Viral! Oknum Guru Ngaji Di Gerebek Bersama Istri Orang, Tengah dihakimi Massa Saat Akan dibawa Anggota Polri

Karawang – YUTELNEWS.com// Gempar dan videonya viral di media sosoal (medsos) berlangsung di Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang. Seorang oknum ustaz berinisial RS, yang akrab disapa Ustadz FT, harus berurusan dengan warga.

Pasalnya, sang oknum ini setelah diduga “tertangkap basah” bukan sedang mengajar mengaji, melainkan tengah “indehoy” dengan wanita berinisial EE yang diketahui merupakan istri orang.

Peristiwa ini terungkap pada Kamis (26/3/2026) sekitar pukul 14.00 WIB dan video penggerebakan viral di medsos, Jum’at (27/3/2026).

Yang memergokinya tak lain, menantu dari pihak wanita langsung keduanya di salah satu lokasi.

Momen yang tak terduga itu sempat direkam, seolah menjadi “bukti visual” yang mempercepat proses penggerebekan oleh warga. Salah satunya video diunggah Instagram (IG) Ragamcerita.

Dalam video tersebut, situasi semakin memanas ketika warga menggelandang EE keluar dari dalam rumah. Wanita tersebut mendapat cemoohan dari kerumunan warga yang sudah tersulut emosi.

Sementara itu, oknum ustaz FT nyaris menjadi sasaran amukan massa dan hampir babak belur dihakimi warga. Beruntung, aparat kepolisian babinkamtibmas dan babinsa bersama tokoh masyarakat sigap turun tangan mengamankan keduanya sebelum situasi berubah menjadi lebih tak terkendali.

Suasana pun samakin riuh. Warga berdatangan hingga menimbulkan kerumunan, layaknya agenda dadakan tanpa undangan resmi. Amarah warga meluap, meski sebagian besar hanya disalurkan melalui “ceramah spontan” secara verbal kepada kedua terduga pelaku.

 

Yans.

Dari Usulan Jadi Kenyataan, Perjuangan Kang DS Hadirkan SMAN 1 Kutawaringin Resmi Berdiri

Bandung – YUTELNEWS.com// Bupati Bandung Dr HM Dadang Supriatna mengungkapkan saat ini telah berdiri lagi satu Unit Sekolah Baru (USB) yaitu SMA Negeri 1 Kutawaringin, yang berlokasi di Desa Jatisari, Kecamatan Kutawaringin, untuk mempermudah akses pendidikan SLTA bagi warga sekitar.

“Alhamdulillah, saat ini sudah berdiri satu SLTA baru di Kecamatan Kutawaringin untuk membantu percepatan pertumbuhan dan perkembangan pendidikan di Kabupaten Bandung,” ucap Bupati Bandung saat kegiatan Jumat Keliling di Masjid Ponpes Al Burdah Kutawaringin, pada Jumat (27/03/2026).

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Asep Kusumah menambahkan, pembangunan SMAN 1 Kutawaringin yang berdiri di atas lahan Pemkab Bandung ini rampung pada Desember 2025 dengan anggaran yang bersumber dari Dinas Pendidikan Jawa Barat sebesar lebih dari Rp5,4 miliar.

Gedung SMAN 1 Kutawaringin sendiri dilengkapi 8 ruang kelas, laboratorium, ruang guru, ruang TU, perpustakaan, dan 9 toilet.

“Tahun 2025 sudah dibangun SMAN 1 Kutawaringin dan SMKN 1 Arjasari yang baru diresmikan oleh Kadisdik Jabar Pak Purwanto pada 9 Januari 2026. Kedua gedung SLTA Negeri ini terwujud atas usulan Bapak Bupati Bandung ke Pemprov Jabar. Tahun 2026 ini kita ajukan dua unit lagi pembangunan SLTA dari total delapan SLTA baru yang kita ajukan,” ujar Asep.

Meski kedua sekolah ini berlokasi di wilayah Kabupaten Bandung, kata Asep, namun pengelolaannya berada di bawah Disdik Jabar. Tujuan dibangunnya SLTA ini untuk mengurangi jarak tempuh sekolah bagi warga sekitar dan mencegah putus sekolah.(*)

 

Yans.

Polemik Grup WA VNB di Batam, Dugaan Intimidasi Wartawan Berujung Klarifikasi M. Gea

BATAMYUTELNEWS.COM ||Polemik di grup WhatsApp (WA) VNB di Batam yang sempat memicu dugaan intimidasi terhadap seorang wartawan, kini berlanjut dengan klarifikasi dari pihak yang disebut-sebut terlibat, yakni M. Gea.

Sebelumnya, wartawan bernama Yusman mengaku mendapat tekanan dari seorang pria berinisial MG yang diduga mengatasnamakan diri sebagai penanggung jawab grup VNB. Peristiwa ini bermula pada Rabu (18/3), saat beredar unggahan dari akun diduga palsu di dalam grup yang berisi foto serta kata-kata bernuansa penghinaan dan ujaran kebencian.

Konten tersebut kemudian diteruskan kepada Yusman. Ia pun melakukan penelusuran melalui aplikasi pelacak kontak dan menemukan identitas tertentu, namun setelah dikonfirmasi, pihak terkait membantah kepemilikan akun. Upaya penelusuran ke admin grup juga tidak membuahkan hasil.

Merasa dirugikan, Yusman kemudian mempublikasikan informasi tersebut guna mencari kejelasan. Tak lama berselang, muncul M. Gea yang mengaku sebagai penanggung jawab grup dan meminta klarifikasi dalam waktu 1×24 jam. Yusman juga mengaku mendapat ancaman pelaporan menggunakan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), serta dugaan tekanan lainnya.

