Apresiasi Capaian Pemkab Bandung, Tri Rahmanto: Ini Bukti Bukti Nyata Kepemimpinan Bupati KDS

KAB BANDUNG – YUTELNEWS.com// Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Pemerintah Kabupaten Bandung di bawah kepemimpinan Bupati Bandung, Dr H.M Dadang Supriatna yang akrab disapa KDS, dengan menempati peringkat ketiga terbaik secara nasional dalam penyelenggaraan pemerintahan terbaik di Indonesia.

Pencapaian luar biasa ini disambut antusias dan mendapatkan apresiasi tinggi dari berbagai kalangan, termasuk dari Tri Rahmanto, Ketua Pentahelix Penanganan Banjir Dayeuhkolot sekaligus tokoh masyarakat Dayeuhkolot.

Menurutnya, capaian ini adalah bukti nyata transformasi dan kemajuan signifikan yang terjadi di berbagai sektor pemerintahan selama masa kepemimpinan Bupati Dadang Supriatna.

“Kami sangat mengapresiasi prestasi dan capaian luar biasa yang diraih oleh Pemkab Bandung. Menjadi yang terbaik ketiga secara nasional adalah sebuah kehormatan besar dan bukti bahwa arah kebijakan serta kepemimpinan Bapak Bupati Dadang Supriatna sudah sangat tepat dan membawa perubahan positif,” ujar Tri Rahmanto kepada awak media, Senin (27/4/2026).

Tri Rahmanto menilai bahwa salah satu faktor utama di balik capaian gemilang ini adalah membaiknya kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) dan seluruh elemen pemerintahan.

Ia mengapresiasi kepemimpinan Bupati Dadang Supriatna yang menerapkan disiplin, profesionalisme kepada para ASN dan karyawan Pemkab Bandung. Menurutnya, KDS menunjukkan komitmen nyata untuk meningkatkan pelayanan publik hingga hasilnya dapat dirasakan serta diakui secara nasional.

“Kemajuan ini tidak lepas dari kepemimpinan KDS yang secara konsisten terus mendorong etos kerja dan peningkatan kinerja ASN Pemkab Bandung. Prestasi ini bukan hanya angka, ini membuktikan kerja nyata Bupati KDS yang dinilai baik oleh pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” tambahnya.

Lebih lanjut, Tri menegaskan bahwa prestasi ini merupakan hasil kolaborasi yang solid dari seluruh stakeholder di Kabupaten Bandung.

“Prestasi ini merupakan buah kerja keras seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dedikasi seluruh ASN dan karyawan pemerintah daerah, serta partisipasi aktif masyarakat Kabupaten Bandung. Ini adalah kebanggaan bersama. Saya ucapkan selamat,” ungkapnya.

Tri berharap penghargaan ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh pihak untuk terus berbenah dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat.

“Semoga capaian ini semakin memacu semangat bagi jajaran Pemkab Bandung dalam meningkatkan pelayanan publik yang lebih optimal, transparan, dan memuaskan masyarakat,” pungkas Tri Rahmanto.

Dengan raihan ini, Kabupaten Bandung membuktikan diri sebagai daerah yang mampu melakukan transformasi tata kelola pemerintahan yang baik dan menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.(**)

Yans.

Implementasi MBG di Kabupaten Bandung Diakui, KDS Sabet Penghargaan pada Food Summit 2026

JAKARTA – YUTELNEWS.com// Bupati Bandung, Dr H.M Dadang Supriatna (KDS) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan menerima Outstanding Achievement in Free Nutritious Meals & Food Security Award pada ajang Food Summit 2026 yang digelar oleh CNBC, Senin (27/4/2026). Penghargaan ini diberikan atas pencapaian luar biasa Pemerintah Kabupaten Bandung dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Dalam keterangannya, KDS menegaskan bahwa keberhasilan implementasi program MBG di Kabupaten Bandung tidak terlepas dari kolaborasi lintas sektor yang terbangun secara solid. Pemerintah daerah bahkan telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) MBG yang terintegrasi dalam dashboard pimpinan, sehingga seluruh data di lapangan dapat terpantau secara real-time.

“Kami bersama Badan Gizi Nasional (BGN) juga telah memiliki kantor bersama, bahkan ini yang pertama di Indonesia. Dengan begitu, jika ada permasalahan di lapangan, dapat langsung ditangani secara cepat dan terkoordinasi. Dinas Kesehatan pun bisa berkoordinasi langsung dengan BGN, termasuk memastikan kelayakan para penjamah makanan,” ujar KDS.

Lebih lanjut, KDS mengungkapkan bahwa program MBG memiliki dampak signifikan terhadap perputaran ekonomi masyarakat. Di Kabupaten Bandung, potensi serapan anggaran program ini bahkan mencapai Rp5,4 triliun, dengan nilai perputaran ekonomi bersih di masyarakat sekitar Rp3,7 triliun setelah dikurangi biaya operasional.

Namun demikian, ia juga mengingatkan pentingnya pengendalian inflasi seiring meningkatnya kebutuhan pangan.

“Kebutuhan protein seperti telur di Kabupaten Bandung bisa mencapai 1.000 ton per bulan. Sementara kondisi peternakan di kami berbeda dengan daerah lain seperti Jawa Tengah atau Jawa Timur. Artinya, perlu kerja sama antardaerah untuk saling melengkapi kebutuhan pangan,” jelasnya.

Untuk menjaga stabilitas pasokan, KDS menegaskan bahwa produksi beras Kabupaten Bandung yang mencapai 328.000 ton per tahun masih mampu memenuhi kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Namun, untuk komoditas lain seperti sayur mayur, pihaknya masih membutuhkan dukungan dari daerah lain.

Sebagai solusi, Pemerintah Kabupaten Bandung menggencarkan program GERTAMAN (Gerakan Tanami Halaman) guna mendorong kemandirian pangan di tingkat rumah tangga.

“Minimal kebutuhan pangan keluarga bisa terpenuhi sendiri. Jika berlebih, hasilnya bisa dijual ke Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) atau langsung ke SPPG,” tambahnya.

KDS juga mendorong adanya regulasi yang dapat memperkuat sinergi antara program MBG dan kebijakan nasional, termasuk perlunya penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) agar tercipta keselarasan harga antara KDKMP dan pasar.

“Kalau ini terwujud, saya yakin ekonomi sirkular di masyarakat bisa berjalan optimal,” tegasnya.

