HUT ke-385 Kabupaten Bandung, KDS dan KDM Komitmen Atasi Banjir dan Tata Ruang Kabupaten Bandung

BANDUNG — YUTELNEWS.com// Bupati Bandung, Dr H.M Dadang Supriatna (KDS) menekankan pentingnya kolaborasi lintas wilayah Bandung Raya sebagai kunci utama dalam menyelesaikan berbagai persoalan strategis yang dihadapi Kabupaten Bandung, khususnya banjir, kemacetan, sampah, dan tata ruang.

Hal tersebut disampaikan KDS dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bandung dalam rangka Hari Jadi ke-385 Kabupaten Bandung, yang turut dihadiri Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya, seperti anggota DPR RI Ahmad Heryawan, unsur DPRD Kabupaten Bandung, Bupati Bandung Dadang Supriatna, Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb, Forkopimda, para kepala OPD, serta para camat.

Menurut KDS, kompleksitas persoalan di Kabupaten Bandung tidak dapat diselesaikan secara parsial oleh satu daerah saja, mengingat keterkaitan historis dan geografis kawasan Bandung Raya yang meliputi Kota Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Persoalan banjir, kemacetan, sampah, dan tata ruang ini harus diselesaikan bersama. Kami siap berkolaborasi, termasuk menyiapkan dukungan anggaran,” tegasnya.

Ia menilai, semangat kebersamaan yang pernah menjadi kekuatan Kabupaten Bandung di masa lalu perlu kembali dihidupkan untuk menjawab tantangan pembangunan saat ini. Dengan sinergi antardaerah, diharapkan berbagai isu strategis dapat ditangani secara lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

Di sisi lain, KDS juga memaparkan bahwa pembangunan daerah terus diarahkan pada penguatan ekonomi masyarakat. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bandung menunjukkan tren positif, dari minus 7,5 persen pada 2021 menjadi 6,38 persen pada 2025, yang ditopang sektor industri, pertanian, pariwisata, dan UMKM.

Selain itu, Pemkab Bandung juga memperkuat fondasi pembangunan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, di antaranya melalui program beasiswa BESTI, penguatan tenaga kesehatan, serta dukungan terhadap program nasional seperti Sekolah Rakyat dan koperasi desa/kelurahan merah putih.

KDS juga menyoroti persoalan kemiskinan ekstrem yang masih terjadi di sejumlah wilayah, seperti Pangalengan dan Pacira. Ia menyebut, kondisi tersebut banyak dialami oleh pensiunan dengan penghasilan terbatas, sehingga membutuhkan intervensi kebijakan yang lebih komprehensif, termasuk dalam program perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu).

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menegaskan bahwa peran pemerintah provinsi adalah mengorkestrasi pembangunan antardaerah agar berjalan selaras. Ia juga menyoroti pentingnya mengembalikan konsep pembangunan berbasis lingkungan, khususnya dalam pengelolaan kawasan Bandung yang dikenal sebagai wilayah peradaban air.

“Kita harus benahi tata ruang. Jangan bangun bangunan di kawasan rawa atau sawah. Ini menjadi akar persoalan banjir yang terus berulang,” ujar KDM.

Ia juga mendorong penguatan sektor pertanian dan penghijauan di wilayah Bandung Selatan melalui penanaman tanaman keras seperti teh dan kopi, yang tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Ia juga mendorong kebijakan penghijauan di kawasan Bandung Selatan melalui penanaman tanaman keras seperti teh dan kopi, dengan dukungan insentif bagi masyarakat. Selain itu, konsep pemberdayaan petani melalui pengembangan homestay dinilai dapat menjadi peluang ekonomi baru berbasis masyarakat pada sektor pariwisata.

“Kita akan bantu renovasi rutilahu para petani teh agar menjadi rumah panggung estetik yang didalamnya ada empat kamar, dua kamar untuk dia dan keluarganya, dua kamar lagi jadi homestay supaya mereka dapat penghasilan tambahan dari sana,” jelas KDM.

Dengan berbagai tantangan yang ada, sinergi antara pemerintah kabupaten, kota, dan provinsi dinilai menjadi kunci untuk memastikan pembangunan yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat di kawasan Bandung Raya secara menyeluruh.

Yans.

Wamendagri Akhmad Wiyagus : Negara Pastikan Hak Disabilitas Tak Diabaikan.

Bandung – YUTELNEWS.com// Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus menegaskan komitmen negara untuk memastikan tidak ada penyandang disabilitas yang terabaikan dalam pemenuhan hak asasi maupun pendataan kependudukan. Ia menekankan bahwa pendataan bukan sekadar urusan administratif, tetapi menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam mengakui dan melindungi seluruh warganya.

“Tidak boleh ada satu pun penyandang disabilitas yang tidak terdata, dan tidak boleh ada satu pun yang tidak mendapatkan haknya. Ini bukan slogan. Ini adalah standar kerja kita,” tegasnya dalam Kegiatan Advokasi Hak Pendataan Penyandang Disabilitas di Gedung Bangkit, Universitas Telkom, Bandung, Senin (20/04/2026).

Wiyagus menjelaskan bahwa Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terus memperkuat sistem pendataan yang inklusif dengan pendekatan berbasis nama, alamat, serta kondisi, termasuk pencatatan jenis disabilitas secara spesifik. Data tersebut diarahkan menjadi bagian dari Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) agar penyaluran bantuan dan layanan publik lebih tepat sasaran.

“Integrasi ini merupakan langkah penting untuk menyatukan berbagai sumber data menjadi satu rujukan nasional yang dapat digunakan oleh seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah,” jelasnya.

