Pebowling Putri Sumut Aldila Indryati Lampaui Target Medali Emas PON

YUTELNEWS.com/

MEDAN – Pebowling putri tuan rumah Sumatera Utara, Aldila Indryati, memastikan tiket semifinal cabang olahraga bowling Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024 di GOR Hj. Rayati Syafrin, Jalan Pancing Medan, pada Rabu.(18/9/2024)

Indry melaju ke babak empat besar setelah menduduki posisi ketiga babak penyisihan dengan mengumpulkan poin total 3418 dalam 16 games. Ia pun menjadi satu-satunya pebowling Sumut yang lolos ke semifinal dari tiga atlet yang mengikuti nomor master.

Tampilnya Indry di semifinal sekaligus membuka kans peraih medali emas SEA Games 2019 Filipina ini melampaui target pribadinya dalam meraih medali emas PON. Sebelumnya ia menargetkan meraih 2 emas pada gelaran PON 2024.

Target 2 emas itu pun sudah dipenuhi Indry dengan menjuarai nomor ganda putri bersama Nadia Pramanik dan juara nomor all event putri. Indry juga menyumbang 2 medali perunggu nomor tunggal putri dan nomor tim-4.

Dengan demikian, jika mampu merebut medali emas nomor master, maka Indry sah melampaui target pribadinya. Peluang Indry juara master pun terbuka lebar, mengingat kualitasnya tidak kalah dengan trio Jawa Timur yang melaju ke semifinal.

“Peluang Indry ke final dan meraih juara sangat terbuka. Indry tidak kalah kualitas dengan tiga atlet Jawa Timur yang turut melaju ke semifinal”, ujar Pelatih Tim Boling Sumut, Edy Ong, usia mendampingi Indry dan lainnya bertanding.

Sebelumnya, Indry sendiri mengaku ingin memburu gelar juara nomor master. Terlebih Indry merupakan juara bertahan master putri pada PON 2016 Jawa Barat. “Untuk master saya masih menargetkan diri saya meraih medali emas,” ucap Indry singkat.

Seperti diketahui, Indry melaju ke semifinal bersama tiga peboling Jatim, yakni Sharon Limansantoso, Shinta Cheysaria Yunita dan Tannya Roumimper. Di semifinal, Indry menghadapi Shinta yang menduduki peringkat kedua babak penyisihan. Sedangkan Sharon melawan rekannya Tanya Roumimper.

(Team)

Sumut Tambah Medali Emas Pada Pertandingan Golf Nomor Mixed Foursome

YUTELNEWS.com/

MEDAN – Nomor Campuran (Mixed Foursome) Cabang Olahraga (Cabor) Golf Sumatera Utara (Sumut) dengan atlet Rayhan Latif / Viera Rosada menambah satu Medali Emas untuk provinsi itu di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024.

“Rayhan Latif/Viera Rosada menyabet Medali Emas setelah mengalahkan atlet Provinsi Jawa Tengah dan DKI Jakarta di Lapangan Golf Royal Sumatera, Medan, Sumut, Rabu (18/9/24)”, ujar Edi Putra selaku Teknikal Delegate didampingi Sekretaris Panitia Pelaksana Inti Cabang Olahraga Golf, Fachry Hasballah di ruang Media Center Golf.

Pertandingan Nomor Campuran dilaksanakan pada Selasa-Rabu (17-18 September 2024). Di hari pertama, Rayhan Latif/Viera Rosada memperoleh nilai 71.

Golfer Nomor Campuran Sumut di round 2 memperoleh nilai 69 berhasil menggeser posisi Provinsi Jawa Tengah, Amadeus Christian/Thea Jessica yang di round 1 memperoleh nilai 70 dan di round 2 meraih nilai 72.

Rayhan Latif / Viera Rosada mendapat total nilai 140 dengan jumlah pukulan -4.

Amadeus Christian / Thea Jessica dari Provinsi Jawa Tengah meraih Medali Perak dengan total nilai 141.

Medali Perunggu diraih DKI Jakarta Gabriel Hansel/Kristina Yoko dengan total nilai 142.

Tim Provinsi Sumut memang bersaing ketat dengan Provinsi Jawa Tengah, DKI Jakarta dan Jawa Barat di hari pertama pertandingan Nomor Campuran yang dilaksanakan di Lapangan Golf Royal Sumatera, Rabu. (18/9/2024)

Tim Sumut memperoleh nilai -1 disusul Provinsi Jawa Tengah memperoleh nilai -2 dan DKI Jakarta memperoleh nilai -2 dan tim Provinsi Jawa Barat memperoleh nilai -1.

Berikut Hasil Lengkap Perolehan Medali Cabor Golf PON XXI Aceh-Sumut 2024:

– DKI Jakarta (3 Emas, 1 Perak)
– Sumatera Utara (2 Emas, 3 Perak, 2 Perunggu)
– Jawa Tengah (1 Emas, 1 Perak)
– Bali (1 Emas, 1 Perunggu)
– Jawa Barat (1 Perak, 2 Perunggu)
– Kalimantan Timur (1 Perak, 2 Perunggu).

Sumber: PB PON XXI 2024 SUMUT

(Team)

Luar Biasa!!, Pelari Nella Persembahkan 3 Emas Untuk Sumut di PON XXI Perdananya

YUTELNEWS.com/

Deli Serdang – Kiprah tim pelari tuan rumah Provinsi Sumatera Utara Nella Agustin, berjuang demi prestasi dan mengharumkan nama daerah tidak sia -sia. Nella Agustin sukses meraih tiga (3) medali emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh-Sumut.

