Sumatera Utara- YUTELNEWS.com
Meluasnya bisnis judi tembak ikan di Wilayah Sumatera Utara khususnya kota Medan yang sudah membuat rusak masa depan anak bangsa dan tatanan hidup berkeluarga. Banyak kaum remaja dan kaum lelaki dewasa yang mencoba nasib untuk menjadi kaya secara mendadak, namun hasilnya malah lebih menderita dan menjadi miskin.
Salah satu aktor yang diduga telah merusak moral warga kota Medan sekitarnya adalah Aseng kayu yang merupakan penyuplai atau bos mafia mesin judi tembak ikan.
Lokasi perjudian ini bukan hanya terletak di pusat kota Medan saja namun telah menjalar ke tempat lain seperti di pusat kota atau kabupaten provinsi Sumatera Utara
Aseng kayu sangat dikenal sebagai kebal hukum, karena lokasi judi yang dikelolanya tidak bisa tersentuh oleh aparat penegak hukum (APH)
Diharapkan kepada bapak Jenderal Kapolri Drs.Listyo Sigit Prabowo, M.Si turun ke Provinsi Sumatera Utara khususnya Kota Medan, Helvetia pasar 7 karena DIDUGA Kapolda Sumut Irjen Pol.Whisnu Hermawan tidak mampu untuk membasmi kegiatan perjudian mesin tembak ikan, Togel dan segala perjudian di wilayah hukum Provinsi Sumatera Utara Khususnya kota Medan agar masyarakat tidak terlena oleh angan – angan cepat kaya tanpa mau berkerja .
Mulusnya mesin judi tembak ikan itu pun menimbulkan praduga adanya “setoran” kepada aparat sehingga tidak bisa tersentuh oleh hukum.
Aktivitas perjudian yang nyatanya merupakan tindakan pidana maksimal 10 Tahun penjara, Namun bisa beroperasi dengan sangat leluasa tidak takut dengan namanya hukuman
Selanjutnya, Perbuatan pidana sebagaimana sudah diatur pada pasal 303 KUHP. Kemudian, diperbarui secara khusus pada UU Nomor 7 Tahun 1974, Tentang Penertiban Perjudian. Ancaman hukumannya, tidak main – main maksimal 10 Tahun penjara
Masyarakat provinsi Sumatera Utara mengatakan kepada Polda Sumatera Utara beserta jajarannya apabila Aparat Penegak Hukum tidak sanggup menutup segala perjudian di provinsi Sumatera Utara ini maka kami sebagai masyarakat provinsi Sumatera Utara akan menutup perjudian tersebut secara paksa tanpa ada alasan apapun itu.
“Kalau gak “nyetor” mana mungkin bisa beroperasi dengan mulus bang. Apa lagi pemilik mesin judi itu disebut-sebut “pemain lama” di dunia perjudian di daerah ini,” kata seorang warga kota medan.
TIM
NEWS
Kapolsek Dayeuhkolot Pimpin Langsung Apel Pengamanan OPS Natal 2025 dan Tahun Baru 2026
Kab Bandung — YUTELNEWS com|| Kapolsek Dayeuhkolot AKP Pol Triyono Raharja, S.I.K., M.H. memimpin pelaksanaan apel kesiapan pengamanan Operasi Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 yang dilaksanakan di Pos Pengamanan (Pos Pam) Alun-Alun Dayeuhkolot, wilayah hukum Polsek Dayeuhkolot, pada sabtu (20/12/2025)
Apel kesiapan tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Kapolresta Bandung Nomor: Sprin/1177/XII/OPS.1.2.4./2025 tanggal Desember 2025, yang mengatur tentang penugasan personel dalam rangka pengamanan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Sebanyak 43 personel gabungan Polsek Dayeuhkolot dan Polresta Bandung dikerahkan di wilayah hukum Polsek Dayeuhkokot yang masuk ke Pospam Alun Dayeuhkolot untuk melaksanakan tugas pengamanan, yang ditempatkan di Pos Pengamanan, jalur lalu lintas, serta pengamanan gereja-gereja di wilayah hukum Polsek Dayeuhkolot, guna menciptakan situasi yang aman, nyaman dan kondusif bagi masyarakat.
Dalam arahannya, Kapolsek Dayeuhkolot AKP Triyono Raharja, S.I.K., M.H. menekankan kepada seluruh personel agar melaksanakan tugas pengamanan dengan penuh rasa tanggung jawab, humanis dan profesional, baik yang bertugas di pos pam, pengamanan gereja, maupun pengamanan jalur lalu lintas.
Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono, S.H., S.I.K., M.H., CPHR melalui Kapolsek Dayeuhkolot AKP Triyono Raharja, S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa pelaksanaan Operasi Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam menjalankan ibadah Natal serta merayakan pergantian tahun, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar di wilayah Kabupaten Bandung, khususnya Kecamatan Dayeuhkolot,”tukasnya.
Yans.
Ketua PW FRN Wilayah Riau SDN 006 Sorek Dua Kecamatan Pangkalan Kuras , Butuh Perhatian Pemerintah
Pelalawan – yutelnews.com ||
Salah satu faktor pendukung keberhasilan dunia pendidikan karena terciptanya suasana nyaman , dengan terpenuhinya kebutuhan sarana dan prasarana yang layak pakai, namun fakta berkata lain , masih ada sahaja fasilitas gedung bangunan sekolah ( GBS ) yang memprihatinkan di sekitar kita yang belum tersentuh bantuan dinas terkait, salah satunya SDN 006 Sorek dua tepat nya di sisi jalan lintas timur desa Sorek dua kecamatan pangkalan kuras kabupaten pelalawan provinsi Riau, Sabtu 20/12/2025.
SDN 006 Sorek Dua sangat membutuhkan perhatian dari Pemerintah Kabupaten pelalawan. Pasalnya, ruang kelas tidak mencukupi, padahal untuk meningkatkan mutu pendidikan diperlukan dukungan dari fasilitas yang memadai dan nyaman.
Kepala SDN 006 Sorek dua Hj.Delvinis Sofian S.Pd di temui di ruangannya mengatakan peserta didik SDN 006 Sorek dua berjumlah sekitar 315 siswa dan siswi, sedangkan saat ini ruang kelas yang ada hanya 7 ruang kelas, sehingga murid – murid harus belajar dua shift 7 waktu pagi hari dan 6 di waktu siang hari.