Lebih lanjut, melalui penerbitan Permendagri Nomor 6 Tahun 2026 yang merevisi Permendagri Nomor 109 Tahun 2019, pemerintah resmi mengganti istilah “penyandang cacat” menjadi “penyandang disabilitas” sesuai dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016. Kebijakan ini juga didukung melalui kerja sama dengan Yayasan Thisable guna memperkuat pemenuhan hak serta akurasi pendataan penyandang disabilitas.

Dari sisi implementasi, Wiyagus turut memaparkan capaian Gerakan Indonesia Sadar Adminduk (GISA) hingga 31 Desember 2025. Melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) di berbagai daerah, pemerintah telah menerbitkan dokumen kependudukan bagi 722.229 penyandang disabilitas melalui pendekatan jemput bola, yaitu petugas secara aktif mendatangi langsung untuk melakukan perekaman data dan pembaruan administrasi.

“Pembangunan yang inklusif hanya dapat terwujud apabila tidak ada satu pun warga negara yang tertinggal,” tambah Wiyagus.

Di akhir kegiatan, Wamendagri mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi agar pemenuhan hak penyandang disabilitas menjadi bagian integral dari pembangunan nasional. Ia juga memberikan apresiasi kepada Komisi Nasional Disabilitas (KND) dan Universitas Telkom atas peluncuran video edukasi terkait pemutakhiran data disabilitas.

“Inisiatif ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan pemahaman publik serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam proses pendataan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, kegiatan ini turut dihadiri oleh Rektor Telkom University Suyanto, Ketua KND Rigmalia, Direktur Bandung Independent Living Center (BILiC) Zulhamka Julianto Kadir, serta perwakilan dari berbagai kementerian dan pemerintah daerah.

Puspen Kemendagri.

Yans.

TERTIPU MILIARAN! Warga Sukabumi Kehilangan Tanah dan Rumah, Diduga Jadi Korban Jual-Beli Ganda

YUTELNEWS.com  | Sukabumi ,Kisah pilu datang dari seorang warga Kabupaten Sukabumi, Siti Eni Nuraeni, yang mengaku menjadi korban dugaan penipuan dan jual-beli tanah bermasalah hingga menyebabkan kerugian mencapai Rp3,5 miliar.Senin (20/4/2026)

Peristiwa ini bermula pada tahun 2018, saat Siti Eni membeli sebidang tanah seluas 557 meter persegi dari seorang pria bernama Yudistira. Kesepakatan awal terjadi dengan harga Rp380 juta. Namun, saat itu Yudistira berdalih sertifikat tanah masih berada di bank dan harus ditebus terlebih dahulu.

“Katanya sertifikat di bank, harus ditebus Rp150 juta. Saya kasih, ditambah Rp30 juta untuk operasional,” ungkap Siti Eni.

Tak berhenti di situ, permintaan uang terus berlanjut. Dengan alasan cicilan bank, Yudistira kembali meminta dana hingga total yang dikeluarkan Siti Eni mencapai Rp280 juta. Karena sudah percaya, korban terus menuruti permintaan tersebut.

Namun kenyataan pahit terungkap saat Siti Eni melakukan pengecekan langsung ke pihak bank. Ia mendapati bahwa sertifikat memang ada, tetapi masih memiliki tunggakan hingga Rp400 juta. Lebih mengejutkan lagi, uang Rp280 juta yang ia bayarkan ternyata tidak pernah masuk ke bank.

“Dari situ saya mulai curiga. Yudistira juga sudah tidak bisa dihubungi,” katanya.

Meski belum mengantongi sertifikat resmi, Siti Eni mengaku sudah menempati lahan tersebut selama bertahun-tahun. Ia bahkan membangun rumah dan menjalankan usaha material selama kurang lebih 7 hingga 8 tahun di lokasi tersebut.

Masalah semakin rumit ketika tanpa sepengetahuannya, tanah itu diduga kembali dijual kepada pihak lain. Seorang pria bernama Roni mengaku telah membeli lahan tersebut seharga Rp1,05 miliar melalui perantara Herdi.

“Pak Roni bilang dia beli Rp1,05 miliar. Rp400 juta untuk pelunasan ke bank dan Rp650 juta ke Herdi,” jelasnya.

Siti Eni pun merasa semakin dirugikan karena selain kehilangan hak atas tanah, bangunan serta usaha yang telah ia bangun kini dikuasai pihak lain. Ia juga mengaku sempat diusir saat mencoba mendatangi lokasi.

Upaya mediasi yang dilakukan di Cibadak pun tidak membuahkan hasil. Akhirnya, Siti Eni memilih menempuh jalur hukum dan melaporkan kasus ini ke Polres Sukabumi.

“Dari hasil pemeriksaan, ada dugaan tindak pidana penjualan barang yang sudah dijual,” ujarnya.

Saat ini proses hukum tengah berjalan, dengan laporan yang baru menjerat Yudistira. Sementara pihak lain masih dalam pendalaman.

Siti Eni berharap ada keadilan atas kasus yang menimpanya. Ia tidak meminta usaha yang kini berjalan di lokasi tersebut ditutup, namun meminta adanya kejelasan dan penghentian sementara penggunaan aset miliknya selama proses hukum berlangsung.

“Saya hanya minta keadilan. Itu bangunan dan alat-alat milik saya, nilainya sekitar Rp3,5 miliar. Belum kerugian moril yang saya rasakan,” tuturnya dengan suara bergetar.

Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dalam transaksi jual beli tanah, terutama memastikan legalitas dan status kepemilikan sebelum melakukan pembayaran.

Hingga berita ini diturunkan, pihak-pihak yang disebutkan belum memberikan keterangan resmi.