Selain itu, Yusman menyebut adanya dugaan upaya intimidasi dengan membawa-bawa nama tokoh nasional Yasonna Laoly serta media Nawacita. Bahkan, disebut pula adanya pernyataan yang dianggap merendahkan terhadap sebuah perusahaan.

Menanggapi hal tersebut, M. Gea memberikan klarifikasi. Ia membantah melakukan intimidasi dan menjelaskan bahwa penyebutan nama tokoh maupun media hanya sebatas penyampaian kemungkinan jalur komunikasi, bukan bentuk tekanan.

Terkait pernyataan mengenai perusahaan yang disebut “tidak ada artinya”, M. Gea menyatakan hal itu muncul karena kesalahpahaman komunikasi. Ia menegaskan dirinya tidak sedang mencari pekerjaan, melainkan menawarkan peluang kerja sama yang menurutnya tidak ditanggapi secara serius.

Mengenai grup WA VNB, M. Gea mengakui pernah menjadi bagian dari penanggung jawab, namun tidak mengetahui akun anonim yang diduga menyebarkan konten bermasalah dan menyarankan agar hal tersebut ditanyakan langsung kepada admin grup.

Sementara itu, terkait ucapannya yang dinilai menghina wartawan, M. Gea menyebut hal tersebut dilatarbelakangi oleh ketidakpuasannya terhadap pemberitaan yang dianggap tidak sesuai fakta dan tidak melalui proses konfirmasi.

“Pemberitaan itu menurut saya tidak memenuhi unsur dasar jurnalistik seperti 5W+1H,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa persoalan kendaraan yang sempat disinggung merupakan motor milik adiknya yang sebelumnya digadaikan dan kemudian ditarik oleh pihak pembiayaan.

Di sisi lain, pihak media Nawacita saat dikonfirmasi menyatakan tidak mengenal individu yang dimaksud dalam polemik tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, kedua belah pihak masih dalam proses klarifikasi. Tim media terus melakukan penelusuran dan konfirmasi lanjutan guna memastikan informasi yang berimbang dan akurat.

Sumber:Mitrapol.id, diolah oleh redaksi Yutelnews.com | Editor: Darmansyah, Kabiro Natuna)

Warga Desa Cimanggu Geram! Jalan Rusak Parah 3,6 Km Dibiarkan, Akses Ekonomi Lumpuh

Bandung Barat – YUTELNEWS.com// Kondisi jalan rusak parah di Desa Cimanggu, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, memicu kemarahan warga. Infrastruktur yang seharusnya menjadi urat nadi aktivitas masyarakat itu kini justru terkesan diabaikan oleh pemerintah daerah.

Ruas jalan sepanjang kurang lebih 3,6 kilometer dengan lebar sekitar 3 meter tersebut memiliki peran strategis sebagai jalur alternatif penghubung tiga kecamatan, yakni Ngamprah, Cisarua, dan Cikalong.

Selain itu, jalan ini menjadi jalur vital bagi distribusi hasil pertanian, aktivitas perdagangan, hingga mobilitas harian warga.

Namun ironisnya, kondisi jalan saat ini sangat memprihatinkan. Lubang besar dan kerusakan di hampir sepanjang ruas jalan membuat akses menjadi sulit dilalui dan membahayakan pengguna jalan.

Padahal, sejak tahun 2023 jalan tersebut telah resmi berstatus sebagai jalan kabupaten. Namun hingga kini, belum terlihat adanya langkah konkret dari Pemerintah Kabupaten Bandung Barat untuk melakukan perbaikan.

Kepala Desa Cimanggu, Budi Mulyana, S.AP., menegaskan bahwa persoalan ini telah lama dikeluhkan masyarakat tanpa kejelasan solusi.

“Jalan ini sudah menjadi kewenangan kabupaten sejak 2023, tetapi sampai sekarang belum ada perbaikan. Padahal ini jalur penting yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat,” ujarnya. pada Jum’at (27/03/2026)

Menurutnya, dampak kerusakan jalan tidak hanya soal kenyamanan, tetapi juga langsung memukul sektor ekonomi warga.

Distribusi hasil pertanian terhambat, biaya operasional meningkat, dan aktivitas perdagangan menjadi tidak maksimal.

Ia juga menyinggung komitmen pemerintah daerah yang sebelumnya menyatakan akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur, khususnya pascabencana. Namun, realisasi di lapangan dinilai belum sesuai harapan.

“Kami berharap di tahun 2026 ini ada realisasi pembangunan. Jalur Cimeta, Cikabul hingga Sukaraja ini sangat vital. Kerusakannya sudah cukup parah dan sangat mengganggu mobilitas masyarakat,” tambahnya.

Kondisi ini pun menimbulkan pertanyaan publik terkait keseriusan pemerintah daerah dalam menangani persoalan mendasar di tingkat desa.

Ketika infrastruktur vital dibiarkan rusak tanpa kepastian penanganan, kepercayaan masyarakat terhadap komitmen pembangunan pun terancam menurun.

Bagi warga Cimanggu, jalan tersebut bukan sekadar penghubung antarwilayah, melainkan jalur harapan yang menentukan keberlangsungan ekonomi dan kehidupan sehari-hari.

Kini, masyarakat hanya bisa menunggu – apakah pemerintah akan bergerak cepat, atau kembali membiarkan kondisi ini berlarut-larut.

 

An/ Yans.

Kang DS Dorong Disperkimtan Kabupaten Bandung, Pastikan Program Perbaikan Rumah Tepat Sasaran

Bandung – YUTELNEWS.com// Bupati Bandung Dr HM Dadang Supriatna melaksanakan inspeksi mendadak atau sidak ke Kantor Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Bandung, Soreang, pada Jumat (27/03/2026).

