Camat Dayeuhkolot Drs Asep Suryadi M.K.P, Kolaborasi Bersama Pentahelix dan Prima Angkat Sampah Penyebab Banjir di Sukabirus

Bandung – YUTELNEWS.com// Pemerintah Kecamatan Dayeuhkolot kembali melakukan aksi nyata penanganan banjir dengan melaksanakan pembersihan sampahndi saluran Sungai Cigede di kawasan Jembatan Sukabirus desa citeurep, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung. Kegiatan ini melibatkan unsur Forkopimcam, relawan, serta kolaborasi aktif dari komunitas Pentahelix bersama Prima. pada Jumat (10/04/2026).

Aksi ini dilakukan sebagai respons cepat terhadap kondisi aksi rutin saat debit air meningkat, di mana sampah terbawa arus dari aliran kota Bandung, kemudian tersangkut di badan jembatan sukabirus hingga menumpuk sampah dan menghambat aliran air. Akibatnya, air meluap dan menggenangi permukiman warga di wilayah hilir, khususnya kampung lamajang desa citeurep.

Dalam kegiatan tersebut, petugas dan relawan terlihat kompak dan langsung mengangkat tumpukan sampah yang menggunung di bawah Jembatan Sukabirus, yang selama ini menjadi salah satu titik krusial penyebab meluapnya air ke permukiman warga.

Camat Dayeuhkolot, Drs Asep Supriadi M.K.P, menyqmpaikan bahwa kegiatan ini bukan kali pertama yang dilakukan, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan dalam mengantisipasi banjir di wilayah kecamatan dayeuhkolot.

“Hari ini kita kembali melaksanakan pembersihan sampah aliran Sungai Cigede di Jembatan Sukabirus. Setiap debit air naik, sampah selalu terbawa dan tersangkut di jembatan hingga menggunung. Bahkan, tumpukan sampah yang kita angkat hari ini terbukti menjadi penyumbat utama aliran air, sehingga saat hujan deras air langsung meluap dan dampak banjir ke permukiman warga,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, respons cepat menjadi kunci utama dalam mencegah dampak yang lebih besar.
“Setiap volume air meningkat, kita harus bergerak cepat agar sampah tidak sempat tertahan. Kami juga berkolaborasi dengan unsur Forkopimcam dan mengapresiasi peran aktif Pentahelix bersama Prima yang selalu hadir dalam penanganan banjir. Terima kasih atas kerja sama semua pihak sehingga kegiatan ini dapat berjalan lancar,” tambahnya.

Lebih lanjut, Camat Drs Asep juga menyampaikan dan menghimbau dengan tegas kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, khususnya ke aliran sungai.

“Kami mengajak seluruh masyarakat yang peduli lingkungan untuk tidak membuang sampah ke sungai. Karena faktanya, kami di wilayah hilir seperti Dayeuhkolot selalu menerima kiriman sampah dari hulu. Dampaknya, saat hujan deras dan air besar, banjir tidak terhindarkan,” tegasnya.

Ia juga mendorong masyarakat untuk mulai mengelola sampah secara mandiri dan produktif di lingkungan masing-masing.

“Sampah seharusnya bisa dikelola bersama melalui musyawarah warga. Bisa dimanfaatkan menjadi kompos, pupuk, biogas, bahkan energi alternatif sesuai kondisi lingkungan. Ini bisa menjadi sumber ekonomi, bukan justru menjadi sumber masalah seperti yang kami alami saat ini,” jelasnya.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kesadaran kolektif masyarakat semakin meningkat, sehingga permasalahan banjir akibat sampah dapat ditekan secara signifikan melalui kolaborasi semua pihak,” pungkasnya.

 

Yans.

Boboko” yang Membuat Dunia Tertegun

YUTELNEWS.COM | ARTIKEL – Sebuah momen sederhana di Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat, justru menghadirkan refleksi besar tentang pentingnya menjaga kearifan lokal di tengah arus globalisasi yang kian masif dan tak terbendung.

Kunjungan seorang akademisi internasional, Prof. Chihiro Sakai dari Universitas Hokkaido, Jepang, menjadi titik awal cerita ini. Didampingi unsur Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), kehadiran beliau bertujuan meninjau implementasi program Taman Numerasi—sebuah inisiatif edukatif berbasis masyarakat yang berorientasi pada peningkatan literasi numerasi dalam kehidupan sehari-hari.

Program Taman Numerasi sendiri merupakan bagian dari strategi penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), khususnya dalam membangun kecakapan berhitung praktis yang aplikatif. Kemampuan numerasi dinilai krusial karena menjadi fondasi dalam aktivitas ekonomi, sosial, hingga pengambilan keputusan di tingkat rumah tangga maupun komunitas.

Namun, di balik agenda formal tersebut, terselip sebuah peristiwa kultural yang sarat makna. Saat rombongan menikmati jamuan makan siang di rumah makan khas Sunda, perhatian Prof. Sakai justru tertuju pada sebuah benda tradisional—boboko, wadah nasi berbahan dasar anyaman bambu.

Dengan ekspresi penuh rasa ingin tahu, ia menanyakan fungsi dan filosofi di balik penggunaan boboko. Bagi masyarakat lokal, boboko mungkin hanyalah peralatan dapur biasa yang digunakan turun-temurun. Namun di mata seorang ilmuwan asing, benda tersebut memiliki nilai estetika, ekologis, sekaligus antropologis yang tinggi.

Ketertarikan tersebut berlanjut hingga akhirnya boboko dijadikan cenderamata. Momen itu menjadi simbol sederhana namun kuat tentang bagaimana produk kearifan lokal mampu melampaui batas geografis dan budaya, bahkan menarik perhatian dunia internasional.

