UMKM Kepulauan 3T Minta Perhatian Pemerintah, Perdagangan Digital Dinilai Gerus Ekonomi Daerah

NATUNAYUTELNEWS.COM ||
Perkembangan perdagangan digital melalui berbagai platform marketplace membawa perubahan besar terhadap pola belanja masyarakat di Indonesia, termasuk di wilayah kepulauan seperti Kabupaten Natuna.

Kemudahan akses, harga yang kompetitif, serta beragam pilihan produk membuat platform digital semakin diminati masyarakat. Kondisi ini juga dirasakan oleh masyarakat di wilayah kepulauan yang kini semakin mudah mendapatkan berbagai kebutuhan tanpa harus bepergian ke kota besar.

Di satu sisi, kehadiran marketplace memberikan manfaat karena masyarakat dapat memperoleh barang dengan harga yang relatif lebih murah serta proses pembelian yang lebih praktis.

Namun di sisi lain, kondisi tersebut mulai menimbulkan kekhawatiran bagi sebagian pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah kepulauan, khususnya wilayah kategori 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).

Sebelum perkembangan marketplace begitu pesat, para pedagang lokal biasanya melakukan perjalanan ke kota-kota besar untuk membeli barang dagangan yang kemudian dijual kembali di daerahnya. Aktivitas tersebut menciptakan perputaran ekonomi lokal yang cukup kuat karena uang hasil belanja masyarakat tetap beredar di daerah yang sama.

Kini pola tersebut mulai berubah. Sebagian masyarakat memilih berbelanja langsung melalui marketplace karena faktor harga dan kemudahan. Akibatnya, sejumlah pelaku usaha lokal mengaku mengalami penurunan omzet, bahkan tidak sedikit yang terpaksa menghentikan usahanya karena kesulitan bersaing.

Salah seorang pelaku UMKM di wilayah kepulauan Kabupaten Natuna yang enggan disebutkan namanya mengaku perubahan pola belanja masyarakat sangat terasa dalam beberapa tahun terakhir.

“Sekarang masyarakat lebih banyak belanja lewat marketplace. Harga yang ditawarkan sering lebih murah karena barang langsung dari luar daerah. Sementara kami pedagang di sini harus menanggung biaya transportasi yang cukup besar untuk mendatangkan barang,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi tersebut membuat sejumlah pedagang kecil mulai kesulitan mempertahankan usahanya.

“Kalau keadaan seperti ini terus berlangsung tanpa ada dukungan atau kebijakan yang membantu UMKM daerah, dikhawatirkan banyak usaha kecil yang tidak mampu bertahan,” katanya.

Fenomena ini memunculkan kekhawatiran bahwa perputaran uang di daerah kepulauan semakin berkurang, karena sebagian transaksi ekonomi terjadi melalui platform digital yang pusat operasionalnya berada di luar daerah.

Meski demikian, secara regulasi pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan untuk melarang keberadaan platform digital. Perdagangan elektronik merupakan bagian dari sistem ekonomi nasional yang diatur oleh pemerintah pusat melalui lembaga seperti Kementerian Perdagangan Republik Indonesia dan Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Karena itu, sejumlah kalangan menilai solusi yang lebih realistis bukanlah melarang marketplace, melainkan mencari kebijakan yang mampu menjaga keseimbangan antara perkembangan ekonomi digital dan keberlangsungan usaha masyarakat lokal.

Beberapa langkah yang dinilai dapat menjadi solusi antara lain memperkuat program digitalisasi UMKM, memberikan pelatihan pemasaran online bagi pedagang daerah, membantu pelaku usaha lokal masuk ke marketplace, serta memperbaiki sistem distribusi dan logistik di wilayah kepulauan agar produk lokal dapat bersaing dengan produk dari luar daerah.

Di tengah pesatnya perkembangan perdagangan digital, para pelaku usaha kecil di wilayah 3T juga menyampaikan harapan kepada pemerintah pusat agar kondisi ekonomi masyarakat di daerah kepulauan turut menjadi perhatian.

Harapan tersebut disampaikan kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, agar pemerintah dapat melihat secara langsung dampak perubahan pola perdagangan terhadap usaha kecil di wilayah terluar Indonesia.

Kondisi tersebut juga terlihat dari semakin berkurangnya aktivitas sejumlah kios dan toko kecil di beberapa wilayah di Kabupaten Natuna. Sejumlah pelaku usaha mengaku kini harus mencari cara baru untuk mempertahankan usahanya di tengah perubahan pola belanja masyarakat yang semakin beralih ke platform digital.

Para pelaku UMKM berharap pemerintah dapat menghadirkan kebijakan yang mampu melindungi dan memperkuat ekonomi masyarakat daerah, sehingga perkembangan platform digital tetap berjalan tanpa mengganggu keberlangsungan usaha kecil di daerah.

Bagi daerah kepulauan seperti Kabupaten Natuna, perputaran ekonomi lokal menjadi faktor penting bagi kesejahteraan masyarakat. Karena itu, perhatian pemerintah pusat diharapkan mampu menghadirkan solusi yang adil dan berpihak pada penguatan ekonomi daerah 3T.

Dengan kebijakan yang tepat, masyarakat berharap kemajuan teknologi dan perdagangan digital dapat berjalan seiring dengan penguatan ekonomi lokal, sehingga daerah-daerah terdepan Indonesia tidak tertinggal dalam pembangunan dan kesejahteraan.

Para pelaku UMKM di daerah kepulauan juga berharap suara dan kondisi yang mereka alami dapat menjadi perhatian pemerintah pusat, sehingga kebijakan ekonomi nasional mampu memberikan ruang yang adil bagi pelaku usaha kecil di wilayah terdepan Indonesia.

