3/4/2026 )

Keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata bahwa desa mampu berkembang dan mandiri melalui pengelolaan potensi lokal yang tepat sasaran. Di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang masih penuh tantangan, hadirnya program pertanian produktif ini menjadi angin segar sekaligus harapan baru bagi warga.

Hamparan lahan pertanian bawang merah yang sebelumnya digarap bersama masyarakat kini berubah menjadi sumber ekonomi yang menjanjikan.

Saat panen raya berlangsung, suasana penuh semangat terlihat jelas dari para petani dan warga yang turun langsung ke lahan untuk memanen hasil kerja keras mereka selama dua bulan terakhir.

Bawang merah hasil panen terlihat tumbuh subur dengan kualitas yang baik.
Hasil tersebut dinilai cukup memuaskan dan berpotensi memberikan keuntungan ekonomi bagi masyarakat maupun pengelola BUMDes.

Tidak sedikit warga yang mengaku bangga karena program yang dijalankan desa mampu menghasilkan sesuatu yang nyata dan bermanfaat.

Pengelola BUMDes Cijalingan menyampaikan bahwa program budidaya bawang merah ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan ketahanan pangan desa sekaligus menciptakan sumber penghasilan baru bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, hasil panen kali ini sangat menggembirakan.
Ini membuktikan bahwa pertanian masih menjadi sektor yang sangat potensial jika dikelola dengan serius dan melibatkan masyarakat secara langsung. Kami berharap program ini bisa terus berkembang dan menjadi kekuatan ekonomi baru bagi desa,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan panen raya tersebut tidak didapat secara instan.Mulai dari proses pengolahan lahan, pemilihan bibit, perawatan tanaman hingga masa panen dilakukan dengan penuh keseriusan dan kerja sama seluruh pihak.

Semangat gotong royong masyarakat menjadi salah satu faktor penting yang membuat program tersebut berhasil.

Selain menghasilkan komoditas pertanian, program ini juga dinilai mampu membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar. Banyak warga terlibat langsung dalam proses penanaman dan perawatan bawang merah sehingga memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi desa.

Program pertanian yang dijalankan BUMDes Cijalingan pun mendapat apresiasi dari masyarakat. Warga menilai langkah tersebut menjadi bukti bahwa desa bisa maju apabila memiliki program yang jelas dan berpihak kepada kebutuhan masyarakat.

“Ini bukan hanya soal panen bawang merah, tetapi tentang bagaimana desa bisa bangkit dan masyarakat punya harapan ekonomi yang nyata,” ungkap salah seorang warga.

Keberhasilan panen raya bawang merah tersebut kini mulai menjadi perhatian karena dianggap mampu menjadi contoh pengembangan ekonomi desa berbasis pertanian produktif. Banyak pihak berharap program seperti ini dapat terus dikembangkan agar desa-desa lain juga mampu memanfaatkan potensi lokal yang dimiliki.
BUMDes Cijalingan sendiri dikabarkan tidak akan berhenti sampai di sini.

Setelah sukses dengan budidaya bawang merah, pengelola berencana memperluas pengembangan sektor pertanian lainnya untuk memperkuat ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa desa tidak hanya mampu menjadi penonton dalam pembangunan ekonomi, tetapi juga bisa tampil sebagai pelaku utama yang menciptakan perubahan nyata bagi masyarakatnya.

Panen raya bawang merah ini akhirnya menjadi simbol keberhasilan kerja keras, kebersamaan, dan semangat membangun desa. Dari lahan pertanian sederhana, kini tumbuh harapan besar untuk masa depan ekonomi masyarakat yang lebih baik, mandiri, dan sejahtera.

Reporter : Mirna
( Kabiro Sukabumi )

Bukit Panenjoan Tenjojaya Meledak di Media Sosial, Jadi Buruan Wisatawan dan Konten Kreator Pemburu Citylight Sukabumi

YUTELNEWS.com | CIBADAK ,Kabupaten Sukabumi kembali memiliki destinasi wisata yang tengah viral dan ramai diperbincangkan di media sosial. Bukit Panenjoan yang berada di Desa Tenjojaya, Kecamatan Cibadak, kini menjadi magnet baru bagi wisatawan hingga para konten kreator yang berburu panorama citylight Sukabumi dari atas ketinggian, Sabtu (02/05/2026).

Keindahan panorama alam yang disuguhkan Bukit Panenjoan sukses mencuri perhatian publik. Dari atas bukit, pengunjung dapat menikmati hamparan permukiman warga, jalur utama Sukabumi Utara, hingga lalu lalang kendaraan yang terlihat begitu indah saat malam mulai tiba.