Di Disperkimtan, Kang DS, sapaan akrab Bupati Dadang Supriatna pastikan program perbaikan rumah tidak layak huni bagi masyarakat berjalan tepat sasaran.

Pada kesempatan itu, Kang DS menyampaikan arahannya kepada jajaran pegawai Disperkimtan Kabupaten Bandung.

Poin penting yang disampaikan Kang DS, yakni untuk memberikan solusi nyata bagi masyarakat dalam program perbaikan rumah tersebut. Salah satunya harus memperhatikan status kepemilikan lahan yang ditempati rumah warga.

“Hal itu untuk memberikan kepastian bagi masyarakat di kawasan tertentu (seperti area perkebunan) agar tetap bisa tersentuh bantuan melalui koordinasi lintas instansi,” kata Kang DS.

Bupati Kang DS juga berharap kepada Disperkimtan, terutama bagi masyarakat sebagai sasaran penerima manfaat bantuan program perbaikan rumah itu untuk memprioritaskan kualitas pembangunan.

“Saya berharap untuk penggunaan atap genteng agar hunian lebih kokoh, sejuk, dan estetik bagi penerima manfaat,” ujarnya.

Bupati Bedas ini menekankan pentingnya melakukan validasi data yang akan menerima bantuan dari program pemerintah itu.

“Hal itu untuk memastikan puluhan ribu rumah yang masuk kategori prioritas segera mendapatkan penanganan nyata secara bertahap,” harap Kang DS.

“Kita pastikan percepatan program ini menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali, termasuk pemberian kepastian bantuan bagi hunian yang sebelumnya terkendala administrasi lahan agar lebih layak dan nyaman,” ujar Bupati Bandung.

Kang DS juga mengajak kepada sejumlah pihak untuk mendukung program pemerintah, khususnya dalam program perbaikan rumah.

“Mari dukung terus upaya Pemerintah Kabupaten Bandung dalam menghadirkan hunian yang lebih baik bagi seluruh masyarakat,” katanya.

Di hadapan Kang DS, Kepala Disperkimtan Kabupaten Bandung Enjang Wahyudin memaparkan bahwa progres pembangunan fisik secara keseluruhan menunjukkan capaian yang sangat positif.

“Fokus saat ini adalah mematangkan persiapan teknis untuk peluncuran bantuan perumahan yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Bandung pada April 2026 mendatang,” kata Enjang Wahyudin.**

 

Yans.

Serahkan 120 Unit Huntap bagi Penyintas Bencana di Tapsel, Kasatgas Tito Apresiasi Kecepatan Pendataan Bupati

Tapsel –YUTELNEWS.com//  Pemerintah secara resmi menyerahkan sebanyak 120 unit hunian tetap (huntap) tahap pertama kepada masyarakat korban bencana hidrometeorologi di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara (Sumut). Menteri Dalam Negeri (Mendagri) selaku Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menilai pembangunan huntap di wilayah tersebut sebagai salah satu yang tercepat dalam penanganan bencana di Sumatera.

“Nah, ini termasuk gotong royong tercepat, tercepat saya sampaikan ini. Paling cepat,” ungkap Tito dalam acara Penyerahan Kunci Tahap Satu 120 Unit Hunian Tetap untuk Rakyat Korban Bencana di Kabupaten Tapsel, Sumut, Jumat (27/3/2026).

Lebih lanjut, Tito menjelaskan bahwa percepatan pembangunan huntap ditentukan oleh tiga tahapan utama. Tahap awal bergantung pada kemampuan pemerintah daerah (Pemda) dalam menyusun serta menyerahkan data korban secara rinci berbasis nama dan alamat (by name by address) beserta tingkat kerusakannya. Data tersebut kemudian diverifikasi di lapangan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), sebelum dilanjutkan ke tahap pembangunan yang melibatkan kolaborasi berbagai pihak, seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), serta pihak nonpemerintah, termasuk Yayasan Buddha Tzu Chi.

Dalam kesempatan tersebut, Tito juga mengapresiasi langkah Bupati Tapsel Gus Irawan yang dinilai sigap dalam menyampaikan data kerusakan secara lengkap dan cepat, mulai dari kategori ringan, sedang, hingga berat. Kelengkapan dan kecepatan data ini turut mempercepat pencairan bantuan finansial berupa dana tunggu hunian (DTH) yang diberikan sekaligus untuk tiga bulan sebesar Rp1,8 juta bagi masyarakat selama masa pengungsian.

Selain itu, warga terdampak juga menerima berbagai bantuan lainnya, seperti bantuan Jaminan Hidup (Jadup) dari Kementerian Sosial sebesar Rp15.000 per orang per hari, bantuan perabotan rumah tangga sebesar Rp3 juta, hingga dukungan stimulan ekonomi sebesar Rp5 juta.

“Itu juga karena data dari Pak Bupati [Tapsel yang diserahkan dengan cepat],” jelasnya.

Tito menekankan bahwa keberhasilan penanganan di Tapsel dapat menjadi contoh bagi daerah lain yang terdampak. Pemerintah pun mendorong kepala daerah di wilayah terdampak lainnya untuk meniru kecepatan serta kelengkapan pendataan berbasis nama dan alamat seperti yang dilakukan di Tapsel.

Hal tersebut menjadi krusial mengingat bencana berdampak luas, mencakup 52 kabupaten/kota yang tersebar di Provinsi Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

“Makin cepat kami terima, makin cepat BPS untuk melakukan verifikasi lapangan, makin cepat, maka BNPB bisa bergerak, Bang Ara, Menteri PKP segera akan bergerak juga,” pungkasnya.