(Editor: Darmansyah – Kabiro Natuna Yutelnews.com)

Bupati Pelalawan H.Zukri Resmi Buka Operasi Pasar Pengendalian Inflasi untuk Warga Terdata P3KE

PELALAWANYUTELNEWS.COM||
Bupati Pelalawan H. Zukri, SM., MM secara resmi membuka kegiatan Operasi Pasar dalam rangka Pengendalian Inflasi Daerah bagi masyarakat yang terdata dalam Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) Tahun Anggaran 2026, bertempat di Lapangan Mini Soccer Pangkalan Kerinci, (12/3/2026 ).

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Pelalawan sebagai upaya membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus menjaga stabilitas harga bahan pokok di daerah. Operasi pasar tersebut juga digelar menjelang Hari Raya Idulfitri, di mana biasanya terjadi peningkatan kebutuhan masyarakat terhadap bahan pokok.

Acara pembukaan operasi pasar ini turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Pelalawan Syafrizal, SE, Kapolres Pelalawan John Louis Letedara, SIK serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pelalawan.

Dalam sambutannya, Bupati Pelalawan H. Zukri menyampaikan bahwa pelaksanaan operasi pasar merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus membantu masyarakat, khususnya yang masuk dalam data P3KE.

“Kegiatan operasi pasar ini merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam membantu masyarakat mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus sebagai langkah untuk menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi di daerah.” ujar Bupati.

Bupati juga menambahkan bahwa pemerintah daerah terus berupaya menghadirkan program-program yang berpihak kepada masyarakat, terutama bagi masyarakat yang secara ekonomi membutuhkan perhatian lebih.

“Kita berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat, sekaligus menjaga daya beli masyarakat agar tetap stabil, terlebih menjelang Hari Raya Idulfitri.” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Pelalawan berharap masyarakat dapat terbantu dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari, terutama menjelang hari besar keagamaan, serta mampu menekan laju inflasi di daerah.|| AS

Bupati Pelalawan H.Zukri Misran S.M Pimpin Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026

PELALAWANYUTELNEWS.COM ||
Bupati Pelalawan H. Zukri, SM., MM, memimpin pelaksanaan Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026 yang digelar di halaman Mapolres Pelalawan, Kamis (12/3/2026).

Hadir pada kesempatan tersebut Ketua DPRD Pelalawan, Syafrizal, SE, Kapolres Pelalawan AKBP. John Louis Letedara, SIK, serta Kepala OPD dilingkungan Pemerintah Kabupaten Pelalawan.

Kegiatan ini merupakan bentuk kesiapsiagaan dalam rangka pengamanan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, khususnya untuk memastikan keamanan, ketertiban, serta kelancaran arus mudik dan arus balik di wilayah Kabupaten Pelalawan.

Gelar pasukan tersebut juga diikuti oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Pelalawan, personel Polres Pelalawan, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, BPBD, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), serta unsur masyarakat.

Dalam amanatnya, Bupati Pelalawan H. Zukri menekankan bahwa kesabaran merupakan kunci utama keberhasilan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama perayaan Idulfitri.

“Kesabaran adalah kunci keberhasilan. Keberhasilan pelayanan Idulfitri dan Operasi Ketupat 2026 sangat ditentukan oleh kesabaran seluruh komponen yang terlibat dalam operasi ini.” ujar Bupati.

Bupati juga menyampaikan bahwa nilai kesabaran tidak hanya penting dalam menjalankan tugas pengamanan, tetapi juga menjadi esensi bagi umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.

“Begitu juga dengan kemenangan bagi umat Muslim yang menjalankan puasa di bulan Ramadan, semuanya berawal dari kesabaran.” tambahnya.

Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh unsur yang terlibat dapat terus bersinergi dalam memberikan rasa aman, nyaman, serta pelayanan terbaik kepada masyarakat selama masa arus mudik hingga arus balik Idulfitri.|| AS

Polda Kepri Gelar Tactical Floor Game Operasi Ketupat Seligi 2026, Matangkan Pengamanan Idul Fitri

BATAM– YUTELNEWS.COM || Dalam rangka mematangkan kesiapan pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) menggelar simulasi Tactical Floor Game (TFG) Operasi Ketupat Seligi 2026 di Gedung Lancang Kuning Polda Kepri, Batam, Rabu (11/3/2026).

Kegiatan simulasi ini dipimpin langsung oleh Karendalopsda Ketupat Seligi 2026 Taswin serta didampingi Kasatgasopsda Ketupat Seligi 2026 Taufiq Lukman Nurhidayat. Turut hadir para Kasatgas, Kasubsatgas serta perwakilan berbagai instansi terkait, di antaranya Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Badan Pengusahaan Batam (BP Batam), serta dinas pemerintahan setempat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan laporan perwira pelaksana serta pemaparan teknis mengenai berbagai skenario pengamanan yang akan dihadapi di lapangan selama pelaksanaan operasi berlangsung.

Dalam arahannya, Taufiq Lukman Nurhidayat menyampaikan bahwa Operasi Ketupat Seligi 2026 akan berlangsung selama 13 hari, terhitung mulai 13 hingga 26 Maret 2026. Operasi ini difokuskan untuk menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif serta keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas yang aman dan terkendali.

Ia juga menekankan pentingnya antisipasi terhadap potensi kemacetan panjang serta lonjakan aktivitas masyarakat di titik-titik transportasi publik selama arus mudik dan arus balik Lebaran.

