Pergantian Pimpinan Badan Gizi Nasional: Harapan Baru atau Sekadar Perubahan Kosmetik?
Pergantian pucuk pimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) baru-baru ini memicu diskusi mengenai efektivitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Meskipun pergantian kepala badan, dari Dadan Hindayana ke Nanik Suryati Dayang, telah dilakukan, banyak pihak menilai bahwa perubahan ini saja belum tentu menjadi solusi tuntas atas berbagai persoalan yang melekat pada pelaksanaan program prioritas pemerintah tersebut. Fokus kini beralih pada desakan untuk membenahi tata kelola dan manajemen program agar anggaran yang dialokasikan benar-benar efektif dan sasaran penerima manfaat tercapai secara optimal.
Analisis Kritis Terhadap Efektivitas Program
Noval Adib, seorang ekonom dari Universitas Brawijaya, berpendapat bahwa akar permasalahan Program MBG bukanlah semata-mata pada figur pemimpin lembaga. Menurutnya, pola pengelolaan program yang dinilai kurang efisien selama ini menjadi kendala utama. “Pencopotan Dadan Hindayana dan penggantian dengan Nanik Suryati Dayang tidak akan menyelesaikan masalah MBG jika pola manajemennya tetap sama,” tegas Noval.
Ia menyoroti bahwa BGN belum sepenuhnya mengimplementasikan prinsip efisiensi biaya dan efektivitas anggaran. Akibatnya, sebagian besar anggaran yang seharusnya tersalurkan langsung untuk mendukung tujuan utama program, yaitu peningkatan gizi masyarakat, justru terdistribusi ke pos-pos pengeluaran yang kurang produktif.
Noval mencontohkan beberapa pos pengeluaran yang sempat menjadi sorotan publik dan menuai kritik. Di antaranya adalah biaya untuk jasa penyelenggara acara, pengadaan kendaraan operasional yang terkesan berlebihan, serta berbagai kebutuhan pendukung lainnya yang dinilai tidak esensial. Ia juga menyinggung pemberian insentif kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dinilai terlalu besar dan berpotensi mengurangi alokasi dana yang seharusnya lebih banyak disalurkan kepada penerima manfaat.
Oleh karena itu, Noval mendesak pimpinan BGN yang baru untuk melakukan perombakan tata kelola secara menyeluruh. Setiap kegiatan yang tidak memberikan nilai tambah signifikan terhadap pelaksanaan program perlu dievaluasi secara ketat. Tujuannya adalah agar setiap rupiah anggaran negara dapat digunakan secara lebih efisien dan memberikan dampak maksimal bagi masyarakat. “Anggaran MBG adalah uang rakyat, sehingga harus disalurkan secara efektif dan efisien,” pungkasnya.
Latar Belakang Pergantian Pimpinan BGN
Keputusan pergantian pimpinan BGN ini merupakan tindak lanjut dari evaluasi kinerja yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto. Dadan Hindayana diberhentikan dari jabatannya sebagai Kepala BGN pada tanggal Juni 2026. Keputusan ini diumumkan secara resmi oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Posisi yang ditinggalkan Dadan Hindayana kemudian diisi oleh Nanik Suryati Dayang, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN. BGN sendiri memegang peranan krusial sebagai lembaga yang bertanggung jawab penuh dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, yang merupakan salah satu program prioritas utama dari pemerintahan Presiden Prabowo. Program ini dirancang untuk menyasar berbagai kelompok rentan, termasuk siswa sekolah, balita, serta ibu hamil dan menyusui.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (tengah) didampingi Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari (kanan) dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (kiri) memberikan keterangan pers di ruang sidang kabinet Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (2/6/2026). – (Bakom RI)
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan bahwa pergantian pimpinan ini tidak akan mengganggu kelancaran Program MBG, justru diharapkan dapat memperkuat implementasi dan layanan program tersebut. “Pemerintah sekali lagi menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan ini tidak akan mengganggu komitmen kita dalam menjalankan program MBG yang dilaksanakan oleh BGN,” ujar Prasetyo dalam sebuah pernyataan pers.
Ia menambahkan bahwa langkah ini diharapkan menjadi momentum awal yang positif untuk penguatan pelayanan Program Makan Bergizi Gratis agar dapat berjalan dengan lebih baik lagi. Keputusan pergantian ini diambil Presiden Prabowo Subianto setelah melakukan monitoring dan evaluasi mendalam terhadap kinerja BGN selama hampir satu setengah tahun terakhir.
Prasetyo menekankan bahwa BGN memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung agenda pemerintah yang berfokus pada peningkatan kualitas gizi masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan tata kelola yang kokoh, koordinasi lintas sektor yang efektif, serta kepemimpinan yang mampu memastikan seluruh program berjalan sesuai sasaran, tepat waktu, dan mengedepankan prinsip akuntabilitas.
