KDS Apresiasi Kahatek Siapkan Lahan 1,4 Hektare untuk Pembangunan Polder Banjir Sukamanah

Bandung – YUTELNEWS.com// Upaya Bupati Bandung Dadang Supriatna untuk membuat polder retensi banjir di wilayah timur Kabupaten Bandung menghasilkan progres yang cukup menggembirakan.

Dalam kunjungan lapangan dalam rangka proses pengendalian banjir dan koordinasi lanjutan rencana pembangunan danau/polder banjir, di PT Kahatek Solokanjeruk, Bupati Kang Dadang Supriatna (KDS) mengungkapkan sudah ada kesepakatan antara Kahatex dan Pemkab Bandung sehingga pembangunan polder bisa lebih cepat terealisasi.

“Insya Allah, setelah pertemuan ini akan lebih cepat terealisasi untuk mulai dibangun konstruksinya di Desa Sukamanah kemungkinan di bulan Juli. Sehingga banjir di wilayah Solokanjeruk khususnya bisa ditekan,” kata KDS seusai pertemuan, pada Rabu (06/05/2026).

Sementara itu untuk progres normalisasi Sungai Cisunggalah, KDS menyebut ada 72 jembatan di sepanjang DAS Cisunggalah bakal dibongkar, diganti dengan 15 jembatan baru.

“Semua ini tentunya memerlukan biaya dan dengan kolaborasi pentahelix, insyaAllah semuanya akan teratasi. Doakan saja semoga lancar semua apa yang kita upayakan ini,” ucapnya.

Ia menyebut untuk pembangunan danau dengan total luas 11 hektare ini membutuhkan anggaran antara lain di Desa Sukamanah Kecamatan Rancaekek sebesar Rp46 miliar dan Desa Tegalluar Kecamatan Bojongsoang juga Rp46 miliar. Sedangkan anggaran untuk normalisasi Sungai Cisunggalah sebesar Rp121 miliar.

“Alhamdulillah, pengajuan anggarannya ke Kementerian PU sudah disetujui,” ucapnya.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bandung, Ben Indra Agusta menandaskan, penyediaan lahan untuk danau retensi atau penampungan air sebagai upaya penanganan banjir sudah merupakan kewajiban perusahaan.

Kewajiban ini tercantum dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2024 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bandung, khususnya Pasal 63 Ayat 3 agar perusahaan bersedia untuk menyediakan 10% lahan dari total luas lahan atau lokasi yang digunakan perusahaan dan mendapatkan izin dari Pemkab Bandung .

“Respon PT Kahatex sudah bagus atas kewajiban mereka untuk menyediakan lahan seluas 1,46 hektare,” kata Ben.

Ditanya mengenai sanksi bagi perusahaan yang tidak dapat memenuhi kewajibannya, Ben menjawab pihaknya akan mengevaluasi perizinan lokasi yang telah diberikan Pemkab Bandung.

“Pemkab Bandung akan menertibkan perusahaan yang mengabaikan kewajiban ini. Bahkan sanksinya akan mengevaluasi perizinan yang sudah diberikan, sesuai tata ruang yang sudah ditetapkan perda,” tandas Ben.

Sementara itu Manajer Umum Bidang Humas dan Lingkungan di PT Kahatex, Luddy Sutedja menyatakan pihaknya siap mendukung upaya pembangunan polder retensi ini.

“Sesuai yang disampaikan pimpinan perusahaan, intinya kami kooperatif dan setuju ingin membantu penyediaan lahan untuk pembangunan polder banjir ini dengan menyiapkan lahan 1,4 hektare sesuai kewajiban yang ditetapkan di dalam perda,” kata Luddy.(*)

Yans.

Semangat Bedas! Pentahelix Dayeuhkolot Kebut Laksanakan Normalisasi dan Pengerukan Drainase diTiga Wilayah RW Dayeuhkolot.

Kab.Bandung – YUTELNEWS.com// Semangat gotong royong dan kebersamaan atau yang dikenal dengan semangat “Bedas” kembali ditunjukkan oleh Pentahelix Kecamatan Dayeuhkolot. Kali ini, seluruh elemen bersatu padu merespon cepat kebutuhan masyarakat dengan melaksanakan kegiatan normalisasi dan pengerukan saluran drainase di tiga wilayah RW, Desa Dayeuhkolot, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.pada Rabu (06/05/2026).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi sebelumnya yang menyoroti kondisi saluran air yang sudah tertimbun lumpur dan sampah. “Dengan semangat Bedas yang menjadi ciri khas kebersamaan di pentahelix Dayeuhkolot, seluruh pihak sepakat untuk bahu-membahu memastikan aliran air kembali lancar dan lingkungan menjadi lebih sehat.

“Kami mengusung semangat Bedas (Bersama Membangun) dalam setiap kegiatan. Melalui sinergi Pentahelix, kita hadir langsung menjawab keluhan masyarakat terkait masalah drainase di tiga RW ini. Pengerukan dan normalisasi ini sangat penting dilakukan agar tidak terjadi genangan air yang mengganggu aktivitas warga,” ujar salah satu penggagas kegiatan pentahelix.

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan bahwa keterlibatan berbagai unsur mulai dari pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat hingga menjadi kunci keberhasilan program ini. Diharapkan dengan adanya perbaikan saluran air ini, risiko banjir dapat diminimalisir dan kenyamanan warga dapat terjaga.

“Semoga dengan semangat kebersamaan ini, pekerjaan dapat berjalan lancar, aman, dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat luas di Dayeuhkolot,” tambahnya.

Kegiatan fisik pengerukan aliran dranase ini dilaksanakan dengan melibatkan partisipasi aktif warga setempat.

Yans.

Kepala Desa Dayeuhkolot Y.Setiana A.md, Terima Kunjungan Kerja Kabid Dinsos dan Perwakilan Kemenos, Brin.

Kab.Bandung –YUTELNEWS.com// Kepala Desa Dayeuhkolot Y Setiana A.md menerima kunjungan kerja dari Kepala Bidang (Kabid) Dinas Sosial (Dinsos) beserta jajaran, serta perwakilan dari Kementerian Sosial (Kemensos) serta Brin . Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka koordinasi dan peninjauan program kesejahteraan sosial yang berjalan di wilayah tersebut, pada Selasa (05/05/2026).

Kedatangan rombongan Dinsos kabupaten bandung, Kemensos dan Brin disambut langsung oleh Kepala Desa Dayeuhkolot beserta perangkat desa. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas berbagai hal terkait penanganan masalah sosial, penyaluran bantuan sosial, serta upaya pemenuhan hak-hak masyarakat yang membutuhkan perlindungan dan penanganan khusus.

