Geledah Kejagung: Usai Dadan Dicopot, Kantor BGN Jadi Sasaran

Penggeledahan Kantor Badan Gizi Nasional oleh Kejaksaan Agung, Pergantian Pimpinan Mengemuka

Jakarta – Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta Pusat menjadi sasaran penggeledahan oleh tim penyidik dari Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung pada Rabu, Juni 2026. Langkah hukum ini memicu berbagai spekulasi, terlebih lagi terjadi sehari setelah Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan besar-besaran di jajaran pimpinan BGN.

Pelaksana Harian Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Mohammad Jeffry, membenarkan adanya kegiatan penggeledahan di lingkungan kantor BGN. Namun, hingga berita ini diturunkan, Kejaksaan Agung masih enggan merinci perkara spesifik yang tengah diusut. Belum ada keterangan resmi mengenai barang bukti yang berhasil diamankan, baik itu dokumen, perangkat elektronik, maupun bukti fisik lainnya. Pihak Kejaksaan Agung berjanji akan memberikan informasi detail melalui konferensi pers resmi yang dijadwalkan di kemudian hari.

“Nanti secara resmi akan dirilis,” ujar Jeffry singkat, mengindikasikan bahwa transparansi akan dilakukan setelah seluruh proses investigasi internal selesai.

Pergantian Kepemimpinan BGN yang Mengejutkan

Penggeledahan oleh Kejaksaan Agung ini terjadi hanya berselang sehari setelah Presiden Prabowo Subianto memberhentikan tiga petinggi Badan Gizi Nasional. Pada Selasa, Juni 2026, Kepala BGN Dadan Hindayana, bersama dua Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung, resmi dicopot dari jabatannya. Pemerintah mengumumkan pergantian ini sebagai bagian dari upaya penyegaran dan evaluasi terhadap kinerja lembaga yang bertanggung jawab atas Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sebagai gantinya, Nanik S Deyang ditunjuk untuk mengisi posisi Kepala BGN. Sementara itu, dua posisi Wakil Kepala BGN kini dijabat oleh Mayjen Trenggono dan Agustina Arumsari. Keputusan pergantian ini menimbulkan pertanyaan, terutama mengingat Dadan Hindayana pada pagi hari yang sama masih terlihat mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam agenda peninjauan program MBG di wilayah Palmerah, Jakarta Barat, termasuk kunjungan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan SMPN 111 Jakarta.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa pergantian pucuk pimpinan BGN merupakan hasil dari evaluasi berkala yang dilakukan oleh Presiden Prabowo. Penilaian ini melibatkan masukan dari berbagai kementerian terkait, masyarakat, serta para penerima manfaat langsung program. Prasetyo menambahkan bahwa diharapkan jajaran pimpinan yang baru dapat segera bergerak cepat dalam memetakan langkah taktis organisasi, melakukan konsolidasi internal, dan memperkuat koordinasi.

Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG dan Isu OTT

Meskipun belum ada kaitan langsung yang diumumkan antara penggeledahan Kejaksaan Agung dan pergantian pejabat BGN, isu dugaan jual beli titik dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengemuka. Mensesneg Prasetyo Hadi membenarkan bahwa saat ini sedang dilakukan audit internal di BGN terkait dugaan praktik tersebut. Dapur SPPG sendiri merupakan fasilitas pengolahan makanan yang vital dalam memproduksi dan mendistribusikan program MBG ke sekolah-sekolah.

“Semua sedang dalam proses audit internal. Itu adalah bagian dari, sekali lagi kami sampaikan, bagian dari monitoring dan evaluasi terus menerus yang kita lakukan,” ungkap Prasetyo.

Sebelum pergantian pejabat, isu operasi tangkap tangan (OTT) terhadap pejabat BGN sempat beredar luas di kalangan media pada pekan lalu. Wakil Kepala BGN saat itu, Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya, menjadi salah satu figur yang dikabarkan terkena OTT oleh Kejaksaan Agung. Namun, Sony Sonjaya telah membantah isu tersebut dalam konferensi pers yang digelar pada Senin, 25 Mei 2026, menegaskan kehadirannya secara langsung sebagai bukti bahwa dirinya tidak terlibat dalam operasi penangkapan tersebut.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Menjadi Sorotan

Badan Gizi Nasional (BGN) sendiri merupakan lembaga yang memiliki peran krusial dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program prioritas nasional ini dirancang untuk meningkatkan kesehatan dan gizi anak sekolah, balita, serta ibu hamil dan menyusui. Dengan target penerima mencapai 82,9 juta orang, yang meliputi peserta didik santri, balita, ibu hamil, dan menyusui, program MBG memiliki anggaran fantastis sebesar Rp268 triliun pada tahun ini.

Hingga Mei 2026, program ini dikabarkan telah menjangkau 61,9 juta penerima. Mengingat skala dan besarnya anggaran yang dialokasikan, program MBG terus menjadi sorotan publik dan pemerintah. Oleh karena itu, pengawasan ketat dilakukan untuk memastikan efektivitas dan akuntabilitas pelaksanaannya.

Dadan Hindayana sendiri dilantik sebagai Kepala BGN oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 19 Agustus 2024, menjelang akhir masa jabatannya. Ia kemudian memimpin pelaksanaan program MBG yang menjadi salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto.

Pergantian kepemimpinan dan penggeledahan yang terjadi di BGN ini menunjukkan bahwa pemerintah serius dalam melakukan evaluasi dan penindakan terhadap potensi penyalahgunaan wewenang atau praktik koruptif, terutama pada program-program strategis yang melibatkan anggaran besar dan berdampak luas bagi masyarakat. Seluruh pihak menantikan perkembangan lebih lanjut dari Kejaksaan Agung mengenai detail perkara yang tengah diusut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *