Akhir Pekan Ini, Banyuwangi Festival Hadirkan “Sepekan di Agrowisata Tamansuruh”

YUTELNEWS.com | BANYUWANGI – Salah satu destinasi wisata andalan di Banyuwangi adalah Agrowisata Tamansuruh (AWT). Di lokasi tersebut, pada akhir pekan ini, 26 Juni-7 Juli 2024, akan diramaikan beragam acara. Mulai pertunjukan seni budaya, peragaan busana batik serta fashion show daur ulang (recycle), hingga festival arsitektur.

AWT merupakan destinasi wisata berbasis pertanian yang terhampar di lahan seluas 10,5 hektar. Letaknya yang di lereng Gunung Ijen, tepatnya di Desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah, menyuguhkan pemandangan pegunungan Ijen dan Selat Bali dari ketinggian sekitar 450 mdpl.

AWT mengusung konsep Desa Osing, sebuah desa wisata yang menyuguhkan keotentikan budaya asli Suku Osing yang merupakan masyarakat asli Banyuwangi. AWT didesain menjadi destinasi yang mengusung kearifan lokal Banyuwangi.

Nuansa khas otensitas budaya Osing sangat terasa. Gugusan Rumah Osing yang dikelilingi taman bunga menghiasi kawasan tersebut.

“Event ini untuk mengenalkan destinasi wisata Agrowisata Tamansuruh, yang sudah direvitalisasi oleh Kementerian PUPR. Di sini pengunjung bisa merasakan keindahan panorama Gunung Ijen dengan hamparan bunga yang ada di sekitarnya,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Senin (24/6/2024).

Selain itu, event ini juga mengangkat kekayaan potensi Desa Tamansuruh yang kaya akan tradisi seni budaya dan potensi pertaniannya. “Tak hanya mengenalkan AWT, namun juga mendorong Desa Tamansuruh untuk mengoptimalkan potensinya. Seperti tradisi membaca Lontar Yusuf, tradisi Pencak Sumping, selain juga tentunya potensi agronya,” kata Ipuk.

Sepekan di AWT akan dibuka pukul 08.00-21.00 setiap hari, dan tidak dipungut biaya.

Adapun rangkaian acara yang akan dihadirkan di Sepekan AWT, di antaranya festival arsitektur nusantara, pameran potensi pertanian, dan pertunjukan seni budaya Desa Tamansuruh.

Selain itu juga dimeriahkan beragam acara seperti Fashion Show Batik dan Recycle (26 Juni), Presentasi Kostum BEC (27 Juni), Cosplay show dan Sketsa on The Spot (30 Juni), Digital Library (1-5 Juli), Ngopi Bareng Pemuda (2 Juli), Senam Zumba (6 Juli), dan Workshop (7 Juli).

“Dispenduk juga akan membuka layanan adminduk bagi warga. Jadi selain menikmati beraneka acara, masyarakat juga bisa sekalian mengurus adminduknya,” kata Plt Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata, M. Taufik.

Dia menambahkan, Festival Arsitek Nusantara (FAN) akan digelar seminggu penuh di lokasi yang sama, mulai 26 Juni -7 Juli. Event ini akan diisi dengan pameran arsitektur yang mengusung tema Arsitektur dan Air. Di sana akan disuguhkan desain-desain arsitektur yang murah dan ramah lingkungan karya arsitek lokal hingga nasional.

Ada juga seminar dan workshop arsitektur dengan menghadirkan arsitek Yu Sing sebagai narasumber. Yu Sing dikenal sebagai seorang arsitek peduli lingkungan. Karya-karyanya selalu mengusung konsep rumah murah dan ramah alam.

FAN 2024 juga akan diisi lomba sketsa on the spot serta klinik konsultasi bagi warga yang ingin mengurus persetujuan bangunan gedung (PBG).

(Slamet/imam)

Rakernas APEKSI, Kota Langsa Raih Realisasi Belanja Daerah Kategori 5 Kota Tertinggi Se-Indonesia

YUTELNEWS.com | Balikpapan – Persentase Realisasi Belanja APBD Kota Se-Indonesia tahun 2024 Kota Langsa masuk dalam 20 kota dengan persentase realisasi terbesar yaitu sebesar 31,05% dan berada pada urutan ke-4 setelah Kota Lhokseumawe sebesar 32,34%, Kota Ternate 32,08% dan Kota Madiun 31,19%.

Realisasi Belanja APBD Kota Se-Indonesia Tahun 2024 kondisi 31 Mei disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri pada Rakernas Asosiasi Pemerintah Kota Se-Indonesia (APEKSI) ke XVII di Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa, 4 Juni 2024.

Pj Walikota Langsa Syaridin, S.Pd., M.Pd menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada jajaran Menteri Dalam Negeri dan panitia penyelenggara Rakernas Asosiasi Pemerintah Kota Se-Indonesia (APEKSI) ke XVII serta para kepala OPD di lingkungan Pemko Langsa.

“Terimakasih kepada semua pihak bahwa capaian realisasi belanja yang sangat tinggi ini tidak terlepas dari kerja keras OPD se-kota Langsa dalam merealisasikan anggarannya masing-masing sehingga mampu melejitkan Kota Langsa masuk dalam TOP-20 Katagori Kota dengan Realisasi Anggaran Tertinggi Se-Indonesia,” kata Syaridin.

Kepala BPKD Kota Langsa Khairul Ichsan, SSTP menambahkan percepatan realisasi anggaran BPKD Kota Langsa juga akan segera melakukan pembayaran Gaji 13, TPP bulan April dan Mei serta gaji Pegawai Honor Daerah yang tentunya menjadi harapan semua pihak sekaligus memberi dampak kepada peningkatan perekonomian masyarakat Kota Langsa.

“Semua belanja publik mulai sumber anggaran DOKA, DAK hingga DAU Earmark juga turut dicairkan secara maksimal sesuai rencana penggunaannya yaitu Hibah daerah berupa Dukungan belanja Pilkada dan pembinaan pemuda/olahraga, belanja bidang Infrastruktur, belanja bidang kesehatan dan belanja bidang pendidikan,” jelas Khairul Ichsan.

Dikatakan, Dukungan realisasi belanja juga berasal dari tingkat penerimaan pajak dan retribusi kota Langsa yang semakin membaik hal ini menunjukkan tingkat kesadaran/partisipasi masyarakat dan pelaku usaha yang cukup baik. Penerimaan baik pajak maupun retribusi tentunya akan kembali memberi manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat melalui capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang infrastruktur, kesehatan, pendidikan, ketertiban umum.

Kesempatan ini ia menyampaikan bahwa SPT-PBB P2 tahun 2024 sudah disampaikan dan dapat diperoleh melalui Kantor Geuchik setempat. Pembayaran dapat dilakukan melalui loket BPKD via Qris Kas Daerah maupun via Mobile Banking Bank Aceh.

“Hindari penggunaan Calo dalam setiap urusan Pelayanan Pajak dan Retribusi di Kantor BPKD, urusan lebih mudah dengan datang sendiri tanpa Calo. “Kepuasan Anda Bukti Kinerja Kami” Motto pelayanan BPKD,” sebutnya.

Rakernas APEKSI Nasional Kota Se-Indonesia Ke – XVII di Balikpapan tersebut dihadiri oleh seluruh Kepala Daerah yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Kota Se-Indonesia.