Fenomena ini sejatinya menjadi ironi sekaligus refleksi. Indonesia dikenal sebagai negara megabiodiversitas budaya, dengan ratusan etnis, bahasa daerah, serta warisan tradisi yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Kearifan lokal lahir dari proses panjang adaptasi manusia dengan lingkungan, mencerminkan nilai-nilai keberlanjutan (sustainability), harmoni sosial, serta kecerdasan kolektif leluhur.

Namun di era modernisasi dan disrupsi global, eksistensi kearifan lokal menghadapi tantangan serius. Terjadi pergeseran paradigma di tengah masyarakat, khususnya generasi muda, yang cenderung mengadopsi budaya populer global dibandingkan menginternalisasi nilai-nilai lokal. Produk budaya tradisional kerap distigmatisasi sebagai sesuatu yang “usang”, “kurang prestisius”, atau tidak relevan dengan perkembangan zaman.

Padahal, jika ditelaah lebih dalam, kearifan lokal justru memiliki nilai strategis sebagai identitas budaya (cultural identity), modal sosial (social capital), serta instrumen pelestarian lingkungan yang berkelanjutan. Dalam konteks ini, boboko bukan sekadar alat dapur, melainkan representasi dari konsep eco-friendly living, pemanfaatan sumber daya alam secara bijak, serta simbol kesederhanaan yang sarat filosofi.

Peristiwa kecil yang melibatkan boboko tersebut menjadi semacam “wake-up call” bagi masyarakat. Apa yang selama ini dianggap biasa, justru memiliki nilai luar biasa di mata global. Ini menunjukkan adanya gap persepsi antara pemilik budaya dan pihak luar yang justru lebih mampu mengapresiasi nilai tersebut.

Oleh karena itu, diperlukan langkah strategis yang komprehensif dan berkelanjutan dalam upaya pelestarian kearifan lokal. Sinergi lintas sektor—pemerintah, akademisi, komunitas, hingga media—menjadi kunci dalam mengarusutamakan kembali nilai-nilai budaya lokal di ruang publik.

Edukasi berbasis budaya harus diperkuat, kampanye kebanggaan terhadap produk lokal perlu digencarkan, serta transformasi kearifan lokal ke dalam konteks kekinian harus terus didorong agar tetap relevan tanpa kehilangan esensi.

Momentum kekaguman terhadap boboko ini sejatinya bukan sekadar cerita, melainkan pesan kuat bahwa warisan budaya Indonesia memiliki daya saing global jika dikelola dengan baik. Tinggal bagaimana masyarakat sebagai pemilik budaya mampu merawat, melestarikan, dan mempromosikannya dengan penuh kesadaran dan kebanggaan.

Sumber: siaga02.com diolah Redaksi Yutelnews.com | Editor: Darmansyah Kabiro Natuna

BPJS Ketenagakerjaan Natuna Sosialisasikan Perlindungan Pekerja Desa, Langkah Kecil Iuran, Dampak Besar Perlindungan

YUTELNEWS.COM
NATUNA – BPJS Ketenagakerjaan Cabang Natuna menggelar sosialisasi manfaat program serta optimalisasi jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja di ekosistem desa, Rabu (01/04/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serbaguna Desa Batu Gajah, Kecamatan Bunguran Timur ini diikuti Ketua RT, Ketua RW, dan masyarakat setempat.

Mengusung tema “Memperkuat Peran Desa dalam Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi Masyarakat”, sosialisasi ini menekankan pentingnya perlindungan bagi para pekerja, termasuk pekerja informal di desa.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Natuna, Hendra Harry Jonna, mengatakan program ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan jaminan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.

“Hari ini kami datang untuk mensosialisasikan kepada bapak dan ibu semua apa itu BPJS Ketenagakerjaan dan apa saja manfaat yang bisa diperoleh ketika kita menjadi pesertanya,” ujarnya.

Ia menegaskan, manfaat menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan sangat besar dibandingkan iuran yang dibayarkan. Jika peserta mengalami kecelakaan saat bekerja, seluruh biaya pengobatan akan ditanggung hingga sembuh tanpa batas plafon sesuai kebutuhan medis.

“Sekecil apa pun biaya akibat kecelakaan kerja akan ditanggung BPJS sampai sembuh. Ini sangat membantu masyarakat agar tidak terbebani biaya berobat,” jelasnya.

Tak hanya itu, jika peserta meninggal dunia, ahli waris akan menerima santunan tunai, serta manfaat tambahan berupa beasiswa pendidikan untuk dua orang anak hingga jenjang perguruan tinggi.

“Ini bentuk perlindungan menyeluruh. Jadi bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga menjamin masa depan keluarga,” tambahnya.

Selain perlindungan kecelakaan kerja dan kematian, BPJS Ketenagakerjaan juga memiliki berbagai program lain yang mendukung kesejahteraan pekerja, termasuk jaminan hari tua yang dapat menjadi tabungan di masa depan.

Dalam kesempatan tersebut, BPJS juga mendorong peran aktif desa dengan membuka peluang bagi masyarakat untuk menjadi agen layanan di Desa Batu Gajah.

Dengan adanya agen ini, masyarakat tidak perlu lagi datang ke kantor BPJS di Ranai untuk melakukan pendaftaran, pembayaran iuran, maupun klaim.

“Ke depan, semua layanan bisa diakses lebih dekat melalui agen desa, sehingga lebih mudah dan cepat,” ungkap Hendra.

Menariknya, BPJS Ketenagakerjaan memberikan keringanan iuran bagi peserta Bukan Penerima Upah (BPU) di sektor non-transportasi. Mulai April hingga Desember 2026, peserta mendapatkan diskon iuran sebesar 50 persen untuk program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

Dalam penyesuaian tersebut, iuran JKK yang sebelumnya sebesar Rp10.000 menjadi Rp5.000 untuk penghasilan Rp1 juta per bulan, serta dari Rp20.000 menjadi Rp10.000 untuk penghasilan Rp2 juta per bulan. Sementara iuran JKM yang sebelumnya sebesar Rp6.800 turun menjadi Rp3.400 per bulan.

