Normalisasi Sungai Cikapundung dan Cigede Dimulai, Pentahelix Dayeuhkolot Bersama Forkopimcam Targetkan Satu Bulan Pengerukan Sedimen

​Bandung – YUTELNEWS.com// Upaya penanggulangan banjir di wilayah Kecamatan Dayeuhkolot kembali diakselerasi melalui aksi nyata berbasis kolaborasi. Berdasarkan arahan Bupati dan Dandim 0624/Kabupaten Bandung, penanganan bencana di kawasan ini diperkuat melalui komitmen elemen Pentahelix yang melibatkan Forkopimcam (Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan), para pelaku usaha,serta masyarakat setempat.pada senin 21/06/2026.

​Langkah penanganan yang dilaksanakan Pentahelix Dayeuhkolot saat ini, difokuskan pada pembersihan dan normalisasi dua aliran sungai utama yang kerap memicu banjir saat intensitas hujan tinggi, yaitu Sungai Cikapundung dan Sungai Cigede.

Danramil Dayeuhkolot 2407 Kapten Cke Asep Yohana, secara langsung meninjau kegiatan yang akan dilaksanakan Pentahelix Dayeuhkolot berkolaborasi bersama dengan Forkopincam termasuk Kodim 0624/Kab.Bandung (Koramil Dayeuhkolot).

Danramil Dayeuhkolot 2407 Kapten Cke Asep Yohana menyampaikan, bahwa tingginya sedimentasi di kedua sungai tersebut selama ini disinyalir menjadi penyebab utama air meluap ke pemukiman warga. ​Sebagai bentuk tindakan konkret, per hari ini tim di lapangan mulai melakukan penyetelan alat berat jenis long arm yang ditempatkan di atas ponton khusus agar dapat mengapung dan beroperasi langsung di tengah sungai,” ujarnya.

Proses pengerukan sedimen ini direncanakan akan berlangsung intensif selama satu bulan ke depan. Seluruh operasional dan fasilitasi alat berat tersebut terwujud berkat dukungan penuh dari para pengusaha lokal yang peduli terhadap kelestarian lingkungan Dayeuhkolot.

​Danramil kapten Cke Asep Yohana juga membuka kesempatan bagi masyarakat atau pihak mana pun yang membutuhkan material sedimen hasil pengerukan tersebut. Material lumpur dan tanah ini diperbolehkan untuk diambil secara gratis tanpa dipungut biaya sama sekali, dengan syarat berkoordinasi terlebih dahulu bersama tim Pentahelix di lapangan.

​Di sisi lain, Danramil pun menyampaikan edukasi terhadap masyarakat dan sektor industri. Melalui sinergi antara Babinsa, Kepala Desa, Ketua RW, hingga Ketua RT, warga diimbau secara masif untuk tidak membuang sampah sembarangan ke aliran sungai.

Dirinya menghimbau kepada Masyarakat
agar mulai melakukan pemilahan sampah langsung dari rumah masing-masing, sejalan dengan surat edaran yang telah dikeluarkan oleh pak Bupati H Dadang Supriatna.

​Tidak hanya bagi warga, Danramil juga menegaskan ketegasan kepada sektor industri. Para pengusaha pabrik di kawasan Dayeuhkolot diperingatkan dengan keras untuk tidak membuang limbah operasional mereka ke sungai.

Saya minta pihak manajemen pabrik agar bisa memaksimalkan sistem pengolahan limbah mandiri sesuai dengan SOP yang berlaku, atau memanfaatkan fasilitas MCAB (Sistem Pengolahan Limbah Terpadu) yang tersedia guna menjaga standar kualitas air bersih di sepanjang aliran Sungai Citarum,” tegasnya.

​Melalui gerakan gotong royong berskala besar ini, diharapkan ancaman banjir tahunan di Dayeuhkolot dapat diminimalisir secara signifikan demi kenyamanan dan keselamatan warga.

“Maka dari itu, saya juga menghimbau agar para pengusaha yang ada agar bisa turut serta mendukung terkait program yang sedang dilaksanakan di wilayah kecamatan Dayeuhkolot terkait normalisasi sungai,” pungkasnya.

Yans.

Posting Terkait

JANGAN LEWATKAN