Sementara itu, Deputi Sistem dan Tata Kelola BGN, Tigor Pangaribuan, menekankan pentingnya peran kepala daerah dalam memastikan ketersediaan bahan baku program MBG. Menurutnya, program ini sekaligus menjadi off taker bagi hasil pertanian masyarakat.

“Peran kepala daerah sangat penting dalam memastikan ketersediaan bahan baku. MBG ini pada dasarnya dibeli oleh negara, sehingga menjadi pasar bagi hasil tani masyarakat. Namun, masyarakat juga tetap perlu ikut mengawasi pelaksanaannya,” pungkasnya ***

Yans.

Upaya Penanganan Pasca Banjir, Kolaborasi Pentahelix Dayeuhkolot Sedot Genangan Air Di Depan Ria Busana.

Kab.Bandung – YUTELNEWS.com// Sebagai bagian dari rangkaian penanganan dampak bencana banjir yang melanda wilayahnya, kolaborasi Pentahelix Kecamatan Dayeuhkolot melakukan tindakan nyata dengan melakukan penyedotan genangan air yang masih menggenang di kawasan depan Ria Busana. pada senin 27/04/2026. Langkah ini diambil agar kawasan tersebut dapat segera berfungsi kembali dan terhindar dari risiko munculnya berbagai penyakit akibat genangan air yang mengendap.

Kegiatan ini melibatkan Perhimpunan Remaja Masjid (PRIMA) dayeuhkolot yang tergabung dalam Pentahelix, serta warga masyarakat dan juga didukung oleh unsur media massa yang turut menyebarkan informasi penting kepada publik. Semua pihak bersatu padu memadukan sumber daya, tenaga, dan pikiran agar proses penanganan dapat berjalan cepat dan tepat sasaran.

Sejak pagi hari, peralatan penyedot air telah didatangkan dan dipasang di lokasi yang tergenang. Para anggota prima dan warga yang terlibat bekerja secara terkoordinasi, mengatur aliran air yang disedot agar dapat mengalir menuju saluran pembuangan yang telah disiapkan. Kegiatan ini menjadi prioritas karena kawasan depan Ria Busana merupakan daerah yang padat aktivitas, baik sebagai jalur lalu lintas kendaraan maupun pejalan kaki, serta lokasi pusat kegiatan usaha warga.

Ketua Pentahelix Dayeuhkolot Tri Rahmanto menyampaikan bahwa upaya ini merupakan bagian dari tanggung jawab bersama dalam memulihkan kondisi wilayah pasca terjadinya banjir. “Kami menyadari bahwa genangan air yang tertinggal tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan dan kerusakan lingkungan. Melalui kerja sama lintas unsur ini, kami berusaha meminimalisir dampak buruk yang ditimbulkan dan memulihkan kondisi wilayah secepatnya,” ujarnya.

Perwakilan dari unsur dunia usaha juga menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut. “Kami berterima kasih atas perhatian dan upaya yang dilakukan ini. Kawasan yang bersih dan bebas genangan tentu akan membuat aktivitas usaha dan kehidupan warga kembali berjalan dengan lancar seperti sediakala,” ujarnya.

Warga yang melintas dan beraktivitas di lokasi menyambut baik langkah yang diambil tersebut. Mereka menyampaikan rasa syukur karena masalah yang mereka hadapi segera mendapatkan penanganan yang serius dan terkoordinasi.

Setelah proses penyedotan selesai, tim yang bertugas juga melakukan pembersihan sisa lumpur dan sampah yang terbawa air banjir agar kawasan tersebut kembali bersih dan layak digunakan. Para anggota prima bersama seluruh unsur yang tergabung dalam Pentahelix berkomitmen untuk terus memantau kondisi wilayah dan menangani berbagai masalah yang muncul pasca bencana hingga kondisi pulih sepenuhnya.

Yans.

Bedas Pisan! KDS Sabet Penghargaan Nasional, MBG Kabupaten Bandung Jadi Model Ketahanan Pangan

JAKARTA -YUTELNEWS.com// Bupati Bandung, Dr H.M Dadang Supriatna (KDS) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan menerima Outstanding Achievement in Free Nutritious Meals & Food Security Award pada ajang Food Summit 2026 yang digelar oleh CNBC, Senin (27/4/2026). Penghargaan ini diberikan atas pencapaian luar biasa Pemerintah Kabupaten Bandung dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Dalam keterangannya, KDS menegaskan bahwa keberhasilan implementasi program MBG di Kabupaten Bandung tidak terlepas dari kolaborasi lintas sektor yang terbangun secara solid. Pemerintah daerah bahkan telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) MBG yang terintegrasi dalam dashboard pimpinan, sehingga seluruh data di lapangan dapat terpantau secara real-time.

“Kami bersama Badan Gizi Nasional (BGN) juga telah memiliki kantor bersama, bahkan ini yang pertama di Indonesia. Dengan begitu, jika ada permasalahan di lapangan, dapat langsung ditangani secara cepat dan terkoordinasi. Dinas Kesehatan pun bisa berkoordinasi langsung dengan BGN, termasuk memastikan kelayakan para penjamah makanan,” ujar KDS.

Lebih lanjut, KDS mengungkapkan bahwa program MBG memiliki dampak signifikan terhadap perputaran ekonomi masyarakat. Di Kabupaten Bandung, potensi serapan anggaran program ini bahkan mencapai Rp5,4 triliun, dengan nilai perputaran ekonomi bersih di masyarakat sekitar Rp3,7 triliun setelah dikurangi biaya operasional.

Namun demikian, ia juga mengingatkan pentingnya pengendalian inflasi seiring meningkatnya kebutuhan pangan.

“Kebutuhan protein seperti telur di Kabupaten Bandung bisa mencapai 1.000 ton per bulan. Sementara kondisi peternakan di kami berbeda dengan daerah lain seperti Jawa Tengah atau Jawa Timur. Artinya, perlu kerja sama antardaerah untuk saling melengkapi kebutuhan pangan,” jelasnya.

Untuk menjaga stabilitas pasokan, KDS menegaskan bahwa produksi beras Kabupaten Bandung yang mencapai 328.000 ton per tahun masih mampu memenuhi kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Namun, untuk komoditas lain seperti sayur mayur, pihaknya masih membutuhkan dukungan dari daerah lain.

Sebagai solusi, Pemerintah Kabupaten Bandung menggencarkan program GERTAMAN (Gerakan Tanami Halaman) guna mendorong kemandirian pangan di tingkat rumah tangga.

“Minimal kebutuhan pangan keluarga bisa terpenuhi sendiri. Jika berlebih, hasilnya bisa dijual ke Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) atau langsung ke SPPG,” tambahnya.