Untuk mendukung kelancaran pengamanan tersebut, Kepolisian Daerah Kepulauan Riau menyiagakan sebanyak 43 pos yang tersebar di tujuh kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Riau, dengan rincian 16 Pos Pelayanan, 22 Pos Pengamanan, dan 5 Pos Terpadu.

Sementara itu, Taswin menegaskan bahwa pelaksanaan TFG bukan sekadar rutinitas, melainkan menjadi bekal penting agar setiap personel memahami tugas dan tanggung jawabnya secara presisi di lapangan.

Menurutnya, dinamika situasi di lapangan jauh lebih kompleks sehingga kesiapsiagaan menjadi prioritas utama. Ia juga menginstruksikan agar setiap pos terpadu menggunakan minimal dua unit alat komunikasi handy talky (HT) guna memastikan koordinasi internal maupun lintas sektor dapat berjalan secara real-time.

Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Seligi 2026 ini, jajaran Kepolisian Daerah Kepulauan Riau bersama instansi terkait mengusung komitmen bersama bertajuk “No Crime dan No Accident”, dengan target utama mencegah tindak kriminalitas serta menekan angka kecelakaan lalu lintas selama periode mudik dan arus balik Lebaran.

Terpisah, Kabid Humas Polda Kepri Nona Pricillia Ohei mengimbau masyarakat yang membutuhkan layanan kepolisian agar dapat menghubungi Call Center 110 yang aktif selama 24 jam atau memanfaatkan aplikasi Polri Super Apps.

Ia juga menyampaikan bahwa masyarakat yang hendak mudik dan merasa khawatir meninggalkan kendaraan atau barang berharga di rumah dapat menitipkannya di kantor polisi terdekat, baik Polsek maupun Polres.

“Layanan penitipan ini disediakan secara gratis tanpa dipungut biaya sebagai wujud kehadiran Polri dalam memberikan rasa aman bagi masyarakat selama merayakan Idul Fitri,” tutup Nona Pricillia Ohei.

Penulis: Redaksi
Editor: Darmansyah
Kabiro Natuna – yutelnews.com

Silaturahmi Ramadan di Pekanbaru, Bupati Asmar Serap Aspirasi Warga Meranti di Perantauan

PEKANBARUYUTELNEWS.COM || Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menggelar silaturahmi dan buka puasa bersama masyarakat Meranti yang berada di Kota Pekanbaru, Rabu (11/3/2026), di Ballroom Hotel Furaya Pekanbaru.

Acara ini dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat Kepulauan Meranti yang tinggal di Pekanbaru, mulai dari tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, hingga para mahasiswa dan mahasiswi.

Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk menjalin komunikasi langsung dengan masyarakat Meranti yang berada di perantauan.

Menurutnya, Safari Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan ibadah semata, tetapi juga menjadi sarana untuk menyampaikan berbagai informasi pembangunan sekaligus menyerap aspirasi masyarakat.

“Kegiatan safari ini merupakan media bagi kami untuk menyampaikan informasi sekaligus menyerap berbagai aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat, sehingga dapat menjadi referensi dalam melaksanakan pembangunan ke depan,” ujar Asmar.

Ia berharap momentum silaturahmi tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat Meranti di Pekanbaru untuk terus menjaga kebersamaan serta memberikan masukan kepada pemerintah daerah dalam upaya membangun Kabupaten Kepulauan Meranti.

“Kami sangat berharap masukan dari saudara-saudara semua, terutama dalam hal membangun Kabupaten Kepulauan Meranti ke arah yang lebih baik lagi,” katanya.

Asmar juga mengungkapkan rasa bangganya karena dapat kembali bertemu dengan masyarakat Meranti di Pekanbaru setelah beberapa tahun kegiatan serupa tidak dapat dilaksanakan. Menurutnya, pertemuan tersebut menunjukkan kuatnya ikatan kekeluargaan masyarakat Meranti meskipun berada di daerah yang berbeda.

“Inilah bukti kekompakan kita bersaudara. Walaupun berada di lokasi yang berbeda, namun kita tetap bisa bertemu dan bersilaturahmi dalam acara berbuka bersama seperti ini,” ungkapnya.

Di akhir sambutannya, Asmar juga meminta doa dan dukungan masyarakat agar dirinya bersama Wakil Bupati Kepulauan Meranti dapat terus menjaga kekompakan dalam menjalankan pemerintahan.

“Kami berharap masyarakat terus mendoakan kami agar tetap akur dalam menjalankan pemerintahan dan tetap istiqomah dalam membangun Kabupaten Kepulauan Meranti,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Umum Perkumpulan Masyarakat Kabupaten (Permaskab) Kepulauan Meranti, H. Nazaruddin Nasir, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi momen penting bagi masyarakat Meranti di Pekanbaru untuk berkumpul dan mempererat kebersamaan di bulan suci Ramadan.

Ia mengatakan, meskipun masyarakat Meranti di Pekanbaru berasal dari berbagai profesi, latar belakang, serta kampung halaman yang berbeda, namun tetap memiliki identitas yang sama sebagai orang Meranti.

“Kita yang hadir di sini berasal dari berbagai profesi, berbagai asal kampung, bahkan dari berbagai kampus. Namun ada satu hal yang mempersatukan kita semua, yaitu kita adalah orang Meranti,” ujarnya.

Nazaruddin juga mengapresiasi inisiatif Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti yang menggelar kegiatan silaturahmi tersebut sebagai upaya mempererat hubungan antara pemerintah daerah dengan masyarakat Meranti di Pekanbaru.

Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, termasuk masyarakat Meranti yang berada di perantauan.