Reporter : Mirna
( Kabiro Sukabumi )

Gubernur Jawa Barat KDM Tekankan Hari Jadi Kabupaten Bandung Yang Ke -385, Momen Jaga Lingkungan Hidup

Bandung – YUTELNEWS.com// Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) hari jadi Kabupaten Bandung yang ke-385 tahun menjadi pengingat seluruh pihak untuk menjaga lingkungan hidup.

“Peringatan milangkala ini mengingatkan pada Bandung sebagai nama. Saya jelaskan tadi kan, Bandung, bendungan, artinya ada nilai -nilai hutan yang harus dijaga. Saya tadi sudah berkomunikasi dengan bupati untuk berkolaboratif menyelesaikan berbagai persoalan di Bandung selatan,” ujarnya usai upacara peringatan hari jadi Kabupaten Bandung ke-385 di Lapang Upakarti, Soreang, pada Senin (20/04/2026).

Kolaborasi itu termasuk mengalihfungsikan profesi buruh tani yang sebelumnya menanam sayuran ke teh atau pun kopi. Hal ini, diutarakan Kang Dedi Mulyadi, agar penghasilan mereka bertambah sehingga kesejahteraan petani makin meningkat. “Secara variabelnya kan sudah dijalankan sekarang, tinggal nanti jumlahnya akan terus ditambah,” imbuhnya.

Ia pun mengapresiasi kebijakan Bupati H Dadang Supriatna telah melakukan perubahan tata ruang guna mengatasi persoalan banjir. “Oleh karena itu, pemerintah provinsi Jawa Barat bakal membantu dalam penanganan banjir dengan membangun danau retensi seiring adanya pembebasan lahan sebesar tiga hektare.

“Saya sudah kasih konsep. Satu, jalannya ditingkatin kualitasnya. Yang kedua, daerah-daerah situ yang tanahnya sudah dibebas oleh perusahaan dibuatkan danau. Itu cara ya, Bandung itu harus diperbanyak danau. Bandung itu adalah bendungan,” pungkasnya.

Yans.

Bandung – YUTELNEWS.com// Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) hari jadi Kabupaten Bandung yang ke-385 tahun menjadi pengingat seluruh pihak untuk menjaga lingkungan hidup.

“Peringatan milangkala ini mengingatkan pada Bandung sebagai nama. Saya jelaskan tadi kan, Bandung, bendungan, artinya ada nilai -nilai hutan yang harus dijaga. Saya tadi sudah berkomunikasi dengan bupati untuk berkolaboratif menyelesaikan berbagai persoalan di Bandung selatan,” ujarnya usai upacara peringatan hari jadi Kabupaten Bandung ke-385 di Lapang Upakarti, Soreang, pada Senin (20/04/2026).

Kolaborasi itu termasuk mengalihfungsikan profesi buruh tani yang sebelumnya menanam sayuran ke teh atau pun kopi. Hal ini, diutarakan Kang Dedi Mulyadi, agar penghasilan mereka bertambah sehingga kesejahteraan petani makin meningkat. “Secara variabelnya kan sudah dijalankan sekarang, tinggal nanti jumlahnya akan terus ditambah,” imbuhnya.

Ia pun mengapresiasi kebijakan Bupati H Dadang Supriatna telah melakukan perubahan tata ruang guna mengatasi persoalan banjir. “Oleh karena itu, pemerintah provinsi Jawa Barat bakal membantu dalam penanganan banjir dengan membangun danau retensi seiring adanya pembebasan lahan sebesar tiga hektare.

“Saya sudah kasih konsep. Satu, jalannya ditingkatin kualitasnya. Yang kedua, daerah-daerah situ yang tanahnya sudah dibebas oleh perusahaan dibuatkan danau. Itu cara ya, Bandung itu harus diperbanyak danau. Bandung itu adalah bendungan,” pungkasnya.

Yans.

DPD IWO Indonesia Bandung Barat Ucapkan Selamat HUT ke-45 Ketua Umum, Tegaskan Komitmen Soliditas Organisasi

YUTELNEWS.com | Kabupaten Bandung Barat – Peringatan hari ulang tahun ke-45 Ketua Umum Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO Indonesia), Dr. NR. Icang Rahardiansyah, pada Senin (20/4/2026), menjadi momentum penting dalam memperkuat soliditas organisasi di tengah dinamika dan tantangan dunia jurnalistik yang kian kompleks.

Perayaan ini tidak hanya dimaknai sebagai momen personal, tetapi juga sebagai refleksi atas perjalanan panjang IWO Indonesia dalam membangun eksistensi dan kontribusi nyata bagi dunia pers nasional. Ucapan selamat dan doa pun mengalir dari berbagai daerah sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi serta kepemimpinan yang telah ditunjukkan.

Di Jawa Barat, Ketua DPD IWO Indonesia Kabupaten Bandung Barat, Rusendi, turut menyampaikan penghormatan dan harapannya. Ia menegaskan bahwa peran Ketua Umum sangat strategis dalam menjaga arah organisasi agar tetap konsisten dengan visi besar yang telah ditetapkan.

“Kami mengucapkan selamat ulang tahun ke-45 kepada Bapak Dr. NR. Icang Rahardiansyah. Semoga senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, serta keberkahan dalam memimpin IWO Indonesia menuju arah yang lebih maju dan profesional,” ujar Rusendi.

Menurutnya, sosok Ketua Umum bukan hanya berperan sebagai pemimpin organisasi, tetapi juga sebagai figur inspiratif yang mampu menanamkan nilai-nilai perjuangan, kebersamaan, dan integritas kepada seluruh anggota. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi utama dalam menjaga kekompakan organisasi, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Rusendi juga menilai, di bawah kepemimpinan Dr. Icang Rahardiansyah, IWO Indonesia terus berkembang menjadi organisasi yang solid, progresif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Berbagai program strategis yang dijalankan dinilai mampu meningkatkan kualitas sumber daya wartawan, memperluas jaringan, serta mendorong terciptanya ekosistem pers yang sehat dan bertanggung jawab.