(Kaperwil Aceh – Said Yan Rizal)

Copot (Amyasun), Dari jabatannya” selaku Korwil dinas pendidikan Arosbaya. dan mutasikan Kepala sekolah SDN 1 lajing Arosbaya

YUTELNEWS.com | BANGKALAN – Dengan adanya beredar berita terkait adanya “Study Tour” di lembaga sekolah tingkat dasar di UPTD SD Negeri Lajing 1 Arosbaya, yang berlokasi di Jalan Raya Lajing, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan Rabu 25- Mei-2024. Program tersebut akan menjadi polemik dikalangan para Aktivis yang mana baru-baru ini terjadi Lakalantas di Jawa Barat sampai memakan korban meninggal dunia.

Dikutip dari Berita Media TVRJ Bangkalan, Dengan adanya temuan di UPTD SDN-Lajing 1 Arosbaya, Bangkalan. tentang adanya kegiatan Study Tour, yang bukan jadwal hari libur, akan tetapi diliburkan oleh pihak sekolah, seolah mementingkan kegiatan Tour dari pada Belajar dan Mengajar bagi siswa yang lain yang tidak ikut kegiatan tour tersebut.

Abd, Kadir selaku Kabiro Bangkalan dari Media TVRJ, membenarkan setalah adanya temuan tersebut, sempat di adakan pertemuan dengan pihak Kepala Sekolah SDN-Lajing 1 Arosbaya, pada hari Rabu, 22-Mei-2024 pukul 11:30 siang, dan sempat Klarifikasi dengan adanya berita itu, di tempat Cafe, yang berada di Bangkalan, bahwa adanya Tour tersebut kenapa tidak memakai jadwal hari Minggu saja, dibandingkan hari Selasa, tanggal 21-Mei-2024 di saat ada kegiatan Belajar Mengajar.

“Padahal yang mengikuti Study Tour tersebut, kan kelas VI, Sehingga dampak bagi siswa kelas 1 dan kelas V yang mana anak didik serta ikut libur, Dan tidak bisa mengikuti pelajaran dikelas dikarenakan semua guru Ikut melaksanakan kegiatan Tour Tersebut,” Ungkap Abd Kadir kepada pihak Kepala Sekolah SDN 1 Lajing Arosbaya.

Dengan adanya Konfirmasi dari pihak Kepala Sekolah, dan Kordinator Wilayah (Korwil) bidang pendidikan Kecamatan Arosbaya. Sama sekali tidak merasa bersalah, dan meminta maaf dengan adanya kegiatan yang memakai jadwal hari tersebut, hingga sampai berita tersebut ditayangkan.

Bahkan kepala sekolah, yang didampingi Amyasun, (Korwil) dinas pendidikan Arosbaya memberikan uang kepada wartawan, dengan tegas wartawan menolaknya, dalam hal ini tidak patut di tiru dan dijadikan contoh karna semua
tidak bisa di ukur dengan uang,

Melihat kejadian seperti ini dinas pendidikan kabupaten Bangkalan, harus bisa memberikan tindakan tegas, dengan mencopot jabatannya Amyasun. sebagai (Korwil) dinas pendidikan, dan memutasi kepala sekolah SDN 1 Lajing, karena lebih mementingkan Study tour dari pada melaksanakan kegiatan belajar mengajar kepada anak didiknya.

“Dan meminta kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan, juga Instansi terkait Dewan Pendidikan Kabupaten Bangkalan bahkan DPRD Kabupaten Bangkalan Komisi D, agar bisa bertindak tegas kepada Amyasun, selaku korwil dinas pendidikan arosbaya, dan kepada pihak Kepala Sekolah di SDN 1 Lajing Arosbaya.”

Agar bisa menjadi contoh bagi Kepala Sekolah lembaga yang lain, dan juga kepada Korwil se-Kabupaten Bangkalan yang berani merubah peraturan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Tegas Kadir sapaan akrabnya yang dikenal macan suramadu”

Ia menambahkan, Bahwa sanya Study Tour Tak Harus Dilakukan di Luar Daerah

Menurutnya, apabila kembali ke tujuan belajar mengajar, maka study tour tak harus dilakukan di luar daerah. Terdapat empat syarat apakah study tour memang perlu diselenggarakan di luar daerah.

Pertama, jika sumber belajar yang diperlukan tidak ada di daerah murid-murid sendiri.

Kedua, jika ada potensi lokal yang dapat menjadi sumber belajar di daerah sudah semuanya dieksplorasi selama proses pembelajaran.

Ketiga, jika manajemen sekolah sudah berhitung dan siap menanggung risiko apabila dilakukan di luar daerah.

Ke empat, jika ada pihak ketiga yang dapat mengadakan study tour sesuai arah pembelajaran dan dengan layanan berkualitas.

“Jika sekolah berbenah dan sudah mampu menjalankan empat syarat tersebut, sekolah sudah layak untuk menyelenggarakan study tour hingga ke luar daerah,” Tutupnya.

(Tim samhaji/ RD)

Pedagang Pasar Blambangan Banyuwangi Tolak Relokasi, BCW Peringatkan Agar Tidak Ada Pemaksaan

YUTELNEWS.com | Banyuwangi – Pasar induk Blambangan Banyuwangi akan segera direnovasi dengan bantuan anggaran pusat ( APBN) kurang lebih besarnya bantuan Rp. 200 Milyar. Dan langkah awalnya maka akan segera dilakukan pemindahan sementara ( Relokasi ) pedagang pasar ke tempat lain.

Adapun tempat relokasi sudah ditentukan tempatnya yaitu di kawasan Gedung Wanita yang letaknya di sebelah timur taman Blambangan. Namun demikian upaya relokasi tidak berjalan mulus sebab para pedagang sampai sekarang masih menolak untuk direlokasi. Dengan alasan tempat relokasi ( kawasan Gedung Wanita) tidak strategis serta tempatnya kurang memenuhi syarat untuk kegiatan perdagangan pasar tradisional yang jumlah pedagangnya sangat banyak. Yang ditakutkan pedagang akibat relokasi pasar bertambah sepi dan akan mematikan usahanya.

Kesulitan lainnya dimana pedagang akan kesulitan mengatur dagangannya harus bawa pulang bolak balik dari rumah ke pasar dari pasar ke rumah setiap harinya. Karena dari segi kemanan tidak terjamin sehingga barang dagangan harus dibawa pulang kalau sudah selesai. Ia kalau dagangannya berupa sayur mayur gak ada masalah, tetapi kalau jual pakaian tentu bermasalah. Belum kalau hujan, maka sudah pasti dagangan akan basah kuyup terkena air hujan karena tempatnya yang terbuka dan sempit.

Karena penolakan inilah kemudian Pemerintah Daerah Banyuwangi mengundang hadirkan para pedagang pasar pada hari Senin tanggal 20 Mei 2024 siang hari jam 13.00 Wib untuk diajak berembuk.