KDS juga mendorong adanya regulasi yang dapat memperkuat sinergi antara program MBG dan kebijakan nasional, termasuk perlunya penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) agar tercipta keselarasan harga antara KDKMP dan pasar.

“Kalau ini terwujud, saya yakin ekonomi sirkular di masyarakat bisa berjalan optimal,” tegasnya.

Sementara itu, Deputi Sistem dan Tata Kelola BGN, Tigor Pangaribuan, menekankan pentingnya peran kepala daerah dalam memastikan ketersediaan bahan baku program MBG. Menurutnya, program ini sekaligus menjadi off taker bagi hasil pertanian masyarakat.

“Peran kepala daerah sangat penting dalam memastikan ketersediaan bahan baku. MBG ini pada dasarnya dibeli oleh negara, sehingga menjadi pasar bagi hasil tani masyarakat. Namun, masyarakat juga tetap perlu ikut mengawasi pelaksanaannya,” pungkasnya ***

Yans.

Lapas Kelas IIA Warungkiara Ikuti Rangkaian Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62, Salurkan Bantuan Sosial bagi Masyarakat

YUTELNEWS.com | Warungkiara ,Dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Warungkiara turut berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan nasional yang dilaksanakan secara virtual melalui Zoom bersama jajaran Pemasyarakatan di seluruh Indonesia.Senin (27/04/2026)

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen Pemasyarakatan dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, sejalan dengan semangat pengabdian dan pelayanan yang humanis.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan tersebut, Lapas Kelas IIA Warungkiara melaksanakan aksi sosial dengan menyalurkan bantuan berupa paket sembako kepada masyarakat sekitar yang membutuhkan. Selain itu, bantuan berupa gerobak usaha juga diberikan kepada keluarga warga binaan sebagai bentuk dukungan terhadap pemberdayaan ekonomi dan kemandirian keluarga.

Kepala Lapas Kelas IIA Warungkiara, Kurnia Panji Pamekas, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial Pemasyarakatan kepada masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin hadir dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya keluarga warga binaan. Bantuan gerobak ini diharapkan dapat menjadi sarana usaha yang produktif sehingga mampu membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga serta menjadi bekal ketika warga binaan kembali ke tengah masyarakat,” ujar Kurnia Panji Pamekas.

Lebih lanjut, Kurnia menegaskan bahwa Pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pembinaan di dalam lapas, tetapi juga memiliki peran penting dalam mendukung reintegrasi sosial warga binaan melalui pemberdayaan keluarga.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat penerima manfaat yang merasa terbantu dengan adanya bantuan tersebut, terutama dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari serta membuka peluang usaha.

Dengan adanya kegiatan ini, Lapas Kelas IIA Warungkiara berharap dapat terus menjalin hubungan yang harmonis dengan masyarakat serta memperkuat peran Pemasyarakatan sebagai institusi yang tidak hanya membina, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar.

Reporter : Mirna
( Kabiro Sukabumi )

56 Anggota Baru ORARI Lokal Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadan Konjala Mengaku Senang Ada Penambahan Anggota.

Bandung -YUTELNEWS.com// Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Kabupaten Bandung, melaksanakan agenda pengukuhan anggota baru, bertempat di Sekolah Alam SMP Prima Cendekia Islami, Desa Warnasari Pangalengan, Sabtu dan Minggu 25-26 April 2026.

Menurut Ketua ORARI Lokal Kabupaten Bandung, H. Dadan Konjala, SH pengukuhan anggota baru ORARI dilaksanakan setelah calon anggota ORARI menyelesaikan persyaratan administrasi dan teknis. Untuk sampai pada tahap pengukuhan, calon anggota harus melewati beberapa langkah sesuai panduan dari ORARI Lokal. Dimulai dari proses pendaftaran Ujian Amatir Radio (UNAR) melalui sistem e-Licensing SDPPI. Kemudian mengikuti UNAR sesuai jadwal yang ditentukan. Setelah dinyatakan lulus UNAR, calon anggota akan mendapatkan Izin Amatir Radio (IAR) lalu dikukuhkan sebagai anggora ujar pemegang Callsign YB1MYT.

H. Dadan Konjala mengaku senang dan gembira dengan kehadiran anggota baru ORARI Kabupaten Bandung sebanyak 56 orang dari angkatan 67. Ini menunjukkan antusiasme masyarakat akan kegiatan amatir radio yang tidak pernah berkurang. Meskipun saat ini kita berada pada era teknologi digital, namun aktivitas amatir radio terus berkembang. Para insan amatir radio terus menyesuaikan keterampilan dan kemampuan beradaptasi dengan era digital. Insan amatir radio juga terus berinovasi dengan memanfaatkan teknologi digital.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa para insan amatir radio tidak ditinggalkan oleh zaman digital, melainkan terus beradaptasi dan berinovasi dengan memanfaatkan teknologi tersebut ungkap Dadan Konjala yang sudah menjadi anggota ORARI sejak tahun 1984 atau 42 tahun.

Senada dengan Ketua ORARI Lokal Kabupaten Bandung, Ketua ORARI Daerah Jawa Barat Ir. H. Yana Koryana, MP yang hadir dalam pengukuhan itu mengatakan,
di era digital saat ini, amatir radio tidak lagi hanya mengandalkan komunikasi suara analog, melainkan telah bertransformasi menjadi hobi yang memadukan teknologi komputer dan jaringan global.
Saat ini, insan insan amatir radio telah mengadopsi mode digital. Komunitas kini telah melampaui telegrafi manual (kode Morse) dan banyak beralih ke mode digital seperti FT8, JS8Call, dan DMR (Digital Mobile Radio). Mode ini memungkinkan pengiriman data yang lebih efisien dan audio yang jauh lebih jernih.

Tidak hanya itu, kita sudah melakukan pula
konvergensi dengan Internet. Para insan amatir radio kini memanfaatkan internet untuk memperluas jangkauan melalui teknologi seperti Echolink atau sistem gateway digital, yang memungkinkan komunikasi antar-benua hanya dengan perangkat genggam. Kita juga manfaatkan
komunikasi Satelit Amatir. Kemudahan akses ke teknologi membuat para amatir kini lebih sering berkomunikasi melalui satelit amatir yang mengorbit bumi, ungkap pemegang Callsign YB1AR.