Kepala Desa Dayeuhkolot Y Setiana A.md menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan oleh Dinas Sosial Kabupaten Bandung maupun Kementerian Sosial serta Brin terhadap masyarakat desanya. Ia juga berharap kunjungan ini dapat mempererat koordinasi sehingga berbagai program bantuan dapat tersalurkan dengan tepat sasaran dan tepat waktu.

“Kami sangat mengapresiasi kunjungan dari Kabid Dinsos dan tim Kementerian Sosial, Brin hari ini. Sinergi yang baik antara pemerintah desa dengan instansi terkait sangat penting demi memastikan warga yang membutuhkan mendapatkan pelayanan dan perlindungan sosial yang maksimal,” ujar Kades Dayeuhkolot yayan.

Sementara itu, Kabid Dinsos Jajang Priatna dalam kesempatannya menyampaikan bahwa dari dinsos kabupaten bandung untuk pendampingan kunjungan kemensos dan Brin di dua titik soreang dan dayeuhkolot , dan kunjungan ini juga bertujuan untuk menyerap aspirasi serta melihat langsung kondisi di lapangan. Hal ini dilakukan agar kebijakan dan program yang dirancang ke depannya dapat lebih sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat.

Dinas sosial Kabupaten Bandung juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung percepatan penanganan masalah sosial di daerah, termasuk memastikan data penerima manfaat selalu akurat dan terbarukan.

Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan konstruktif, diakhiri dengan harapan agar kerjasama yang terjalin dapat terus ditingkatkan demi kesejahteraan bersama.

Yans.

Kab.Bandung – YUTELNEWS.com// Kepala Desa Dayeuhkolot Y Setiana A.md menerima kunjungan kerja dari Kepala Bidang (Kabid) Dinas Sosial (Dinsos) beserta jajaran, serta perwakilan dari Kementerian Sosial (Kemensos) serta Brin . Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka koordinasi dan peninjauan program kesejahteraan sosial yang berjalan di wilayah tersebut, pada Selasa (05/05/2026).

Kedatangan rombongan Dinsos kabupaten bandung, Kemensos dan Brin disambut langsung oleh Kepala Desa Dayeuhkolot beserta perangkat desa. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas berbagai hal terkait penanganan masalah sosial, penyaluran bantuan sosial, serta upaya pemenuhan hak-hak masyarakat yang membutuhkan perlindungan dan penanganan khusus.

Kepala Desa Dayeuhkolot Y Setiana A.md menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan oleh Dinas Sosial Kabupaten Bandung maupun Kementerian Sosial serta Brin terhadap masyarakat desanya. Ia juga berharap kunjungan ini dapat mempererat koordinasi sehingga berbagai program bantuan dapat tersalurkan dengan tepat sasaran dan tepat waktu.

“Kami sangat mengapresiasi kunjungan dari Kabid Dinsos dan tim Kementerian Sosial, Brin hari ini. Sinergi yang baik antara pemerintah desa dengan instansi terkait sangat penting demi memastikan warga yang membutuhkan mendapatkan pelayanan dan perlindungan sosial yang maksimal,” ujar Kades Dayeuhkolot yayan.

Sementara itu, Kabid Dinsos Jajang Priatna dalam kesempatannya menyampaikan bahwa dari dinsos kabupaten bandung untuk pendampingan kunjungan kemensos dan Brin di dua titik soreang dan dayeuhkolot , dan kunjungan ini juga bertujuan untuk menyerap aspirasi serta melihat langsung kondisi di lapangan. Hal ini dilakukan agar kebijakan dan program yang dirancang ke depannya dapat lebih sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat.

Dinas sosial Kabupaten Bandung juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung percepatan penanganan masalah sosial di daerah, termasuk memastikan data penerima manfaat selalu akurat dan terbarukan.

Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan konstruktif, diakhiri dengan harapan agar kerjasama yang terjalin dapat terus ditingkatkan demi kesejahteraan bersama.

Yans.

Persiapan Normalisasi Cipalasari, Elemen Pentahelix Dayeuhkolot Tebas Ranting Pohon Pengganggu

Kab.Bandung –YUTELNEWS.com// Upaya persiapan untuk kegiatan normalisasi Sungai Cipalasari terus dilakukan oleh unsur Pentahelix Dayeuhkolot. Pada Minggu (03/05/2026), sekitar pukul 10.30 WIB, terlihat aksi nyata berupa pemangkasan pohon dan ranting yang dianggap mengganggu diatas aliran air serta akses di sekitar bantaran sungai.

Kegiatan ini merupakan langkah yang sangat penting sebelum dilakukannya pengerukan atau perbaikan saluran air secara menyeluruh. Pohon-pohon yang tumbuh lebat dan ranting yang menjalar ke arah atas aliran sungai berpotensi menjadi pengganggu acara pengerukan tiba.

-Sinergi Pentahelix Bergerak Cepat

Melalui konsep kerjasama Pentahelix yang melibatkan Kolaborasi bersama Dinas BPBD Kabupaten Bandung, Prima dan masyarakat, upaya pembersihan ini berjalan lancar dan tertib. Para personel terlihat bekerja sama memotong dahan dan ranting yang rimbun agar area sungai menjadi lebih bersih dan lebar.

KetuanPentahelix dayeuhkolot Tri Rahmanto pun menyatakan, bahwa Kami melakukan pemangkasan ini sebagai persiapan utama sebelum normalisasi sungai cipqlqsari dilakukan. Tujuannya agar nantinya pekerjaan normalisasi bisa berjalan maksimal dan menjadi lebih lancar, sehingga risiko banjir di wilayah Dayeuhkolot dapat diminimalisir,” ujar ketua Tri Rahmanto di lapangan.

-Wujud Komitmen Kenyamanan Warga

Warga sekitar menyambut baik langkah cepat yang dilakukan ini. Mereka berharap setelah pemotongan ranting dan rencana pembersihan dan normalisasi sampai selesai, kondisi lingkungan menjadi lebih baik dan tidak lagi terancam genangan air saat hujan deras.

Hingga saat ini, kegiatan persiapan terus berlanjut dengan fokus pemotongan ranting dan membersihkan seluruh vegetasi yang menghalangi. Diharapkan dengan sungai yang bersih dan normalisasi yang baik, kualitas hidup masyarakat di sekitar Cipalasari dapat meningkat signifikan.

Yans.

Presiden GANN Sanghaji Bima: Kolaborasi Masyarakat Kunci Cegah Narkoba

Jakartayutelnews.com ||
Penyalahgunaan narkoba masih menjadi tantangan serius di Indonesia. Berbagai upaya terus dilakukan untuk menekan peredaran dan dampak negatifnya, baik oleh pemerintah maupun masyarakat. Menghadapi narkoba membutuhkan pendekatan yang komprehensif dan terintegrasi agar hasilnya efektif dan berkelanjutan.