Menurut Hendra, iuran tersebut sangat terjangkau dan bisa diibaratkan seperti arisan gotong royong, di mana dana yang dikumpulkan bersama digunakan untuk membantu peserta yang mengalami musibah.

“Dengan iuran yang sangat kecil, manfaat yang diterima sangat besar. Ini adalah bentuk perlindungan sosial yang penting bagi masyarakat desa,” katanya.

Melalui kegiatan ini, BPJS Ketenagakerjaan berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat untuk menjadi peserta aktif, sehingga setiap pekerja memiliki perlindungan dan rasa aman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Jangan tunggu musibah datang. Lindungi diri dan keluarga sejak sekarang dengan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan,” tutupnya.

Sementara Sekdes Desa Batu Gajah, Adi Syahdiman mengucapkan terimakasih atas kehadiran BPJS ketenagakerjaan di desanya.

“Program BPJS ini memang sangat memeberikan banyak sekali manfaat untuk itu mari kita berpartisipasi menjadi peserta,” ajaknya. 

(BANI)

Pemdes Padamukti Bersama Warga Kompak Normalisasi Sungai, Cegah Ancaman Banjir

Bandung — YUTELNEWS.com// Pemerintah Desa Padamukti, Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung, memilih tidak menunggu bencana datang. Di tengah meningkatnya intensitas hujan, desa ini justru bergerak lebih awal: menormalkan Sungai Cisunggalah bersama warga sebagai langkah mitigasi berbasis komunitas yang terukur dan berkelanjutan.

Langkah ini bukan tanpa konteks. Normalisasi dilakukan sebagai tindak lanjut atas kunjungan Bupati Bandung Dadang Supriatna ke lokasi banjir di Desa Panyadap (Solokanjeruk) dan Desa Bojong (Majalaya), setelah tanggul Sungai Cisunggalah jebol diterjang hujan deras beberapa waktu lalu.

Dipimpin langsung Kepala Desa Padamukti, Unang Rubaman, puluhan warga bersama unsur Linmas turun ke sungai selama sepekan terakhir.

Mereka menyisir aliran air, mengangkat endapan lumpur, membersihkan sampah rumah tangga, serta menyingkirkan material alami seperti ranting yang berpotensi menyumbat arus.

Bagi Pemdes Padamukti, ini bukan sekadar kerja bakti rutin. Ini adalah strategi mitigasi.

“Kami tidak ingin menunggu banjir datang baru bergerak. Normalisasi sungai ini bagian dari kesiapsiagaan. Aliran air harus tetap lancar agar risiko banjir bisa ditekan semaksimal mungkin,” tegas Unang, Minggu (29/3/2026).

Ia menyebut, keterlibatan warga menjadi faktor kunci. Selama proses normalisasi, sedikitnya 20 hingga 24 warga terlibat aktif setiap harinya, mencerminkan meningkatnya kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.

Namun, Unang juga menggarisbawahi persoalan yang lebih mendasar: perilaku.

“Faktor teknis seperti sedimentasi bisa ditangani. Tapi kalau kebiasaan membuang sampah ke sungai tidak berubah, potensi banjir akan selalu ada. Ini yang terus kami edukasi,” ujarnya.

Realitas di lapangan menunjukkan, penyumbatan aliran sungai akibat sampah dan sedimentasi masih menjadi pemicu utama luapan air saat hujan deras.

Karena itu, pendekatan yang diambil Padamukti tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga sosial—mengubah pola pikir masyarakat terhadap sungai sebagai sumber kehidupan, bukan tempat pembuangan.

Di tengah meningkatnya ancaman cuaca ekstrem, model mitigasi berbasis partisipasi seperti ini mulai dilirik sebagai solusi efektif di tingkat lokal.

Selain menekan risiko bencana, gotong royong warga juga memperkuat kohesi sosial—modal penting dalam menghadapi krisis.

Pemerintah desa berharap, normalisasi Sungai Cisunggalah yang dilakukan secara berkala dapat menjadi contoh praktik baik penanganan lingkungan di daerah rawan banjir, sekaligus memastikan wilayah Padamukti tetap aman dan layak huni di tengah ketidakpastian musim.**

 

 

Yans.

Estafet Kepemimpinan FORDIS-PK Jawa Tengah Berlanjut, Wiyu Ghaniy Allathif Yudistira Resmi Nahkodai Organisasi

SEMARANG, YUTELNEWS.COM ||Forum Diskusi Pemerhati Konstitusi (FORDIS-PK) Jawa Tengah menggelar Rapat Pimpinan (Rapim) pada Minggu (29/3/2026) dengan agenda utama serah terima jabatan (Sertijab) direktur serta pengukuhan kepengurusan baru untuk periode mendatang.

Dalam forum yang berlangsung khidmat tersebut, tongkat estafet kepemimpinan resmi diserahkan dari Direktur Demisioner, Lawu Mijil Kusumo, kepada Direktur Terpilih, Wiyu Ghaniy Allathif Yudistira.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pengurus, dewan pembina, serta perwakilan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Tengah. Rapim tersebut menjadi momentum penting bagi FORDIS-PK untuk memperkuat arah gerak organisasi dalam mengawal isu-isu konstitusi dan hukum di Indonesia.

Dalam sambutan perpisahannya, Lawu Mijil Kusumo menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus atas dedikasi selama masa kepemimpinannya. Ia menegaskan bahwa regenerasi merupakan elemen penting dalam menjaga keberlangsungan organisasi.

