Pelalawan – yutelnews.com || Dugaan lemahnya pengawasan di Polsek Bunut, Kabupaten Pelalawan, kembali menjadi sorotan. Pimpinan Redaksi JudicialJustice.com bersama Ketua DPW Fast Respon Nusantara (FRN) Provinsi Riau mendatangi Mapolsek Bunut pada Jumat (18/7/2026) untuk melakukan konfirmasi terkait dua unit mobil colt diesel bermuatan kayu alam yang diduga berasal dari kawasan hutan. Namun, setibanya di lokasi, kantor Polsek Bunut disebut dalam keadaan kosong tanpa satu pun petugas yang berjaga di ruang pelayanan.
Tim mengaku sempat mengucapkan salam beberapa kali. Salam pertama dijawab dari dalam gedung, namun setelah menunggu beberapa menit tidak ada petugas yang menemui. Saat memasuki ruang tengah untuk mencari kamar kecil sambil kembali memanggil petugas, justru suara yang menjawab berasal dari dalam ruang tahanan.
“Hahaha… saya pikir polisi, rupanya tahanan Bang Yus. Mana polisinya kok nggak ada,” ujar Adam sambil tertawa.
Menurut keterangan dua orang tahanan yang berada di balik jeruji, seluruh petugas sedang tidak berada di tempat. Salah seorang tahanan menyampaikan bahwa kemungkinan anggota Polsek sedang melaksanakan salat Jumat.
“Mereka tidak ada Bang, mungkin mereka jumatan, bentar lagi mungkin pulang,” ucap salah seorang tahanan.
Setelah keluar dari gedung, tim melihat dua unit mobil colt diesel yang masih terparkir di halaman Mapolsek Bunut dengan muatan kayu bulat yang ditutup terpal berwarna biru dan merah. Saat tim melakukan dokumentasi terhadap kendaraan tersebut, datang seorang yang mengaku anggota Polsek Bunut bernama Doni dan mempertanyakan aktivitas peliputan.
“Ngapain di sini Bang? Ngapain foto-foto atau video tanpa izin? Kalian masuk rumah orang harus ada izin,” katanya.
Wartawan kemudian menjelaskan bahwa kedatangan mereka bertujuan melakukan wawancara dengan Kapolsek maupun Kanit Reskrim sekaligus meminta konfirmasi mengenai status dua truk bermuatan kayu tersebut. Namun, menurut tim, tidak ditemukan satu pun pejabat atau petugas yang berwenang berada di kantor saat itu. Mereka juga menyampaikan bahwa salam yang dijawab sebelumnya ternyata berasal dari tahanan, bukan dari petugas kepolisian.
Adam mengaku baru pertama kali mengalami situasi seperti itu saat melakukan peliputan di kantor kepolisian. Menurutnya, sangat disayangkan apabila kantor pelayanan publik, terlebih kantor polisi, ditinggalkan tanpa petugas yang berjaga sementara terdapat tahanan dan barang bukti yang masih berada di lokasi.
Akibat tidak adanya pejabat yang dapat memberikan keterangan resmi, status dua unit mobil bermuatan kayu tersebut belum dapat dikonfirmasi apakah merupakan barang bukti hasil penindakan, kendaraan yang diamankan, atau memiliki status hukum lainnya. Hingga berita ini disusun, belum diperoleh penjelasan resmi dari Kapolsek Bunut maupun Kanit Reskrim.
Pimpinan Redaksi JudicialJustice.com bersama DPW Fast Respon Nusantara Provinsi Riau menyatakan akan melaporkan peristiwa tersebut kepada pimpinan organisasi di tingkat pusat untuk diteruskan kepada Mabes Polri.
Adam meminta dilakukan evaluasi terhadap pelayanan di Polsek Bunut, termasuk klarifikasi mengenai kondisi kantor yang disebut tanpa petugas saat jam pelayanan serta tindakan anggota yang diduga meminta wartawan menghapus dokumentasi ketika menjalankan tugas jurnalistik.|| TIM
Tak Satupun Petugas Berjaga, Polsek Bunut Tuai Sorotan Usai Tahanan Menjawab Salam Wartawan








