Sekitar 50 pedagang yang mayoritas para emak emak ikut hadir mendatangi lokasi Pertemuan. Sayang tidak semua boleh masuk akhirnya yang lain menunggu diluar gedung, sedangkan yang didalam hanya perwakilan saja. Dari pihak pemerintah yang hadir dari Dinas Perhubungan, dari Asisten Bupati, dari Kesbangpol dan dari Dinas koperasi. Para pedagang menyampaikan keberatan dengan alasan tempat relokasinya jauh dari pasar induk, “yang lebih dekat dan strategis itu menurut kami ya di sekitar kawasan taman Blambangan pak, kalau disitu kami jelas setuju Pak” kata salah satu pedagang menyampaikan aspirasinya di forum. Alasan lainnya dari segi keamanan sangat rawan pencuri, rawan juga terkena banjir di waktu hujan dan lapak lapaknya terbuka.

Kemudian daripada itu dialog berjalan alot karena masing masing baik dari pihak pemerintah maupun dari pihak pedagang sama sama mempertahankan pendapatnya sendiri sendiri.

Hingga sampai pertemuan berakhir tidak membuahkan titik temu. Namun Pemerintah mewanti wanti kalau tidak berjalan relokasinya maka kemungkinan dana bantuan tidak bisa cair dan hangus. Sebagaimana biasa ini merupakan bentuk penekanan pemerintah secara halus agar pedagang cepat cepat menerima relokasi kalau tidak mau dikatakan menghambat pembangunan yang digalakkan pemerintah. Tetapi pedagang tak bergeming alhasil sampai akhir musyawarah pedagang tetap menolak jika di relokasi di areal gedung wanita.

Sementara itu Ketua Paguyuban Pedagang Pasar menyatakan “sebelum ada kesepakatan titik temu antara pemerintah daerah dengan pedagang diharapkan jangan ada kegiatan ( pembongkaran ) dulu agar supaya tidak memancing emosi teman teman pedagang yang belum menerima relokasi”.

Sebab upaya upaya itu sudah dilakukan petugas, misalnya kejadian belum lama ini sudah ada pembongkaran atap pada salah satu bangunan meski kemudian tidak dilanjutkan.
Menanggapi hal tersebut BCW ( Banyuwangi Corruption Watch) yang merupakan LSM di Banyuwangi ini menyatakan ” Saya minta Pemerintah Daerah memakai pendekatan dialogis dan persuasif bukan pendekatan represif terkait rencana merelokasi pedagang pasar Blambangan. Dan keberatan keberatan pedagang perlu hendaknya diakomodir” ujar Masruri Ketua BCW ditemui media ini di lokasi Dialog pedagang pasar di Gedung Wanita 20 Mei 2024.

Selanjutnya Masruri menambahkan ” Kami sangat mendukung pembangunan tetapi jangan sampai pembangunan justru mengorbankan rakyat kecil. Untuk itu Pemerintah seyogyanya melakukan perencanaan yang lebih matang dalam upaya relokasi ini, sebab ini menyangkut hidup matinya sumber ekonomi rakyat, gak boleh sembarangan . Sekali lagi pembangunan tidak boleh mengorbankan rakyat kecil itu saja”. Pungkas Masruri.

(Slamet/imam)

Pers Banyuwangi Tolak Revisi RUU Penyiaran, Senin 20 Mei 2024

YUTELNEWS.com |  Banyuwangi, Pers atau Aliansi Jurnalis Banyuwangi, dengan tegas menolak Revisi Undang-Undang (RUU) Penyiaran, karena terkesan disusun secara tidak cermat dan berpotensi mengancam kemerdekaan pers. Serta berpotensi menghapus karakter dan identitas bangsa Indonesia, yang terkandung dalam budaya Banyuwangi dan budaya Nusantara.

Penyusunan Revisi RUU Penyiaran, juga tidak melibatkan berbagai pihak terkait, seperti organisasi profesi jurnalis, komunitas pers dan lainnya. Dalam draf Revisi UU Penyiaran terdapat sejumlah pasal yang menjadi perhatian khusus Pers Banyuwangi atau Aliansi Jurnalis Banyuwangi;

Pasal 50 B ayat 2 huruf c yang melarang penayangan eksklusif karya jurnalistik investigasi. Hal ini jelas menimbulkan banyak tafsir dan membingungkan. Pertanyaan besarnya, mengapa Revisi RUU Penyiaran ini melarang televisi menayangkan secara eksklusif karya jurnalistik investigasi?.

Padahal, selama karya tersebut memegang teguh kode etik jurnalistik, berdasarkan fakta dan data yang benar, dibuat secara profesional dan semata-mata untuk kepentingan publik maka tidak boleh ada yang melarang karya jurnalistik investigasi disiarkan di televisi.

Secara subtansi pasal pelarangan tayangan eksklusif jurnalistik investigasi di televisi bisa diartikan sebagai upaya intervensi dan pembungkaman terhadap kemerdekaan pers di tanah air. Upaya ini tentu menjadi ancaman serius bagi kehidupan pers yang tengah dibangun bersama dengan penuh rasa tanggung jawab. Tidak hanya itu, dikhawatirkan Revisi RUU Penyiaran akan menjadi alat kekuasan serta politik oleh pihak tertentu untuk mengkebiri kerja-kerja jurnalistik yang profesional dan berkualitas.

Pasal 50 B ayat 2 huruf k, yakni tentang larangan penayangan Isi Siaran dan Konten Siaran yang mengandung berita bohong, fitnah, penghinaan, dan pencemaran nama baik. Pasal ini sangat multi tafsir. Terutama yang menyangkut penghinaan dan pencemaran nama baik.

Pers Banyuwangi atau Aliansi Jurnalis Banyuwangi, memandang pasal yang multi tafsir dan membingungkan berpotensi menjadi alat kekuasan untuk membungkam dan mengkriminalisasikan jurnalis atau pers. Apalagi, sesuai UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers, sudah terdapat Hak Jawab dan Hak Koreksi.

Kita sepakat bahwa sistem tata negara Republik Indonesia, menggunakan demokrasi. Dan pers merupakan pilar keempat dari demokrasi. Pers memiliki tanggung jawab sebagai control sosial agar proses bernegara berjalan transparan, akuntabel dan sepenuhnya memenuhi hak-hak publik.

Pasal 8 A huruf q dan Pasal 42 ayat 2 yang menyebutkan penyelesaian sengketa terkait dengan kegiatan jurnalistik Penyiaran dilakukan oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal ini harus dikaji ulang karena bersinggungan dengan UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers yang mengamanatkan penyelesaian sengketa jurnalistik dilakukan di Dewan Pers.

Pers Banyuwangi atau Aliansi Jurnalis Banyuwangi, juga memandang bahwa penyelesaian sengketa jurnalistik penyiaran di KPI berpotensi mengintervensi kerja-kerja jurnalistik yang profesional, mengingat KPI merupakan lembaga yang dibentuk melalui keputusan politik di DPR.

Sesuai dengan UU Pers telah jelas bahwa komunitas pers mendapat mandat untuk membuat regulasi sendiri dalam rangka mengatur kehidupan pers yang sehat, profesional dan berkualitas melalui selft regulation. Oleh karena itu setiap sengketa yang berkaitan dengan karya jurnalistik baik penyiaran, cetak, digital (online) hanya bisa diselesaikan di Dewan Pers.

Langkah ini guna memastikan bahwa kerja-kerja jurnalistik yang profesional, berkualitas dan bertanggungjawab bisa berlangsung independent serta tidak ada intervensi dari pihak manapun.