Cara Menghadapi Narkoba Secara Komprehensif dan Terintegrasi

Menghadapi narkoba memerlukan pendekatan yang komprehensif dan terintegrasi. Langkah pertama yang dinilai penting adalah meningkatkan pendidikan dan kesadaran masyarakat tentang bahaya narkoba melalui edukasi dan kampanye informasi. Hal ini diharapkan mampu mencegah penyalahgunaan sejak dini.

Selain itu, membangun hubungan yang sehat dengan keluarga, teman, dan komunitas menjadi faktor penting dalam membentengi diri dari pengaruh negatif. Aktivitas positif seperti olahraga, seni, atau kegiatan sosial juga berperan sebagai alternatif yang produktif.

Bagi individu yang telah terjerumus, mencari bantuan profesional dari dokter, konselor, atau lembaga rehabilitasi sangat penting. Di sisi lain, meningkatkan ketahanan mental dan kemampuan mengatasi stres juga diperlukan agar seseorang mampu menghadapi tekanan tanpa bergantung pada narkoba.

Menghindari lingkungan berisiko tinggi, seperti pergaulan yang tidak sehat atau tempat-tempat yang rawan penyalahgunaan, menjadi langkah strategis dalam pencegahan.

Peran Generasi Anti Narkotika Nasional (GANN)

Generasi Anti Narkotika Nasional (GANN), adalah sebuah lembaga swadaya masyarakat yang berbasis MASSA. GANN lahir dan bangkit dari keprihatinan, serta rasa sayang orang tua terhadap anak. Dimana setiap orang tua pasti menginginkan anaknya sukses di kemudian hari.

Namun dengan fenomena yang ada sekarang di Indonesia yang sudah dinyatakan darurat narkoba, maka mustahil akan terwujud semua cita-citanya.

GANN adalah swadaya masyarakat berbasis MASSA, dimana kita mengharapkan seluruh lapisan masyarakat untuk secara bersama-sama dalam menumpas peredaran gelap narkoba.

Tujuan GANN Adalah berusaha membantu program pemerintah dalam pencegahan pemberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Minimal di lingkungan terdekat kita agar generasi penerus kita yg merupakan anak cucu kita bisa menjadi generasi emas generasi yang bebas dari narkoba.

Fungsi GANN adalah membantu pemerintah dalam hal Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) yang sudah menjadi fenomena di Indonesia.

Tugas pokok GANN adalah memberikan pemahaman dan penyuluhan kepada masyarakat, terutama kepada siswa-siswi SMP, SMA dan lain-lain, agar mengetahui bahaya daripada penggunaan narkoba sejak dini.

Wewenang GANN adalah untuk membantu meringankan tugas aparat, terkait dalam penanganan dan penanggulangan permasalahan narkotika, serta membangun sinergitas yang baik dengan seluruh instansi-instansi pemerintah, termasuk dengan TNI dan Polri, ataupun BNN.

Dalam hal anggaran GANN sudah jelas didalam APBN dan APBD, terdapat alokasi dana untuk penanggulangan permasalahan narkoba dengan demikian GANN akan mewujudkan kerja nyata, agar dana tersebut bisa dikeluarkan untuk semua kegiatan GANN.

Sifat organisasi GANN adalah lembaga Swadaya masyarakat yang berbasis massa. Kemudian kata Swadaya, berarti independent. Tetapi kita menjalin sinergitas dengan BNN, TNI dan POLRI, serta instansi terkait lainnya, termasuk Kementrian Kesehatan (Kemenkes), Pendidikan Nasional dan BPOM.

Visi dan Misi Terbentuknya GANN

Visi :

GANN berupaya untuk terus melakukan kegiatan dalam berperan memerangi, memberantas dan mencegah peredaran, serta penyalahgunaan narkoba.

Misi :

1. Meningkatkan fungsi dan peranan lembaga, serta kualitas sumber daya manusia.

2. Membantu meningkatkan penegakan hukum tentang penyalahgunaan narkoba.

3. Meningkatkan peran masyarakat untuk bersama memerangi, memberantas, mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

4. Bersama dengan organisasi kemasyarakatan, lembaga keagamaan, tokoh masyarakat, instansi dan lembaga pemerintahan untuk melakukan upaya penanggulangan peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

5. Demi menyelamatkan anak Bangsa dari maraknya peredaran Narkotika yang sudah merambah ke kampung-kampung dan setiap pelosok daerah.

Selain itu, GANN juga mengajak pada seluruh Instansi Pemerintah, LSM, Organisasi dan masyarakat Indonesia, untuk bersama-sama dalam mencegah peredaran Narkoba.

Ajakan Bersama untuk Indonesia Bebas Narkoba

Dengan pendekatan yang komprehensif dan terintegrasi, serta keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Dalam keterangannya, Presiden GANN Sanghaji Bima menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman narkoba.

“Perang terhadap narkoba bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau aparat penegak hukum, tetapi tanggung jawab kita semua sebagai masyarakat. GANN hadir untuk mengajak seluruh elemen bangsa bergerak bersama, memperkuat edukasi, dan membangun kesadaran kolektif demi menyelamatkan generasi penerus dari bahaya narkotika,” ujarnya. Sabtu (2/5/2026).

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan berbagai lembaga menjadi fondasi penting dalam menciptakan Indonesia yang bebas dari penyalahgunaan narkoba.|| TIM

Peninjauan Lahan Danau, KDS: Tangani Banjir Tegalluar Ada Beberapa Opsi yang Akan Dilaksanakan

KAB.BANDUNG – YUTELNEWS.com// Bupati Bandung Dr H.M Dadang Supriatna melaksanakan peninjauan sejumlah lokasi yang akan dibangun danau atau kolam retensi di kawasan Desa Tegalluar Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung, pada Jumat (01/05/2026). Rencana pembangunan danau itu untuk mengatasi atau menanggulangi banjir yang terjadi di kawasan Tegalluar.

Saat melaksanakan peninjauan lahan itu, KDS, sapaan akrab Bupati Dadang Supriatna didampingi Anggota Komisi IX DPR RI H. Asep Romy Romaya, keduanya adalah putra daerah Desa Tegalluar. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung Zeis Zultaqawa, Kepala DPMPTSP Kabupaten Bandung Ben Indra Agusta, Kepala Satpol Kabupaten Bandung Uwais Qorni, dan Kepala Disperkimtan Kabupaten Bandung Enjang Wahyudin turut mendampingi Bupati KDS.

Kepala Desa Tegalluar Galih Hendrawan beserta sejumlah tokoh masyarakat dan Ketua RW juga turut hadir dalam peninjauan lahan yang akan dibangun danau buatan maupun kolam retensi tersebut.