“Kami di daerah merasakan langsung dampak dari kepemimpinan beliau. Organisasi semakin kuat, solid, dan mampu menghadapi berbagai tantangan di era digital,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Rusendi menambahkan bahwa dukungan dan arahan dari pimpinan pusat menjadi energi penting bagi pengurus daerah untuk terus berinovasi dan meningkatkan kapasitas organisasi.

Momentum ulang tahun ini, lanjutnya, juga menjadi ajang refleksi bagi seluruh kader IWO Indonesia untuk memperkuat komitmen dalam menghadirkan karya jurnalistik yang berkualitas, profesional, serta memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Di tengah persaingan media yang semakin ketat, visi besar menjadikan IWO Indonesia sebagai organisasi pers yang modern, kredibel, dan berintegritas menjadi tantangan sekaligus peluang yang harus diperjuangkan secara bersama-sama.

Dien Yoyo

Perkuat Sabuk Kamtibmas, Polsek Serasan Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Perbatasan 

NATUNA, YUTELNEWS.COM —Polsek Serasan di Natuna melakukan kolaborasi dengan tokoh masyarakat dan organisasi lokal untuk meningkatkan keamanan di wilayah perbatasan. Program ini, bernama Sabuk Kamtibmas, diselenggarakan pada, Senin (20/04/2026).

Kegiatan dipimpin oleh Kapolsek Serasan, Iptu Agusnul Yaqin, dan dihadiri oleh berbagai perwakilan masyarakat serta anggota Polsek.

Menurut Kapolres Natuna, AKBP Novyan Aries Efendie, kewaspadaan ekstra diperlukan di daerah perbatasan untuk menjaga keamanan,” ujarnya.

Peran tokoh masyarakat, RT/RW, Linmas, dan Tenaga Bongkar Muat Pelabuhan Serasan (TBMPS) sangat penting dalam mendeteksi masalah keamanan secara dini.

Warga diimbau untuk melaporkan masalah yang ada ke Bhabinkamtibmas atau layanan polisi 110 yang tersedia 24 jam.

Perwakilan masyarakat menyatakan dukungan terhadap program ini dan berharap kerjasama dengan Polri akan terus terjalin.

Kegiatan ditutup dengan pembagian perlengkapan bagi peserta untuk mendukung peran masyarakat dalam menjaga keamanan di Serasan.

(BANI)

HJB ke-385 Kabupaten Bandung Jadi Momentum Penguatan Aksi Lingkungan

YUTELNEWS.com | Kabupaten Bandung – Peringatan Hari Jadi (HJB) ke-385 Kabupaten Bandung pada 2026 tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai momentum memperkuat aksi nyata di bidang lingkungan hidup, terutama di tengah kondisi banjir yang masih melanda sejumlah wilayah.

Mantan Bupati Bandung periode 2010–2020, Dadang M Naser, menginisiasi penyaluran ratusan bibit pohon produktif sebagai bagian dari upaya mendorong gerakan penghijauan yang lebih berdampak.

Menurut Dadang, langkah tersebut merupakan respons atas kondisi lingkungan yang semakin rentan akibat alih fungsi lahan serta menurunnya daya dukung kawasan resapan air.

“Peringatan hari jadi ini harus kita maknai lebih dalam. Tidak cukup hanya seremoni, tapi harus menjadi momentum untuk bergerak bersama menjaga lingkungan,” kata Dadang.

Ia menekankan bahwa penanaman pohon bukanlah tujuan akhir, melainkan langkah awal dari proses panjang pemulihan ekosistem yang membutuhkan komitmen bersama.

“Yang terpenting bukan hanya menanam, tapi memastikan pohon itu tumbuh dan memberi manfaat. Tanpa perawatan, penanaman hanya akan menjadi kegiatan sesaat,” ujarnya.

Sebagai anggota Komisi IV DPR RI, Dadang menilai upaya pelestarian lingkungan harus dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan, dengan melibatkan berbagai elemen, termasuk masyarakat sebagai aktor utama di lapangan.

Ia juga mengingatkan bahwa bencana banjir yang terjadi berulang setiap tahun merupakan indikator terganggunya keseimbangan alam yang perlu segera ditangani secara serius.

“Banjir ini menjadi pengingat bahwa kita harus segera memperbaiki kondisi lingkungan, terutama di kawasan hulu dan daerah resapan air,” tuturnya.

Dadang menambahkan, keberhasilan program penghijauan sangat ditentukan oleh tingkat keberlangsungan hidup tanaman, bukan sekadar jumlah bibit yang ditanam.

“Kita harus mulai mengukur keberhasilan dari berapa banyak pohon yang hidup dan tumbuh, bukan hanya dari angka penanaman,” tegasnya.

Selain itu, ia mendorong penguatan peran masyarakat melalui pembentukan kader lingkungan yang mampu menjadi penggerak sekaligus penjaga keberlanjutan program penghijauan.

“Kader lingkungan penting untuk memastikan gerakan ini terus berjalan dan tidak berhenti di tengah jalan,” katanya.

Dadang optimistis, jika gerakan penanaman dan pemeliharaan pohon dilakukan secara konsisten, maka dampaknya akan signifikan dalam menekan risiko banjir serta memperbaiki kualitas lingkungan di Kabupaten Bandung.