Sebagai informasi, dalam pembangunan huntap, pemerintah menyediakan tiga skema sesuai kondisi masyarakat, yakni huntap in situ yang dikerjakan oleh BNPB, huntap komunal yang dibangun oleh Kementerian PKP, serta relokasi mandiri.

Satgas PRR

 

 

Yans.

Kehadiran Bupati Bandung Kang DS, Disambut Hangat Pimpinan Pondok Pesantren Al. Burdah

Bandung – YUTELNEWS.com// Mengawali aktivitas pasca Idul Fitri 1447 H/2026, Bupati Bandung Dadang Supriatna langsung menggelar program Jumat Keliling (Jumling) di Pondok Pesantren Al-Burdah, Kutawaringin, Soreang, pada Jumat (26/03/2026).

Kegiatan ini menjadi penanda konsistensi pemerintah daerah dalam menjaga kedekatan dengan masyarakat sekaligus memperkuat sektor keagamaan sebagai fondasi pembangunan.

Didampingi para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat Kutawaringin dan Kepala Desa Pamentasan ikut mengiringi kedatangan rombongan Bupati Bandung tersebut.

Kehadiran Bupati disambut hangat juga oleh para santri, kyai, dan tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Dadang menegaskan bahwa pesantren bukan sekadar lembaga pendidikan, melainkan pilar utama dalam membentuk karakter bangsa.

“Sejak sebelum kemerdekaan, pesantren sudah hadir dan berperan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Ini harus terus kita jaga dan perkuat,” tegasnya.

Dalam momentum tersebut, Bupati juga menegaskan arah kebijakan pemerintah daerah di periode keduanya, yakni fokus pada realisasi program yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Berdasarkan laporan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Baperida), capaian program pembangunan Kabupaten Bandung telah mencapai 74 persen, menunjukkan progres signifikan dalam pelaksanaan visi dan misi daerah.

Salah satu komitmen yang kembali ditegaskan adalah keberlanjutan insentif guru ngaji. Pemerintah Kabupaten Bandung mengalokasikan anggaran sebesar Rp109 miliar per tahun sebagai bentuk penghargaan terhadap peran guru ngaji dalam membangun generasi berakhlak.

“Peran guru ngaji, kyai, dan ulama sangat vital. Tanpa mereka, pembangunan karakter masyarakat tidak akan berjalan optimal,” ujar Dadang.

Di sektor pendidikan, capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bandung kini berada di angka 75,58 poin, dengan rata-rata lama sekolah mencapai 9,4 tahun. Pemerintah daerah pun terus mendorong pemerataan akses pendidikan melalui berbagai program strategis.

Di antaranya, program PKBM yang menargetkan hingga 50 ribu warga per tahun untuk mendapatkan layanan pendidikan kesetaraan, serta program beasiswa BESTI yang menyasar minimal 250 mahasiswa setiap tahun, khususnya dari keluarga kurang mampu.

Bupati juga menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah desa, termasuk RT dan RW, untuk aktif menyosialisasikan program pendidikan tersebut agar menjangkau masyarakat secara luas.

Selain agenda utama, kegiatan Jumling juga diisi dengan penyerahan santunan kepada anak yatim, tradisi yang konsisten dilakukan dalam setiap kunjungan sebagai bentuk kepedulian sosial pemerintah daerah.

Dengan mengawali pascale­baran melalui kegiatan berbasis keagamaan, Pemerintah Kabupaten Bandung menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga pada penguatan nilai-nilai spiritual dan kualitas sumber daya manusia.

Jumling ini sekaligus menjadi simbol kesinambungan komitmen pemerintah daerah dalam membangun Kabupaten Bandung yang religius, berdaya saing, dan berkelanjutan.***

 

Yans.

Camat Rancabali Memet Slamet Gelar Rakor dan Halal Bihalal, Tekankan Penanganan Sampah hingga Parkir Liar

Bandung–YUTELNEWS.com// Pemerintah Kecamatan Rancabali menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) sekaligus Halal Bihalal di Aula Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, pada Jum’at (27/03/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan di wilayah Rancabali.

Hadir dalam acara ini unsur Forkopimcam, para kepala desa, Ketua BPD, LPMD, Bumdes, Ketua Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), MUI, pengelola wisata, kader PKK, serta jajaran OPD tingkat kecamatan.

Camat Rancabali, Mamet Slamet, menyampaikan bahwa rakor ini membahas berbagai program strategis Pemerintah Kabupaten Bandung yang harus dioptimalkan di tingkat kecamatan.

Ia juga menyampaikan apresiasi dari Bupati Bandung, Dadang Supriatna, atas capaian 67 penghargaan yang diraih selama satu tahun masa jabatan periode kedua.

Apresiasi tersebut ditujukan kepada seluruh kepala desa, tokoh masyarakat, dan pengelola wisata di Rancabali.

Namun demikian, Camat Mamet turut menyoroti sejumlah persoalan krusial yang muncul saat libur Hari Raya Idulfitri, terutama terkait penanganan sampah di pinggir jalan dan kawasan wisata.

Selain itu, keberadaan pedagang kaki lima (PKL) dan parkir liar juga menjadi perhatian serius karena berdampak pada kemacetan di sejumlah titik wisata unggulan di Rancabali.

“Saya mengajak seluruh kepala desa dan pengelola wisata untuk melaksanakan operasi bersih serentak pada Senin (30/03/2026) pagi,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Camat juga membahas persiapan peringatan Hari Jadi Kabupaten Bandung yang diperingati setiap 20 April, serta Hari Jadi Kecamatan Rancabali.