“Hari ini, kita mengecek lapangan, supaya Tegalluar tidak banjir lagi,” kata Bupati KDS di sela-sela meninjau lokasi pembangunan danau di Desa Tegalluar.

Bupati Bandung menengaskan dalam penanganan banjir di Desa Tegalluar ada beberapa opsi yang akan dilaksanakan. Pertama, setelah berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, jalan provinsi di kawasan Tegalluar itu akan ditinggikan pembangunannya.

“Insya Allah tahun ini kurang lebih sepanjang 1 km oleh Dinas Binamarga Provinsi Jawa Barat. Menteri Pekerjaan Umum (PU) sudah setuju dan siap menganggarkan untuk pembangunan danau, salah satunya di Desa Tegalluar,” katanya.

KDS mengatakan pertemuan dengan Menteri PU RI di Jakarta beberapa waktu lalu setelah didorong oleh Wakil Ketua DPR RI H. Cucun Ahmad Syamsurijal, dan program pembangunan danau untuk penanggulangan banjir akan dilaksanakan tahun ini.

“Maka saya mengecek langsung ke lapangan dan melihat situasi dan kondisi. Ada beberapa yang dilaksanakan secara pentahelix, kita akan mulai minggu depan,” ujarnya.

Tetapi, lanjut Bupati KDS, untuk lokasi pembangunan danau, pihaknya akan menertibkan dulu di lokasi atau lahan yang akan dibangun danau sebelum tanggal 5 Mei 2026.

“Bagi pengembang atau investor yang sudah memiliki lahan di kawasan Tegalluar, tetapi tidak ada kejelasan pembangunan. Kita kembalikan ke semula untuk memenuhi LSD (Lahan Sawah Dilindungi) dan LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan) sesuai dengan harapan dan keinginan masyarakat,” tuturnya.

Meski demikian, kata KDS, DPMPTSP Kabupaten Bandung akan tetap mengundang para investor atau pengembang yang sudah membebaskan lahan di wilayah Tegalluar.

“Untuk itu mohon doanya kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bandung, terutama warga Tegalluar. Insya Allah kita akan selesaikan persoalan sampah, termasuk persoalan banjir di wilayah Tegalluar,” tuturnya.

Bupati KDS mengucapkan terima kasih kepada Anggota Komisi IX DPR RI Asep Romy Romaya yang terus mengawal aspirasi warga tersebut. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal, termasuk kepada para kepala dinas yang terus mengawal rencana pembangunan kolam retensi tersebut.

“Perlu kami sampaikan bahwa kami sudah mengusulkan tiga titik lokasi. Pertama adalah retensi satu di Tegalluar, kedua retensi 5 di Sukamanah. Ketiga, normalisasi Sungai Cisunggalah yang anggarannya kurang lebih Rp151 miliar yang langsung disetujui oleh Menteri PU. Yang lain-lainnya kurang lebih sekitar Rp68 miliar untuk lokasi yang terkena bencana. Sehingga totalnya yang disepakati oleh Pak Menteri PU itu sekitar Rp220 miliar,” tuturnya.

Bupati KDS berharap program pembangunan infrastuktur untuk penanganan banjir itu bisa terlaksana tahun ini dan lancar.

“Termasuk jalan provinsi yang berada di Desa Tegalluar sepanjang 1 km sudah dianggarkan oleh Pak Gubernur Jawa Barat. Terimakasih Pak Menteri PU, terima kasih Pak Gubernur, terima kasih Pak Wakil Ketua DPR RI, terima kasih Bang Asep Romy yang selalu mengawal. Termasuk terima kasih kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Bandung. Mohon doanya, semoga lancar. Aamiin yra,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPUTR Kabupaten Bandung Zeis Zultaqawa mengatakan bahwa Bupati Bandung sudah dua kali bertemu dengan Menteri PU RI di Jakarta.

“Itu membuktikan bahwa Pak Bupati sangat konsen sekali terhadap infrastruktur khususnya, pertemuan terakhir antara Pak Bupati dengan Pak Menteri PU membahas pengendalian banjir di Tegalluar dan di Kabupaten Bandung wilayah timur khususnya. Beliau sudah mengajukan proposal, dan sudah disetujui oleh Pak Menteri PU untuk membangun kolam retensi sebagai solusi pengendalian banjir di kawasan Tegalluar dan Bandung wilayah timur,” tuturnya.

Di hadapan Bupati KDS, kata Zeis, bahwa pihaknya sudah intens melakukan komunikasi dengan BBWS Citarum untuk menyediakan DED untuk pembebasan fisik pembangunan kolam retensi di Desa Tegalluar dan Desa Sukamanah Kecamatan Rancaekek.

Kepala DPMPTSP Kabupaten Bandung Ben Indra Agusta mengatakan penyerahan lahan untuk danau, sebenarnya sudah ada aturannya, sudah ada Perda dan Perbupnya.

“Sebenarnya, kita tinggal menindaklanjuti yang sudah ditandatangani pernyataan oleh para pengusaha atau investor yang berada di kawasan Kota Baru Tegalluar ini. Kita siap melakukan verifikasi ulang, sesuai dengan perintah Pak Bupati. Dan dikasih deadline hingga tanggal 5 Mei, kita akan terus kerja, sehingga nanti apabila ada investor yang tidak memenuhi persyaratan akan kita evaluasi untuk mengembalikan fungsi ruang sesuai dengan eksisting sekarang,” tuturnya.

Kepala Satpol PP Kabupaten Bandung Uwais Qorni menegaskan Satpol PP sebagai penegak peraturan daerah dan Perbup, apabila ada yang melanggar aturan tentu akan ditertibkan.

Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI Asep Romy Romaya mengatakan bahwa dengan hadirnya sejumlah pemangku kebijakan dalam pemantauan lokasi yang akan dibangun danau buatan atau kolam retensi di Desa Tegalluar Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung ada sebuah solusi terbaik. Dengan harapan persoalan banjir di Tegalluar dan sekitarnya segera bisa diatasi dengan baik.

“Rencana pembangunan kolam retensi atau danau buatan tidak hanya wacana semata, tetapi harus dilaksanakan. Ada beberapa terobosan yang harus ditempuh, seperti yang disampaikan oleh Pak Bupati Bandung Dadang Supriatna sebagai itikad baik untuk tercapainya tujuan kedepannya. Yaitu untuk penanganan banjir di kawasan Tegalluar,” tuturnya.

Asep Romy juga berharap kepada para pengusaha atau pelaku usaha minta kerja samanya untuk membebaskan lahannya untuk pembangunan danau buatan dalam upaya penanganan banjir di kawasan Tegalluar.

