YUTELNEWS.com — Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra menegaskan komitmen memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi Program Prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam tentang Beasiswa Berprestasi, Tidak Mampu, dan Hinterland di Crown Vista Hotel Batam, Senin (18/5/2026).
Kegiatan itu diikuti 477 peserta dari 41 SMA dan SMK se-Kota Batam. Dalam kesempatan tersebut, Amsakar menyampaikan Pemerintah Kota Batam telah menyiapkan anggaran sekitar Rp5,1 miliar untuk mendukung tiga skema beasiswa bagi anak-anak Batam.
Program tersebut meliputi beasiswa bagi siswa berprestasi yang lulus melalui jalur SNBP, beasiswa bagi keluarga kurang mampu melalui jalur SNBT, serta beasiswa khusus anak hinterland melalui kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi mitra.
Ketiga program itu juga telah diperkuat melalui regulasi daerah. Program beasiswa hinterland diatur dalam Peraturan Wali Kota Batam Nomor 5 Tahun 2026, sedangkan beasiswa berprestasi dan tidak mampu diatur melalui Peraturan Wali Kota Batam Nomor 6 Tahun 2026.
Amsakar menjelaskan, program beasiswa tersebut lahir dari pembahasan bersama Li Claudia dalam menyusun 15 program prioritas pembangunan Batam. Menurutnya, perluasan program dilakukan agar lebih banyak anak Batam memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Sebelumnya, program beasiswa hanya menyasar siswa berprestasi yang diterima di tujuh perguruan tinggi negeri melalui jalur undangan. Kini cakupannya diperluas untuk menjangkau siswa dari keluarga kurang mampu maupun wilayah hinterland.
Tujuh kampus tersebut yakni Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Institut Pertanian Bogor, Universitas Diponegoro, dan Universitas Padjadjaran.
“Negara harus hadir untuk anak-anak hinterland dan keluarga tidak mampu. Karena itu program beasiswanya sekarang diperluas,” kata Amsakar.
Untuk program beasiswa hinterland, Pemko Batam menggandeng sejumlah kampus yang dinilai sesuai dengan kebutuhan pembangunan Batam ke depan, di antaranya Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Politeknik Negeri Batam, dan Universitas Maritim Raja Ali Haji.
ITS dinilai relevan dengan kebutuhan industri perkapalan dan galangan kapal di Batam. Sementara pendidikan politeknik dipersiapkan untuk mendukung perkembangan industri teknologi dan investasi digital, termasuk Nongsa Digital Park.
Adapun UMRAH dipilih karena memiliki fokus pendidikan kemaritiman yang sejalan dengan karakter wilayah Batam dan Kepulauan Riau yang didominasi kawasan perairan.
Menurut Amsakar, pendidikan merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Batam. Ia menilai Batam membutuhkan generasi yang memiliki kapasitas, keterampilan, dan daya saing kuat karena berada di kawasan strategis yang berhadapan langsung dengan negara tetangga serta jalur perdagangan dunia.
“Kalau ingin Batam maju, maka yang harus dipersiapkan lebih dulu adalah manusianya. Pendidikan adalah jalan paling penting untuk meningkatkan mobilitas sosial dan daya saing,” ujarnya.
Dalam sosialisasi itu, Amsakar juga meminta para kepala sekolah aktif mendorong siswa memanfaatkan peluang tersebut. Ia berharap program beasiswa dapat menjangkau lebih banyak pelajar yang memiliki semangat belajar tinggi tetapi terkendala ekonomi.
“Kami ingin program ini benar-benar menyentuh masyarakat. Kalau untuk pendidikan dan masa depan generasi Batam, habis anggaran pun tidak masalah,” katanya disambut tepuk tangan peserta.
Ia juga mengingatkan para pelajar agar tidak mudah menyerah menghadapi persaingan. Menurutnya, keberhasilan lahir dari kemauan belajar secara serius dan konsisten.
“Jangan belajar ala kadarnya. Kalau ingin sukses, belajarlah dengan sungguh-sungguh. Orang yang mampu bertahan dalam kompetisi adalah mereka yang punya mental kuat,” katanya.
Di akhir sambutannya, Amsakar menyampaikan optimismenya terhadap generasi muda Batam. Ia meyakini pelajar Batam mampu menjadi penerus pembangunan daerah apabila dibekali pendidikan dan karakter yang kuat sejak sekarang.
“Selalu ada cara untuk menjadi bisa. Yang penting jangan menyerah dan terus belajar serius,” tutupnya. /* Sumber Romfamedia.co.id




