“Kami sangat mengharapkan adanya bantuan berupa Tambahan Ruang Kelas (TRK), kalau dapat dengan cara bangunan tingkat, karena mengingat kondisi lahan tidak mencukupi. Selain itu juga kita tidak memiliki Ruangan Guru, dan begitu juga mobiler, yang mana mobiler pada saat ini benar benar tidak layak, di ruangan kelas lima ( V) ada juga yang sudah kita belikan kursi plastik ada juga masih memakai kursi yang lama.
Berdasarkan pantauan di lapangan, saat berlangsung kegiatan belajar mengajar, memang sekolah tersebut sangat membutuhkan perhatian serius dari Pemda Kabupaten pelalawan maupun pusat, baik dalam segi penambahan fasilitas yakni penambahan mobiler, maupun ruang kelas, dan juga ruangan guru Karena ini semua adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan siswa di dalam belajar-mengajar.
Dari hasil investigasi media di ruangan kelas lima ( V) kepala sekolah SDN 006 Hj.Delvinis Sofian S.Pd Mengatakan itu bukan ruang belajar pak, Itu “GUDANG” YANG KITA SULAP jadi ” Ruangan Kelas Belajar” ( RKB ) dan kita juga belum memiliki Ruangan Guru,” tutupnya.
Menanggapi hal tersebut salah seorang orang tua murid dan juga berprofesi sebagai wartawan dan juga sebagai ketua salah satu organisasi perkumpulan wartawan Fast Respon Nusantara ( PW FRN ) Counter Berita Opini Polri di wilayah Riau Adam Silaen sudah tidak selayaknya lagi ada ruangan kelas belajar siswa siswi yang sangat memperihatinkan dan sangat miris , bagaimana tidak di saat momen Pembagian hasil belajar / raport di kejutkan salah seorang orang tua murid harus terjatuh kelantai karena kursinya patah dan nampak sudah usang.
Mirisnya lagi ruangan kelas belajar separuh nya berdindingkan separuh pagar sekolah dan papan serta triplek ditambah lagi mobiler yang sudah tidak layak serta ruang guru pun tidak ada.
Ketua PW FRN wilayah Riau berharap kepada pemerintah daerah agar memprioritaskan pembangunan sarana dan prasarana dunia pendidikan khususnya wilayah kabupaten pelalawan tepat di SDN 006 desa Sorek dua demi ke nyamanan siswa siswi saat mengikuti proses belajar mengajar di sekolah.
Terkait pemberitaan ini ketika awak media mengkonfirmasi kadis pendidikan bagaimana menyikapi dan tanggapan terkait foto foto yang di kirim lewat via WhatsApp kadis Disdikbud kabupaten pelalawan Leo Nardo S.Pd. M.M belum memberikan jawaban.|| TIM
Di Tengah Harga Melonjak, Operasi Pasar Murah Bupati Sukabumi Jadi Harapan Warga
YUTELNEWS.com – Sukabumi
Sukabumi ,Bupati Sukabumi Asep Japar menghadiri kegiatan Operasi Pasar Murah yang digelar di Desa Karang Tengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau serta menekan dampak kenaikan harga sembako di pasaran.
Kepala Desa Karang Tengah, Agung Pratama Putra, S.IP, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian Pemerintah Kabupaten Sukabumi terhadap warganya.
Kami atas nama Pemerintah Desa Karang Tengah mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Sukabumi beserta jajaran yang telah hadir langsung dan menggelar Operasi Pasar Murah di desa kami. Kegiatan ini sangat membantu masyarakat, khususnya warga kurang mampu, dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” ujar Agung.
Menurutnya, antusiasme warga sangat tinggi karena operasi pasar murah ini dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan merata di desa-desa lain, terutama di tengah kondisi ekonomi yang cukup menantang saat ini. Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat menjadi bukti nyata kepedulian terhadap kesejahteraan rakyat,” tambahnya
Operasi Pasar Murah tersebut berlangsung tertip dan lancar, dengan pengawasan langsung dari unsur pemerintah daerah, aparat desa, serta pihak terkait lainnya.
Reporter : Mirna ( Kabiro Sukabumi )
Sidak Jelang Nataru, Bupati Asep Japar Temukan Kenaikan Harga Ayam dan Telur di Pasar Cibadak
YUTELNEWS.com – Sukabumi
Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Bupati Kabupaten Sukabumi Asep Japar turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga kebutuhan pokok di Pasar Cibadak, Sabtu (20/12/2025).
Dalam sidak tersebut, Bupati Asep Japar memastikan langsung kondisi harga dan ketersediaan sembako di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat. Hasilnya, sejumlah komoditas memang mengalami kenaikan harga, meski masih dalam batas wajar.
Untuk harga sembako secara umum masih terkendali. Memang ada kenaikan, terutama pada daging ayam yang sebelumnya Rp35 ribu per kilogram, sekarang naik menjadi Rp40 ribu,” ujar Asep Japar kepada YUTELNEWS.com
Selain daging ayam, komoditas lain yang mengalami kenaikan yakni telur ayam, dari harga Rp23 ribu kini menjadi Rp28 ribu per kilogram. Sementara beras juga naik dari Rp11 ribu menjadi Rp13.500 per kilogram.
Meski demikian, Asep Japar menegaskan bahwa stok kebutuhan pokok di Kabupaten Sukabumi dalam kondisi aman. Bahkan, ketersediaan bahan pangan dipastikan mencukupi hingga beberapa bulan ke depan.
Alhamdulillah untuk stok aman. Daging, telur, dan beras masih tersedia cukup bahkan sampai bulan Maret,” tegasnya.
Bupati juga menilai kenaikan harga tersebut masih tergolong wajar, mengingat faktor permintaan jelang Nataru dan kondisi cuaca musim hujan yang memengaruhi distribusi.
Di sisi lain, Asep Japar turut mengingatkan seluruh jajaran perangkat daerah agar tetap siaga menghadapi musim hujan serta meningkatnya aktivitas masyarakat saat malam pergantian tahun.
Terkait malam tahun baru, penggunaan kembang api sudah menjadi tradisi. Namun saya mengimbau kepada seluruh perangkat daerah, camat, hingga kepala desa untuk mengingatkan masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati, supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.