Ia juga turut menyampaikan dengan hadirnya Bupati Bandung, sejumlah kepala dinas, kepala desa maupun para Ketua RW dan tokoh masyarakat dalam peninjauan kawasan yang akan dibangun danau retensi itu sebagai wujud kebulatan nyata dalam upaya penyelesaian masalah banjir di Tegalluar.**

Yans.

Upaya Penanganan Pasca Banjir, Kolaborasi Pentahelix Dayeuhkolot Sedot Genangan Air Di Depan Ria Busana.

Kab.Bandung – YUTELNEWS.com// Sebagai bagian dari rangkaian penanganan dampak bencana banjir yang melanda wilayahnya, kolaborasi Pentahelix Kecamatan Dayeuhkolot melakukan tindakan nyata dengan melakukan penyedotan genangan air yang masih menggenang di kawasan depan Ria Busana. pada senin 27/04/2026. Langkah ini diambil agar kawasan tersebut dapat segera berfungsi kembali dan terhindar dari risiko munculnya berbagai penyakit akibat genangan air yang mengendap.

Kegiatan ini melibatkan Perhimpunan Remaja Masjid (PRIMA) dayeuhkolot yang tergabung dalam Pentahelix, serta warga masyarakat dan juga didukung oleh unsur media massa yang turut menyebarkan informasi penting kepada publik. Semua pihak bersatu padu memadukan sumber daya, tenaga, dan pikiran agar proses penanganan dapat berjalan cepat dan tepat sasaran.

Sejak pagi hari, peralatan penyedot air telah didatangkan dan dipasang di lokasi yang tergenang. Para anggota prima dan warga yang terlibat bekerja secara terkoordinasi, mengatur aliran air yang disedot agar dapat mengalir menuju saluran pembuangan yang telah disiapkan. Kegiatan ini menjadi prioritas karena kawasan depan Ria Busana merupakan daerah yang padat aktivitas, baik sebagai jalur lalu lintas kendaraan maupun pejalan kaki, serta lokasi pusat kegiatan usaha warga.

Ketua Pentahelix Dayeuhkolot Tri Rahmanto menyampaikan bahwa upaya ini merupakan bagian dari tanggung jawab bersama dalam memulihkan kondisi wilayah pasca terjadinya banjir. “Kami menyadari bahwa genangan air yang tertinggal tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan dan kerusakan lingkungan. Melalui kerja sama lintas unsur ini, kami berusaha meminimalisir dampak buruk yang ditimbulkan dan memulihkan kondisi wilayah secepatnya,” ujarnya.

Perwakilan dari unsur dunia usaha juga menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut. “Kami berterima kasih atas perhatian dan upaya yang dilakukan ini. Kawasan yang bersih dan bebas genangan tentu akan membuat aktivitas usaha dan kehidupan warga kembali berjalan dengan lancar seperti sediakala,” ujarnya.

Warga yang melintas dan beraktivitas di lokasi menyambut baik langkah yang diambil tersebut. Mereka menyampaikan rasa syukur karena masalah yang mereka hadapi segera mendapatkan penanganan yang serius dan terkoordinasi.

Setelah proses penyedotan selesai, tim yang bertugas juga melakukan pembersihan sisa lumpur dan sampah yang terbawa air banjir agar kawasan tersebut kembali bersih dan layak digunakan. Para anggota prima bersama seluruh unsur yang tergabung dalam Pentahelix berkomitmen untuk terus memantau kondisi wilayah dan menangani berbagai masalah yang muncul pasca bencana hingga kondisi pulih sepenuhnya.

Yans.

Abah Anton Charliyan Bersama Tim Majelis Adat Sunda Kunjungi Kampung Naga Adat Salawu ,Tampung Curhatan Tokoh Adat.

Tasimalaya -YUTELNEWS.com// Abah Anton Charliyan selaku Ketua Umum majelis Adat Sunda Jabar dan Tim , sengaja Jalan – jalan berkunjung dan bersilaturahmi ke Kampung Adat Naga Salawu Kabupaten Tasikmalaya,jawa barat. kebetulan bertemu dengan beberapa Tokoh masyarakat Adat di antaranya : Abah Tajudin selaku Sesepuh , Bah Ucu tokoh pemangku adat , Kang Aceng & Kang Aep wakil Nonoman dan beberapa masyarakat yang lain yang ikut bersama sama ngumpul ngariung, sehingga biasa terjadi adu Bako ngobrol ngaler ngidul yang akhirnya Curhat tentang Situasi Kampung adat saat ini ,pada Minggu 26/04/2026.

Bahwa Posisi kampung adat ini Persis berada di tepi Sungai besar , yang ternyata dari tahun ke tahun terjadi pendangkalan sehingga jika curah hujan besar , sering terjadi Banjir, bahkan pernah terjadi Banjir kiriman besar, di tahun 2017 pernah mengakibatkan rusaknya tanah & sawah garapan bahkan sampai merusak kampung adat, untuk itu mereka berharap perlu adanya penggalian dan Pendalaman Sungai , walau sudah pernah dilakukan secara gotong royong beberapa kali , namun hasilnya belum maksimal. jika tidak digali dan diperdalam bisa juga tanah pinggiran sungai sepanjang Kampung tersebut, sekitar 1 km di tinggikan minimal 0,5 km, sehingga diharapkan bisa membendung air limpahan sungai jika terjadi hujan besar.

Demikian juga tanggul yang ada saat ini , perlu di perpanjang juga sehingga aliran sungai bisa ditahan atau beralih ke tempat yg aman.
Untuk memperkuat hal tersebut perlu juga di tambah penghijauan dipinggir bantaran kali dan disekeliling Kampung termasuk di pinggir – pinggir Leuweung .

Karena Akibat banjir tersebut irigasi Pengairan sawah garapan mengalami kerusakan dan penyempitan.

Kemudian ketika ditanya kondisi bangunan rumah ? , merekapun mengatakan bahwa atap rumah sudah banyak yang pada bocor, untuk beli ijukpun harga saat ini sangat mahal , harganya sudah tidak terjangkau, masyarakat adat sudah tidak mampu untuk membeli lagi , akibatnya kayu2 rumah banyak yang sudah lapuk & rusak, sehingga kondisi rumah2 adat tersebut secara umum, cukup Memprihatinkan , begitu juga fasilitas umum masyarakat seperti, Leuit ( gudang tempat simpan bahan pokok ), Pacilingan ( Toilet) , imah gede, imah leutik, mushola, saung lisung , Bedug dll perlu perbaikan yang serius dan segera ,
Adapun masalah minyak tanah Alhamdulillah sudah dapat Subsidi pemerintah sejak tahun 2010 an, sehingga sudah bisa teratasi.
Namun sekalipun banyak kesulitan dan keprihatinan, mereka tidak akan pernah meminta mengandal kan tangan kepada siapapun termasuk pemerintah. Karena bagi masyarakat adat Naga Meminta itu termasuk sebuah Pantangan , tapi jika Ada yang kasih dengan ikhlas mengulurkan bantuan dengan tulus merekapun tidak Akan menolak asal tidak Bertentangan dengan Adat tradisi yg sudah ada .

Maka agar mereka bisa bangkit kembali,para tokoh adat menyarankan , perlunya uluran Tangan para Inohong Pemerintahan , yang memang kenyataanya perlu perbaikan sesegera mungkin secara menyeluruh dan signifikan. Disamping itu tentu saja perlu adanya peningkatan tingkat kesejahtraan masyarakat adat itu sendiri, dengan merevitalisasi bidang pertanian dan peternakan,tanaman yang mempunyai nilai ekonomis nyata yang bisa laku tinggi dipasaran.

Hal inipun diungkapkan oleh Abah Tajudin, jika memungkinkan kami ingin menaman tanaman yang Punya nilai ekonomis tinggi seperti , Pohon Pala , Pohon kelapa Kopyor, Kopi , Melon Inggris , Nenas Madu , jambu stek , Markisa, Tebu , Gaharu , jati Belanda , Kapol , umbi Cilembu, Pare/Padi Khusus saperti Beas beureum atau bibit ketan , pokoknya Tanaman Produktif lain yang bisa dijual langsung dengan harga yang kompetitif dan masa Tanam yg relatif singkat. Bila perlu dengan metode khusus seperti menggunakan polybag dan green house , bibit tanam pilihan terbaik, Sehingga keseimbangan Akan tetap terjaga.

Kang Ucu menambahkan, bahwa lahan leuweung garapan yang sekarang ada, ternyata hanya 11 hektar saja , sangat kecil untuk ukuran masyarakat adat , sehingga panenyapun sangat terbatas , otomatis tidak bisa nyimpen Beas di leuit , mengakibatkan ketahanan Panganyapun sangat rentan & menghawatirkan, sehingga dengan demikian perlu adanya perluasan tanah garapan. Agar masyarakat bisa lebih semangat dan percaya diri.

Sementara itu Lain lagi dari Kang Aceng dan Kang Aep sebagai Perwakilan Nonoman ( Anak muda ) menyampaikan ingin meningkatkan bidang peternakan dan perikanan yang sudah ada seperti : Pembibitan Ayam Petelur, pembibitan ayam Kampung, Ayam Bangkok, Domba Garut, ikan Nila , Gurame dll.
Namun terkendala masalah klise , kurang nya modal dan pemasaran , yang lebih banyak dikuasai Bandar sehingga harga jual rendah , baik itu dari hasil Peternakan maupun Pertanian , sehingga perlu jalur khusus bantuan pemasaranya dari Pemerintah.
Kampung adat pun kalo bisa ditata lebih Indah dengan model Taman yang asri menghadirkan tanaman bunga Hijau & Indah namun tetap produktif , termasuk jalan2 satapak biar dibalai ku batu agar tidak licin dan becek.
Itulah sekelumit obrolan singkat disiang hari itu, sambil minum kopi pahit dan goreng pisang di warung kang Ucu.
Semoga obrolan ini bukan hanya sekedar Impian kami semua , ungkapnya , melalui Tim Majelis Adat Sunda jabar bisa Nepi disampaikan ka Pangagung atawa Para Gegeden Nu aya di gedung sate tutupnya.
Itulah obrolan singkat kami tim MASDA Jabar dengan masyarakat Adat, agar bisa menjadi perhatian kita semua untuk dapat segera di tindak lanjuti oleh semua stik holder terkait .amin yra .

Yans.

Kades Cangkuang Kulon Acep Koswara Gerakkan Warga Dukung Pentahelix Dayeuhkolot Bersihkan Lingkungan Dranase.

Kab.Bandung – YUTELNEWS.com// Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan tampak memuncak dalam kegiatan kerja bakti warga desa cangkuang kulon yang digagas oleh kepala desa cangkuang kulon Acep Koswara Kecamatan Dayeuhkolot. Kegiatan ini dilaksanakan serentak di wilayah lingkungan,Desa cangkuang kulon, berbagai unsur masyarakat untuk bekerja sama membersihkan lingkungan dari berbagai tumpukan sampah, rumput liar, dan endapan kotoran yang mengganggu kebersihan serta kesehatan bersama. pada minggu 26/05/2026.

Kepala Desa Acep koswara menjadi penggerak utama terselenggaranya kegiatan ini. Melalui kerja bakti yang terkoordinasi dengan baik, seluruh masyarakat bersatu padu di wilayah cangkuang kulon, pelaksanaan kegiatan dengan tujuan utama menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, nyaman, dan bebas dari sumber penyakit serta potensi bencana akibat lingkungan yang tidak terawat.

Sejak pagi hari, puluhan warga yang terdiri dari pengurus, perangkat lingkungan, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga warga dari berbagai kalangan usia telah berkumpul di lokasi yang telah ditentukan. Mereka membawa peralatan kerja masing-masing seperti sekop, cangkul, sapu, karung pengangkut sampah, dan peralatan lainnya, kemudian langsung bergerak melakukan pembersihan sesuai dengan pembagian wilayah tugas yang telah disepakati.

Pelaksanaan, kegiatan ini berlangsung dengan semangat yang tinggi. Para warga bahu-membahu membersihkan selokan yang tersumbat sampah dan lumpur, memangkas rumput liar yang tumbuh di tepi jalan, mengangkut tumpukan sampah, serta merapikan lingkungan sekitar tempat pemukiman dan fasilitas umum. Suasana keakraban terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung, di mana setiap orang saling membantu dan berbagi tugas tanpa membedakan kedudukan atau latar belakang.

Kepala Desa Acep Koswara menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bukti nyata berbagai unsur dalam Pentahelix mampu memberikan dampak nyata bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. “Kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama. “Melalui kerja sama ini, kita tidak hanya membersihkan lingkungan secara fisik, tetapi juga mempererat hubungan silaturahmi dan menumbuhkan kesadaran bersama untuk senantiasa menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan tempat kita tinggal,” ujarnya.

Perwakilan dari unsur masyarakat juga menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung berbagai program pembangunan dan pemeliharaan lingkungan di wilayah ini. Mereka berharap kegiatan seperti ini dapat berlangsung secara berkelanjutan, tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi menjadi kebiasaan hidup yang diterapkan oleh seluruh warga sehari-hari.

Warga setempat menyambut baik kegiatan ini dan menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian serta upaya yang telah dilakukan. Mereka berjanji akan ikut berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan yang telah dibersihkan, serta tidak lagi membuang sampah sembarangan agar hasil kerja sama yang telah dicapai dapat terjaga dengan baik.