Tiga (3) medali emas yang ia genggam tersebut diraih melalui nomor lari 200 meter putri dan lari 400 meter gawang putri serta dari nomor 4×400 meter mixed.

Khusus di nomor 4×400 meter mixed tersebut, medali emas diraih tim Sumatera Utara yang atas nama Nella Agustin, Siska Simamora, M. Kahairuddin dan Ayyub Niti.

Luar biasanya, dari dua emas yang sukses diraih Nella yakni dari 200 meter putri dan lari 400 meter gawang putri tersebut, keduanya juga berhasil menciptakan rekor baru.

Di nomor 400 meter gawang putri, ia mencatatkan waktu 58,3 detik yang sekaligus memecahkan dua rekor yakni rekor senior atau nasional dan rekor PON.

Rekor nasional sebelumnya diciptakan oleh Viera Hetari dari Maluku dengan catatan waktu 59,64 detik pada tahun 2011. Sementara rekor PON sebelumnya atas nama Maryati (NTB) pada PON tahun 2012 di Riau dengan waktu 60,31 detik

Sementara di nomor 200 meter putri, Nella Agustin juga berhasil meraih medali emas dengan catatan waktu 23,61 detik sekaligus memecahkan rekornas atas namanya sendiri dengan waktu 23.63 detik.

Selain itu catatan waktu tersebut juga memecahkan rekor PON yang sebelumnya diciptakan Irene Truitje Joseph (Maluku) di PON tahun 2000 Jawa Timur dengan catatan waktu 23.98 detik.

Prestasi yang sangat luar biasa, mengingat dara manis asal Serdang Bedagai itu baru pertama kali ikut dan berlaga di PON yang merupakan ajang olahraga multi event terakbar di tanah air tersebut.

Apalagi usianya yang masih 21 tahun yang tentunya langkah dan perjuangan untuk lebih banyak mengukir prestasi, bukan hanya nasional, namun dunia masih terbuka lebar seperti asian games, olimpiade maupun kejuaraan atletik dunia.

Nella sendiri mengaku untuk mencapai target emas di PON saingan terberat adalah dirinya sendiri dan dia ingin menaklukkannya demi berhasil membanggakan keluarga seperti nasihat kedua orang tuanya.

Bagi Nella, PON 2024 merupakan debutnya pertama di PON. Dia melihat banyak atlet-atlet senior yang menjadi lawannya, namun hal itu tidak membuatnya takut, justru menjadi tantangan dan pembuktian apa yang telah dilatihnya selama ini.

“Kalau saingan terberat itu justru diri sendiri. Tinggal bagaimana bisa mempertahankan waktu yang didapat lalu, kalau bisa lebih bagus lagi, pasti yakin bisa dapat juara,” katanya.

Lantas persiapan saja yang dilakukan selama ini demi meraih kesuksesan di PON, ia mengaku sama seperti atlet lainnya, tetap rutin latihan secara keras demi mengejar catatan waktu demi waktu agar lebih cepat.

“Mengurangi waktu liburan dan mengisinya dengan tetap latihan. Keluarga, teman-teman sangat mendukung. Pengurus PASI juga terus kasih motivasi dengan datang langsung lihat latihan,” katanya.

Terkait keberhasilan Nella Agustin meraih tiga emas, Ketua Persatuan Atletik Sumatera Utara (PASI) Sumut David Luther menyebutkan Nella Agustin memang memiliki potensi yang sangat besar, apalagi usianya masih sangat muda.

“Kami sangat mengapresiasi atas pencapaian Nella di PON yang baru pertama kali ia ikuti ini. Semoga ke depan dia semakin banyak mengukir prestasi, namun tentunya harus terus diimbangi dengan latihan yang lebih keras,” katanya.

(Team)

Atlet Sambo Sumut Everaim Ginting Raih Emas Melalui Kemenangan TKO di PON XXI

YUTELNEWS.com/

Langkat – Atlet sambo kontingen Sumatera Utara kelas Men Combat 65 Kg, Everaim Ginting berhasil meraih medali emas usai mengalahkan lawannya Gugun Gusman dari Jawa Barat dengan TKO.

Dalam pertandingan yang dilangsungkan di GOR Serbaguna, Stabat, Langkat, Selasa (17/9), duel kedua pesambo berjalan cukup menarik dan cukup keras karena keduanya saling jual beli pukulan dan tendangan.

Pada waktu menyisakan 2 menit 48 detik, Everaim Ginting sudah memperoleh 4 poin yakni 4 – 0. Namun, Gugun atlet asal Jawa Barat yang dikenal juga merupakan atlet MMA ini tidak ingin menyerah begitu saja.

Berbagai upaya pukulan dan tendangan serta bantingan dikerahkan sekuat tenaga untuk mengimbangi lawannya.

Terbukti, saat waktu menyisakan 2:17 menit, Gugun berhasil menyamakan poin menjadi 4 – 4.

Kerasnya pertarungan yang berlangsung yang ditampilkan kedua atlet, memancing sorak sorai pentonton.

Beberapa kali pukulan dan tendangan dari kedua atlit, terus dilakukan untuk mengejar kemenangan di sisa waktu yang ada.

Namun, sebuah tandukan yang dilakukan Everaim Ginting, tepat mengenai rahang atlit MMA asal Jawa Barat tersebut membuat Gugun tak mampu untuk bangkit.

Melihat atlet asal Jawa Barat tersebut tak mampu lagi untuk bangkit, wasit pertandingan yang dipimpin oleh Maria Sela, langsung meniup peluit dan menyilangkan tangannya pertanda pertandingan telah usai dengan kemenangan Averaim Ginting dengan kenangan TKO.