Tak hanya itu, dukungan terhadap program strategis nasional juga menjadi fokus, salah satunya program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Di Rancabali sendiri tercatat terdapat 9 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dengan rincian 7 unit telah beroperasi dan 2 lainnya masih dalam tahap persiapan.

Camat Mamet juga mengajak masyarakat untuk menyukseskan program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), termasuk pembangunan gerai dan gudang yang saat ini tengah berlangsung di Desa Alamendah.

Program strategis lainnya yang turut disorot adalah Sekolah Rakyat, sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di tingkat lokal.

Di sisi lain, inovasi pelayanan publik melalui program KARASA (Kecamatan Ngantor di Wilayah Desa) akan terus dilanjutkan. Program ini dinilai efektif mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Program ini mendapat apresiasi dari Bupati Bandung dengan meraih peringkat ketiga inovasi daerah. Setiap hari kami hadir di dua RW, dan antusiasme masyarakat sangat tinggi karena jarak ke kantor kecamatan cukup jauh,” jelasnya.

Menutup kegiatan tersebut, Camat Mamet Slamet menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila dalam menjalankan tugas masih terdapat kekurangan.

Ia juga mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

“Taqobalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum. Minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin,” pungkasnya.

 

Yans.

Kang DS Dorong PKK Jadi Garda Terdepan Pembangunan Masyarakat dan Peran Strategis Kader.

Bandung — YUTELNEWS.com// Bupati Bandung, Dr HM Dadang Supriatna (Kang DS) menegaskan bahwa PKK dan Posyandu merupakan mitra strategis pemerintah dalam menyukseskan berbagai program pembangunan daerah.

Hal tersebut disampaikan saat menghadiri pelantikan Ketua TP PKK dan TP Posyandu Kecamatan se-Kabupaten Bandung, Jumat (27/03/2026), di Gedung Dewi Sartika, Soreang.

“Tanpa dukungan PKK dan Posyandu, program pemerintah belum tentu bisa berjalan optimal. PKK juga dapat menjadi corong informasi dalam menyosialisasikan program-program pemerintah kepada masyarakat,” ujar Kang DS.

Ia mengucapkan selamat kepada para Ketua TP PKK Kecamatan yang telah dan akan dilantik, serta berharap amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan.

Kang DS juga menyoroti pentingnya peran kader PKK yang jumlahnya mencapai sekitar 28 ribu orang di Kabupaten Bandung. Ia meminta seluruh kecamatan untuk melakukan pendataan secara menyeluruh, termasuk memastikan keaktifan kepesertaan BPJS Kesehatan.

“Saya minta tidak ada kader PKK yang kepesertaan BPJS kesehatannya tidak aktif,” tegasnya.
Wa

Selain itu, ia menyampaikan rencana kehadiran Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) pada 14 April 2026 mendatang, terkait program bantuan rumah layak huni bagi masyarakat Kabupaten Bandung.

“Insya Allah Kabupaten Bandung akan mendapatkan bantuan rumah layak huni sekitar 5.000 unit. Ini penting, karena keberhasilan program PKK juga ditunjang oleh ketersediaan rumah yang layak huni bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Bandung, Emma Dety Permanawati menegaskan pentingnya peran strategis PKK dan Posyandu dalam mendukung program pembangunan pemerintah, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Emma menyampaikan bahwa penyelenggaraan kegiatan tersebut merupakan amanat dari berbagai regulasi, di antaranya Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 36 Tahun 2020 serta Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2017 tentang Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga.

“PKK dan Posyandu memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung keberhasilan program-program prioritas pemerintah, baik pusat maupun daerah,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa PKK dan Posyandu merupakan dua pilar utama dalam pembangunan keluarga dan masyarakat. Melalui 10 Program Pokok PKK, upaya peningkatan kualitas hidup keluarga terus didorong di berbagai sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan, ekonomi hingga lingkungan hidup.

Sementara itu, Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat juga memiliki peran penting dalam mendukung Standar Pelayanan Minimal (SPM), meliputi bidang pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum (trantibum linmas), serta sosial.

Emma juga mengingatkan agar seluruh pengurus TP PKK dan TP Posyandu dapat menjalankan tugas dengan mengedepankan prinsip kemitraan, keswadayaan, serta semangat gotong-royong.

“Saya berharap seluruh potensi yang ada di Kabupaten Bandung dapat dioptimalkan, termasuk menjalin kemitraan dengan berbagai OPD dan lembaga untuk mendukung pelaksanaan program,” katanya.

Selain itu, ia mendorong agar dilakukan pemetaan terhadap program prioritas pemerintah, seperti ketahanan pangan, peningkatan ekonomi masyarakat, pemberian makanan bergizi bagi anak, serta peningkatan pelayanan sosial dasar.

Dalam kesempatan tersebut, Emma juga menegaskan pentingnya nilai integritas, kepedulian, keteladanan, dan semangat gotong royong bagi para Ketua TP PKK dan TP Posyandu dalam menjalankan perannya di tengah masyarakat.

“Kita harus menjadi teladan dalam menggerakkan masyarakat serta selalu mendahulukan kepentingan bersama,” tegasnya.

Mengakhiri sambutannya, Emma mengajak seluruh pihak untuk bergerak bersama dalam mewujudkan Kabupaten Bandung yang lebih maju.

“Mari kita bergerak bersama untuk Bandung lebih Bedas,” tutupnya.

 

Yans.