“Kebersamaan ini sangat penting. Ketika pemerintah dan masyarakat saling mendengar, saling mendukung, dan saling menguatkan, maka Insya Allah Kabupaten Kepulauan Meranti akan melangkah lebih jauh ke depan,” ungkapnya.

Nazaruddin berharap Kabupaten Kepulauan Meranti dapat terus berkembang di berbagai sektor, baik ekonomi, pendidikan, maupun kesejahteraan masyarakat.

“Kami berharap Meranti terus berkembang, ekonominya tumbuh, pendidikannya semakin baik, masyarakatnya semakin sejahtera, dan generasi muda memiliki masa depan yang lebih baik,” tutupnya.

(Bom)

Ekonomi Anambas Melejit, Tertinggi di Kepri Lampaui Natuna dan Batam

YUTELNEWS.COMANAMBAS || Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kepulauan Anambas pada tahun 2025 mencatat capaian tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pertumbuhan ekonomi daerah perbatasan tersebut mencapai 15,54 persen secara year on year (YoY).

Angka ini menempatkan Anambas di posisi teratas dibandingkan kabupaten dan kota lain di Kepri. Di bawahnya menyusul Kabupaten Natuna dengan pertumbuhan 10,49 persen, kemudian Kota Batam sebesar 6,76 persen.

Sementara itu beberapa daerah lain di Kepri mencatat pertumbuhan lebih rendah, seperti Kabupaten Bintan 6,43 persen, Kabupaten Karimun 5,44 persen, Kabupaten Lingga 3,53 persen, serta Kota Tanjungpinang 3,31 persen.

Tingginya pertumbuhan ekonomi Anambas tidak terlepas dari peran sektor minyak dan gas (migas) yang beroperasi di wilayah perairan Natuna dan sekitar Kepulauan Anambas. Sejumlah proyek migas lepas pantai menjadi salah satu penopang utama aktivitas ekonomi daerah.

Beberapa proyek tersebut antara lain Blok Anambas yang dioperasikan oleh KUFPEC, serta proyek South Natuna Sea Block B yang dikelola Medco Energi.

Selain sektor migas, ekonomi Anambas juga ditopang oleh sektor perikanan dan kelautan yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat. Aktivitas penangkapan ikan, budidaya perikanan, perdagangan antar pulau hingga jasa transportasi laut turut memberikan kontribusi bagi perekonomian daerah.

Potensi lain yang mulai berkembang adalah pariwisata bahari. Gugusan pulau, pantai, terumbu karang serta destinasi wisata selam di wilayah Anambas menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Meski demikian, sejumlah pihak menilai Anambas masih menghadapi tantangan dalam melakukan diversifikasi ekonomi agar tidak terlalu bergantung pada sektor migas. Penguatan sektor riil seperti perikanan, pariwisata dan perdagangan dinilai penting untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah dalam jangka panjang.

(Redaksi)
Editor: Darmansyah Kabiro Natuna YUTELNEWS.COM

Bupati Asmar Safari Ramadan di Desa Wonosari Rangsang

MERANTIYUTELNEWS.com || Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar melakukan safari ramadan 1447 H bersama masyarakat di Masjid Hidayatul Muttaqin Desa Wonosari Kecamatan Rangsang, Ahad (8/3/2026). Kegiatan dimulai dari buka bersama, salat magrib, isya, dan salat tarawih berjemaah.

Bupati Asmar menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas sambutan hangat dari seluruh jamaah di Masjid Hidayatul Muttaqin.

“Kehadiran saya dan rombongan di sini merupakan upaya untuk memupuk jalinan silaturahmi, antara pemerintah, ulama dan masyarakat,” ujarnya.

Asmar mengatakan, kegiatan safari ramadan yang digelar merupakan langkah untuk membangun ukhuwah islamiyah antar sesama, baik pemerintah maupun masyarakat.

“Mari jadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan kita dalam membangun Kabupaten Kepulauan Meranti agar semakin maju, sejahtera, dan religius,” ajak Bupati.

Sebelumnya, Ketua Pembinaan Pengamalan Agama (P2A) Kecamatan Rangsang, H. M. Fadil menyampaiakan ucapan selamat datang dan terimakasih kepada Bupati beserta rombongan di Kecamatan Rangsang. Kegiatan itu bertepatan dengan peringatan Nuzulul Qur’an dan santunan anak yatim dan piatu.

“Kegiatan ini kami laksanakan setiap tahun, yang dananya bersumber dari masyarakat Kecamatan Rangsang,” ujarnya.

Ia juga mengatakan untuk tahun 2026, dana yang terkumpul sebanyak 140 juta. Dana tersebut akan dibagikan kepada anak yatim, piatu dan yatim piatu yang berjumlah 122 anak dari 13 desa.

“Khusus untuk Desa topang, santunan akan dilaksanakan tersendiri. Untuk itu mohon doanya kegiatan ini bisa dilaksanakan setiap tahun, tentunya lebih besar lagi,” imbuh H. Padil.

Dalam kesempatan itu juga diserahkan santunan kepada sejumlah kaum duafa dan cendera mata kepada Pengurus Masjid Hidayatul Muttaqin oleh Bupati Asmar.

Selain itu, secara pribadi, Bupati Asmar juga ikut menyantuni anak yatim sebanyak Rp 5 juta.

Turut hadir dalam safari tersebut, unsur Forkopimda Kepulauan Meranti, Wakil Ketua DPRD Kepulauan Meranti, Antoni Shidarta, Danramil 02/Tebing Tinggi Kapten Arh Efri Hardin Nasution, dan Kakan Kemenag H. Sulman serta penceramah ustadz Ahmadi.