Kegiatan kerja bakti ini berlangsung hingga siang hari, dan hasilnya langsung terlihat dengan berubahnya kondisi lingkungan menjadi lebih bersih, rapi, dan sehat.

Yans.

BAGUNA PDI Perjuangan Jawa Barat Hadir Ikuti HKBN dan Jambore Relawan Destana II di Cipatat KBB.

Kab.Bandung Barat – YUTELNEWS.com// Jajaran Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) PDI Perjuangan Jawa Barat hadir di Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.

Kehadiran BAGUNA PDI Peejuangan Jawa barat ini untuk ambil bagian dalam peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) melalui kegiatan Jambore Relawan Desa Tangguh Bencana (Destana).

Kegiatan Jambore Destana II ini digelar di Lapangan Rajamandala, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Minggu (26/04/2026).

Wakil Kepala Bidang Prabencana/Mitigasi BAGUNA PDI Perjuangan Jawa Barat, Thio Setiowekti menyampaikan, keikutsertaan BAGUNA dalam kegiatan ini merupakan bentuk komitmen dalam memperkuat kesiapsiagaan untuk masyarakat menghadapi potensi bencana.

Khususnya di wilayah Jawa Barat yang memiliki kerawanan terhadap bencana alam cukup tinggi, salah satunya adalah di Kabupaten Bandung Barat. Seperti bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, beberapa waktu lalu yang menelan ratusan korban jiwa.

“Melalui partisipasi dalam kegiatan ini, kami dari BAGUNA PDI Peejuangan ingin meningkatkan kapasitas dan keahlian anggota kami serta memperkuat sinergi antara pemerintah, komunitas dan masyarakat dalam upaya mitigasi sekaligus penanganan bencana,” ujar Thio

Kegiatan Jambore Relawan Destana II dibuka oleh Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat, Duddy Prabowo, yang hadir mewakili Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail.

Turut mendampingi dalam pembukaan tersebut Kepala Badan Penanggupangan Bencana Daerah (BPBD) Kab Bandung Barat, Asep Sehabudin dan Camat Cipatat, Herman Permadi.

Jambore ini berlangsung selama dua hari, dari tanggal 26 hingga 27 April 2026, dengan berbagai rangkaian kegiatan yang bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan dan keterampilan relawan.

Kegiatan tersebut meliputi sarasehan dan silaturahmi, pelatihan SAR dan ESAR, water rescue, karnaval kebencanaan, peningkatan kapasitas relawan, simulasi kebencanaan, vertical rescue, serta kegiatan sosial bagi masyarakat.

Selain sebagai ajang pelatihan, kegiatan ini juga menjadi wadah mempererat koordinasi antar relawan dan pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana di tingkat daerah.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan desa-desa di Kabupaten Bandung Barat semakin siap dan tangguh dalam menghadapi berbagai potensi bencana, sekaligus mampu meminimalkan risiko dan dampak yang ditimbulkan. (*)

Yans.

Karya Bakti Warga Rw 03 Palasari Dukung Program Pentahelix Dayeuhkolot, Gotong Royong Bersihkam Aliran Parit Pasca Banjir

Kab.Bandung – YUTELNEWS.com// Semangat kebersamaan dan kepedulian warga RW 03 Palasari Kelurahan Pasawahan, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Tampak nyata mendukung program Pentahelix Dayeuhkolot dalam kegiatan karya bakti sosial yang dilaksanakan hari ini. ” Berangkat dari dampak banjir yang melanda wilayah ini usai pasca banjir, puluhan warga dari berbagai kalangan usia dan lapisan masyarakat bahu -membahu membersihkan dan memperbaiki aliran parit yang tersumbat lumpur, sampah, dan material sisa banjir. pada minggu 26/04/2026.

Kegiatan ini diprakarsai oleh Ketua Rw 03 palasari Gunawan Dwipayana SE bersama pengurus, tokoh masyarakat dan tokoh agama,pemuda dengan tujuan utama memulihkan fungsi saluran air agar dapat mengalir dengan lancar kembali, serta mencegah terjadinya genangan air dan banjir susulan saat curah hujan tinggi turun. Sejak pagi hari, warga sudah berkumpul membawa peralatan kerja masing-masing, mulai dari sekop, cangkul, keranjang pengangkut, hingga sapu lidi.

Dalam pelaksanaannya, warga palasari bekerja secara teratur dan terbagi dalam beberapa kelompok. Ada yang membersihkan lumpur dan endapan tanah yang menutupi dasar parit, ada yang mengangkut tumpukan sampah dan material bekas, serta ada yang memperbaiki bagian dinding parit yang rusak akibat arus air yang deras saat banjir melanda. Suasana kebersamaan terasa kental, terlihat warga saling membantu dan berbagi tugas tanpa membedakan kedudukan maupun status sosial.

Ketua RW 03 Palasari Gunawan Dwipayana SE dalam keterangannya menyampaikan, kegiatan ini merupakan wujud nyata dari semangat warga gotong royong yang telah menjadi warisan budaya bangsa. “Banjir yang terjadi beberapa hari lalu membuat parit-parit kita tersumbat parah, sehingga air tidak dapat mengalir dengan baik. Berkat kesadaran dan keikhlasan warga, hari ini kita bersama-sama berusaha memulihkan kondisi lingkungan kita agar kembali aman dan nyaman untuk ditinggali. Terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi, baik dengan tenaga maupun sumbangan yang diberikan,” ujarnya.

Selain membersihkan saluran air, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan silaturahmi antarwarga. Warga berharap dengan selesainya pembersihan ini, risiko terjadinya banjir dan genangan air di lingkungan mereka dapat diminimalisir. Mereka juga berjanji akan terus menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan agar saluran air tetap berfungsi dengan baik sepanjang waktu.

Kegiatan karya bakti ini berlangsung hingga sore hari, dan hasilnya dapat langsung dirasakan oleh warga dengan lancarnya aliran air di sepanjang saluran yang telah dibersihkan.

Yans.

Pentahelix Dayeuhkolot Terus Bergerak Tak Hentikan Aksi, Benahi Titik Rawan Banjir.

Kab.Bandung – YUTELNEWS.com// Meski berada di malam hari , Tim Pentahelix Penanganan Banjir Dayeuhkolot tetap bergerak aktif di lapangan guna mempercepat berbagai upaya teknis penanggulangan banjir di kawasan Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung. pada jumat (24/04/2026) malam.

Pantauan awak media, tim Pentahelix melakukan pendampingan terhadap pihak Dinas Binamarga dari propinsi dalam rangka penggalian dranase serta pemasangan boxcover yang akan digunakan untuk akses kendaraan roda dua,roda empat di jalur jalan radio yang berlokasi di RW 03 palasari kelurahan pasawahan, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.