Selain menyesuaikan dengan perkembangan digital, insan amatir radio juga tetap memainkan peran sosial kemasyarakatan. ORARI juga bukan sekadar wadah hobi, melainkan mitra strategis pemerintah dan masyarakat yang memiliki peran vital dalam berbagai situasi, terutama saat infrastruktur komunikasi publik tidak memadai. Dalam penanggulangan bencana dan kedaruratan
ORARI menjadi garda terdepan dalam menyediakan komunikasi darurat (emergency communication) ketika jaringan seluler atau internet lumpuh akibat bencana alam.

Kami juga memiliki CORE ORARI (Communications & Rescue), satuan khusus yang diterjunkan untuk memberikan dukungan komunikasi dalam operasi pencarian, pertolongan (SAR), dan koordinasi bantuan logistik di lokasi bencana, ungkap Ir. Yana Koryana, MP.

Ketua ORARI Daerah Jawa Barat ini juga mengapresiasi peran ORARI Kabupaten Bandung yang tetap eksis setelah penggabungan dua lokal ORARI Bandung Selatan dan Bandung Timur. Dengan motto “Kagok Edan Jawara Sakalian” ORARI Kabupaten Bandung selalu tampil dalam berbagai kegiatan, baik kegiatan amatir radio maupun tanggal darurat kebencanaan. Bahkan ORARI Lokal Kabupaten Bandung satu satunya lokal yang selalu berjaya dalam even Jawa Barat Field Day dengan meraih empat kali juara umum secara berturut-turut. Jabar Field Day merupakan ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh ORARI Daerah Jawa Barat untuk mengasah keterampilan teknis amatir radio, pungkasnya.***

Yans.

HBP ke-62, Lapas Warungkiara Tebar Kepedulian: Bansos hingga Gerobak Usaha untuk Keluarga Warga Binaan

YUTELNEWS.com | SUKABUMI ,Momentum Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 dimanfaatkan Lapas Kelas IIA Warungkiara dengan menggelar rangkaian kegiatan sosial dan pembinaan yang menyentuh langsung masyarakat serta keluarga warga binaan, Senin (26/04/2026).

Kepala Lapas Kelas IIA Warungkiara, Kurnia Panji Pamekas, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia menegaskan, peringatan HBP bukan sekadar seremonial, melainkan wujud nyata kepedulian dan kolaborasi.

“Di Hari Bakti Pemasyarakatan ini, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak. Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, baik, dan lancar,” ujarnya.

Dalam rangka HBP ke-62, Lapas Warungkiara melaksanakan sejumlah kegiatan, di antaranya penyaluran bantuan sosial (bansos), pemberian bantuan kepada keluarga warga binaan, serta pemberian penghargaan kepada mitra kerja.

Salah satu program yang menjadi sorotan adalah pemberian bantuan gerobak usaha bagi keluarga warga binaan. Program ini diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi sekaligus membuka peluang usaha produktif.

“Bantuan gerobak ini diharapkan dapat membantu keluarga warga binaan tetap produktif dan memiliki penghasilan, bahkan berpeluang menjalin kerja sama dengan pihak ketiga,” jelasnya.

Selain itu, bantuan sosial juga disalurkan kepada masyarakat sekitar dalam bentuk kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan perlengkapan sehari-hari.

“Semoga bantuan ini bisa memberikan manfaat langsung dan membantu mengurangi beban hidup masyarakat,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Lapas Warungkiara juga memberikan penghargaan kepada sejumlah mitra yang dinilai aktif mendukung program pembinaan, di antaranya Majelis Ulama Indonesia, Dinas Pendidikan, serta Kwartir Cabang Pramuka.

Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusi dalam pembinaan keagamaan, program pendidikan melalui Kejar Paket A, B, dan C, serta kegiatan kepramukaan bagi warga binaan.

Di akhir pernyataannya, Kalapas turut menyampaikan apresiasi kepada insan media yang telah membantu menyebarluaskan informasi positif terkait pemasyarakatan.

“Terima kasih kepada rekan-rekan media. Dalam momentum Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62, pemasyarakatan tetap jaya,” pungkasnya.

Reporter: Mirna
Kabiro Sukabumi

OTDA XXX, Bupati Pastikan Pelayanan Publik Lebih Cepat, Tepat, dan Berdampak

YUTELNEWS.com | SUKABUMI ,Pemerintah Kabupaten Sukabumi menggelar Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah (OTDA) ke-30 Tahun 2026 di Lapangan Dinas Perhubungan, Cikembar, Senin (27/04/2026).

Upacara yang mengusung tema “Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita” tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Sukabumi, Asep Japar, sebagai pembina upacara. Sementara Camat Cireunghas, Lan Maulana Yusup, bertindak sebagai pemimpin upacara.

Dalam amanatnya, Bupati menegaskan bahwa peringatan Hari OTDA ke-30 harus menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, tepat, dan benar-benar berdampak bagi masyarakat.

Menurutnya, otonomi daerah merupakan instrumen strategis dalam mempercepat pemerataan pembangunan, memperkuat pelayanan publik, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Otonomi daerah memberikan ruang bagi daerah untuk terus berinovasi dan mengembangkan potensi lokal,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, semangat otonomi daerah harus mendorong perubahan paradigma birokrasi menjadi pelayan publik yang responsif dan solutif. Capaian 30 tahun pelaksanaan otonomi daerah pun menjadi pijakan untuk terus mengoptimalkan penyelenggaraan pemerintahan di tengah berbagai tantangan yang ada.

“Terutama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik agar benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyoroti pentingnya kemudahan investasi sebagai bagian dari upaya menciptakan iklim usaha yang kompetitif dan mampu membuka lapangan kerja seluas-luasnya.

Selain itu, masyarakat juga diajak untuk berperan aktif dalam mendukung optimalisasi pajak kendaraan bermotor.

Kepatuhan dalam membayar pajak dinilai sebagai kontribusi nyata dalam memperkuat kemandirian fiskal daerah.

“Melalui tertib administrasi dan kepatuhan pajak, kita bangun fondasi yang kuat bagi keberlanjutan pembangunan Kabupaten Sukabumi yang maju, unggul, berbudaya, dan berkah,” ungkapnya.

Menutup amanatnya, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memanfaatkan berbagai kemudahan layanan pajak sebagai bentuk gotong royong dalam membangun infrastruktur dan fasilitas publik yang lebih baik.