Hadir pula pimpinan BUMD Kepulauan Meranti, pimpinan OPD, Camat Rangsang Budi dan Upika, para kepala desa serta undangan lainnya.

(Bom)

Kunjungan kerja kepala staf angkatan Darat (KASAD) di kepulauan nias

YUTELNEWS.com
Gunungsitoli,10 Maret 2026. Bupati Nias Utara Amizaro Waruwu
bersama Gubernur Sumatera Utara, Pangdam I/Bukit Barisan dan Ketua Persit KCK Daerah I/Bukit Barisan, Kepala Daerah se-Kepulauan Nias,
Danrem 023/Kawal Samudera dan Ketua Persit KCK Koorcabrem 023 PD I/Bukit Barisan, Dandim 0213/Nias dan Ketua Persit KCK Nias, Ketua DPRD se-Kepulauan Nias, Kapolres Nias, Kajari Gunungsitoli, Ketua Pengadilan Negeri Gunungsitoli, Danlanal Nias, Kepala Kantor Basarnas Nias, Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandara Udara (UPBU) Kelas II Binaka,
Menyambut Kunjungan Kerja Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD) Bapak Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc. dan Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana (Persit KCK) Ny. Uli Simanjuntak beserta Rombongan dalam rangka Peresmian Jembatan di Desa Sifalago Gomo, Kecamatan Boronadu Kabupaten Nias Selatan, Bandara Binaka, Selasa, 10 Maret 2026.

Kunjungan kerja KASAD di Kepulauan Nias dalam rangka menghadiri peresmian jembatan di Desa Sifalago Gomo, Kecamatan Boronadu, Kabupaten Nias Selatan, yang merupakan wilayah teritorial Kodim 0213/Nias.

Kehadiran Kasad di wilayah Kepulauan Nias diharapkan semakin memperkuat sinergi antara TNI Angkatan Darat dengan pemerintah daerah dalam mendukung percepatan pembangunan, khususnya pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung pada peningkatan konektivitas serta kesejahteraan masyarakat.

Melalui kunjungan kerja ini, diharapkan kolaborasi antara pemerintah daerah dan TNI semakin solid dalam mendukung pembangunan daerah serta menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kepulauan Nias.

(M.nazara )

Jelang Lebaran, Bupati Asmar dan BBPOM Pekanbaru Sidak Minimarket di Meranti, Pastikan Produk Aman Dikonsumsi

MERANTIYUTELNEWS.com ||Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar bersama Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Pekanbaru, Alex Sander, S.Farm., Apt., M.H., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah minimarket di Selatpanjang, Selasa (10/03/2026).

Sidak tersebut dilakukan di salah satu minimarket di kawasan Jalan Teuku Umar, tepatnya di sekitar SMP Negeri 1 Selatpanjang. Kegiatan ini turut melibatkan Dinas Kesehatan serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti.

Bupati Kepulauan Meranti, H. Asmar mengatakan kegiatan pengawasan tersebut rutin dilakukan, terutama menjelang bulan suci Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri. Tujuannya untuk memastikan produk makanan dan minuman yang beredar di masyarakat aman dikonsumsi.

“Alhamdulillah pada pagi hari ini kami bersama BBPOM Provinsi, Dinas Kesehatan dan OPD terkait turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan di sejumlah minimarket,” ujar Asmar.

Ia menegaskan, pengawasan ini penting dilakukan guna memastikan produk yang dijual kepada masyarakat layak edar dan tidak mengandung bahan berbahaya.

“Di Kabupaten Kepulauan Meranti kegiatan ini rutin kita lakukan untuk mengecek mana produk yang pantas dijual dan mana yang tidak. Apalagi saat ini memasuki bulan suci Ramadan dan sebentar lagi kita akan menyambut Hari Raya Idulfitri,” jelasnya.

Dari hasil pengecekan sementara, kata Asmar, belum ditemukan produk pangan yang mengandung bahan berbahaya, baik dari produk lokal maupun luar daerah.

“Sejauh ini belum ditemukan barang-barang atau produk yang menggunakan bahan berbahaya. Namun pengawasan akan terus kita lakukan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BBPOM Pekanbaru Alex Sander menjelaskan bahwa pengawasan pangan selama Ramadan dilakukan secara intensif bersama pemerintah daerah.

“Hari ini kami dari Balai Besar POM Pekanbaru bersama Dinas Kesehatan dan Dinas Perindag Kabupaten Kepulauan Meranti melakukan intensifikasi pengawasan pangan selama bulan Ramadan,” katanya.

Ia menyebutkan, tim telah melakukan pengecekan di beberapa lokasi penjualan. Dalam pemeriksaan tersebut ditemukan sejumlah produk dengan kemasan rusak serta produk yang telah kedaluwarsa.

“Tadi kita menemukan beberapa produk yang sudah kedaluwarsa dan ada juga kemasan yang rusak. Produk-produk tersebut langsung diminta untuk diretur oleh pihak distributor atau pengelola toko,” jelas Alex.

Menurutnya, produk dengan kondisi kemasan rusak, penyok, maupun yang telah melewati masa berlaku tidak diperbolehkan untuk dijual kepada masyarakat.

“Tujuan kegiatan ini untuk memastikan keamanan pangan yang dikonsumsi masyarakat di Kabupaten Kepulauan Meranti selama Ramadan,” ujarnya.

Selain itu, pada sore harinya tim juga akan melakukan pengawasan terhadap takjil yang dijual masyarakat.

“Kita akan melakukan pengujian terhadap sekitar 22 sampel takjil untuk mendeteksi kemungkinan adanya bahan berbahaya seperti formalin, boraks maupun pewarna yang tidak diperbolehkan,” terangnya.