Pasal 50 B ayat 2 huruf f dan h, yang melarang penayangan Isi Siaran dan Konten Siaran yang mengandung unsur mistik dan penayangan Isi Siaran dan Konten Siaran pengobatan supranatural.

Pers Banyuwangi atau Aliansi Jurnalis Banyuwangi, memandang larangan tersebut berpotensi menghapus atau berlawanan dengan semangat pelestarian budaya Banyuwangi, bahkan budaya Nusantara. Mengingat unsur mistis dan pengobatan supranatural merupakan kekayaan budaya Banyuwangi dan Nusantara yang diwariskan oleh nenek moyang serta leluhur.

Yang perlu digaris bawahi, budaya merupakan akar dari karakter dan identitas masyarakat Banyuwangi, Nusantara dan bangsa Indonesia.

Billy Graham, seorang pemikir barat menyampaikan; Ketika kehilangan kekayaan, anda tidak kehilangan apa-apa. Ketika kehilangan Kesehatan anda kehilangan sebagian dari hidup. Ketika kehilangan karakter, anda kehilangan segalanya.

Terkait larangan siaran mengandung unsur mistis dan pengobatan supranatural, satu hal yang harus dicatat. Keduanya yang merupakan bagian dari budaya bangsa Indonesia, diakui atau tidak adalah salah satu jualan sektor pariwisata yang sampai saat ini masih menjadi primadona kalangan wisatawan.

Pers Banyuwangi atau Aliansi Jurnalis Banyuwangi berpendapat, harusnya dalam Revisi RUU Penyiaran, pemerintah lebih menguatkan fungsi kinerja KPI. Salah satunya dengan menambah komisi-komisi tertentu yang lebih relevan dengan kondisi saat ini. Missal dengan menguatkan fungsi pengawasan konten digital, khususnya media sosial yang kerap menjadi alat penyebaran konten negatif dan hoaks.

Dengan Revisi RUU Penyiaran, yang hanya berpotensi mengancam kemerdekaan pers. Serta berpotensi menghapus karakter dan identitas bangsa Indonesia, yang terkandung dalam budaya Banyuwangi dan budaya Nusantara, pers Banyuwangi atau Aliansi Jurnalis Banyuwangi, menilai hal ini sangat tidak relevan.

Apalagi di tahun 2024, Kemenkominfo, meminta peningkatan anggaran sebesar Rp 5, 25 Triliun. Yang itu rencana akan digunakan untuk pengembangan pusat monitoring telekomunikasi, pos dan penyiaran.

(Slamet/imam)

Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Ke-116, Dengan Tema “Kebangkitan Kedua Menuju Indonesia Emas”

YUTELNEWS.com | Kota Langsa – Pemerintah Kota (Pemko) Langsa menggelar upacara memperingati Hari Kebangkitan Nasional Ke-116 dengan tema “Kebangkitan Kedua Menuju Indonesia Emas” yang dipinpin oleh Pj. Walikota Langsa bertempat di Halaman Pendopo Walikota Langsa, Senin (20/5/2024).

Penjabat (Pj) Walikota Langsa membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Budi Arie Setiadi mengatakan hari ini kita dihadapkan pada suatu realitas yang terpampang terang yakni, kemajuan teknologi yang melesat cepat. Kita sudah memilih bukan hanya ikut-serta, tetapi lebih daripada itu, menjadi pemain penting agar dapat menggapai dunia.

Lebih dari seabad lalu, tepatnya pada 20 Mei 1908, lahir organisasi Boedi Oetomo, yang di masa itu telah menumbuhkan bibit bagi cita-cita mewujudkan kemerdekaan Indonesia. Hari berdirinya Boedi Otomo inilah yang kelak menjadi simbol dari Hari Kebangkitan Nasional yang kita rayakan hari ini.

Banyak orang menaruh harapan pada organisasi ini dan menganggapnya sebagai motor penggerak gerakan kemerdekaan di tanah Hindia Belanda. Bahkan Van Deventer, seorang tokoh Politik Etis Belanda, menyatakan “Sesuatu yang ajaib sedang terjadi, Insulinde molek yang sedang tidur, sudah terbangun”, jelasnya.

Boedi Oetomo menjadi awal mula tempat orang belajar, seperti pentingnya pendidikan bagi rakyat seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang priayi atau bukan. Dari sana timbul pula pemikiran tentang pentingnya memperluas keanggotaan yang mencakup seluruh rakyat Hindia Belanda.

Dikatatakan, selanjutnya ini dilanjutkan oleh banyak organisasi lain yang muncul belakangan, namun Sebelum Boedi Oetomo berdiri sesosok perempuan dari kota kecil Jepara yakni Kartini, telah lebih dulu mengawali lahirnya gagasan kemerdekaan, kebebasan, kesetaraan, keadilan, persaudaraan dan kemajuan, melalui tulisan-tulisannya yang tersiar ke penjuru dunia.

Di tangannya kemajuan itu dirumuskan, diperinci, dan diperjuangkan, untuk kemudian menjadi milik seluruh bangsa Indonesia. Ia sadar betul bahwa dalam zaman baru yang modern, peralatan paling mumpuni adalah pendidikan. Pendidikan adalah wahana untuk membebaskan manusia, sekaligus membebaskan bangsa dari belenggu penjajahan. Bagi Kartini, pendidikan merupakan jalan yang dapat menguak horizon dan peradaban baru bagi kaum Bumiputera, paparnya.

Semua itu kemudian dirumuskan Bung Karno sebagai “Jembatan Emas” menuju kemerdekaan yang akan membawa bangsa Indonesia menikmati kehidupan sejahtera lahir dan batin di atas tanah sendiri.

Lalu, Hari ini kita berada pada fase kebangkitan kedua, melanjutkan semangat kebangkitan pertama yang telah dipancangkan para pendiri bangsa. Berbeda dengan perjuangan yang telah dirintis lebih dari seabad yang lalu, kini kita menghadapi beragam tantangan dan peluang baru yakni kemajuan teknologi yang menjadi penanda zaman baru.

Kemajuan teknologi telah menghampiri kehidupan kita sehari-hari dan menjadi bagian dari peradaban kita hari ini. Inovasi-inovasi teknologi telah mendorong perubahan kehidupan manusia secara revolusioner. Di titik ini, gambarannya makin jelas, penguasaan atas teknologi merupakan keniscayaan bagi kita untuk menyongsong “Indonesia Emas”.

Sebagaimana telah dinyatakan oleh Presiden Joko Widodo, peluang kita menjadi negara maju ada dalam 10 hingga 15 tahun ke depan dengan memaksimalkan bonus demografi. Presiden juga menekankan bagaimana di dalam sejarah peradaban negara-negara dan bangsa-bangsa, kesempatan itu hanya datang satu kali, oleh karenanya kita sama sekali tidak boleh keliru dalam memilih langkah, pungkasnya.