Sidak ini menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam menjaga stabilitas harga dan memastikan keamanan serta kenyamanan masyarakat menjelang akhir tahun.
Reporter : Mirna ( Kabiro Sukabumi )
Kadisdik Kabupaten Bandung Asep Kusumah, Buka Anugerah Literasi Leksam BEDAS 2025
Bandung – YUTELNEWS com|| Anugerah Literasi Leksam Bedas Tingkat SMP/MTs Kabupaten Bandung tahun 2025 digelar di Gedung Moch Toha Komplek Pemkab Bandung, Soreang, Sabtu (20/12/2025).
Anugerah Literasi ini diselenggarakan oleh Leksam Bedas untuk memberikan berbagai penghargaan dan anugerah kepada insan literat Kabupaten Bandung.
Leksam Bedas ini adalah Literasi, Edukasi, Keluarga, Sekolah, Anak dan Masyarakat yang Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis dan Sejahtera, sesuai dengan visi Bupati Bandung Dadang Supriatna.
Kepala Dinas pendidikan Kabupaten Bandung Asep Kusumah kegiatan ya pada hari ini ada Anugerah literasi alexamedaz tahun 2025 tentu ini salah satu konsistensi dari kolaborasi multi pihak bagaimana budaya literasi kemampuan literasi ini menjadi salah satu pilar untuk menuju Indonesia emas 2045″ucapnya
Leksam sendiri sudah memasuki tahun keempat nanti ini salah satu potensi yang kita miliki ya Mitra strategis untuk untuk penguatan budaya literasi dan ini mencakup tidak hanya siswa tapi juga keluarga sekolah dan masyarakat yang mudah-mudahan kabupaten Bandung kalau kita lihat bagaimana dari hasil tantangan selama 10 bulan ada 10 tantangan yang diikuti oleh anak-anak kita begitu bisa lihat hari ini kualitas Raihan prestasi yang sangat membanggakan”terang kadis
Lanjut Asep,bahkan tadi kita ada satu yang saya sampaikan duta literasi budaya itu sudah di tingkat nasional ya ada neng Haura dari Cangkuang
Harapan saya ,tentu tadi disampaikan bahwa dunia pendidikan ini investasi yang sangat strategis dan Pak Bupati terus memberikan penegasan terkait dengan inklusivitas kita untuk bisa terus membuka ruang kerja sama kolaborasi berbagi peran dan tanggung jawab dengan semua stakeholder yang terkait jadi tidak hanya pihak pemerintah Daerah atau dinas pendidikan
Dan disitu ada peran orang tua juga serta ada peran media, ada peran para praktisi pemerhati yang tentu menjadi kekuatan kita untuk bisa terus membangun kabupaten Bandung yang lebih Bedas Lagi”pungkasnya ***
Yans.
Bupati Kang DS, Persembahkan Penghargaan Pembangunan Daerah untuk Masyarakat Kabupaten Bandung
JAKARTA – YUTELNEWS com|| Kabupaten Bandung kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional dengan meraih peringkat ke-4 terbaik nasional dalam Penghargaan Khusus Pembangunan Daerah Tahun 2025 kategori Perencanaan dan Pencapaian Pembangunan Daerah Tingkat Kabupaten.
Penghargaan tersebut diberikan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas) dan diterima langsung oleh Bupati Bandung, Dadang Supriatna didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung, Cakra Amiyana, serta Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset Daerah (Bapperida) Kabupaten Bandung, Marlan.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan gembira atas penghargaan ini. Ini salah satu prestasi membanggakan karena Kabupaten Bandung meraih peringkat 4 secara nasional,” ujar Kang DS, sapaan akrab Bupati Dadang Supriatna.
Sebelumnya, pada tahun 2025 Kabupaten Bandung mengikuti Penilaian Pembangunan Daerah (PPD) yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi dan berhasil meraih Juara 1.
Atas capaian tersebut, Kabupaten Bandung berhak mengikuti Knowledge Sharing Praktik Baik Pembangunan Daerah Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian PPN/Bappenas.
Dalam ajang nasional tersebut, Kabupaten Bandung berhasil meraih predikat Juara 4 Nasional dan memperoleh sertifikat penghargaan dari Kementerian PPN/Bappenas.
Sertifikat tersebut diserahkan oleh Sekretaris Utama Bappenas dan diterima langsung oleh Bupati Bandung pada Senin, (15/12/2025) di Bappenas, Jalan Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada semua ASN dan pegawai Pemkab Bandung. Prestasi ini saya persembahan untuk seluruh masyarakat Kabupaten Bandung,” ungkap Kang DS.
Keberhasilan Kabupaten Bandung meraih penghargaan ini menunjukkan konsistensi pemerintah daerah dalam memperkuat tata kelola perencanaan pembangunan yang berbasis data, inovasi, dan kebutuhan masyarakat.
Melalui perencanaan yang partisipatif dan terintegrasi, Kabupaten Bandung dinilai mampu menerjemahkan arah kebijakan pembangunan ke dalam program dan kegiatan yang berdampak nyata bagi masyarakat.
“Saya berharap semoga prestasi ini daoat dipertahankan bahkan ditingkatkan lagi di masa depan. Ini tentu menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja,” jelas orang nomor satu di Kabupaten Bandung itu.
Partisipasi Kabupaten Bandung dalam forum Knowledge Sharing Praktik Baik Pembangunan Daerah juga menjadi sarana strategis untuk berbagi pengalaman dan inovasi pembangunan dengan daerah lain di Indonesia.
Praktik baik yang dipresentasikan mencerminkan komitmen daerah dalam meningkatkan kualitas perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi pembangunan secara berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Bandung berharap capaian ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh perangkat daerah untuk terus meningkatkan kinerja, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta menghadirkan kebijakan pembangunan yang adaptif dan responsif.
Ke depan, Pemkab Bandung berkomitmen menjaga kualitas perencanaan pembangunan sebagai fondasi utama dalam mewujudkan Kabupaten Bandung yang lebih bedas, maju, dan berkelanjutan. (**)
Yans.
Sidang KKEP Oknum Polisi Brigpol Yesaya Arga Aprianto Silaen di Polda Kepri Tertutup, Terbatas dan Dinilai Kurang Transparan
YUTELNEWS.com | Sidang Komisi Kode Etik Profesi (KKEP) Polri yang melibatkan oknum polisi di Batam bernama Brigpol Yesaya Arga Aprianto Silaen (YAAS) di Polda Kepri berlangsung tertutup. Sidang etik digelar di gedung sidang Polda Kepri.