Alex juga mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan apabila menemukan produk pangan yang diduga ilegal, rusak, atau tanpa izin edar.

“Silakan masyarakat melaporkan ke BBPOM atau Dinas Kesehatan jika menemukan produk yang mencurigakan, sehingga bisa segera ditindaklanjuti,” tutupnya 

(Bom)

Masyarakat Soroti Koperasi GTM, Diduga Terjadi Penyimpangan SHU dan Penyalahgunaan DO Sawit

PELALAWANYUTELNEWS.com ||
Kerja sama antara koperasi petani sawit di Desa Lubuk Mandian Gajah dengan perusahaan perkebunan PT Serikat Putra sejatinya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani, namun kini mendapat sorotan dari masyarakat setempat.

Pada awalnya program tersebut dinilai sangat membantu para petani karena pembelian buah kelapa sawit dilakukan dengan harga yang mengikuti standar dari Dinas Perkebunan (Disbun). Dengan sistem tersebut, petani diharapkan memperoleh harga yang lebih layak dan stabil.

Namun belakangan ini, muncul sejumlah keluhan dari anggota koperasi dan masyarakat. Beberapa anggota koperasi mengaku tidak menerima Sisa Hasil Usaha (SHU) sebagaimana mestinya.

Selain itu, diduga terdapat sejumlah ketimpangan dalam laporan SHU, termasuk adanya pengeluaran yang dinilai tidak jelas bahkan diduga bersifat fiktif yang dilakukan oleh pengurus koperasi. Hal tersebut dinilai berpotensi merugikan anggota koperasi maupun masyarakat setempat.

Tidak hanya itu, masyarakat juga menyoroti adanya beberapa aset tetap koperasi yang diduga tidak tercatat dalam daftar aset resmi koperasi. Kondisi ini menimbulkan kecurigaan adanya ketidakterbukaan dalam pengelolaan koperasi oleh pihak pengurus.

Warga Desa Lubuk Mandian Gajah yang tak mau disebutkan namanya mengatakan ” Kalau pola pengurus koperasi seperti ini hanya memperkaya diri dan kelompok nya saja, lebih baik di tutup saja koperasi itu karena jika tidak bermanfaat bagi masyarakat Desa ini ” Keluh sumber kepada media.

Sehubungan dengan hal tersebut, masyarakat berharap agar pihak penegak hukum, khususnya Unit III Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Satreskrim Polres Pelalawan, dapat melakukan pemeriksaan terhadap oknum-oknum yang diduga telah merugikan anggota koperasi dan masyarakat.

Di sisi lain, sejumlah masyarakat yang memantau aktivitas koperasi juga menduga adanya praktik yang tidak sesuai dengan tujuan awal kerja sama tersebut. Oknum pengurus koperasi diduga membeli buah kelapa sawit dari luar Desa Lubuk Mandian Gajah dengan harga yang diduga lebih murah, kemudian menjualnya ke perusahaan menggunakan Delivery Order (DO) milik koperasi dengan harga Disbun.

Praktik tersebut dinilai berpotensi merugikan petani lokal yang seharusnya menjadi prioritas dalam penjualan hasil panen melalui koperasi.
Salah seorang warga (sumber) yang mengikuti perkembangan aktivitas koperasi menyebutkan bahwa indikasi pembelian buah sawit dari luar desa tersebut disertai dengan sejumlah bukti.

“Kerja sama ini sebenarnya sangat baik untuk membantu petani desa. Namun jika DO koperasi digunakan untuk menjual buah dari luar desa, tentu hal itu tidak sesuai dengan tujuan awal koperasi,” ujarnya.

Masyarakat berharap pihak terkait dapat melakukan evaluasi serta pengawasan terhadap pengelolaan koperasi agar program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani tidak disalahgunakan oleh pihak tertentu.

Transparansi dan pengelolaan yang profesional dinilai sangat penting agar kepercayaan masyarakat terhadap koperasi tetap terjaga.

Terkait pemberitaan ini belum ada klarifikasi pihak koperasi dan yang terkait dengan pemberitaan ini redaksi membuka ruang untuk memberikan klarifikasi terkait dengan pemberitaan ini, redaksi akan terus berupaya melakukan konfirmasi dan klarifikasi kepada pihak yang terkait dengan pemberitaan ini.|| TIM

Lanud Raden Sadjad Natuna Gelar Nuzulul Quran dan Buka Puasa Bersama, Perkuat Kebersamaan Ramadan

NATUNAYUTELNEWS.com ||
Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai kegiatan peringatan Nuzulul Quran yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama di Hanggar Timur Pangkalan TNI AU Raden Sadjad (Lanud RSA), Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Senin (9/3/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Komandan Lanud RSA Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai Aryadi, S.E., M.M., M.Han., bersama Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 9/D.I Ny. Marni Onesmus Pasaribu serta keluarga besar Lanud RSA.

Turut hadir Ketua LAM Kabupaten Natuna H. Wan Suhardi, S.E., tokoh masyarakat Natuna H. Mursidi, tokoh adat H. Suhardi, PPAU Cabang 23 Ranai, Warakawuri, pensiunan PNS, awak media, serta warga Lanud RSA.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Danlanud RSA bersama Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 9/D.I juga menyerahkan santunan kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus semangat berbagi di bulan suci Ramadan.

Dalam sambutannya, Danlanud RSA menyampaikan bahwa Ramadan merupakan momentum yang tepat untuk memperkuat ukhuwah, meningkatkan kepedulian sosial, sekaligus mempererat hubungan antara prajurit TNI AU, keluarga besar Lanud, dan masyarakat Natuna.