Dalam aspek bisnis, sosial, dan ekonomi, transformasi digital dapat menciptakan lapangan kerja baru dan mendukung pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan produktivitas dan profitabilitas bisnis. Sementara itu, dalam aspek sosial dan lingkungan, transformasi digital mampu meningkatkan akses terhadap berbagai teknologi untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

Kebangkitan kedua merupakan momen terpenting bagi kita hari ini. Kita harus menatap masa depan dengan penuh optimisme, kepercayaan diri, dan keyakinan. Kemajuan telah terpampang di depan mata. Momen ini mesti kita tangkap agar kita langgeng menuju mimpi sebagai bangsa. Tidak mungkin lagi bagi kita untuk berjalan lamban, karena kita berkejaran dengan waktu. Di titik inilah, seluruh potensi sumber daya alam kita, bonus demografi kita, potensi transformasi digital kita, menjadi modal dasar menuju “Indonesia Emas 2045”, tutupnya.

Turut hadir mengikuti Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-116 Forkopimda, Sekda, Pimpinan OPD, ASN, TNI-Polri, BPBD Unit Damkar, Satpol PP, Dishub, Pelajar Menengah Atas Kota Langsa, dan tamu undangan lainnya.

(Kaperwil Aceh – Said Yan Rizal)

Penuhi Undangan di Kikim Area, Yulius Maulana Dapat Pantun dari Pendukungnya

YUTELNEWS.com | Lahat, Sumsel – Kehadiran Yulius Maulana ST sebagai Calon Bupati Kabupaten Lahat 2024/2029 di setiap tempat selalu disambut antusias oleh warga, tidak terkecuali hari ini, kehadiran Yulius di Desa Banu Ayu Kecamatan Kikim Selatan dalam pernikahan Cici dan Windi, Minggu (19/05/2024).

“Selamat datang bapak, selamat datang bapak, selamat datang kami ucapkan,” seru nyanyian MC menyambut Yulius Maulana dan rombongan.

Abdul ,Ujang, salah seorang warga Kikim Timur yang juga tamu undangan menyatakan, ia berkeyakinan bahwa Yulius Maulana ST ini kuat di Kikim Area. “Kalau yang dibawa ini menunggu yang dari atas, kalau yang diatas sudah selesai termasuk persoalan partai koalisi, jika semua sudah siap saya yakin yang ada di Kikim Area ini juga siap, saya yakin dan bisa menang,” ungkapnya.

Usai menghadiri undangan pernikahan di Desa Banu Ayu, selanjutnya Yulius bersama rombongan beranjak ke Desa Sungai Laru Kecamatan Kikim Barat guna menghadiri undangan pernikahan Seli Marcelina dan Atannai.

Sama seperti di Banu Ayu kehadiran Calon Bupati Lahat yang terkenal tangguh ini juga disambut hangat oleh warga Desa Sungai Laru dan tamu undangan.

Mewakili tamu undangan, Sunarto mengatakan ia dan masyarakat Sungai Laru akan mendukung Pak Yulius Maulana dalam kontestasi Pilbup Kabupaten Lahat 2024-2029. “InsyaAllah Pak Yulius kami akan mendukung Bapak untuk menjadi Bupati Lahat 2024-2029, demikian juga dengan masyarakat Kabupaten Lahat siap mendukung Bapak,” katanya.

Selanjutnya, Titin, salah seorang pendukung yang memberikan dukungannya untuk memenangkan Yulius Maulana di Pilkada nanti. “Buah Bakung buah manggis buah Kemang, makannye di nampan pelakat, kite dukung Pak Yulius menang, untuk memimpin Kabupaten Lahat,” ungkap Titin sekaligus mengajak masyarakat Sungai Laru dan tamu undangan lainnya.

Tidak berhenti sampai disitu, menunjukan keseriusannya untuk mendukung Yulius Maulana, Titin pun melanjutkan dengan pantun kedua nya.
“Batang Pinus batang kelapa, duduk manis sambil berkaca, inilah dia Pak Yulius Maulana, orangnya santun dan bersahaja,” sambungnya.

Sementara itu, Yulius Maulana dalam pidatonya di kedua tempat tersebut (Desa Banu Ayu Kecamatan Kikim Timur dan Desa Sungai Laru Kikim Barat) mendoakan kedua pasangan mempelai agar bahagia.
“Semoga kedua mempelai menjadi keluarga sakinah, mawadah, warahmah, semoga ini menjadi pernikahan pertama dan terakhir, semoga keduanya diberikan anak keturunan yang soleh dan Solehah,” tukasnya.

Reporter: Abdul Ujang

Dugaan kuat kesengajaan untuk menghilangkan dokumen penting milik alm, Bambang Harianto

YUTELNEWS.com | Berawal dari sebelum meninggal almarhum berwasiat kepada anaknya, Sharon Bintang Ayasha, melalui video call di saksikan mantan istri almarhum tutur katanya, sebut saja ( Hernik ) ibu dari saudara Bintang Dalam wasiat tersebut di saat sakit sebelum meninggal saudara Bambang Harianto berpesan ( Bintang tolong kalau papa meninggal dokumen-dokumen yang ada di tas warna biru , dikamar bawa pulang ke Sidoarjo, siapapun tidak boleh mengambilnya, kecuali anak papa ) begitulah bunyi wasiat secara lisan tersebut kata Bintang ke awak media.

Setelah pemakaman sekitar jam 11.00 wib , bintang mau mengambil tas tersebut di kamar papanya kaget sudah ada Bu Lis yang mengambil tas berwarna biru , sontak Bintang berkata itu punya papa, dengan songongnya jawab Bu Lis ( bukan yang ini punya.an papamu) di saksikan Virginia.
Setelah beberapa tahun, Bintang menanyakan lagi tentang tas yang ber warna biru, tidak ada jawaban dari LS.

Setelah tim KPORI ( kumpulan penghimpun organ rakyat Indonesia) bersama awak media, datang ke dsn Modo. desa Mojorejo kec. Modo Kab.LAMONGAN meminta perangkat desa mendampingi, untuk mengklarifikasi tentang dokumen penting alm. Bambang Harianto kepada saudara LS, ternyata tidak tau tentang dokumen tersebut ucap LS, di hadapan KPORI dan awak Media.

Sehingga bintang mengambil langkah untuk melaporkan ke kelurahan, untuk meminta surat keterangan kehilangan tentang dokumen – dokumen penting sertifikat No.37 dan kunci gudang yang ada di Kedungpring Mojodadi. Takutnya dokumen tersebut dipergunakan sebagai alat untuk kejahatan oleh orang lain yang tidak bertanggung jawab, yang akan merugikan keluarga, ucap Bintang di hadapan awak Media tutup.

(Kik/team)

Tri Rahmanto Sang Inspirator Jalan Sehat dan Senam Bedas SambutHUT Kabupaten Bandung Dan Kodam lll Siliwangi yang ke-78.

YUTELNEWS.com | Kab Bandung – Tri Rahmanto sebagai tokoh masyarakat Dayeuhkolot yang menjadi salah satu inspirator dalam penyelenggaraan acara Senam Bedas dan Jalan Sehat dalam rangka menyambut HUT ke-383 Kabupaten Bandung dan Kodam lll Siliwangi yang ke-78.

Kegiatan yang berlangsung di lapangan Zipur Dayeuhkolot ini kita gagas bersama dengan semua Elemen Forkopincam Dayeuh Kolot serta pelaksanaanya oleh KNPI. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk mempererat tali silaturahmi warga masyarakat se-kecamatan dayeuhkolot sekaligus untuk berolah raga bersama karena dengan olah raga tentunya kita semua bisa sehat. Minggu 19/05/2024.