Reporter : Mirna
( Kabiro Sukabumi )

KDS Perluas Kerja Sama Pendidikan, ASN Kabupaten Bandung Didorong Lanjut Studi

KAB. GRESIK – YUTELNEWS.com// Pemerintah Kabupaten Bandung dan Universitas Sunan Gresik (USG) resmi menjalin kerja sama strategis melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya aparatur sipil negara (ASN), guna menjawab tantangan digitalisasi dan menyongsong Indonesia Emas 2045. Penandatanganan dilaksanakan pada Minggu (26/04/2026) di Kampus USG, Kabupaten Gresik.

Bupati Bandung, Dr H.M Dadang Supriatna yang akrab disapa KDS, hadir langsung bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung, jajaran Bagian Kerja Sama, Protokol Pimpinan, serta BKPSDM dalam agenda tersebut.

Dalam sambutannya, KDS mengapresiasi langkah Universitas Sunan Gresik yang terus berinovasi, termasuk rencana penambahan program studi dari 37 menjadi 38 program studi di enam fakultas. Menurutnya, hal ini merupakan terobosan penting dalam menyiapkan SDM unggul.

“Kami sangat mengapresiasi terobosan yang dilakukan Universitas Sunan Gresik. Penambahan program studi ini menunjukkan komitmen dalam menyiapkan SDM yang siap menghadapi tantangan masa depan,” ujar KDS.

KDS menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM yang profesional dan adaptif terhadap digitalisasi menjadi prioritas. Pemerintah Kabupaten Bandung, kata dia, siap mendukung melalui kebijakan anggaran secara bertahap guna mengimplementasikan kerja sama tersebut.

“Sesuai arahan Presiden, peningkatan SDM yang memahami digitalisasi menjadi hal yang sangat penting. Kalau kita tidak mempersiapkan dari sekarang, kita akan tertinggal,” tegasnya.

Selain itu, KDS juga menekankan pentingnya penerapan sistem reward and punishment bagi ASN. Ia mendorong ASN yang belum menempuh pendidikan tinggi untuk melanjutkan ke jenjang S-1, serta mendorong ASN yang telah lulus S-1 dan berprestasi untuk melanjutkan ke jenjang S-2. Kebijakan ini akan diperkuat melalui Peraturan Bupati sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas SDM.

“Kami akan memberikan keleluasaan bagi ASN untuk meningkatkan kompetensinya. Yang belum kuliah kami dorong untuk S-1, dan yang sudah S-1 serta berprestasi kami dorong untuk bisa melanjutkan ke S-2,” ungkapnya.

Lebih lanjut, KDS juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas melalui Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), guna memperkuat kolaborasi antar daerah dengan Universitas Sunan Gresik.

“Kebetulan saya Ketua Harian APKASI. Silakan bekerja sama dengan kami, insyaallah saya siap memfasilitasi melalui APKASI agar kerja sama ini bisa menjangkau lebih banyak daerah,” tambah KDS.

Sementara itu, Rektor Universitas Sunan Gresik, Abdul Muhith menyampaikan bahwa program studi di kampusnya telah disesuaikan dengan kebutuhan zaman, khususnya dalam pemanfaatan teknologi digital dan Artificial Intelligence (AI) dalam sistem pembelajaran.

“Kami telah menyesuaikan program studi dengan kebutuhan zaman, termasuk integrasi teknologi dan Artificial Intelligence dalam sistem pembelajaran. Hal ini menjadi bagian dari komitmen kami dalam mencetak lulusan yang adaptif dan kompetitif,” ujar Abdul Muhith.

Ia menjelaskan bahwa USG telah menerapkan sistem pembelajaran terintegrasi berbasis teknologi, termasuk model perkuliahan hybrid yang memungkinkan pelaksanaan kuliah secara daring maupun luring sesuai kebutuhan.

“Perkuliahan kami sudah fleksibel, bisa hybrid, bahkan full online atau offline sesuai kesepakatan. Ini membuka peluang besar, termasuk bagi ASN yang ingin melanjutkan pendidikan,” tambahnya.

Selain itu, USG juga menjalin kerja sama dengan sejumlah institusi pendidikan, termasuk dalam pengembangan program studi kedokteran. Fasilitas penunjang seperti rumah sakit pendidikan, unit usaha, koperasi, perbankan, hotel, hingga produksi air minum turut menjadi bagian dari ekosistem pendidikan di kampus tersebut.

Abdul menambahkan, peluang bagi ASN Kabupaten Bandung untuk melanjutkan pendidikan di USG sangat terbuka, termasuk melalui skema beasiswa, dengan sistem pembelajaran yang fleksibel dan adaptif.

Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat kualitas SDM, khususnya bagi ASN, sekaligus mendukung percepatan pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Yans.

Di Bawah KDS Kinerja ASN Melesat, Kabupaten Bandung Masuk 3 Besar Nasional

KAB. BANDUNG – YUTELNEWS.com// Di bawah kepemimpinan Bupati Bandung, Dr H.M Dadang Supriatna yang akrab disapa KDS, Kabupaten Bandung mampu menunjukkan kemajuan di berbagai sektor. Salah satunya adalah dari aspek kinerja ASN yang hasilnya sudah terlihat selama masa kepemimpinannya.

Capaian ini terlihat dari berbagai penilaian, baik dari pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Berdasarkan hasil Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) Tahun 2025 terhadap LPPD Tahun 2024 pada Senin (27/4/2026) yang ditetapkan melalui Keputusan Mendagri Nomor 100.2.1.7–2109 Tahun 2025, Kabupaten Bandung mencatatkan sejarah baru dengan meraih status “Kinerja Tinggi.”

Pencapaian tersebut menunjukkan lonjakan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

KDS menuturkan, pada EPPD 2022 (LPPD 2021), Kabupaten Bandung berada pada status “Rendah” dengan skor 2,48.
Kemudian pada EPPD 2023 (LPPD 2022), meningkat menjadi status “Sedang” dengan skor 3,232.

Selanjutnya pada EPPD 2025 (LPPD 2024), Kabupaten Bandung berhasil meraih status “Tinggi” dengan skor 3,438 dan menempati peringkat ke-3 secara nasional.

“Prestasi ini merupakan buah kerja keras OPD, seluruh ASN, karyawan pemerintah daerah, serta partisipasi aktif masyarakat Kabupaten Bandung. Kami akan konsisten meningkatkan kinerja setiap tahunnya. Semoga capaian ini menjadi kado indah bagi Hari Jadi ke-384 Kabupaten Bandung dan memacu semangat dalam meningkatkan pelayanan publik,” jelas KDS.

Yans.