Proses evaluasi kinerja BGN dilakukan secara berkelanjutan, dengan mempertimbangkan berbagai masukan dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk kementerian terkait, masyarakat luas, serta para penerima manfaat Program MBG. “Bapak Presiden tentu terus melakukan monitoring dan pada akhirnya melakukan evaluasi terhadap seluruh kinerja kabinet, termasuk kinerja BGN,” jelas Prasetyo.
Dalam keputusan tersebut, tidak hanya Dadan Hindayana yang diberhentikan, tetapi juga Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya dari jabatan Wakil Kepala BGN. Pemerintah menyampaikan apresiasi yang tulus atas kerja keras dan dedikasi ketiganya dalam membangun fondasi dan mengembangkan BGN selama masa jabatan mereka.
Selanjutnya, Presiden mengangkat Nani S. Deyang sebagai Kepala BGN yang baru. Selain itu, Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono juga diangkat sebagai Wakil Kepala BGN yang baru, melengkapi formasi kepemimpinan lembaga tersebut.
Harapan dan Tugas Pimpinan Baru
Prasetyo Hadi menyampaikan harapannya agar pimpinan BGN yang baru dapat segera melakukan konsolidasi internal. Selain itu, mereka juga diharapkan dapat memperkuat koordinasi dengan berbagai kementerian dan lembaga terkait, serta meningkatkan sinergi dengan pemerintah daerah di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
“Kita semua berharap kepemimpinan yang baru dapat mempercepat pelaksanaan program-program prioritas, memperbaiki kinerja, meningkatkan tata kelola organisasi, serta menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat, terutama dalam upaya peningkatan kualitas gizi, kesehatan, dan sumber daya manusia Indonesia,” ujar Prasetyo, menekankan pentingnya kontribusi BGN bagi kemajuan bangsa.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh program yang dijalankan oleh BGN akan tetap berjalan seperti biasa selama proses evaluasi berlangsung. Pelayanan kepada masyarakat tidak boleh mengalami gangguan sedikit pun. Seluruh unit kerja di lingkungan BGN diminta untuk tetap menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing dengan profesional. “Pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terganggu sama sekali, dan setiap unit kerja di lingkungan BGN diharapkan tetap menjalankan tugas sesuai dengan tanggung jawab masing-masing,” tegasnya.
Profil Nanik S. Deyang, Pemimpin Baru BGN
Nanik Sudaryati Deyang, yang kini memimpin BGN, dikenal sebagai sosok jurnalis senior sebelum terjun ke dunia politik dan pemerintahan. Lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 3 Januari 1968, Nanik S. Deyang memulai kariernya di dunia media sebagai wartawati di Tabloid Bangkit, yang merupakan bagian dari kelompok media Kompas Gramedia. Pengalamannya kemudian berlanjut sebagai pemimpin media di Kelompok Media Peluang (KMP). Pengalaman panjang di bidang jurnalistik telah membentuknya menjadi pribadi dengan kemampuan komunikasi publik yang kuat.
Nama Nanik mulai dikenal luas secara nasional ketika ia aktif dalam lingkaran pendukung Prabowo Subianto. Pada Pemilihan Presiden 2019, ia menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Setelah pemerintahan Presiden Prabowo terbentuk, Nanik melanjutkan kariernya di ranah pemerintahan. Ia pernah menjabat sebagai Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) periode 2024–2029, dilantik berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 145/P Tahun 2024. Dalam posisinya tersebut, ia bekerja bersama Budiman Sudjatmiko.
Pada perombakan kabinet yang dikenal sebagai Kabinet Merah Putih pada September 2025, Presiden Prabowo melantiknya sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi. Dalam struktur BGN, Nanik bertanggung jawab atas aspek komunikasi publik, serta melakukan pengawasan dan investigasi terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Selain itu, ia juga mengemban amanah sebagai Ketua Pelaksana Harian Tim Koordinasi Program MBG.
Selama menjabat sebagai Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang dikenal aktif melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa standar operasional prosedur (SOP) Program MBG dijalankan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Langkah ini diambil sebagai upaya konkret untuk menjamin kualitas gizi anak-anak Indonesia serta kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) terpenuhi secara optimal.
Nanik juga menunjukkan ketegasannya dengan menangguhkan sementara (suspend) SPPG yang terbukti tidak memenuhi SOP Program MBG. Berbagai sidak yang dilakukannya juga mencerminkan komitmennya untuk memastikan mitra SPPG menyediakan fasilitas yang layak, termasuk tempat penginapan atau mess, bagi kepala SPPG, pengawas keuangan, hingga pengawas gizi di dapur MBG.


