Dengan adanya kegiatan ini mudah-mudahan masyarakat kabupaten Bandung khususnya warga se-kecamatan Dayeuh kolot bisa sehat, senang dan gembira. Untuk menambah kemeriahan di event jalan sehat ini tentunya kita bersama panitia KNFI Dayeuhkolot sudah menyiapkan door prize,Umroh, speda listrik dengan ratusan hadiah lainya,” ungkap Pak Tri Rahmanto pada awak media .

Alhamdulillah dalam penyelenggaraan senam Bedas dan jalan sehat ini bisa berjalan dengan lancar berkat dukungan semua pihak, mari kita terus sehat dan bergembira semoga masyarakat bisa menikmati acara yang berlangsung dengan acara pendukung dari pemerintahan Kecamatan Dayeuhkoloy dari Kabupaten Bandung seperti di adakanya bazar sembako murah, cek kesehatan gratis, stan UMKM serta pelayanan administratif dari pemkab Bandung.”pungkasnya.

Yans

Mempererat Tali Silaturahmi Polri Dengan Masyarakat, Polres Pasuruan Gelar Jum’at Curhat

YUTELNEWS.com | PASURUAN – Dalam rangka menjalin silaturahmi dan komunikasi antara Polri dengan Masyarakat, Polres Pasuruan menggelar kegiatan Jum’at Curhat bersama Masyarakat Kecamatan Rembang, bertempat di Warung Kampung Mangga, Desa Oro-oro Ombo Kulon, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, Jum’at (17/05/2024).

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kapolres Pasuruan AKBP Teddy Chandra, S.I.K., M.Si. dan dihadiri oleh PJU Polres Pasuruan, Kapolsek Rembang, Danramil Rembang, Camat Rembang, Forkopimca Kecamatan Rembang, Kepala Puskesmas Rembang, Dansatkoryon Banser PCNU Bangil, dan Audiens Masyarakat Kecamatan Rembang.

Sambutan diawali oleh Dansatkoryon Banser PCNU Bangil H. Haryono, “Alhamdulillah hari ini kami bisa bersilahturahmi dengan Bapak Kapolres Pasuruan bersama jajarannya, dan semoga pertemuan hari ini bisa membawa manfaat khususnya untuk situasi Kamtibmas di wilayah Kecamatan Rembang,” ujarnya.

Ia melanjutkan bahwa awal mula berdirinya Warung Kampung Mangga yang merupakan usaha bersama Masyarakat Desa guna meningkatkan kondisi perekonomian Masyarakat Kecamatan Rembang khususnya di Desa Oro oro Ombo Kulon.

“Saya selaku Dansatkoryon menyatakan bahwa Anggota Banser yang tergabung dalam PCNU Bangil siap membantu tugas Kepolisian khususnya di jajaran Polres Pasuruan,” tegasnya.

Kemudian sambutan dilanjutkan oleh Kapolres Pasuruan, “Kami dari Polres Pasuruan mengucapkan apresiasi dan terimakasih kepada anggota Banser, yang mana selama ini sudah banyak membantu kinerja Pihak Kepolisian dalam menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif khususnya pada jajaran Polres Pasuruan. Terkait masifnya peredaran Narkoba di Wilayah hukum Polres Pasuruan menjadi atensi bagi kami, mari kita bersama-sama mencegah peredaran Narkoba dengan adanya sinergi antara Kepolisian dengan Masyarakat,” ucap AKBP Teddy.

“Sinergitas antara anggota Banser dengan Kepolisian sudah terlihat pada saat pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2024 lalu, semoga hubungan kedepan bisa lebih baik lagi, sehingga adanya kegiatan ini kami mengharapkan adanya sinergitas, dukungan dan peran serta dari Banser bisa lebih baik. Kedepan perlu diadakan kegiatan atau pelatihan bersama seperti Banser Tanggap Bencana (Bagana) dan Banser Lalu Lintas (Balantas) yang dimiliki oleh Banser bisa berkolaborasi dengan instansi samping seperti BPBD Kabupaten Pasuruan terkait penanganan bencana alam,” tambah Kapolres.

Dalam sesi tanya jawab, Khoirul anggota Bagana Banser mengatakan “Menanggapi ide dari Bapak Kapolres Pasuruan terkait latihan bersama dengan BPBD Kabupaten Pasuruan, kami sangat antusias sekali semoga kegiatan tersebut bisa segera terlaksana,” ungkapnya.

AKBP Teddy menjawab, “Segera kami akan bersurat ke pihak BPBD Kabupaten Pasuruan untuk latihan bersama dengan Anggota Polres, Bagana Banser, dan TNI dalam pengetahuan dasar penanganan bencana,” jawab Kapolres.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemberian tali asih oleh Kapolres Pasuruan kepada Masyarakat dan anggota Banser berupa Paket Sembako, selanjutnya kegiatan Jum’at Curhat ditutup dengan Doa Bersama.

(Kik)

Lembaga BCW Membangun Mitra Keja Sama Dengan KPK RI Untuk Pemberantasan Korupsi Di Banyuwangi

YUTELNEWS.com |  Banyuwangi – Dalam rangka menseriusi upaya pemberantasan korupsi di Banyuwangi salah satu lembaga Swadaya Masyarakat dibawah bendera Banyuwangi Corruption Watch (BCW ) melakukan upaya membangun kerjasama kemitraan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI. Dimana pertemuan antara BCW dan KPK RI dilakukan di hotel Aston pada hari Selasa tanggal 15 Mei 2024. Ketua BCW Masruri dalam kesempatan tersebut menyampaikan kepada pihak KPK RI yang diwakili Divisi pencegahan korupsi yang mana Masruri menguraikan tentang kasus kasus di Banyuwangi yaitu antara lain kasus Mamin dengan tersangka NH yang sampai saat ini tidak ditahan dan masih berkeliaran menghirup udara bebas.

Selain itu Masruri juga menyampaikan kasus lainnya seperti penjualan Saham yang juga akan dilaporkan ke KPK RI Penjualan saham terjadi di waktu Pilkada tahun 2020 pada waktu naiknya Ipuk Festiandani istri Bupati sebelumnya Abdullah Azwar Anas menjadi Bupati Banyuwangi.

Yang mana dari penjualan saham meraup dana Rp. 300 Milyard. Saham yang dimaksud adalah saham hibah yang diberikan oleh perusahaan tambang PT. BSI sebesar 10%, ” Iya tadi sudah saya sampaikan semuanya poin poinnya agar menjadi atensi KPK RI untuk Kabupaten Banyuwangi” Ujar Masruri. Kemudian dari pihak KPK RI yang diwakili Wakil Satgas pencegahan KPK RI Dion menyatakan ” Kami menyambut baik aspirasi dari Masyarakat Banyuwangi terutama dari kalangan LSM Banyuwangi yang diwakili kawan kawan BCW maka setelah ini nanti akan kita tindak lanjuti ke bagian penindakan untuk melakukan langkah langkah yang perlu dilakukan”.

Dan perlu diketahui Agenda KPK RI turun ke Banyuwangi adalah dalam rangka membawa misi untuk pencegahan korupsi di Daerah Banyuwangi yang salah satu kegiatannya adalah agenda sosialisasi kepada istri istri pejabat untuk ikut serta melakukan pencegahan korupsi kepada suaminya yang sedang menjabat. Kegiatan tersebut diadakan di Hall hotel Aston Banyuwangi pada pagi sampai siang.

