UBUN – Yutelnews.com.
Sudah hampir lima tahun, bangunan penahan gelombang yang menjadi pelindung satu-satunya bagi warga Desa Ubun rusak parah dan belum tersentuh perbaikan. Setiap kali musim ombak tiba, air laut langsung menghantam rumah-rumah warga di tepi pantai. Rasa takut dan gelisah kini menjadi keseharian yang melekat, namun harapan akan perhatian pemerintah belum juga terwujud.
Keluhan ini disampaikan langsung oleh Tokoh Masyarakat Desa Ubun, Gamil Umagapi, saat berbincang dengan awak media pada Jumat, 31/07/ 2026.
Ia menjelaskan, kerusakan penahan gelombang itu membentang lebih dari 200 meter. Selama bertahun-tahun, warga hidup dalam kekhawatiran tanpa ada kepastian kapan bangunan vital itu akan dipulihkan.
“Pemerintah Daerah, Provinsi, hingga Pemerintah Pusat, tolong dengarkan suara kami. Penahan gelombang ini sudah rusak hampir lima tahun. Lebih dari 200 meter panjangnya rusak, dan setiap ombak datang, rumah kami langsung terkena hantaman. Kami tidak meminta kemewahan, hanya butuh tempat tinggal yang aman dan terlindungi,” ujar Gamil dengan nada penuh harap.
Warga Desa Ubun tidak ingin terus menunggu dalam ketakutan. Melalui pemberitaan ini, mereka memohon agar pemerintah segera turun melihat kondisi di lapangan, menyusun rencana perbaikan, dan mengalokasikan anggaran yang layak. Bagi warga, penahan gelombang bukan sekadar bangunan batu dan semen — itu adalah benteng keselamatan, tempat berlindung, dan masa depan mereka di tanah kelahiran sendiri.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi maupun rencana perbaikan yang disampaikan pihak berwenang. Warga tetap menanti: kapan suara mereka akan didengar?
Kabiro, Ambon (Danny, S.)
Gelombang Mengancam Lima Tahun, Penahan Pantai Desa Ubun Masih Menanti Perhatian