Gemerlap lampu kendaraan dan cahaya rumah warga menciptakan panorama citylight memukau yang kini menjadi daya tarik utama lokasi wisata tersebut. Tak heran jika Bukit Panenjoan mulai dipadati pengunjung, terutama kalangan anak muda dan para konten kreator yang sengaja datang untuk membuat konten foto maupun video estetik.

Ramainya unggahan di TikTok, Instagram, Facebook, hingga platform digital lainnya membuat nama Bukit Panenjoan Tenjojaya semakin viral dan dikenal luas masyarakat. Banyak konten kreator memanfaatkan panorama alam dari atas bukit sebagai latar video cinematic, fotografi, hingga konten wisata yang menarik perhatian warganet.

Selain panorama alam yang indah, suasana sejuk khas perbukitan juga menjadi alasan banyak wisatawan betah berlama-lama di lokasi tersebut. Pengunjung dapat menikmati momen matahari terbenam, udara malam yang dingin, hingga suasana tenang jauh dari hiruk pikuk perkotaan.

Tak hanya menjadi tempat wisata favorit, Bukit Panenjoan kini juga dikenal sebagai salah satu kemping ground hits di Sukabumi.

Area terbuka yang luas membuat banyak wisatawan memilih bermalam sambil mendirikan tenda dan menikmati panorama citylight dari atas bukit.

Menjelang malam, suasana di kawasan tersebut semakin ramai dipenuhi pengunjung dan komunitas camping. Banyak wisatawan berkumpul sambil menikmati kopi hangat, bersantai bersama sahabat, hingga membuat konten media sosial dengan latar gemerlap lampu Sukabumi.

“Tempatnya keren banget buat camping dan bikin konten. View malamnya luar biasa, citylight-nya bagus dan suasananya adem,” ujar salah seorang konten kreator yang datang ke lokasi.

Perlahan namun pasti, Bukit Panenjoan Tenjojaya kini menjelma menjadi destinasi wisata alternatif yang tengah naik daun di Kabupaten Sukabumi.

Keberadaan wisata tersebut diharapkan mampu mendongkrak sektor pariwisata lokal sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Dengan panorama alam memukau, suasana sejuk, serta pesona citylight yang viral di media sosial, Bukit Panenjoan Tenjojaya diprediksi akan terus menjadi salah satu destinasi wisata dan kemping ground favorit di Sukabumi.

Reporter : Mirna
( Kabiro Sukabumi )

Pemkab Sukabumi Berikan Beasiswa di Momentum Hardiknas 2026, Bupati Asep Japar: Wujudkan SDM Unggul dan Berdaya Saing

YUTELNEWS.com | SUKABUMI ,Pemerintah Kabupaten Sukabumi menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi unggul dan berdaya saing melalui pemberian beasiswa kepada para siswa berprestasi pada momentum Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Sabtu (2/5/2026).

Penyerahan beasiswa dilakukan langsung oleh Bupati Sukabumi H. Asep Japar usai Upacara Peringatan Hardiknas yang digelar di Lapang Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Kecamatan Cikembar.

Berdasarkan data yang dihimpun, penerima beasiswa terdiri dari siswa tingkat SD dan SMP yang memiliki prestasi di bidang keagamaan, khususnya para penghafal Al-Qur’an (hafiz dan hafizah).

Dalam sambutannya, Bupati Sukabumi H. Asep Japar menegaskan bahwa program beasiswa merupakan bagian nyata dari visi dan misi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), baik melalui pendidikan umum maupun pendidikan keagamaan.

“Peningkatan SDM menjadi salah satu prioritas kami. Karena itu pemerintah daerah terus menghadirkan program beasiswa di berbagai jenjang pendidikan,” ujar Bupati.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus menggulirkan berbagai program bantuan pendidikan untuk membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat agar dapat memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas.

“Pemda memberikan banyak beasiswa, baik untuk hafiz Al-Qur’an maupun program pendidikan lainnya. Bahkan sampai beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” ungkapnya.

Bupati juga menekankan bahwa peningkatan mutu pendidikan harus dibarengi dengan kemudahan akses pendidikan bagi seluruh anak-anak Kabupaten Sukabumi.

“Kami ingin membuka kesempatan seluas-luasnya bagi putra-putri Kabupaten Sukabumi untuk mendapatkan ilmu dan pendidikan terbaik demi masa depan yang lebih baik,” tegasnya.

Sementara itu, salah seorang penerima beasiswa hafiz Al-Qur’an, Azizah Noor Fitriani, mengaku bangga dan bersyukur atas penghargaan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Sukabumi.