28 Nama Dicoret dari Hibah Air Minum, PDAM Sukabumi Buka Data dan Siapkan 3.000 Sambungan Gratis

YUTELNEWS.com | SUKABUMI ,Polemik Program Hibah Air Minum PDAM Kabupaten Sukabumi periode 2019–2023 yang sempat disorot publik mulai menemui kejelasan. Aduan masyarakat terkait dugaan ketidaksesuaian data penerima dijawab melalui hasil verifikasi lapangan dan penjelasan resmi berbasis dokumen. Senin ( 27/4/2026 )

Sekretaris Himpunan Advokat Pengacara Indonesia (HAPI), Sunarya Ishak, menegaskan bahwa program hibah air minum merupakan bantuan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah dengan mekanisme ketat dan berbasis hasil (output-based).

Ia menjelaskan, proses penentuan penerima tidak hanya berdasarkan usulan awal, tetapi melalui tahapan verifikasi lapangan oleh Kementerian PUPR dan Kementerian Keuangan.

“Semua calon penerima diverifikasi langsung di lapangan. Jika tidak memenuhi kriteria, maka tidak akan dibayarkan dalam skema hibah,” ujar Sunarya.

Verifikasi Lapangan Coret 28 Nama
Berdasarkan hasil penelusuran, sebanyak 28 nama calon penerima dinyatakan tidak memenuhi syarat (ineligible).

Nama-nama tersebut tidak tercantum dalam hasil verifikasi konsultan independen yang ditunjuk pemerintah.

Proses verifikasi dilakukan secara langsung dengan mendatangi calon penerima untuk memastikan kelayakan sesuai kriteria teknis. Hasilnya, data yang dipersoalkan dalam aduan masyarakat tidak sesuai dengan data resmi hasil verifikasi.

Selain itu, data penerima hibah tahun 2019 hingga 2023 disebut terdokumentasi dengan baik dan telah melalui pengawasan, termasuk oleh BPKP Provinsi Jawa Barat.

Hibah Berbasis Hasil, Bukan Usulan
Sunarya menegaskan, skema hibah dari pemerintah pusat hanya dibayarkan berdasarkan hasil pemasangan yang dinyatakan layak di lapangan.

“Jika tidak eligibel, maka biaya tidak diganti karena tidak sesuai dengan juklak dan juknis kementerian,” tegasnya.

Ia juga meluruskan persepsi publik bahwa dana hibah tidak seluruhnya dialokasikan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), melainkan mencakup berbagai komponen program seperti sosialisasi, pengadaan, dan pengembangan jaringan.

Kasus Sukamaju Jadi Catatan
Sorotan juga muncul pada program MBR tahun 2020 di Desa Sukamaju, Kampung Pasirpogor. Berdasarkan verifikasi Kementerian PUPR, data di wilayah tersebut dinyatakan tidak memenuhi kriteria Sambungan Rumah (SR) MBR.

Akibatnya, biaya pemasangan tidak dapat diganti oleh pemerintah pusat dan menjadi beban PDAM. Di sisi lain, sebagian warga disebut menolak membayar jaminan rekening dan biaya pemakaian air karena menganggap layanan tersebut sepenuhnya gratis.

PDAM Siapkan Program Mandiri
Di tengah polemik tersebut, PDAM Kabupaten Sukabumi memastikan tetap melanjutkan perluasan layanan air bersih. Direktur PDAM, Mohammad Kamaludin Zen, menyatakan pihaknya menyiapkan program sambungan gratis yang didanai secara mandiri.

“Tahun ini ditargetkan 3.000 sambungan gratis. Hingga saat ini sudah terealisasi sekitar 100 sampai 200 sambungan,” ujarnya.

Program tersebut direncanakan berjalan hingga Desember 2026 sebagai upaya memperluas akses layanan air bersih bagi masyarakat.

Pendaftaran dan Layanan
Masyarakat yang ingin mendapatkan sambungan air bersih dapat mendaftar ke kantor cabang PDAM terdekat dengan membawa KTP serta memenuhi jaminan pembayaran awal.

Saat ini, jumlah pelanggan PDAM Kabupaten Sukabumi telah mencapai lebih dari 60.500 pelanggan dan akan terus meningkat seiring pengembangan jaringan.

Penutup
Dengan terbukanya hasil verifikasi dan langkah konkret melalui program sambungan gratis, diharapkan polemik hibah air minum dapat mereda. Transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci dalam memastikan program berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Reporter : Mirna
( Kabiro Sukabumi )

Perkuat Infrastruktur Air Bersih, Perumda Tirta Jaya Mandiri Bangun Pondasi IPA di Nagrak

YUTELNEWS.com | SUKABUMI ,Upaya meningkatkan layanan air bersih bagi masyarakat terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Perumda Air Minum Tirta Jaya Mandiri. Salah satunya dengan pembangunan pondasi Instalasi Pengolahan Air (IPA) di wilayah Kecamatan Nagrak.

Proyek yang berlokasi di Kampung Cibodas, Desa Cisarua ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat infrastruktur air bersih, khususnya untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang terus meningkat. Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, pekerjaan tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp471.574.000 dengan waktu pelaksanaan selama 90 hari kalender.

Pembangunan pondasi IPA ini dikerjakan oleh CV Anugerah Prima Raharja pada tahun anggaran 2026. Proyek ini diharapkan menjadi fondasi awal bagi sistem pengolahan air yang lebih optimal dan berkelanjutan di kawasan tersebut.

Keberadaan IPA nantinya tidak hanya berfungsi sebagai sarana pengolahan air baku menjadi air layak konsumsi, tetapi juga menjadi solusi jangka panjang dalam menghadapi potensi krisis air bersih, terutama saat musim kemarau.

Masyarakat setempat menyambut baik pembangunan ini. Mereka berharap proyek dapat berjalan tepat waktu dan sesuai spesifikasi, sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan oleh warga.

Namun demikian, transparansi dan pengawasan tetap menjadi hal penting agar proyek berjalan sesuai rencana. Publik berharap tidak hanya pembangunan fisik yang diperhatikan, tetapi juga kualitas hasil akhir yang benar-benar mampu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Dengan adanya pembangunan pondasi IPA ini, Perumda Tirta Jaya Mandiri menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan pelayanan dasar kepada masyarakat, sekaligus memperkuat ketahanan air bersih di Kabupaten Sukabumi.

Reporter : Mirna
( Kabiro Sukabumi )

Abah Anton Charliyan Bersama Tim Majelis Adat Sunda Kunjungi Kampung Naga Adat Salawu ,Tampung Curhatan Tokoh Adat.