Ia pun mengajak seluruh pihak untuk menjadikan HJB ke-385 sebagai titik awal penguatan komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

Didin

Brimob Polda Riau dan Polres Rohil Gotong Royong di Panipahan, Wujud Nyata Kepedulian Polri

Yutelnews.com ||

Rohil-Personel Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Riau bersama jajaran Polres Rokan Hilir menunjukkan kepedulian nyata kepada masyarakat melalui kegiatan gotong royong di Desa Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau.
Senin (20/04/2026)

Kegiatan sosial tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Rokan Hilir AKBP Isa Imam Syahroni, S.I.K., M.H., didampingi Danyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Riau AKBP Efadhoni Lilik Pamungkas, S.H., S.I.K., M.Tr.Mil.

Kehadiran personel Polda Riau menjadi bukti keseriusan Polri dalam membangun kedekatan sekaligus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Dalam kegiatan itu, personel gabungan bersama warga bahu-membahu melaksanakan pembersihan tempat-tempat ibadah, khususnya masjid, sebagai upaya menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman untuk beribadah.

Selain itu, dilakukan pula perbaikan jalan rusak dan berlubang yang selama ini berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Tak hanya fokus pada aspek fisik, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat komunikasi dan kebersamaan antara Polri dan masyarakat. Suasana penuh keakraban terlihat saat personel dan warga bekerja bersama, mencerminkan sinergi yang kuat dalam menjaga lingkungan dan keamanan wilayah.

Danyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Riau AKBP Efadhoni Lilik Pamungkas dalam penyampaiannya menegaskan bahwa kegiatan gotong royong ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam membantu mengatasi permasalahan sosial dan lingkungan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Polri selalu hadir dan siap membantu masyarakat. Melalui kegiatan gotong royong ini, kami berharap dapat mempererat hubungan silaturahmi sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan antara personel dan warga,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara Polri dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, khususnya di wilayah pesisir seperti Panipahan.

Melalui aksi nyata ini, Polri kembali menegaskan komitmennya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, sekaligus memperkuat jalinan silaturahmi guna menciptakan situasi yang kondusif, bersih, serta nyaman bagi seluruh warga.||
AS

HUT Ke-385 Kabupaten Bandung, Ketua DPRD Hj Reny Rahayu Fauzi S.H, Gelar Rapat Paripurna, Tekankan Sinergi dan Pelestarian Budaya

Bandung – YUTELNEWS.com// Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung menggelar Rapat Paripurna Khusus dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-385 Kabupaten Bandung, pada Senin (20/04/2026). Kegiatan berlangsung khidmat di Ruang Rapat Paripurna DPRD dan dihadiri unsur pimpinan daerah hingga Forkopimda.

Rapat paripurna tersebut dihadiri oleh Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bupati Bandung, pimpinan dan anggota DPRD, serta perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Prosesi pembukaan ditandai dengan pengetukan palu sidang sebanyak tiga kali oleh pimpinan dewan.

Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Hj Renie Rahayu Fauzi S.H , dalam pidato pengantarnya menyampaikan apresiasi kepada para tokoh pendahulu yang telah berkontribusi dalam pembangunan Kabupaten Bandung.

Menurutnya, capaian pembangunan saat ini tidak terlepas dari peran para perintis pemerintahan, purna bupati dan wakil bupati, serta pimpinan DPRD terdahulu.

“Pencapaian pembangunan yang kita rasakan hari ini merupakan hasil dari kolaborasi yang kuat antara eksekutif, legislatif, Forkopimda, serta dukungan dari pemerintah provinsi hingga pusat,” kata hj Renie.

Ia menegaskan, momentum Hari Jadi ke-385 harus menjadi refleksi bersama untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan di Kabupaten Bandung.

*Angkat Filosofi Sunda dalam Pembangunan*

Mengusung tema “Ngarawat Lembur, Ngaronjatkeun Zaman”, peringatan HUT tahun ini menekankan pentingnya keseimbangan antara kemajuan dan pelestarian nilai-nilai lokal.

Hj Renie menjelaskan, pembangunan tidak hanya berorientasi pada kemajuan fisik, tetapi juga harus menjaga harmoni antara manusia, Tuhan, dan alam.

“Kita diingatkan untuk menjaga tiga relasi utama, yaitu hubungan dengan Tuhan (hablum minallah), sesama manusia (hablum minannas), dan alam (hablum minal ‘alam). Nilai-nilai ini harus menjadi landasan dalam setiap kebijakan pembangunan,” katanya.

Ia juga mengutip filosofi Sunda seperti “kudu bisa nulung ka nu butuh, nalang ka nu susah” serta prinsip pelestarian lingkungan “leuweung kaian, gawir awian” sebagai pedoman dalam membangun daerah yang berkarakter.

Menurutnya, kemajuan zaman harus diimbangi dengan upaya menjaga identitas budaya dan kelestarian lingkungan.

“Kita harus mampu berinovasi tanpa kehilangan jati diri. Masyarakat harus sejahtera, namun alam dan budaya tetap terpelihara,” tegasnya.

*DPRD Luncurkan Buku “Jejak Parlemen”*

Dalam kesempatan tersebut, DPRD Kabupaten Bandung juga meluncurkan buku berjudul “Jejak Parlemen, Catatan Tahun Pertama DPRD Kabupaten Bandung Periode 2024–2029”. Buku ini menjadi bentuk transparansi dan akuntabilitas kinerja lembaga legislatif kepada publik.

Buku tersebut memuat dokumentasi pelaksanaan fungsi DPRD, mulai dari pembentukan peraturan daerah (perda), penganggaran, hingga pengawasan.

Penyerahan buku dilakukan secara simbolis kepada Gubernur Jawa Barat sebagai representasi sinergi antara pemerintah daerah dan provinsi.