Perwakilan keluarga berinisial Fm (28) beserta kuasa hukum yang datang ke Polda Kepri membawa harapan besar bisa melihat langsung jalannya sidang itu.
Namun, pelaksanaan sidang berlangsung tertutup sehingga menuai sorotan, khususnya dari kuasa hukum keluarga yang sejak awal mengawal kasus ini.
Pantauan di lokasi, sejumlah keluarga hanya bisa menunggu di gedung. Sejumlah awak media juga tak diizinkan masuk ke ruang sidang.
Polisi yang berjaga di depan pintu dan melarang mengambil gambar maupun peliputan langsung ke dalam ruang sidang.
Pertemuan Kuasa Hukum dengan Korban
“Tidak boleh masuk, Pak. Aturannya memang begitu. Sidang tertutup. Tidak boleh memotret karena yang masuk sidang juga handphone-nya dikumpulkan,” ujar seorang polisi yang menjaga di lokasi itu.
Kebijakan sidang tertutup tersebut mendapat perhatian serius dari penasihat hukum korban, Leo Halawa.
Ia menyayangkan proses persidangan yang dinilai tidak transparan.
“Yang pertama, kami sangat menyayangkan kenapa sidang ini tertutup sepenuhnya. Kami sebagai penasihat hukum ada lima orang, tetapi yang diperbolehkan masuk hanya dua orang. Ini tentu menimbulkan tanda tanya,” ujar Leo.
Meski begitu, pihaknya masih berupaya berpikir positif dan berharap majelis sidang dapat bertindak profesional dan objektif.
“Kami tetap berpikir positif bahwa mereka akan profesional. Tapi kalau semuanya ditutup, tentu kami tidak bisa menerima. Apalagi dalam beberapa kasus besar lainnya, sidang etik bisa dibuka untuk umum. Kita bisa lihat contohnya pada kasus Ferdy Sambo yang disiarkan oleh berbagai media nasional,” tegasnya.
Menurut Leo, yang terpenting bukan soal siapa yang boleh masuk ke ruang sidang, melainkan jaminan keadilan bagi korban yang menurutnya telah mengalami dampak luar biasa akibat kasus tersebut.
“Poinnya adalah bagaimana klien kami mendapatkan keadilan. Semua sudah hilang. Pekerjaannya, misalnya, satu bulan setelah perkara ini berjalan, klien kami diberhentikan dari tempat kerja karena dampak kasus ini. Bahkan atasannya juga menyinggung masalah ini, hingga akhirnya dia dipecat,” jelas Leo. menambahkan, dampak psikologis dan sosial yang dialami korban sangat berat.
Bahkan, kata Leo, keluarga korban juga mengalami kehilangan besar.
“Masa depan klien kami sudah hancur. Anaknya sudah meninggal dunia. Ini yang harus digarisbawahi. Oleh karena itu, satu kata: harus diberikan sanksi tegas berupa pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH). Pelaku tidak layak lagi bergabung di Korps Bhayangkara,” tegasnya.
Leo menegaskan, tuntutan pemecatan tersebut merupakan keinginan keluarga dan korban demi rasa keadilan dan pemulihan martabat korban.
Pelaku Iming-iming dan Janji-Janji Nikah
Seperti Apa Kasus Oknum Polisi di Batam Ini?
Kasus ini berawal dari hubungan asmara antara FM dan oknum polisi di Batam itu sejak awal 2024. Keduanya bahkan telah sepakat melangsungkan pesta adat pernikahan di Batam pada Juli 2025 dengan sinamot senilai Rp40 juta.
Persiapan baju pernikahan hingga administrasi kedinasan juga telah dilakukan. Namun, janji tinggal janji.
Setelah korban hamil, bukannya mendapat pertanggungjawaban, ia justru mengalami penganiayaan. Kasus ini mencuat setelah FM memberanikan diri melapor ke Propam Polda Kepri, Senin (22/9/2025), sekira pukul 11.30 WIB, dengan Nomor SPSP2/41/IX/2025/Subbagyanduan.
Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan pelanggaran kode etik oleh Brigpol Yesaya Arga Aprianto Silaen.
Di hari yang sama, FM juga membuat laporan kedua ke SPKT Polda Kepri terkait dugaan penganiayaan.
Laporan resmi tercatat dengan Nomor STTLP/B/184/IX/2025/SPKT/Polda Kepri.
Dikutip dari Tribunnews, Wanita itu mengaku awalnya enggan melapor karena berharap persoalan bisa diselesaikan secara kekeluargaan.
Namun, karena tidak ada itikad baik dari pihak terlapor maupun keluarganya, akhirnya ia memilih menempuh jalur hukum.
Hingga Fm alami keguguran di RS Bhayangkara Polda Kepri, Selasa (7/10/2025).
Oleh keluarga, janin berusia 4 bulan itu mereka beri nama ‘Bhayangkara’, serta dikebumikan di TPU Sei Temiang Rabu (8/10/2025) malam.
Korban yang masih mengalami trauma makin sedih setelah tahu oknum polisi di Batam itu kembali berdinas di Polsek Sagulung.
Lisman Hulu Kuasa Hukum Korban menyampaikan bahwa pelaku sudah seharusnya di PTDH -kan.
” Masa depan klien kami sudah hancur, anaknya meninggal, kehilangan pekerjaan, oleh karena itu harus diberi sanksi PTDH karena sudah mengulangi perbuatan asusila 2x korban yg pertama tahun 2021 dan dikonfirmasi oleh propam polda,” ucap kuasa Hukum Korban Lisman Hulu, S.H.
Lisman menyampaikan bahwa persiapan baju pengantin wanita tidak disiapakan seperti janji pelaku, hingga administrasi kedinasan untuk pernikahan sudah disiapkan FM dari awal namun tidak di ajukan oleh Arga.