Tasimalaya -YUTELNEWS.com// Abah Anton Charliyan selaku Ketua Umum majelis Adat Sunda Jabar dan Tim , sengaja Jalan – jalan berkunjung dan bersilaturahmi ke Kampung Adat Naga Salawu Kabupaten Tasikmalaya,jawa barat. kebetulan bertemu dengan beberapa Tokoh masyarakat Adat di antaranya : Abah Tajudin selaku Sesepuh , Bah Ucu tokoh pemangku adat , Kang Aceng & Kang Aep wakil Nonoman dan beberapa masyarakat yang lain yang ikut bersama sama ngumpul ngariung, sehingga biasa terjadi adu Bako ngobrol ngaler ngidul yang akhirnya Curhat tentang Situasi Kampung adat saat ini ,pada Minggu 26/04/2026.

Bahwa Posisi kampung adat ini Persis berada di tepi Sungai besar , yang ternyata dari tahun ke tahun terjadi pendangkalan sehingga jika curah hujan besar , sering terjadi Banjir, bahkan pernah terjadi Banjir kiriman besar, di tahun 2017 pernah mengakibatkan rusaknya tanah & sawah garapan bahkan sampai merusak kampung adat, untuk itu mereka berharap perlu adanya penggalian dan Pendalaman Sungai , walau sudah pernah dilakukan secara gotong royong beberapa kali , namun hasilnya belum maksimal. jika tidak digali dan diperdalam bisa juga tanah pinggiran sungai sepanjang Kampung tersebut, sekitar 1 km di tinggikan minimal 0,5 km, sehingga diharapkan bisa membendung air limpahan sungai jika terjadi hujan besar.

Demikian juga tanggul yang ada saat ini , perlu di perpanjang juga sehingga aliran sungai bisa ditahan atau beralih ke tempat yg aman.
Untuk memperkuat hal tersebut perlu juga di tambah penghijauan dipinggir bantaran kali dan disekeliling Kampung termasuk di pinggir – pinggir Leuweung .

Karena Akibat banjir tersebut irigasi Pengairan sawah garapan mengalami kerusakan dan penyempitan.

Kemudian ketika ditanya kondisi bangunan rumah ? , merekapun mengatakan bahwa atap rumah sudah banyak yang pada bocor, untuk beli ijukpun harga saat ini sangat mahal , harganya sudah tidak terjangkau, masyarakat adat sudah tidak mampu untuk membeli lagi , akibatnya kayu2 rumah banyak yang sudah lapuk & rusak, sehingga kondisi rumah2 adat tersebut secara umum, cukup Memprihatinkan , begitu juga fasilitas umum masyarakat seperti, Leuit ( gudang tempat simpan bahan pokok ), Pacilingan ( Toilet) , imah gede, imah leutik, mushola, saung lisung , Bedug dll perlu perbaikan yang serius dan segera ,
Adapun masalah minyak tanah Alhamdulillah sudah dapat Subsidi pemerintah sejak tahun 2010 an, sehingga sudah bisa teratasi.
Namun sekalipun banyak kesulitan dan keprihatinan, mereka tidak akan pernah meminta mengandal kan tangan kepada siapapun termasuk pemerintah. Karena bagi masyarakat adat Naga Meminta itu termasuk sebuah Pantangan , tapi jika Ada yang kasih dengan ikhlas mengulurkan bantuan dengan tulus merekapun tidak Akan menolak asal tidak Bertentangan dengan Adat tradisi yg sudah ada .

Maka agar mereka bisa bangkit kembali,para tokoh adat menyarankan , perlunya uluran Tangan para Inohong Pemerintahan , yang memang kenyataanya perlu perbaikan sesegera mungkin secara menyeluruh dan signifikan. Disamping itu tentu saja perlu adanya peningkatan tingkat kesejahtraan masyarakat adat itu sendiri, dengan merevitalisasi bidang pertanian dan peternakan,tanaman yang mempunyai nilai ekonomis nyata yang bisa laku tinggi dipasaran.

Hal inipun diungkapkan oleh Abah Tajudin, jika memungkinkan kami ingin menaman tanaman yang Punya nilai ekonomis tinggi seperti , Pohon Pala , Pohon kelapa Kopyor, Kopi , Melon Inggris , Nenas Madu , jambu stek , Markisa, Tebu , Gaharu , jati Belanda , Kapol , umbi Cilembu, Pare/Padi Khusus saperti Beas beureum atau bibit ketan , pokoknya Tanaman Produktif lain yang bisa dijual langsung dengan harga yang kompetitif dan masa Tanam yg relatif singkat. Bila perlu dengan metode khusus seperti menggunakan polybag dan green house , bibit tanam pilihan terbaik, Sehingga keseimbangan Akan tetap terjaga.

Kang Ucu menambahkan, bahwa lahan leuweung garapan yang sekarang ada, ternyata hanya 11 hektar saja , sangat kecil untuk ukuran masyarakat adat , sehingga panenyapun sangat terbatas , otomatis tidak bisa nyimpen Beas di leuit , mengakibatkan ketahanan Panganyapun sangat rentan & menghawatirkan, sehingga dengan demikian perlu adanya perluasan tanah garapan. Agar masyarakat bisa lebih semangat dan percaya diri.

Sementara itu Lain lagi dari Kang Aceng dan Kang Aep sebagai Perwakilan Nonoman ( Anak muda ) menyampaikan ingin meningkatkan bidang peternakan dan perikanan yang sudah ada seperti : Pembibitan Ayam Petelur, pembibitan ayam Kampung, Ayam Bangkok, Domba Garut, ikan Nila , Gurame dll.
Namun terkendala masalah klise , kurang nya modal dan pemasaran , yang lebih banyak dikuasai Bandar sehingga harga jual rendah , baik itu dari hasil Peternakan maupun Pertanian , sehingga perlu jalur khusus bantuan pemasaranya dari Pemerintah.
Kampung adat pun kalo bisa ditata lebih Indah dengan model Taman yang asri menghadirkan tanaman bunga Hijau & Indah namun tetap produktif , termasuk jalan2 satapak biar dibalai ku batu agar tidak licin dan becek.
Itulah sekelumit obrolan singkat disiang hari itu, sambil minum kopi pahit dan goreng pisang di warung kang Ucu.
Semoga obrolan ini bukan hanya sekedar Impian kami semua , ungkapnya , melalui Tim Majelis Adat Sunda jabar bisa Nepi disampaikan ka Pangagung atawa Para Gegeden Nu aya di gedung sate tutupnya.
Itulah obrolan singkat kami tim MASDA Jabar dengan masyarakat Adat, agar bisa menjadi perhatian kita semua untuk dapat segera di tindak lanjuti oleh semua stik holder terkait .amin yra .