Acara turut diisi dengan tausiyah oleh Ustaz Mustaqim, M.Pd., yang mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan peringatan Nuzulul Quran sebagai sarana memperdalam nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama dan buka puasa yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan.

Momentum tersebut sekaligus menjadi wadah mempererat silaturahmi antara Lanud Raden Sadjad, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, awak media, serta seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Natuna.

(Red: Darmansyah Kabiro Natuna Yutelnews.com)

Hangatnya Ramadan di Lanud Raden Sadjad Natuna, Silaturahmi TNI AU dan Masyarakat

NATUNAYUTELNWS.com ||
Pangkalan TNI AU Raden Sadjad (Lanud RSA) Natuna menggelar peringatan Nuzulul Quran dan buka puasa bersama bertempat di Hanggar Timur Lanud RSA, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Senin (9/3/2026).

Kegiatan dihadiri Komandan Lanud RSA (Danlanud RSA) Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai Aryadi, S.E., M.M., M.Han., bersama Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 9/D.I Ny. Marni Onesmus Pasaribu dan keluarga besar Lanud RSA.

Turut hadir Ketua LAM Kabupaten Natuna H. Wan Suhardi, S.E., Tokoh Masyarakat Natuna H. Mursidi, Tokoh Adat H. Suhardi, PPAU Cabang 23 Ranai, Warakawuri, Pensiunan PNS, awak media dan seluruh Warga Lanud RSA.

Dalam kesempatan tersebut, Danlanud RSA bersama Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 9/D.I juga menyerahkan santunan kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan suci Ramadan.

Danlanud RSA dalam sambutannya menyampaikan bahwa Ramadan menjadi momentum mempererat kebersamaan, meningkatkan kepedulian, serta mempererat hubungan antara prajurit, keluarga besar Lanud, dan masyarakat Natuna.

Acara diisi tausiyah oleh Ustaz Mustaqim, M.Pd., dilanjutkan doa bersama dan buka puasa yang berlangsung hangat serta penuh kebersamaan.

Kegiatan ini menjadi sarana mempererat silaturahmi antara Lanud Raden Sadjad, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan awak media serta seluruh elemen masyarakat Natuna.

(Bani)

Kejati Sulsel Tahan Mantan Pj Gubernur dan 4 Tersangka Lainnya, Kasus Korupsi Bibit Nanas

YUTELNEWS.com –  MAKASAR ||Kejaksaan Republik Indonesia berkomitmen memberantas korupsi secara progresif untuk memulihkan keuangan negara dan mewujudkan kemakmuran rakyat, Kasus Korupsi bibit nanas kini terus berlanjut dengan Komitmen Kejati Sulsel mewujudlan Kerja nyata dengan menuntaskan Kasus korupsi bibit nanas dengan menahan 5 Tersangka Termasuk manta Pj Gubernur sulsel

Melalui, Tim Penyidik Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan mengambil langkah tegas dengan menahan lima orang tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan bibit nanas, Senin (9/3/2026). Salah satu tersangka yang resmi menggunakan rompi tahanan adalah mantan Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan berinisial BB.

Kasus ini bermula dari proyek Pengadaan Bibit Nanas di Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHBun) Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2024. Dari total nilai proyek sebesar Rp 60 miliar, tim penyidik menduga adanya praktik penggelembungan harga (mark-up) serta indikasi pengadaan fiktif yang mengakibatkan kerugian keuangan negara hingga mencapai sekitar Rp 50 miliar.

Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Dr. Didik Farkhan Alisyahdi, mengungkapkan bahwa penetapan dan penahanan para tersangka dilakukan setelah penyidik mengantongi minimal dua alat bukti yang sah dan cukup.

“Pada hari ini, Senin 9 Maret 2026, kami resmi melakukan penahanan terhadap lima tersangka. Mereka adalah BB selaku mantan Pj Gubernur Sulsel, RM selaku Direktur PT. AAN, RE selaku Direktur PT. CAP, HS selaku Tim Pendamping Pj Gubernur, dan RRS yang merupakan ASN pada Pemkab Takalar,” tegas Didik di Kantor Kejati Sulsel, Makassar, Senin (9/3/2026).

Selain kelima orang tersebut, Kejati Sulsel sebenarnya telah menetapkan satu tersangka lain berinisial UN yang menjabat sebagai KPA/PPK. “Namun, terhadap tersangka UN belum dilakukan penahanan dengan pertimbangan yang bersangkutan sedang dalam keadaan sakit,” tambahnya.

 Telah Dicekal dan Diperiksa Maraton

Sebelum dilakukan penahanan hari ini, Kejati Sulsel telah melakukan serangkaian proses hukum yang panjang. Pada 17 Desember 2025 lalu, penyidik Pidsus telah memeriksa mantan Pj Gubernur BB secara maraton selama kurang lebih 10 jam untuk mendalami kebijakan terkait proyek pengadaan tersebut.

Untuk memastikan para pihak tidak melarikan diri dan mempersulit penyidikan, Kejati Sulsel juga telah mengajukan permohonan pencekalan ke luar negeri kepada Jaksa Agung Muda Intelijen pada 30 Desember 2025. Pencekalan tersebut berlaku untuk keenam orang yang kini telah berstatus tersangka.

Proses pengungkapan kasus ini juga diwarnai dengan penggeledahan di Kantor Dinas TPHBun, Kantor BKAD, serta kantor rekanan. Dari lokasi tersebut, penyidik menyita ratusan dokumen kontrak dan bukti transaksi keuangan, serta telah memeriksa lebih dari 80 orang saksi dari berbagai unsur, termasuk birokrasi, legislatif, swasta, hingga kelompok tani.