Ia menambahkan bahwa telah dikonfirmasi oleh propam polda kepri bahwa arga pernah dilaporkan kasus asusila tahun 2021 dan di demosi 2 tahun, namun setelah demosi Arga kembali mencari korban lain nya
Kesimpulan dan Fakta persidangan KKEP Oknum Brigpol Yesaya Arga Aprianto Silaen
1. Pada awal perkenalan dgn Korban beribu janji-janji manis kepada korban akan dinikahi, ternyata hingga keguguran dua kali sampai dilaporkan ke Propam tidak ada etikad baik dari Pelaku
2. Perbuatan Terlapor tersebut Korban tidak memaafkannya.
3. Terlapor pernah melakukan perbuatan yg sama dengan wanita lain hingga demosi 2 tahun.
4. Dalam sidang Kode etik Penuntut menuntut Terlapor utk PTDH (Pemberhentian Tidak Dengan Hormat)
5. Putusan akhir akan dibacakan pada hari Selasa tanggal 23 Desember 2025.
“Jangan ada intervensi dari Manapun terlebih lebih dari internal Polri. Kami meminta agar Hakim jangan ragu
ragu mengambil Keputusan,” Harap Lisman Hulu.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polda Kepri terkait hasil maupun agenda lanjutan persidangan.
Sumber Tribunnews

Peringatan Hari Ibu, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Luncurkan Gerakan Perempuan Menanam
Jakarta – YUTELNEWS com|| Kegiatan bertajuk Merawat Pertiwi Perempuan Tangguh, Pertiwi Utuh ini merupakan kolaborasi DPP PDI Perjuangan Bidang Perempuan dan Anak dengan DPP PDI Perjuangan bidang Kebudayaan,
di Gedung Nyi Ageng Serang, Jakarta Selatan, Kamis (18/12/2025).
Ketua Umum Megawati Soekarnoputri menyerahkan bibit pohon kepada Kepala Daerah dan Ketua DPRD Perempuan Kader PDI Perjuangan, menjadi simbol dimulainya Gerakan Perempuan Menanam yang akan digelorakan oleh kader perempuan PDI Perjuangan di seluruh Indonesia.
Dalam Memperingati Hari Ibu Megawati Juga memberikan apresiasi kepada 3 wanita Veteran serta Tokoh Inspiratif, Dengan
Suasana khidmat menyelimuti ruangan saat Megawati memberikan apresiasi khusus kepada tiga perempuan veteran Indonesia yakni :
Ibu Sriatun, Ibu Sofiatun dan Ibu Murtinah.
Penghargaan ini diberikan atas dedikasi luar biasa mereka dalam sejarah perjuangan bangsa, Tak hanya Veteran, Megawati juga memberikan apresiasi kepada dua tokoh inspiratif perempuan, yakni Mahariah, penjaga lingkungan dari Kepulauan Seribu, serta Maria Loretha, Pejuang Pangan asal Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kehadiran para tokoh ini mempertegas pesan bahwa perempuan adalah pilar utama dalam menjaga kedaulatan lingkungan
dan pangan Indonesia.
Wujud Solidaritas, Kader Perempuan PDI Perjuangan dalam Hari Ibu juga menggelar Doa Lintas Agama untuk Korban Bencana Sumatera.
Peringatan Hari Ibu DPP PDI Perjuangan juga meluncurkan dua buku berjudul “Rahasia Rasa Nusantara” dan “Pedoman Pelatihan Perempuan Penggerak Akar Rumput”
Peluncuran buku ini menjadi bagian dari upaya penguatan peran perempuan dalam pelestarian budaya dan pembangunan sosial berbasis komunitas.
Melalui peringatan Hari Ibu ini, PDI Perjuangan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran perempuan sebagai pilar utama pembangunan bangsa, baik di bidang sosial, ekonomi, budaya, maupun lingkungan.
Peluncuran Dua Buku ini Juga Menegaskan Komitmen PDI Perjuangan Bahwa Peran Perempuan Sebagai Pilar Utama Pembangunan Bangsa.
Red.
Danlanud RSA Hadiri Sosialisasi Program Jaga Desa di Natuna
Yutelnews.com – NATUNA
Komandan Lanud Raden Sadjad (Danlanud RSA) Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai Aryadi, S.E., M.M., M.Han., menghadiri Sosialisasi Program Jaksa Garda Desa (Jaga Desa) di Gedung Sri Serindit, Ranai, Kabupaten Natuna, Jumat (19/12/2025).
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau dan dirangkaikan dengan penandatanganan Pakta Integritas Kepala Desa se-Kabupaten Natuna.
Sosialisasi dipimpin langsung Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau, Jehezkiel Devy Sudarso, S.H., C.N., sebagai upaya penguatan tata kelola pemerintahan desa yang transparan dan akuntabel.
Acara turut dihadiri Bupati Natuna Cen Sui Lan, Wakil Bupati Natuna Jarmin, unsur Forkopimda, pimpinan DPRD, pimpinan instansi vertikal, camat, lurah, serta seluruh kepala desa se-Kabupaten Natuna.
Melalui kegiatan ini diharapkan terbangun sinergi antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan unsur pertahanan dalam mendukung pembangunan desa yang bersih, berintegritas, dan berkelanjutan.
Reporter: Bani
Kajati Kepri Kunjungi Natuna, Perkuat Program Jaga Desa, Supervisi Kejari, dan Gelar Bakti Sosial
NATUNA – YUTELNEWS.com Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau (Kajati Kepri) J. Devy Sudarso melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Natuna dalam rangka menjalankan tiga agenda strategis, yakni menjadi Keynote Speaker Sosialisasi Program Jaksa Garda Desa (Jaga Desa), melaksanakan bakti sosial, serta melakukan supervisi, monitoring, dan evaluasi kinerja di Kejaksaan Negeri Natuna, Senin (19/12/2025).
Kunjungan ini bertujuan mendorong optimalisasi pelayanan hukum yang profesional, humanis, dan berkeadilan, sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan desa yang transparan dan akuntabel, khususnya di wilayah perbatasan negara.
Kajati Kepri tiba di Bandara Raden Sadjad Natuna sekitar pukul 09.30 WIB dan disambut langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Natuna Erwin Indra Praja, S.H., M.H., Bupati Natuna Cen Sui Lan, unsur Forkopimda, serta Ketua LAM Natuna. Penyambutan dilakukan secara adat melalui pemasangan tanjak dan prosesi tepuk tepung tawar sebagai bentuk penghormatan.
Agenda utama kunjungan diawali dengan Sosialisasi Program Jaga Desa di Gedung Sri Serindit yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Natuna. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Kepala OPD, Camat, Lurah, dan Kepala Desa se-Kabupaten Natuna, serta dihadiri unsur Forkopimda.