Sehingga, Evereami Ginting menambah 1 medali emas dari 3 medali emas yang diraih kontingen atlet Sambo Sumut di hari Kedua, Selasa (17/9/2024). Sementara Gugun Gusman dari Jawa Barat meraih medali Perak.

Sebelumnya, Everaim Ginting di kelas Combat Men 64 Kg pada semifinal, berhasil mengalahkan Edo Hardi Kristanto dari Jawa Timur dan berhasil melaju ke Final melawan Gugun Gusman.

Sumber: PB PON XXI SUMUT

(Team)

Rahmat Shah: FORKI Sumut Target 2 Emas dari Karate PON XXI

YUTELNEWS.com/

Deli Serdang – Ketua Umum Pengprov Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Sumatera Utara Dr. H. Rahmat Shah menyatakan, pada PON XXI Aceh-Sumut 2024 ini, pihaknya mengincar jadi tuan rumah yang baik, dan memperoleh prestasi terbaik dari para atlet karate dengan target meraih 2 medali emas.

Hal itu disampaikannya kepada awak media PB PON XXI Aceh-Sumut 2024 wilayah Sumut, usai acara pembukaan cabor karate di Gedung Serbaguna UNIMED, pada Senin.(16/09/2024)

“Sejak ditetapkan Sumut sebagai tuan rumah PON 2024 bersama Provinsi Aceh, cabor karate kebetulan dipertandingkan di Sumut. Kami Pengprov FORKI Sumut sudah melakukan berbagai persiapan, baik itu membentuk kepanitiaan dan membuat tim karate Sumut yang dapat diandalkan, untuk mencapai target meraih 2 medali emas”, sebutnya.

Seperti sambutannya saat acara pembukaan, Sumut ditunjuk menjadi tuan rumah pada cabang olahraga karate, merupakan amanah yang harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Ada 30 provinsi yang datang dan tampil di PON 2024 untuk cabor karate, maka seluruh kepanitian harus bekerja ekstra, agar peserta yang datang nyaman untuk bertanding.

Rahmat Shah juga mengingatkan, seluruh wasit dan juri di cabang olahraga karate ini bekerjalah dengan sejujur-jujurnya, jangan ada rasa isme kedaerahan pada saat memimpin satu pertandingan.

“Berikanlah penilaian yang sejujur-jujurnya. Berikanlah penilaian yang baik jika karateka itu tampil baik dengan realistis, jangan ada pilih kasih atau apapun namanya itu di pelaksanaan PON ini”, tegasnya.

Rahmat Shah menambahkan untuk target cabor karate di PON 2024 ini, Pengprov FORKI Sumut menargetkan dua medali emas. Namun, pihaknya berupaya membangkitkan semangat para karateka untuk dapat lebih dari dua medali emas.

“Kita hanya menargetkan dua medali emas di PON 2024 ini. Mudah-mudahan, dengan semangat tinggi yang dimiliki 18 karateka Sumut yang tampil bisa melebihi target. Kami sangat mengharapkan dukungan dan doa dari masyarakat dan insan karate yang ada di Sumut, agar anak anak Sumut ini memberikan prestasi terbaik dengan memperoleh medali emas lebih dari dua”, pungkasnya.

FORKI Sumut pada PON 2024 ini menurunkan 18 karateka, yaitu 9 putra dan 9 putri. Ke 9 atlet putra yakni Calvin Audira Harianja, Hanifsyah Siregar, Neo Zanjibar, Rizky Lawyer, Faisal Halomoan Siahaan, Kharen Ardianta Tarigan, Riza Mahendra, M Arif Fadillah dan Daniel Hutapea.

Sedang atlet putri yaitu Dwi Hanny Khairunissa, Jihan Nursafira, Aprillia Nur Rizki, Marcella Oktavia Simanjuntak, Arnella Putri, Tri Rantika, Nicky Dwi Oktari Putri Iselda, Leica Al Humaira Lubis serta Dessynta Rakawari Sabirin Banuarea.

Mereka dilatih oleh 4 pelatih yakni Delfinus Rumahorbo ST, Pulungan Sihombing, Sitiasma Tanjung dan Dwi Yuda Syaputra.

Sumber: PB PON XXI Sumut

(Team)

Venue Voli Pantai PON XXI Aceh-Sumut Sangat Unik di Kaldera Toba

YUTELNEWS.com/

Samosir – Perhelatan akbar PON XXI Aceh-Sumut cabang Voli Pantai dilaksanakan di Pantai Indah Situngkir, Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara mendapat pujian, pada Selasa.(17/9/24)

Itu disampaikan Technical Delegate, Slamet Mulyanto. Dia memuji venue Voli Pantai di Kabupaten Samosir. Dari pengalamannya di 5 benua, menurutnya di lokasi ini sangat cantik dan unik.

“Venue Voli Pantai di Kabupaten Samosir, menurut saya Pantai Indah Situngkir ini sangat cantik dan unik. Ada pantai, gunung dan udaranya sejuk”, kata Slamet.

Pemilihan pantai ini sebagai venue dalam penyelenggaraan PON 2024 cabang olahraga voli pantai memang tidak hanya didasarkan pada kondisi geografis yang ideal, tetapi juga keindahan alamnya yang akan memberikan pengalaman kompetisi yang unik dan berbeda.

Lokasinya memang di area wisata, dan memang venue voli pantai ini bagian dari promosi wisata, kawasan itu nantinya.

Slamet Mulyanto didampingi Wiko Siregar Ketua Umum PBVSI SUMUT
Reggy C Nelwan, wakil ketua PB PBVSI bidang pertandingan dan kompetisi akan mempromosikannya ke seluruh dunia, bahkan Ia berencana tahun depan akan menggelar kejuaraan nasional maupun internasional di Kabupaten Samosir.