Rangkaian rapat paripurna ditutup dengan pembacaan doa dan sisindiran Sunda yang sarat makna, mencerminkan harapan agar Kabupaten Bandung semakin “Bedas” (Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis, dan Sejahtera) serta mampu berkontribusi bagi kemajuan Jawa Barat.

Momentum HUT ke-385 ini pun menjadi pengingat penting bahwa pembangunan daerah tidak hanya tentang pertumbuhan, tetapi juga tentang menjaga warisan budaya dan keberlanjutan lingkungan untuk generasi mendatang.**

Yans.

Debut Perdana, KDS Lepas MBB FC di Kancah Nasional, Siap Tampil di Kick-Off Liga Futsal Putri 2026

BANDUNG – YUTELNEWS.com// Bupati Bandung, Dr H.M Dadang Supriatna (KDS) secara resmi meluncurkan sekaligus melepas Tim Mojang Bandung Bedas Futsal Club (MBB FC) untuk berlaga di ajang Women Professional Futsal League 2026. Kegiatan tersebut digelar di Rumah Dinas Bupati, Soreang, pada Minggu (19/04/2026).

Keikutsertaan MBB FC tahun ini semakin istimewa sebab Kabupaten Bandung ditunjuk sebagai lokasi pembuka kompetisi futsal profesional nasional 2026. Kick-off liga akan digelar pada Senin (20/4/2026) di Stadion Olah Raga Si Jalak Harupat, dengan kategori Women Pro Futsal League (WPFL) sebagai pembuka rangkaian pertandingan.

Pada laga perdana, MBB FC dijadwalkan menghadapi NAM ABP Women pukul 09.00 WIB. Kompetisi ini mengusung tema “Pesta Futsal Sepanjang Pekan”, dengan format pertandingan yang berlangsung rutin setiap pekan hingga awal Juli 2026. Untuk WPFL sendiri, laga akan digelar setiap Senin dan Selasa.

Dalam sambutannya, KDS menegaskan bahwa keikutsertaan Kabupaten Bandung dalam kompetisi ini menjadi sebuah kebanggaan tersendiri. Pasalnya, ini merupakan kali pertama Kabupaten Bandung ambil bagian dalam kompetisi futsal profesional nasional khusus perempuan, sekaligus tampil sebagai tuan rumah laga pembuka.

“Ini momentum luar biasa. Kita masuk dalam 16 besar dan akan menghadapi 16 pertandingan. Saya berharap tim ini menjaga kesehatan, stamina, dan yang paling penting menjunjung tinggi sportivitas. Jangan pernah curang, karena itu soal karakter,” tegasnya.

Ia juga menilai, penunjukan Kabupaten Bandung sebagai lokasi kick-off menunjukkan kepercayaan besar terhadap daerah dalam menghadirkan atmosfer kompetisi yang meriah, sekaligus mendukung pengembangan ekosistem olahraga futsal yang lebih profesional dan berkelanjutan.

Pembentukan tim yang telah dimulai sejak Februari 2026 kini membuahkan hasil dengan komposisi 19 pemain dan 7 official. KDS menyampaikan, kehadiran MBB FC menjadi ruang bagi potensi atlet perempuan Kabupaten Bandung untuk berkembang.

Lebih dari itu, keberadaan MBB FC diharapkan mampu menjadi sumber motivasi bagi generasi muda, khususnya atlet perempuan, bahwa talenta lokal Kabupaten Bandung memiliki kemampuan untuk bersaing dan tampil di level nasional, sejalan dengan upaya peningkatan kualitas dan pembinaan atlet futsal Indonesia secara berkelanjutan.

Yans.

Para Kepala Desa Serta Lurah Se -Kabupaten Bandung Ikuti Upacara Hari Jadi ke-385 Kabupaten Bandung di Lapangan Upakarti

Kab.Bandung – YUTELNEWS.com// Sebanyak 270 kepala desa dari berbagai wilayah di Kabupaten Bandung turut ambil bagian dalam upacara peringatan Hari Jadi Kabupaten Bandung yang ke-385. Kegiatan tersebut digelar dengan khidmat di Lapangan Upakarti, Komplek Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung, pada Senin 21/04/2026.

Upacara ini menjadi salah satu rangkaian penting dalam memperingati hari jadi Kabupaten Bandung yang telah memasuki usia lebih dari tiga abad. Selain dihadiri oleh para kepala desa, kegiatan ini juga diikuti oleh jajaran pejabat pemerintah daerah, unsur Forkopimda, ASN, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen lainnya yang turut memeriahkan peringatan tersebut.

Suasana upacara berlangsung tertib dan penuh semangat kebersamaan. Para peserta tampak mengenakan pakaian resmi dan adat, mencerminkan kekayaan budaya serta identitas daerah Kabupaten Bandung. Momentum ini sekaligus menjadi ajang untuk memperkuat rasa persatuan dan komitmen dalam membangun daerah.

Kepala Desa Arjasari, Rosiman yang akrab disapa Wa Ros, mewakili para kepala desa yang hadir menyampaikan bahwa keikutsertaan ratusan kepala desa dalam upacara ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap pemerintah daerah dalam memperingati hari jadi Kabupaten Bandung.

“Alhamdulillah, kami para kepala desa bisa hadir dan mengikuti upacara Hari Jadi Kabupaten Bandung ke-385 ini. Ini menjadi momen penting bagi kami untuk terus mempererat kebersamaan serta meningkatkan sinergi dengan pemerintah daerah,” ujar Wa Ros.

Ia juga menambahkan bahwa peringatan hari jadi ini bukan hanya seremoni semata, tetapi menjadi refleksi bagi seluruh kepala desa untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di wilayah masing-masing.