Dalam sambutannya, Bupati Natuna Cen Sui Lan menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kajati Kepri dan jajaran, yang dinilai sebagai bentuk nyata komitmen Kejaksaan dalam mengawal pembangunan desa, khususnya di daerah perbatasan seperti Natuna.
Sebagai Keynote Speaker, Kajati Kepri menyampaikan materi berjudul “Program Jaga Desa sebagai Solusi Penguatan Kelembagaan Desa”. Ia menegaskan bahwa dana desa merupakan instrumen penting pembangunan yang harus dikelola dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat.
Pada tahun anggaran 2025, Kabupaten Natuna menerima dana desa sekitar Rp52,25 miliar yang tersebar di 70 desa, dengan rata-rata pengelolaan sekitar Rp746 juta per desa. Berdasarkan data Kejaksaan Agung dan Kementerian Dalam Negeri, sejak 2015 hingga 2024 tercatat lebih dari 2.000 kasus dugaan penyalahgunaan dana desa secara nasional.
“Keberhasilan Program Jaga Desa sangat ditentukan oleh sinergi antara pemerintah desa, aparat penegak hukum, dan masyarakat. Kejaksaan hadir untuk memberikan pendampingan hukum, pelatihan, dan bimbingan agar tata kelola desa berjalan bersih dan berintegritas,” tegas Kajati.
Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan Pakta Integritas Kepala Desa serta pemaparan materi oleh Asisten Intelijen Kejati Kepri Yovandi Yazid, S.H., M.H., yang menekankan peran Kejaksaan sebagai mitra strategis pemerintah desa dalam upaya pencegahan penyimpangan dana desa melalui pendekatan edukatif dan pemanfaatan teknologi informasi.
Rangkaian kunjungan kerja dilanjutkan dengan Bakti Sosial di halaman Kantor Kejari Natuna, meliputi penyerahan 20 Kartu Identitas Anak (KIA), penetapan perwalian bagi 4 anak, serta bantuan sembako kepada 50 keluarga. Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas Dukcapil dan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Natuna.
Dalam kesempatan tersebut, Kajati Kepri menegaskan bahwa penegakan hukum tidak semata bersifat represif, tetapi juga harus mengedepankan nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial.
Agenda terakhir diisi dengan supervisi dan evaluasi kinerja di Kejaksaan Negeri Natuna. Kajati Kepri mengapresiasi capaian kinerja Kejari Natuna, termasuk prestasi Juara I Bidang Tindak Pidana Umum pada Rakerda Kejati Kepri Tahun 2025. Capaian tersebut dinilai mencerminkan profesionalisme, ketepatan pelaporan, serta soliditas koordinasi meski berada di wilayah 3T.
Kunjungan kerja ditutup sekitar pukul 17.00 WIB dan diharapkan mampu memberikan motivasi serta memperkuat semangat jajaran Kejari Natuna dalam meningkatkan kualitas pelayanan hukum yang profesional, modern, dan terpercaya bagi masyarakat Natuna.
Red: Darmansyah Kabiro Natuna Yutelnews.com
Forkopimda Kabupaten Bandung,Apel Gelar Pasukan Operasi “Lilin 2025”: Beri Rasa Aman dan Nyaman Kepada Masyarakat
BANDUNG -YUTELNEWS com|| Jajaran Forkopimda Kabupaten Bandung Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat “Lilin 2025” dalam rangka pelayanan pengamanan perayaaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) di Dome Bale Rame Soreang, Jumat (19/12/2025).
Apel gelar pasukan ini diikuti jajaran Polresta Bandung, Kodim 0624/Kabupaten Bandung, Lanud Sulaeman, Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Sosial, Badan Kesbangpol, dan ribuan personel gabungan lainnya.
Apel gelar pasukan ini dipimpin Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono, dan dihadiri Bupati Bandung Dadang Supriatna, dan Dandim 0624/Kabupaten Bandung Letkol Kav. Samto Betah dan para pihak lainnya.
Usai Apel Gelar Pasukan, Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan bahwa untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan wisata di Kabupaten Bandung memasuki Tahun Baru 2026, Pemkab Bandung sudah melaksanakan rapat koordinasi dengan seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dan para camat se-Kabupaten Bandung pada Jumat pagi.
“Terutama camat yang mempunyai wilayah, harus stand by di lokasi sampai selesainya perayaaan Nataru (Natal 2025 dan Tahun Baru 2026),” kata Bupati Dadang Supriatna di Dome Bale Rame Soreang.
Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna, mulai hari ini terhitung 14 hari kedepan digelar pasukan untuk pelayanan pengamanan Nataru 2025-2026.
“Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Bandung menghaturkan terima kasih yang sudah mempersiapkan personel demi keamanan, kenyamanan dan ketenangan masyarakat,” ungkapnya.
Kang DS berharap jelang Tahun Baru 2026 semoga semuanya diberikan kesehatan dan kelancaran. Adapun musibah yang terjadi di tahun sebelumnya tidak terjadi lagi di tahun berikutnya.
“Saya akan menggelar doa bersama pada malam Tahun Baru 2026. Insya Allah akan di satu titikkan, gelar doa bersama itu. Tapi untuk personel disebar ke masing-masing pos,” ucapnya.
Kang DS mengimbau masyarakat Kabupaten Bandung yang hendak merayakan Tahun Baru 2026 tidak dirayakan dengan cara hura-hura.
“Lebih baik dengan cara doa bersama dan ini akan lebih efektif. Semoga saya doakan dan sama-sama berdoa menyambut Natal 2025 ini seluruh warga negara Indonesia diberikan kesehatan dan keberkahan. Kemudian jelang Tahun Baru 2026, semoga apa yang kita cita-citakan bisa tercapai, Indonesia tetap stabil, dan Indonesia tetap jaya, dan Indonesia tetap maju untuk menuju Indonesia Emas 2045,” tuturnya.
Sementara itu, Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono mengatakan bahwa pada hari ini dari mulai jajaran Polri, TNI, dan unsur lainnya melaksanakan kegiatan apel pergeseran pasukan untuk pelayanan pengaman Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
“Para personel yang terlibat kurang lebih 1.303 personel, baik dari Polri, TNI dan unsur lainnya, yaitu dari Dinas Kesehatan, Damkar, BPBD, Basarnas, Jasa Raharja dan lainnya lengkap,” ujar Kapolresta Bandung.