“Regenerasi kepemimpinan adalah bukti bahwa FORDIS-PK Jawa Tengah merupakan organisasi yang sehat dan dinamis. Saya yakin, di bawah kepemimpinan Wiyu Ghaniy, lembaga ini akan semakin tajam dalam mengkaji, mengkritisi, serta memberikan solusi atas berbagai dinamika konstitusi baik di tingkat daerah maupun nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur baru FORDIS-PK Jawa Tengah, Wiyu Ghaniy Allathif Yudistira, menyatakan kesiapannya untuk mengemban amanah yang diberikan. Dalam pidatonya, ia memaparkan visi untuk menjadikan FORDIS-PK sebagai ruang dialektika intelektual yang inklusif dan progresif bagi kalangan pemuda dan mahasiswa.

“Ini adalah amanah sekaligus tanggung jawab moral yang besar. Ke depan, FORDIS-PK harus hadir lebih inklusif dan progresif. Kita tidak hanya menjadi ‘watchdog’ konstitusi, tetapi juga mitra kritis yang mampu melahirkan kajian-kajian komprehensif untuk mencerahkan ruang publik,” kata Wiyu.

Pergantian kepemimpinan ini diharapkan membawa energi baru dalam penguatan diskursus hukum dan konstitusi di Jawa Tengah. Di tengah berbagai dinamika dan polemik hukum yang berkembang, peran pemuda dan mahasiswa dinilai strategis sebagai agen kontrol sosial.

Rapat Pimpinan tersebut kemudian ditutup dengan diskusi internal yang membahas garis besar haluan organisasi serta perumusan program kerja strategis FORDIS-PK Jawa Tengah untuk satu periode ke depan.

M. Efendi

Kang DS Dorong Disperkimtan Kabupaten Bandung, Pastikan Program Perbaikan Rumah Tepat Sasaran

Bandung – YUTELNEWS.com// Bupati Bandung Dr HM Dadang Supriatna melaksanakan inspeksi mendadak atau sidak ke Kantor Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Bandung, Soreang, pada Jumat (27/03/2026).

Di Disperkimtan, Kang DS, sapaan akrab Bupati Dadang Supriatna pastikan program perbaikan rumah tidak layak huni bagi masyarakat berjalan tepat sasaran.

Pada kesempatan itu, Kang DS menyampaikan arahannya kepada jajaran pegawai Disperkimtan Kabupaten Bandung.

Poin penting yang disampaikan Kang DS, yakni untuk memberikan solusi nyata bagi masyarakat dalam program perbaikan rumah tersebut. Salah satunya harus memperhatikan status kepemilikan lahan yang ditempati rumah warga.

“Hal itu untuk memberikan kepastian bagi masyarakat di kawasan tertentu (seperti area perkebunan) agar tetap bisa tersentuh bantuan melalui koordinasi lintas instansi,” kata Kang DS.

Bupati Kang DS juga berharap kepada Disperkimtan, terutama bagi masyarakat sebagai sasaran penerima manfaat bantuan program perbaikan rumah itu untuk memprioritaskan kualitas pembangunan.

“Saya berharap untuk penggunaan atap genteng agar hunian lebih kokoh, sejuk, dan estetik bagi penerima manfaat,” ujarnya.

Bupati Bedas ini menekankan pentingnya melakukan validasi data yang akan menerima bantuan dari program pemerintah itu.

“Hal itu untuk memastikan puluhan ribu rumah yang masuk kategori prioritas segera mendapatkan penanganan nyata secara bertahap,” harap Kang DS.

“Kita pastikan percepatan program ini menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali, termasuk pemberian kepastian bantuan bagi hunian yang sebelumnya terkendala administrasi lahan agar lebih layak dan nyaman,” ujar Bupati Bandung.

Kang DS juga mengajak kepada sejumlah pihak untuk mendukung program pemerintah, khususnya dalam program perbaikan rumah.

“Mari dukung terus upaya Pemerintah Kabupaten Bandung dalam menghadirkan hunian yang lebih baik bagi seluruh masyarakat,” katanya.

Di hadapan Kang DS, Kepala Disperkimtan Kabupaten Bandung Enjang Wahyudin memaparkan bahwa progres pembangunan fisik secara keseluruhan menunjukkan capaian yang sangat positif.

“Fokus saat ini adalah mematangkan persiapan teknis untuk peluncuran bantuan perumahan yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Bandung pada April 2026 mendatang,” kata Enjang Wahyudin.**

 

Yans.

Dari Turun – Temurun Penari Seblang Adat Desa Oleh Sari Ramai Di Padati Ribuan Pengunjung

BanyuwangiYutelnews.com||
Ritual tarian kuno Seblang Olehsari Banyuwangi, kembali digelar di Desa Olehsari, Kecamatan
Glagah. Tradisi ini bakal berlangsung selama tujuh hari berturut-turut, terhitung mulai Senin (23/3/2026).

Seblang Olehsari, warisan leluhur yang kental dengan nuansa mistis, karena sang penari dalam kondisi tidak sadar, yang dipercaya raga sang penari dirasuki oleh energi leluhur yang menuntun setiap gerakannya. Fenomena inilah yang selalu membuat bulu kuduk penonton merinding sekaligus takjub akan kekayaan spiritualitas tanah Blambangan.

Seblang digelar sebagai bentuk prosesi tolak bala sekaligus ritual bersih desa agar masyarakat terhindar dari marabahaya, yang rutin dilaksanakan tiap awal bulan Syawal.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani mengapresiasi eksistensi ritual ini. Menurutnya, kekayaan adat seperti Seblang merupakan fondasi kuat bagi identitas budaya Banyuwangi.
“Banyuwangi sangat kaya akan tradisi adat dan budayanya. Kami akan tetap berupaya melestarikan tradisi ini sebagai warisan leluhur,” kata Ipuk.

Seblang Olehsari yang digelar mulai 23 hingga 29 Maret tersebut, merupakan bagian dari Banyuwangi Attraction. “Selain menjadi telah menjadi tradisi masyarakat, Seblang telah menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berlibur di Banyuwangi selama libur lebaran ini,” tambah Ipuk.