“Kami dari PBVSI Pusat akan bahu membahu dengan Bupati Samosir untuk menyelenggarakan event nasional maupun internasional, sebagai ajang promosi ke dunia internasional”, kata Slamet.

Slamet Mulyanto juga mengatakan pertandingan Volly Pantai di Pantai Indah Situngkir dilaksanakan selama sembilan hari mulai dari tanggal 10 sampai 19 September 2024.

“Pertandingan Volly pantai ini dilaksanakan selama sembilan hari mulai tanggal 10 sampai 19 September”, ujar Slamet.

Hal yang sama disampaikan Bendahara KONI Pusat Ilham. Beliau akan mendorong even event internasional untuk diselenggarakan di Samosir.

“Ini pertama kali Saya lihat. Saya belum melihat venue pertandingan sambil bisa menikmati keindahan alam . Ini sangat pantas dipromosikan dengan menggelar event internasional”, katanya

Pertandingan Voli Pantai PON XXI Aceh-Sumut diikuti 40 tim terdiri dari 20 Putra dan 20 Putri dari 16 Provinsi, dan dipimpin Wasit Nasional dan Internasional. Final Putri direncanakan tanggal 18 September 2024 dan Final Putra tanggal 19 September yang akan datang.

(Team)

Fariz Syahputra, Jadi Atlet Drumband Sumut Terinspirasi dari Ayahnya Hingga Sukses Berprestasi PON XXI

Fariz Syahputra, Jadi Atlet Drumband Sumut Terinspirasi dari Ayahnya Hingga Sukses Berprestasi PON XXI

YUYELNEWS.com/

Deli serdang – Atlet Drumband Sumatera Utara (Sumut), Fariz Syahputra, masih tidak percaya bisa membantu kontingen tanah kelahirannya meraih medali emas dari cabang olahraga pada PON XXI Aceh-Sumut 2024.

Pemuda 17 tahun yang baru lulus SMA itu sangat haru dan bangga atas pencapaian yang diraihnya bersama kontingen Sumut.

“Banggalah bang. Bisa mengharumkan nama provinsi dan daerah. Terlebih lagi bisa dapat tiga emas,” ungkapnya, pada Minggu. (15/9/2024)

Fariz bersama rekan rekannya yang lain telah menyumbangkan tiga medali emas dari lima medali emas yang didapat kontingen Sumut dari cabang olahraga drumband lewat nomor 800 meter putra, 600 meter campuran dan 8000 meter putra. Kemudian perak dari nomor 400 meter putra.

Meskipun perolehan tersebut sangat nyata, tapi dirinya masih tidak percaya atas prestasi ini.

“Enggak nyangka aja bang. Tadinya cuma main drumband untuk kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, ternyata bisa tampil di PON. Dapat medali emas lagi,” ungkap pria lulusan SMA Wahidin, Sei Mati, Medan Labuhan itu.

Pencapaian ini merupakan hasil kerja kerasnya selama ini. Latihan fisik dan memainkan instrumen musik terus dilakukan menghadapi PON ini. Cedera yang dirasakannya tidak peduli. Tujuannya satu bisa tampil di PON.

Baginya menjadi pemain drumband adalah pilihannya. Pria yang memainkan alat tiup ini sudah berlatih sejak SMP.

Dan, menjadi pemain drumband terinspirasi dari ayahnya, Surya Dinata Setiawan yang juga pemain drumband.

“Inspirasinya dari ayah. Ayah pemain drumband dan ikut ajang tingkat nasional juga. Makanya kepengen jadi pemain drumband. Alhamdulillah kesampaian. Ini PON pertamaku. Aku berharap bisa meraih medali emas lagi,” tambah pria pemilik tinggi 172 CM yang tinggal di Pasar 4 Marelan ini.

Dirinya pun berkeinginan uang bonus atas perolehan medali emas yang diraihnya akan dijadikan untuk biaya kuliah. Hanya saja Fariz belum menentukan jurusan apa yang dia pilih.

“Rencananya untuk biaya kuliah. Ada jugalah untuk orang tua. Tapi jurusan apa belum tahu. Masih fokus pertandingan aja dulu. Yang pasti aku ingin kuliah,” tutupnya.

Sumber: PB PON XXI SUMUT

(Team)

Pebowling Sumut Aldila Sumbangkan 2 Medali Emas

YUTELNEWS.com

MEDAN – Aldila Indryati sukses memenuhi target pribadinya menyumbangkan 2 medali emas bagi Sumatera Utara dari cabang olahraga boling Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh – Sumut 2024 di GOR Bowling Hj. Rayati Syafrin, Jalan Pancing Medan, pada Minggu. (15/9/2024)

Peboling akrab disapa Indry ini meraih medali emas keduanya dari nomor all event setelah mengumpulkan poin tertinggi 3.827 (average 213) dalam 18 games. Medali emas pertama Indry sebelumnya diraih dari nomor ganda putri bersama Nadia Pramanik.

Medali perak all event disabet Shinta Cheysaria Yunita asal Jawa Timur dengan mengumpulkan 3.813 (average 212) atau hanya tertinggal 14 pin dari Aldila. Medali perunggu menjadi milik Tannya Roumimper juga asal Jawa Timur yang membukukan 3.727 (average 207).

Seperti diketahui, nomor all event merupakan penggabungan hasil pertandingan tiga nomor dengan total 18 games. Ketiga nomor dimaksud adalah tunggal, ganda atau ganda campuran dan tim-4 yang masing-masing memainkan enam games.