Siswi kelas IX SMPN 1 Cikembar tersebut mengatakan, beasiswa yang diterimanya merupakan hasil dari proses seleksi yang cukup panjang dan penuh perjuangan.

“Alhamdulillah sangat senang bisa mendapatkan beasiswa ini. Prosesnya cukup panjang dan penuh perjuangan,” ujarnya.

Azizah mengungkapkan, dirinya telah menekuni hafalan Al-Qur’an sejak lama melalui pengajian rutin di lingkungan rumahnya. Berkat ketekunan tersebut, kini dirinya telah menghafal sekitar lima juz Al-Qur’an.

“Sudah cukup lama belajar menghafal Al-Qur’an di pengajian rumah. Insya Allah sekarang hafal lima juz,” pungkasnya.

Reporter : Mirna
( Kabiro Sukabumi )

Perkuat Infrastruktur Air Bersih, Perumda Tirta Jaya Mandiri Bangun Pondasi IPA di Nagrak

YUTELNEWS.com | SUKABUMI ,Upaya meningkatkan layanan air bersih bagi masyarakat terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Perumda Air Minum Tirta Jaya Mandiri. Salah satunya dengan pembangunan pondasi Instalasi Pengolahan Air (IPA) di wilayah Kecamatan Nagrak.

Proyek yang berlokasi di Kampung Cibodas, Desa Cisarua ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat infrastruktur air bersih, khususnya untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang terus meningkat. Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, pekerjaan tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp471.574.000 dengan waktu pelaksanaan selama 90 hari kalender.

Pembangunan pondasi IPA ini dikerjakan oleh CV Anugerah Prima Raharja pada tahun anggaran 2026. Proyek ini diharapkan menjadi fondasi awal bagi sistem pengolahan air yang lebih optimal dan berkelanjutan di kawasan tersebut.

Keberadaan IPA nantinya tidak hanya berfungsi sebagai sarana pengolahan air baku menjadi air layak konsumsi, tetapi juga menjadi solusi jangka panjang dalam menghadapi potensi krisis air bersih, terutama saat musim kemarau.

Masyarakat setempat menyambut baik pembangunan ini. Mereka berharap proyek dapat berjalan tepat waktu dan sesuai spesifikasi, sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan oleh warga.

Namun demikian, transparansi dan pengawasan tetap menjadi hal penting agar proyek berjalan sesuai rencana. Publik berharap tidak hanya pembangunan fisik yang diperhatikan, tetapi juga kualitas hasil akhir yang benar-benar mampu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Dengan adanya pembangunan pondasi IPA ini, Perumda Tirta Jaya Mandiri menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan pelayanan dasar kepada masyarakat, sekaligus memperkuat ketahanan air bersih di Kabupaten Sukabumi.

Reporter : Mirna
( Kabiro Sukabumi )

Menggema dari Warnajati! Pengajian Syariahan MUI Jadi Penguat Iman dan Pemersatu Warga

YUTELNEWS.com | SUKABUMI ,Suasana religius penuh khidmat menyelimuti Desa Warnajati, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Lantunan ayat suci dan tausiyah yang menggugah hati kembali terdengar dalam kegiatan pengajian syariahan yang digelar rutin oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Minggu ( 26/4/2026 )

Bukan sekadar agenda bulanan, pengajian ini telah menjelma menjadi denyut nadi pembinaan keagamaan masyarakat. Di tengah dinamika kehidupan modern, kegiatan ini hadir sebagai penyejuk sekaligus penguat iman, mempererat ukhuwah antara ulama, pemerintah desa, dan seluruh elemen masyarakat.

Kehadiran Kepala Desa Warnajati, Hilmi Nurhikmat, S.Pd., menjadi bukti nyata dukungan penuh pemerintah desa terhadap syiar Islam yang terus digelorakan.

Bersama pengurus MUI desa dan kecamatan, majelis taklim, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga aparatur desa, kegiatan ini berlangsung dengan penuh antusiasme.

Dalam sambutannya yang penuh semangat, Hilmi Nurhikmat menegaskan bahwa pengajian syariahan bukan hanya rutinitas, melainkan fondasi penting dalam membangun karakter masyarakat yang religius dan berakhlak.

“Ini bukan sekadar pengajian, tapi gerakan bersama untuk menjaga iman, memperkuat persatuan, dan membangun desa yang berkah. Kami akan terus berdiri bersama para ulama untuk menjaga Warnajati tetap harmonis dan religius,” tegasnya.