Atas perbuatannya, para tersangka disangkakan melanggar ketentuan perundang-undangan dengan pasal berlapis, yakni:

• Pasal 603 UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP Jo. Pasal 20 huruf c UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP Jo. Pasal 18 ayat (1) huruf a dan b UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No. 20 Tahun 2001.

• Pasal 3 Jo. Pasal 18 ayat (1) huruf a dan b UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No. 20 Tahun 2001 Jo. Pasal 20 huruf c UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP Jo. Pasal 618 UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Kejati Sulsel menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas perkara ini dan menindak tegas setiap pihak yang terbukti merugikan keuangan negara demi menjaga integritas tata kelola pemerintahan di Sulawesi Selatan. 

(ABG)

Jelang Berbuka, Pengendara di Simpang Al-Jami’ Ranai Disambut Takjil Gratis dari PIA Ardhya Garini Lanud RSA

RANAI NATUNAYUTELNEWS.com || Suasana jelang berbuka puasa di simpang empat lampu merah Masjid Al-Jami’ Ranai, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Minggu (8/3/2026), terlihat berbeda. Pengendara yang melintas tampak disambut pembagian takjil gratis yang dilakukan oleh Persatuan Istri Angkatan Udara (PIA) Ardhya Garini Cabang 9 Daerah I Kodau I Lanud Raden Sadjad (RSA) Natuna.

Kegiatan sosial tersebut dipimpin langsung oleh Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 9 Lanud RSA, Ny. Marni Onesmus Pasaribu, bersama para pengurus yang turun langsung ke lapangan membagikan paket takjil kepada masyarakat.

Takjil dibagikan kepada pengendara sepeda motor, mobil, serta warga yang melintas di kawasan simpang empat Masjid Al-Jami’ Ranai menjelang waktu berbuka puasa. Aksi berbagi ini menjadi bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya menebar kebahagiaan kepada masyarakat di bulan suci Ramadhan.

Selain sebagai kegiatan berbagi, aksi tersebut juga merupakan bagian dari agenda sosial PIA Ardhya Garini dalam memperkuat nilai kebersamaan, kepedulian, serta mempererat hubungan antara keluarga besar Lanud RSA dengan masyarakat Natuna.

Dengan penuh kehangatan, para pengurus PIA Ardhya Garini terlihat menyapa para pengguna jalan sembari menyerahkan paket takjil. Momen ini pun menghadirkan senyum dan rasa syukur dari warga yang sedang dalam perjalanan menjelang waktu berbuka.

Kegiatan berlangsung tertib, lancar, dan mendapat respons positif dari masyarakat. Banyak pengendara yang menyampaikan apresiasi serta ucapan terima kasih atas kepedulian yang diberikan oleh keluarga besar Lanud RSA Natuna.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat berbagi dan kepedulian sosial di bulan Ramadhan dapat terus tumbuh, serta semakin mempererat tali silaturahmi antara TNI Angkatan Udara, khususnya Lanud RSA, dengan masyarakat Kabupaten Natuna.

(Red: Darmansyah Kabiro Natuna Yutelnews com

Hakim Tolak Praperadilan Muhtadin, Penyidikan Polres Natuna Dinyatakan Sah

YUTELNEWS.com ||
Natuna, 9 Maret 2026 – Permohonan praperadilan yang diajukan Muhtadin melalui kuasa hukumnya, Muhajirin atau yang akrab disapa Jirin dari LBH Natuna–Ranai, resmi ditolak oleh hakim tunggal Pengadilan Negeri Natuna.

Sidang praperadilan tersebut dipimpin oleh Hakim tunggal Suwandi Hutabarat, yang dalam amar putusannya menegaskan menolak seluruh permohonan yang diajukan oleh pihak pemohon.

Dengan putusan tersebut, proses penyidikan yang dilakukan oleh Kepolisian Resor Natuna dinyatakan sah dan telah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Kasat Reskrim Kepolisian Resor Natuna, Richie Putra, S.H., M.H., saat diwawancarai awak media menyampaikan bahwa seluruh proses penanganan perkara yang dilakukan oleh penyidik telah berjalan sesuai prosedur hukum.

“Langkah yang kami ambil sudah sesuai dengan aturan dan mekanisme hukum yang berlaku. Penyidik bekerja secara profesional dan berdasarkan alat bukti yang ada,” ujarnya.

Permohonan praperadilan tersebut sebelumnya diajukan oleh Muhtadin yang menggugat sejumlah tindakan hukum yang dilakukan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Kepolisian Resor Natuna, mulai dari penetapan tersangka, penangkapan, penahanan hingga penggeledahan yang dinilai tidak sah oleh pihak pemohon.

Namun dalam persidangan, hakim menilai dalil-dalil yang diajukan oleh pemohon tidak memiliki dasar hukum yang kuat untuk membatalkan proses hukum yang telah dilakukan oleh penyidik.

“Seluruh permohonan ditolak,” tegas Hakim Suwandi Hutabarat saat membacakan putusan di persidangan.

Sementara itu, Kasat Reskrim Richie Putra juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh opini atau informasi yang belum tentu benar terkait penanganan perkara yang sedang berjalan.

“Kami berharap masyarakat tidak mudah digiring oleh opini yang tidak benar. Percayakan proses hukum kepada aparat penegak hukum yang bekerja sesuai aturan,” tambahnya.

Kepolisian Resor Natuna menegaskan komitmennya untuk terus menjaga profesionalitas, transparansi, serta menegakkan hukum secara adil demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

(Editor: Darmansyah Kabiro Natuna Yutelnews com)

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.