Ketua Tim Pentahelix Penanganan Banjir Dayeuhkolot, H Tri Rahmanto, menegaskan bahwa kegiatan malam tidak menjadi alasan untuk mengendurkan kerja lapangan dalam upaya mengatasi persoalan banjir.

Dimalam hari bukan menjadi penghalang bagi kami untuk terus bergerak. Justru ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat kolaborasi. Tim Pentahelix bersama pemerintah daerah, provinsi, serta berbagai pihak terus berupaya agar penanganan banjir di Dayeuhkolot bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Tri Rahmanto.

Ia juga menambahkan bahwa koordinasi lintas instansi dan pendampingan langsung di lapangan menjadi kunci agar setiap program penanganan banjir dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Yang kita lakukan malam ini adalah memastikan seluruh rencana teknis penggalian hingga pemasangan boxcover saluran dranase benar -benar terukur dengan baik. Harapannya, ketika pembangunan dilakukan, semuanya sudah mampu menjadi solusi nyata bagi persoalan banjir di kawasan Dayeuhkolot,” tambahnya.

Tri Rahmanto juga mengajak seluruh elemen masyarakat, dunia usaha, serta pemerintah untuk terus mengajak dan memperkuat kolaborasi dalam upaya penanganan banjir yang berkelanjutan.

“Penanganan banjir ini bukan hanya tugas pemerintah semata. Kami mengajak seluruh pihak, mulai dari masyarakat, pelaku industri, hingga pemangku kebijakan untuk bersama -sama serta aktif terlibat dalam upaya penanganan banjir. Jika kita bergerak bersama, insyaallah persoalan banjir di Dayeuhkolot bisa kita atasi secara bertahap,” pungkasnya.

Yans.

BNPP Bersama Kementerian PKP Bakal Perbaiki 15.000 Rumah Tidak Layak Huni di Kawasan Perbatasan

Jakarta –YUTELNEWS.com// Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Muhammad Tito Karnavian mengungkapkan rencana program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah di kawasan perbatasan. Program ini akan menyasar 15.000 rumah tidak layak huni yang tersebar di 40 kabupaten/kota perbatasan di 17 provinsi.

Mendagri menjelaskan bahwa program tersebut menjadi salah satu langkah nyata pemerintah dalam menghadirkan keadilan bagi masyarakat perbatasan yang selama ini dinilai belum tersentuh secara optimal. “Untuk meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat perbatasan agar mereka bangga dengan negara, bangga dengan pemerintah, dan nasionalisme akan makin kuat,” ujar Mendagri dalam keterangannya kepada awak media di Kantor BNPP, Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Menurutnya, peningkatan kualitas hidup masyarakat perbatasan akan berdampak langsung pada ketahanan negara. Kawasan perbatasan yang sejahtera akan menjadi “buffer zone” sistem pertahanan Indonesia yang kuat dalam menghadapi potensi infiltrasi dari luar.

Mendagri juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) atas dukungan program tersebut. Ia menuturkan, awalnya alokasi program bedah rumah di kawasan perbatasan hanya sekitar 10.000 unit. Namun, jumlah tersebut kemudian ditingkatkan menjadi 15.000 unit setelah dilakukan peninjauan langsung ke lapangan.

“Jadi saya sangat berterima kasih, ini program BNPP mungkin paling besar yang pernah ada semenjak BNPP berdiri dari 2010,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, usulan sasaran penerima bantuan nantinya akan diverifikasi dengan mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) dari Badan Pusat Statistik (BPS). Hal ini untuk memastikan bantuan tersebut tepat sasaran, mengingat DTSEN memiliki data detail by name by address.

Ia berharap program ini dapat menjadi pemicu bagi kementerian dan lembaga lain untuk turut menghadirkan program pembangunan di kawasan perbatasan, seperti pembangunan pasar, dermaga, hingga fasilitas pendidikan. “Saya ingin menggambarkan saja bagaimana perbatasan itu kalau dengan adanya program ini, itu betul-betul menyentuh mereka, mereka merasa negara hadir,” jelasnya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Menteri PKP Maruarar Sirait, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, serta pejabat terkait lainnya.

Puspen Kemendagri

Yans.

KDS Wujudkan Harapan Warga, Masjid Besar Paseh Mulai Dibangun

Bandung – YUTELNEWS.com// Bupati Bandung H Dadang Supriatna bernostalgia saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Besar Paseh di Jalan Pejuang, Desa Cipaku, Kecamatan Paseh, pada Kamis (23/04/2026).

Bupati Kang Dadang Supriatna (KDS) itu mengenang momen dua tahun lalu saat melaksanakan kegiatan Jumat Keliling (Jumling) di Desa Cipaku. Saat itu, warga menyampaikan harapan agar Kecamatan Paseh memiliki sebuah masjid besar yang representatif sehingga masjid yang ada perlu direnovasi.

“Saya masih ingat waktu Jumling di sini. Waktu itu saya tanya ke Kepala Desa Cipaku, tapi ngakunya memang belum mampu untuk membangun masjid besar. Tapi kalau urusan masjid mah, geus teu kudu hariwang. Yuk urang sasarengan,” ujar KDS.

Pada kesempatan itu, KDS juga kut menyumbang dana pembangunan sebesar Rp50 juta dari kocek prbadinya. Ia pun kemudian mengukuhkan panitia pembangunan dan penyerahan sertifikat tanah masjid besar kepada KH Muhdlory selaku Ketua Yayasan Masjid Besar Paseh Bersahaja.

Menurutnya, pembangunan Masjid Besar Paseh ini merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kebutuhan sarana ibadah masyarakat, sekaligus memperkuat kehidupan sosial dan keagamaan di wilayah tersebut.

Ia berharap proses pembangunan masjid dapat berjalan lancar dan tidak memakan waktu lama. Kang DS juga menegaskan siap membantu hingga pembangunan masjid tersebut tuntas.

“Insya Allah kita dorong bersama-sama, baik dari pemerintah daerah maupun dukungan masyarakat, supaya pembangunan masjid ini bisa segera selesai dan dimanfaatkan oleh warga,” katanya.

Masjid Besar Paseh nantinya diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat, termasuk pembinaan umat, kegiatan keislaman, serta memperkuat ukhuwah di tengah masyarakat.

Pembangunan masjid ini juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Bandung dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang keagamaan, sejalan dengan salah satu visi Bandung Lebih Bedas yang agamis.

Dengan dimulainya pembangunan tersebut, harapan warga Paseh yang disampaikan sejak dua tahun lalu kini mulai terwujud secara nyata.(*)

Yans.

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.