Menurutnya, peran kepala desa sangat strategis dalam mendukung pembangunan daerah, karena desa merupakan ujung tombak dalam pelaksanaan berbagai program pemerintah. Oleh karena itu, ia berharap seluruh kepala desa dapat terus berinovasi dan berkontribusi dalam mewujudkan Kabupaten Bandung yang semakin maju.

Semoga di usia ke-385 ini, Kabupaten Bandung semakin berkembang, masyarakatnya semakin sejahtera, dan seluruh elemen pemerintahan, termasuk kami di desa, bisa terus bersinergi demi kemajuan bersama,” tambahnya.

Peringatan Hari Jadi Kabupaten Bandung ke-385 tahun ini mengusung semangat “BEDAS” (Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis, dan Sejahtera), yang diharapkan dapat terus menjadi landasan dalam setiap langkah pembangunan di Kabupaten Bandung.

Dengan kehadiran 270 kepala desa dalam upacara tersebut, diharapkan semangat kolaborasi dan gotong royong semakin kuat, sehingga mampu menghadirkan perubahan positif bagi kemajuan Kabupaten Bandung di masa yang akan datang.

Yans.

Anggota DPRD Provinsi Jabar, Hj.Nia Purnakania S.H. M.Kn, Tampung Aspirasi Warga Rancaekek Kulon, Fokus Banjir dan Penguatan UMKM

Bandung – YUTELNEWS.com//// Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Dapil II Kabupaten Bandung, Hj. Nia Purwakania, SH., M.Kn., menggelar kegiatan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan Tahun Anggaran 2026 di GOR Desa Rancaekek Kulon, Kecamatan Rancaekek, pada Minggu (19/04/2026). Kegiatan ini sekaligus menjadi forum menampung aspirasi masyarakat yang menyoroti persoalan infrastruktur, banjir, hingga penguatan ekonomi warga.

Dalam pertemuan tersebut, hj Nia Purwakania menegaskan bahwa berbagai aspirasi warga langsung ia catat untuk ditindaklanjuti. Ia menjelaskan, masyarakat banyak menyampaikan keluhan terkait kondisi jalan desa yang membutuhkan perbaikan. Selain itu, warga juga menyoroti bencana banjir yang kembali terjadi di wilayah Rancaekek Kulon.

“Pertama, aspirasi yang berkembang mencakup infrastruktur jalan desa. Kemudian, persoalan banjir yang saat ini juga terjadi di Rancaekek Kulon. Selain itu, ada juga kebutuhan terkait jaminan sosial,” ujar hj Nia.

Lebih lanjut, ia pun menekankan pentingnya koordinasi lintas pemerintah agar solusi dapat segera diwujudkan. Ia menyebutkan, pihaknya akan menjalin komunikasi aktif dengan pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pusat.

“Oleh karena itu, saya akan menindaklanjuti semua masukan ini melalui koordinasi dengan mitra kerja di tingkat Provinsi Jawa Barat, kabupaten, hingga pemerintah pusat,” tambahnya.

Di sisi lain, hj Nia juga mendorong peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat. Ia menilai, pelatihan berbasis UMKM menjadi salah satu langkah strategis untuk membuka peluang kerja baru, terutama bagi ibu-ibu dan pemuda desa.

Langkah ke depan, saya akan memperjuangkan program pelatihan UMKM. Tujuannya jelas, yaitu menciptakan lapangan pekerjaan baru dan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Ia juga berharap pelatihan tersebut tidak berhenti pada tahap kegiatan semata. Ia ingin program berjalan berkelanjutan agar memberikan dampak nyata bagi perekonomian desa. ” Pelatihan ini harus berkesinambungan. Jadi, tidak berhenti setelah kegiatan selesai, tetapi terus berkembang untuk mendukung kemajuan ekonomi warga,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua BPD Rancaekek Kulon, Toni Suwarsa, SH., menyampaikan apresiasi atas kehadiran anggota DPRD hj Nia tersebut. Ia menilai kunjungan ini membawa harapan baru bagi masyarakat, khususnya dalam penanganan banjir yang hingga kini belum terselesaikan.

Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Nia yang sudah hadir dan menyerap aspirasi warga. Kami berharap kehadiran beliau membawa solusi nyata, bukan sekadar kunjungan,” ujar Toni.

Namun demikian, Toni juga menyoroti persoalan banjir yang berdampak langsung pada fasilitas pendidikan. Ia mengungkapkan, banjir yang terjadi baru-baru ini merendam SD Rancaekek 7 hingga mengganggu kegiatan belajar mengajar.

Banjir kemarin berdampak ke SD Rancaekek 7. Bahkan, ada tiga ruang kelas yang tidak bisa digunakan. Akibatnya, proses belajar tidak optimal karena siswa harus bergantian dan waktu belajar hanya sekitar dua setengah jam,” jelasnya.

Selain itu, ia meminta agar aspirasi terkait penanganan banjir dapat diteruskan ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Ia menegaskan, pihak desa sudah berulang kali mengajukan permohonan, namun hingga kini belum ada realisasi.

“Oleh sebab itu, kami berharap Ibu Dewan bisa menyampaikan langsung ke BBWS. Kami sudah beberapa kali mengajukan surat dan datang langsung, tetapi belum ada tindak lanjut,” tambahnya.

Pemerintah daerah dan legislatif diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, berbagai persoalan seperti banjir, infrastruktur, dan ekonomi warga dapat ditangani secara terpadu dan berkelanjutan.

Yans.