Tahun ini yang menjadi daya tarik tersendiri salah satunya adalah sosok sang penari baru, yakni Sayu Apriliani, yang merupakan putri dari pasangan Muhammad Putra Wahyudi dan Irawati. Gadis 20 tahun tersebut, menjalani debut perdananya sebagai penari Seblang setelah menggantikan Putri Ramadhani yang telah menunaikan tugasnya selama tiga tahun terakhir.
Pemilihan penari tidak dilakukan sembarangan, melainkan melalui prosesi supranatural di mana sang penari harus memiliki garis keturunan dari para pendahulunya.

Kepala Desa Olehsari, Joko Mukhlis, mengaku bersyukur melihat antusiasme serta kelancaran acara di hari pertama. “Saya sangat bersyukur ritual adat Seblang Olehsari tahun ini berlangsung lancar. Ritual sakral ini dapat disaksikan oleh masyarakat luas, baik warga lokal maupun luar Banyuwangi,” ungkap Joko. WY

(Reporter: Didik) Editor:Darmansyah: Kabiro Natuna Yutelnews.com

Ratusan Warga Padati Open House H. Tri Rahmanto di Dayeuhkolot, Silaturahmi Lintas Kalangan Menguat di Momentum Lebaran

Bandung – YUTELNEWS.com// Tradisi silaturahmi pasca-Idulfitri kembali memperlihatkan kekuatannya dalam menyatukan masyarakat. Hal itu tampak jelas dalam gelaran open house yang diselenggarakan tokoh masyarakat sekaligus pembina Prima, H. Tri Rahmanto, di kediamannya di kawasan Lamajang Pentas, Desa Citeurep, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Minggu (22/03/2026).

Sejak pagi hingga siang hari, arus kedatangan tamu tidak pernah surut. Ratusan hingga mendekati ribuan warga dari berbagai latar belakang memadati lokasi.

Mulai dari tokoh masyarakat, pelaku usaha, insan pers, hingga warga sekitar hadir dalam suasana penuh kehangatan dan keakraban.

Open house ini bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi menjadi ruang sosial yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam suasana yang cair dan egaliter.

Tanpa sekat, semua tamu disambut hangat, mencerminkan nilai keterbukaan dan kebersamaan yang terus dijaga.

“Open house ini bukan hanya tradisi, tetapi juga bentuk rasa syukur kami sekaligus ruang untuk mempererat hubungan dengan masyarakat tanpa batas. Kebersamaan seperti inilah yang harus terus dirawat,” ujar H. Tri Rahmanto.

Kehadiran insan pers dalam kegiatan tersebut turut memperkuat sinergi antara tokoh masyarakat dan media. Interaksi yang terjalin menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi publik yang sehat dan konstruktif.

Tak hanya menjadi ajang temu kangen, kegiatan ini juga berkembang menjadi ruang dialog informal. Sejumlah tamu terlihat memanfaatkan momentum tersebut untuk berdiskusi ringan hingga membahas isu-isu sosial di lingkungan sekitar.

Suasana Lebaran semakin terasa dengan sajian khas yang disuguhkan kepada para tamu. Namun lebih dari itu, nilai utama yang mencuat adalah semangat kebersamaan, inklusivitas, serta kepedulian sosial yang kian menguat.

Di tengah dinamika kehidupan modern, kegiatan seperti ini memiliki makna strategis dalam menjaga kohesi sosial. Terlebih di wilayah Dayeuhkolot yang dikenal dengan keberagaman masyarakatnya.

Open house yang digelar H. Tri Rahmanto menjadi bukti nyata bahwa peran tokoh masyarakat tidak hanya hadir dalam ruang formal, tetapi juga aktif membangun kedekatan emosional dengan warga.

Momentum ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial semata, melainkan terus tumbuh menjadi budaya sosial yang memperkuat persatuan dan harmoni masyarakat di Kabupaten Bandung.

(Yans)

Setelah Puluhan Tahun Vakum, Takbiran dan Pawai Obor Kembali Hidupkan Lamajang Pentas.

Bandung – YUTELNEWS.com// Ribuan warga Lamajang Pentas, Desa Citeurep, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, memadati jalanan desa pada malam takbiran Idulfitri tahun ini.  Suasananya terasa berbeda lebih hidup, lebih hangat, dan penuh haru. Setelah puluhan tahun vakum, tradisi Gema Takbir yang dirangkaikan dengan pawai obor akhirnya kembali digelar.

Kegiatan ini diinisiasi oleh komunitas Perhimpunan Remaja Masjid ( Prima) bersama masyarakat setempat.  Sejak selepas salat Isya, gema takbir mulai berkumandang, menyatu dengan langkah ratusan warga yang membawa obor menyusuri jalan desa.  Cahaya api yang berkelip bukan sekadar penerang malam, tapi juga simbol kebersamaan yang kembali menyala.

Ketua Prima Hendra menegaskan, kegiatan ini bukan hanya seremonial. Lebih dari itu, ini adalah upaya menghidupkan kembali tradisi yang pernah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat. Pawai obor, kata dia, adalah simbol semangat, persatuan, dan cahaya keimanan yang sempat redup.

Antusiasme warga terlihat jelas. Anak-anak, remaja, hingga orang tua tumpah ruah ikut dalam barisan.  Tidak hanya meramaikan malam takbiran, kegiatan ini juga menjadi ruang belajar bagi generasi muda untuk mengenal nilai-nilai tradisi Islami yang sarat makna.

Tokoh Masyarakat Dayeuhkolot Tri Rahmanto pun memberikan apresiasi. Ia menilai inisiatif ini berhasil membangkitkan kembali semangat religius dan gotong royong warga. Harapannya sederhana tapi tegas: kegiatan seperti ini harus terus ada, bukan sekali lalu hilang.

Malam itu, Prima Lamajang Pentas tidak hanya merayakan kemenangan.  Mereka menyalakan kembali sesuatu yang lebih penting tradisi, kebersamaan, dan ingatan kolektif yang nyaris padam.

