SEDANAU, NATUNA, YUTELNEWS.COM — KM Sabuk Nusantara 36 tertahan di Pelabuhan Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna, sejak Sabtu (24/10/2026) akibat kerusakan pada bagian daun kemudi. Hingga Selasa (27/10/2026), proses perbaikan masih berlangsung dan jadwal keberangkatan belum dapat dipastikan.
Nakhoda KM Sabuk Nusantara 36, Galih, saat dikonfirmasi Yutelnews pada Selasa (27/10/2026) pukul 18.00 WIB, menjelaskan bahwa gangguan diketahui sekitar pukul 08.00 WIB ketika kapal mengalami kesulitan bermanuver saat hendak bersandar di Pelabuhan Sedanau.
Pemeriksaan teknis menemukan enam baut pada bagian daun kemudi bermasalah. Menurut Galih, baut tersebut diduga telah memasuki masa penggantian. Karena fasilitas pembuatan baut tidak tersedia di Sedanau, baut pengganti saat ini sedang dibuat di Ranai, Kabupaten Natuna.
Galih berharap proses perbaikan dapat segera diselesaikan agar kapal kembali beroperasi seperti sediakala. Harapan yang sama juga dirasakan penumpang yang hendak melanjutkan perjalanan serta calon penumpang yang menunggu kepastian keberangkatan.
Sementara itu, Ferizal, perwakilan Syahbandar di Pelabuhan Sedanau yang merupakan wilayah kerja Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Tarempa, menjelaskan kepada Yutelnews pada Selasa (27/10/2026) pukul 15.40 WIB bahwa kapal belum dapat diberangkatkan karena pemasangan daun kemudi belum selesai.
Ia mengatakan, baut yang rusak perlu dibuat kembali, sementara keterbatasan fasilitas di Sedanau menjadi kendala. Ferizal belum dapat memastikan jadwal keberangkatan karena masih menunggu informasi perkembangan dari nakhoda.

Salah seorang penumpang asal Pulau Laut, Saiun, yang hendak menuju Tanjungpinang bersama istrinya, saat diwawancarai Yutelnews pada Selasa (27/10/2026) pukul 18.00 WIB, mengatakan dirinya mengetahui adanya gangguan pada KM Sabuk Nusantara 36 ketika kapal hendak bersandar di Pelabuhan Sedanau pada Sabtu (24/10/2026) sekitar pukul 08.00 WIB. Gangguan tersebut berkaitan dengan kerusakan pada bagian daun kemudi kapal, sehingga kapal belum dapat melanjutkan pelayaran dan para penumpang masih menunggu proses perbaikan selesai.
Tertahannya kapal berdampak pada penumpang yang hendak melanjutkan perjalanan, termasuk menuju Tanjungpinang, serta calon penumpang yang berencana menggunakan kapal tersebut untuk perjalanan antarpulau.
Contact Center 151 Kementerian Perhubungan, melalui balasan WhatsApp kepada Yutelnews, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan akibat kapal yang dilaporkan tertahan selama tiga hari dan belum dapat melanjutkan pelayaran. Masyarakat disarankan berkoordinasi dengan Syahbandar atau pengelola pelabuhan setempat serta operator kapal untuk memperoleh informasi mengenai perkembangan perbaikan dan jadwal keberangkatan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada kepastian waktu keberangkatan KM Sabuk Nusantara 36. Kapal perlu menyelesaikan perbaikan dan menjalani pemeriksaan teknis yang diperlukan sebelum kembali berlayar.
(Red: Darmansyah)









