Materi yang disampaikan pun tidak sekadar teori, tetapi menyentuh langsung kehidupan sehari-hari mulai dari pemahaman syariat Islam, pembinaan akhlak, hingga solusi atas persoalan keagamaan yang dihadapi masyarakat.

Semangat kebersamaan yang terpancar dalam pengajian ini menjadi harapan besar bagi masa depan Desa Warnajati.

Dengan sinergi yang kuat antara ulama dan pemerintah, desa ini terus melangkah menjadi lingkungan yang tidak hanya maju, tetapi juga sarat dengan nilai-nilai keimanan dan kebersamaan.

Warnajati membuktikan: ketika iman dijaga, persatuan pun semakin kuat.

Reporter : Mirna
( Kabiro Sukabumi )

Warga Warnajati Geram! Rekrutmen Pegawai MBG Disorot, Diduga Sarat Titipan dan Nepotisme

YUTELNEWS.com | Sukabumi ,Gelombang ketidakpuasan warga Desa Warnajati, Kecamatan Cibadak, kian memuncak. Rekrutmen pegawai MBG (Mitra BGN) yang semestinya menjadi peluang pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal, justru menuai sorotan tajam. Minggu ( 26/4/2026 )

Warga menilai proses seleksi berlangsung tidak transparan dan diduga kuat sarat praktik “titipan” hingga nepotisme.

Dalam forum warga yang digelar belum lama ini, sejumlah perwakilan masyarakat, termasuk Nandang, menyampaikan kekecewaan mereka secara terbuka. Salah satu warga mengungkapkan adanya informasi yang beredar terkait peluang “titip orang” agar dapat lolos seleksi.

“Kalau memang ada rekrutmen, harus jelas kriterianya. Apa yang dinilai? Kemampuan memasak, kejujuran, atau apa? Jangan sampai warga hanya dijadikan formalitas,” ujarnya dengan nada kecewa.

Kekecewaan warga semakin bertambah karena mereka mengaku tidak pernah bertemu langsung dengan pihak MBG selama proses seleksi berlangsung. Hal ini memunculkan kesan bahwa proses berjalan tertutup dan tidak akuntabel.

Bahkan, hasil pengumuman dinilai terkesan terburu-buru dan tidak disertai penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka.

Kecurigaan kian menguat setelah diketahui sejumlah peserta yang dinyatakan lolos justru berasal dari luar wilayah, seperti Peundeuy hingga Kalabang.

Sementara itu, masih banyak warga lokal yang merasa memenuhi kriteria namun tidak diterima.

“Seharusnya warga sekitar diprioritaskan. Ini program untuk meningkatkan ekonomi masyarakat setempat, tapi malah orang luar yang masuk,” tegas warga lainnya.

Selain itu, warga juga mempertanyakan mekanisme wawancara.
Mereka meragukan apakah benar dilakukan uji kemampuan, seperti keterampilan memasak atau pekerjaan dapur lainnya, atau hanya sekadar formalitas.

Sejumlah warga bahkan menilai pengelolaan MBG terkesan seperti “milik pribadi”, bukan bagian dari program yang dijalankan secara profesional dan terbuka. Dugaan adanya tindakan sewenang-wenang dalam proses rekrutmen pun mencuat.

Atas kondisi tersebut, warga Desa Warnajati menyatakan sikap tegas dengan meminta proses rekrutmen dihentikan sementara hingga ada klarifikasi terbuka dari pihak terkait.

“Kami minta jangan ada kelulusan dulu sebelum semuanya jelas. Selesaikan dulu dengan warga. Ini menyangkut hak masyarakat setempat,” tegas perwakilan warga.

Warga juga menyoroti peran pihak SPPG dan yayasan terkait yang dinilai kurang transparan, padahal mereka yang mengundang warga dalam kegiatan tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi1 dari pihak MBG maupun instansi terkait. Namun satu hal yang pasti, suara warga 1Warnajati kini semakin lantang: mereka menuntut keadilan, transparansi, serta prioritas bagi masyarakat lokal sesuai tujuan awal program.

Reporter : Mirna
( Kabiro Sukabumi )

Wabup Sukabumi Tegaskan GICC Jadi Pusat Syiar dan Penguat Kerukunan Umat

YUTELNEWS.com | SUKABUMI ,Suasana khidmat dan penuh kebersamaan mewarnai tasyakuran serta penetapan pengurus pengelola Gedung Islamic Center Cicurug (GICC), Sabtu (25/4/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mengoptimalkan peran GICC sebagai pusat syiar Islam dan penguatan nilai-nilai sosial keagamaan di tengah masyarakat.

Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, dalam sambutannya menegaskan bahwa GICC memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai sarana ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat dan perekat kerukunan sosial.

“GICC harus menjadi ruang yang hidup, yang mampu membangun umat, memperkuat persatuan, serta menciptakan lingkungan yang religius, harmonis, dan produktif,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan hingga terbentuknya kepengurusan GICC. Menurutnya, hal ini selaras dengan visi Kabupaten Sukabumi yang maju, unggul, berbudaya, dan berkah.

Lebih lanjut, Wabup menekankan bahwa amanah yang diberikan kepada para pengurus bukanlah hal ringan.

Dibutuhkan keikhlasan, komitmen, serta program kerja yang visioner dan inklusif agar GICC benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Jalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab. Hadirkan program yang mampu merangkul semua kalangan dan mendorong kemajuan umat,” tambahnya.

Acara tersebut turut dihadiri oleh berbagai unsur penting daerah, termasuk Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Partai Gerindra, Teddy Setiadi, yang menunjukkan dukungan legislatif terhadap pengembangan sarana keagamaan di wilayah tersebut.

Selain itu, hadir pula Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Kepala KUA, Ketua MUI, Ketua IPHI, perwakilan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), unsur Forkopimcam, serta tokoh masyarakat dan tamu undangan lainnya.

Dengan ditetapkannya pengurus pengelola, GICC diharapkan mampu menjadi pusat kegiatan keislaman yang inklusif, inspiratif, dan berkelanjutan, sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam membangun kehidupan sosial masyarakat yang lebih baik di Kabupaten Sukabumi.

Reporter : Mirna
( Kabiro Sukabumi )

Tasyakuran Pondok SAE Berkah Mandiri, Lapas Warungkiara Perkuat Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan

YUTELNEWS.com  | SUKABUMI ,Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Warungkiara kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan melalui kegiatan Tasyakuran Bini’mat Pondok Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Berkah Mandiri, yang digelar pada Kamis malam (23/04/2026).

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Pondok SAE Berkah Mandiri ini dimulai pukul 19.00 WIB dan dihadiri langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Warungkiara, Kurnia Panji Pamekas, beserta jajaran pejabat struktural, petugas, CPNS, hingga peserta magang.

Tasyakuran ini menjadi bentuk rasa syukur atas rampungnya pembangunan Pondok SAE Berkah Mandiri, yang digagas sebagai pusat pembinaan kemandirian sekaligus penguatan ketahanan pangan di dalam lapas.

Suasana acara berlangsung khidmat dengan rangkaian pembacaan Yasin dan dzikir bersama. Nuansa religius yang kental mencerminkan nilai spiritual serta kebersamaan antar seluruh jajaran, sekaligus mempererat rasa kekeluargaan dan kepedulian terhadap fasilitas yang telah dibangun.

Dalam keterangannya, Kalapas Kurnia Panji Pamekas menegaskan bahwa kehadiran Pondok SAE Berkah Mandiri bukan sekadar fasilitas, melainkan langkah strategis dalam membangun kemandirian warga binaan.

“Tasyakuran ini bukan hanya bentuk rasa syukur, tetapi juga momentum untuk memperkuat kebersamaan serta komitmen dalam menjaga dan mengembangkan Pondok SAE sebagai pusat pembinaan dan ketahanan pangan yang produktif,” ujarnya.

Pondok SAE Berkah Mandiri sendiri berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 3,5 hektare. Fasilitas ini dirancang sebagai pusat kendali dan pengawasan program ketahanan pangan, dengan fokus utama pada sektor pertanian yang berkelanjutan.

Ke depan, keberadaan pondok ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan produktivitas sekaligus keterampilan warga binaan, sehingga mereka memiliki bekal kemandirian saat kembali ke tengah masyarakat.

Selama kegiatan berlangsung, situasi tetap aman, tertib, dan kondusif.
Sebagai langkah lanjutan, Lapas Kelas IIA Warungkiara berkomitmen untuk terus mengembangkan program ketahanan pangan serta menjadikan Pondok SAE Berkah Mandiri sebagai pusat unggulan pembinaan yang produktif dan berdaya guna di lingkungan pemasyarakatan.