Refleksi 385 Tahun Kabupaten Bandung, KDS Tegaskan Komitmen Pembangunan yang Terarah dan Terukur

Kab.Bandung – YUTELNEWS.com// Bupati Bandung, Dr H.M Dadang Supriatna (KDS) menegaskan arah transformasi pembangunan Kabupaten Bandung yang berfokus pada penguatan desa sekaligus peningkatan daya saing global, dalam Upacara Peringatan Hari Jadi ke-385 Kabupaten Bandung yang dirangkaikan dengan Hari Kartini ke-147, Senin (20/4/2026) di Lapangan Upakarti, Soreang.

Dalam sambutannya, KDS menekankan bahwa momentum hari jadi bukan sekadar seremoni, melainkan refleksi atas perjalanan panjang daerah sekaligus penegasan arah pembangunan ke depan. Tema tahun ini, “Bandung Lebih BEDAS: Ngarawat Lembur, Ngaronjatkeun Jaman”, menjadi pijakan utama.

“’Ngarawat lembur’ mencerminkan pembangunan yang bertumpu pada desa, lingkungan, dan masyarakat sebagai subjek utama. Sementara ‘ngarojatkeun jaman’ adalah komitmen untuk terus beradaptasi, berinovasi, dan meningkatkan daya saing daerah,” ujar KDS.

Pada periode kedua kepemimpinannya bersama Wakil Bupati, Ali Syakieb sejak dilantik 20 Februari 2025, KDS menegaskan komitmen untuk menghadirkan pembangunan yang lebih terarah, terukur, dan berbasis kebutuhan masyarakat, menuju visi besar Kabupaten Bandung yang lebih BEDAS, maju, dan berkelanjutan.

Sejumlah indikator makro menunjukkan capaian positif. Indeks Pembangunan Manusia tahun 2025 mencapai 75,58 poin, meningkat dari 74,59 poin pada tahun sebelumnya. Tingkat kemiskinan turun menjadi 6,04 persen, sementara kemiskinan ekstrem berhasil ditekan hingga 0,5 persen. Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi mencapai 6,32 persen, meningkat signifikan dari 5,04 persen.

Di sektor pelayanan publik, Pemkab Bandung telah menyelesaikan pembangunan lima RSUD BEDAS di wilayah Cimaung, Kertasari, Tegalluar, Arjasari, dan Pacira sebagai upaya mendekatkan akses layanan kesehatan. Sementara itu, infrastruktur jalan mantap mencapai 65 persen pada 2025 dan ditargetkan meningkat menjadi 74 persen pada 2026.

Program sosial juga terus diperkuat, di antaranya perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu), pembangunan sekolah baru, serta perluasan akses pendidikan tinggi melalui program beasiswa BESTI dan Beasiswa Indonesia Emas Daerah (BIED).

Dalam bidang lingkungan hidup, KDS menyoroti persoalan serius pengelolaan sampah yang mencapai sekitar 1.800 ton per hari, sementara kuota pengiriman ke TPA terbatas 280 ton. Untuk itu, Pemkab Bandung mendorong berbagai solusi seperti penguatan TPST dan TPS 3R, program zero waste, hingga pemanfaatan teknologi pengolahan sampah menjadi energi.

Selain itu, upaya mitigasi bencana juga terus diperkuat, termasuk melalui kegiatan aeroseeding dengan penebaran sekitar 5,2 juta benih di wilayah prioritas. KDS juga mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif menjaga lingkungan dan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana.

“Mulai dari hal sederhana seperti mengelola sampah, menjaga sungai, hingga menanam pohon, semua adalah bagian dari ikhtiar bersama menjaga keberlanjutan lingkungan,” tegasnya.

Dalam tata kelola pemerintahan, Kabupaten Bandung kembali mencatatkan prestasi dengan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sembilan kali berturut-turut. Selain itu, skor Monitoring, Controlling, Surveillance for Prevention (MCSP) dari KPK mencapai 94, tertinggi di Jawa Barat dan peringkat keempat secara nasional.

Momentum ini juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Kartini ke-147. KDS menekankan pentingnya peran perempuan sebagai kekuatan strategis dalam pembangunan daerah.

“Perempuan harus terus didorong untuk berperan aktif di berbagai sektor, baik pendidikan, ekonomi, sosial, maupun kepemimpinan,” ujarnya.

Mengakhiri sambutannya, KDS mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kebersamaan dan komitmen dalam mewujudkan Kabupaten Bandung yang maju, unggul, dan tetap berakar pada nilai-nilai lokal.

“Dengan semangat Bandung Lebih BEDAS, mari kita rawat lembur dan tingkatkan zaman demi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bandung,” pungkasnya.

Yans.

Alumni Bela Negara Batch I 2024, Dr. Rd. Dewi Rahma Sari Pendidikan Karakter Sejak Dini untuk Generasi Bangsa

BANDUNG, YUTELNEWS.COM —Alumni Bela Negara Batch I 2024, Dr. Rd. Dewi Rahma Sari, menegaskan pentingnya pendidikan karakter sejak dini pada, Minggu (19/04/2026).

Ia berpendapat bahwa nilai karakter harus diajarkan di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat untuk membangun generasi yang berintegritas.

Dewi menyatakan bahwa pendidikan tidak hanya fokus pada prestasi akademik, tetapi juga pada pembentukan sikap, etika, dan tanggung jawab sosial,” kata Dewi.

Ia menjelaskan bahwa pendidikan karakter sangat penting agar generasi muda dapat menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan identitas diri,” ujarnya.

Pengalaman mengikuti program Bela Negara semakin menguatkan keyakinannya tentang nilai disiplin dan kepedulian terhadap bangsa.

Selanjutnya Ia mendorong pemerintah dan pemangku pendidikan untuk memperkuat kebijakan pendidikan karakter secara berkelanjutan, sehingga menghasilkan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga kuat dalam moral dan nilai kebangsaan.

(Wowo)

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.