Jangan Heran Bila Ada Makanan Bergizi Gratis (MBG) Dalam Bentuk Menu Basah dan Kering

YUTELNEWS.com | Kepulauan Nias – Ketua Yayasan Nias Cares Development Herwil Junaidi Harefa, SE.,MM menyampaikan jangan heran bila ada Menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) dalam bentuk basah atau kering di Lokasi SPPG Namohalu Jl. Bagoa, Desa Namohalu, Kecamatan Namohalu Esiwa, Kabupaten Nias Utara, Hari Senin 02 Januari 2026.

Pada pelaksanaan Launching Perdana Makanan Bergizi Gratis (MGB) di SPPG NAMOHALU, ia menyampaikan kepada Media bahwa kita harus apresiasi program MBG yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo kepada kita masyarakat Kepulauan Nias.

Program ini penerima manfaatnya adalah Anak anak kita disekolah, Mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sampai SMA/SMK sederajat, Anak Usia Sekolah yang tidak bersekolah, Tenaga Pendidik dan Non Kependidikan, Balita, Ibu Hamil dan Ibu Menyusui.

Tiap dapur MBG menciptakan Lapangan kerja baru yang menyerap tenaga kerja lokal. Dan Perputaran Ekonomi (Uang) di daerah semakin meningkat dimana 1 hari tiap dapur bisa membelanjakan bahan baku dan operasional kurang lebih 20jtan tiap harinya…

Kepedulian Pemerintah Pusat juga agar program MBG ini dirasakan sampai ke pelosok desa melalui Program MBG Daerah Terpencil/ 3T dan untuk itu mari kita dukung, bersama para masyarakat, Forkopimcam, Forkopimdes dan Forkopimda.

Selain itu ia menerangkan bahwa jangan heran bila melihat ada makanan dalam bentuk basah atau kering karena itu sudah di atur Ahli Gizi dengan menu yang seimbang dengan baik dan bergizi…

Hal tersebutkan disesuaikan kebutuhan penerima manfaat terutama penerima manfaat yang dikenal dengan sebutan B3 yakni : Ibu Hamil, Ibu Menyusui dan Balita.

Selain itu, ia juga menerangkan bahwa komponen harga bahan makanan untuk anak PAUD sampai kelas 3 SD itu senilai Rp 8000/anak dan untuk Anak SD kelas 4 sampai SMA/SMK Rp 10.000 dan selebihnya adalah Biaya Operasional, Biaya Sewa dan Insentif.

“Lanjut Bung Herwil Junaidi Harefa, memotivasi pelaku UMKM di Nias Utara untuk semangat dalam berusaha dan menciptakan lapangan kerja. Karena kebutuhan Bahan Baku MBG dapat mengadopsi dari Hasil -hasil Pertanian, Peternakan dan Produk UMKM Lokal Lainnya. Sehingga masyarakat kepulauan nias dapat serius menjalankan bisnis baik di bidang Perikanan Lele, Peternakan Ayam Potong dan Petelur, Berkebun Sayur Sayuran, Pembuatan Telor Asin, Pembuatan Roti Roti, dsb.

Ini peluang emas dan kesempatan berharga bagi masyarakat kita di Kepulauan Nias,”Tegasnya.

Kharisman Gea

Posting Terkait

JANGAN LEWATKAN