Sedangkan untuk pelaporan ke KPK RI menurut Dion Wakil Satgas pencegahan tidak sulit tinggal mengirim berkas bisa melalui media elektronik Website KPK RI prosesnya satu bulan sudah ada jawaban atau pemberitahuan dari KPK akan dilakukan penyelidikan atau perlu penambahan alat bukti. BCW yang dimotori Ketuanya Masruri berjanji akan terus mengawal kasusnya NH yang bersinergi dengan KPK RI dan akan segera melaporkan kasus baru terkait penjualan saham ke KPK RI sebab diindikasikan penjualan saham di waktu Pilkada ada kepentingan politik yang diduga ada kerugian Negara.

(Slamet/imam)

BNN RI Penuhi Undangan Pemerintah Timor Leste Inisiasi Kolaborasi Dalam Penanganan Kejahatan Narkotika

YUTELNEWS.com – Timor Leste, Dalam penanganan permasalahan narkotika, pengawasan perbatasan menjadi perhatian khusus bagi Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) Marthinus Hukom. Sebab itu, letak geografis Indonesia yang memiliki batas darat dan maritim dengan Timor Leste menjadi latar belakang kunjungan kerja Kepala BNN RI ke Timor Leste.

Setelah bertemu dengan Kepala National Intelligence Service (SNI) Timor Leste, Kepala BNN RI bersama delegasi melanjutkan kunjungan kerjanya dengan menemui Menteri Dalam Negeri Timor Leste, Francisco Da Costa Guterres, di Kantor Kementerian Dalam Negeri Timor Leste, Dili, pada Kamis (2/5).

“Peredaran narkotika merupakan kejahatan terorganisir lintas negara, yang Saya percaya merupakan tantangan dan ancaman bagi Indonesia dan Timor Leste,” ungkap Marthinus Hukom dalam pertemuan tersebut.

Karena itu, Kepala BNN RI mengajak pemerintah Timor Leste untuk mengembangkan kerja sama, terutama dengan Kementerian Dalam Negeri melalui empat usulan kolaborasi seperti perjanjian ekstradisi terkait kejahatan narkotika, pertukaran agen, penempatan staf dari BNN atau Liaison Officer, serta melakukan analisis dan operasi bersama, baik darat, laut, maupun udara.

Kepala BNN RI menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pertemuan tersebut. Ia meyakini bahwa pertemuan ini dapat memperkuat hubungan antar kedua negara dan membuka jalan untuk kerja sama yang lebih erat di masa mendatang.

Lebih lanjut Ia berharap, dialog bersama Menteri Dalam Negeri Timor Leste meraih hasil positif dan bermanfaat bagi kedua belah pihak untuk mencegah dan memberantas peredaran gelap narkotika.

 

#indonesiabersinar

#indonesiadrugfree

 

Yusup Bahtiar. 

Polda Kepri Terima Kunjungan dan Silaturahmi Ombudsman RI, Dalam Rangka Rapat Koordinasi Penilaian Kepatuhan Tahun 2024

YUTELNEWS.com | Batam – Wakapolda Kepri Brigjen. Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., didampingi oleh Irwasda Polda Kepri dan PJU Polda Kepri menerima kunjungan dan Silaturahmi Ombudsman RI Provinsi Kepri, dan turut dihadiri oleh Pimpinan Ombudsman RI Jemsly Hutabarat, Kepala Perwakilan Ombudsman Lagat Parroha Patar Siadari, Kepala keasistenan utama pengaduan Masyarakat RI Bapak Patnuaji Agus Indrarto S.S., kegiatan dilaksanakan di Rupatama Polda Kepri. Selasa (7/5/2024).

Dalam kesempatan tersebut Wakapolda Kepri Brigjen. Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., menyampaikan amanat dari Bapak Kapolda Kepulauan Riau yang tengah terlibat dalam kegiatan video conference bersama Bapak Kapolri. Sebelumnya, saya ingin mengucapkan selamat datang kepada pimpinan Ombudsman RI di Kepulauan Riau. Pentingnya penilaian terhadap kepatuhan oleh Ombudsman Republik Indonesia dalam memberikan pelayanan publik menjadi fokus utama. Ini sebagai dorongan bagi penyelenggara pelayanan publik agar memenuhi standar yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik,”Ungkap Wakapolda Kepri Brigjen. Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H.

Kemudian di tahun 2023 menjadi momentum penting dengan terlaksananya penilaian terhadap standar pelayanan publik di lingkungan Polri, terutama Polda Kepulauan Riau, yang berjalan dengan baik. Hasil penilaian tersebut perlu dijadikan pijakan untuk melakukan perbaikan yang diperlukan guna meningkatkan kualitas pelayanan publik sesuai dengan rekomendasi dan harapan untuk masa yang lebih baik dalam memberikan pelayanan yang Prima,” Ucap Wakapolda Kepri Brigjen. Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H.

Di Tahun 2024 ini menjadi tahun yang ditandai dengan kembali dilaksanakannya penilaian oleh Ombudsman RI. Hal ini bertujuan untuk memastikan terpenuhinya standar pelayanan dan sebagai alat ukur dalam upaya penyelenggaraan pelayanan yang lebih baik di lingkungan Polri, khususnya Polda Kepulauan Riau. Dalam hal ini, penting bagi seluruh penanggung jawab dan penyelenggara pelayanan untuk memahami dan mempersiapkan diri dengan baik, termasuk melaksanakan analisis dan evaluasi berkala guna meningkatkan mutu pelayanan kepada Masyarakat,” Ujar Wakapolda Kepri Brigjen. Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H.

Terima kasih atas kesempatan yang diberikan, Pak Wakapolda dan rekan-rekan, untuk berpartisipasi dalam penilaian pelayanan publik kita tahun ini. Sejak tahun 2022, kami telah mengubah pendekatan penilaian dari survei kepatuhan menjadi lebih berorientasi pada standarisasi sarana prasarana, bahkan meningkatkan ke pendekatan awal untuk mendapatkan opini mengenai pelayanan publik Serta ketersediaan sarana prasarana dan kompetensi pelayanan yang sesuai dengan prinsip-prinsip dasar pelayanan, standarisasi pelayanan publik itu sendiri, penilaian dari pengguna langsung dengan meminta masukan dari masyarakat, serta laporan pengaduan yang diterima. Setelah penilaian dilakukan, rapor akan diberikan agar dapat melakukan konsultasi lebih lanjut,” Tutur Pimpinan Ombudsman RI Jemsly Hutabarat

Lebih Lanjut Pimpinan Ombudsman RI Jemsly Hutabarat menegaskan Secara umum, sejak dilaksanakannya program ini pada tahun 2015, persentase penyelenggara pelayanan publik yang masuk dalam kategori zona hijau hanya sebesar 9,8%. Namun, pada tahun 2022, angka tersebut meningkat menjadi 45,5%, dan pada tahun terakhir, persentasenya meningkat lagi menjadi 70,7% secara nasional. Meskipun merupakan berita baik, hal ini juga menjadi tantangan bagi kami untuk memberikan pelayanan yang lebih baik lagi. Harapannya di tahun 2024 Polda Kepri bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam meningkatkan pelayanan publik, kami berfokus pada peningkatan kemampuan, penampilan, sikap, perhatian, dan tindakan yang dilakukan. Kami semua memiliki harapan dan keyakinan bahwa di tahun ini, pelayanan publik di Polda Kepri dan polres jajarannya akan mengalami akselerasi perbaikan yang lebih baik lagi, sehingga semua dapat masuk ke dalam zona hijau dan meningkatkan skornya dalam Pelayanan Publik,” Tegas Pimpinan Ombudsman RI Jemsly Hutabarat.