Reporter : Mirna
( Kabiro Sukabumi )

Ratusan Jamaah UKA Group Kepung Kantor Kecamatan Cibadak, Sengketa Tanah Disorot Tajam

YUTELNEWS.com  | SUKABUMI ,Ratusan massa dari Jamaah UKA Group menggelar aksi audiensi di Kantor Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Kamis (23/04/2026). Aksi yang berlangsung tertib dan kondusif ini menjadi wadah penyampaian aspirasi sekaligus sorotan serius terhadap dugaan sengketa tanah milik Hj. Siti Eni Nuraeni di Desa Pamuruyan.
Dipimpin oleh Niksan Silgia Agung, massa mengusung tema

“Menegakkan Keadilan, Membasmi Kezoliman”. Mereka menilai terdapat ketidakjelasan status hukum atas lahan yang kini disebut telah dimanfaatkan sebagai dapur SPPG Mutiara, meskipun diduga masih dalam kondisi sengketa.

Dalam orasinya, Niksan menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak hanya menyangkut aspek administratif, tetapi juga hak kepemilikan yang harus dilindungi.

“Kami meminta kejelasan dan transparansi. Jika lahan ini masih dalam sengketa, maka penggunaannya harus ditinjau ulang agar tidak merugikan pihak yang berhak,” tegasnya di hadapan massa dan awak media.

Selain menyuarakan aspirasi, massa juga mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) untuk melakukan verifikasi menyeluruh terhadap legalitas lahan yang digunakan dalam operasional dapur SPPG Mutiara. Mereka menilai, program pemerintah harus berjalan di atas dasar hukum yang jelas agar tidak menimbulkan polemik di kemudian hari.

Desakan juga diarahkan kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi agar tidak bersikap pasif. Massa meminta pemerintah daerah segera turun tangan memfasilitasi penyelesaian sengketa secara adil dan terbuka.

Tak hanya itu, Kepolisian Resor Sukabumi turut didesak untuk segera menindaklanjuti laporan yang telah diajukan. Penanganan yang cepat, profesional, dan transparan dinilai penting guna menjaga kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum.

Selama aksi berlangsung, ratusan peserta membentangkan spanduk dan poster berisi tuntutan keadilan. Mereka juga menegaskan pentingnya nilai amar ma’ruf nahi munkar sebagai landasan moral dalam memperjuangkan hak dan menolak dugaan ketidakadilan.

Perwakilan massa kemudian diterima oleh pihak Kecamatan Cibadak untuk melakukan audiensi. Dalam pertemuan tersebut, disampaikan kronologi singkat sengketa tanah serta permintaan agar pemerintah dapat memfasilitasi penyelesaian dengan melibatkan seluruh pihak terkait.

Kasus ini kini menjadi perhatian publik karena menyangkut hak kepemilikan lahan serta dugaan pemanfaatan aset yang belum memiliki kepastian hukum. Jamaah UKA Group berharap, melalui aksi ini, seluruh pihak dapat segera mengambil langkah konkret guna memastikan keadilan bagi semua pihak.

Aksi pun berakhir damai, dengan harapan adanya tindak lanjut nyata dari pihak berwenang agar sengketa tanah tersebut dapat diselesaikan secara hukum, transparan, dan tidak menimbulkan konflik berkepanjangan di tengah masyarakat.

Reporter : Mirna
( Kabiro Sukabumi )

Dana Desa 2026 Disosialisasikan, Kades Batununggal Tegaskan Transparansi Tanpa Tawar

YUTELNEWS.com | SUKABUMI ,Pemerintah Desa Batununggal, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, menggelar sosialisasi Dana Desa Tahun 2026 di Aula Desa Batununggal. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memastikan arah pembangunan desa berjalan tepat sasaran, transparan, dan berpihak pada kebutuhan masyarakat. Kamis ( 23/4/2026 )

Hadir dalam kegiatan tersebut Kasi Binwas Kecamatan Cibadak, Ketua BPD, Kepala Desa, serta para Ketua RW se-Desa Batununggal. Suasana forum berlangsung serius namun penuh semangat kebersamaan. Aparatur desa dan unsur masyarakat tampak aktif berdiskusi, menyamakan persepsi demi terwujudnya pembangunan yang berkualitas dan berkelanjutan.

Kepala Desa Batununggal, Mulyadi, dalam sambutannya menegaskan bahwa Dana Desa merupakan amanah besar yang harus dikelola secara terbuka dan bertanggung jawab. Ia menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam proses pengawasan.

“Tidak boleh ada ruang untuk penyimpangan. Setiap rupiah Dana Desa harus jelas peruntukannya dan bisa dipertanggungjawabkan.
Transparansi bukan pilihan, tapi kewajiban,” tegasnya.

Mulyadi juga mengajak seluruh pihak, mulai dari BPD, RW hingga masyarakat, untuk aktif mengawal setiap program pembangunan agar berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata.

Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa prioritas penggunaan Dana Desa Tahun 2026 akan difokuskan pada pembangunan infrastruktur desa, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan ketahanan ekonomi warga.