 

Yans.

Raih Keberkahan Ramadhan, Ketua Karta Lembayung Sari, Irvan Permana Bersama Para Anggota Santuni Anak Yatim Piatu,Duafa di Bojong Citepus.

Bandung – YUTELNEWS.com// Momentum bulan suci Ramadan dimanfaatkan untuk berbagi dan menebar kebaikan. Ketua Karang Taruna Lembayung Sari 09 Irvan Permana beserta menggelar kegiatan santunan bagi anak-anak yatim piatu di kediamannya wilayah Bojong Citepus, Desa Cangkuang Wetan, Kecamatan Dayeuhkolot,Kabupaten Bandung. pada Rabu (18/03/2026) sore.

Suasana penuh kehangatan tampak dalam kegiatan tersebut. Berbagi mendatangi anak yatim dan jompo yang terlihat bahagia yang menerima santunan, sekaligus merasakan kebersamaan di bulan ramadhan penuh berkah ini.

“Alhamdulillah, sore ini kita bisa menemui langsung untuk bersilaturahmi dengan anak-anak yatim dan jompo. Mereka adalah anak-anak yang sangat disayangi oleh Rasulullah SAW,” ujar irvan permana.

Ia menegaskan bahwa kepedulian terhadap anak yatim dan jompo bukan hanya bentuk ibadah, tetapi juga tanggung jawab sosial bersama.

Menurutnya, berbagi rezeki di bulan Ramadhan ini menjadi salah satu cara untuk menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan.

“Semoga santunan ini dapat memberikan kebahagiaan, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri,” tambahnya.

Kegiatan tersebut juga menjadi wujud nyata dalam meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW, yang senantiasa mengajarkan umatnya untuk menyayangi dan memperhatikan anak-anak yatim dan kaum jompo.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat berbagi dan kepedulian sosial berkelanjutan ini terus tumbuh di tengah masyarakat, khususnya dalam memaknai keberkahan Ramadan. Aamiin YRA.

 

 

Yans

Menganyam Kepedulian di Bulan Suci: JAJAKA Pondok Melati Hadirkan Senyum untuk Yatim dan Dhuafa”.

YUTELNEWS.COM- KOTA BEKASI ||Ramadhan 1447 Hijriah kembali menjadi ruang terbaik untuk menanam kebaikan dan memetik keberkahan.

Dalam semangat itulah, JAJAKA DPC Pondok Melati menggelar kegiatan santunan bagi anak yatim dan dhuafa sebagai wujud nyata kepedulian sosial yang terus dijaga dari tahun ke tahun, 18 Maret 2026.

Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan cerminan nilai kebersamaan yang tumbuh kuat di tengah organisasi.

Di balik setiap bantuan yang disalurkan, tersimpan niat tulus dari para anggota untuk berbagi kebahagiaan, menghadirkan harapan, serta mempererat tali kemanusiaan—terutama di bulan yang penuh rahmat dan ampunan ini.
Sejak awal persiapan, suasana gotong royong sudah begitu terasa.

Para rekan JAJAKA saling bahu-membahu, mulai dari penggalangan donasi, penyusunan acara, hingga pelaksanaan kegiatan di lapangan.

Setiap proses dilalui dengan keikhlasan, menjadikan kegiatan ini tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga penuh makna.
Dalam balutan suasana hangat dan penuh kekeluargaan, santunan diserahkan kepada anak-anak yatim dan kaum dhuafa.

Senyum yang terukir di wajah mereka menjadi bukti bahwa kepedulian sekecil apa pun mampu menghadirkan kebahagiaan yang besar. Bukan hanya bantuan materi yang diberikan, tetapi juga doa, perhatian, dan rasa bahwa mereka tidak sendiri.

Ketua JAJAKA DPC Pondok Melati, Subur Hermawan, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini dengan baik.
“Alhamdulillah, kegiatan hari ini dapat berjalan dengan lancar.

Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh rekan-rekan JAJAKA yang telah membantu, baik secara materi maupun tenaga. Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan yang telah diberikan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa meskipun kehadiran belum sepenuhnya lengkap, hal tersebut tidak mengurangi semangat dan komitmen untuk terus menjalankan agenda tahunan ini.

“Meskipun yang hadir belum semuanya lengkap, namun tidak mengurangi semangat kita untuk tetap melaksanakan kegiatan ini.

Justru ini menjadi motivasi agar ke depan kita bisa lebih solid dan menghadirkan kegiatan yang lebih meriah lagi,” tambahnya penuh harap. Aamiin YRA.

Di akhir kegiatan, segenap panitia turut menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan yang mungkin terjadi selama pelaksanaan.

“Kami memohon dibukakan pintu maaf yang seluas-luasnya apabila dalam kegiatan ini terdapat kekurangan, baik dalam hal apa pun. Kami menyadari bahwa kekurangan datang dari kami, dan kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT. Mohon maaf lahir dan batin,” tutupnya.

Kegiatan santunan ini menjadi bukti bahwa kekuatan kebersamaan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi sesama.

Tidak hanya meringankan beban mereka yang menerima, tetapi juga menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya berbagi, peduli, dan saling menguatkan.

Semoga apa yang telah dilakukan menjadi amal jariyah yang terus mengalir, membawa keberkahan bagi semua pihak yang terlibat.

Dan semoga di Ramadhan yang akan datang, semangat berbagi ini semakin besar, semakin luas, serta mampu menjangkau lebih banyak lagi saudara-saudara yang membutuhkan.