Indry mengaku tidak menyangka meraih medali emas all event, walau sejak awal terus berusaha tampil maksimal di setiap pertandingan. Peraih medali emas PON 2016 ini menilai perebutan medali all event sangat ketat.

“Memang selisih poinnya gak terlalu jauh antara peringkat 1, 2 dan 3. Tapi tadi di awal permainan aku gak tampil begitu bagus. Gak nyampe poin 200. Jadi gak menyangka juga di games terakhir itu aku bisa main sebagus itu untuk mengejar jadi peringkat satu. Alhamdulillah,” ucap Indry.

Indry mengaku sempat gemetaran ketika bermain di games terakhir atau penentu. “Jadi tadi di fame kedelapan dan sembilan itu tangan aku gemetaran. Mungkin karena uda lama juga gak merasakan momen seperti tadi. Kebetulan lawannya main bagus juga. Alhamdulillah aku bisa selesaikan games terakhir dengan hasil maksimal,” ujar Indry yang mendapat peluk hangat rekan setim usai permainan.

Sukses Indry meraih medali emas berkat perjuangannya yang luar biasa, khususnya di babak penyisihan tim-4 yang menjadi penentu perebutan medali all event.

Kans medali emas Indry terbilang tipis hingga pertandingan menyelesaikan games kelima nomor tim-4, di mana peraih medali emas SEA Gemas 2019 Filipina itu masih tertinggal 43 poin dari peboling Jatim, Shinta Cheysaria Yunita.

Namun Indry membuat kejutan. Mengawali lemparan games keenam atau terakhir dengan hanya menjatuhkan 6 pin, Indry sukses mencetak spare. Setelah itu, Indry ‘menggila’ dengan mencetak 8 strike beruntun.

Indry selanjutnya mencetak spare di frame kesembilan dan 10 serta menyudahi bonus satu lemparan dengan strike. Permainan ini membuat Indry mengumpulkan 268 poin di games keenam untuk memastikan medali emas all event

Sumber: PB PON XXI SUMUT

(Team)

Tim Perenang Sumut Felix Raih Medali Emas Sekaligus Pecahkan Rekor PON XXI 2024

YUTELNEWS.com/

MEDAN – Tim Perenang Sumatera Utara (Sumut), Felix Viktor Iberle berhasil menyabet medali emas final renang jarak 50 meter gaya dada putra pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI tahun 2024 Sumut-Aceh di Kolam Renang Selayang Disporasu, pada Sabtu (14/9/2024) pukul 18.00 WIB.

Final Cabang Renang 50 m gaya dada putra ini di ikuti delapan (8) peserta Tim yakni dari :
1. Sumut: Felix Viktor Ibele.
2. Jabar: Muhammad Rizki.
3. DKI: Gagarin Tenderius.
4. Bali: Pande Made Digjaya.
5. Jatim: Andi Muhammad Nurizka Febrian.
6. Yogjakarta: Arya Andrean Putra Hartono.
7. Jabar: Emersyah Fadil.
8. Sulteng: Jeremi Alvon Master ganesha Danu.

Diketahui Felix mampu unggul dari lawan-lawannya dan berhasil mencapai peringkat pertama dengan waktu tercepat 27, 63 detik, disusul dari Jabar 28.42 detik, DKI 28.61detik, Bali 28.80 detik, Jatim 28.94 detik, DIY 29.33 detik, Jabar 29.50 detik dan Sulteng 29.84 detik.

Kemenangan Felix ini juga sekaligus memecahkan telah rekor PON XXI di Jaya Pura atas nama Gagarima Tenderius dengan catatan waktu 28.38.34 detik.

Pada kesempatan tersebut hadir ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) John Ismadi Lubis sekaligus memberikan hadiah kepada sang juara 1, 2 dan 3.

Usai penyerahan hadiah Felix melakukan konferensi PERS bersama Ketua KONI Sumut yang sangat bangga atas pencapaian tersebut.

“Terima kasih saya ucapkan kepada warga Sumut yang telah dengan penuh semangat telah mendukung saya”, ujarnya.

Ketua KONI Sumut dalam paparannya mengatakan Felix merupakan atlit renang yang sangat berprestasi baik nasional maupun internasional.

“Prestasi Felix Viktor Iberle adalah Juara Dunia Junior 2023 dalam cabang 50 meter gaya dada putra dan juga pemegang rekor Kejuaraan Dunia Junior Renang, pemegang rekor SEA Games, dan rekor nasional Indonesia dalam cabang 50 meter gaya dada putra”, pungkasnya.

(Team)

Menpora Ario Tekankan Permintaan Audit PON XXI untuk Preventif, Bukan Tekanan bagi Penyelenggara

YUTELNEWS.com/

MEDAN – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Ario Bimo Nandito Ariotedjo menegaskan bahwa permintaan audit terhadap penggunaan dana PON XXI yang ia lontarkan baru-baru ini bukanlah untuk menciptakan tekanan atau kekhawatiran bagi penyelenggara dan atlet.

Hal tersebut disampaikannya menjawab wartawan di Media Centre PON XXI Wilayah Sumatera Utara di salah satu hotel di Medan, Jum’at (13/9) malam yang lalu.

Didampingi Pj Gubernur Sumut Agus Fatoni, Kadispora Sumut Baharuddin Siregar selaku Ketua Harian PB PON dan Staf Ahli Gubernur Effendi Pohan selaku Sekretaris Umum PB PON Menpora menjelaskan bahwa permintaan audit ini dilatarbelakangi oleh tuduhan yang beredar di media sosial mengenai dugaan korupsi miliaran rupiah dalam penyelenggaraan PON.