Kolam Renang Bahagia Penuh Dengan Misteri

Medan – Yutelnews.com
Jumat 27 Maret 2026 — Insiden tragis terjadi di Kolam Renang Bahagia yang berlokasi di Jalan Bahagia By Pass No. 35, Kelurahan Sudirejo II, Kecamatan Medan Kota, pada Sabtu (14/3/2026). Dua siswi dari Yayasan SD 2 HKBP dilaporkan tenggelam saat mengikuti kegiatan ekstrakurikuler berenang.

Kedua korban diketahui bernama Aurel (11) dan Claudia (11). Berdasarkan informasi yang dihimpun, rombongan siswa tiba di lokasi sekitar pukul 10.15 WIB. Peristiwa tenggelam diduga terjadi sekitar pukul 13.15 WIB.

Setelah ditemukan dalam kondisi tidak sadar oleh pihak pengelola, kedua korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Estomihi Medan untuk mendapatkan penanganan medis. Dalam peristiwa tersebut, Claudia dinyatakan meninggal dunia, sementara Aurel masih menjalani perawatan intensif.

Informasi di lapangan menyebutkan bahwa insiden serupa diduga bukan pertama kali terjadi. Pada tahun 2023, seorang siswa SD dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam di lokasi yang sama. Sementara pada tahun 2025, kejadian serupa kembali terjadi, namun korban berhasil diselamatkan.

Seorang warga sekitar yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa kolam renang tersebut tetap beroperasi meskipun beberapa kali terjadi insiden.

“Saya pernah dengar sebelumnya juga ada korban meninggal. Belum lama ini juga ada yang tenggelam, tapi selamat. Sampai sekarang kolam itu masih beroperasi,” ujarnya.

Sementara itu, petugas keamanan Rumah Sakit Estomihi, Sitompul, membenarkan kondisi korban saat tiba di rumah sakit dalam ke adaan tidak sadar, ia juga mengatakan inseden ini bukan sekali ini namun dah sering kejadian anak tenggelam di kolam bahagia itu.

“Saat dibawa ke rumah sakit, keduanya dalam kondisi tidak sadar. Salah satu korban mengeluarkan buih dari mulut dan kemudian dinyatakan meninggal dunia. Kejadian seperti ini juga bukan pertama kali kami tangani dari lokasi yang sama, pernah juga baru – baru ini kejadian serupa tapi selamat dulu ada juga meninggal juga kami tau karna RS ini yang terdekat dari kolam renang itu “ungkapnya.

Pihak pengelola Kolam Renang Bahagia, TN, menyatakan bahwa mereka telah mengimbau guru pendamping untuk melakukan pengawasan terhap anak didik nya .

” Kami sudah menghimbau agar, mengawasi anak – anak didik mereka saat ada di lokasi kolam renang ” Ujarnya saat di konfirmasi oleh awak media.

Salah satu anggota keluarga korban inisial RS iya mengatakan” saya tidak Terima atas perlakuan pihak kolam renang kepada keponakan saya Aurel (11) yang di opname di RS istomihi ini, lihatlah teman nya sudah meninggal saya ingin kepada instansi pemerintah dan aparat agar segera di tutup kolam renang ini, agar tidak ada korban – korban lain” Ujarnya.

“Saya juga berharap aparat bertindak tegas Jika dalam penyelidikan ditemukan adanya kelalaian dalam pengawasan siswa, maka pihak yang bertanggung jawab, termasuk sekolah atau yayasan, harus diproses sesuai ketentuan hukum,” tambahnya.

Kepolisian Daerah Sumatera Utara untuk bertindak tegas terhadap pihak pengelola yang diduga lalai dalam memenuhi standar keamanan, sehingga menyebabkan jatuhnya

Secara hukum, peristiwa ini berkaitan dengan kewajiban pelaku usaha dalam menjamin keselamatan konsumen. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen mengatur bahwa pelaku usaha wajib menjamin keamanan dan keselamatan pengguna jasa.

Selain itu, Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan juga mewajibkan pengusaha untuk memberikan perlindungan serta memenuhi standar keselamatan bagi pengunjung.

Hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi kepada pihak yayasan sekolah, Dinas Pendidikan Kota Medan, serta pengelola kolam renang masih belum mendapat tanggapan resmi, meskipun pesan yang disampaikan telah diterima.

Peristiwa ini masih menunggu hasil penyelidikan dari pihak berwenang guna mengungkap penyebab pasti kejadian.

TIM

Harumkan Nama Baik Kontingen Kabupaten Bandung , Raih Prestasi di Festival Dulag Istimewa 1447 H

Bandung – YUTELNEWS.com// Kontingen Kabupaten Bandung berhasil mengukir prestasi dengan meraih Juara Harapan 3 dalam ajang Festival Dulag Istimewa 1447 Hijriah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, baru-baru ini.

Meski belum menempati posisi juara utama, capaian tersebut tetap menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Bandung di tingkat Jawa Barat. Prestasi ini menunjukkan bahwa seni budaya religi daerah masih eksis dan mampu bersaing secara kompetitif.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung, Irvan Ahmad, menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut tidak lepas dari penampilan atraktif serta harmonisasi irama yang ditampilkan oleh para peserta.

“Keberhasilan ini menjadi bukti kelestarian seni budaya religi di Kabupaten Bandung yang tetap eksis dan kompetitif,” ujarnya di Soreang, Kamis (26/03/2026).

Ia juga mengapresiasi kerja keras para seniman yang telah berkontribusi dalam mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi.

“Saya atas nama Dinas Kebudayaan mewakili Pemerintah Kabupaten Bandung mengapresiasi kerja keras para seniman yang telah mengharumkan nama daerah di panggung provinsi,” tambahnya.