Karena sejatinya, kepedulian adalah jembatan yang menghubungkan hati manusia dalam satu tujuan: kebaikan dan keberkahan.
Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin

(Wowo)

Diserbu Warga Sejak Pagi, Bazar Sembako Murah Remaja Masjid An-Nur Sedanau Jadi Penopang di Tengah Himpitan Ekonomi

YUTELNEWS.COM
SEDANAU NATUNA || Antusiasme warga terlihat sejak pagi saat Remaja Masjid Besar An-Nur Sedanau menggelar Bazar Sembako Murah, Selasa (17/3/2026), di halaman Masjid Besar An-Nur Sedanau. Kegiatan ini langsung diserbu masyarakat yang ingin mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau di tengah meningkatnya tekanan ekonomi.

Bazar ini menjadi bukti nyata kepedulian generasi muda terhadap kondisi sosial di lingkungannya. Sejumlah bahan pokok disediakan dengan harga di bawah pasaran, sehingga meringankan beban masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Masjid Besar An-Nur Sedanau, H. Endang Firdaus, S.Ag., pembina remaja, jajaran pengurus, serta jamaah dan masyarakat setempat. Dalam sambutannya, H. Endang Firdaus menyampaikan apresiasi atas inisiatif para remaja masjid yang dinilai mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.

“Ini bukan sekadar kegiatan bazar, tetapi juga bentuk kepedulian sosial yang patut diapresiasi. Remaja masjid telah menunjukkan peran penting dalam membantu masyarakat,” ujarnya.

Selain membantu masyarakat memperoleh sembako murah, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi generasi muda untuk menumbuhkan nilai kepedulian, empati, dan semangat berbagi. Peran Kantor Urusan Agama (KUA) Bunguran Barat turut mendukung melalui pembinaan keagamaan yang selama ini diberikan kepada para remaja.

Melalui bimbingan tersebut, remaja masjid tidak hanya aktif dalam kegiatan ibadah, tetapi juga semakin terdorong untuk berkontribusi dalam kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Manfaat bazar ini pun dirasakan langsung oleh warga. Banyak di antaranya mengaku sangat terbantu dengan adanya sembako murah, terutama di tengah kebutuhan ekonomi yang terus meningkat.

“Kami sangat terbantu. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus diadakan dan jumlahnya ditambah,” ungkap salah seorang warga.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Remaja Masjid Besar An-Nur Sedanau kembali menegaskan perannya sebagai motor penggerak kepedulian sosial. Tidak hanya memperkuat nilai-nilai keagamaan, tetapi juga menghadirkan aksi nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat luas.

(Redaksi)
Editor: Darmansyah,Kabiro Yutelnews com

Aksi Gotong Royong Sambut Idul Fitri, Nanang Kosim Bangga pada Kekompakan DPC Pondok Gede.

YUTELNEWS.COMKOTA BEKASI ||Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah, semangat kebersamaan terlihat nyata di wilayah Pondok Gede, 17 Maret 2026.

Para kader DPC Partai Gerakan Rakyat Pondok Gede bersama simpatisan Anies Baswedan atau yang akrab disapa Abah Anies, bergerak bersama memasang banner ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri di sejumlah titik strategis.

Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Ketua DPD Partai Gerakan Rakyat Kota Bekasi, Nanang Kosim, yang menilai langkah tersebut sebagai bentuk nyata semangat kebersamaan dan kepedulian kader terhadap masyarakat.

Menurut Nanang Kosim, kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa kekuatan sebuah gerakan tidak hanya dibangun melalui kegiatan organisasi semata, tetapi juga melalui aksi sosial yang mempererat hubungan antara kader dan masyarakat.

“Semangat gotong royong yang ditunjukkan oleh DPC Pondok Gede dan para simpatisan Abah Anies patut diapresiasi. Ini menunjukkan bahwa kebersamaan dan solidaritas masih menjadi nilai utama dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Nanang Kosim.

Pemasangan banner Idul Fitri itu sendiri menjadi bagian dari upaya menyemarakkan suasana hari raya di tengah masyarakat. Banner yang terpasang di sejumlah titik wilayah Pondok Gede tidak hanya menjadi simbol ucapan selamat, tetapi juga mengandung pesan persaudaraan dan harapan akan kehidupan yang lebih harmonis.

Nanang Kosim berharap kegiatan seperti ini dapat terus menjadi tradisi positif yang memperkuat hubungan antara kader, simpatisan, dan masyarakat luas.

Baginya, momentum Idul Fitri adalah waktu yang tepat untuk mempererat silaturahmi, menumbuhkan rasa saling menghormati, serta memperkuat semangat persatuan.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat menjadikan hari kemenangan sebagai momentum untuk membuka lembaran baru dengan hati yang lebih bersih, pikiran yang lebih jernih, serta semangat kebersamaan yang lebih kuat.

Dengan datangnya Idul Fitri 1447 H, diharapkan nilai-nilai persaudaraan, kepedulian, dan kebersamaan yang telah terbangun dapat terus terjaga dan menjadi kekuatan dalam membangun kehidupan sosial yang lebih rukun dan damai di tengah masyarakat.

Wowo

Di Hari ke-25 Ramadhan 1447 H, Hadiat dan Istri Berbagi Kasih dengan Anak Yatim dan Jompo

Di Hari ke-25 Ramadhan 1447 H, Hadiat dan Istri Berbagi Kasih dengan Anak Yatim dan Jompo

 

Bandung — YUTELNEWS.com// Tepat hari ke-25 bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, suasana penuh kehangatan dan haru terasa di kawasan 8 Park Cluster, Desa Parung Serab, Kecamatan Soreang, Minggu (15/3/2026). Di kediamannya, Anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi PKB Daerah Pemilihan (Dapil) 1, Hadiat, S.Pd.I., bersama keluarga menggelar kegiatan silaturahmi Ramadhan bertajuk “Berbagi Kasih di Bulan Suci.”

Kegiatan tersebut bukan sekadar acara buka puasa bersama. Di baliknya tersimpan pesan kepedulian yang mendalam tentang arti berbagi dan pentingnya menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan perhatian serta kasih sayang, terutama di bulan suci yang penuh keberkahan ini.