“Pernyataan saya merupakan respon terhadap tuduhan yang muncul begitu cepat setelah PON baru saja dimulai, dimana beberapa pihak langsung menuduh adanya korupsi hanya berdasarkan contoh atau sampel terbatas”, ujar Menpora.

Ia juga menambahkan bahwa sejak awal PON diselenggarakan, Pemerintah telah membentuk Satgas Tata Kelola yang melibatkan Bareskrim dan Jamintel Kejaksaan Agung untuk mengawasi penggunaan anggaran.

“Saya hanya ingin menegaskan kepada masyarakat bahwa semua proses ini telah diawasi secara ketat oleh pihak yang berwenang. Jadi, tuduhan adanya penyelewengan atau korupsi itu tidak berdasar”, lanjutnya.

Menpora juga menilai bahwa pemberitaan terkait audit ini justru memberikan dampak positif bagi penyelenggara.“Saya rasa ada sisi baik dari pemberitaan ini. Semua unsur yang terlibat, baik pemerintah pusat hingga daerah, menjadi lebih sigap dan waspada. Karena kita tahu, ini adalah acara besar dengan anggaran yang besar, sehingga pertanggungjawabannya juga harus besar”, katanya.

Menpora berharap langkah audit ini dapat memberikan rasa tenang kepada semua pihak setelah PON selesai. “Saya ingin setelah PON, mereka yang telah bekerja keras dapat merasa tenang karena semua proses telah diaudit dengan transparan dan akuntabel, sehingga pengabdian mereka tidak tercoreng oleh opini yang tidak baik,” pungkasnya kepada awak media yang bertugas.

Menpora menyimpulkan bahwa permintaan audit dana PON XXI adalah langkah yang bertujuan untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas sejak awal pelaksanaan, bukan untuk menciptakan tekanan atau kekhawatiran di kalangan penyelenggara maupun atlet. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap tuduhan korupsi yang muncul di media sosial, bukan sebagai upaya untuk mengguncang penyelenggara atau menimbulkan suasana mencekam. Menpora juga menyatakan bahwa audit ini merupakan bagian dari tanggung jawab dalam mengelola dana publik yang besar untuk acara nasional yang berskala besar seperti PON XXI.

Disaat awak media yang bertugas mengkonfirmasi Pj Gubsu Agus Fatoni yang diketahui merupakan Ketua PB PON XXI untuk Sumut pada Sabtu (14/9/24), Dirinya mengaku kejadian itu merupakan salah satu kekurangan penyelenggaraan PON di Sumut, namun pihaknya akan terus memperbaiki kekurangan yang ada agar tidak terulang kembali.

“Kami langsung lakukan perbaikan dan sekarang sudah dirapikan. Pertandingan voli juga sudah dimulai”, Kata Agus Fatoni.

“Penutupan tanggal 20 September ini, jadi masih ada waktu, dan mudah-mudahan semuanya sesuai dengan rencana kita dan pemantauan terus kita lakukan”, sambungnya lagi.

Fatoni juga menanggapi temuan-temuan wartawan terkait Sport Centre Sumut di Desa Sena, Kabupaten Deli Serdang yang masih ditemukan pembangunan yang belum rampung. Dirinya mengatakan telah memantau langsung ke lokasi bersama Menpora terkait informasi tersebut.

Perlu diketahui bersama Bahwa PON Aceh-Sumut 2024 menjadi edisi terbesar dalam sejarah karena melibatkan hampir 13.000 atlet dan 6.000 lebih ofisial. Selain itu, PON kali ini juga menjadi yang pertama dilaksanakan di dua provinsi sebagai tuan rumah Aceh dan Sumut.

Sumber: PB PON XXI/2024

(Team)

Menpora Pastikan Kesiapan Venue Voli PON XXI di Deli Serdang, Salah Satu yang Terbaik di Indonesia

YUTELNEWS.com/

Deli serdang – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Ario Bimo Nandito Ariotedjo melakukan kunjungan ke venue voli ruangan PON XXI Sumatera Utara di Sport Centre, Kabupaten Deli Serdang, pada Jum’at.(13/9/2024)

Kunjungan ini bertujuan memastikan kesiapan fasilitas yang sebelumnya sempat menjadi perbincangan di media sosial terkait isu ketidaksiapan.

Dalam peninjauan langsungnya, Menpora Dito Ariotedjo menegaskan bahwa venue voli tersebut telah siap digunakan, bahkan memuji gedung olahraga itu sebagai salah satu yang terbaik yang pernah ia saksikan.

“Venue voli ruangan di Kabupaten Deli Serdang ini luar biasa. Dari segi kualitas bangunan, ini layak menjadi tuan rumah kompetisi voli skala nasional, bahkan internasional,” ujar Menpora penuh semangat.

Ia juga menekankan bahwa tidak ada kendala berarti dalam persiapan venue ini. “Saya sudah melihat langsung, dan semua sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan. Venue ini sudah siap menyambut pertandingan,” tambahnya.

Dukungan optimis datang dari Technical Delegate dan panitia pelaksana (Panpel) PON XXI yang turut hadir mendampingi Menpora dalam kunjungan tersebut. Mereka memastikan semua persiapan berjalan sesuai dengan jadwal dan yakin venue ini akan memberikan pengalaman tak terlupakan bagi para atlet dan penonton.