Halal Bihalal 1447 Hijriah, Kang DS Ajak ASN Perkuat Silaturahmi dan Tingkatkan Pelayanan
Dalam kesempatan tersebut, Irvan Ahmad hadir langsung menyaksikan jalannya festival.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM, sebagai bentuk komitmen dalam melestarikan seni budaya .

 

Yans.

Sidak Pasca Usai Lebaran, Bupati Bandung Kang DS, Tekankan Optimalisasi PAD dan Kejelasan Aset Daerah

Bandung – YUTELNEWS.com// Hari pertama masuk kerja usai libur dan cuti bersama Idul Fitri 1 Syawal 1447 H, pada Rabu (25/03/2026), Bupati Bandung, Dadang Supriatna didampingi Wakil Bupati, Ali Syakieb dan Sekretaris Daerah, Cakra Amiyana melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) ke Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Bandung di Komplek Pemkab Bandung, Jalan Al Fathu, Soreang.

Dalam sidak tersebut, Bupati menerima paparan terkait capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hingga saat ini, PAD dari sektor pajak dan retribusi telah mencapai sekitar Rp1,2 triliun dari target sebesar Rp6,2 triliun.

Selain itu, dana transfer ke daerah dari pemerintah pusat tercatat sekitar Rp770 miliar. Peningkatan aktivitas wisata selama libur Lebaran juga dinilai turut berkontribusi terhadap penerimaan daerah.

“Kita berharap dan optimistis dapat melaksanakan pembangunan di Kabupaten Bandung secara maksimal,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemkab Bandung menargetkan alokasi sekitar Rp300 miliar dari PAD untuk pembangunan infrastruktur, terutama yang mendukung program strategis nasional, seperti akses jalan menuju objek wisata, dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), serta penguatan Koperasi Desa Merah Putih.

Bupati yang akrab disapa Kang DS ini juga menyampaikan apresiasi kepada para wajib pajak yang telah berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui kepatuhan membayar pajak dan retribusi.

“Saya berharap Bapenda terus melakukan optimalisasi dan memaksimalkan peningkatan pendapatan daerah demi keberlanjutan pembangunan di Kabupaten Bandung,” tegasnya.

Saat sidak di Bapenda, rombongan disambut Kepala Bapenda, Erwan Kusumah Hermawan beserta jajaran. Sementara di BKAD, rombongan diterima Kepala BKAD, Yana Rosmiana bersama para pejabat terkait.

Di BKAD, Kang DS menyoroti pentingnya pendataan aset daerah secara akurat, khususnya aset tanah dan bangunan yang jumlahnya mencapai ribuan titik.

“Jika ada tanah darat atau lahan terlantar, alangkah baiknya dimanfaatkan untuk menanam sayuran seperti wortel, tomat, cabai, dan lainnya guna mendukung program MBG,” ujarnya.

Selain itu, Kang DS juga mempertanyakan status aset tanah milik Pemkab Bandung di kawasan Arcamanik, Kota Bandung yang saat ini telah berkembang menjadi kawasan perumahan, lapangan golf, dan pacuan kuda.

“Saya akan menanyakan kepada Pemprov Jawa Barat terkait status tanah seluas 67,5 hektare milik Pemkab Bandung yang sebelumnya dititipkan. Jika sudah ada proses tukar guling atau lainnya, saya ingin mengetahui dokumen dan kejelasannya,” tegasnya.

Berdasarkan informasi, luas tanah di kawasan Arcamanik yang semula tercatat sekitar 100 hektare, kini tersisa kurang lebih 76,5 hektare.

Dengan capaian dan potensi yang ada, Kang DS optimistis pembangunan di Kabupaten Bandung akan tetap berjalan dengan baik, selama kondisi fiskal daerah tetap terjaga dan stabil.

 

Yans.

Ketua DPRD Kabupaten Bandung Hj.Renie Rahayu Fauzi S.H, Hadiri Halal Bihalal Idul Fitri 1447 H, Tekankan Kebersamaan dan Efisiensi Anggaran

Bandung – YUTELNEWS.com// Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Hj Renie Rahayu Fauzi S.H., menghadiri kegiatan halal bihalal Idul Fitri 1447 Hijriah yang digelar Pemerintah Kabupaten Bandung di Dome Bale Rame,pada  Rabu (25/03/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Bupati Bandung, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, jajaran anggota DPRD kabupaten bandung, serta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung.

Momentum halal bihalal yang bertepatan dengan hari pertama masuk kerja pasca libur Lebaran ini berlangsung sederhana, namun penuh makna. Tanpa jamuan makan dan seremoni berlebihan, kegiatan difokuskan pada silaturahmi serta saling memaafkan antar sesama ASN.

Dalam keterangannya, Renie menegaskan bahwa halal bihalal bukan sekadar tradisi, melainkan fondasi moral sebelum kembali menjalankan tugas pelayanan publik.

“Alhamdulillah hari ini kita mulai kembali bekerja. Sebelum itu, kita bersilaturahmi dan saling memaafkan. Ini penting agar tidak ada lagi ganjalan dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, usai menjalani ibadah Ramadan selama satu bulan penuh, momentum halal bihalal menjadi waktu yang tepat untuk membersihkan hati sekaligus memperkuat sinergi kerja di lingkungan birokrasi.

Menariknya, pelaksanaan tahun ini mengedepankan prinsip efisiensi anggaran. Tidak disediakannya hidangan menjadi simbol komitmen pemerintah daerah dalam mengelola anggaran secara lebih bijak dan bertanggung jawab.

“Ini sangat sederhana, bahkan tanpa hidangan. Ini bentuk penghormatan terhadap efisiensi. Yang utama adalah nilai silaturahmi dan ketulusan untuk saling memaafkan,” tegasnya.