“Hari ini kita geser ke pos-pos yang telah dibangun, ada sekitar 17 pos. 1 pos terpadu, 1 pos pelayanan, dan 17 pos pelayanan pengamanan yang tersebar di wilayah Kabupaten Bandung,” jelas Kombes Pol Aldi.
Kombes Pol Aldi mengatakan seluruh personel yang bertugas di lapangan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang melaksanakan kegiatan ibadah Natal atau masyarakat lainnya yang berwisata di wilayah Kabupaten Bandung.
“Dengan kesiapsiagaan kami semua di sini lengkap, mudah-mudahan bisa memberikan rasa aman dan nyaman, baik kepada masyarakat yang melaksanakan ibadah Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Baik kepada masyarakat yang akan berwisata di wilayah Kabupaten Bandung,” tuturnya.
Untuk mengantisipasi jalur rawan bencana, lanjut Kombes Pol Aldi, jajaran Forkopimda Kabupaten Bandung sudah memetakan atau mapping daerah rawan longsor.
“Pertama ada imbauan kepada masyarakat agar menghindari jalur yang rawan longsor. Kedua, kami sudah menyiapkan Tim SAR termasuk peralatannya, seperti alat derek, excavator dan alat-alat lainnya, ketika ada bencana kita siap langsung ke lokasi. Tapi kita doakan jangan sampai ada bencana di wilayah kita,” tuturnya.
Kapolresta Bandung menyebutkan di Kabupaten Bandung yang menjadi tujuan wisata kawasan Ciwidey, Pangalengan dan Dago. Sehingga di tiga area ini akan ada perhatian khusus, di antaranya ditambah jumlah personel, mobil derek, ambulan untuk mengantisipasi ketika ada masyarakat butuh bantuan.
Ia menyebutkan di pos terpadu ada 30 CCTV (Closed Circuit Television), yang terkonek se-wilayah Kabupaten Bandung. Baik itu di kawasan wisata, tempat ibadah, sehingga nanti di Pos Terpadu Al Fathu Soreang bisa memantau semua aktivitas masyarakat.
Cara Bertindak (CB) ketika ada kepadatan kendaraan, kata dia, mungkin nanti ada CB sepenggal dan lain sebagainya. Tergantung bagaimana situasi di lapangan.
“Kita juga akan komunikasi dengan Polda Jabar,” katanya.
Terkait dengan kendaraan dengan sumbu tiga sudah ada keputusan menteri. “Kita akan sosialisasikan dan berikan imbauan kepada para pelaku usaha,” ucapnya.**
Yans.
Sekda Nias Utara Lantik Pejabat Administrator Dan Pejabat Pengawas Lingkungan PEMKAB Nias Utara Tahun 2025
Lotu — Yutelmews.com ||
Sekretaris Daerah Kab. Nias Utara melaksanakan Pelantikan Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas di Lingkungan Pemerintah Kab. Nias Utara sebanyak 9 (sembilan) orang yang yang di laksanakan di Aula Aman Kantor Bupati Nias Utara, 19/12/2025.
“Ucap Sekda Nias Utara Bazatulo Sebuah, SE, M.Ec.Dev pada arahannya bahwa pelantikan bagi 9 orang Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas merupakan langkah strategis dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik, dan berharap melalui pelantikan ini dapat meningkatkan kualitas layanan publik di Kab. Nias Utara.
“Lebih lanjut Sekda menyampaikan bahwa mutasi pejabat struktural maupun pengangkatan PNS dalam jabatan baru bertujuan untuk peningkatan kinerja dan efektivitas, pengembangan karir dan kompetensi, penyegaran organisasi dan distribusi SDM yang merata, seraya menyampaikan selamat kepada pejabat yang dilantik serta berpesan bahwa pelantikan ini bukan hanya sekedar seremoni, melainkan sebuah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggungjawab.
Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas di Lingkungan Pemerintah Kab. Nias Utara yang dilantik sebagai berikut :
1. Faozanolo Gea, S.AP, M.I.P. Jabatan Lama Kepala Sub Bagian Program, Evaluasi dan Pelaporan pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabatan Baru Camat Namohalu Esiwa
2. Baharudin Hulu, S.Pd, M.Si Jabatan Lama Sekretaris Kecamatan Alasa Jabatan Baru Camat Alasa.
3. Ya’aro Nazara, SE, MM Jabatan Lama Camat Lotu Jabatan Baru Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Nias Utara.
4. Abidonego Waruwu, SH Jabatan Lama Kabag Hukum Setda Nias Utara Jabatan Baru Kabag Administrasi Pembangunan Setda Nias Utara.
5. Erlius Hulu, SH Jabatan Lama Kepala Sub Bidang Kewaspadaan Dini dan Kerjasama Intelijen pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Jabatan Baru Kabag Hukum Setda Nias Utara.
6. Yostinus Hulu, S.Pd.SD Jabatan Lama Camat Alasa Jabatan Baru Sekretaris Dinas Sosial Kab. Nias Utara.
7. Evan Margaretha Nazara, SE jabatan lama Kabag Adminstrasi Pembangunan Setda Nias Utara Jabatan Baru Sekretaris Kec. Alasa.
8. Onemar Zega, SKM, MKM jabatan lama
Kepala Seksi Data, Informasi dan Permodalan Koperasi pada Dinas Ketenagakerjaan dan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Jabatan Baru Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Umum pada Kantor Kecamatan Tugala Oyo.
9. Teolo Bemawati Telaumnanua, SH, M.P.A jabatan lama Penelaah Teknis Kebijakan pada BKPSDM Nias Utara Jabatan Baru Kepala Sub Bagian Perundang-Undangan pada Bagian Hukum Setda Nias Utara.
Turut hadir pada pelantikan ini, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Asisten Adminstrasi Pembangunan, Kepala Perangkat Daerah, Kabag Lingkup Setda, Rohaniawan dan Keluarga pejabat yang dilantik.
Kharisman Gea
Wamendagri Wiyagus: Reformasi Birokrasi Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat
Sumedang – YUTELNEWS com|| Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus menegaskan bahwa reformasi birokrasi harus berdampak nyata terhadap peningkatan layanan kepada masyarakat. Karena itu, reformasi birokrasi tidak boleh hanya berhenti pada urusan administrasi.