Kunjungan Menpora turut didampingi oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumut, Baharuddin Siagian, yang juga menjabat sebagai Ketua Harian PON XXI Aceh-Sumut Wilayah Provinsi Sumut, serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumut Dr. Ilyas Sitorus. Keduanya menyatakan rasa optimisme dan kebanggaan atas kesiapan Sumatera Utara menjadi tuan rumah ajang olahraga nasional ini.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan Menpora. Sumatera Utara siap menyelenggarakan PON XXI dengan sukses, dan venue voli ruangan ini hanyalah satu dari sekian banyak fasilitas yang sudah mendekati kesiapan penuh,” ujar Baharuddin Siagian.

Kunjungan ini diharapkan mampu meningkatkan semangat publik dan menambah keyakinan bahwa PON XXI di Aceh dan Sumut akan berlangsung sesuai harapan. Venue voli ruangan di Deli Serdang adalah bukti konkret bahwa persiapan sudah mencapai tahap akhir dan siap menyambut kedatangan atlet dari seluruh Indonesia.

Menpora Dito Ariotedjo berharap agar PON XXI tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga lambang kebanggaan bagi Sumatera Utara, Aceh, dan seluruh Indonesia.

(Team)

Tim Sumut Berhasil Raih Emas di Road Race 70 KM Jarak Pendek Putra, Tebing Hingga Parapat

YUTELNEWS.com/

SIMALUNGUN – Provinsi Sumatera Utara (Sumut) selaku tuan rumah penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Tahun 2024 akhirnya berhasil meraih emas di Road Race Jarak Pendek Putra sejauh 70 KM di Tebing Tinggi – Pematang Siantar – Parapat, pada Jum’at.(13/9/2024)

Pantauan di lapangan saat balapan tersebut, Tuan rumah Sumut sempat disalip pebalap sepeda dari kontingen lain. Tetapi dengan ketekunan, kesabaran, dan kelincahan pebalap tuan rumah bisa mengambil alih perlombaan. Hingga finish di posisi pertama pada balap sepeda Road Race sejauh 70 km.

Muhammad Reza Maulana berhasil mencapai garis finish dengan catatan waktu 02 Jam 1 Menit 15,968 detik. Kemudian disusul Julian Abimanyu dari Provinsi Banten di urutan kedua dengan catatan waktu 02 Jam 01 Menit 17,105 detik. Serta di urutan ketiga Ade Melisa Kontingen dari Sumatera Barat (Sumbar) dengan Catatan waktu 02 Jam 01 Menit 17,105 detik.

Muhammad Reza Maulana mengatakan perlombaan cukup sulit dengan medan tanjakan yang cukup menantang ini.

“Alhamdulillah saya bisa sampai di garis finish,” kata Reza.

Ia mendapat tantangan yang berat saat mencapai kurang lebih 10 km terakhir sebelum garis finish. “Saya mengalami mechanical trouble pada sepeda di RD,” katanya.

Reza sudah mempersiapkan mental selama tiga tahun sebelum bertanding. Bahkan pelatihnya juga telah merancang strategi yang baik.

“Untuk strategi Alhamdulillah sudah dirancang dengan baik oleh Coach. Karena jalan baru diaspal dan hari ini tidak hujan masih aman-aman saja di jalan lintas lintas. Untuk kondisi kesehatan saya dalam keadaan fit,” ucap Reza.

Reza telah berlatih sebagai atlet sepeda sejak dirinya SD. Namun baru kali ini Ia mendapat medali emas.

“Persiapan khusus yang telah saya siapkan dengan latihan sehari tiga kali. Saya sudah bergabung di Atlet sepeda mulai dari SD. Saya baru mendapatkan Medali emas ini baru kali ini di PON XXI,” katanya.

Dengan meraih emas di Cabor Balap Sepeda Road Race PON XXI, Ia berharap bisa menyumbangkan emas di Sea Games.

Sumber: PB PON XXI SUMUT

(TEAM)

Tim Atlet Wushu Sumut Persembahkan Emas Perdana di Ajang Bergengsi PON XXI/2024

YUTELNEWS.com/

Deli serdang – Tim Atlet wushu Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Nicholas Adinata Kisono, sukses menyumbangkan medali emas pertama bagi tuan rumah pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut melalui nomor taijiquan putra.

Nicholas tampil gemilang di GOR Disporasu, Deli Serdang, Kamis, 12 September, dengan raihan nilai 9.640, mengungguli lawan-lawannya.

Meskipun sempat merasakan tekanan karena bertanding di hadapan publik Sumut, Nicholas, yang masih muda, mampu menampilkan performa luar biasa. “Aku bersyukur bisa memberikan yang terbaik untuk Sumut”, ujarnya dengan penuh syukur setelah menerima medali emas.

Dengan keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi bagi Nicholas, tetapi juga memotivasinya untuk terus meraih prestasi di ajang-ajang internasional yang mendatang.

“Ini adalah langkah awal menuju pencapaian yang lebih besar di tingkat dunia”, ungkapnya dengan penuh optimisme kepada awak media yang bertugas.

Pada PON ke-XX di Papua sebelumnya, Nicholas hanya berhasil meraih medali perak. Namun, kali ini ia tampil lebih matang dengan gerakan yang halus dan penuh tenaga, memukau para juri serta penonton.

Di posisi kedua, atlet asal Jawa Timur, Rainer Reinaldy Ferdiansyah, meraih medali perak dengan nilai 9.633, hanya terpaut 0,007 poin dari Nicholas. Rainer, mantan juara dunia wushu, tampil solid tetapi harus mengakui keunggulan Nicholas. Medali perunggu diraih Juan Hendy Irmanto dari Yogyakarta dengan nilai 9.606, berkat performa konsistennya.