Program-program tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Sosialisasi ini tidak hanya menjadi ajang penyampaian informasi, tetapi juga ruang partisipatif bagi masyarakat untuk memahami, mengawasi, dan terlibat langsung dalam pembangunan desa.

Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah desa dan masyarakat, Desa Batununggal optimistis dapat mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berorientasi pada kepentingan warga.

Reporter : Mirna
( Kabiro Sukabumi )

TERTIPU MILIARAN! Warga Sukabumi Kehilangan Tanah dan Rumah, Diduga Jadi Korban Jual-Beli Ganda

YUTELNEWS.com  | Sukabumi ,Kisah pilu datang dari seorang warga Kabupaten Sukabumi, Siti Eni Nuraeni, yang mengaku menjadi korban dugaan penipuan dan jual-beli tanah bermasalah hingga menyebabkan kerugian mencapai Rp3,5 miliar.Senin (20/4/2026)

Peristiwa ini bermula pada tahun 2018, saat Siti Eni membeli sebidang tanah seluas 557 meter persegi dari seorang pria bernama Yudistira. Kesepakatan awal terjadi dengan harga Rp380 juta. Namun, saat itu Yudistira berdalih sertifikat tanah masih berada di bank dan harus ditebus terlebih dahulu.

“Katanya sertifikat di bank, harus ditebus Rp150 juta. Saya kasih, ditambah Rp30 juta untuk operasional,” ungkap Siti Eni.

Tak berhenti di situ, permintaan uang terus berlanjut. Dengan alasan cicilan bank, Yudistira kembali meminta dana hingga total yang dikeluarkan Siti Eni mencapai Rp280 juta. Karena sudah percaya, korban terus menuruti permintaan tersebut.

Namun kenyataan pahit terungkap saat Siti Eni melakukan pengecekan langsung ke pihak bank. Ia mendapati bahwa sertifikat memang ada, tetapi masih memiliki tunggakan hingga Rp400 juta. Lebih mengejutkan lagi, uang Rp280 juta yang ia bayarkan ternyata tidak pernah masuk ke bank.

“Dari situ saya mulai curiga. Yudistira juga sudah tidak bisa dihubungi,” katanya.

Meski belum mengantongi sertifikat resmi, Siti Eni mengaku sudah menempati lahan tersebut selama bertahun-tahun. Ia bahkan membangun rumah dan menjalankan usaha material selama kurang lebih 7 hingga 8 tahun di lokasi tersebut.

Masalah semakin rumit ketika tanpa sepengetahuannya, tanah itu diduga kembali dijual kepada pihak lain. Seorang pria bernama Roni mengaku telah membeli lahan tersebut seharga Rp1,05 miliar melalui perantara Herdi.

“Pak Roni bilang dia beli Rp1,05 miliar. Rp400 juta untuk pelunasan ke bank dan Rp650 juta ke Herdi,” jelasnya.

Siti Eni pun merasa semakin dirugikan karena selain kehilangan hak atas tanah, bangunan serta usaha yang telah ia bangun kini dikuasai pihak lain. Ia juga mengaku sempat diusir saat mencoba mendatangi lokasi.

Upaya mediasi yang dilakukan di Cibadak pun tidak membuahkan hasil. Akhirnya, Siti Eni memilih menempuh jalur hukum dan melaporkan kasus ini ke Polres Sukabumi.

“Dari hasil pemeriksaan, ada dugaan tindak pidana penjualan barang yang sudah dijual,” ujarnya.

Saat ini proses hukum tengah berjalan, dengan laporan yang baru menjerat Yudistira. Sementara pihak lain masih dalam pendalaman.

Siti Eni berharap ada keadilan atas kasus yang menimpanya. Ia tidak meminta usaha yang kini berjalan di lokasi tersebut ditutup, namun meminta adanya kejelasan dan penghentian sementara penggunaan aset miliknya selama proses hukum berlangsung.

“Saya hanya minta keadilan. Itu bangunan dan alat-alat milik saya, nilainya sekitar Rp3,5 miliar. Belum kerugian moril yang saya rasakan,” tuturnya dengan suara bergetar.

Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dalam transaksi jual beli tanah, terutama memastikan legalitas dan status kepemilikan sebelum melakukan pembayaran.

Hingga berita ini diturunkan, pihak-pihak yang disebutkan belum memberikan keterangan resmi.