Yans.

Kades Cangkuang Kulon Acep Koswara Gerakkan Warga Dukung Pentahelix Dayeuhkolot Bersihkan Lingkungan Dranase.

Kab.Bandung – YUTELNEWS.com// Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan tampak memuncak dalam kegiatan kerja bakti warga desa cangkuang kulon yang digagas oleh kepala desa cangkuang kulon Acep Koswara Kecamatan Dayeuhkolot. Kegiatan ini dilaksanakan serentak di wilayah lingkungan,Desa cangkuang kulon, berbagai unsur masyarakat untuk bekerja sama membersihkan lingkungan dari berbagai tumpukan sampah, rumput liar, dan endapan kotoran yang mengganggu kebersihan serta kesehatan bersama. pada minggu 26/05/2026.

Kepala Desa Acep koswara menjadi penggerak utama terselenggaranya kegiatan ini. Melalui kerja bakti yang terkoordinasi dengan baik, seluruh masyarakat bersatu padu di wilayah cangkuang kulon, pelaksanaan kegiatan dengan tujuan utama menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, nyaman, dan bebas dari sumber penyakit serta potensi bencana akibat lingkungan yang tidak terawat.

Sejak pagi hari, puluhan warga yang terdiri dari pengurus, perangkat lingkungan, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga warga dari berbagai kalangan usia telah berkumpul di lokasi yang telah ditentukan. Mereka membawa peralatan kerja masing-masing seperti sekop, cangkul, sapu, karung pengangkut sampah, dan peralatan lainnya, kemudian langsung bergerak melakukan pembersihan sesuai dengan pembagian wilayah tugas yang telah disepakati.

Pelaksanaan, kegiatan ini berlangsung dengan semangat yang tinggi. Para warga bahu-membahu membersihkan selokan yang tersumbat sampah dan lumpur, memangkas rumput liar yang tumbuh di tepi jalan, mengangkut tumpukan sampah, serta merapikan lingkungan sekitar tempat pemukiman dan fasilitas umum. Suasana keakraban terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung, di mana setiap orang saling membantu dan berbagi tugas tanpa membedakan kedudukan atau latar belakang.

Kepala Desa Acep Koswara menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bukti nyata berbagai unsur dalam Pentahelix mampu memberikan dampak nyata bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. “Kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama. “Melalui kerja sama ini, kita tidak hanya membersihkan lingkungan secara fisik, tetapi juga mempererat hubungan silaturahmi dan menumbuhkan kesadaran bersama untuk senantiasa menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan tempat kita tinggal,” ujarnya.

Perwakilan dari unsur masyarakat juga menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung berbagai program pembangunan dan pemeliharaan lingkungan di wilayah ini. Mereka berharap kegiatan seperti ini dapat berlangsung secara berkelanjutan, tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi menjadi kebiasaan hidup yang diterapkan oleh seluruh warga sehari-hari.

Warga setempat menyambut baik kegiatan ini dan menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian serta upaya yang telah dilakukan. Mereka berjanji akan ikut berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan yang telah dibersihkan, serta tidak lagi membuang sampah sembarangan agar hasil kerja sama yang telah dicapai dapat terjaga dengan baik.

Kegiatan kerja bakti ini berlangsung hingga siang hari, dan hasilnya langsung terlihat dengan berubahnya kondisi lingkungan menjadi lebih bersih, rapi, dan sehat.

Yans.

Gelap Gulita Lampu Padam Area Bengkong Palapa, Komitmen PLN Batam Ditagih

YUTELNEWS.com / Area Bengkong Palapa, Batam Kota gelap gulita, nyamuk-nyamuk berpesta pora. Padam Lampu hingga berjam-jam hingga  konsumen keluar rumah. Komitmen PLN Batam dipertanyakan. Senin (27/4/2026).

Menurut salah satu warga, Padam Lampu diperkirakan pada pukul 01.00 wib malam hari. Akibatnya sejumlah warga gerah dan berhamburan kluar rumah.

“Panas seperti neraka, ada apa PLN saat ini, mana komitmennya?, PLN Batam harus tau akibat dari Matinya lampu!,” ujar salah satu warga yang tidak disebutkan namanya dalam pemberitaan.

Akibat Utama Mati Lampu di Batam:

  • Gangguan Industri & Ekonomi: Krisis listrik mengancam citra Batam bagi investor dan mengganggu aktivitas pelaku industri.
  • Kerusakan Elektronik: Pemadaman mendadak dan sering (seringkali akibat gangguan gardu) dapat merusak peralatan elektronik rumah tangga.
  • Aktivitas Harian Terganggu: Mati listrik total (blackout) menyebabkan terhentinya pasokan air bersih, internet, dan pendingin ruangan.
  • Kecurigaan/Ketidakpuasan Publik: Pemadaman lama sering memicu protes dan keluhan dari masyarakat terkait keandalan pelayanan PLN.
  • Gangguan Infrastruktur: Mati lampu sering kali disebabkan oleh faktor eksternal seperti pohon tumbang atau gangguan gardu.

Padahal Komitmen Utama PLN Batam mempunyai beberapa poin penting ;

  • Keandalan Pasokan Listrik: Menjamin ketersediaan listrik yang andal, aman, dan berkesinambungan untuk kebutuhan industri, bisnis, dan rumah tangga di Batam.
  • Peningkatan Layanan Pelanggan: Mengutamakan kepuasan pelanggan dengan pelayanan yang cepat, profesional, dan mudah diakses, termasuk melalui Virtual Assistant (VirA).
  • Dukungan Investasi Industri: Menyediakan infrastruktur kelistrikan yang memadai untuk mendukung pertumbuhan industri dan ekonomi, terbukti dengan MoU penyediaan daya besar bagi investor.
  • Inovasi Energi Bersih: Menghadirkan solusi energi ramah lingkungan dan teknologi Smart Green Services (SGS) untuk kawasan industri.
  • Transformasi Digital & Budaya Kerja: Menerapkan manajemen risiko terintegrasi, serta nilai AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif) untuk meningkatkan performa.

Komitmen ini Ternyata semua itu terkesan hanya omong-omong, Janji palsu. Semoga Konsumen mendapatkan Kompensasi berupa pengurangan tagihan listrik pada bulan berikutnya.

Hingga berita ini diterbitkan, tim media akan melakukan konfirmasi kepada PLN Batam. /Tim

 

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.