Selain Nicholas, atlet Sumut lainnya yang meraih kemenangan pada hari yang sama adalah Haris Horatus dengan skor 9.543 dan Trisha Luvvent dengan nilai 9.266. Harry Brahmana juga berhasil mengalahkan Rifqi Bernadi Fatahan dari Sumatera Selatan di nomor pertarungan dengan sabuk biru.

Diketahui cabang wushu PON XXI Aceh-Sumut yang berlangsung dari tanggal 12 hingga 15 September ini mempertandingkan 29 nomor, dengan total 29 medali emas, 29 medali perak, dan 40 medali perunggu yang diperebutkan.

Sumber: Diskominfo Sumut.

(TEAM)

Tim Dance Sport Sumut Raih Juara Umum PON XXI, Sumbang 5 Medali Emas Sekaligus

YUTELNEWS.com/

MEDAN – Tim Dance Sport Sumut berhasil menjadi juara umum pada cabang Olah Raga (cabor) Dance Sport PON XXI dengan memperoleh emas di lima nomor yakni, Line Dancesport, Line Dance Sport Cha Cha, Jive, Line, Dance Sport Samba Rumba, Kamis (12/9).

Ketua Ikatan Olahraga Dance Sport Indonesia (IODI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), drg. Tetty mengungkapkan rasa syukurnya yang telah sukses menjuarai Tim cabang olah raga Dance sport PON XXI.

“Sesuai dengan rencana semua berjalan dengan baik, pada penyelenggaraan Dance Sport PON XXI ini kita sukses”, ungkapnya kepada awak media yang bertugas
di Santika Dyandra Convention Hall, pada Jum’at.(13/9/24)

Menurut drg. Tetty perolehan lima (5) medali emas pada Dance Sport sudah melampaui target yang diharapkan yakni empat (4) medali emas.

Pada cabor Dance Sport ini ada 21 kategori yang dipertandingkan yakni kategori putra: breaking boy, kategori putri: breaking girl, kategori campuran yakni; Amateur Latin, Amateur Standard, Rising Star Latin, Rising Star Standard, Pre Amateur Latin, Pre Amateur Standard, FFA Cha Cha, FFA Rumba, FFA Samba, FFA Jive, FFA Waltz, FFA Tango, FFA Quickstep, dan FFA Slowfoxtrot.

Selain itu ada kategori terbuka yakni Syncronize Waltz Quickstep, Line Dancesport Rumba Samba, Line Dancesport Cha Cha Jive, Hiphop, dan Traditional dance.

Adapun perolehan medali pada cabor Dance Sport ini di posisi pertama tim Sumut dengan enam (6) perolehan medali yakni lima (5) emas dan satu (1) perunggu,
Pada posisi kedua ditempati tim Jawa Barat dengan perolehan medali empat (4) emas, empat perak dan satu (1) perunggu.

Posisi ke -3 ditempati Yogyakarta dengan perolehan medali tiga (3) emas, enam (6) perak dan dua (2) perunggu, disusul oleh DKI Jakarta perolehan medali meraih tiga (3) emas, dua(2) perak dan tiga(3) perunggu.

(Team)

PGI Sumut Kirim Tujuh Pegolf Terbaiknya, Bidik Empat Medali Emas di PON XXI Aceh-Sumut

YUTELNEWS.com/

MEDAN – Pertandingan cabang olahraga Golf dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh-Sumut resmi akan dimulai pada Kamis, 12 September 2024, di Perumahan Villa Royal Sumatera, Kota Medan.

Pengurus Persatuan Golf Indonesia (PGI), Provinsi Sumatera Utara (Sumut) telah memastikan partisipasi tujuh atlet terbaik mereka, dengan target besar meraih medali emas.

Rizky Marwan, Kabid Pembinaan PGI Sumut, dalam wawancara pada Rabu, 11 September 2024 di Medan, mengungkapkan bahwa empat atlet putra dan tiga atlet putri telah dipersiapkan secara intensif untuk bertarung di ajang olahraga terbesar di Indonesia ini.

“Para atlet kami yang berlatih di Pulau Jawa, Thailand, dan Amerika Serikat kini telah kembali ke Medan dan siap berlaga. Mereka semua berada di bawah bimbingan pelatih terbaik”, ungkap Rizky dengan penuh optimisme.

Beberapa nama besar yang akan mewakili Sumut antara lain adalah Savana Nazwa dan Hanemas Pangestu, dua pegolf putri yang sebelumnya berlatih di Jakarta. Tak ketinggalan, tiga (3) atlet putra, Mikail Jaydra, Viera Permata Rosada, dan Raihan Abdul Latif, yang pulang dari pelatihan di Amerika Serikat. Christianto Sinuhaji, yang berlatih di Thailand, juga terus memoles keterampilannya menjelang pertandingan.

Untuk meningkatkan performa para atlet, PGI Sumut mendatangkan dua pelatih ternama, Balraj dari Singapura dan Sulaiman sebagai pelatih lokal. Kombinasi keduanya diharapkan mampu memaksimalkan kesiapan para atlet jelang PON XXI.

“Kami menargetkan empat (4) medali dari tujuh (7) nomor yang dipertandingkan. Ini target realistis melihat prestasi atlet-atlet Sumut selama ini”, lanjut Rizky dengan percaya diri.

Raihan Abdul Latif, pegolf nasional dengan prestasi gemilang, termasuk perolehan medali perunggu di SEA Games kategori beregu, menjadi salah satu tumpuan utama tim Sumut. Raihan dan rekan-rekannya akan berlaga dalam tujuh nomor, mulai dari perorangan hingga mix foursome.

Dengan persiapan matang dan dukungan dari pelatih terbaik, PGI Sumut yakin bisa membawa pulang prestasi gemilang di ajang PON XXI/2024.

(Team)

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.