“Bukan hanya patuh administrasi tetapi benar-benar bisa dirasakan oleh masyarakat ya sebagai outcome. Karena ujung-ujungnya kesejahteraan masyarakat adalah menjadi goal kita, tujuan kita,” ujar Wiyagus saat menjadi pembicara pada acara Reformasi Birokrasi Berdampak di Gedung Negara Sumedang, Jawa Barat, Jumat (19/12/2025). Kegiatan tersebut mengusung tema “Dari Kepatuhan Administratif Menuju Kinerja yang Mengubah Kehidupan Rakyat”.
Ia mengatakan, reformasi birokrasi di daerah harus sejalan dengan visi dan misi Presiden, baik untuk lima tahun ke depan maupun dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Menurutnya, reformasi birokrasi merupakan fondasi utama dalam menciptakan pemerintahan yang berdampak dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Tentunya reformasi birokrasi ini tujuannya tidak ada lain adalah untuk menciptakan pemerintahan yang berdampak, sebuah sistem yang hadir saat rakyat membutuhkan,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wiyagus mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang dalam menjalankan reformasi birokrasi. Salah satunya ditunjukkan dengan keberanian membuka tata kelola pemerintahan secara transparan, khususnya dalam pengelolaan anggaran daerah.
“Kalau seorang pemimpin berani membuka secara keseluruhan, khususnya masalah pengelolaan anggaran, karena Bapak Presiden juga sering menyampaikan bahwa yakinkan pengelolaan anggaran ini sepeser pun benar-benar untuk kepentingan rakyat. Jadi tidak boleh di luar itu,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi capaian realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sumedang yang dinilai tinggi. Selain itu, angka inflasi di daerah tersebut juga masih terkendali dengan baik. Ia meminta agar capaian tersebut dapat terus dipertahankan dan menjadi contoh bagi daerah lain.
“Tadi angka-angkanya jelas semua, realisasi pendapatan sudah di atas target nasional, kemudian juga realisasi belanja juga sudah di atas target nasional,” ujarnya.
Lebih lanjut, Wiyagus menekankan bahwa reformasi birokrasi merupakan agenda wajib yang harus dilaksanakan oleh pemerintah, termasuk pemerintah daerah. Ia mengingatkan bahwa arah reformasi birokrasi berkaitan langsung dengan Asta Cita Presiden, khususnya dalam penguatan reformasi politik, hukum, dan birokrasi guna pemberantasan korupsi.
Ia mencontohkan reformasi birokrasi berbasis digital yang dilakukan Pemkab Sumedang dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Melalui sistem pelayanan tersebut, interaksi langsung antara pejabat publik dan masyarakat dapat dikurangi sehingga mencegah terjadinya praktik korupsi.
“Tidak ada kesempatan untuk berinteraksi antara kita sebagai pejabat publik dengan masyarakat ya, khususnya pelayanan publik yang berkonsekuensi dengan masalah budget,” jelasnya.
Turut hadir dalam forum tersebut Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, Kepala Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia Provinsi Jawa Barat Dan Satriana, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sumedang, serta pejabat terkait lainnya.
Puspen Kemendagri
Yans.
Kemendagri Gelar Upacara HBN Ke-77, Tekankan Semangat Bela Negara sebagai Kekuatan Kolektif Bangsa
Jakarta – YUTELNEWS com|| Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggelar Upacara Peringatan Hari Bela Negara (HBN) ke-77. Dalam upacara tersebut, Direktur Jenderal (Dirjen) Otonomi Daerah (Otda) Kemendagri Akmal Malik selaku Inspektur Upacara (Irup) membacakan amanat Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Dalam amanat yang dibacakan Akmal, Presiden Prabowo menegaskan bahwa semangat bela negara merupakan fondasi utama yang menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap berdiri hingga saat ini, baik dalam menghadapi ancaman dari dalam maupun luar negeri. Ia mengingatkan kembali sejarah berdirinya Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukittinggi pada 1948 saat Agresi Militer II, sebagai bukti nyata kekuatan semangat bela negara dalam mempertahankan keberlangsungan republik.
Sejalan dengan hal tersebut, ditegaskan pula bahwa penguatan semangat bela negara pada masa kini harus diwujudkan melalui sikap kesiapsiagaan, disiplin, dan ketangguhan seluruh elemen masyarakat. Hal ini menjadi semakin penting di tengah dinamika global yang berlangsung cepat dan penuh ketidakpastian, mulai dari rivalitas geopolitik, krisis energi, disrupsi teknologi, hingga arus informasi yang mudah dimanipulasi.
“Dalam situasi seperti ini semangat bela negara harus menjadi kekuatan kolektif seluruh warga Indonesia,” kata Presiden seperti yang dibacakan Akmal di Plaza Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Jumat (19/12/2025).
Pada kesempatan yang sama, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) diajak untuk menunjukkan kepedulian dan solidaritas nasional, khususnya kepada masyarakat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang tengah menghadapi bencana alam. Ketiga wilayah tersebut dinilai memiliki peran strategis sekaligus historis dalam perjalanan bangsa Indonesia.
“Tanpa Aceh, tanpa Sumatera Utara dan tanpa Sumatera Barat sejarah Bela Negara tidak akan lengkap. Mereka bukan hanya bagian dari perjalanan masa lalu tetapi fondasi yang menegaskan bahwa persatuan adalah kekuatan terbesar bangsa dan negara ini,” tegasnya.
Selanjutnya, seluruh ASN dan elemen bangsa juga diminta untuk menjadikan peringatan HBN ke-77 sebagai momentum mewujudkan cinta tanah air melalui tindakan nyata. Hal tersebut dapat diwujudkan, antara lain dengan membantu sesama yang terdampak bencana, menjaga ruang digital dari hoaks dan disinformasi, serta berkontribusi aktif dalam pembangunan sesuai peran masing-masing.
“Mari kita bersama-sama meneguhkan tekad untuk Indonesia yang kuat, Indonesia yang maju dan Indonesia yang selalu mampu bangkit menghadapi setiap tantangan,” pungkasnya.
Puspen Kemendagri
Yans.
- Sebelumnya
- 1
- …
- 46
- 47
- 48
- 49
- 50
- …
- 556
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
