Menurut Hadiat, berbagi dengan anak-anak yatim dan para jompo bukanlah kegiatan seremonial semata. Ia menyebut kegiatan tersebut sudah menjadi komitmen moral dirinya beserta istrinya, yang dijaga setiap Ramadhan sebagai wujud rasa syukur sekaligus ikhtiar menghadirkan manfaat bagi sesama.

“Alhamdulillah kegiatan ini sudah memasuki tahun keempat. Kami ingin menjadikan Ramadhan sebagai ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim dan para jompo. Insya Allah selama kami diberi kemampuan, kegiatan ini akan terus kami lakukan setiap tahun,” ujar Hadiat.

Politisi yang juga menjabat sebagai Bendahara DPC PKB Kabupaten Bandung itu menilai bahwa kepedulian sosial harus terus ditumbuhkan di tengah masyarakat. Baginya, semangat berbagi yang lahir dari nilai-nilai kemanusiaan dan ajaran agama harus menjadi budaya yang hidup, terutama di bulan suci Ramadhan.

Lebih jauh, Hadiat juga memiliki gagasan untuk membangun gerakan kepedulian yang lebih luas terhadap anak-anak yatim di Kabupaten Bandung melalui program orang tua asuh atau bapak asuh. Ia berharap kegiatan santunan seperti ini tidak hanya berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi berkembang menjadi gerakan sosial yang berkelanjutan.

“Saya punya keinginan sederhana, mudah-mudahan ke depan kita bisa mengajak saudara-saudara di PKB dan para donatur untuk menjadi orang tua asuh/bapak asuh bagi anak-anak yatim di Kabupaten Bandung. Kalau bisa satu orang tua asuh membina sekitar sepuluh anak yatim piatu atau juga para jompo, sehingga mereka tidak hanya mendapatkan bantuan materi, tetapi juga perhatian dan kasih sayang,” tutur Hadiat.

Hadiat menegaskan bahwa Ramadhan adalah momentum terbaik untuk memperbanyak amal dan menumbuhkan semangat berbakti kepada sesama. Ia menambahkan bahwa nilai kepedulian sosial yang diajarkan dalam Islam juga sejalan dengan semangat perjuangan PKB yang menempatkan kemanusiaan dan kebersamaan sebagai landasan perjuangan.

“Semangat inilah yang juga menjadi ruh perjuangan PKB, yaitu hadir di tengah masyarakat, merawat kepedulian, dan memastikan tidak ada saudara kita yang merasa sendirian dalam menghadapi kehidupan,” pungkasnya.***

 

Yans.

Bedas Pisan! Insan Pers Kolaborasi Dengan RW 04 Mulyasari Gandasari, Ngabuburit Bareng’ Si Cepot, Berbagi Takjil dan Santunan Anak Yatim.

Bandung – YUTELNEWS.com// Kampung Mulyasari RW 04 Desa Gandasari menggelar acara Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim pada bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. di Lapangan Toktak Sebelah Mesjid Umar Bin Khattab.”Kegiatan ini berlangsung dengan penuh kebersamaan dan kepedulian sosial, dihadiri oleh pengurus wilayah, tokoh masyarakat, serta para Ketua RT, Insan Pers.

Acara diawali dengan sambutan dari Ketua PWI Kabupaten Bandung H.Asep Syahrial yang diwakili Apih Igun yang menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap anak-anak yatim piatu di lingkungan RW 04 Kampung Mulyasari, Desa Gandasari, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung . padab Sabtu (14/03/2026)

“Kami ingin berbagi kebahagiaan dengan saudara-saudara kita yang membutuhkan, khususnya anak-anak yatim. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat dan menjadi berkah bagi kita semua di bulan yang penuh rahmat ini,” ujar Apih Igun

Di tempat yang sama, Ketua RW 04, Dadang Ongky juga dalam sambutannya mengapresiasi inisiatif Karang taruna RW 04 dan seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. “Saya sangat bangga dengan semangat gotong royong warga RW 04, terutama Karang taruna yang terus aktif dalam kegiatan sosial. Semoga kebaikan ini terus berlanjut dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” ucapnya ketua Rw Dadang Ongky

Sementara Kades Gandasari Rizal Solihin, juga memberikan pernyataan mengenai pentingnya kolaborasi antara Karang taruna, Masyarakat dan pemerintah, awak media dalam menciptakan lingkungan yang harmonis.

“Sinergi antara Karang taruna, masyarakat pengurus wilayah, dan warga sangat penting untuk membangun lingkungan yang peduli dan solid. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan dan menjadi inspirasi bagi komunitas lainnya,” ujar Rizal Solihin.

Pada sore di kampung Mulyasari terasa berbeda. Menjelang waktu berbuka puasa, tawa dan tepuk tangan warga pecah saat tokoh wayang Cepot tampil dalam gelaran “Cepot Ngabuburit”,

Kegiatan yang digelar di Kampung Mulyasari RW 04 itu menjadi bagian dari penguatan Ekosistem budaya hiburan, pertunjukan tersebut memadukan seni, dakwah, dan refleksi spiritual Ramadhan.

Dalang Yuda Deden Kosasih Sunarya menghidupkan suasana lewat dialog khas Sunda yang sarat pesan moral. Materi pertunjukan mengangkat pentingnya budaya dan nilai-nilai Islam yang saling menguatkan dan melengkapi dalam kehidupan masyarakat.

Acara ini diakhiri dengan pembagian santunan kepada 28 anak yatim piatu se-Rw 04 serta Tausiyah bersama yang dipimpin oleh Ustad Jahrudin

Kehadiran para tokoh masyarakat dan pengurus wilayah menambah kekhidmatan acara ini, menunjukkan bahwa semangat kebersamaan dan kepedulian sosial masih sangat kuat di tengah masyarakat.

 

Yans.

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.