Renie juga mengapresiasi langkah pimpinan daerah yang turun langsung menyapa para ASN. Menurutnya, hal tersebut menjadi perubahan positif yang mencerminkan kepemimpinan yang lebih dekat dan humanis.

“Biasanya ASN yang datang ke pimpinan, sekarang justru pimpinan yang turun langsung. Ini bentuk keteladanan dan kedekatan yang patut diapresiasi,” tambahnya.

Kegiatan ini menjadi penegasan bahwa kesederhanaan tidak mengurangi esensi halal bihalal. Justru dengan pendekatan yang lebih substansial, semangat kebersamaan, integritas, dan komitmen pelayanan publik semakin diperkuat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung.

 

 

Yans.

Pengangkatan Penggati Antar Waktu (PAW) BPD Harus Keterwakilan Wilayah.

Lotu, Kab.Nias Utara, Yutelnews.com ||
Pengangkatan PAW BPD Harus Memperhatikan Keterwakilan Wilayah
Kepala Dinas PMD Nias Utara A’aroo Zalukhu, saat awak media mengkonfirmasi Beliau.

“Ujarnya Pangganti Antar Waktu (PAW) Badan Permusyawaratan Desa (BPD) bukan dari Dusun lain tetapi Calon BPD yang merupakan keterwakilan wilayah.

Kepala Dinas PMD Nias Utara A’aroo Zalukhu, mengatakan bahwa untuk Desa yang sebelumnya hanya dua dusun pada saat pemilihan namun terjadi pemekaran menjadi 4 sampai 5 dusun, maka BPD yang akan di angkat adalah warga yang berada di dusun tersebut.

“Lanjut perlu di ingat bahwa tidak hanya berdasarkan jumlah suara pada berita acara pemilihan BPD yang di lihat oleh Pemerintah Desa tetapi keterwakilan wilayah dan keterwakilan perempuan.

“Bila Kepala Desa mengusulkan PAW BPD dari dusun lain dan bukan keterwakilan wilayah, maka menyalahi aturan. Kita di Dinas PMD akan mempertimbangkan usulan PAW BPD ini agar sesuai aturan yang berlaku,” Ucap A’aroo Zalukhu, Kamis, 26 Maret 2026.

Sementara itu Kabag Hukum Setda Kabupaten Nias Utara Erlius Hulu, menyatakan bahwa PAW BPD ini di lihat berdasarkan keterwakilan wilayah tidak hanya berdasarkan suara terbanyak.

“Apabila Desa tersebut terjadi pemekaran dusun setelah pemilihan BPD, maka PAW BPD ini harus yang mewakili dusun. Seperti pemekaran Kepulauan Nias pada tahun 2009, yang menjadi anggota DPRD adalah sesuai daerah pemilihan,” Ujar, Erlius Hulu.

Kita harap, pengangkatan PAW BPD ini disesuaikan dengan aturan yang berlaku dan pihak desa harus melakukan musyawarah desa, dengan melibatkan masyarakat dan pihak terkait, agar keputusan yang didapatkan lebih objektif dan transparan, sehingga pemerintah daerah dapat memproses PAW BPD ini sesuai aturan yang berlaku.

(Kharisman Gea)

Kebakaran Hebat di Depan PLN Subi Berhasil Dipadamkan, Warga Diimbau Tidak Bermain Api

Yutelnews.com
Kebakaran hebat terjadi pada Rabu, 25 Maret 2026 di depan Kantor PLN Subi, Desa Subi, Kecamatan Subi, Kabupaten Natuna. Awal mula api diketahui sekitar pukul 01.20 WIB. Melihat kejadian tersebut, anggota kepolisian yang berada di lokasi segera melaporkan kepada Kepala Desa Subi, Asuwadi, untuk meminta bantuan dan koordinasi penanganan.

Sekitar pukul 01.30 WIB, api mulai membesar dan menimbulkan kepanikan warga sekitar. Kobaran api yang cukup tinggi dikhawatirkan merambat ke bangunan lain di sekitar lokasi kejadian. Masyarakat Desa Subi kemudian bergerak cepat melakukan pemadaman secara gotong royong menggunakan peralatan seadanya sambil menunggu bantuan tambahan.

Turut hadir dalam penanganan kebakaran tersebut pihak kepolisian, Kepala PLN Subi, Kepala Desa Subi Asuwadi, staf Kecamatan Subi, serta Babinkamtibmas Desa Subi Bripda Afrizon. Selain itu, anggota Satpol dan para Ketua RT dusun juga ikut membantu proses pemadaman serta pengamanan di sekitar lokasi kejadian.

Pemadaman dilakukan menggunakan mesin bantuan dari Kabupaten Natuna. Sumber air diperoleh dari embung yang berada di sekitar lokasi kejadian. Berkat kerja sama yang baik antara masyarakat dan aparat, api berhasil dipadamkan dalam waktu kurang lebih 2 jam 30 menit.

Setelah api berhasil dipadamkan, petugas dan warga melanjutkan proses pendinginan di area bekas kebakaran. Pendinginan dilakukan dengan menyiram sisa material yang masih panas guna memastikan tidak ada bara api yang tersisa dan mencegah terjadinya kebakaran kembali.

Babinkamtibmas Desa Subi, Bripda Afrizon, menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap potensi kebakaran. Ia mengingatkan warga, khususnya anak-anak, untuk tidak bermain api serta memastikan puntung rokok benar-benar padam sebelum dibuang.

Berkat kesigapan seluruh pihak, kebakaran berhasil dikendalikan tanpa menimbulkan korban jiwa. Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap sumber api kecil yang dapat memicu kebakaran besar.(Bani)

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.