Terakhir, dalam kesempatan yang sama Kabidhumas Polda Kepri Kombes. Pol. Zahwani Pandra Arsyad, S.H., M.Si., juga menambahkan pesan kepada masyarakat yang ingin mengadukan atau melihat peta kerawanan serta memerlukan bantuan kepolisian dapat menghubungi Call Center polisi 110 atau unduh aplikasi Polri Super Apps di Googleplay/APP Store.

Salam Presisi

Bidang Humas Polda Kepri

Kombes. Pol. Zahwani Pandra Arsyad, S.H. M.Si.

Kabidhumas Polda Kepri

E-Mail : poldakepribidhumas@gmail.com

Telp/Fax : 0778-7760038

Twitter :@poldakeprihumas

FB : Humas Polda Kepri

IG : @humaspoldakepri

Tingkatkan Hasil Panen, Babinsa Sukorejo Lakukan Pendataan 

YUTELNEWS.com | Dalam upaya meningkatkan hasil panen padi dan mendukung ketahanan pangan, Babinsa Koramil 0819/23 Sukorejo Sertu Adji Muntono, telah melakukan pendataan lahan persawahan seluas 3.500 meter persegi yang rencana akan di tanami padi akhir bulan Mei. Lahan persawahan ini Milik Pribadi warga Desa Ngadimulyo Kec. Sukorejo Kab. Pasuruan. Selasa (7/5/24).

Kegiatan ini dilakukan sebagai persiapan untuk rencana penanaman padi yang akan dilaksanakan pada tanggal 25 Mei mendatang. Pendataan ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh lahan persawahan di Sukorejo termanfaatkan dengan baik dan mendapat perawatan yang tepat sebelum masa tanam tiba.

Pendataan Ini adalah bagian dari strategi lokal untuk memastikan bahwa produksi padi dapat memenuhi kebutuhan pangan masyarakat setempat serta mendukung keberlanjutan pasokan pangan nasional.

Sertu Adji Muntono mengatakan, “Kami ingin memastikan bahwa tidak ada lahan yang terlewat dan semua petani mendapat dukungan yang mereka butuhkan untuk musim tanam yang sukses. Dengan pendataan ini, kami bisa mengidentifikasi kebutuhan spesifik setiap area, seperti kebutuhan pupuk, perbaikan irigasi, atau pengendalian hama.”ujarnya.

Kegiatan pendataan ini juga melibatkan kerja sama dengan dinas pertanian setempat serta kelompok tani di Sukorejo. Selain itu, Babinsa juga memberikan pelatihan dan penyuluhan kepada para petani tentang teknik-teknik pertanian modern yang bisa digunakan untuk meningkatkan produktivitas.

Pemilik Lahan Persawahan Bpk Ngateman mengungkapkan apresiasinya atas inisiatif ini. “Kami sangat berterima kasih kepada Sertu Adji dan Koramil Sukorejo atas dedikasi mereka. Dukungan ini sangat berarti bagi petani, terutama dalam menghadapi tantangan yang semakin meningkat dalam bidang pertanian,” ujar Bapak Ngateman.

Dengan persiapan dan perencanaan yang matang, diharapkan bahwa penanaman padi yang akan dilakukan pada tanggal 25 Mei nanti dapat berjalan lancar dan hasil panen akan meningkat secara signifikan, membawa dampak positif bagi ekonomi lokal dan ketahanan pangan di Sukorejo. (kik)

Pj. Wali Kota Payakumbuh Jasman Menghadiri Musrenbang Nasional 2024 yang dibuka Presiden RI, Joko Widodo

YUTELNEWS.com -Jakarta Pj. Wali Kota Payakumbuh Jasman Dt. Bandaro Bendang menghadiri Musrenbang Nasional 2024 yang dibuka Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi), di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Senin (06/05/2024).

Diselenggarakan Kementerian PPN/Bappenas, Musrenbang Nasional 2024 mengusung tema Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan.

Dalam arahannya, Presiden Jokowi mengatakan, saat ini Indonesia dihadapkan pada situasi yang tidak mudah. Ekonomi global diperkirakan hanya tumbuh 3,2 persen.

Kondisi ini merupakan dampak pandemi Covid-19 yang dialami 2020 lalu. Hal ini juga menyebabkan beberapa negara mengalami resesi. Karenanya itu, perlu kehati-hatian di dalam mengelola anggaran negara.

“Jangan sampai ada uang serupiah pun yang meleset dari rencana, sudah tidak boleh! Dan betul-betul memperhatikan skala prioritas,” tegas Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi juga mengungkapkan bahwa saat ini negara mengalami ketakutan terhadap tiga hal. Mulai dari harga minyak hingga bunga pinjaman.

“Semua pada takut masalah itu, karena begitu bunga pinjaman naik sedikit saja beban fiskal itu akan sangat besar,” ujarnya.

Karena itu, Jokowi kembali mengingatkan kepada seluruh pemerintah daerah untuk hati-hati dalam mengelola anggaran.

Pemerintah daerah, dikatakan Jokowi, memang telah memiliki Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP), Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM), dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP).

“Tetapi yang belum adalah sinkron atau tidak dengan rencana besar yang kita miliki. Itu yang belum. Oleh karena itu, sinkronisasi itu menjadi kunci,” ucapnya.

Menanggapi hal itu, Pj. Wali Kota Payakumbuh Jasman Dt. Bandaro Bendang, mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Payakumbuh tumbuh positif di tengah ancaman resesi.

Angkanya 4,7 persen di atas pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat (Sumbar) 4,37 persen pada triwulan I tahun 2024 berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).

“Namun ini masih dibawah pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,05 persen. Kondisi ini akan menjadi penyemangat kita dalam pemulihan ekonomi di tahun-tahun berikutnya,” imbuhnya.

Sekum LKAAM Sumbar itu juga menyambut baik pesan-pesan Presiden Jokowi. Ia mengaku akan menerapkan pengelolaan anggaran sesuai harapan yang disampaikan Jokowi.

“Seperti yang dikatakan Bapak Presiden, harus sinkron. Dengan begitu kita akan melakukannya demi kepentingan masyarakat kita di Payakumbuh,” katanya.

Begitupun dengan kehati-hatian dalam pengelolaan anggaran, menurut Jasman, pihaknya akan melakukan pemantauan secara menyeluruh saat merealisasi anggaran. Tujuannya, agar tidak ada anggaran negara yang meleset dari yang diharapkan.

“Pada intinya, kita sangat sepakat tidak ada satu rupiah pun uang meleset selain untuk kepentingan rakyat. Anggaran yang diamanahkan untuk dikelola akan kita kelola dengan baik sesuai arahan Bapak Presiden,” pungkasnya.

( MAHWEL )

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.