Reporter : Mirna
( Kabiro Sukabumi )

Halal Bihalal dan Anniversary ke-17 LSM Pandawa 16, Perkuat Solidaritas dan Kebersamaan

YUTELNEWS.com | SUKABUMI ,Suasana hangat penuh kebersamaan mewarnai kegiatan Halal Bihalal yang dirangkaikan dengan peringatan anniversary ke-17 LSM Pandawa 16 di kawasan bersejarah Monumen Palagan Bojongkokosan, Minggu (19/4/2026).

(lebih…)

Halal Bihalal dan Anniversary ke-17 LSM Pandawa 16, Perkuat Solidaritas dan Kebersamaan

YUTELNEWS.com | SUKABUMI ,Suasana hangat penuh kebersamaan mewarnai kegiatan Halal Bihalal yang dirangkaikan dengan peringatan anniversary ke-17 LSM Pandawa 16 di kawasan bersejarah Monumen Palagan Bojongkokosan, Minggu (19/4/2026).

Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi pasca-Hari Raya, tetapi juga momentum refleksi untuk memperkuat soliditas organisasi sekaligus menanamkan kembali nilai-nilai perjuangan para pahlawan kepada seluruh anggota.

Hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi sekaligus Ketua Fraksi Gerindra, Teddy Setiadi. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pemilihan lokasi di Bojongkokosan memiliki makna historis yang kuat sebagai simbol perjuangan bangsa.

“Tempat ini bukan sekadar lokasi kegiatan, tetapi saksi sejarah perjuangan. Semangat itu harus terus hidup dan menjadi inspirasi bagi seluruh anggota Pandawa 16,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi perjalanan LSM Pandawa 16 yang telah memasuki usia ke-17 tahun.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan eksistensi organisasi yang patut diapresiasi, namun juga harus diiringi dengan langkah ke depan yang lebih terarah, terutama dalam aspek legalitas dan penguatan struktur kepengurusan di bawah kepemimpinan Ketua Umum DPP, Agus Salim yang akrab disapa Abah Akek.

“Organisasi harus tetap solid dan kompak, tidak berjalan sendiri-sendiri. Komunikasi antar kader harus diperkuat agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Sebagai wujud nyata kepedulian sosial, kegiatan ini juga diisi dengan santunan kepada puluhan anak yatim-piatu. Momen tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian acara, sekaligus mencerminkan komitmen LSM Pandawa 16 untuk terus hadir membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Ini yang paling penting. Ada kepedulian, ada manfaat nyata. Harapannya ke depan Pandawa 16 bisa terus hadir dan dirasakan oleh masyarakat luas,” tambah Teddy.

Melalui momentum Halal Bihalal dan anniversary ke-17 ini, LSM Pandawa 16 diharapkan tetap solid dan kompak, memperkuat persatuan internal, meningkatkan kepedulian sosial, serta terus hadir sebagai organisasi yang memberikan dampak positif bagi masyarakat luas, khususnya di wilayah Sukabumi.

Reporter : Mirna
( Kabiro Sukabumi )

PAWENANG BANGKIT! KADES AA IING AJAK WARGA SAUYUNAN DEMI DESA MENCRANG

YUTELNEWS.com | SUKABUMI ,Semangat kebersamaan kembali digaungkan di Desa Pawenang. Kepala Desa Pawenang, Aa Hilman Nul Hakim atau yang akrab disapa Aa Iing, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu, bergerak, dan membangun desa menuju kemajuan yang nyata.sabtu ( 18/4/2026 )

Menurutnya, kekuatan utama Pawenang bukan hanya pada potensi alam, tetapi pada kekompakan warganya. Ia menegaskan bahwa tanpa kebersamaan, pembangunan akan sulit berjalan maksimal.

“Lamun leungeun papada nangkod, tihang imah moal gampil oyag. Kitu deui Desa Pawenang, moal maju lamun wargana teu sauyunan,” tegas Aa Iing.

Ia juga mengajak tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta seluruh lapisan warga untuk mempererat silaturahmi dan menyatukan niat demi masa depan desa yang lebih cerah.

“Hayu urang ngumpulkeun niat jeung tanaga. Pawenang kudu jadi desa anu mencrang, maju, mandiri, jeung ngabanggakeun. Ieu lain ukur tanggung jawab pamarentah desa, tapi tanggung jawab urang sadayana,” lanjutnya.

Gerakan #PAWENANGMENCRANG pun digelorakan sebagai simbol semangat baru untuk mendorong pembangunan, kebersamaan, dan inovasi di berbagai sektor.

Dengan semangat gotong royong dan persatuan, Desa Pawenang optimis mampu melangkah lebih jauh, menjadi desa yang kuat, maju, dan bersinar di masa depan.

Reporter : Mirna
( Kabiro Sukabumi )

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.